1,721,122 research outputs found
KABUPATEN KEDIRI MASA KEPEMIMPINAN USRI SASTRADIREDJA TAHUN 1975-1985
Skripsi ini membahas tentang Kabupaten Kediri Masa Kepemimpinan Usri
Sasstradiredja. Usri Sastradiredja merupakan Bupati Kediri Tahun 1975-1985,
dengan dua periode masa jabatan Usri Sastradiredja mampu membawa perubahan
pada wilayah Kabupaten Kediri dalam beberapa sektor. Pembangunan Usri
Sastradiredja meliputi sektor ekonomi, sosial, budaya dan umum. Dalam
penelitian ini metode yang digunakan adalah metode penulisan sejarah yang
meliputi pengumpulan data (Heuristik), kritik Sumber, interpretasi, dan
historiografi. Data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah arsip dari dinas
perpustakaan Kabupaten Kediri, sumber-sumber dari kantor dewan Kabupaten
Kediri yang membahas tentang hasil dari kepemimpinan Usri Sastradiredja dan
sumber foto dari Dinas perpustakaan dan arsip Kabupaten Kediri. Penelitian ini di
fokuskan pada sejarah ekonomi, sosial, budaya dan umum yang ada di wilayah
Kediri masa kepemimpinan Usri Sastradiredja. Melalui penelitian yang dilakukan
penulis. Sejarah mengenai pemerintahan yang ada di Kabupaten Kediri masih
belum banyak di tulis dan dikaji secara mendalam. Kepemimpinan Usri
Sastradiredja memiliki dampak bagi masyarakat Kabupaten Kediri baik dampak
positif maupun negatif, program kerja Usri Sastradiredja tidak sepenuhnya
berjalan sesuai dengan sasaran. Kepemimpinan Usri Sastradiredja merupakan
kepemimpinan yang monoton karena langkah bupati selalu mengikuti pemerintah
pusat. Terlepas dari dampak negatif kepemimpinan Usri Sastradiredja, masa
kepemimpinan Usri Sastradiredja merupakan awal dimana pembangunan ekonomi
berkembang, kesejahteraan masyarakat semakin meningkat dengan adanya
perhatian secara khusus oleh pemerintah. Kabupaten Kediri menjadi lebih mandiri
dari sebelumnya. mulai bermunculan industri-industri kecil, menengah dan besar
yang membuat wilayah Kabupaten Kediri semakin maju dan berkemban
Pengulangan ayat inna ma'a al 'usri yusra menurut Muhammad Abduh
Al-Qur'an adalah satu-satunya kitab suci yang tidak tertandingi jika dibandingkan dengan kitab yang lain karena ia memiliki keistimewaan. Salah satu keistimewaan yang tersebut, yaitu adanya pengulangan yang terjadi dalam ayat Al Qur'an, sebagaimana dalam surat Al-Insyirah (fa inna ma'a al 'usriyusra, inna ma'a al 'usriyusrii ). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahi mengenai tujuan pengulangan ayat inna ma'a al 'usri yusra menurut Muhammad Abduh. Di samping itu, untuk menjelaskan tentang penafsiran Muhammad Abduh tentang pengulangan ayat inna ma'a al 'usriyusra. Pembahasan mengenai tikror atau pengulangan ayat dalam Al-Qur' an sangatlah banyak, salah satunya terdapat dalam ayat ke-5 dan ke-6 dalam surat Al Insyirah. Secara tersirat dan tersurat Allah SWT memiliki tujuan tertentu dari pengulangan tersebut, semisal sebagai penguat agar lebih meyakinkan dalam hati sehingga tidak menimbulkan keraguan. Untuk memahami tujuan tersebut, tentunya penelitian ini tidak bisa lepas dari kaidah tikror. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan metode analisis. Metode deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran secara jelas mengenai penafsiran Muhammad Abduh terhadap pengulangan ayat inna ma'a al 'usri yusrii. Sedangkan metode analisis, yaitu dengan cara menganalisis substansi permasalahan yang merupakan pokok bahasan dalam penulisan ini. Data yang ditemukan menunjukkan bahwa tujuan pengulangan ayat inna ma'a al 'usri yusrii menurut Muhammad Abduh adalah sebagai ta'kid atau penguat, agar lebih meyakinkan dalam hati, sehingga tidak menimbulkan keraguan. Sedangkan penafsiran Muhammad Abduh terhadap pengulangan ayat inna ma'a al 'usri yusra, yaitu bahwa dalam menghadapi setiap kesulitan dalam hidup, manusia harus selalu yakin akan ada penyelesaiannya dan yakin jika Allah SWT akan senantiasa menolong hamba-Nya yang mau berusaha, berjuang dan bertawakal kepada-Nya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tujuan pengulangan ayat inna ma'a al 'usri yusrii menurut Muhammad Abduh adalah sebagai sebagai ta'kid Sehingga, diharapkan dalam menghadapi kesulitan hidup seseorang harus yakin bahwa Allah akan memberikan kemudahan, baik kemudahan di dunia maupun kemudahan di akhirat
KINERJA PENGELOLAAN IPAL BERBASIS MASYARAKAT PROGRAM USRI KELURAHAN NGIJO, KECAMATAN GUNUNG PATI, KOTA SEMARANG
Permasalahan umum yang terjadi pada wilayah perkotaan salah satunya terkait sanitasi. Hal ini karena belum ada sarana sanitasi yang memadai serta tingkat perekonomian masyarakat yang rendah. Pemerintah Kota Semarang telah berupaya untuk meningkatkan kualitas sanitasi permukiman dengan mengadakan program sanitasi berbasis masyarakat program USRI pada tahun 2011. Akan tetapi belum pernah dilakukan kajian terkait pengelolaan sarana sanitasi tersebut dari segi teknis, kelembagaan dan peran serta masyarakat. Untuk mengetahui kondisi pengelolaan sarana tersebut dilakukan dengan metode pendekatan deskriptif kualitatif yakni dengan mendeskripsikan kondisi pengelolaan sarana sanitasi berdasarkan hasil uji laboratorium air limbah domestik, hasil wawancara dan kuisioner kepada pengelola dan masyarakat pemanfaat. Dari hasil penelitian di dapatkan hasil uji laboratorium untuk air limbah domestik pada titik inlet (BOD=357mg/l, TSS=136 mg/l, pH=7,13, Minyak dan Lemak=5,26 mg/l) dan titik outlet (BOD=15 mg/l, TSS=28 mg/l, pH=6,70, Minyak dan Lemak=1,05 mg/l). Dari data tersebut menunjukkan bahwa kualitas air limbah hasil pengolahan IPAL USRI di Kelurahan Ngijo masih dibawah baku mutu lingkungan air limbah domestik berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah No.5 Tahun 2012. Dari hasil observasi, dan hasil wawancara terkait Kondisi lembaga pengelola IPAL USRI belum berjalan dengan optimal. Dari aspek peran serta masyarakat dalam memanfaatkan IPAL USRI didapatkan hasil masih belum optimal karena menurut hasil wawancara dan hasil kuisioner jumlah pemanfaat baru 28 KK sedangkan desain awal sarana IPAL tersebut untuk 34KK. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa kualitas air limbah domestik masih di bawah baku mutu lingkungan. Kondisi lembaga pengelola belum berjalan optimal, sedangkan peran serta masyarakat pada tahap operasional masih belum optimal.</jats:p
Kinerja Pengelolaan Ipal Berbasis Masyarakat Program Usri Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunung Pati, Kota Semarang
Permasalahan umum yang terjadi pada wilayah perkotaan salah satunya terkait sanitasi. Hal ini karena belum ada sarana sanitasi yang memadai serta tingkat perekonomian masyarakat yang rendah. Pemerintah Kota Semarang telah berupaya untuk meningkatkan kualitas sanitasi permukiman dengan mengadakan program sanitasi berbasis masyarakat program USRI pada tahun 2011. Akan tetapi belum pernah dilakukan kajian terkait pengelolaan sarana sanitasi tersebut dari segi teknis, kelembagaan dan peran serta masyarakat. Untuk mengetahui kondisi pengelolaan sarana tersebut dilakukan dengan metode pendekatan deskriptif kualitatif yakni dengan mendeskripsikan kondisi pengelolaan sarana sanitasi berdasarkan hasil uji laboratorium air limbah domestik, hasil wawancara dan kuisioner kepada pengelola dan masyarakat pemanfaat. Dari hasil penelitian di dapatkan hasil uji laboratorium untuk air limbah domestik pada titik inlet (BOD=357mg/l, TSS=136 mg/l, pH=7,13, Minyak dan Lemak=5,26 mg/l) dan titik outlet (BOD=15 mg/l, TSS=28 mg/l, pH=6,70, Minyak dan Lemak=1,05 mg/l). Dari data tersebut menunjukkan bahwa kualitas air limbah hasil pengolahan IPAL USRI di Kelurahan Ngijo masih dibawah baku mutu lingkungan air limbah domestik berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah No.5 Tahun 2012. Dari hasil observasi, dan hasil wawancara terkait Kondisi lembaga pengelola IPAL USRI belum berjalan dengan optimal. Dari aspek peran serta masyarakat dalam memanfaatkan IPAL USRI didapatkan hasil masih belum optimal karena menurut hasil wawancara dan hasil kuisioner jumlah pemanfaat baru 28 KK sedangkan desain awal sarana IPAL tersebut untuk 34KK. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa kualitas air limbah domestik masih di bawah baku mutu lingkungan. Kondisi lembaga pengelola belum berjalan optimal, sedangkan peran serta masyarakat pada tahap operasional masih belum optimal
Implementasi Program Urban Sanitation And Rural Infrasructure Instalasi Pengolahan Air Limbah Usri-Ipal Komunal Di Kota Malang Tahun 2013-2014
Indonesia tentu membutuhkan kerjasama dengan pihak-pihak lain dalam
berbagai bidang, salah satunya terkait dengan penerimaan negara yang berasal dari
pinjaman luar negeri. Pinjaman luar negeri merupakan setiap penerimaan negara baik
dalam bentuk devisa dan atau devisa yang di-Rupiahkan maupun dalam bentuk
barang dan atau dalam bentuk jasa yang diperoleh dari pemberi pinjaman luar negeri
yang harus dibayar kembali dengan persyaratan tertentu. Salah satunya adalah ADB
dimana pemerintah Indonesia dan ADB telah bekerjasama sejak ADB berdiri di tahun
1966. Salah satu program Indonesia dalam penanganan masalah yang dihadapi
Indonesia terletak pada kondisi sanitasi. Kondisi ini yang mendorong pembentukan
program yang dinamakan Urban Sanitation and Rural Infrastructure (USRI) yang
diselenggarakan sebagai program pendukung PNPM Mandiri. Salah satu ruang
lingkup Program SPBM USRI adalah penyediaan prasarana/sarana sanitasi
masyarakat meliputi Instalasi Pengolahan AirLimbah (IPAL) komunal dengan sistem
perpipaan dan/atau kombinasi MCK dan perpipaan
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
