139,635 research outputs found

    Analisis Kesesuaian Karakteristik Indikator 5M (Mengamati, Menanya, Menggali informasi, Menalar dan Menyajikan) Pada Buku Matematika Kelas VII K13

    No full text
    Analisis terhadap buku mmatematika kelas VII K13 dilakukan berdasarkan langkah saintifik yang tertera pada Permendikbud nomor 103 tahun 2014 dan langkah ilmiah John Dewey. Dalam Permendikbud telah diberikan deskripsi kegiatan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran yang berbasis saintifik, akan tetapi masih bersifat global untuk diaplikasikan dalam pembelajaran maematika. Langkah ilmiah John Dewey terdapat enam langkah ilmiah. Dari hasil analisis didapatkan deskripsi dan karakteristik kegiatan yang dianggap spesifik dalam pelaksanaan pembelajaran matematika. Deskripsi kegiatan tersebut dapat terinci sebagai barikut: indikator mengamati terdapat empat kegiatan, indikator menanya terdapat tiga kegiatan, indikator menggali informasi terdapat enam kegiatan, indikator menalar terdapat tiga kegiatan dan indikator menyajikan terdapat dua kegiatan. Dan kesesuaian pada buku adalah mengamati 100%, menanya 66,66%, menggali informasi 60,21%, menalar 100% dan menyajikan 47,22%

    Panglukatan air klebutan di Pura Griya Perak Tirta Empul Desa Pemogan Kecamatan Denpasar Selatan: Panglukatan water klebutan at Griya Perak Tirta Empul Temple, Pemogan Village, South Denpasar District

    No full text
    Malukat  merupakan  suatu  usaha  untuk  membersihkan  dan  menyucikan  diri  (rohani maupun jasmani). Penelitian tentang panglukatan air klebutan sebagai sarana pengobatan ini dilakukan  di  Pura  Griya  Perak  Tirta  Empul  yang  lokasinya  di  Desa  Pemogan,  Kecamatan Denpasar  selatan,  Kota  Denpasar.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengenai  manfaat  dari  air klebutan khususnya pada bidang kesehatan. Penelitian ini memiliki rumusan masalah bahwa apa fungsi air klebutan di Pura Griya Perak Tirta Empul, mengapa pangluktan air klebutan di Pura Griya Perak Tirta Empul dapat digunakan untuk mengobati penyakit dan bagaimana tata cara panglukatan air klebutan di Pura Griya Perak Tirta Empul. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan menggunakan teori Fenomenologi dan fungsionalisme struktural.   Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa fungsi air klebutan di Pura Griya Perak Tirta Empul adalah untuk membersihkan badan secara lahir dan batin. Selain itu dapat menyembuhkan  penyakit  medis  dan  non  medis  dengan  berdasarkan  adanya keyakinan/kepercayaan dari masyarakat. Pangluktan air klebutan di Pura Griya Perak Tirta Empul dapat digunakan untuk mengobati penyakit karena air klebutan tersebut mengandung Sulfur (S) untuk menyembuhkan penyakit sekala khususnya penyakit kulit. Selain itu juga dapat menyembuhkan penyakit niskala karena diyakini ada pengobatan daiva vyapasraya. Tata cara panglukatan air klebutan di Pura Griya Perak Tirta Empul terdapat pada rangkaian ritual malukat, yakni diawali dengan matur piuning, malukat di air klebutan, bungkak (kelapa), dan diakhiri dengan persembahyanga

    Pengembangan Web Interface Untukanalisis Item Response Theory Dengan Pendekatan Model Campuran Dan Penerapannya Pada Bank Soal Mgmp

    No full text
    Dunia pendidikan dewasa ini mengalami kemajuan yang sangatlah pesat. Guru harus memiliki kompetensi yang memadai dalam setiap proses kegiatan belajar mengajar. Guru dituntut untuk mampu melaksanakan proses belajar mengajar yang sesuai dan bervariasi dari setiap materi ajar. Dengan memiliki kopetensi yang cukup maka seorang guru mampu mengajar dan mengevaluasi dengan baik. Hal tersebut tidaklah mudah, untuk itu guru–guru mempunyai wadah yang disebut MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) guna membantu mengembangkan kopentensi guru yang ada. Fungsi MGMP disini salah satunya adalah untuk menampung aspirasi guru dan kesulitan guru dalam mempersiapkan. Karena pentingnya pengembangan uji validasi yang selama ini masih menggunakan uji tes tradisional. Agar mendapatkan hasil bank soal yang valid, maka perlunya mengadopsi instrumen pengujian bank soal yang baru, dan menyajikannya dengan lebih mudah. Penyusunan tes dapat dilakukan dimulai dari perancangan, perakitan atau pembuatan dan analisis butir tes dengan menggunakan berbagai pendekatan, baik menggunakan teori tes klasik atau disebut juga Classical Test Theory (CTT),teori tes modern disebut juga Item Response Theory (IRT),sedang teori tes Multidimensional Item Response Theory (MIRT). Pengembangan tes dengan pendekatan teori respon butir berkembang sangat pesat dan memiliki keunggulan. Kemajuan teknologi informasi sudah banyak dimanfaatkan dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan perlunya perancangan yang sangat baik dalam penyusunan perangkat maupun dalam pemanfaatnya pada bank soal MGMP. Oleh sebab itu dibutuhkan alat bantu untuk mempermudah guru mengevaluasi dalam setiap pembelajaran.Terbatasnya ketersediaan piranti lunak untuk menganalisis soal memanfaatkan teori respon butir IRT. Memiliki keungulan.“Dalam melakukan simulasi R melalui R-shiny, bagian ini merupakan otak dari program yang bertugas melakukan simulasi, berbagai analisis data sesuai pilihan pengguna dan selanjutnya mengirim hasilnya kebagian output, bagian ini didukung oleh berbagai prosedur dan analisis data yang pada umumnya telah tersedia pada berbagai paket R bekerja di server (belakang layar) sedang penggunaan disuguhui menu yang ramah dan interaktif berbasis web, sehingga pengguna tidak disyaratkan menguasai program R. Oleh karena itu R-shiny sangat baik digunakan sebagai pelengkap pembelajaran statistika dimana pengguna bisa lebih fokus pada konsep statistika tanpa terkendala kemampuan penguasaan software statistika”(Tirta,2014). Akan tetapi, cara penggunaannya relatif sulit karena berbasis pemograman atau skrip. Diperlukan program tambahan yang dapat membuat analisis respon butir mudah dilakukan dengan R, salah satu yang bisa dilakukan adalah membuat interface berbasis R-shiny. Cara ini sudah dilakukan oleh beberapa peneliti untuk kebutuhan yang lain dengan memanfaatkan R-shiny. (Tirta, 2015. Tirta et al 2017, Tirta & Dian 2018). Program R ini adalah dasar dari program software pengolah data web interface yang disajikan dalam penelitian ini untuk menganalisis butir soal MGMP. Differential Item Functioning atau (DIF) dapat dianggap tidak bias, jika item tersebut memang mengukur bagian dari kemampuan yang sesuai dengan tujuan pengukuran, hanya saja salah satu kelompok, meskipun memiliki abilitas yang sama, cenderung memiliki kelemahan dalam bagian tersebut. Dampak merupakan pengaruh dari perbedaan kelompok dalam atribut yang diukur pada hasil tes. Ketika perbedaan antar kelompok terjadi mungkin karena adanya perbedaan kuantitas atribut yang diukur dari kedua kelompok, maka tes atau item tersebut dianggap tidak mengalami DIF. Perbedaan skor dua subjek yang berasal dari dua kelompok yang berbeda dapat terjadi karena memang keduanya memiliki kuantitas atribut yang berbeda atau karena item mengalami DIF. Item yang baik seharusnya berlaku adalah bagi setiap peserta tes, tidak boleh menguntungkan suatu kelompok tertentu seperti menguntungkan kelompok perempuan, sehingga merugikan kaum laki – laki. Faktor – faktor yang mempengaruhi DIF dibedakan atas faktor internal dan faktor eksternal. Penelitian dilaksanakan di 3 Sekolah dengan menyebarkan 50 soal yang diambil secara acak sedangkan pengembangan web dilakukan di Laboratorium Statistika Universitas Jember Fakultas FMIPA dengan mengikuti proses tahap penelitian dan uji analisis validasi bank soal MGMP. Soal yang dianalisi adalah bagian dari bank soal yang disusun oleh Tim MGMP termasuk penulis sendiri, meliputi lingkup, jenis soal dan banyaknya soal. Sampel soal dalam penelitian ini mengambil sample soal dari 150 soal pilihan ganda, yang dimiliki bank soal MGMP Matematika di Kabupaten Banyuwangi. Soal yang digunakan dalam uji penelitian ini berjumlah 50 soal pilihan ganda. Sebelum melakukan uji tes peneliti memberikan kisi – kisi soal terlebih dahulu. Jumlah soal yang disediakan pada tiap lembaga sekolah adalah 50 pilihan ganda dengan waktu 120 menit, dalam setiap soal terdiri dari 10 soal berbobot mudah, 30 soal berbobot sedang dan 10 soal berbobot sulit, setiap soal memiliki jawaban pengecoh sebanyak 5 item. Subjek dalampenelitian ini berasal dari Siswa Menengah Atas di Kabupaten Banyuwangidan dilaksanakan di 3 sekolah yaitu SMA PGRI Tegaldlimo, SMA NEGRI 1 Purwoharjo, dan SMA NU Genteng. Adapun data yang diperoleh dalam peneliti ini mewakili beberapa cluster atau golongan kelompok dalam populasi penelitian ini berupa: a) Golongan menurut status lembaga negeri dan suwasta kelompok sekolah b) Golongan menurut tingkat sejajar XII IPA dan, c) Golongan menurut lokasi atau wilayah yang berada di Kabupaten Banyuwangi Penyusunan Web Interface Web interface dikembangkan dengan menggunakan R-shiny dalam format pirati lunak (bukan modul) yang didukung oleh dua file utama yaitu ui.r (untuk memprogramkan menu interaktif dengan pengguna) dan server.r untuk mengirim semua perintah yang diperlukan ke R (dalam bentuk server). Kemampuan / fitur menu yang dicakup meliputi : a) Pengolahan skor kasar ke skor biner b) Analisis IRT (satu-3 PL) c) Analisis Multi Dimensional d) Aplikasi HGLM dalam IRT Maka dapat disimpulkan bahwa dari hasil penelitian ini terdapat duahal yang bermanfaat yaitu: 1. Web Interface memudahkan dengan tampilan fiture – fitur menu yang mamprediksi tiap item soal yang memiliki kekurangan atau perlunya evaluasi pada tiap soal yang dinyatakan kurang baik. Serta cara kerja yang mempermudah guru memasukkan banyak data ini menunjukan web interface lebih efisien dibandingkan dengan yang berbasis MS. Excel. 2. Dari hasil analisis uji coba bank soal MGMP di Banyuwangi, terdapat 19 soal yang dinyatakan kurang baik atau adanya revisi pada soal nomor nomor 2, 5, 8, 9, 10, 13, 17, 19, 21, 23, 24, 24, 29, 34, 37, 38, 40, 42 dan 48. Perlunnya evaluasi pada tiap soal yang mengalami tingkat kesulitan yang tinggi dan tingkat kesulitan yang rendah. Dengan efek tetap Nilai bahasa Indonesia dan Efek Gender, Sekolah (sekolah dianggap acak mewakili sekolah di Banyuwangi) Hasil kontribusi Gender dan Bhs Indonesia tidak cukup singnifikan untuk menjawab pertanyaan dengan benar. Ini juga berarti tidak bias (DIF). Jenis kelamin meskipun tidak signifikan, jika semuanya dipertahankan dalam model maka diperoleh hasil yang baik. Karena dalam keseluruhan soal tidak mengandung DIF pada tiap butir soal yang di buat oleh MGMP

    ANALISIS INOVASI PELAYANAN PDAM TIRTA DHARMA PURABAYA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT KABUPATEN MADIUN

    No full text
    PDAM Tirta Dharma Purabaya is a regional company responsible for providing clean water to the people of Madiun Regency. In an era of technological advancement, PDAM Tirta Dharma Purabaya is required to provide quality services. To date, PDAM Tirta Dharma Purabaya has not shown any improvement in the quality of service provided to the community. The proposed problem formulation: (1) How are innovations made by the Tirta Dharma Purabaya Regional Water Company (PDAM) in improving the quality of service to the people of Madiun Regency? (2) What are the obstacles faced by the Tirta Dharma Purabaya Regional Water Company (PDAM) of Madiun Regency in making these innovations. The purpose of this study is to analyze and describe the innovations provided by PDAM Tirta Dharma Purabaya in improving services to the people of Madiun Regency. n order to find out clear problems, the author uses the type of Description Research with a Qualitative Approach. Then for data processing, the author conducts several stages of analysis, namely Data Reduction, Data Presentation, and Conclusion Drawing. From the results of the analysis obtained by the author, that PDAM Tirta Dharma Purabaya has also innovated by digitizing payment and complaint services, MBR innovation, innovation in stunting families, and also innovation in bottled drinking water products "Yoiki" owned by the Madiun Regency area. But of all the innovations made, there are still several obstacles so that it has not run optimally, so with this there must be an increase again. Keywords: Service Innovation, Service Quality, PDAM Tirta Dharma Purabay

    Pengembangan WebInterface untuk Analisis Item Response Theory dengan Pendekatan Model Campuran dan Penerapannya pada Bank Soal MGMP

    No full text
    Dunia pendidikan dewasa ini mengalami kemajuan yang sangatlah pesat. Guru harus memiliki kompetensi yang memadai dalam setiap proses kegiatan belajar mengajar. Guru dituntut untuk mampu melaksanakan proses belajar mengajar yang sesuai dan bervariasi dari setiap materi ajar. Dengan memiliki kopetensi yang cukup maka seorang guru mampu mengajar dan mengevaluasi dengan baik. Hal tersebut tidaklah mudah, untuk itu guru–guru mempunyai wadah yang disebut MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) guna membantu mengembangkan kopentensi guru yang ada. Fungsi MGMP disini salah satunya adalah untuk menampung aspirasi guru dan kesulitan guru dalam mempersiapkan. Karena pentingnya pengembangan uji validasi yang selama ini masih menggunakan uji tes tradisional. Agar mendapatkan hasil bank soal yang valid, maka perlunya mengadopsi instrumen pengujian bank soal yang baru, dan menyajikannya dengan lebih mudah. Penyusunan tes dapat dilakukan dimulai dari perancangan, perakitan atau pembuatan dan analisis butir tes dengan menggunakan berbagai pendekatan, baik menggunakan teori tes klasik atau disebut juga Classical Test Theory (CTT),teori tes modern disebut juga Item Response Theory (IRT), sedang teori tes Multidimensional Item Response Theory (MIRT). Pengembangan tes dengan pendekatan teori respon butir berkembang sangat pesat dan memiliki keunggulan. Kemajuan teknologi informasi sudah banyak dimanfaatkan dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan perlunya perancangan yang sangat baik dalam penyusunan perangkat maupun dalam pemanfaatnya pada bank soal MGMP. Oleh sebab itu dibutuhkan alat bantu untuk mempermudah guru viii mengevaluasi dalam setiap pembelajaran. Terbatasnya ketersediaan piranti lunak untuk menganalisis soal memanfaatkan teori respon butir IRT. Memiliki keungulan.“Dalam melakukan simulasi R melalui R-shiny, bagian ini merupakan otak dari program yang bertugas melakukan simulasi, berbagai analisis data sesuai pilihan pengguna dan selanjutnya mengirim hasilnya kebagian output, bagian ini didukung oleh berbagai prosedur dan analisis data yang pada umumnya telah tersedia pada berbagai paket R bekerja di server (belakang layar) sedang penggunaan disuguhui menu yang ramah dan interaktif berbasis web, sehingga pengguna tidak disyaratkan menguasai program R. Oleh karena itu R-shiny sangat baik digunakan sebagai pelengkap pembelajaran statistika dimana pengguna bisa lebih fokus pada konsep statistika tanpa terkendala kemampuan penguasaan software statistika” (Tirta,2014). Akan tetapi, cara penggunaannya relatif sulit karena berbasis pemograman atau skrip. Diperlukan program tambahan yang dapat membuat analisis respon butir mudah dilakukan dengan R, salah satu yang bisa dilakukan adalah membuat interface berbasis R-shiny. Cara ini sudah dilakukan oleh beberapa peneliti untuk kebutuhan yang lain dengan memanfaatkan R-shiny. (Tirta, 2015. Tirta et al 2017, Tirta & Dian 2018). Program R ini adalah dasar dari program software pengolah data web interface yang disajikan dalam penelitian ini untuk menganalisis butir soal MGMP. Differential Item Functioning atau (DIF) dapat dianggap tidak bias, jika item tersebut memang mengukur bagian dari kemampuan yang sesuai dengan tujuan pengukuran, hanya saja salah satu kelompok, meskipun memiliki abilitas yang sama, cenderung memiliki kelemahan dalam bagian tersebut. Dampak merupakan pengaruh dari perbedaan kelompok dalam atribut yang diukur pada hasil tes. Ketika perbedaan antar kelompok terjadi mungkin karena adanya perbedaan kuantitas atribut yang diukur dari kedua kelompok, maka tes atau item tersebut dianggap tidak mengalami DIF. Perbedaan skor dua subjek yang berasal dari dua kelompok yang berbeda dapat terjadi karena memang keduanya memiliki kuantitas atribut yang berbeda atau karena item mengalami DIF. Item yang baik seharusnya berlaku adalah bagi setiap peserta tes, tidak boleh menguntungkan suatu kelompok tertentu seperti menguntungkan kelompok perempuan, sehingga merugikan kaum laki–laki. Faktor–faktor yang mempengaruhi DIF dibedakan atas faktor internal dan faktor eksternal. Penelitian dilaksanakan di 3 Sekolah dengan menyebarkan 50 soal yang diambil secara acak sedangkan pengembangan web dilakukan di Laboratorium Statistika Universitas Jember Fakultas FMIPA dengan mengikuti proses tahap penelitian dan uji analisis validasi bank soal MGMP. Soal yang dianalisi adalah bagian dari bank soal yang disusun oleh Tim MGMP termasuk penulis sendiri, meliputi lingkup, jenis soal dan banyaknya soal. Sampel soal dalam penelitian ini mengambil sample soal dari 150 soal pilihan ganda, yang dimiliki bank soal MGMP Matematika di Kabupaten Banyuwangi. Soal yang digunakan dalam uji penelitian ini berjumlah 50 soal pilihan ganda. Sebelum melakukan uji tes peneliti memberikan kisi–kisi soal terlebih dahulu. Jumlah soal yang disediakan pada tiap lembaga sekolah adalah 50 pilihan ganda dengan waktu 120 menit, dalam setiap soal terdiri dari 10 soal berbobot mudah, 30 soal berbobot sedang dan 10 soal berbobot sulit, setiap soal memiliki jawaban pengecoh sebanyak 5 item. Subjek dalampenelitian ini berasal dari Siswa Menengah Atas di Kabupaten Banyuwangidan dilaksanakan di 3 sekolah yaitu SMA PGRI Tegaldlimo, SMA NEGRI 1 Purwoharjo, dan SMA NU Genteng. Adapun data yang diperoleh dalam peneliti ini mewakili beberapa cluster atau golongan kelompok dalam populasi penelitian ini berupa: a) Golongan menurut status lembaga negeri dan suwasta kelompok sekolah b) Golongan menurut tingkat sejajar XII IPA dan, c) Golongan menurut lokasi atau wilayah yang berada di Kabupaten Banyuwangi Penyusunan Web Interface Web interface dikembangkan dengan menggunakan R-shiny dalam format pirati lunak (bukan modul) yang didukung oleh dua file utama yaitu ui.r (untuk memprogramkan menu interaktif dengan pengguna) dan server.r untuk mengirim semua perintah yang diperlukan ke R (dalam bentuk server). Kemampuan / fitur menu yang dicakup meliputi : a) Pengolahan skor kasar ke skor biner b) Analisis IRT (satu-3 PL) c) Analisis Multi Dimensional d) Aplikasi HGLM dalam IRT Maka dapat disimpulkan bahwa dari hasil penelitian ini terdapat duahal yang bermanfaat yaitu: 1. Web Interface memudahkan dengan tampilan fiture–fitur menu yang mamprediksi tiap item soal yang memiliki kekurangan atau perlunya evaluasi pada tiap soal yang dinyatakan kurang baik. Serta cara kerja yang mempermudah guru memasukkan banyak data ini menunjukan web interface lebih efisien dibandingkan dengan yang berbasis MS. Excel. 2. Dari hasil analisis uji coba bank soal MGMP di Banyuwangi, terdapat 19 soal yang dinyatakan kurang baik atau adanya revisi pada soal nomor nomor 2, 5, 8, 9, 10, 13, 17, 19, 21, 23, 24, 24, 29, 34, 37, 38, 40, 42 dan 48. Perlunnya evaluasi pada tiap soal yang mengalami tingkat kesulitan yang tinggi dan tingkat kesulitan yang rendah. Dengan efek tetap Nilai bahasa Indonesia dan Efek Gender, Sekolah (sekolah dianggap acak mewakili sekolah di Banyuwangi) Hasil kontribusi Gender dan Bhs Indonesia tidak cukup singnifikan untuk menjawab pertanyaan dengan benar. Ini juga berarti tidak bias (DIF). Jenis kelamin meskipun tidak signifikan, jika semuanya dipertahankan dalam model maka diperoleh hasil yang baik. Karena dalam keseluruhan soal tidak mengandung DIF pada tiap butir soal yang di buat oleh MGMP

    PERANCANGAN LOGO, MEREK, LABEL, DAN KEMASAN AIR MINUM PERUMDA AIR MINUM TIRTA SANJIWANI

    No full text
    PRAKATA Om Swastyastu, Puji syukur penulis panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, karena atas berkat rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan buku “Perancangan Logo, Merek, Label, dan Kemasan Air Minum Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani”. Desain logo, merek, label, dan kemasan sangat penting dalam komunikasi visual untuk memasarkan sebuah produk barang seperti yang dilakukan Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Sanjiwani (Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani) Kabupaten Gianyar, Bali. Kegiatan pemasaran sebuah produk sangat membutuhkan logo maupun merek, disertai dengan label pada kemasan produk Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani, yaitu air mineral. Disamping itu, untuk menjalankan visi dan misinya dibutuhkan identitas agar dapat dikenal oleh masyarakat. Salah satu yang penting menjadi identitas suatu lembaga adalah logo, nama, dan tulisan. Logo mempunyai peranan penting bagi sebuah lembaga yang bergerak dalam bisnis. Logo bisa berbentuk gambar atau huruf dengan arti tertentu dan mewakili suatu arti dari perusahaan, produk, dan hal lain yang dianggap membutuhkan sesuatu yang singkat dan mudah untuk diingat sebagai pengganti merek atau nama sebenarnya. Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani sedang merancang logo, merek, label, dan kemasan yang dapat menjadi identitas unik, serta mewakili karakter, visi, dan misi. Adapun visi dan misi Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani yang mengacu pada visi dan misi Kabupaten Gianyar adalah sebagai berikut. Visi: “Terwujudnya masyarakat Gianyar yang bahagia, sejahtera, aman, dan damai, mandiri, berintegritas, berlandaskan Tri Hita Karana, melalui Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana”. Misi: 1) Membangun pertanian yang produktif, efesien, dan mandiri. 2) Membangun pariwisata yang inklusif dan berbasis budaya. 3) Meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, berwawasan lingkungan. 4) Mengembangkan SDM yang berintegritas dan berdaya saing tinggi. 5) Mewujudkan penguatan desa adat yang bertumpu pada nilai-nilai adat, budaya, dan agama Hindu. 6) Meningkatkan kuantitas dan kualitas layanan publik. Visi dan misi tersebut digunakan sebagai acuan untuk merancang desain logo, merek, label, dan kemasanan, sehingga rancangan ini dapat digunakan sebagai wadah dalam melakukan komunikasi pemasaran. Logo, merek, label, dan kemasan dapat dijadikan acuan untuk menampilkan image, sehingga menjadi pembeda dari produk lain yang ada di Bali maupun di Indonesia. Dalam hal ini, media-media tersebut berperan penting sebagai alat komunikasi visual dalam memasarkan sebuah produk maupun menjadi indentitas Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani. Menciptakan logo, merek, label, dan kemasan bertujuan untuk tampil berbeda dari produk-produk lain yang sejenis dengan memanfaatkan keunikan perusahaan, sehingga Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani semakin dikenal oleh masyarakat melalui produk air minum dalam kemasan yang diproduksinya. Buku ini menjelaskan perancangan logo, merek, label, dan kemasan Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani yang didasari oleh kajian ilmiah, baik melalui studi kepustakaan dan wawancara mendalam dengan beberapa narasumber. Rancangan tersebut menghasilkan logo, merek, label, dan kemasan yang dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan pemasaran produk air minum dalam kemasan. Kami ucapkan terima kasih kepada Bupati Gianyar, Rektor Institut Seni Indonesia Denpasar, serta pimpinan Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani yang telah memberikan kami kesempatan untuk mendesain logo, merek, label, dan kemasan, serta semua pihak yang telah membantu penyelesaian punyusunan buku ini. Kami menerima kritik dan saran yang bersifat membangun demi kemajuan penciptaan karya desain agar bisa lebih baik lagi. Om Shanti, Shanti, Shanti, Om. Gianyar, 2020 Tim Penyusu

    EVALUATION AND ANALYSIS OF DEBIT AND PRESSURE ON NETWORK DISTRIBUTION PDAM TIRTA KAHAYAN KOTA PALANGKA RAYA

    No full text
    PDAM Tirta Kahayan of Palangkaraya city has a technical problem regarding with inadequate service standard (coverage level). As a result from the direct observations at the service area of PDAM Tirta Kahayan of Palangka Raya city, there were numerous public complaints related to PDAM services, especially the issue on fees, debit and distributed water pressure. Lossing water in PDAM Palangka Raya City ranges from 23% -35%. The aims of this study is to identify the condition of the pipeline distribution network of PDAM Tirta Kahayan in Palangka Raya City, to evaluate the debit distribution patterns and pressure on pipeline network of PDAM Tirta Kahayan Palangka Raya City by simulating the Epanet 2.0 program and to compare the simulation results with the exiting conditions, moreover to analyze the improvement alternatives debit and pressure on distribution piping networks. Based on the results of the simulation of Epanet 2.0 program there are still some locations that have debits and flow rates below 0.3 LPS. This is due to differences in elevation, the distance which is getting much more apart from the service source and mismatching of the pipe dimension. The improvement alternatives that have been made are by installing booster pumps in several locations that aim to increase the flow and flow velocity, continuous reservoir filling and regulation of distribution pump operation; therefore the water pressure is always maintained

    Penguruh Kepemimpinan, Pemberian Kompensasi Dan Lingkungan Kerja Terhadap Disiplin Kerja Pada Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang

    No full text
    Disiplin kerja merupakan kunci keberhasilan suatu perusahaan dalam menggapai tujuan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung kepemimpinan, pemberian kompensasi dan lingkungan kerja terhadap disiplin kerja. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Untuk memperoleh data dalam penelitian ini, peneliti menggunakan data primer melalui kuisioner dengan jumlah responden 91 pegawai yang bekerja di Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling. Analisis yang digunakan diantaranya uji validitas,uji realibilitas, analisis regresi linier berganda, uji asumsi klasik, uji determinasi dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara simultan kepemimpinan, pemberian kompensasi dan lingkungan kerja berpengaruh terhadap disiplin kerja Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang

    Pengaruh Metode Assesment Center Terhadap Pengembangan Karir PT Tirta Investama Bali

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode assesment center terhadap pengembangan karir PT. Tirta Investama Bali. Jumlah sampel ditentukan dengan metode sensus sebanyak 100 orang. Data dianalisis dengan menggunakan uji asumsi klasik, analisis regresi  linier  sederhana,  analisis  determinasi,  dan  uji  signifikansi parsial (t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode assesment center berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengembangan karir PT. Tirta Investama Bali

    ANALISIS KINERJA PDAM TIRTA KHATULISTIWA

    No full text
    ABSTRACT The focus of this research is the measurement of the performance of the Regional Water Company (PDAM) Tirta Equatorial Year 2007-2011 on three aspects of performance (financial aspects, operational aspects and administrative aspects as stipulated in Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 1999. Using the 10 performance indicators on each of these aspects, it is known that the performance of PDAM Tirta Kahtulistiwa year 2007-2011 in the category of good and good enough in 2011. To complete the study, plus two indicators of aspects of Human Resources in accordance with the indicators established by the Board of Water Supply System Development Support (BPPSPAM) Ministry of Public Works. Although it has been well categorized, there are still some things that need attention in order to improve performance. From the financial aspect, despite being profitable, but still burdened with the amount of long-term debt which is quite large. Of the operational aspects of PDAM Tirta Khatulistiwa still not able to drain the water for 24 hours to the customers, the water loss rate is still above 20% and the customer's water meter replacement has not been fully carried out. Of the administrative aspects, internal report has not been made on time. While aspects of Human Resources, it is known that the PDAM Tirta Khatulistiwa is still not enough budget provide training to its employees. Keywords: Performance, Regional Water Company, the financial aspects, operational aspects, administrative aspects and facets of Human Resources
    corecore