224 research outputs found
Permainan tradisional sebagai wahana pendidikan karakter
Kehadiran permainan tradisional di kalangan anak-anak saat ini menjadi penting karena permainan tradisional mampu mengembangkan seluruh potensi dalam diri anak-anak yang termuat dalam oleh pikir, olah rasa, dan olah raga. Dalam olah pikir permainan tradisional mampu untuk mengajarkan keruntutan berpikir secara logis, seperti yang terlihat dalam permainan tebak kata. Permainan tradisional juga mampu untuk mengembangkan olah rasa, seperti nyanyian-nyanyian yang menyertai permainan tradisional mampu membangun keindahan estetis anak-anak. Selain itu, permainan tradisional mampu untuk menyehatkan raga atau jasmani untuk tumbuh lebih sehat. Permainan tradisional mengandung nilai karakter utama, yaitu religiositas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong dan integritas. Permainan tradisional dapat dimanfaatkan untuk mentransformasikan nilai-nilai karakter utama kepada peserta didik dalam kegiatan belajar dan mengajar di sekolah-sekolah, melalui PPK (Penguatan Pendidikan Karakter). Nilai karakter utama dalam permainan tradisional dapat diimplementasikan dalam tiga jalur pendidikan, yaitu berbasis budaya kelas, berbasis budaya sekolah, dan berbasis masyarakat
PROSES PEMBUATAN KOMPONEN POROS UTAMA DAN FLANGE PADA MESIN PENGGORENG DAN SPINNER ABON
Tujuan utama dari Proyek Akhir ini adalah (1) Mengetahui proses pembuatan komponen Poros Utama yang sesuai standar, (2) Mengetahui proses pembuatan Flange yang sesuai standar. (3) Mengetahui kinerja dari komponen Poros Utama dan Flange. Langkah - langkah dalam pembuatan komponen poros utama dan flange adalah mengidentifikasi gambar kerja, mengidentifikasi bahan, menentukan mesin dan alat yang digunakan, menentukan langkah kerja membuat komponen poros utama dan flange serta quality control, uji fungsional dan uji kinerja dari masingmasing komponen. Proses pembuatan komponen poros utama dan flange, pada Mesin Penggoreng dan Spiner Abon meliputi: persiapan mesin, alat, dan material yang akan digunakan, pemotongan material, dan proses pembuatan komponen. Material yang digunakan untuk membuat komponen poros utama dan flange adalah Mild Steel. Sedangkan mesin dan alat yang digunakan adalah: mesin gergaji, mesin bubut, mesin milling vertikal, mesin bor, pahat HSS dan carbide, jangka sorong, outside micrometer, thread gauge dan beberapa perlengkapan lainya. Hasil dari pembuatan komponen poros utama dan flange dapat diketahui: (1) Proses pembuatan poros utama meliputi identifikasi gambar kerja, persiapan mesin dan alat, proses pemotongan material, proses bubut, proses milling, dan proses penyelesaian kerja bangku. (2) Proses pembuatan flange meliputi identifikasi gambar kerja, persiapan mesin dan alat, proses pemotongan material, proses bubut dan proses penyelesaian kerja bangku. (3) Dari hasil uji kinerja dapat diketahui komponen poros utama dan flange bekerja dengan baik. Pada saat proses penirisan minyak, poros utama dan poros saringan yang dihubungkan dengan flange dalam keadaan center
KUALITAS PELAYANAN SERVIS PADA BENGKEL DANU MOTOR MENGGUNAKAN METODE SERVQUAL DAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS
ABSTRACT
In service providers, good service is something that needs to be applied to consumers, because consumers will judge whether the perceptions and expectations provided by service providers are good or not. Likewise, at the Danu Motor Workshop which is engaged in the service provider sector which needs to pay attention to it from a service point of view. As for the complaints experienced by service consumers at the Danu Motor Workshop, such as convenience support facilities, etc. In this case, it is necessary to carry out an analysis of the level of customer satisfaction in the dimensions of service quality based on the level of perceptions and expectations by consumers of the Danu Motor Workshop service using the SERVQUAL and IPA methods. As for measurement through the results of distributing questionnaires with 25 question attributes used as many as 30 data for instrument testing which aims to determine the feasibility of the instrument with the results of each valid and reliable attribute. Furthermore, in the results of data processing, the SERVQUAL method obtains an average value of service quality of (0.659) which means (Q) <1 where the service has not met consumer expectations with the largest score gap on the assurance dimension of (-1.754) and the largest attribute on TN05 regarding facilities comfort support with a value obtained of (-2.468). Next, the results of the processing of the IPA method get the attributes in quadrant A (top priority), namely (TN05, RE12, RE13, RE14, AS17, AS18) that most require improvement or evaluation of service delivery so that consumers\u27 trust can increase and workshops get a response positive and profitable.
ABSTRAK
Dalam penyedia jasa, pelayanan yang baik menjadi hal perlu diterapkan untuk konsumen, karena konsumen akan menilai baik tidaknya persepsi dan harapan yang diberikan oleh penyedia jasa. Begitu juga pada Bengkel Danu Motor yang bergerak pada bidang penyedia jasa layanan servis yang perlu memperhatikan dari segi layanan servis nya. Adapun keluhan yang dialami oleh konsumen servis pada Bengkel Danu Motor seperti, pada fasilitas pendukung kenyamanan, dan sebagainya. Dalam hal tersebut harus melakukan analisis mengenai tingkat kepuasan konsumen pada dimensi kualitas pelayanan berdasarkan tingkat persepsi dan harapan oleh konsumen servis Bengkel Danu Motor dengan metode SERVQUAL dan IPA. Adapun pengukuran melalui hasil penyebaran kuesioner dengan 25 atribut pertanyaan yang digunakan sebanyak 30 data untuk pengujian instrumen yang bertujuan mengetahui kelayakan instrumen dengan hasil masing-masing atribut valid dan reliabel. Selanjutnya dalam hasil pengolahan data, metode SERVQUAL memperoleh nilai rata-rata kualitas pelayanan sebesar (0,659) diartikan (Q)<1 dimana pelayanannya belum memenuhi harapan konsumen dengan score gap terbesar pada dimensi assurance sebesar (-1,754) dan atribut terbesar pada TN05 mengenai fasilitas pendukung kenyamanan dengan nilai yang diperoleh sebesar (-2,468). Berikutnya pada hasil pengolahan metode Importance Performance Analysis mendapatkan atribut-atribut dalam kuadran A (prioritas utama) yaitu (TN05,RE12,RE13,RE14,AS17,AS18) yang paling memerlukan perbaikan atau evaluasi terhadap pelayanan servis agar mendapat kepercayaan konsumen dapat meningkat serta bengkel memperoleh respon yang positif dan mendapatkan keuntungan
 
Peter Alderson Smith, W. B. Yeats and the Tribes of Danu: Three Views of Irelands Fairies Colin Smythe; Barnes and Noble, 1987
Excerpt
This is a very ambitious work, in which the author seeks to 1) present early Irish beliefs concerning the Tuatha De Danann (Tribes of the Goddess Danu) as revealed in medieval Irish literary tradition; 2) describe the modern (19th- and 20th-century) Irish folk beliefs concerning the fairies, thought to derive from the Tuatha De Danann; and 3) investigate the changes in W.B. Yeats’s views of the Otherworld between his writing of The Countess Cathleen and the publication of Responsibilities
Implementasi Nilai-Nilai Multikulturalisme di Masjid Ansan: Studi Kasus Jama’ah Muslim Multietnis di Korea Selatan
Danu Suprobo: Implementasi Nilai-Nilai Multikulturalisme di Masjid Ansan: Studi Kasus Jamaah Muslim Multietnis di Korea Selatan. Yogyakarta: Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Alma Ata Yogyakarta, 2025.
Penelitian ini mengkaji implementasi nilai-nilai multikulturalisme di Masjid Ansan, Korea Selatan, sebagai salah satu contoh komunitas muslim minoritas yang multietnis. Masjid Ansan menjadi pusat ibadah sekaligus tempat interaksi sosial bagi jamaah yang berasal dari Indonesia, Bangladesh, Pakistan, Uzbekistan, dan Negara lainnya di sekitar kota Ansan, Korea Selatan. Nilai-nilai multikulturalisme seperti kesetaraan, keadilan, dan kemajemukan menjadi fokus utama dalam penelitian ini.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap jamaah dan pengurus masjid, observasi secara langsung dan dokumentasi terhadap kegiatan di masjid Ansan. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan melalui interpretasi terhadap temuan lapangan yang dikaitkan dengan teori multikulturalisme.
Penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai multikulturalisme yaitu nilai kesetaraan, keadilan, kemajemukan, kebangsaan, kemanusiaan, dan demokrasi telah berjalan lancar di masjid Ansan. Pengurus masjid berperan besar dalam menjalankan nilai-nilai tersebut melalui peran yang dijalankannya yaitu peran di bidang idarah (administrasi), bidang imarah (pemakmuran masjid), dan bidang Riayah (pemeliharaan). Dalam proses berjalannya nilai multikulturalisme tersebut, ditemukan berbagai tantangan yaitu, keterbatasan komunikasi karena perbedaan bahasa dan budaya di antara jamaah, rasa canggung antara jamaah yang berbeda mahzab, dan kurangnya dukungan dari komite pusat masjid Ansan.
Kata Kunci: Multikulturalisme, Masjid Ansan, Minoritas Musli
KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA PEREMPUAN DALAM NOVEL PUKUL SETENGAH LIMA KARYA RINTIK SEDU
Karya sastra, khususnya novel, menggambarkan realitas imajinatif melalui struktur ekstrinsik dan intrinsik. Konflik batin dalam novel muncul dari perbedaan psikologis antara individu atau kelompok dalam masyarakat. Freud mengidentifikasi tiga unsur kepribadian: id, ego, dan superego. Dalam novel "Pukul Setengah Lima" karya Rintik Sedu, Alina, setelah mengalami kegagalan hubungan dengan Tio, kemudian ia mengadopsi identitas palsu, yakni Marni, untuk mengubah hidupnya. Dalam perannya sebagai Marni, Alina mengalami pertemuan tak terduga dengan Danu, memicu konflik batin yang memperlihatkan dominasi id dalam struktur kepribadiannya. Adapun tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui id, ego, dan superego pada tokoh utama perempuan dalam Novel Pukul Setengah Lima Karya Rintik Sedu. Metode dari penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat konflik batin id, ego, dan superego yang dialami oleh tokoh utama Alina. Struktur kepribadian tokoh utama didominasi oleh id yang memegang peranan teratas dengan 10 kutipan, kemudian kedua ego dengan 4 kutipan dan terakhir superego 6 kutipan
Prosedur Pengkajian Teknologi Baru Pada Spm (Single Point Mooring) Menggunakan Metode Technology Qualification
Single Point Mooring atau SPM merupakan sarana bertambatnya kapal di
laut, yang sekaligus berfungsi sebagai penyalur minyak dari atau ke kapal yang
bertambat. Teknologi baru pada SPM berkembang seiring perkembangan teknologi
eksplorasi minyak. Teknologi baru mengandung aspek inovatif yang belum diatur
oleh standar yang ada, karena itu, tidak dapat dinilai melalui prosedur sertifikasi
umum. Pengkajian perlu dilakukan untuk memastikan bahwa teknologi baru dapat
diimplementasikan dengan aman dan dapat diandalkan. Proses pengkajian
teknologi baru disebut Technology Qualification (TQ).
Prosedur pengkajian teknologi baru pada SPM dikembangkan dari
guidance yang diterbitkan oleh DNV, LR dan ABS. Proses pengkajian dilakukan
dengan metode numerik dengan bantuan beberapa software komputer. Beberapa
analisa yang dilakukan yaitu analisa motion response, analisa chain tension, analisa
kekuatan struktur dan analisa stabilitas lambung SPM. Analisa dilakukan terkait
penerapan bentuk lambung octagonal SPM yang merupakan teknologi baru.
Aplikasi bentuk lambung octagonal SPM dapat diterima, karena telah
memenuhi kriteria pengkajian teknologi yang diberikan. Dari hasil pengkajian
diketahui bahwa, tension maksimum yang terjadi pada chain leg SPM adalah
157.725 ton, tidak melebihi breaking load dari chain yang digunakan. Tegangan
maksimum yang terjadi pada struktur SPM adalah 205 MPa, tidak melebihi
tegangan ijin dari material yang digunakan. Sedangkan berdasarkan analisa SPM
memenuhi kriteria stabilitas, baik intact stability maupun damage syability.
===============================================================================================
Single Point Mooring (SPM) is one of types mooring and oil transfer
technology at the sea. New technology of SPM is evolving with the development of
oil exploration technology. The new technology contains innovative aspects wich
have not been regulated by existing standards, therefore, it is can not be assessed
with common certification procedure. Assessment needs to be conducted to ensure
that new technologies can be implemented safely and reliable. The assessment
process of new technology called Technology Qualification (TQ).
New technology qualification procedures of SPM is developed from
guidance issued by DNV, LR and ABS. The qualification process carried out by
numerical methods with the used of computer software. Several analyzes were
performed, such as motion response, tension chain, structural strength and stability
of SPM hull. The analysis were carried out related to the application of octagonal
hull form SPM which is considered as new technology.
Application of octagonal shape of hull on the SPM is acceptable, because
it has met the criteria established technology qualification. From the results of the
study is known that the maximum tension that occurs in SPM chain leg is 157 725
tons. The tension does not exceed the breaking load of the chain that is used. The
maximum stress that occurs in the SPM structure is 205 MPa, do not exceed the
allowable stress of the material used. Meanwhile, based on the stability analysis,
stability of the new SPM still comply the stability criteria, either intact stability and
damage stability
Penamaan Gerak Tari Retno Tanjung Masyarakat Tegal (Kajian Etnolinguistik)
Kusharyanto, Danu Tirto. 2021. “Penamaan Gerak Tari Retno Tanjung Masyarakat Tegal (Kajian Etnolinguistik)”. Skripsi. Purwokerto: Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman
Penelitian berjudul “Penamaan Gerak Tari Retno Tanjung Masyarakat Tegal (Kajian Etnolinguistik)” mendeskripsikan mengenai makna leksikal dan makna kultural dari penamaan gerak tari “Retno Tanjung”. Penelitian ini menggunakan kajian etnolinguistik dalam menganalisis makna leksikal dan makna kultural penamaan gerak tari “Retno Tanjung”. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah data lisan dari narasumber sebagai data utama dan data tertulis dalam bentuk skripsi atau artikel sebagai data pendukung. Dalam mengumpulkan data, metode yang digunakan adalah metode cakap dan metode simak. Teknik lanjutannya teknik rekam dan catat. Untuk menganalisis data, metode yang digunakan adalah metode padan referensial, translasional, dan pragmatis. Teknik dasarnya adalah teknik unsur pilah penentu dan teknik lanjutannya adalah teknik hubung banding menyamakan. Metode penyajian analisis data menggunakan metode informal.
Setelah dilakukan penelitian, peneliti menemukan 46 nama gerak tari yang terdapat dalam tari “Retno Tanjung”. Dari keseluruhan nama gerakan, terdapat beberapa gerak yang terinspirasi dari keseharian masyarakat Tegal yang berprofesi sebagai nelayan dan makna kulturalnya adalah bentuk pengungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas segala hasil laut yang melimpah
IDENTIFIKASI TERJADINYA TUBRUKAN ANTARA TONGKANG PT. PST 1312 DAN JETTY PT. TUNAS INTI ABADI DI MUARA BUNATI
ABSTRAKSI
Lesmana, Danu, NIT. 5518111326738 K, 2022, “Identifikasi Terjadinya
Tubrukan Antara Tongkang PT. PST 1312 Dan Jetty PT. Tunas Inti
Abadi Di Muara Bunati”, Skripsi, Program Diploma IV, Program Studi
Tatalaksana Angkutan Laut dan Kepelabuhan, Politeknik Ilmu Pelayaran
Semarang, Pembimbing I: Daryanto, SH, MM., Pembimbing II: Febria
Surjaman, M.T.
Transportasi laut (sea transport) memiliki peranan penting dalam dunia
perdagangan internasional maupun domestik. Transportasi laut juga penghubung
berbagai kegiatan perekonomian dan pembangunan antar pulau baik yang sudah
maju maupun yang masih terpencil. Indonesia sebagai suatu negara kepulauan
(archipelagic state). Dalam perdagangan oleh kapal laut, pelabuhan berfungsi
sebagai pintu gerbang utama perdagangan logistik untuk kapal-kapal yang masuk
di suatu negara atau wilayah. Hal ini sangat relevan dengan efisiensi ekonomi
pengiriman barang curah oleh agen dan pengusaha, serta berbagai jenis kebutuhan
mendesak untuk pelayaran laut, yang merupakan salah satu sarana terpenting
dalam membangun ekonomi nasional. Pelayaran laut dalam suatu pelayaran
mengandalkan kegiatan bongkar muat barang dan bongkar muat penumpang.
Metode yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini
adalah metode deskriptif kualitatif, dimana dalam penulisan skripsi ini
memaparkan kejadian,sebab akibat dan peristiwa terjadinya insiden tubrukan
kapal tongkang milik PT. PST dengan jetty milik PT. Tunas Inti Abadi.
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tubrukan antara kapal
tongkang dengan jetty adalah putusnya tali mooring yang mengikat jetty dengan
kapal tongkang di sebabkan oleh cuaca buruk, kelalaian dan kecerobohan crew
tugboat dan foreman, kurangnya pemahaman dan keahlian saat melakukan
penyandaran tongkang ke jetty, kurangnya pemasangan fender di kapal tongkang,
kurangnya keterampilan dalam bekerja di atas kapal. Dampak yang terjadi akibat
tubrukan antara kapal tongkang dengan jetty yaitu kegiatan transhipment menjadi
terhambat dan terjadinya kerusakan pada buritan dari kapal tongkang dan
miringnya kontruksi dari fender dan dolpin jetty milik PT. Tunas Inti Abadi.
Upaya apa yang di lakukan oleh PT. PST untuk menanggulangi insiden tubrukan
kapal tongkang dengan jetty adalah klaim ganti rugi perbaikan oleh shipowner
(PT. PST) melaksanakan safety meeting terhadap crew kapal sebelum kegiatan
transhipment berlangsung dan menyediakan kapal assist standby dan berjaga di
area jetty
Perancangan Sistem Informasi Transaksi Dan Inventaris Suku Cadang Pada Bengkel Danu Motor Service
Bengkel adalah suatu badan usaha yang bergerak dibidang jasa perbaikan
kendaraan bermotor dan penjualan suku cadang. Kerumitan dalam proses
pengolahan data seperti nota transaksi, hingga ketersediaan stok suku cadang sudah
menjadi hal yang lumrah, ini dikarenakan pengolahan dan arsip data pada bengkel
pada skala sedang hingga bengkel kecil mayoritas masih dilakukan dengan cara
konvensional, yaitu pencatatan dan arsip data secara manual. Inilah yang menjadi
penyebab utama terjadinya kerumitan pada proses pengolahan data laporan, dan
yang terutama pada pengolahan data informasi mengenai ketersediaan stok suku
cadang pada inventaris di suatu bengkel. Penulis bertujuan dengan dilakukannya
penelitian ini, dapat meningkatkan efektivitas dan akurasi dalam proses kerja
personil pada bengkel. Juga penerapan metode FEFO (First Expired First Out),
untuk menghindari terjadi rasa kecewa oleh pelanggan terhadap kualitas produk
yang di sediakan oleh bengkel. Yang tentunya juga akam berdampak pada kualitas
pelayanan sehingga kepuasan dan loyalitas pelanggan juga terjaga dengan baik
berkat kinerja yang efisien pada bengkel. Dengan menggunakan metode RAD
penulis merancang bangun suatu sistem informasi yang dapat mengolah data
transaksi dan informasi mengenai ketersediaan stok suku cadang pada bagian
inventaris bengkel sebagai media untuk dapat membantu pihak bengkel. Hasil
Setelah dilakukan uji coba dan implementasi terhadap sistem informasi yang
dibangun, sistem informasi ini dapat mengolah data riwayat transaksi penjualan
suku cadang kedalam bentuk cetak laporan dan menyediakan infomasi akan
ketersediaan stok suku cadang pada inventaris yang uptodate. Berdasarkan hasil
penelitian, dapat diambil kesimpulan bahwa dengan digunakannya sistem
informasi transaksi dan inventaris suku cadang dapat meningkatkan kualitas dan
efisiensi kerja pada Danu Motor Servic
- …
