1,721,380 research outputs found
Pendampingan Aspek Perpajakan Paguyuban Tosan Aji Largangsir
Paguyuban Tosan Aji Largangsir adalah sebuah organisasi kemasyarakatan yang berorientasi pada pelestarian budaya. Paguyuban Tosan Aji Largangsir berperan aktif dalam proses menjaga budaya tosan aji melalui berbagai macam kegiatan dan usahanya untuk terus mempertahankan dan meningkatkan pemahaman kepada masyarakat luas tentang budaya tosan aji. Para pelestari tosan aji membentuk sebuah organisasi dengan istilah Paguyuban. Paguyuban Tosan Aji Largangsir melakukan aktivitas ekonomi yang diwadahi dalam skema UMKM yang dapat dikategorikan sebagai aktivitas ekonomi kreatif. Dalam konteks kewajiban perpajakan ini, Paguyuban Tosan Aji Largangsir harus memenuhi seluruh kewajiban administrasi maupun kewajiban pembayaran atas obyek pajak yang terkait dengan aktivitas yang ada di dalam Paguyuban. Namun di sisi lain, pengurus dan anggota Paguyuban Tosan Aji Largangsir tidak memiliki pemahaman material yang memadai maupun kemampuan administrasi untuk memenuhi kewajiban tersebut. Tim Pengabdian UAJY membantu kewajiban perpajakan Paguyuban Tosan Aji Largangsir dalam bentuk edukasi dan penyusunan laporan keuangan serta kewajiban perpajakan dalam bentuk penyampaian SPT Tahunan
MUSEUM TOSAN AJI DI SURAKARTA
Perubahan zaman dari masa dahulu ke masa sekarang dan masa yang akan datang merupakan suatu hal yang sudah pasti namun tidak kesemuanya itu berakibat bak contohnya seperti tosan aji yang pada zaman dahulu memiliki peranan penting bagi negara atau kerajinan dimana keberadaan tosan ajo cukup dibutuhkan oleh para penguasa pada waktu itu seperti untuk membunuh musuh dalam peperangan, symbol jabatan atau tanda penghargaan dari raja kepada bawahan dan lain-lain namun pada saat ini hanya dipakai sebagai perlengkapan dalam pernikahan saja atau sebagai hiasan rumah oleh karena itu tosan aji mengalami kemunduran jauh pada saat sekarang ini dimana era globalisasi membutuhkan teknologi yang maju agar bisa berkembang dengan maju dan pesat selain itu kurang dikenal di kalangan generasi muda padahal tosan aji merupakan cirri khas kebudayaan jawa dan bagian serta symbol dari kebudayaan jawa itu sendiri. Pada dasarnya potensi dari tosan aji belum dimanfaatkan secara optimal khususnya pada segi pariwisataan karena kurangnya komunikasi dan factor keadaan kondisi masyarakat yang memandang image dari tosan aji kurang baik. Selain itu masyarakat masih menyimpan dan memiliki tosan aji atau benda pusaka warisan leluhur. Namun, kebanyakan benda pusaka dalam keadaan kurang terawatt. Pasalnya, pemilik tidak tahu bagaimana cara yang tepat memperlakukan pusaka hasil karya para empu tersohor ratusan tahun silam itu. Di sisi lain, banyak pejabat tinggi dari Jakarta yang sering memburu pusaka hingga kepelosok=pelosok kota/desa, untuk sekedar dikoleksi atau dengan maksud tertentu karena dianggap memiliki daya linuwih.
Kota Surakarta sebagai salah satu daerah yang memiliki budaya jawa yang khas turun temurun dimana dulu Kota Surakarta merupakan pusat perkembangan kebudayaan jawa dan tosan aji di pulau jawa. Sudah saatnya dilakukan langkah untuk meningkatkan potensinya terutama dalam hal pariwisataan di Kota Surakarta dan tetap eksistensi dalam keadaan sekarang ini.
Pengembangan tosan aji untuk pariwisataan ini masih mengalami kendala, hal ini disebabkan oleh kurangnya atau terbatasnya sarana, prasarana dan fasilitas yang ada di Kota Surakarta selain itu juga adanya image buruk dikalangan masyarakat terutama dari kalangan religius karena dapat membahayakan bila ditinjau dari segi akidahnya. Untuk itu perlu adanya solusi yang mampu menengahi permasalahan tersebut seperti museum atau galeri dan lain-lain.
Keberadaan Museum Tosan Aji pada hakekatnya merupakan upaya melindungi asset budaya jawa terutama tosan aji dan mengenalkan sejarah dan cara-cara pembuatannya serta menambah khasanah bagi pariwisataan dan dokumentasi sejarah di Kota Surakarta. Untuk memberikan pengetahuan tentang benda pusaka, Paguyuban Tosan Aji menggelar jamasan dan sarasehan. Berikut petikan wawancara dengan pakar tosan aji yang juga kolektor benda-benda pusaka.
“Benarkah di Jawa Tengah masih banyak pemilik Tosan Aji ?
Benar, di Jawa Tengah masih banyak yang memiliki benda pusaka. Tetapi mereka kurang memahami cara merawat dan menyimpan pusaka. Buktinya, saat digelar jamasan ada sekitar 500 bilah keris yang didaftarkan untuk di-jamas. Banyak keris sepuh (tua) dengan tangguh masa Mataram serta memiliki dapur atau corak fisik yang indah. Ketika di-jamasi, dapur (fisik keris) sangat indah. Bahkan ada keris temuan karya pada zaman Empu Segaluh yang berusia 900 tahun dan Brojol berusia ratusan tahun. Tosan Aji rata-rata banyak yang berasal dari peninggalan zaman Mataram atau Majapahit, tetapi mungkin pula pemilik mewarisi pusaka dari kakek buyutnya, yang berasal dari Keraton Kasunanan Solo, Majapahit ataupun dari Keraton Yogyakarta.
Soal ide para kolektor membuat museum tosan aji, bagaimana menurut Anda?
Untuk tujuan hamemetri (melestarikan), museum tosan aji atau benda pusaka saya kira perlu. Kini sudah muncul gagasan dan mendapat respons. Sebab, keberaaan museum itu nanti akan memberi pendidikan kepada generasi muda tentang asal-usul keris dan sejarahnya. Jika museum tempat penyimpanan tosan aji sudah dibangun, para pemilik keris yang tidak mau merawat karena takut dianggap syirik, bisa menitipkan di museum. Sebab, ada pemilik yang membuang benda pusaka dengan cara melarung disungai atau mengubur begitu saja, karena khawatir dianggap syirik. ”
Dengan mengetahui serta mempertimbangkan permasalahan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa tosan aji perlu diperkenalkan, dilestarikan dan didokumentasikan sejarahnya serta berkaitan erat dengan kebudayaan jawa atau salah satu unsure penting dari buday ajawa dan bisa meningkatkan wisata budaya di Kota Surakarta untuk mewujudkan aspirasi diatas dibutuhkan museum dan galeri tosan aji di Kota Surakarta sebagai salah satu alternative menjaga cagar budaya yang ada di Indonesia.
Aktualita :
1. perubahan zaman dari masa lampau ke masa sekarang mempengaruhi keberadaan tosan aji.
2. kurangnya dukungan dari masyarakat terhadap tosan aji
3. kurangnya sarana dan prasarana serta fasilitas yang ada di Kota Surakarta yang dapat menunjang keberadaan tosan aji
4. keberadaan tosan aji kurang begitu dikenal di kalangan generasi muda.
Urgensi :
1. perlunya merancang bangunan yang dapat menampung dan mewujudkan aspirasi tersebut terutama dari kalangan penyuka tosan aji
2. perlunya merancang fasilitas pendukung yang memadai
3. perlunya memberi image yang bagus di kalangan masyarakat
Originalitas
Perancangan sebuah museum tosan aji yang mampu menampung segala aspirasi yang bisa mencitrakan tosan aji dan menceritakan sejarah tosan aji dan kaitannya dengan kebudayaan jawa serta melestarikannya
B. TUJUAN DAN SASARAN
Tujuan pembahasan adalah melihat potensi dan permasalahan yang ada untuk kemudian dilakukan suatu kajian dan analisis mengenai tosan aji dan museum serta galeri sehingga dapat digunakan untuk memecahkan masalah dan memanfaatkan serta mengoptimalkan potensi tosan aji.
Sasaran yang hendak dicapai adalah merumuskan suatu landasan dalam penyusunan program perencanaan dan perancangan fisik bangunan museum tosan aji secara efisien dan mampu menampung aspirasi yang ada tanpa meninggalkan kaidah-kaidah arsitektural.
C. MANFAAT
Secara Subyektif
Digunakan sebagai landasan dalam proses perencanaan dan perancangan mengenai museum dan galeri tosan aji untuk memenuhi persyaratan LP3A.
Secara Obyektif
Diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan acuan untuk menciptakan image yang bagus dari keberadaan tosan aji dan melestarikan sejarah Tosan Aji.
D. METODE PENULISAN
Metode penulisan yang digunakan dalam menyusun proposal ini adalah dengan menggunakan metode deskriptif dan dokumentatif.
Langkah-langkah dalam mengumpulkan data adalah sebagai berikut :
a. Observasi Lapangan
Dengan mengadakan survey langsung ke lapangan yang sudah ada untuk kemudian melakukan pengamatan secara langsung sebagai bahan perbndingan dan pertimbangan dalam proses perencanaan dan perancangan selanjutnya.
b. Studi Literatur
Dengan mencari sumber data tambahan dari buku-buku maupun sumber-sumber lain yang relevan yang nantinya dapat dijadikan sebagai landasan teori dalam proses perencanaan dan perancangan.
E. SISTEMATIKA PEMBAHASAN
BAB I PENDAHULUAN
Berisi tentang latar belakang, tujuan dan sasaran, manfaat, metode penulisan, dan sistematika pembahasan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Membahas tentang tinjauan museum, tinjauan tosan aji, pengertian museum tosan aji, tinjauan rekreasi, tinjauan edukasi, dan hubungan antara rekreasi, edukasi dan museum tosan aji serta studi banding
BAB III TINJAUAN KOTA SURAKARTA
Berisi tentang kondisi fisik, kondisi non fisik, sejarah perkembangan kota, kebijakan pemerintah kota, kebijakan perencanaan pembangunan oleh BAPPEDA
BAB IV KESIMPULAN
Berisi tentang kesimpulan, batasan dan anggapan.
BAB V PENDEKATAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR
Berisi tentang dasar pendekatan, pendekatan aspek fungsional, pendekatan aspek estetika, aspek teknis, penentuan lokasi dan tapak.
BAB VI KONSEP DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR
Bab ini berisi tentang tujuan perencanaan, konsep dasar perecanaan dan perancangan, factor perencanaan, program ruang dan lokasi tapak
Tosan Aji Dalam Fotomakrografi
Tosan Aji dalam Fotomakrografi: disaat hiruk-pikuk mengenai segala sesuatu menyangkut digital, ada kalanya kita terkenang akan sederhanaan serta kepolosan segala aktifitas masa lampau. Dibalik kcsederhanaan serta kepolosan tersebut temyata mampu menghasilkan karya-karya original berkualitas tinggi, salah satunya berupa Tosan Aji (Keris dan Tombak) yang memiliki makna konseptual baik dari segi fisik maupun dari sisi filosofisnya.
Fotomakrografi dimaksudkan untuk lebih mempermudah memahami sisi penguasaan teknologi tempa masalampau yang oleh para empu dituangkan kedalam teknik penciptaan tosan aji. Teknik tempa tersebut diciptakan untuk mewujudkan
berbagai motif pamor pada permukaan bilah tosan aji.
Tentunya karya-karya fotografi tersebut sudah melalui tahap penyuntingan objek, baik penyuntingan melalui teknik pencahayaan maupun melalui teknik photoshop. Penyuntingan objek dimaksudkan untuk menambah daya artistik pada karya foto, tentunya dengan tidak mengurangi sisi-sisi artistik pada tosan aji yang menjadi objek penciptaan
Perjuangan dan Pergulatan Pejuang Budaya-Tosan Aji (Pendampingan Paguyuban Tosan Aji Lar Gangsir Yogyakarta)
Budaya Tosan Aji, khususnya keris, telah mendapatkan apresiasi dari UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Pengakuan ini menunjukkan bahwa kita memiliki warisan yang sangat berharga dan wajib untuk diuri-uri. Paguyuban Lar Gangsir adalah salah satu paguyuban di Yogyakarta yang mengkhususkan diri untuk menjaga tradisi dan budaya adi luhung nenek moyang dalam wujud Tosan Aji. Aktivitas yang dilakukan oleh Paguyuban Lar Gangsir meliputi pameran, sarasehan maupun bursa Tosan Aji. Secara rutin, Paguyuban Lar Gangsir ini menggelar berbagai event dalam rangka mengenalkan budaya Tosan Aji kepada semua kalangan termasuk kaum muda sebagai penerus dan penjaga tradisi dan budaya adi luhung ini. Tim Pengabdian Universitas Atma Jaya Yogyakarta hadir untuk memberikan pendampingan dalam pengelolaan atau manajemen pameran dan penyelenggaraan pasar Tosan Aji atau Bursa. Pameran dan Bursa diyakini sebagai media yang efektif untuk mendekatkan budaya Tosan Aji kepada khalayak. Selama pendampingan, diselenggarakan 2 kali pameran, 1 kali sarasehan dan bursa tosan aji bulanan. Selain itu juga dilakukan survey sederhana untuk memotret Paguyuban Lar Gangsir untuk pendampingan berkelanjutan. Tim Pengabdian juga telah menulis materi sarasehan menjadi artikel yang dimuat dalam majalah Besalen yang merupakan media utama untuk informasi Tosan Aji yang dikelola oleh Kundha Kabudayan Pemerintah Daerah DIY.
 
MUSEUM TOSAN AJI DI PURWOREJO
<em><span lang="EN-ID">Tosan Aji Museum in Purworejo is a built space in Purworejo Regency. It serves the purpose of keeping, preserving, and displaying the tosan aji, an umbrella term referrring to any esteemed metal works which comprises of keris (the most renowned metal work), spear, sword, kudi, and menur for education and recreation purposes. The problem to be tackled during the design process is to accomplish the intents of exhibiting the tosan aji to the general public. The expressive designs focuses on the building's physical aspects ( room, form and massing, facade, and interior) to show an intention or aim – presents on the visual level – in achieving the purposes of Tosan Aji Museum ini Purworejo.</span></em></jats:p
Louis Génari : Auteur-Compositeur de chansons niçoises.
Tosan Albert. Louis Génari : Auteur-Compositeur de chansons niçoises.. In: Cahiers de la Méditerranée, n°43, 1, 1991. L'identité niçoise [Actes du colloque de Nice, juin 1991] pp. 219-224
Tosan Aji Sebagai Matakuliah Pilihan dan Kemungkinan Perkembangannya dalam Jaringan Profesi Kriya
Tosan Aji is type of metal handicraft that uses to make
Indonesia custom weapon, example creese, sword, the spear
stiletto knife, dagger, rencong (Acehnese dagger, mandau, kudi,,
kujang, cleaver, chopping knife, and the other custom weapon.
Characteristic Tosan Aji is the making process of pamor which
found on blade of weapon. The meaning of Tosan Aji is valuable
iron and respected or even sacred. The past society very respects
with custom weapon specially creese and assume it will bring
magic power
Keyword: Tosan Aji, pamor, blad
Pengaruh Kualitas Layanan, Harga dan Lokasi Terhadap Kepuasan Konsumen di Toko Besi Tosan Jaya Salatiga
Penelitian ini berjudul Pengaruh Kualitas Layanan, Harga, dan Lokasi Terhadap Kepuasan Konsumen Toko Besi Tosan Jaya Salatiga. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kualitas layanan, harga, dan lokasi terhadap kepuasan konsumen baik secara bersama-sama ataupun sebagian pada Toko Besi Tosan Jaya Salatiga. Toko Besi Tosan Jaya adalah perusahaan penyedia produk-produk besi berdiri sejak tahun 2013. Toko Besi Tosan Jaya beralamat di Jalan Lingkar Salatiga. Adapun Tosan Jaya menyediakan produknya untuk bengkel-bengkel las di Salatiga dan Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik analisa yang digunakan adalah teknik analisa deskriptif dan dengan menggunakan regresi linear berganda. Sedangkan sampel teknik yang digunakan adalah purposive sampling yang menggunakan total sampel sebesar 90 orang. Berdasarkan hasil dari penelitian ini bahwa kualitas layanan (X1) memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kepuasan konsumen (Y) dengan nilai (nilai p) 0.000 0.05.This study entitled The Influence of Service Quality, Price, and Location to Customer Satisfaction at Tosan Jaya Store Salatiga. The purpose of this study was to determine the effect of Service Quality, Price, and Location to Customer Satisfaction either simultaneously or partially on Tosan Jaya Store Salatiga. Tosan Jaya is a company which provides iron products established in 2013. Tosan Jaya is located on Jalan Lingkar Salatiga. This company provides its products for the welding companies around Salatiga and Kabupaten Semarang. This research is using a quantitative approach. The analysis technique used is multiple linear regression. The sampling technique used is purposive sampling and the number of samples are 90 people. Based on the results of this research is that the quality of service (X1) has a significance influence on satisfaction customers (Y) with significance value (p-value) of 0.000 0.0
Tosan aji : Pesona jejak prestasi budaya
Dari segi artistik, esoteri, filosofis dan teknik maka tosan aji yaitu segala bentuk senajata tradisional berbasis logam yang dikembangkan di Nusantara. Ini merupakan wujud capaian budaya yang luar biasa. Harta pusaka ini dicipta bukan hanya dengan andalan teknik tetapi juga laku yaitu praktik kerelaan hidup untuk menyelam ke kedalaman diri dan penyerahan kepada Kuasa yang maha besar. Karena itu, tosan aji selalu unik tak pernah menjadi produk masal seperti cangkul dan sabit. Itulah sebabnya semakin banyak minat terarah kepadanya dan para kolektor memburunya. Bagi pecinta uang dan materi, disitu ada kesempatan investasi. Bagi pecinta seni, disitu ada keindahan mahakarya. Bagi penggila kuasa, konon disitu ada sumber kekuatan dan kejayaan. Bagi pecinta misteri, disitu ada kedahsyatan alam tak kasat mata yang tak habis terselami selain dengan menceburkan diri kedalam keremangan esoteri itu sendiri. Bagi pecinta kehidupan, disitu ada jejak-jejak pergulatan manusia mencari makna, dan keagungan yang dicapai dengan jiwa pengorbanan
ABSTRAK STRATEGI DISTRIBUSI PADA PT.MADUBARUYOGYAKARTA
ABSTRAK STRATEGI DISTRIBUSI PADA PT.MADUBARUYOGYAKARTA Oleh :
Tosan Widodo 11410134013
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi distribusi yang diterapkan pada PT. Madubaru Yogyakarta. Dalam hal ini strategi distribusi gula PT. Madubaru Yogyakarta. Data diperoleh secara langsung dari staf pemasaran dan sales PT. Madubaru Yogyakarta. Cara mengumpulkan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi distribusi yang diterapkan pada PT. Madubaru Yogyakarta adalah sebagai berikut: (1) PT. Madubaru Yogyakarta menggunakan distribusi tidak langsung dengan menggunakan perantara pedagang besar dan pengecer. (2) PT. Madubaru Yogyakarta menggunakan 2 macam saluran distribusi. Untuk Gula Kemasan: Pabrik – Toko/Outlet – Konsumen, dan untuk Gula Bulk (50kg/karung):Pabrik–Distributor–Grosir–Toko/Outlet–Konsumen
- …
