1,725,068 research outputs found

    Das KIT-Zentrum Information · Systeme · Technologien (KCIST) stellt sich vor (Prof. Tamim Asfour)

    No full text
    Das KIT-Zentrums Information · Systeme · Technologien (KCIST) erforscht und entwickelt Technologien und Systeme für die Digitalisierung und anwendungsgetriebene KI. Das KIT-Zentrum bündelt hierfür Fachkompetenzen aus Informatik, Elektro- und Informationstechnik, Maschinenbau sowie Wirtschafts- und Sozialwissenschaften am KIT. Prof. Dr.-Ing Tamim Asfour ist wissenschaftlicher Sprecher des KIT-Zentrums KCIST und Professor für Hochperformante Humanoide Technologien (H2T) am Institut für Anthropomatik und Robotik (IAR). Im Vortrag stellt er KCIST und die Arbeit der Wissenschaftlerinnen und Wissenschaftler vor. Der Vortrag fand am 30. Januar 2023 im Karlsruher Rathaus in der Reihe "KIT im Rathaus" statt

    Kemapanan Dialek Tamim

    Get PDF
    AbstrakPenelitian sederhana ini berkesimpulan akan kemapanan dialek Tamim.  Kemamapan dialek Tamim bersdasarkan pertumbuhan dialek-dialek yang ada yakni, secara sosiologis dan geografis. Secara sosiologis, dialek Tamim tidak dapat tidak bercampur dengan dialek-dialek tetangganya yang menyebabkan saling pengaruh dan mempengaruhi diantara mereka. Secara geografis, dialek Tamim memiliki tempat dimana ia tinggal dan berkembang, apalagi qabilah Tamim juga sering melakukan hijrah dalam mempertahankan hidupnya sehingga memperluas wilayah yang disinggahinya.Kata Kunci: Dialek, Dialek Tamim, Quraisy, ArabAbstractThis simple research concludes the establishment of the Tamim dialect. Tamim's dialect fortune is based on the growth of existing dialects, sociologically and geographically. Sociologically, the Tamim dialect cannot be mixed with neighboring dialects which cause mutual influence and influence between them. Geographically, the Tamim dialect has a place where it lives and develops, moreover Tamim also often migrates in defense of his life so as to expand the area he visited.Keywords: Dialect, Tamim Dialect, Quraysh, Arabi

    Roboter ARMAR auf der CeBIT 2012

    No full text
    Prof. Tamim Asfour im Interview über die Chancen humanoider Roboter im Haushalt und den neuen ARMAR IV

    Dua Kebenaran Dalam Naskah Sunda Carios Tamim

    Get PDF
    Artikel ini bertujuan menghadirkan teks naskah Sunda Carios Tamim yangberbentuk wawacan melalui suntingan teks dan analisis struktur. Selainsuntingan teks dan analisis struktur, untuk mengetahui keterpaduanperistiwa dalam mengeksplorasi tokoh digunakan teori aktan dan modelfungsional yang dikembangkan oleh Greimas. Dari hasil pembahasandiperoleh simpulan bahwa struktur formal Carios Tamim menggunakan 14jenis pupuh dengan 390 bait, 2644 larik dengan tiga unsur pembangun ceritayaitu manggala, isi cerita, dan penutup. Hasil analisis struktur teks naratifCarios Tamim ditemukan jalinan erat alur, tokoh, penokohan, dan latar sehingga terungkap tema cerita yaitu tegaknya kebenaran di antara duakebenaran. Kebenaran dalam teks Carios Tamim berhubungan denganmasalah munâkahah (pernikahan). Berdasarkan uraian aktan dan modelfungsional yang diajukan oleh Greimas, tokoh Tamim Ibnu Habib Al-Dâridan istrinya sebagai subjek berhasil memperoleh objek berkat peristiwa yangdialami keduanya saling berkaitan dalam hubungan sebab akibat

    DUA KEBENARAN DALAM NASKAH SUNDA CARIOS TAMIM

    Get PDF
    Artikel ini bertujuan menghadirkan teks naskah Sunda Carios Tamim yangberbentuk wawacan melalui suntingan teks dan analisis struktur. Selainsuntingan teks dan analisis struktur, untuk mengetahui keterpaduanperistiwa dalam mengeksplorasi tokoh digunakan teori aktan dan modelfungsional yang dikembangkan oleh Greimas. Dari hasil pembahasandiperoleh simpulan bahwa struktur formal Carios Tamim menggunakan 14jenis pupuh dengan 390 bait, 2644 larik dengan tiga unsur pembangun ceritayaitu manggala, isi cerita, dan penutup. Hasil analisis struktur teks naratifCarios Tamim ditemukan jalinan erat alur, tokoh, penokohan, dan latar sehingga terungkap tema cerita yaitu tegaknya kebenaran di antara duakebenaran. Kebenaran dalam teks Carios Tamim berhubungan denganmasalah munâkahah (pernikahan).  Berdasarkan uraian aktan dan modelfungsional  yang diajukan oleh Greimas, tokoh Tamim Ibnu Habib Al-Dâridan istrinya sebagai subjek berhasil memperoleh objek berkat peristiwa yangdialami keduanya saling berkaitan dalam hubungan sebab akibat

    DUA KEBENARAN DALAM NASKAH SUNDA CARIOS TAMIM

    Get PDF
    Artikel ini bertujuan menghadirkan teks naskah Sunda Carios Tamim yangberbentuk wawacan melalui suntingan teks dan analisis struktur. Selainsuntingan teks dan analisis struktur, untuk mengetahui keterpaduanperistiwa dalam mengeksplorasi tokoh digunakan teori aktan dan modelfungsional yang dikembangkan oleh Greimas. Dari hasil pembahasandiperoleh simpulan bahwa struktur formal Carios Tamim menggunakan 14jenis pupuh dengan 390 bait, 2644 larik dengan tiga unsur pembangun ceritayaitu manggala, isi cerita, dan penutup. Hasil analisis struktur teks naratifCarios Tamim ditemukan jalinan erat alur, tokoh, penokohan, dan latar sehingga terungkap tema cerita yaitu tegaknya kebenaran di antara duakebenaran. Kebenaran dalam teks Carios Tamim berhubungan denganmasalah munâkahah (pernikahan).  Berdasarkan uraian aktan dan modelfungsional  yang diajukan oleh Greimas, tokoh Tamim Ibnu Habib Al-Dâridan istrinya sebagai subjek berhasil memperoleh objek berkat peristiwa yangdialami keduanya saling berkaitan dalam hubungan sebab akibat

    Die Zukunft der Robotikforschung am KIT

    No full text
    Auf der Abschlussveranstaltung zum Sonderforschungsbereich 588 - Humanoide Roboter am 18.06.2012, gab Professor Tamim Asfour im Interview einen Ausblick zu AMAR IV und den humanoiden Robotern der Zukunft

    TWO TRUTHS IN SUNDANESE SCRIPT CARIOS TAMIM

    Get PDF
    This article aims to describe the Sundanese manuscript of wawacan Carios Tamim by way of editing its text and analyzing its structure.Besides, this article also explores how, by applying the actant theory and functional model promoted by Greimas, the events are sequentially related through the characters. From the analysis, it can be seen that the formal structure of Carios Tamim contains 14 pupuh in 390 couplets and 2644 lines in three elements of story making, i.e. the manggala (preliminary), the content of the story, and the ending. Meanwhile, the analysis of its narrative structure shows that Carios Tamim has the plot, the characters, the characterization, and the setting so closely related that they build up the theme of the story, i.e. raising a truth out of two truths. The truth as revealed in Carios Tamim is strongly concerned with the munakahat (marriage). On the ground of Greimas’ actant theory and functional model, the character Tamim Ibnu Habib Ad-Dāri and his wife as subjects are successfully managed to get on the object owing to the events they are experiencing are closely related one another in a causal relationship

    Effect of Narghile and cigarette smoking on newborn birthweight

    No full text
    [No abstract available]ALFAYEZ SF, 1988, TROP GEOGR MED, V40, P115; Chaouachi K, 2008, BJOG-INT J OBSTET GY, V115, P800, DOI 10.1111-j.1471-0528.2008.01684.x; Kiter G, 2000, RESP MED, V94, P891, DOI 10.1053-rmed.2000.0859; Tamim H, 2008, BJOG-INT J OBSTET GY, V115, P91, DOI 10.1111-j.1471-0528.2007.01568.x11

    PERANAN KEAGAMAAN K.H. TAMIM IRSYAD DI DESA PESANTREN, PETERONGAN, JOMBANG, JAWA TIMUR (1885-1930 M)

    Get PDF
    Motif peneliti mengangkat penelitian tokoh K.H. Tamim Irsyad didasarkan beberapa alasan, diantaranya adalah (1) penelitian tentang K.H. Tamim Irsyad masih jarang ditemukan, adapun penelitian yang mengangkat tentang tokoh ini hanya sebatas dijelaskan bahwa ia pendiri pondok yang berada di Desa Pesantren, Peterongan, Jombang, Jawa Timur, penjelasan secara detail tentang biografi, latar belakang keluarga, dan peran K.H. Tamim Irsyad di masyarakat sebelum mendirikan pondok belum banyak dikaji (2) masyarakat Desa Pesantren sebelumnya merupakan masyarakat abangan dan masih melakukan ajaran ilmu hitam, teori-praktek langsung K.H. Tamim Irsyad dengan pendekatan bertani dan ilmu bela diri kepada masyarakat Desa Pesantren menjadi salah satu bentuk cara K.H. Tamim Irsyad yang berhasil menuntun masyarakat Desa Pesantren menjadi masyarakat religius daripada sebelumnya (3) peran keagamaan K.H. Tamim Irsyad yang sudah mulai dilupakan, terbukti dengan sumber-sumber yang sudah hilang dan sangat terbatas sehingga peneliti berusaha melakukan penulisan sejarah terhadap tokoh K.H. Tamim Irsyad, peneliti berharap penelitian ini dapat menjadi sumber referensi tambahan terhadap penelitian selanjutnya. Penelitian ini adalah penelitian mengenai sejarah tokoh yakni K.H. Tamim Irsyad yang berfokus pada peran keagamaan di Desa Pesantren, Peterongan, Jombang, Jawa Timur. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan biografi yang berfokus pada catatan riwayat hidup dan peran keagamaan tokoh di Desa Pesantren, Peterongan, Jombang, Jawa Timur tahun 1885-1930 M. Untuk membantu penelitian ini, teori yang digunakan menggunakan teori peran. Merujuk pada pendapat Banton yang mengemukakan bahwa peran merupakan perilaku yang diharapkan terkait dengan posisi sosial. Teori peran digunakan untuk membantu dalam analisis peran tokoh di dalam penelitian ini. Penelitian disusun menggunakan metode penelitian sejarah yaitu metode heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Penelitian bertujuan mendeskripsikan peran agama K.H. Tamim Irsyad di Desa Rejoso, Peterongan, Jombang, Jawa Timur. Hasil dari penelitian menyimpulkan bahwa peran K.H Tamim Irsyad mampu memberikan pengaruh kepada masyarakat di Desa Pesantren dalam bidang keagamaan, K.H. Tamim Irsyad merupakan salah satu tokoh ulama di Jawa Timur yang memiliki peran cukup penting di Desa Pesantren. Sebelum K.H. Tamim Irsyad berdakwah di Jawa Timur, sempat menempuh pendidikan dengan Kiai Kholil di Bangkalan. Setelah menempuh pendidikan di Bangkalan untuk beberapa waktu, K.H. Tamim melakukan perjalanan ke Wilayah Jawa Timur sesuai arahan gurunya yaitu Kiai Kholil. Dari sinilah peran keagamaan K.H. Tamim Irsyad dimulai. Peran penting yang dilakukan K.H. Tamim Irsyad kepada masyarakat Desa Pesantren saat itu seperti: Melakukan bimbingan kepada masyarakat yang masih melakukan tindakan yang jauh dari ajaran Islam melalui pengajian di musala, adapun K.H. Tamim Irsyad sebagai tokoh agama melakukan dakwah dengan metode teori praktek melalui ilmu bertani dan ilmu bela diri yang telah ia miliki. Adapun peran lain yang dilakukan K.H. Tamim Irsyad selain tokoh agama yakni sebagai pengasuh pondok yang ia bangun setelah masyarakat mulai menerima dakwah nya. Awalnya pondok yang ia bangun hanyalah pondok gubuk (terbuat dari bambu), kemudian seiring berjalannya waktu pondok tersebut mulai berkembang dan murid-muridnya semakin hari semakin banyak. Hal ini dibuktikan dengan adanya Pondok Darul Ulum yang berdiri hingga sekarang di Jawa Timur, tepatnya di Desa Pesantren. Penamaan Desa Pesantren awalnya benama Desa Rejoso, perubahan nama Desa Rejoso menjadi Desa Pesantren terjadi setelah kemerdekaan Indonesia. Maka tidak heran masyarakat disana menamai Pondok Darul Ulum sebagai pondok njoso, karena pondok itu dahulunya bertepatan di Desa Rejoso
    corecore