20 research outputs found
Improving Pronunciation of the Second Grade Students Of Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah Sukoharjo Plemahan Kediri by Using Songs and Games
ABSTRACT Bariroh,Umi. 2013. Improving Pronunciation of the Second Grade Students Of Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah Sukoharjo Plemahan Kediri by Using Songs and Games. S1 Thesis, English Department, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor I: Nur Hayati, S.Pd., M.Ed; Advisor II: Evynurul Laily Zen, S.S., M.A. Keywords: Songs, games and pronunciation The study was designed to improve the pronunciation of second graders at MI Islamiyah through the implementation of English songs and games in the teaching and learning process. The researcher found that the students encounter great difficulty with pronouncing words correctly. This is confirmed by the results of their English test especially the oral test, which showed that the students often made mispronunciation. The students’ problems in pronunciation seemed to be caused by their lack of motivation to follow the lesson and lack of practice so they forgot things easily. In order to solve the problem, the researcher proposed the use of songs and games that are considered engaging and fun activities for young learners. The study was classroom action research in which the researcher is also the classroom teacher. The subjects of the study were 28 students of II A at MI Islamiyah Sukoharjo. The study consisted of three cycles, with two meetings for each cycle. The cycles lasted six weeks. In the planning stage, the researcher designed a lesson plan, preparing materials and media, and formulating the criteria of success. In implementing the action, the researcher conducted the instruction and research based on the lesson plan. In observing the action, the researcher collected data through some instruments concerning the songs and games implementation such as questionnaires, observation checklist, and field notes. The reflection was done in order to know the results of using songs and games and to find information on what needs to be revised with the planning and the action applied. The researcher found that the implemetation of songs and games improved the students’ pronunciation. The criterion of success is that 80 % or more of the students score equal to or above 60 in the reading aloud test. The results of cycle 1 showed that 53.6 % of the students got a score equal to or above 60 and 83.5 % of the students were interested toward the songs and games used. In cycle 2, these percentages improved. 67.9 % of the students got a score equal or above 60 and 89.3 % of the students were interested toward the songs and games used. The results of cycle 3 showed another increase in the percentages. There were 82.1 % of the students who got a score equal to or above 60 and 95.5 % of the students interested toward the songs and games used. It can be concluded that the researcher has achieved her criteria of success. In line with research findings, it is concluded that the use of songs and games in teaching pronunciation can improve the pronunciation of the second grade students at MI Islamiyah. Due to these results, it is suggested that the English teachers be selective since not all English songs and games are suitable for teaching. Teacher should consider the language level. For low-grade classes, it is suggested that the teacher use songs which are not too long and which are easy to memorize. Next, in implementing the song activity, the teacher needs to ask the students to do some body movements such as clapping hands and standing up because it will make the situation more alive and fun. Future researchers are suggested to conduct similar studies on the use of songs and games in different contexts and to improve the students’ English ability in other areas through songs and games.
KARAKTERISASI JAM NANGKA PADA BERBAGAI VARIASI JUMLAH PENAMBAHAN GULA DAN ASAM SITRAT PADA PEMASAKAN
Produksi buah nangka di Indonesia cukup banyak, setiap tahun tak kurang
dari 6000 ton buah dihasilkan, dan dari tahun ketahun terus meningkat. Produksinya
yang cukup tinggi dan tidak diikuti dengan pengolahan seringkali buah nangka
mengalami kerusakan setelah panen. Oleh karena itu diperlukan usaha untuk
mencegah kerusakan-kerusakan yang terjadi dalam upaya mempertahankan hasil
buah nangka agar dapat dikonsumsi sepanjang tahun. Selama ini buah nangka
diproses menjadi berbagai jenis produk makanan atau minuman, seperti kripik,
manisan kering, dan sirup. Selain produk-produk tersebut nangka dapat diolah
menjadi jam karena kadar pektinnya yang tinggi yaitu 1,4%. Jam adalah makanan
semi padat yang terbuat dari campuran 45 bagian buah dan sebagian berat gula. Ada 3
komponen penting dalam pembuatan jam, yaitu: asam, gula, dan pektin. Asam sitrat
dapat mempengaruhi percepatan pembentukan gel pada pembuatan jam, bila
pemberian asam terlalu banyak akan menyebabkan terjadinya sinerisis dalam jam,
dan asam yang terlalu sedikit menyebabkan tidak terbentuknya gel. Gula juga
berpengaruh terhadap pembentukan gel, gula yang kurang menyebabkan jam yang
terbentuk lemah, tetapi bila gula yang ditambahkan terlalu banyak akan terbentuk
kristal padat pada permukaan. Permasalahan yang timbul adalah belum diketahuinya
jumlah penambahan gula dan asam sitrat yang tepat sehingga dihasilkan jam nangka
yang baik dan disukai.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jumlah
penambahan gula terhadap sifat-sifat jam nangka, mengetahui pengaruh konsentrasi
asam sitrat terhadap sifat-sifat jam nangka yang dihasilkan, serta untuk menentukan kombinasi yang tepat antara jumlah penambahan gula dan asam sitrat dalam
pembuatan jam nangka.
Penelitian dilakukan di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian (PHP) serta
Laboratorium Kimia dan Biokimia Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian,
Universitas Jember. Waktu penelitian dilakukan mulai bulan Maret 2007 sampai Juni
2007. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor
ganda yaitu variasi konsentrasi penambahan gula (40%, 45%, dan 50%) dan variasi
konsentrasi penambahan asam sitrat (0,2%; 0,3%; dan 0,4%). Masing-masing
kombinasi perlakuan diulang tiga kali. Parameter yang diamati meliputi: kadar air,
derajat keasaman, kadar gula reduksi, kadar sukrosa, warna, tekstur, sifat
organoleptik kesukaan (warna, sifat olesan, aroma, rasa dan keseluruhan).
Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa jumlah
penambahan gula berpengaruh terhadap kadar air, pH, kadar gula reduksi, kadar
sukrosa, tingkat kecerahan dan tekstur, sedangkan jumlah penambahan asam sitrat
berpengaruh terhadap kadar air, pH, kadar gula reduksi, kadar sukrosa, tingkat
kecerahan dan tekstur. Kombinasi perlakuan yang paling baik dan disukai adalah
penambahan gula 50% dan asam sitrat 0,3% (A3B2). Jam nangka yang dihasilkan
mempunyai kadar air 30,204%; pH 4,859; kadar gula reduksi 6,216%; kadar sukrosa
50,002%; rasio gula reduksi dan sukrosa 1,24; tingkat kecerahan 28,567%; tekstur
28,556 g/20 mm; skor nilai uji kesuaan warna, aroma, cita rasa sifat oles dan
keseluruhan berturut-turut sebesar 3,920; 3,760; 3,760; 3,260 dan 3,760 (agak suka
sampai suka)
Pendekatan rational-emotive behavior therapy (rebt) untuk menangani motivasi belajar yang rendah pada siswa kelas viii smp it al islam kudus
Motivasi belajar yang rendah merupakan suatu kondisi atau keadaan yang dialami seseorang yang disebabkan adanya kesulitan dalam memahami ateri yang telah di jelaskan oleh guru dalam aktifitas belajar mengajar untuk membantu siswa yang mengalami motivasi belajar yang rendah dalam aktifitas belajar maka peneliti berupaya menerapkan Pendekatan Rational emotive Behavior Therapy (REBT). Pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) pendekatan yang mengajarkan kembali untuk memahami pemikiran irrasional yang menyebabkan motivasi belajar yang rendah dalam aktifitas belajar dengan mengubah pemikiran konseli menjadi lebih rasional.
Penelitian studi kasus ini akan dilaksanakan di SMPIT AL-ISLAM KUDUS dengan dua subyek penelitian yaitu siswa (FA,AW), ke dua siswa ini terindikasi mengalami motivasi belajar yang rendah. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara dan metode dokumentasi. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif diskriptif yang secara bersamaan yaitu reduksi data, paparan data, penarikan kesimpulan, berdasarkan hasil pembahasan dan analisis penelitian ini menunjukkan penyebab FA dan AW mengalami motivasi belajar yang rendah dalam belajar disebabkan : FA dan AWmengembangkan persepsi negative tentang pentingnya mempunyai cita-cita dan masa depan namun malas dalam belajar, tidak bertanya ketika tidak faham dan menggunakan waktu belajar untuk bermain Hp. Untuk mengatasi permasalahan tersebut peneliti menggunakan Pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT). Dari konseling ke dua siswa tersebut, dapat memahami dan menyadari pemikiran irrasional yang dialaminya untuk diganti dengan pemikiran yang rasional, yaitu menganggap pentingnya mempunyai cita-cita dan masa depan dengan lebih rajin belajar, berani bertanya ketika belum faham dan menggunakan waktu belajar untuk belajar.
Maka peneliti menyimpulkan bahwa pendekatan Rational Emotive behavior Therapy (REBT) digunakan untuk mengatasi motivasi belajar yang rendah pada siswa kelas VIII D SMPIT AL-ISLAM KUDUS. Hal ini dibuktikan adanya perubahan pola fikir maupun perasaan dan perilaku konseli. Konseli mampu mengatasi motivasi belajar yang rendah dalam aktifitas belajar mengajar.
Peneliti memberi saran : 1) siswa yang mengalami motivasi belajar yang rendah diharapkan dapat mengelak persepsi, lebih memahami berfikir yang rasional dan mengembangkan perilaku sebagai konsekuensi dari pemikiran yang rasional, serta menyadari dampak dari pemikiran irrasional yang harus dihindari. 2) Penelitian untuk mengembangkan penelitian selanjutnya, maka bagi peneliti nantinya yang akan mengatasi motivasi belajar yang rendah hendaknya memberikan waktu yang cukup untuk konseling sehingga dapat memahami, menggali lebih dalam apa yang dirasakan oleh konseli
STRATEGI GURU PAI UNTUK MENANAMKAN AKHLAK TERPUJI MELALUI BUDAYA RELIGIUS DI SMPI SUNAN AMPEL MOJOKERTO
This study is based on the utilization of religious culture in Sunan Ampel Kutorejo Mojokerto Islamic Middle School with the following problem formulations: 1) Forms of religious culture in Sunan Ampel Kutorejo Mojokerto Islamic Middle School 2) Strategies used by PAI teachers to instill religious culture 3) The impact of religious culture on student morals, this study is to describe these three things. To achieve this target, this study used a qualitative approach with a descriptive method of research. Methods of gathering information completed using perception procedures, interviews and documentation. The collected information is described by reducing information, introducing information and determining.The results of the study revealed that the religious culture at Islamic Middle School Sunan Ampel Kutorejo Mojokerto includes: 5S (Greetings, greetings, smiles, courtesy and courtesy), congregational prayers (dhuha, dhuhur, asr, and Friday), charity Friday, Islamic holidays, BTA, Gemajuza Juz 30, tadabbur alam . The PAI teacher's strategy in instilling commendable morals through religious culture is: (Planning, Action, exemplary, habituation, instilling discipline, creating a conducive atmosphere, integration), assessment. The impact of religious culture on student morals, explicitly: forming discipline, honesty, forming religious values, tolerance, and social care are all framed as one
diajukan guna melengkapi tugas akhir dan memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (S1) dan mencapai gelar Sarjana Teknologi Pertanian
Produksi buah nangka di Indonesia cukup banyak, setiap tahun tak kurang
dari 6000 ton buah dihasilkan, dan dari tahun ketahun terus meningkat. Produksinya
yang cukup tinggi dan tidak diikuti dengan pengolahan seringkali buah nangka
mengalami kerusakan setelah panen. Oleh karena itu diperlukan usaha untuk
mencegah kerusakan-kerusakan yang terjadi dalam upaya mempertahankan hasil
buah nangka agar dapat dikonsumsi sepanjang tahun. Selama ini buah nangka
diproses menjadi berbagai jenis produk makanan atau minuman, seperti kripik,
manisan kering, dan sirup. Selain produk-produk tersebut nangka dapat diolah
menjadi jam karena kadar pektinnya yang tinggi yaitu 1,4%. Jam adalah makanan
semi padat yang terbuat dari campuran 45 bagian buah dan sebagian berat gula. Ada 3
komponen penting dalam pembuatan jam, yaitu: asam, gula, dan pektin. Asam sitrat
dapat mempengaruhi percepatan pembentukan gel pada pembuatan jam, bila
pemberian asam terlalu banyak akan menyebabkan terjadinya sinerisis dalam jam,
dan asam yang terlalu sedikit menyebabkan tidak terbentuknya gel. Gula juga
berpengaruh terhadap pembentukan gel, gula yang kurang menyebabkan jam yang
terbentuk lemah, tetapi bila gula yang ditambahkan terlalu banyak akan terbentuk
kristal padat pada permukaan. Permasalahan yang timbul adalah belum diketahuinya
jumlah penambahan gula dan asam sitrat yang tepat sehingga dihasilkan jam nangka
yang baik dan disukai.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jumlah
penambahan gula terhadap sifat-sifat jam nangka, mengetahui pengaruh konsentrasi
asam sitrat terhadap sifat-sifat jam nangka yang dihasilkan, serta untuk menentukan
viii
kombinasi yang tepat antara jumlah penambahan gula dan asam sitrat dalam
pembuatan jam nangka.
Penelitian dilakukan di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian (PHP) serta
Laboratorium Kimia dan Biokimia Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian,
Universitas Jember. Waktu penelitian dilakukan mulai bulan Maret 2007 sampai Juni
2007. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor
ganda yaitu variasi konsentrasi penambahan gula (40%, 45%, dan 50%) dan variasi
konsentrasi penambahan asam sitrat (0,2%; 0,3%; dan 0,4%). Masing-masing
kombinasi perlakuan diulang tiga kali. Parameter yang diamati meliputi: kadar air,
derajat keasaman, kadar gula reduksi, kadar sukrosa, warna, tekstur, sifat
organoleptik kesukaan (warna, sifat olesan, aroma, rasa dan keseluruhan).
Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa jumlah
penambahan gula berpengaruh terhadap kadar air, pH, kadar gula reduksi, kadar
sukrosa, tingkat kecerahan dan tekstur, sedangkan jumlah penambahan asam sitrat
berpengaruh terhadap kadar air, pH, kadar gula reduksi, kadar sukrosa, tingkat
kecerahan dan tekstur. Kombinasi perlakuan yang paling baik dan disukai adalah
penambahan gula 50% dan asam sitrat 0,3% (A3B2). Jam nangka yang dihasilkan
mempunyai kadar air 30,204%; pH 4,859; kadar gula reduksi 6,216%; kadar sukrosa
50,002%; rasio gula reduksi dan sukrosa 1,24; tingkat kecerahan 28,567%; tekstur
28,556 g/20 mm; skor nilai uji kesuaan warna, aroma, cita rasa sifat oles dan
keseluruhan berturut-turut sebesar 3,920; 3,760; 3,760; 3,260 dan 3,760 (agak suka
sampai suka)
MANAJEMEN STRATEGI PEMBELAJARAN JARAK JAUH PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI SEKOLAH LUAR BIASA NEGERI 1 BANTUL
This research was conducted starting with the COVID-19 pandemic which spread in Indonesia and then had an impact on the learning process, initially learning was carried out offline then switched to online this resulted in various parties being affected from students, and educators to parents as well as felt for students with needs special. This study aims to identify and analyze the learning strategies implemented during the COVID-19 pandemic in special schools.
In this study, the method used was field research (Field Research) using a qualitative approach. There were 8 research subjects, the researcher conducted interviews with several informants including the Head of School, Deputy Head of Curriculum, Deputy Head of Facilities and Infrastructure, Coordinator of the Blind Department, Coordinator of the Deaf Department, Coordinator of the Mentally Disabled Department, Coordinator of the Physically Impaired Department, Coordinator of the Autistic Department and also through data collection techniques using interviews, observation, and documentation. The data analysis research was used through 3 stages, including data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Checking the validity of the data in this study was carried out using method triangulation and source triangulation techniques.
The results of the study show (1) The management of distance learning strategies during the COVID-19 pandemic at SLB N 1 Bantul needs to be carried out in order to minimize obstacles and obstacles from various parties. (2) Implementation of strategic management carried out by SLB N 1 Bantul includes a. Determination of the formulation of strategies, and policies that have been derived by the government adapted to the situation and conditions. b. The PJJ carried out for ABK during the COVID-19 pandemic at SLB N 1 Bantul is blended learning which means that learning is carried out mixed not purely online, this learning uses the K13 curriculum which is adapted to the conditions of each student because from one major to another you cannot generalized. c. The evaluation is carried out by reporting in meetings every week. (3) Obstacles during PJJ students do not take part in learning, lack of understanding of the material, the parents' economy is not sufficient in carrying out PJJ online, students' moods fluctuate, some programs are not delivered, and difficulties when collecting data numbers. The solution is to do Home Visits, approach parents, provide offline services, check on students, deliver programs during normal learning, and socialize
KARAKTERISTIK DAN PELEPASAN GENTAMISIN SULFAT DARI MIKROSFER NATRIUM ALGINAT 2,5% PADA SEDIAAN KRIM A/M
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil dan kinetika pelepasa mikrosfer gentamisin-alginat pada basis krim dengan sediaan krim gentamisin sebagai kontrol. Mikrosfer gentamisin sulfat dibuat dengan metode gelasi ionik tehnik aerosolisasi menggunakan polimer natrium alginat 2,5% dan CaCl2 sebagai larutan penyambung silang. Mikrosfer yang terbentuk kemudian di dispersikan pada larutan maltodextrin kemudian dikeringkan menggunakan freeze-dryer.
Karakteristik mikrosfer berpengaruh terhadap pelepasan gentamisin sulfat dari basis krim. Oleh karena itu dilakukan karakterisasi meliputi uji kualitatif menggunakan DTA, pembuktian menggunakan FT-IR, bentuk dan morfologi partikel, ukuran dan distribusi ukuran partikel menggunakan Biological Microscope Model XSZ-107 Series, drug loading, efisiensi penjebakan, dan perolehan kembali. Diketahui bahwa diperoleh ukuran partikel yang kecil, sferis, dan seragam. Model kinetika pelepasan gentamisin-alginat pada basis krim mengikuti model kinetika higuchi sedangkan pada sediaan krim gentamisin sulfat mengikuti kinetika orde satu. Hasil fluks (laju pelepasan) gentamisin-alginat pada basis krim diperoleh nilai yang lebih kecil dibandingkan pelepasan gentamisin sulfat pada basis krim
Pengaruh Kualitas Jasa dan Word Of Mouth Terhadap Brand Loyalty Melalui Mediasi Brand Trust Pelanggan Sekolah Musik Purwacaraka Jember
Penelitian dengan judul “Pengaruh Kualitas Jasa dan word Of Mouth Terhadap
Brand Loyalty Melalui Mediasi Brand Trust Pelanggan Sekolah Musik Purwacaraka
Jember”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas jasa terhadap
brand loyalty, menganalisis pengaruh word of mouth terhadap brand loyalty,
menganalisis pengaruh kualitas jasa terhadap brand trust, menganalisi pengaruh word of
mouth terhadap brand trust, menganalisi pengaruh brand trust terhadap brand loyalty
Pelanggan Sekolah Musik Purwacaraka Jember
PENGARUH KUALITAS JASA DAN WORD OF MOUTH TERHADAP BRAND LOYALTY MELALUI MEDIASI BRAND TRUST PELANGGAN SEKOLAH MUSIK PURWACARAKA JEMBER
Efisiensi kinerja sangat dibutuhkan untuk menghadapi dunia usaha yang
semakin pesat di era globalisasi ini, hal ini disebabkan oleh persaingan yang
sangat ketat dan terjadi antar perusahaan yang sejenis maupun yang tidak sejenis.
Persaingan tersebut juga dirasakan oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak
pada industri sektor jasa
