1,720,959 research outputs found
PEMERIKSAAN CACING ENDOPARASIT PADA TIKUS (Rattus spp.) DI DESA CITEREUP KECAMATAN DAYEUH KOLOT, KABUPATEN BANDUNG JAWA BARAT 2013
Kejadian penyakit zoonosis bersumber dari tikus disebabkan oleh adanya endoparasit berupa cacing yang hiduppada tikus. Bulan April 2013, di Desa Citereup Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, Jawa Baratterjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) leptospirosis. Sebagai salah satu upaya kewaspadaan dini, pengukuranrisiko dan studi potensi bahaya kesehatan penyakit bersumber tikus, perlu di lakukan pemeriksaan endoparasitpada tikus. Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan denganpenangkapan dan identifikasi tikus, identifikasi keberadaan dan jenis endoparasit pada organ dalam, danidentifikasi spesies yang ditemukan. Penangkapan tikus selama tiga hari menggunakan 100 perangkap. Spesiestikus yang ditemukan Rattus tanezumi dan Rattus norvegicus. Jenis cacing endoparasit yang ditemukan padaorgan hati Taenia taeniaeformis, pada organ lambung dan usus Hymenolepis diminuta, dan Nippostrongilusbrassiliensis ditemukan pada organ usus. Cacing yang ditemukan dalam penelitian ini seluruhnya bersifatzoonosis
Perilaku beresiko pada lansia “endong-endong” di pasar induk sayur dan buah giwangan Yogyakarta
Penelitian ini bertujuan ntuk mengetahui gambaran kesehatan endong-endong yang berkaitan dengan perilaku kerja yang tidak ergonomis dan upaya penanggulangan risiko PAK (penyakit akibat kerja) dan KAK (kecelakaan akibat kerja). Terciptanya kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan untuk semua usia adalah salah satu fokus SDGs. Namun, hal ini belum terlaksana secara menyeluruh di Indonesia. Endong-endong, atau wanita yang berprofesi mengangkut barang di pasar dengan menggendong menggunakan kain jarik. Sejumlah 60 orang diantaranya merupakan lansia, dimana mereka setiap harinya menggendong buah dan sayur seberat 25-98 kg dalam satu kali angkut dengan frekuensi 15 kali atau lebih. Mereka bekerja tanpa memperhatikan faktor ergonomis seperti berat beban maksimal untuk wanita, frekuensi angkat maksimal dalam sehari kerja, teknik mengangkat beban, waktu kerja, dan tidak memperhatikan jarak tempuh mengangkut beban. Perilaku tersebut dapat menimbulkan masalah kesehatan terutama PAK (penyakit akibat kerja) yaitu nyeri pada sistem muskuloskeletal seperti otot-otot punggung, pinggang, juga nyeri pada tangan, lutut, dan kaki. Masalah yang sering dialami lansia endong-endong adalah keluhan low back pain (nyeri punggung bawah).Selain itu, kelelahan akibat kerja akan meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan akibat kerja. Risiko masalah kesehatan ini semakin tinggi terlebih pada lansia mengingat bahwa lansia wanita memiliki daya tahan tubuh yang lebih rentan dibandingkan dengan wanita usia produktif. Dari hasil penggalian data, sebagian besar lansia endong-endong mengalami keluhan nyeri pada punggung bawah dan kaki. Dimana keluhan nyeri punggung bawah ringan sebesar 31,5%, sedang 57,5% dan berat 11%. Hal tersebut terjadi karena semakin berat beban yang dibawa seseorang setiap kali menggendong maka tekanan pada tulang belakang menjadi semakin besar, sehingga kemungkinan terjadinya nyeri juga semakin besar terlebih ini terjadi pada lansia. Lainnya juga mengalami kecelakaan akibat kerja seperti terjatuh dan terpeleset karena kelelahan dan lingkungan kerja yang licin saat mengangkat beban. Sebagai pekerja sektor informal, kelompok ini tidak secara khusus mendapatkan perlindungan jaminan kesehatan. Sehingga upaya penanggulangan yang dapat diterapkan adalah Pos UKK yang menyelenggarakan upaya pemberian pelayanan kesehatan bagi pekerja informal dengan pendekatan utamanya promotif dan preventif didukung dengan upaya kuratif dan rehabilitatif sederhanabersumberdaya masyarakat (UKBM)
Hubungan antara Tingkat Konsumsi Energi, Tingkat Konsumsi Protein, dan Status Gizi dengan Tingkat Morbiditas Lansia Buruh Gendong di Pasar Induk Tradisional YOGYAKARTA
Persentase penduduk lansia tertinggi terdapat di Provinsi DI Yogyakarta (13,04%). Perubahan struktur dan fungsi tubuh mengakibatkan penyerapan zat gizi tergangggu dan berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh seingga mudah terserang infeksi. Morbiditas penduduk lansia akibat infeksi cenderung meningkat. Berdasarkan prasurvei pada lansia buruh gendong, 96,8% memiliki morbiditas tinggi. Sehingga tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara konsumsi energi, konsumsi protein, dan status gizi dengan morbiditas lansia buruh gendong Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan Januari hingga april 2014, menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan desain Cross-sectional. Besar sampel dalam penelitian ini sejumlah 60 responden lansia yang berprofesi sebagai buruh gendong dan termasuk dalam paguyuban Yasanti. Pengambilan sampel menggunakan teknik Accidental sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel dalam penelitian ini meliputi tingkat konsumsi energi, protein, dan status gizi. Kemudian menganalisis distribusi dari masing-masing variabel, dan hubungan antar variabel menggunakan uji statistik Chisquare dan melihat besarnya risiko dengan Ratio Prevalens (RP). Dari 60 responden, 45 responden (75%) tingkat morbiditas tinggi dan 15 responden (25%) tingkat morbiditasnya rendah. Secara statistik, seluruh variabel memiliki p> α,tingkat konsumsi energi (p = 0,668 RP 0,854 (95% CI : 0,609-1,209) tingkat konsumsi protein (p = 1,000 RP 1,000 95% CI: 0,557-1,796), status gizi (p = 0,881 RP=1,069 95% CI:0,800-1,430). Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan bermakna antara tingkat konsumsi energi, tingkat konsumsi protein, dan status gizi dengan tingkat morbiditas lansia buruh gendong
Perilaku Beresiko pada Lansia “Endong-endong” di Pasar Induk Sayur dan Buah Giwangan YOGYAKARTA: Strategi Penguatan Buruh Gendong melalui Pos Upaya Kesehatan Kerja
Tujuan:Untuk mengetahui gambaran kesehatan endong-endong yang berkaitan dengan perilaku kerja yang tidak ergonomis dan upaya penanggulangan risiko PAK (penyakit akibat kerja) dan KAK (kecelakaan akibat kerja ).Konten:Terciptanya kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan untuk semua usia adalah salah satu fokus SDGs. Namun, hal ini belum terlaksana secara menyeluruh di Indonesia. Endong-endong, atau wanita yang berprofesi mengangkut barang di pasar dengan menggendong menggunakan kain jarik. Sejumlah 60 orang diantaranya merupakan lansia, dimana mereka setiap harinya menggendong buah dan sayur seberat 25-98 kg dalam satu kali angkut dengan frekuensi 15 kali atau lebih. Mereka bekerja tanpa memperhatikan faktor ergonomis seperti berat beban maksimal untuk wanita, frekuensi angkat maksimal dalam sehari kerja, teknik mengangkat beban, waktu kerja, dan tidak memperhatikan jarak tempuh mengangkut beban.Perilaku tersebut dapat menimbulkan masalah kesehatan terutama PAK (penyakit akibat kerja) yaitu nyeri pada sistem muskuloskeletal seperti otot-otot punggung, pinggang, juga nyeri pada tangan, lutut, dan kaki. Masalah yang sering dialami lansia endong-endong adalah keluhan low back pain (nyeri punggung bawah). Selain itu, kelelahan akibat kerja akan meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan akibat kerja. Risiko masalah kesehatan ini semakin tinggi terlebih pada lansia mengingat bahwa lansia wanita memiliki daya tahan tubuh yang lebih rentan dibandingkan dengan wanita usia produktif. Dari hasil penggalian data, sebagian besar lansia endong-endong mengalami keluhan nyeri pada punggung bawah dan kaki. Dimana keluhan nyeri punggung bawah ringan sebesar 31,5%, sedang 57,5% dan berat 11%. Hal tersebut terjadi karena semakin berat beban yang dibawa seseorang setiap kali menggendong maka tekanan pada tulang belakang menjadi semakin besar, sehingga kemungkinan terjadinya nyeri juga semakin besar terlebih ini terjadi pada lansia. Lainnya juga mengalami kecelakaan akibat kerja seperti terjatuh dan terpeleset karena kelelahan dan lingkungan kerja yang licin saat mengangkat beban.Sebagai pekerja sektor informal, kelompok ini tidak secara khusus mendapatkan perlindungan jaminan kesehatan. Sehingga upaya penanggulangan yang dapat diterapkan adalah Pos UKK yang menyelenggarakan upaya pemberian pelayanan kesehatan bagi pekerja informal dengan pendekatan utamanya promotif dan preventif didukung dengan upaya kuratif dan rehabilitatif sederhana bersumberdaya masyarakat (UKBM). Didalam Pos UKK, terdapat upaya-upaya pencegahan penyakit dan kecelakaan kerja serta upaya pengobatan dan terapi pemulihan sederhana untuk buruh gendong yang beroperasi di Pasar Giwangan Anggota paguyuban sebelumnya diberikan pelatihan upaya pencegahan, pengobatan, dan terapi sebagai kader kemudian keahlian yang didapat tersebut diterapkan pada anggota kelompok Pos UKK Buruh Gendong
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
PEMERIKSAAN CACING ENDOPARASIT PADA TIKUS (Rattus spp.) DI DESA CITEREUP KECAMATAN DAYEUH KOLOT, KABUPATEN BANDUNG JAWA BARAT 2013
ABSTRACTIncidence of zoonotic disease, caused by endoparacitic helminth in rats. April 2013, in Citereup - DayeuhkolotBandung, West Java occurred outbreak rat bourne disease. Study of endoparasitic helminth in rats performed asan early warning effort, risk measurement and study of potential hazards. This type of research is descriptivequalitative approach. The data collected by trapping rats and identification rat species and identification of thepresence and type of endoparasites in internal organs. Trapping rats using 100 live traps during three days. Ratsspecies found in this study is Rattus tanezumi and Rattus norvegicus. Endoparasitic helminth identified speciesi.e. Taenia taeniaeformis in the liver, Hymenolepis diminuta in the stomach and intestines. On the intestinalNippostrongilus brassiliensis was also found. All worms were found in this study are zoonotic.Key words: rats, zoonotic, endoparacites helminthABSTRAKKejadian penyakit zoonosis bersumber dari tikus disebabkan oleh adanya endoparasit berupa cacing yang hiduppada tikus. Bulan April 2013, di Desa Citereup Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, Jawa Baratterjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) leptospirosis. Sebagai salah satu upaya kewaspadaan dini, pengukuranrisiko dan studi potensi bahaya kesehatan penyakit bersumber tikus, perlu di lakukan pemeriksaan endoparasitpada tikus. Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan denganpenangkapan dan identifikasi tikus, identifikasi keberadaan dan jenis endoparasit pada organ dalam, danidentifikasi spesies yang ditemukan. Penangkapan tikus selama tiga hari menggunakan 100 perangkap. Spesiestikus yang ditemukan Rattus tanezumi dan Rattus norvegicus. Jenis cacing endoparasit yang ditemukan padaorgan hati Taenia taeniaeformis, pada organ lambung dan usus Hymenolepis diminuta, dan Nippostrongilusbrassiliensis ditemukan pada organ usus. Cacing yang ditemukan dalam penelitian ini seluruhnya bersifatzoonosis.Kata kunci : tikus, zoonosis, cacing endoparasi
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
