1,721,384 research outputs found
PROTOTIPE ABDULLAH BIN UBAY BIN SALUL PERSPEKTIF MUFASSIR
ABSTRAK
Penelitian ini membahas mengenai Prototipe Abdullah bin Ubay bin Salul
perspektif tafsir kontemporer. Abdullah bin Ubay bin Salul ialah figur munafik
pertama dalam histori Islam. dia ialah seseorang raja Yahudi yang bertakhta kala
Rasulullah SAW tiba ke Madinah serta menyatakan keislamannya, akan tetapi
semua kepalsuannya tersingkap kala perang Badar. Watak semacam ini juga
kembali bermunculan dikala ini, walaupun dengan trik serta bentuk yang berlainan.
Maka penelitian ini akan membahas mengenai Prototipe Abdullah bin Ubay bin
Salul Perspektif Mufassir. Abdullah bin Ubay bin Salul juga menjadi sebab
turunnya beberapa ayat al-Qur’an mengenai sifat kemunafikan, diantaranya
terdapat tiga ayat al-Qur’an dalam penelitian ini sebagai objek pengkajian prototipe
dari Abdullah bin Ubay, beberapa surah al-Qur’an seperti surah al-Baqarah ayat 14,
surah an-Nur ayat 11 dan surah an-Nur ayat 33. Penelitian ini bersifat penelitian
kepustakaan (library research) dan metodologi yang digunakan dalam penelitian ini
adalah studi tematik (maudhu’i). Data-data yang terkait dengan studi ini
dikumpulkan melalui studi pustaka dengan pendekatan analisis data kualitatif.
Penelitian ini disajikan dengan teknis analisis deskriptif, yaitu dengan menjelaskan
ayat perayat yang berhubungan, dengan merujuk pada kitab tafsir Fii Zhilalil
Qur’an, al-Munir dan, al-Azhar sebagai data primer dan buku-buku literatur yang
berkaitan sebagai data sekunder. Adapun hasil penelitian ini menyebutkan bahwa
prototipe Abdullah bin Ubay bin Salul perspektif Mufassir terdapat beberapa
contoh di antaranya yaitu bermuka dua, menyebar berita bohong, dan
memerintahkan budak perempuannya untuk berzina.
Kata Kunci : Prototipe, Abdullah bin Ubay bin Salul, Mufassi
NILAI-NILAI KETAUHIDAN PADA VIDEO ANIMASI “CERITA UBAY” DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Pendidikan anak tentang ketauhidan merupakan pondasi utama dalam kehidupan di dunia. Nilai ketauhidan sebagai suatu yang mendasar dan fundamental untuk keimanan seseorang. Pada era digital, penggunaan teknologi dan informasi dalam pendidikan menjadi krusial. Video animasi, dengan sifat interaktif dan menarik, menawarkan cara efektif untuk menyampaikan nilai-nilai ketauhidan kepada anak-anak. Konten video animasi seperti Cerita Ubay di YouTube terbukti populer dan relevan untuk menjadi media efektif dalam menanamkan nilai ketauhidan kepada anak. Skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai ketauhidan yang terkandung dalam video animasi Cerita Ubay dan menganalisa relevansi video animasi ini dalam Pendidikan Agama Islam.
Jenis penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menganalisis nilai-nilai ketauhidan dalam video animasi Cerita Ubay. Sumber data primer terdiri dari episode 1 dan 3 video animasi di YouTube Yufid Kids, sementara sumber data sekunder meliputi buku dan jurnal tentang ketauhidan. Teknik pengumpulan data melibatkan dokumentasi dari video animasi dan literatur terkait. Analisis data dilakukan dengan metode analisis isi (content analysis), melalui tahap deskripsi, reduksi, seleksi, dan penyimpulan untuk mengevaluasi nilai ketauhidan dan relevansi video dalam pendidikan agama Islam.
Berdasarkan pembahasan dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa : 1) Nilai-nilai ketauhidan yang terkandung dalam video animasi Cerita Ubay yaitu ketauhidan rubūbiyyah dan ketauhidan al-asmā’ was-ṣifāt pada video animasi Cerita Ubay episode satu. Adapun nilai ketauhidan ʿubūdiyah terkandung dalam video animasi Cerita Ubay episode tiga. 2) Video animasi Cerita Ubay relevan dalam pendidikan agama Islam, khususnya untuk mengajarkan nilai-nilai ketauhidan kepada anak-anak. Video ini menyampaikan konsep ketauhidan dengan cara menarik dan memberikan contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam video, nilai-nilai ketauhidan ditanamkan melalui metode keteladanan, pembiasaan, nasehat, dialog, dan praktik oleh Umi dan Abi. Kesesuaian tema, karakter, visual, dan audio dalam video ini efektif dalam menyampaikan ajaran agama Islam, sehingga berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan agama Islam
OPTIMALISASI KINERJA TEKNIS PENGELOLAAN DAERAH IRIGASI JAMBO AYE DAN ALUE UBAY DI KABUPATEN ACEH UTARA
This study of research is to optimize and evaluate the technical performance of irrigation management in Jambo Ayen and Alue Ubay Irrigation Area in North Aceh District, so that the existing water resources system and the advantages of the two irrigation areas can be known. The experimental design used in this study is by literature study, and secondary data collection at several agencies. The results of this study indicate that the optimization of the average value of total efficiency ratio of water demand volume to water intake volume in Jambo Aye Irrigation Area is 81% and Alue Ubay 69%. Optimization of relative water supply in Jambo Aye irrigation area shows an average value of 2.82, irrigation area of Alue Ubay 2.33. The irrigation areas of Jambo Aye and Alue Ubay have average RPPA values with good category, that is 0.8-1.1. the indicator of maintenance of building effectiveness in Irrigation Area of Jambo Aye and Alue Ubay is 1. So it can be concluded that the optimization of the mean value of the total efficiency ratio of the volume of water demand to the volume of air intake is obtained to exceed the standard value of the technical irrigation network level
DISKURSUS KRITIK MATAN; Tashih Isnad terhadap Kontroversi Riwayat Rasulullah SAW Menyalatkan Ibn Ubay
This paper aims to examine the validity of the traditions relating to the events of the Prophet Muhammad prayer for Ibn Ubay. After doing the research it was found the conclusion that the histories related to the controversial event, all of them are Ṣaḥīḥ (authentic). Both the narrations which state that the Prophet prayed for Ibn Ubay, as well as narrations that "allegedly" rejected the truth of the event. Even though at-Thahawi considered that the history which stated that the Prophet prayed for Ibn Ubay was marjuh (Ḍaʻīf). Because it is contradicted with QS. At-Taubah: 80, and also other histories
SIFAT MUNAFIK DARI KISAH ABDULLAH BIN UBAY BIN SALUL DALAM AL-QUR’AN DAN RELEVANSINYA PADA ZAMAN KONTEMPORER
SELLA RAUDHATUL QOLBI (2021) : SIFAT MUNAFIK DARI KISAH ABDULLAH BIN UBAY BIN SALUL DALAM AL-QUR’AN DAN RELEVANSINYA PADA ZAMAN KONTEMPORER
Penelitian ini membahas mengenai sifat munafik dari kisah Abdullah bin Ubay bin Salul dalam al-Qur’an dan relevansinya pada zaman kontemporer. Abdullah bin Ubay bin Salul merupakan tokoh munafik pertama dalam sejarah Islam. Ia merupakan seorang raja Yahudi yang berkuasa ketika Rasulullah SAW datang ke Madinah dan menyatakan keislamannya, namun itu semua terbongkar ketika perang Badar. Sifat seperti ini juga kembali bermunculan saat sekarang, meskipun dengan cara dan bentuk yang berbeda. Maka penelitian ini akan membahas mengenai sifat munafik dari kisah Abdullah bin Ubay bin Salul dalam al-Qur’an dan relevansinya pada zaman kontemporer. Abdullah bin Ubay bin Salul juga menjadi sebab turunnya beberapa ayat al-Qur’an mengenai sifat kemunafikan, diantaranya terdapat lima ayat al-Qur’an dalam penelitian ini sebagai objek pengkajian sifat munafik, beberapa surah al-Qur’an seperti al-Baqarah ayat 14, al-Hasyr ayat 11-12, al-Ahzab ayat 26-27, al-Munafiqun ayat 1-8, dan surah al-Taubah ayat 84. Maka penelitian ini mengkaji pandangan ahli tafsir serta menyimpulkan sifat munafik dari kisah Abdullah bin Ubay bin Salul dalam perspektif al-Qur’an. Penelitian ini bersifat penelitian kepustakaan (library research) dan metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi tematik (maudhu’i). Data-data yang terkait dengan studi ini dikumpulkan melalui studi pustaka dengan pendekatan analisis data kualitatif. Penelitian ini disajikan dengan teknis analisis deskriptif, yaitu dengan menjelaskan ayat perayat yang berhubungan, dengan merujuk pada al-Qur’an sebagai data primer dan buku-buku literatur yang berkaitan sebagai data sekunder. Adapun hasil penelitian ini menyebutkan bahwa sifat munafik dalam kisah Abdullah bin Ubay bin Salul dan relevansinya dengan zaman kontemporer terdapat beberapa ciri dan karakteristik di antaranya yaitu bersifat dusta, mengolok-olok agama, menjadikan sumpah sebagai perisai, rasa takut akan kebenaran yang berlebihan dan kemunafikan adalah sifat yang tidak bisa diwariskan.
Kata Kunci : Abdullah bin Ubay bin Salul, Munafik, Relevansi, Kontempore
Diskursus kritik Matan: Pendekatan Tashih Mutūn terhadap kontroversi riwayat Rasulullah Saw menyalatkan Ibn Ubay
Tulisan ini bertujuan untuk menyelesaikan perbedaan matan hadis-hadis yang berkaitan dengan peristiwa Rasulullah Saw menyalatkan Ibn Ubay. Metode yang digunakan adalah metode kritik matan. Setelah dilakukan penelitian ditemukan kesimpulan bahwa riwayat-riwayat terkait peristiwa kontroversial tersebut dapat diselesaikan dengan metode thariqatul jam’i. Baik riwayat-riwayat yang menyatakan Rasulullah menyalatkan Ibn Ubay, maupun riwayat-riwayat yang “diduga” menolak kebenaran peristiwa tersebut. Hal ini menyelesaikan perbedaan pandangan di kalangan para Ulama sejak mutaqaddimin hingga mutaakhirin. Juga “mendamaikan” pertentangan yang terjadi antara QS. Al-Taubah: 80, ke-ishmah-an Rasul dan juga hadis-hadis ṣaḥiḥ yang “sulit” dipahami
Diskursus Kritik Matan: Pendekatan Tashih Mutūn Terhadap Kontroversi Riwayat Rasulullah Saw Menyalatkan Ibn Ubay
Tulisan ini bertujuan untuk menyelesaikan perbedaan matan hadis-hadis yang berkaitan dengan peristiwa Rasulullah Saw menyalatkan Ibn Ubay. Metode yang digunakan adalah metode kritik matan. Setelah dilakukan penelitian ditemukan kesimpulan bahwa riwayat-riwayat terkait peristiwa kontroversial tersebut dapat diselesaikan dengan metode thariqatul jam’i. Baik riwayat-riwayat yang menyatakan Rasulullah menyalatkan Ibn Ubay, maupun riwayat-riwayat yang “diduga†menolak kebenaran peristiwa tersebut. Hal ini menyelesaikan perbedaan pandangan di kalangan para Ulama sejak mutaqaddimin hingga mutaakhirin. Juga “mendamaikan†pertentangan yang terjadi antara QS. Al-Taubah: 80, ke-ishmah-an Rasul dan juga hadis-hadis ṣaḥiḥ yang “sulit†dipahami
Strategi Pondok Pesantren dalam Membina Akhlak Santri di Pondok Pesantren Ubay Bin Ka'ab Klaten
The background of this research is the scope of Islamic boarding schools which are often found with the behavior of students who show moral decline and violations occur, such as speaking harshly, lying, going out at night, etc. The Ubay Bin Ka'ab Klaten Islamic boarding school has a pretty good role through an effective strategy in terms of fostering students' morals. This study has the objectives of: (1) To find out the strategy of the Ubay Bin Ka'ab Klaten Islamic boarding school in fostering the morals of the students. (2) To describe the supporting and inhibiting factors of the strategy of the Ubay Bin Ka'ab Klaten Islamic boarding school in fostering the morals of the students. This research is a type of field research or field research using a qualitative approach. The source of this research is the Mudir of the Islamic Boarding School, the informants of
this research are Islamic boarding schools and students of the Ubay Bin Ka'ab Islamic boarding school. Data obtained from interviews, observation and documentation. The validity of the data by using source and technique triangulation. The data analysis technique uses descriptive qualitative which includes data collection, data reduction, data presentation and conclusion. The results showed that the strategy of the Islamic boarding school in fostering the morals of the students at the Ubay Bin Ka'ab Islamic boarding school was the book learning strategy with classical learning methods in the form of halaqah, sorogan, memorizing, sorogan, habituation in the form of getting used to the students greeting, and exemplary in the form of inviting students in congregation 'ah in the mosque, giving advice in the form of good advice and warnings, rewards and punishments in the form of appreciation to students who excel and punishments for students who violate the rules in the form of educational punishments. The supporting factors are: the cooperation of teachers and administrators in educating and controlling the students, the environment is an Islamic environment. While the inhibiting factors are: social friends who invite to evil, and different backgrounds of the students so that the character of the students is different
KONSEP KEADILAN DALAM KISAH UBAY BIN KA’AB PERSPEKTIF AL-QUR’AN DALAM SURAH AL-BAYYINAH
ABSTRAK
Skripsi ini membahas tentang Konsep Keadilan dalam Kisah Ubay bin
Ka‘ab Perspektif Al-Qur‘an dalam Surah Al-Bayyinah. Adapun masalah dalam
penelitian ini adalah bagaimana penafsiran Kisah Ubay bin Ka‘ab dalam al-
Qur‘an Surah Al-Bayyinah dan bagaimana Konsep keadilan yang terdapat dalam
penafsiran al-Qur‘an surah Al-Bayyinah. Penelitian ini tergolong penelitian
kepustakaan (library research), dan untuk menjawab rumusan masalah ini penulis
menggunakan metode penafsiran tahlili. yakni membahas ayat-ayat Al-Qur‘an
sesuai dengan tema atau judul yang ditetapkan. Adapun data primer dari
penelitian ini adalah al-Qur‘an dan kitab tafsir Ibnu Katsir, ath thabari, Al-
Misbah. Sedangkan data sekunder adalah literatur-literatur yang berkaitan dengan
judul penelitian. Ubay adalah kaum Anshar yang berasal dari Bani Khazraj dan
merupakan salah seorang dari Yathrib (Madinah) yang pertama menerima Islam
dan melakukan bai'at kepada Nabi Muhammad pada peristiwa Agabah II, sebelum
terjadinya peristiwa hijrah. Penelitian ini akhirnya mendapatkan kesimpulan
bahwa konsep keadian yang di maksud disini adalah berjalan lurus dan sama serta
tidak bengkok atau berbeda. bukan ukuran ganda Persamaan itulah yang
merupakan makna asal kata "adl yang menjadikan pelakunya "tidak berpihak"
kepada salah seorang yang berselisih. Setelah penulis melakukan penelitian,
penulis menganggap bahwa pemaparan Ibnu Katsir tidak ada yang menyalahi
fakta dan data yang ada
Mental Health Management Protocol (Mhmp) Among Public School Teachers and Administrators, Ubay Districts, Ubay, Bohol
In the pursuit of quality education, the Department of Education (DepEd) has undertaken numerous initiatives. Teachers are mandated to facilitate learning with twenty-five or more learners inside the classroom but are constantly asked to do other tasks aside from their actual mandates. These have resulted in overlapping activities causing teachers to experience stressful moments in their daily undertakings. The DepEd Bohol Division has already reported cases of teachers experiencing mental health issues. This study aimed to identify procedures to address teachers and school administrators at risk from mental health problems. The study site was in Ubay, Bohol, which is the largest municipality, and was considered the locale of this study. The study utilized the NEO Personality Inventory-Revised (NEO PI-R) tool. The assessment tool aimed to assess the different dimensions of personality that might affect mental health among identified respondents. This study showed that most of the respondents have work-related issues that result in mental health issues. Also considered is the level of workload. Positive feedback on the different activities in the pilot implementation of the proposed intervention as planned by the registered guidance counselors was noted. The primary activities undertaken included assessment, analysis of results, and developing a mental health management protocol (MHMP)
- …
