1,721,202 research outputs found

    Semiotics of Lakon Barong Kemiren Tresno Budoyo: Semiotika Lakon Barong Kemiren Tresno Budoyo

    No full text
    Banyuwangi with the osing culture have the art of Barong Kemiren Tresno Budoyo in the village of Kemiren. This was a semiotic research to explain the story brought by Barong Kemiren Tresno Budoyo. The data was collected by interviewing Mr. Setyo Herfendi the art leader of Barong Kemiren Tresno Budoyo and Mr. Suhaimi the traditional chairman of Kemiren village, besides that direct observation was also made on the Kuwung Kemiren event. The data were analyzed using Roland Barthez's semiotics to interpret the meaning of the data obtained. The finding of this study is that Barong Kemiren Tresno Budoyo's art wants to convey a message in the form that when someone does good things, then he will also get good things, and vice versa. In addition, there is a message that there is no perfection in this world, because perfection belongs only to God

    Model pembelajaran PAI di rumah pintar Tresno Asih Semarang

    Get PDF
    Keberhasilan proses pembelajaran tidak terlepas dari kemampuan pendidik mengembangkan model-model pembelajaran yang berorientasi pada peningkatan intensitas keterlibatan siswa secara aktif didalam proses pembelajaran. Untuk dapat mengembangkan model pembelajaran yang efektif maka setiap pendidik harus memiliki pengetahuan yang memadai berkenaan dengan konsep dan cara-cara pengimplementasian model-model tersebut dalam proses pembelajaran. Hal inilah yang kemudian menjadi signifikansi penelitian ini dimana penulis melakukan penelitian di Rumah Pintar Tresno Asih Semarang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Bagaimana model pembelajaran PAI di Rumah Pintar Tresno Asih Semarang? 2) Problem apa saja yang di hadapi dalam model pembelajaran PAI di Rumah Pintar Tresno Asih Semarang? 3) Solusi apa sajakah yang ditempuh Rumah Pintar Tresno Asih Semarang dalam menyelesaikan problem dalam model pembelajaran Pendidikan Agama Islam? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif, yaitu data-data yang ada berupa kata-kata dan gambar, bukan berupa angka atau data statistik. Sehingga dalam menganalisis data penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Untuk memperoleh data-data tersebut peneliti menggunakan metode library research atau studi pustaka dan field research atau studi lapangan, untuk melengkapi data-data yang ada penulis menggunakan beberapa metode seperti: metode observasi, metode wawancara atau interview, dan metode dokumentasi. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa: 1) Model pembelajaran PAI yang diterapkan di Rumah Pintar Tresno Asih Semarang sudah tepat dengan peserta didik dan dapat diterima dengan baik oleh peserta didik. Model yang diterapkan di rumah pintar adalah model proses informasi, model personal, model interaksi sosial dan model tingkah laku 2) Dalam perjalanannya Rumah Pintar Tresno Asih Semarang mengalami problem dalam melaksanakan proses pembelajaran. Problem model pembelajaran-nya yaitu : model pembelajaran Pendidikan Agama Islam selama ini dilaksanakan menggunakan pendekatan pembelajaran yang kurang sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai, dan model pembelajaran bersifat konvensional yakni lebih menekankan pengayaan pengetahuan (kognitif pada tingakat yang rendah). 3) Dalam pelaksanaannya Rumah Pintar Tresno Asih Semarang mampu mengatasi problem yang dihadapi dengan memberikan solusi yang cukup bagus dengan harapan dapat diterima oleh semua pihak. Solusinya adalah : mengubah cara pandang pada pembelajaran, pembelajaran tidak hanya trasfer of knowledge tetapi transfer values, dan model pembelajaran Pendidikan Agama Islam hendaknya disesuaikan dengan peserta didiknya, dan pendidik lebih inovatif dalam melakukan proses belajar mengajar. Berdasarkan dari penelitian ini diharapkan akan menjadi bahan informasi dan masukan bagi para pendidik, peserta didik, orang tua, para peneliti, dan semua pihak yang membutuhkan informasi mengenai model pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Rumah Pintar Tresno Asih Semarang

    PENANAMAN NILAI-NILAI AGAMA ISLAM MELALUI KESENIAN JARANAN TRESNO BUDOYO (Studi Kasus di Sanggar Jaranan Tresno Budoyo Dusun Jati Desa Pandansari Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung)

    Get PDF
    ABSTRAK Tesis ini berjudul “Penanaman Nilai-Nilai Agama Islam Melalui Kesenian Jaranan Tresno Budoyo (Studi Kasus di Sanggar Jaranan Tresno Budoyo Dusun Jati Desa Pandansari Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung)” yang ditulis oleh Muhammad Asy Syafi’ie Hudan dengan dibimbing oleh Prof. Dr. H. Akhyak, M.Ag dan Prof. Dr. H. Syamsun Ni’am, M.Ag Kata kunci: Nilai-Nilai Agama Islam, Kesenian Jaranan. Penelitian dalam tesis ini dilatarbelakangi oleh sebuah fenomena yang unik dan menarik pada sebuah kesenian sanggar jaranan yang menanamkan nilai-nilai agama Islam melalui kesenian jaranan. Pertanyaan penelitian dalam penulisan tesis ini adalah: 1) Bagaimana strategi kesenian Jaranan Tresno Budoyo dalam menanamkan nilai-nilai agama Islam?; 2) Bagaimana pelaksanaan kesenian Jaranan Tresno Budoyo dalam menanamkan nilai-nilai agama Islam?; 3) Bagaimana pembinaan kesenian jaranan Tresno Budoyo dalam menanamkan nilai-nilai agama Islam?. Tujuan penulisan tesis ini adalah: 1) Mendeskripsikan strategi kesenian Jaranan Tresno Budoyo dalam menanamkan nilai-nilai agama Islam; 2) Mendeskripsikan pelaksanaan kesenian Jaranan Tresno Budoyo dalam menanamkan nilai-nilai agama Islam; 3) Mendeskripsikan pembinaan kesenian jaranan Tresno Budoyo dalam menanamkan nilai-nilai agama Islam. Metode penelitian dalam tesis ini menggunakan pendekatan kualitatif metode studi kasus yang digali dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan metode deskriptif. Dari hasil penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa: 1) Strategi yang dilakukan kesenian jaranan Tresno Budoyo dalam menanamkan nilai-nilai agama Islam yaitu keinginan mendirikan sanggar kesenian yang bernuansa Islam, memasukkan tembang sholawat dan puji-pujian dalam pertunjukkan, melakukan pembiasaan keagamaan dan moral yang baik kepada anggota, sebagai media dakwah dalam kesenian. 2)Pelaksanaan yang dilakukan oleh sanggar kesenian jaranan Tresno Budoyo dalam menanamkan nilai-nilai agama Islam yaitu dengan menerapkan penggunaan tembang sholawat Nabi dan puji-pujian kepada Allah yang mengandung doa, nilai tauhid, nilai akhlak dan nilai syariat, melaksanakan pembiasaan secara langsung kepada anggota, serta menerapkan pendekatan keteladanan secara langsung kepada anggota. 3)Pembinaan yang dilakukan oleh sanggar kesenian jaranan Tresno Budoyo dalam menanamkan nilai-nilai agama Islam yaitu pengembangan sholawat yang kreatif dan inovatif bagi anggota, melakukan pembiasaan yang dilakukan secara langsung kepada anggota sanggar baik pembiasaan moral sikap maupun keagamaan, memberikan pengarahan dan bimbingan secara persuasif kepada anggota baik dalam latihan maupun pertunjukan, memadukan unsur tradisi budaya masyarakat dan tradisi budaya Islam yang penuh toleransi dan kerukunan, memberikan pendekatan keteladan dengan moral baik kepada seluruh anggota sanggar jaranan

    Tresno Baturetno: strategi dan ideasi menuju desa mandiri

    No full text
    Desain strategis desa atau dikenal dengan "Destrada" merupakan inisiasi kecil yang mempunyai harapan besar untuk memberikan sumbangsih terhadap keilmuan perencanaan ataupun pengembangan kepada desa. Lintas waktu terus berjalan hingga akhirnya 10 bulan telah dilalui. Buku Tresno Baturetno menjadi hasil belajar kami bersama masyarakat desa sehingga menemu-kenali isu dan potensi pengembangan desa melalui observasi langsung, analisis pemetaan, digitalisasi proses dan program aksi sehingga tercipta produk yang dikemas dalam bentuk wisata bernama Tresno Baturetno untuk mewujudkan harapan masyaralat desa dalam memajukan desa

    PERAN KOMUNITAS MUJI TRESNO DALAM MELESTARIKAN KESENIAN DOLALAK DI DESA PETUGURAN KECAMATAN PITURUH KABUPATEN PURWOREJO

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran, faktor pendukung dan penghambat sertastrategi Komunitas Muji Tresno dalam melestarikan kesenian Dolalak. Penelitian ini menggunakanmetode kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 11 orang yang terdiri daripengurus Komunitas Muji Tresno, penari seni kesenian Dolalak, dan masyarakat Desa Petuguran,pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Validitas data yang digunakan dengan teknik triangulasi. Padabagian analisis data menggunakan tahap analisis Milles dan Hubberman. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa peran Komunitas Muji Tresno dalam melestarikan kesenian Dolalak yaitumengikuti kegiatan yang diselenggarakan pemerintah dan masyarakat seperti acara merti desa, HUTRI maupun festival kesenian Dolalak serta mengadakan rapat evaluasi untuk kesejahteraan KomunitasMuji Tresno dan juga secara langsung membantu perekonomian anggota Komunitas Muji Tresno.Sedangkan faktor pendukungnya yaitu adanya dukungan dari pihak pemerintah dengan memberikananggaran dana setiap tahunnya dan memberikan perizinan saat pementasan kesenian Dolalak. Faktorpenghambatnya yaitu belum adanya kesepakatan atau perjanjian terkait tarif dan juga penampilanpenari serta belum tersedianya sarana dan prasarana yang mewadahi. Selain itu strategi KomunitasMuji Tresno meliputi aspek intern dan aspek ekster

    RELIGIUSITAS PADA KOMUNITAS KESENIAN JARANAN TRESNO BUDOYO DI DESA KALIWUNGU KECAMATAN KALIREJO

    No full text
    ABSTRAK Religiusitas adalah kesadaran beraktifitas berdasarkan nilai ajaran keagamaan dalam melaksanakan sebuah kesenian jaranan di desa Kaliwungu, dimana jaranan disini mengandung dua fungsi yakni sebagai sarana ritual dan sarana hiburan. Kesenian jaranan merupakan salah satu sisi budaya yang dimiliki indonesia sebagai warisan leluhur dari masyarakat jawa, dengan daya tarik magis dan mistik lewat tarian yang diperagakan. Berdasarkan penjelasan diatas peneliti merumuskan dua rumusan masalah yaitu: 1) bagaimana makna Religiusitas pada komunitas kesenian jaranan Tresno Budoyo, dan 2) bagaimana aktifitas beragama pada komunitas kesenian jaranan Tresno budoyo. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami makna religiusitas pada komunitas kesenian jaranan Tresno budoyo dan untuk mengetahui aktifitas beragama pada komunitas kesenian jaranan Tresno budoyo. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research), menggunakan metode penelitian kualitatif dengan sifat penelitian deskriptif. Penelitian ini berlokasi di desa Kaliwungu kecamatan Kalirejo kabupaten Lampung Tengah. Metode pengumpulan data menggunakan data wawancara, observasi, dokumentasi dan tringulasi. Data yang didapat kemudian diolah dan dianalisis melalui pendekatan antropologi dan pendekatan teologi yang bertujuan untuk mengamati langsung dan memahami nilai keagamaan yang ada pada anggota komunitas jaranan Tresno Budoyo. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa religiusitas pada komunitas jaranan Tresno budoyo dapat dilihat melalui lima dimensi religiusitas, diantaranya pertama dimensi keyakinan agama, yaitu komunitas ini meyakini bahwa sumber kekuatan yang dimiliki bersumber dari Allah Swt. Kedua dimensi ritual, yaitu melakukan puasa sebelum tradisi jaranan dilaksanakan. Ketiga, dimensi penghayatan, yaitu dengan melakukan among-among sebagai bentuk syukur. Keempat dimensi pengetahuan agama yaitu dalam kehidupan bermasyarakat. Aktivitas beragama para pelaku kesenian jaranan Tresno Budoyo berjalan baik sesuai dengan dilingkungan masyarakat kampung. Kegiatan keagamaan yang diikuti antara lain kenduri, yasinan, pengajian rutin dan penyambutan hari-hari besar islam. Sedangkan kegiatan sosial yang dilakukan berupa bakti sosial, gotong royong, menjaga silaturahmi dan halal bi halal. Meskipun Kegiatan ritual mempengaruhi religiusitas serta aktivitas beragama mereka namun pemain jaranan Tresno Budoyo tetap menjalankan ibadah seperti halnya umat muslim pada umumnya. Kata kunci: Religiusitas, kesenian jaranan dan aktivitas beragama. ABSTRACT Religiosity is awareness of activities based on religious values in carrying out the art of jaranan in Kaliwungu village, where jaranan here has two functions, namely as a means of ritual and a means of entertainment. Jaranan art is an aspect of Indonesian culture inherited from the ancestors of the Javanese people, with a magical and mystical appeal through the dances that are performed. Based on the explanation above, the researcher formulated two problem formulations, namely: 1) what is the meaning of Religiosity in the Jaranan Tresno Budoyo arts community, and 2) what religious activities exist in the Jaranan Tresno Budoyo arts community. The aim of this research is to find out and understand the meaning of religiosity in the Jaranan Tresno Budoyo arts community and to determine religious activities in the Jaranan Tresno Budoyo arts community. The type of research used is field research, using qualitative research methods with descriptive research characteristics. The location of this research is in Kaliwungu Village, Kalirejo District, Central Lampung Regency. Data collection methods use interview data, observation, documentation and triangulation. The data obtained was then processed and analyzed using an anthropological approach and a theological approach which aims to directly observe and understand the religious values that exist among members of the Jaranan Tresno Budoyo community. The results of this research show that religiosity in the Jaranan Tresno Budoyo community can be seen through five dimensions of religiosity, including: first, The dimension of religious belief is that this community believes that the source of its strength comes from Allah SWT. Second, the ritual activities in their environment, fifth. The religious activities of Jaranan Tresno Budoyo artists are running well in accordance with their role as community members who involve themselves in religious activities in the village community. Religious activities that are participated in include feasts, yasinan, routine recitations and welcoming Islamic holidays. Meanwhile, the social activities carried out are in the form of social service, mutual cooperation, maintaining relationships and halal bi halal. Even though ritual activities influence their religiosity and religious activities, the Jaranan Tresno Budoyo players still carry out their worship like Muslims in general. Keywords: Religiosity, jaranan arts and religious activities

    PENANAMAN NILAI-NILAI KARAKTER PADA GRUP TURONGGO TRESNO BUDOYO PURWOREJO MELALUI MEDIA KESENIAN RAKYAT JARAN KEPANG

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penanaman nilai-nila i karakter pada Grup Turonggo Tresno Budoyo melalui media kesenian rakyat Jaran Kepang di Desa Popongan Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitat if. Terdapat 3 objek penelitian yaitu Grup Turonggo Tresno Budoyo dan Kesenian Rakyat Jaran Kepang sebagai objek material, serta nilai-nilai karakter sebagai objek formal. Sedangkan untuk subjek penelitian adalah anggota dan pengurus grup, serta wali anggota. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan : (1) observasi partisipatif, (2) wawancara, (3) dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dengan membandingka n informasi antar narasumber dan trianggulasi metode dengan pengecekan kembali data penelitian terhadap hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menyebutkan bahwa grup kesenian rakyat Jaran Kepang Turonggo Tresno Budoyo lahir pada tahun 2012 dan tetap eksis dan berprestasi. Grup memiliki fasilitas yang cukup sebagai pendukung sarana dan prasarana bagi anggotanya. Penanaman nilai-nilai karakter Grup Turonggo Tresno Budoyo dilaksanakan pada proses latihan, pementasan, kegiatan lain yang mendukung, dan peraturan grup. Selain itu, ditambah dengan elemen unsur yang terkandung dalam kesenian rakyat Jaran Kepang itu sendiri. Ada 12 nilai karakter yang ditanamkan grup Turonggo Tresno Budoyo kepada anggotanya. Nilai tersebut adalah 10 nilai karakter dari 18 nilai karakter berdasarkan paparan kemendiknas yaitu, nilai religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, cinta tanah air, menghargai prestasi, peduli lingkungan, dan tanggung jawab. Serta 2 nilai karakter dari 12 nilai menurut Tim Pengembangan Budi Pekerti (TPBP) Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu, sopan-santun dan tata krama, serta gotong-royong

    GERAKAN SOSIAL KELOMPOK SADAR WISATA TRESNO SEGORO PANTAI KERTOMULYO

    Get PDF
    Adapun teori yang digunakan yaitu menggunakan teori gerakan sosial. Kemudian metode penelitiannya yaitu kualitatif dengan tipe deskriptif, sedangkan pengumpulan datanya dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi dengan narasumber secara langsung untuk memperoleh fakta-fakta di lapangan serta untuk mendapatkan data yang lebih akurat. Sementara itu, untuk teknik analisis data dilakukan dengan tiga proses, yaitu reduksi data, penyajian data (display data) dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya hasil dari penelitian ini antara lain: gerakan sosial Pokdarwis Tresno Segoro muncul sebab adanya permasalahan-permasalahan lingkungan, seperti oknum petani tambak yang melakukan pengrusakan Hutan Mangrove. Akhirnya muncul gerakan sosial dengan 2 tipe: Pertama, gerakan yang muncul secara spontan dan terorganisir, dimana gerakan ini muncul lantaran adanya kepedulian dari kalangan pemuda maupun aktivis lingkungan, yang ingin merawat dan memelihara tanaman mangrove yang tersisa disekitaran Pantai Kertomulyo. Kedua, gerakan yang menggunakan organisasi dan memanfaatkan organisasi, dimana gerakan ini muncul lantaran banyaknya pengunjung wisata yang berkunjung di Pantai Kertomulyo, sehingga dibutuhkan wadah untuk mengelola tempat wisata di Pantai Kertomulyo. Kemudian, hasil gerakan sosial Pokdarwis Tresno Segoro terbagi menjadi 2 strategi: Pertama, hasil pemberdayaan, yaitu membangun kesadaran ekologis, bahwa ada edukasi yang telah dilakukan oleh Pokdarwis Tresno Segoro. Selanjutnya, penguatan kelembagaan lokal, hal tersebut bertujuan agar ada generasi penerus Pokdarwis yang siap untuk mengembangkan serta membuat maju Pantai Kertomulyo. Kemudian, membangun kemitraan yaitu dengan adanya relasi atau koneksi di lembaga pemerintahan, lembaga swasta, maupun aktivis lingkungan lainnya. Terakhir, perlawanan sebagai bentuk pemberdayaan yaitu dengan menerapkan kebijakan yang disepakati secara langsung di forum musyawarah. Kedua, hasil ekowisata, yaitu adanya usaha perlindungan dan pelestarian terhadap suaka alam. Sehingga, salah satu bentuk dari konservasi hutan mangrove adalah membangun ekowisata mangrove

    Analisis Nilai Tambah dan Strategi Pengembangan Agroindustri Ledre (Studi Kasus Agroindustri Ledre Super Moro Tresno Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro)

    Get PDF
    Pisang Merupakan Salah Satu Buah Yang Banyak Diolah Menjadi Berbagai Macam Makanan Seperti Kripik Pisang, Ice Cream, Kolak, Serta Gethuk Pisang. Sehingga Ada Banyak Sekali Agroindustri Yang Mengolah Pisang Untuk Dijadikan Sebagai Makanan Olahan Yang Renyah, Enak, Nikmat Dan Bergizi. Adanya Agroindustri Olahan Pisang Ini Dapat Memberikan Nilai Tambah Dan Meningkatkan Kualitas Dari Buah Pisang. Ledre Merupakan Makanan Ringan Yang Bahan Dasarnya Yaitu Buah Pisang. Agroindustri Diharapkan Mampu Meningkatkan Kualitas Produk Pertanian Dan Meningkatkan Nilai Tambah Produk, Serta Meningkatkan Penjualan Serta Memberi Keuntungan Bagi Agroindustri. Salah Satu Agroindustri Ledre Di Kabupaten Bojonegoro Adalah Ledre Super Moro Tresno Yang Berada Di Kecamatan Padangan. Ledre Super Moro Tresno Ini Mampu Memberikan Nilai Tambah Pada Buah Pisang Sehingga Menghasilkan Ledre Yang Renyah, Nikmat Dan Bergizi. Namun Agroindustri Ledre Ini Belum Mampu Menjalankan Usahanya Secara Maksimal. Hal Ini Dikarenakan Pengembangan Agroindustri Ledre Super Ini Masih Dihadapkan Dengan Berbagai Kendala, Seperti Terbatasnya Wilayah Pemasaran Yaitu Sebagian Besar Kota Di Jawa Dan Beberapa Kota Di Luar Jawa, Teknologi Produksi Yang Digunakan Masih Sederhana, Terbatasnya Jumlah Tenaga Kerja, Cara Promosi Yang Kurang Efektif Seperti Iklan Dengan Menggunakan Papan Reklame Dan Menggunakan Media Radio. Adanya Prospek Yang Menjanjikan Dalam Perkembangan Agroindustri Ledre Super Moro Tresno Ini Berkaitan Dengan Nilai Tambah Pada Produk, Serta Kendala-Kendala Yang Dihadapi Oleh Agroindustri Tersebut, Hal Inilah Yang Melatar Belakangi Peneliti Untuk Melakukan Penelitian Ini. Sasaran Penelitian Yang Dilakukan Ini Adalah Menganalisis Nilai Tambah Dan Merumuskan Strategi Pengembangan Yang Tepat Untuk Mengembangkan Agroindustri Ledre Super Moro Tresno, Sehingga Nantinya Dapat Memotivasi Perusahaan Untuk Mengoptimalkan Produksi Ledre Serta Dapat Mengembangkan Agroindustri Yang Berdampak Pada Meningkatkan Kemajuan Dan Pendapatan Perusahaan. Tujuan Dari Penelitian Pada Agroindustri Ledre Super Moro Tresno Yaitu Untuk Menganalisis: (A) Nilai Tambah; (B) Lingkungan Internal Dan Eksternal Dan; (C) Merumuskan Strategi Pengembangan. Penelitian Ini Dilakukan Di Agroindustri Ledre Super Moro Tresno Di Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro. Pemilihan Lokasi Dilakukan Secara Sengaja (Purposive) Dengan Mempertimbangkan Bahwa Agroindustri Ledre Super Moro Tresno Merupakan Salah Satu Agroindustri Pembuatan Ledre Pisang Dan Merupakan Agroindustri Ledre Yang Cukup Besar Dan Terkenal Di Kabupaten Bojonegoro. Metode Analisis Data Yang Digunakan Pada Penelitian Ini Yaitu Analisis Nilai Tambah, Analisis IFE Dan EFE, Matrik IE, Matrik Grand Strategy, Dan Matrik SWOT. Hasil Penelitian Menunjukkan Bahwa Pada Hasil Perhitungan Analisis Biaya, Total Biaya Yang Dikeluarkan Untuk Setiap Proses Produksinya Sebesar Rp. 18.741.672,90, Penerimaan Yang Diterima Sebesar Rp. 27.500.000, Sehingga Pendapatan Yang Diterima Oleh Agroindustri Ledre Super Moro Tresno Sebesar Rp. 8.758.327,10. Nilai Tambah Produk Ledre Super Moro Tresno Diperoleh Sebesar Rp. 57.758 Dengan Rasio Nilai Tambah Sebesar 52,51 Persen Yang Artinya Termasuk Dalam Rasio Nilai Tambah Tinggi. Dari Hasil Analisis Faktor Internal Dan Faktor Eksternal, Diperoleh Total Skor Pada Pada Faktor Kekuatan Internal Sebesar 2,730, Sedangkan Faktor Kelemahan Internal Sebesar 0,653. Total Skor Kekuatan Dan Kelemahan Internal Yaitu 3,293 Dan Selisih Skor Kekuatan Dan Kelemahan Internal Sebesar 2,167. Sedangkan Untuk Total Skor Peluang Eksternal Sebesar 2,759 Dan Total Skor Ancaman Eksternal Sebesar 0,573. Untuk Total Skor Peluang Dan Ancaman Eksternal Yaitu 3,332 Serta Selisih Skor Peluang Dan Ancaman Eksternal Sebesar 2,186. Hasil Perumusan Strategi Pengembangan Berdasarkan Matrik IE Posisi Agroindustri Ledre Super Moro Tresno Berada Pada Sel 1 Yang Merupakan Posisi Agroindustri Dapat Digambarkan Sebagai Tumbuh Dan Membangun (Grow And Build). Sedangkan Untuk Matrik Grand Strategy Posisi Agroindustri Berada Pada Kuadran I Yang Digambarkan Sebagai Posisi Agresif. Serta Untuk Analisis Matrik SWOT Diperoleh Strategi SO Yaitu Meningkatkan Kualitas Dan Kuantitas Produk Untuk Meningkatkan Volume Penjualan, Pengembangan Teknologi Baru Dengan Dibantu Tenaga Kerja Terampil, Memperluas Pasar Dengan Meningkatkan Produksi Produk. Saran Dari Penelitian Ini Adalah Agroindustri Menciptakan Strategi Yang Tepat Untuk Dapat Mengembangkan Agroindustrinya. Strategi Yang Dapat Diterapkan Yaitu Menambah Tenaga Kerja Produksi Untuk Meningkatkan Produksi, Meningkatkan Diversifikasi Produk Dengan Menciptakan Varian Rasa Yang Lebih Banyak, Meningkatkan Kegiatan Promosi Melalui Media Massa Dan Elektronik, Dan Perluasan Pasar. Sehingga Diharapkan Dengan Menggunakan Strategi Pengembangan Tersebut Agroindustri Ledre Super Moro Tresno Dapat Mempertahankan Posisi Perusahaan Dan Meningkatkan Keuntungan Bagi Agroindustri

    Perancangan Branding Dan Penerapan Digital Marketing UMKM Roti Pia Tresno Joyo Desa Banjaranyar Kec Kras Kab. Kediri

    Get PDF
    UMKM yang kami pilih adalah usaha pembuatan roti pia “ Roti Pia Tresno Joyo” yang berada di Desa Karanganyar, Kec. Kras Kab. Kediri. Roti pia Tresno Joyo ini memiliki keunikan yang menonjol taitu kelembutan rotinya, namun perkembangan usaha tersebut terkendala dengan tidak memiliki brand yang dijadikan ciri khas usaha tersebut dna kurang pengetahuan tentang digital marketing. Solusi yang dilakukan yaitu inovasi dalam kemasan produk dibuat lebih menarik serta melakukam pengembangan pemasaran dengan membuat akun medial social agar UMKM terebut dapat dikenal secara luas sehingga dapat membantu perkembangan usaha
    corecore