1,720,957 research outputs found
PROSEDUR PERIZINAN PENDIRIAN DAN PENGUKUHAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO (LKM) DI KANTOR OTORITAS JASA KEUANGAN (OJK) SOLO
ABSTRAK AJENG TRI UTAMI, D1514004, PROSEDUR PERIZINAN PENDIRIAN DAN PENGUKUHAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO (LKM) DI KANTOR OTORITAS JASA KEUANGAN (OJK) SOLO, Tugas Akhir, Program Studi Manajemen Administrasi, Program Diploma III, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sebelas Maret, 2017. 47 Halaman Penulisan Tugas Akhir ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui prosedur perizinan pendirian dan pengukuhan LKM di Kantor OJK Solo. Prosedur perizinan ini adalah tentang ketentuan OJK melalui POJK Nomor 61/POJK.05/2015 tentang Perijinan Usaha dan Kelembagaan LKM yang mewajibkan seluruh pihak yang akan mendirikan LKM maupun yang sudah berdiri namun belum berbadan hukum untuk segera dilakukan pengukuhan oleh Otoritas Jasa Keuangan. Jenis pengamatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif secara langsung dan tidak langsung yaitu memaparkan dan mendiskripsikan tentang Prosedur Perizinan Pendirian dan Pengukuhan LKM di Kantor OJK Solo yang sudah dilaksanakan sesuai prosedur yang benar. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui wawancara dengan dengan Kepala Bagian IKNB (Industri Keuangan Non-Bank), observasi, mengkaji dokumen dan arsip serta perekam. Hasil dari pengamatan yang dilakukan pada Kantor OJK Solo diperoleh hasil bahwa prosedur perizinan pendirian dapat dibagi menjadi 2 (dua) yaitu izin usaha LKM baru dengan setor modal tunai dan izin usaha LKM melaui pengukuhan dengan setor modal non tunai. Untuk melakukan perizinan pendirian terdapat tahapan yang harus dipenuhi sebagai syarat sah melakukan perizinan. Tahapan-tahapan tersebut antara lain: LKM yang akan mengajukan permohonan izin usaha baru (tunai) maupun melalui pengukuhan (nontunai) datang ke Kantor OJK setempat kemudian OJK akan melakukan pengecekan kelengkapan dokumen kemudian OJK melakukan analisis Laporan Keuangan (LK) dan persetujuan, jika semua dokumen telah benar dan sesuai dengan standar OJK maka LKM akan diberi Surat Keputusan (SK) Izin Usaha dari Dewan Komisioner OJK dan Pemda berkoordinasi dengan OJK melakukan pelatihan penyusunan Laporan Keuangan (LK) kepada LKM agar LKM baru maupun LKM yang sudah dikukuhkan dapat melakukan kegiatan dengan baik. Permohonan perizinan yang dilakukan oleh LKM di wilayah Solo Raya sudah dilaksanakan dengan baik sesuai dengan persyaratan dokumen maupun dalam hal permodalan. Dalam pengamatan ini dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan prosedur perizinan pendirian dan pengukuhan LKM di Kantor OJK Solo sudah dilaksanakan dengan baik sesuai dengan persyaratan dokumen maupun dalam hal permodalan. Kata Kunci : LKM, Perizinan, Prosedu
ANALISIS PENANGANAN SURAT MASUK DENGAN APLIKASI EOFFICE PADA KANTOR BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA JAKARTA
AJENG TRI UTAMI, 2014. 8143145176. Analisis Penanganan Surat Masuk dengan Aplikasi EOffice Pada Kantor Badan Kepegawaian Negara Program Studi D3 Sekretari. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Jakarta.
This Scientific Work aims to know about handling of incoming letter with E-Office Application In State Badan Kepegawaian Negara. The method used in this research is descriptive analysis with data collection method through literature study and observation.
From the results of writing can know that the handling of Incoming letter with E-Office Applications In the Badan Kepegawaian Negara problems found in the E-Office application menu is not optimal in addition to the occurrence of archive and archive storage that is not appropriate
LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN PADASUBBAGIAN TATA USAHA KANTOR BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA JAKARTA
LEMBAR EKSEKUTIF
Ajeng Tri Utami 8143145176 laporan Praktik Kerja Lapangan pada Sub Bagian Tata Usaha Badan Kepegawaian Negara Program D3 Sekretaris Universitas Negeri Jakarta, 2017
Laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini disusun sebagai salah satu syarat kelulusan untuk mendapatkan gelar Alhmi Madya dan sebagai salah satu bukti bahwa Praktikan telah melaksanakan Praktik Kerja Lapangan selama dua bulan. Tujuan dari adanya Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini adalah agar mahasiswa/i dapat mengetahui suasana dan kondisi di dunia kerja yang sesungguhnya sesuai dengan latar belakang pendidikan yaitu D3 Sekretari.
Praktikan melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Badan Kepegawaian Negara di Unit Biro Umum Sub Bagian Tata Usaha yang beralamat di Jalan Ledjen Sutoyo No.12 Cililitan Jakarta Timur
Selama Praktik Kerja Lapangan (PKL), Praktikan melakukan beberapa tugas seperti menyusun dan merapihkan kearsipan perusahaan, input dokumen, otomisasi kantor, dan bidang lainnya.
Praktikan juga mengalami beberapa kendala dalam melaksanakan tugas selama Praktik Kerja Lapangan (PKL). Kendala yang Praktikan hadapi adalah kurangnya ketelitian dan kreativitas dalam melakukan pekerjaan.
Praktikan juga belajar untuk menguasai kendala yang terjadi dalam melaksanakan tugas, seperti pada saat melaksanakan tugas tugas tersebut harus diperiksa terlebih dahulu oleh pimpinan dan dalam bidang lainnya Praktikan harus kreatif dalam mengerjakan tugas yang diberikan serta Praktikan harus dapat bertindak cepat, dan cekatan
BENDA KENANGAN DALAM KARYA FOTOGRAFI DENGAN TEKNIK LIGHT BRUSH
Setiap benda memiliki momen dan kenangan tersendiri bagi pemiliknya,
hanya saja benda-benda tersebut akan habis karena dimakan usia. Seiring
berjalannya waktu, kegunaan dari benda-benda tersebut semakin berkurang karena
adanya produk terbaru, rusak atau hilang. Dari permasalahan tersebut muncul
ketertarikan untuk membuat foto yang dapat memunculkan kembali momen dan
kenangan tentang benda yang pernah digunakan di masa lampau dan yang masih
digunakan di masa sekarang dengan menggunakan teknik pencahayaan light brush.
Penggunaan teknik pencahayaan light brush mampu menampilkan nilai estetis dan
artistik dari benda-benda yang memiliki kenangan dengan goresan cahaya yang
tidak dimiliki oleh teknik pencahayaan yang lain. Pemotretan dengan teknik ini
memiliki keunikan yakni dapat menormalkan ketidakseimbangan gelap-terang
suatu objek dengan cara menyapukan cahaya pada objek selama waktu yang
dibutuhkan untuk mencapai titik normal, maka dari itu didapati perbedaan waktu
penyinaran tiap objeknya. Teknik ini menghasilkan dimensi gelap terang dan
spotlight yang berbeda pada tiap frame foto, sapuan cahaya pada bahan material
objek yang berbeda menghasilkan goresan cahaya yang berbeda juga. Pendekatan
fotografi still life memunculkan kesan hidup dan nyata sehingga dapat membantu
memunculkan kembali ingatan saat menggunakan benda tersebut dengan visual
yang lebih indah
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
