30 research outputs found

    Strategi Bertahan Hidup Ibu Tunggal Mahasiswa Universitas Selama Pandemi COVID-19

    No full text
    The COVID-19 pandemic impacted the social and economic sectors. Family, the smallest social unit, is experiencing the impact, particularly for the woman as single-parent. Being a single parent is either a choice, decision, or condition that must be accepted due to the spouse’s passing or other condition. Single parents carried numerous burdens alone, including earning a living and raising the children. These burdens have a significant impact on single parents. This study aims to reveal single-parent families’ survival mechanisms. The research applied a qualitative method by interviewing single mothers from university students in East Java Province, Indonesia. This study used the theory of survival mechanism proposed by James Scott. The study found that instabilities generated by the COVID-19 pandemic produced enormous diminishing income. Such ordeals faced by single parents are burdensome because they initially had to support the family amid the feeble economy. Income vulnerability becomes a deep concern for single mothers. Pandemic COVID-19 caused these mothers to empower themselves and develop various survival strategies. The mothers from middle-class families live frugally and selective when they buy something they need. While mothers from lower-class families did different survival mechanisms, range from careful spending, owe some money, and open a business using their ex-husband’s savings. Furthermore, they are also working overtime, empowering their children to help with the work, diversifying jobs by opening food stalls up to have an online shop. Therefore, it can be assumed that the COVID-19 pandemic has made single parents struggle even more to fulfil their family needs.Pandemi COVID-19 berdampak pada sektor sosial dan ekonomi. Keluarga, unit sosial terkecil, mengalami dampaknya, khususnya bagi perempuan sebagai orang tua tunggal. Menjadi orang tua tunggal adalah pilihan, keputusan, atau kondisi yang harus diterima karena meninggalnya pasangan atau kondisi lainnya. Orang tua tunggal memikul banyak beban sendirian, termasuk mencari nafkah dan membesarkan anak-anak. Beban ini berdampak signifikan pada orang tua tunggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap mekanisme kelangsungan hidup keluarga dengan orang tua tunggal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mewawancarai ibu tunggal dari mahasiswa di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Penelitian ini menggunakan teori mekanisme bertahan hidup yang dikemukakan oleh James Scott. Studi tersebut menemukan bahwa ketidakstabilan yang ditimbulkan oleh pandemi COVID-19 menghasilkan penurunan pendapatan yang sangat besar. Cobaan berat yang dihadapi oleh orang tua tunggal ini memberatkan karena mereka awalnya harus menghidupi keluarga di tengah ekonomi yang lemah. Kerentanan pendapatan menjadi perhatian yang mendalam bagi ibu tunggal. Pandemi COVID-19 menyebabkan para ibu ini memberdayakan diri dan mengembangkan berbagai strategi bertahan hidup. Para ibu dari keluarga kelas menengah hidup hemat dan selektif saat membeli sesuatu yang mereka butuhkan. Sementara ibu dari keluarga kelas bawah melakukan mekanisme kelangsungan hidup yang berbeda, mulai dari pengeluaran yang cermat, berhutang, dan membuka usaha dengan menggunakan tabungan mantan suami mereka. Selain itu, mereka juga bekerja lembur, memberdayakan anak-anaknya untuk membantu pekerjaan, melakukan diversifikasi pekerjaan dengan membuka warung makan hingga memiliki toko online. Oleh karena itu, dapat diasumsikan bahwa pandemi COVID-19 semakin membuat orang tua tunggal semakin berjuang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya

    MAKNA SANTET PADA MASYARAKAT TRANSISIONAL (Studi tentang Pembunuhan Dukun Santet di Desa Tambong, Kecamatan Kabat, kabupaten Banyuwangi)

    No full text
    Penelitian tentang pembunuhan dukun santet diilhami oleh maraknya dan meningkatnya kasus-kasus pembunuhan dukun santet, terutama yang terjadi di Banyuwangi pada kurun waktu tahun 1998. Penelitian ini diselenggarakan dengan 3 permasalahan utama, yaitu bagaimana masyarakat membenkan makna terhadap santet proses pembunuhannya, serta untuk mengetahui solusi apa yang pernah digunakan dan relatif etektif. Teori-teori pokok yang digunakan dalam penelitian ini antara lain adalah pertama, Teon Pemahaman Makna dan Alfred Schutz yang mengatakan bahwa semua tindakan yang bermakna adalah senantiasa dilakukan secara sadar, yaitu selalu terarah menuju pada suatu penyelesaian tindakan yang diproyeksikan si pelaku dalam pikirannya sendin. Dikatakan juga bahwa hakikat kondisi manusia adalah sebagaimana ia mengambil sikap terhadap kehidupan dunia sehari-hari, Sedangkan Peter L. Berger, mengungkapkan bahwa makna merupakan gejala sentral dalam kehidupan masyarakat, dan tidak ada segi kehidupan masyarakat yang dapat dimengerti tanpa memperhatikan tentang apa maknanya itu bagi anggota masyarakat yang bersangkutan. Kedua, Teon Labeling dan Schrag yang melihat bahwa labeling merupakan suatu proses yang akan melahirkan identifikasi dengan citra sebagai deviant dan subkultur serta menghasilkan rejection of the rejector. Tipe penelitian yang digunakanadalah kualitatifderigan menggunakan informan. Dalam penelitian ini terdapat dua betas informan yang terdiri dan enam orang tokoh masyarakat, dua orang ulama, seorang budayawsn, sertatiga aparat (pemerintah dan keamanan), yang ditentukan dengan cara purposive berdasar atas pengetahuan dan informan mengenai kejadian pembunuhan dukun santet. Adapun hasil penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut : Pertama, terjadinya pembunuhan dukun santet di Banyuwangi dalam kurun waktu tahun 1998 berawal dan kepercayaan masyarakat akan kebutuhan dukun untuk berbagai kepertuan, yang antara lain mengobati orang sakit, menaklukan alam dan akhirya disalah gunakan untuk melukai. Masyarakat lebih mempercayai isu daripada pembuktian-pembuktian secara rasional. Kedua, proses pembunuhannya diawali dengan adanya isu yang menuduh seseorang memiliki ilmu santet. Setelah terjadi keresahan, masyarakat akan mulai melakukan ancaman terhadap individu tersebut, yang antara lain melakukan perusakan rumah. Selang beberapa waktu kemudian akan terjadi penggerebekan oleh massa terhadap korban hingga terjadi pembunuhan dengan cara massal. Ketiga, solusi yang pemah digunakan adalah dengan sumpah pocong dan pemindahan korban ke luar daerah asalnya (migrasi) yang temyata masih kurang efektif digunakan sebagai penyelesaian

    Penyusunan peta sastra melalui penelusuran jejak sastra Indonesia sebagai identitas bangsa yang berkarakter

    No full text
    This research departs from various issues related to the definition of literature which always raises debates and dissatisfaction with the existing definition. Literature as national identity also raises debates. Those two reasons had, directly and indirectly, influenced the development of Indonesian map literature. Formation of Indonesian map literature from different periods needed to be clarified so it could provide a clear definition of Indonesian literature development. The aims of this research are (1) constructing Indonesian literature map which explains the development of Indonesian literacy from different periods; and (2) explaining literature as nation identity with character. To analyze the issues, theories and concepts about literature are applied. This research uses descriptive method. Data gathered by descriptive technique and content analysis. The main finding of this research is that there is a significant influence of Indonesian literature development by tracing Indonesian literature to the formation of nation identity with character

    Pengembangan Media Pembelajaran Pop Up Book Tema 7 Subtema 2 Kelas V UPTD SDN Gili Barat

    No full text
    Abstract: The purpose of this development research are (1) to find out the validity of pop up booklearning media pop up book, (3) to know the effectiveness of pop up book. This development research uses the Borg and Gall modified by Sugiyono. Based on the results of the research conducted, the results of the percentage of validity of several expert validations include the validation of learning media experts by 98%, validation of learning design experts by 92%, validation of learning materials experts by 86% and linguistics expert validation by 90% then calculated by the formula the combined average of the four validators is 91.5%, this percentage is classified as very valid and can be used.learning media pop up book was obtained through the results of a student response questionnaire of 93.8%, so that the percentage was quite interesting. The effectiveness of the pop up book was obtained from the observations of teacher activities of 97.5%, the results of observations of student activities of 90.13%, and the results of classical learning completeness of 88.09% so that it can be concluded that the learning media is very effective to use.Abstrak: Tujuan penelitian pengembangan ini adalah (1) mengetahui kevalidan media pembelajaran pop up book, (2) mengetahui kemenarikan media pembelajaran pop up book, (3) mengetahui keefektifan media pembelajaran pop up book. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan Borg and Gall modifikasi Sugiyono. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil persentase kevalidan dari beberapa validasi ahli diantaranya yaitu validasi ahli media pembelajaran sebesar 98%, validasi ahli desain pembelajaran sebesar 92%, validasi ahli materi pembelajaran sebesar 86% dan validasi ahli bahasa sebesar 90% kemudian dihitung dengan rumus rata-rata gabungan dari keempat validator sebesar 91,5%, persentase tersebut tergolong dalam kriteria sangat valid dan dapat digunakan. Kemenarikan media pembelajaran pop up book diperoleh melalui hasil angket respon siswa sebesar 93,8%, sehingga persentase tersebut tergolong menarik. Keefektifan media pembelajaran pop up book didapatkan dari hasil observasi aktivitas guru sebesar 97,5%, hasil observasi aktivitas siswa sebesar 90,13%, dan hasil ketuntasan belajar klasikal sebesar 88,09% sehingga dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran sangat efektif untuk digunakan

    Analisis Kurangnya Perhatian Orang Tua Menyebabkan Menurunnya Daya Belajar Anak

    No full text
    Daya belajar anak sangat penting bagi siswa karena kalau daya belajar anak itu turun bisa menyebabkan anak itu menjadi kesulitan dalam belajar. Dalam proses pembelajaran tidak menutup kemungkinan adanya siswa yang mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran, bahkan siswa yang mengalami kesulitan belajar sering dilabeli bodoh oleh orang yang berada di sekitarnya. Pada usia sekolah dasar kasus kesulitan belajar yang sering ditemui adalah pada kemampuan membaca, menulis dan berhitung. Siswa yang mengalami kesulitan belajar akan berdampak pada prestasi akademik yang rendah. Penilitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif. Dalam penelitian, peneliti melakukan studi lapangan berupa studi kasus yang dilakukan di SD Negeri Tlesa terhadap guru yang berinisial AS. Pengumpulan data ini berupa hasil observasi dan wawancara. Dari hasil observasi dan wawancara bahwa kesulitan belajar siswa itu karena kurangnya perhatian orang tua terhadap anaknya. Rata-rata orang tua di daerah tersebut bekerja sebagai nelayan sehingga anaknya itu jarang bertemu dengan orang tuanya. Oleh karena itu, memahami filsafat pendidikan dan revolusi mental sangat penting untuk dilakukan karena untuk mendapatkan solusi dari para guru mengenai masalah tersebut. &nbsp

    Meningkatkan Kemampuan Siswa terhadap Materi Penjumlahan Pengurangan melalui Media Roda Angka Kelas I SDN Karangasem

    No full text
    Pendidikan bertujuan untuk membantu peserta didik paham tentang apa yang sedang diajarkan. Rendahnya kemampuan peserta didik pada materi operasi hitung penjumlahan dan pengurangan menjadi masalah yang ditemukan peneliti di SDN Karangasem kelas I. Penyebab hal tersebut terjadi diakibatkan oleh penguasaan konsep penjumlahan dan pengurangan kurang serta kurangnya kreativitas guru dalam mengembangkan media pembelajaran. Sedangkan media memiliki peran penting dalam proses pembelajaran yakni sebagai alat mempermudah peserta didik dalam memahami materi dan meningkatkan semangat belajar. Penelitian ini diadakan untuk mengetahui sejauh mana media roda angka dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam materi operasi hitung penjumlahan dan pengurangan. Jenis penelitian yang digunakan yakni penelitian kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan operasi hitung penjumlahan dan pengurangan peserta didik kelas I SDN Karangasem menunjukkan adanya peningkatan, setelah diterapkannya media roda angka yang dapat dilihat dari hasil tes yang semakin baik dan mencapai hasil rata-rata

    Pemanfaatan Pojok Baca Untuk Meningkatkan Literasi Siswa di SDN Karangasem

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana pemanfaatan pojok baca sehingga meningkatkan kemampuan literasi peserta didik SDN Karangasem melalui sarana prasarana di sekolah. Narasumber penelitian ini kepala sekolah, guru kelas, dan peserta didik. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa: pihak sekolah mengupayakan menumbuhkenalkan budaya literasi peserta didik SDN Karangasem supaya membiasakan diri berkunjung ke pojok baca, merancang membuat program kegiatan, dan mendatangkan penerbit supaya diberikan pilihan buku yang akan dibagikan kepada peserta didik. Pojok baca mempunyai fungsi memberikan perubahan suasana baru di kelas, dan juga pada saat waktu luang peserta didik memanfaatkannya untuk membaca. Selain itu, peserta didik menjadi senang membaca dengan dibimbing guru. Adanya hambatan dalam mengoptimalkan fungsi pojok baca yakni sulitnya menumbuhkenalkan budaya literasi sejak dini. Adapun solusi dalam mengoptimalkan fungsi pojok baca antara lain guru dapat mengetahui kebutuhan peserta didik mengenai buku-buku bacaan yang diberikan dan berupaya menambah koleksi bacaan supaya peserta didik tidak bosan ketika membaca di pojok baca

    ANALISIS MINAT MEMBACA SISWA KELAS RENDAH DI SDN BUNAJIH 2 LABANG

    No full text
    Students' reading interest is an important aspect in literacy development and academic achievement. This study aims to analyze students' reading interest at SDN Bunajih 2 Labang. The results show that in general, the reading interest of low-grade students at SDN Bunajih 2 Labang is good, supported by student interviews, observations and teacher interviews. However, some students still show low interest in reading, which is in line with previous research findings on the correlation between reading interest and learning achievement. The school has implemented various strategies, including the CALISTUNG program and the reading corner, to increase students' interest in reading. Observational findings also revealed that reading corners are available in each classroom with a varied collection of books, used as learning resources and updated regularly. Nevertheless, there are some aspects that need to be improved, such as the management of the collection list and reading recap in the reading corner as well as improving communication between teachers and students. This research provides valuable insights for the development of more effective programs in improving students' interest in reading at SDN Bunajih 2 Labang and other schools
    corecore