1,721,332 research outputs found
PENGARUH KEPERCAYAAN, KUALITAS LAYANAN DAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KUOTA INTERNET PADA APLIKASI MYTELKOMSEL (Studi Pada Masyarakat Kota Pekanbaru)
ABSTRAK
PENGARUH KEPERCAYAAN, KUALITAS LAYANAN DAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KUOTA INTERNET PADA APLIKASI MYTELKOMSEL (Studi Pada Masyarakat Kota Pekanbaru)
Oleh:
ANUNG TRI WIBOWO
NIM : 12070116368
Keputusan pembelian adalah keputusan final konsumen untuk membeli atau tidaknya suatu barang dan jasa dengan membandingkan banyak pertimbangan. Ketika melakukan keputusan pembelian, seringkali terdapat beberapa pilihan antara dua atau lebih alternatif. Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Kepercayaan, Kualitas Layanan dan Promosi Terhadap Keputusan Pembelian Paket Internet Telkomsel di aplikasi MyTelkomsel. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 100 responden dengan menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial Promosi tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian, sedangkan Kepercayaan dan Kualitas Layanan berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Hasil Koefisien Determinasi (R2) menunjukkan bahwa besarnya pengaruh dari ketiga variabel bebas secara bersama- sama terhadap variabel terikatnya sebesar 25,5% dan sisanya sebesar 74,5% merupakan variabel lain yang tidak diteliti kedalam penelitian ini.
Kata Kunci: Kepercayaan, Kualitas Layanan, promosi dan Keputusan Pembelia
KAWASAN WISATA PANTAI SINAM DI KECAMATAN PEMANGKAT
Sambas Regency is an area that has a coastal area stretching from the Semelagi area to the Temajuk Coast region which borders Malaysia. Sinam Beach is one of the tourist attractions, precisely in Pemangkat District. The beach is often visited by tourists on weekends for recreation and relaxation. This Sinam Beach Tourism Area is very worrying because natural disasters often occur in the form of tidal floods, strong winds and coastal abrasion, the inability of the community and local government to utilize and manage existing potentials optimally to create tourist attractions. The purpose of this design is to produce a plan and design for the Sinam Beach Tourism Area in Pemangkat District which can meet the needs of tourists and utilize the potential of natural resources.The concept used is green open space by the beach. The method used in the design is to find ideas, collect data and analyze data. The design of the Sinam Beach Tourism Area creates a tourist zone, namely land tourism, water tourism and mangrove tourism.. Supporting facilities in the design are a tourist information center,management office, public toilets, promenade, floating restaurant and UMKM area
Kamus lengkap pemikiran sosial modern, Ed. 2/ Edit. : William Outwaite; (diterj. : Tri Wibowo)
xviii, 1096 hal.; 23 cm
Kamus lengkap pemikiran sosial modern, Ed. 2/ Edit. : William Outwaite; (diterj. : Tri Wibowo)
xviii, 1096 hal.; 23 cm
Kamus lengkap pemikiran sosial modern, Ed. 2/ Edit. : William Outwaite; (diterj. : Tri Wibowo)
xviii, 1096 hal.; 23 cm
Kamus lengkap pemikiran sosial modern, Ed. 2/ Edit. : William Outwaite; (diterj. : Tri Wibowo)
xviii, 1096 hal.; 23 cm
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN KOMPETENSI PEMESINAN BUBUT CNC UNTUK SISWA SMK
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN KOMPETENSI PEMESINAN BUBUT CNC UNTUK SISWA SMK
Oleh :
Fendi Tri wibowo
09503244038
ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui karakteristik modul pemesinan bubut CNC untuk siswa SMK; (2) Menguji tingkat keefektifan modul pemesinan bubut CNC.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development). Pengembangan produk baru berupa modul mata pelajaran mesin bubut CNC melalui beberapa tahap, yaitu (1) pengukuran kebutuhan dan studi literatur; (2) perencanaan pengembangan produk; (3) pengembangan produk draft produk dengan mengujikan kepada ahli materi; (4) uji coba; (5) revisi uji coba; (6) penyempurnaan produk akhir;. Penelitian ini dilakukan pada Siswa kelas XI Jurusan Teknik Pemesinan SMK Leonardo Klaten. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen berupa angket, dan soal. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif dan kuantitatif untuk mengetahui kelayakan modul pembelajaran mengeset dan memprogram mesin CNC Dasar.
Hasil penelitian ini adalah media pembelajaran yang dihasilkan berupa produk berbentuk modul mata pelajaran mengeset dan memprogram mesin CNC Dasar. Berdasarkan silabus, standar kompetensi dan kompetensi dasar materi-materi kemudian dikembangkan modul dengan materi (1) prinsip kerja dan pengoperasian mesin bubut CNC; (2) dasar pemograman mesin bubut CNC GSK 928 TE II; (3) membuka, menulis dan mengedit program mesin bubut CNC GSK 928 TE II; (4) mode automatic. Uji kelayakan terhadap modul pembelajaran mengeset dan memprogram mesin CNC Dasar yang dikembangkan, menurut penilaian dosen ahli materi memperoleh skor rata-rata keseluruhan sebesar 4,53 dengan kriteria penilaian sangat baik, guru Program Studi Teknik Pemesinan sebagai ahli materi memperoleh rata-rata skor keseluruhan 4,46 dengan kriteria penilaian sangat baik, dari ahli media memperoleh rata-rata skor keseluruhan sebesar 4,05 dengan kriteria penilaian baik, dan dari uji lapangan memperoleh rata-rata skor keseluruhan sebesar 4,35 dengan kriteria penilaian sangat baik. Standar kelayakan modul apabila skor rata-rata keseluruhan tidak kurang dari standar minimal yaitu baik. Dan modul meningkatkan Keefektifan pembelajaran mengeset dan memprogram mesin CNC Dasar.
Kata kunci : Modul, pembelajaran mengeset dan memprogram mesin CNC Dasar
Perilaku Penambahan Kolom Batu (Stone Column) Sebagai Perkuatan Pada Tanah Dasar (Sub Grade) Lunak
ABSTRAK FAJAR TRI WIBOWO, 2016. Perilaku penambahan kolom batu (stone column) sebagai perkuatan pada tanah dasar (sub grade) lunak. Tugas Akhir. Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universsitas Sebelas Maret Surakarta. Kerusakan jalan mengakibatkan perlunya perkuatan tanah untuk mengatasi permasalahan pada tanah lunak, perkuatan stone column salah satu alternatif yang bisa digunakan. Perkuatan ini berupa rangkaian beberapa pondasi kolom batu yang dipasang memanjang pada tanah dasar (sub grade) perkerasan jalan raya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perilaku stone column terhadap lendutan pada tanah dasar (sub grade) lunak, dan membandingkan lendutan antara pengamatan dengan pendekatan menggunakan rumus Hetenyi (1974). Koefisien sub grade tanah di gunakan untuk mengetahui besarnya modulus reaksi tanah dasar, yang selanjutnya di gunakan untuk menganalisis hasil lendutan dengan metode pendekatan menggunakan rumus Hetenyi (1974). Penentuan koefisien sub grade di dapat dari lendutan rerata hasil uji secara pengamatan. Penelitian ini merupakan penelitian skala kecil uji model laboratorium. Tanah lunak di perkuat dengan kolom batu (stone column) dengan ukuran batu lolos saringan 3/8 tertahan saringan 4. Jaring kawat digunakan untuk membungkus batu-batu tersebut agar dapat di bentuk menjadi semacam tiang yang kemudian di masukkan ke dalam tanah yang telah di lubangi dengan jarak antar kolom adalah 125 mm. Penambahan sub base kerikil setinggi 30 mm dan base course pasir setinggi 30 mm juga termasuk variasi dalam penelitian kali ini. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perkuatan dengan stone column mampu mereduksi lendutan yang terjadi pada pelat jika di bandingkan tanpa perkuatan sebesar 25,18% untuk titik sentris, dan 33,65% untuk titik eksentris. Perbandingan lendutan antara pengamatan dengan metode pendekatan rumus Hetenyi (1974) secara umum memberikan lendutan yang hampir sama, akan tetapi selisih nilai pembebanan masih cukup besar. Kata kunci : tanah lunak, koefisien sub grade, stone column, lendutan
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
