1,720,969 research outputs found

    Optimasi Sintesis Fosfolipid Terstruktur Tinggi EPA oleh Lipase Rhizomucor miehei antara Konsentrat Asam Lemak Omega-3 dari Minyak Hasil Samping Penepungan Lemuru dan Fosfolipid Kedelai Varietas Anjas

    Get PDF
    Fosfolipid biasa digunakan sebagai pengemulsi dalam industri makanan, seperti industri pengolahan susu, yoghurt, ice cream, coklat, dan beberapa industri makanan lain. Karena banyaknya kebutuhan fosfolipid dalam industri pangan, maka dilakukanlah modifikasi dengan cara inkooporasi asam lemak yang diinginkan pada posisi sn-1 atau sn-2 dengan metode asidolisis enzimatis menggunakan enzim lipase Rhizomucor miehei. Salah satu sumber fosfolipid adalah kedelai, dimana dalam penelitian ini digunakan fosfolipid yang didapatkan dari proses water degumming minyak kedelai varietas anjasmoro karena merupakan produk lokal varietas unggul yang tahan terhadap genangan sehingga cocok dibudidayakan di Indonesia. Sedangkan donor asil didapatkan dari konsentrat asam lemak omega-3 dari minyak hasil samping penepungan ikan lemuru yang mengandung EPA sebesar 28,36% dan DHA sebesar 23,38%. Tujuan penelitian ini yaitu menentukan rasio konsentrat omega-3 tinggi EPA:fosfolipid (b/b), konsentrasi enzim (%), dan lama reaksi (jam) untuk mendapatkan fosfolipid terstruktur tinggi EPA yang optimal. Metode penelitian yang digunakan yaitu Permukaan Respon menggunakan Rancangan Komposit Pusat yang terdiri dari tiga variable yaitu perbandingan konsentrasi asam lemak omega-3 tinggi EPA:fosfolipid (1,818:1; 2,5:1; 3,5:1; 4,5:1; 5,812:1), konsentrasi enzim (3,18; 10; 20; 30; 36,82%) dan lama reaksi (13,908; 18; 24; 30; 34,092 jam). Respon yang diinginkan yaitu kadar EPA yang tinggi dalam fosfolipid terstruktur. Respon yang diperoleh dari penelitian ini bersifat linier dengan persamaan yang diperoleh Y = -45,93+14,40X1 - 0,15X2 + 3,50X3 + 0,02X1X2 - 0,06X1X3 + 4,77083.10-3X2X3 - 1,797X12 + 8,94954.10-4X22 – 0,0705X32, dengan X1 = rasio konsentrat omega-3 tinggi EPA:fosfolipid (b/b substrat), X2 = konsentrasi enzim (%), X3 = lama reaksi (jam), Y = kandungan EPA pada fosfolipid terstruktur. Dari persamaan tersebut diperoleh titik optimum untuk tiap variabel dengan kadar EPA tertinggi pada fosfolipid terstruktur yaitu variabel konsentrat omega-3 tinggi EPA:fosfolipid 3,77:1, konsentrasi enzim 30%, dan lama reaksi 24,08 jam. Respon kadar EPA yang diprediksi 22,8134% dan respon sesungguhnya 24,36%. Dari analisa ragam, kuadrat konsentrat omega-3 tinggi EPA:fosfolipid dan kuadrat lama reaksi berpengaruh signifikan terhadap respon yang diperoleh. Hasil karakterisasi dari fosfolipid terstruktur tinggi EPA yang terbaik adalah nilai HI 1,375%, TI 2,610%, AI 40,26%, bilangan asam 33,18%, bilangan peroksida 0,288 meq/kg, HLB 8,28

    Pelatihan Budidaya, Pasca Panen dan Pengolahan Bunga Telang pada Lansia dengan Penyakit Hipertensi dan Diabetes Melitus

    No full text
    Bunga telang (Clitoria ternatea) merupakan tanaman herbal dengan potensi tinggi, baik untuk kesehatan maupun ekonomi. Kandungan bioaktifnya, seperti antosianin dan flavonoid, berperan sebagai antioksidan yang mampu membantu menurunkan tekanan darah serta mengontrol kadar gula darah. Namun, pemanfaatan pascapanen bunga telang di Desa Sumberagung Kecamatan Wates Kabupaten Kediri masih terbatas, karena masyarakat, khususnya kelompok lansia penderita hipertensi dan diabetes melitus umumnya hanya mengenalnya sebagai tanaman hias atau minuman sederhana tanpa pengolahan lebih lanjut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai budidaya serta pengolahan pascapanen bunga telang menjadi produk yang higienis dan bernilai tambah. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, praktik budidaya, pelatihan pascapanen, dan demonstrasi pengolahan hasil. Data diperoleh melalui observasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan antusiasme warga. Lansia yang sebelumnya hanya mengenal bunga telang sebagai pewarna alami mulai memahami manfaatnya bagi kesehatan serta tertarik menanam dan mengolahnya. Selain itu, muncul gagasan pengembangan usaha kecil berbasis produk olahan bunga telang. Kegiatan pengabdian masyarakat tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi lokal. Untuk menjaga  keberlanjutan program ini diperlukan pendampingan melalui pengurus PKK, maupun kelompok tani, serta berkolaborasi dengan kader posyandu, agar pemanfaatan bunga telang dapat menjadi gerakan kolektif yang berkelanjutan.

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Pengaruh Pemberian Seduhan Serbuk Kelopak Rosella Merah Terhadap LDL Serum Tikus Sprague Dawley yang Diberi Minyak Jelantah

    No full text
    Minyak jelantah merupakan sumber lemak yang dapat mengganggu metabolisme lipid dalam tubuh. Untuk mencegah hal tersebut diperlukan cukup asupan antioksidan yang bisa didapatkan dari rosella merah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pemberian seduhan kelopak rosella merah terhadap gangguan metabolisme lipid pada tikus Sprague dawley yang diberi minyak jelantah dengan pengujian LDL. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Sampel terdiri dari 24 tikus jantan yang diambil secara acak dan dibagi menjadi 4 kelompok, diantaranya yaitu kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif, perlakuan 1 (pemberian minyak jelantah 8,92 meq/kg sebanyak 2 ml/kgBB per hari dan pemberian seduhan kelopak rosella merah sebanyak 540 mg/kgBB per hari), dan perlakuan 2 (pemberian minyak jelantah 8,92 meq/kg sebanyak 2 ml/kgBB per hari dan pemberian seduhan kelopak rosella merah 810 mg/kgBB per hari). Hasil analisa one way anova (? = 1%) dan uji lanjut Tukey HSD nilai LDL = 0.00, hal ini menunjukkan bahwa semua perlakuan memberikan pengaruh secara signifikan terhadap LDL. Pada uji lanjut, ditemukan bahwa terdapat perbedaan nilai LDL. Pemberian seduhan kelopak rosella merah dosis 540 mg/kgBB per hari dan seduhan kelopak rosella merah dosis 810 mg/kgBB per hari mampu mencegah kenaikan LDL. Nilai terbaik pada perlakuan dengan dosis sebesar 810 mg/kgBB per hari, dengan nilai LDL sebesar 41,02 mg/dl. Dapat disimpulkan bahwa kelopak rosella merah dapat mencegah kenaikan LDL tikus Sprague dawley yang diberi minyak jelantah

    Pemberian Serbuk Kelopak Rosella Merah yang Diseduh Mampu Mencegah Penurunan HDL Pada Sprague dawley yang Dipapar Jelantah

    Get PDF
    Lipid metabolism disorder is caused by waste cooking oil that is one of the source of exogenous free radicals. Publics know the utilization of red rosella calyx is used as a brew that contains antioxidants. Purpose of this research is to find out the effect of giving brewed red rosella calyx to rat lipid metabolism caused by waste cooking oil on High-density Lipoprotein (HDL) value. This research used 24 male rats which were selected by random sampling and divided into 4 groups: positive control (2 ml kg/BW waste cooking oil given), negative control (without treatment), treatment 1 (2 ml/kg BW waste cooking oil given and giving of 540 mg/kg BW brewed red rosella calyx), and treatment 2 (2 ml/kg BW waste cooking oil given and giving of 810 mg/kg BW brewed red rosella calyx). One-way Analysis of Variance (α = 0.01) and Tukey honestly significant difference test showed that HDL p-value = 0.00. All groups have a significant effect on HDL. The best value is giving of 810 mg/kg BW dose of brewed red rosella calyx (HDL of 57.47 mg/dl). Giving of brewed red rosella calyx dose of 540 mg/kg BW (EC50 = 407.52 bpj) and red rosella calyx dose 810 mg/kg BW (EC50 = 247.82 bpj) can prevent HDL decrease. Red rosella calyx can improve the lipid profile of waste cooking oil treated to Sprague Dawley rats (especially for HDL on this research).Gangguan metabolisme lipid disebabkan minyak jelantah yang merupakan sumber radikal bebas eksogen. Masyarakat mengetahui penggunaan kelopak bunga rosella merah sebagai minuman yang mengandung antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kelopak bunga rosella merah pada metabolissme lipid tikus yang disebabkan oleh minyak jelantah terhadap nilai HDL (High-density Lipoprotein). Penelitian ini menggunakan 24 ekor tikus jantan yang dipilih menggunakan pengambilan sampel acak dan dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kontrol positif (2 ml kg/BB minyak jelantah diberikan), kontrol negatif (tanpa perlakuan), perlakuan 1 (2 ml/kg BB minyak jelantah diberikan dan pemberian 540 mg/kg BB seduhan kelopak bunga rosella merah), dan perlakuan 2 (2 ml/kg BB minyak jelantah diberikan dan pemberian 810 mg/kg BB seduhan kelopak bunga rosella merah). One-way Analysis of Variance (α = 0,01) dan uji Tukey honestly significant difference menunjukkan bahwa nilai p HDL = 0,00. Semua kelompok memiliki pengaruh yang signifikan terhadap HDL. Nilai terbaik adalah pemberian seduhan kelopak rosella merah 810 mg/kg BB dosis (HDL 57,47 mg/dl). Pemberian kelopak bunga rosella merah yang diseduh sejumlah dosis 540 mg/kg BB (EC50 = 407,52 bpj) dan 810 mg/kg BB (EC50 = 247,82 bpj) dapat mencegah penurunan HDL. Kelopak rosella merah dapat memperbaiki profil lipid minyak jelantah yang diolah pada tikus Sprague Dawley (khususnya HDL pada penelitian ini)

    HUBUNGAN MERK GARAM DAN PERILAKU PENYIMPANAN GARAM DENGAN KANDUNGAN YODIUM GARAM RUMAH TANGGA

    Get PDF
    Garam beryodium diperlukan untuk mencegah penyakit gondok. Kandungan yodium yang terdapat pada garam bisa bertahan apabila dilakukan penyimpanan yang tepat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan merek garam dan perilaku penyimpanan garam dengan kandungan yodium garam di Desa Bareng Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan  cross sectional. Populasinya adalah ibu rumah tangga (IRT) berjumlah 3.468 orang. Sampel sebanyak 51 orang IRT yang dipilih dengan metode purposive sampling. Instrument pengumpulan data menggunakan check list dan  reagen YMR, dianalisis dengan uji Chi Square (chi-kuadrat) (?= 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa garam yang digunakan oleh IRT paling banyak adalah merek AP (31%). Cara menyimpan garam sebagian besar masih salah (90%). Sebanyak 55% sampel garam tidak mengandung yodium. Tidak ada hubungan antara merek garam dengan kandungan yodium garam (p-value= 0,344). Terdapat hubungan antara cara menyimpan garam dengan kadar yodium (p-value= 0,014) pada garam. Diharapkan masyarakat melakukan penyimpanan garam pada wadah yang tertutup rapat, jangan terpapar cahaya, jauhkan dari tempat panas dan hindari dari kondisi yang lembab. Hal ini bertujuan supaya yodium garam tidak  hilang, sehingga kebutuhan iodium masyarakat dapat terpenuhi dengan baik

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore