1,720,963 research outputs found

    Sistem Informasi Kursus Mengemudi Berbasis Android Pada CV. Persemija Kota Bekasi

    Full text link
    Kursus mengemudi CV.Persemija saat ini masih menggunakan cara pendaftaran secara konvensional, pendaftaran kursus mengemudi masih manual dan harus datang langsung ketempat kursus mengemudi, selain itu penjadwalan dan penilian masih harus dilihat secara manual seperti menggunakan buku catatan hal ini dapat mempersulit peserta kursus karena dapat membuang waktu para peserta. Berdasarkan masalah tersebut, teknologi sangat berperan penting untuk menyelesaikan masalah ini, oleh karena itu dibuat Sistem informasi kursus mengemudi berbasis android dengan menggunakan metode extreme programming karena metode extreme programming merupakan suatu metode pengembangan perangkat lunak yang banyak digunakan untuk membuat sistem informasi dan untuk menangani masalah pendaftaran, penjadwalan serta penilaian dalam kursus mengemudi agar lebih memudahkan para peserta untuk melakukan kursus mengemudi tanpa harus datang langsung ketempat kursus, tujuan dibuat sistem berbasis android ini adalah untuk mempermudah peserta kursus dalam melakukan pendaftaran, melihat penjadwalan kursus dan juga melihat nilai kursus. Perancangan aplikasi menggunakan Android studio dengan melakukan pengujian black box testing. Dengan demikian aplikasi informasi sistem kursus mngemudi ini dapat dijadikan alternatif yang membantu para peserta kursus dalam proses mendapatkan informasi kursus mengemudi. Kata Kunci = Sistem Informasi, Kursus, Android, PHP dan MySQ

    Penerapan Pendidikan Nasionalisme Terhadap Perilaku Siswa

    Full text link
    This research describes the implementation of nationalism education outside the learning process at MI Bustanul Ulum which is located in the Islamic boarding school of Nurul Islam Laweyan Probolinggo. This research is a qualitative descriptive study and the research subjects are the head of the Madrasah, the teachers for grades IV, V and VI as well as some students from those classes. Researcher collected data using observation, interview and documentation. The result showed first, nationalism education outside the learning process is carried out by habituation, extracurricular activities, and routine activities. The values ​​of nationalism given are responsibility, tolerance, courtesy, willingness to sacrifice, cooperation, mutual cooperation, loving the environment, respecting and appreciating the services of heroes, loving Indonesian culture, and others. Second, the factors supporting the implementation of nationalism education, namely students, parents / family, madrasah and the environment. Third, there are no significant obstacles in the implementation of nationalism education outside of learning

    ANALISIS PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MUATAN LOKAL USHUL FIQH DENGAN KITAB AS-SULAM KARYA ABDUL HAMID HAKIM DI MA FUTUHIYYAH-1 MRANGGEN DEMAK TAHUN PELAJARAN 2016/2017

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran muatan lokal ushul fiqh dengan kitab As-sulam karya Abdul hamid hakim di MA Futuhiyyah-1 Mranggen Demak tahun pelajaran 2016/2017. (2) Untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat pelaksanaan pembelajaran muatan lokal ushul fiqh dengan kitab As-sulam karya Abdul hamid hakim di MA Futuhiyyah-1 Mranggen Demak tahun pelajaran 2016/2017. (3) Untuk mengetahui hasil pelaksanaan pembelajaran muatan lokal ushul fiqh dengan kitab As-Sulam karya Abdul hamid hakim di MA Futuhiyyah-1 Mranggen Demak tahun pelajaran 2016/2017. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian lapangan yang bersifat deskriptif analistik, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang diperoleh dari informan (Kepala Madrasah, Guru pengampu pembelajaran dan peserta didik). Lokasi penelitian ini di MA Futuhiyyah-1 Mranggen Demak. Adapun hasil penelitian ini adalah: (1) pelaksanaan pembelajaran muatan lokal ushul fiqh dengan kitab As-Sulam karya Abdul hamid hakim di MA Futuhiyyah-1 Mranggen Demak Tahun Pelajaran 2016/2017 melalui tiga tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.(2) Faktor pendukung dalam pelaksanaan pembelajaran muatan lokal ushul fiqh dengan kitab As-sulam karya Abdul hamid hakim di MA Futuhiyyah-1 Mranggen Demak tahun pelajaran 2016/2017 yaitu alokasi waktu, kompetensi guru, lingkungan, adanya mata pelajaran bahasa arab dan ilmu alat (nahwu/shorof). Sedangkan faktor penghambatnya yaitu: kurangnya minat belajar siswa, Bahasa, dan latar belakang pendidikan siswa.(3) Hasil pelaksanaan pembelajaran muatan lokal ushul fiqh dengan kitab As-sulam karya Abdul hamid hakim di MA Futuhiyyah-1 Mranggen Demak tahun pelajaran 2016/1017 mencakup tiga ranah aspek yaitu: kognitif, afektif dan psikomotorik. dibuktikan dengan nilai siswa yang sudah melampaui Kriterian Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 70. Dibuktikan dengan siswa menjalankan sholat sunnah dhuha dan sholat jama’ah dhuhur tanpa menunggu perintah dari sekolah serta kemampuan membaca, menulis, menerjemah dan memahami teks bahasa Arab

    Epistemologi tafsir Lataif al Isharat karya al-Qushairi: telaah atas tafsir ayat Basmalah pada awal surat

    Full text link
    Kitab Tafsir Lataif al-Isharat merupakan salah satu dari sekian banyak kitab tafsir yang bercorak sufi yang dalam menafsirkan ayat-ayat kalam mengikuti ilham yang diterima. Kitab ini memiliki ciri khas tersendiri dibanding dengan kitab tafsir lain secara umum dan tafsir sufi secara khusus. Salah satu ciri khas tafsir ini adalah mufassir memberikan penafsiran yang berbeda pada tiap Basmalah yang ada di awal surat. Mufassir kitab tersebut ketika menafsirkan basmalah yang ada dalam surat Al-Fatihah memang mengatakan demikian. Namun, ada anggapan bahwa tafsir basmalah yang berbeda-beda tersebut merupakan garis besar dari kandungan surat. Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana penafsiran al-Qushairi atas basmalah dalam al-Qur’an? 2) Bagaimana epistemologi penafsiran al-Qushairi atas basmalah dalam Lataif al-Isharat?. Tujuan penelitian yang dilakukan penulis adalah untuk mengetahui episteme penafsiran Al-Qushairi terhadap basmalah dan mengetahui proses atau asal usul penafsiran tersebut serta hubungannya dengan surat setelahnya. Penelitian yang dilakukan penulis adalah penelitian kepustakaan (Library Research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan pengambilan data dari sumber-sumber primer dan sekunder dengan menggunakan teknik deskriptif analitis. Hasil penelitian yang dilakukan penulis adalah dalam menginterpretasikan basmalah, al-Qushairi menggunakan rasa(dhawq) atau kondisi kejiwaannya. Tafsir basmalah di awal tiap surat, selain surat al-Taubah, yang dilakukan oleh al-Qushairi bukan merupakan garis besar dari surat yang didahului oleh basmalah tersebut

    Revitalisasi Tafsir Maudu’i untuk Dakwah di Era Media Baru: Revitalization oaf Thematic Qur’anic Exegesis for Da’wah in the New Media Era

    Full text link
    Islamic da’wah in the digital era faces significant methodological challenges: religious messages are now packaged in fast, visual formats—snackable content—that often sacrifice the depth of Qur’anic interpretation. Many popular contents employ Qur’anic verses thematically but lack strong exegetical methodology, leading to potential meaning reduction and oversimplification (Hasanah et al., 2022). This study aims to explain the relevance of Tafsir Maudu’i-a systematic thematic exegesis method-within the context of new media da’wah and to formulate effective revitalization strategies. A descriptive qualitative approach was employed, using literature studies on classical and contemporary exegesis (Al-Farmawi, 1978; Yusuf, 2021) as primary data, and digital observations of popular da’wah content (YouTube, TikTok) as secondary data. The data were analyzed through content analysis to compare methodological adherence with digital communication practices. The results indicate that Tafsir Maudu’i possesses high contextual flexibility, making it ideal for addressing modern social issues while upholding the principles of wasathiyyah (moderation) and maqasid al-shari‘ah (objectives of Islamic law). However, the new media format’s demand for speed often conflicts with the exegetical requirement for deep contextual analysis. As a solution, the study identifies three revitalization strategies: (1) procedural application of the Tafsir Maudu’i framework within content workflows; (2) formal collaboration between exegetical scholars and content creators; and (3) development of micro-tafsir formats (e.g., thematic infographics). The main contribution of this study lies in proposing a new methodological framework that integrates the rigor of classical exegesis with the efficiency of modern communication, emphasizing that strengthening Qur’anic literacy among digital da’i is essential to ensure viral content remains theologically accurate

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    PEMISAHAN KATION Cu2+, Cd2+ dan Cr3+ MENGGUNAKAN SENYAWA CARRIER POLI(Metil Tiazol Etil Eugenoksi Asetat)HASIL SINTESIS DENGAN TEKNIK BLM (Bulk Liquid Membrane)

    Full text link
    Proses pemisahan ion logam menggunakan polieugenol bergugus aktif N dan S telah dilakukan dengan teknik BLM. Polieugenol bergugus aktif N dan S disintesis dari eugenol yang kemudian dipolimerkan menjadi polieugenol. Senyawa polimer ini diasamkan untuk menjadi asam poli(eugenoksi asetat). Setelah terbentuk asam dilakukan penambahan 4-metil-5-tiazoleetanol untuk membentuk ester menjadi poli(metil tiazol etil eugenoksi asetat) (PMTEEA). Hasil sintesis dianalisis dengan FTIR dan NMR 1H. Poliester hasil sintesis diaplikasikan sebagai carrier untuk memisahkan ion logam Cu2+, Cd2+ dan Cr3+ dengan variasi fasa umpan pH = 5 dan pH = 7 dalam membran kloroform menggunakan teknik Bulk Liquid Membrane (BLM). Fasa penerima setelah 24 jam dianalisis dengan AAS. Pada variasi umpan pH = 5 diperoleh ion logam Cd2+ sebesar 66,21%, Cu2+ 28,83% dan Cr3+ 10,92%, pada variasi pH = 7 diperoleh ion logam Cd2+ sebesar 70,77%, Cu2+ 30,14% dan Cr3+ 3,72%
    corecore