10 research outputs found

    Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning dipadu dengan Numbered Heads Together untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII-D SMP Negeri 20 Malang pada Materi Sistem Ekskresi

    No full text
    ABSTRAK   Riskawati, Tri. 2015. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning dipadu dengan Numbered Heads Together untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII-D SMP Negeri 20 Malang pada Materi Sistem Ekskresi. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd (II) Dra. Hj. Nursasi Handayani, M.Si.    Kata Kunci: Problem Based Learning, Numbered Heads Together, Hasil Belajar Siswa Observasi awal yang dilakukan satu kali pada materi sistem transportasi di kelas VIII-D SMP Negeri 20 Malang, ditemukan beberapa masalah yakni, 1) metode tanya-jawab yang diterapkan masih berpusat pada guru, 2) keaktifan hanya terpusat pada beberapa siswa saja, 3) belum ada diskusi kelompok sehingga siswa belum mampu bekerja sama dan cenderung individualis, dan 4) hasil belajar pengetahuan pada materi sistem pencernaan makanan masih rendah, ketuntasan klasikalnya yakni sebesar 46,87% (15 siswa dari 32 siswa). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VIII-D SMP Negeri 20 Malang melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dipadu dengan Numbered Heads Together (NHT). Desain penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dengan dua siklus. Pengambilan data penelitian dilaksanakan pada tanggal 18 Februari 2015 sampai dengan tanggal 18 Maret 2015. Data penelitian diperoleh melalui lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, catatan lapangan, lembar observasi sikap siswa, lembar observasi keterampilan siswa, dan tes akhir siklus. Model pembelajaran PBL dipadu dengan NHT dapat diterapkan di kelas VIII-D SMP Negeri 20 Malang melalui enam tahap pembelajaran. Keterlaksanaan pembelajaran oleh guru pada siklus I adalah 93,82% sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 100%. Keterlaksanaan pembelajaran oleh siswa pada siklus I adalah 90,37% lalu mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 100%. Hasil belajar pengetahuan siswa pada pra-penelitian sebesar 46,87%, setelah diterapkan model pembelajaran PBL dipadu dengan NHT mengalami peningkatan menjadi 78,12%, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 87,5%. Hasil belajar sikap siswa pada siklus I sebesar 68,75%, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 81,25%. Hasil belajar keterampilan siswa pada siklus I sebesar 56,25% lalu mengalami peningkatan menjadi 84,37%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran PBL dipadu dengan NHT dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII-D SMP Negeri 20 Malang pada materi sistem ekskresi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan agar guru lebih memantau jalannya pengamatan dan diskusi sehingga siswa tidak berbicara di luar materi serta guru dapat mengatur waktu yang baik agar setiap langkah pembelajaran berjalan dengan baik

    Pengaruh Knowledge Sharing dan Employee Enggement Terhadap Kinerja Karyawan Pada Perusahaan PDAM Kota Palopo

    Get PDF
    This research aims to determine (1) the influence of knowledge sharing andemployee engagement, (2) the influence of knowledge sharing on employee performance,(3) and the influence of employee engagement on employee performance at PDAM KotaPalopo. The population in this study is all employees at PDAM Kota Palopo, with a samplesize of 30 according to Roscoe's statement. The data analysis techniques used aredescriptive analysis, validity and reliability tests, and multiple linear regression analysis.The results of the study indicate that (1) knowledge sharing and employee engagementsimultaneously have a significant effect on the performance of PDAM Kota Palopoemployees, meaning that the first hypothesis in this study is accepted. This is proventhrough the F-test results with a significance value of 0.000 < 0.05. (2) Knowledge sharingpartially has a significant effect on the performance of PDAM Kota Palopo employees,meaning that the second hypothesis in this study is accepted. This was proven through thet-test results with a probability value of 0.000 < 0.05. (3) Employee engagement alsopartially significantly influences the performance of PDAM Kota Palopo employees,meaning that the third hypothesis in this study is accepted. This was proven through the ttest results with a probability value of 0.032 < 0.05

    ANALYSIS OF LOCAL GOVERNMENT PERFORMANCE IN MANAGING DISTRIBUTION OF VILLAGE FUNDS (CASE STUDY IN KALIA VILLAGE, TALATAKO SUB-DISTRICT, TOJO UNA-UNA DISTRICT)

    Get PDF
    This research aims to find out the capacity of the Kalia Village in managing the allocated village budget and the factors that supports and inhibits the village apparatus in managing the budget. The research directly involves in this research. Descriptive qualitative method is used in this research with the qualitative approach. This research located in Kalia Village of Talatako sub-district, district of Tojo Una-Una. The data collected through direct observation, interview, and documentation. The informants in this research is 13 people, comprises of 5 village apparatus, 2 members of village facilitator and 3 community members. The data are analyzed interactively through data reduction, data display, and conclusion drawing or verification. It reveals tha the village apparatus’ capacity in managing the allocated village budget from planning, implementation, up to reporting and monitoring are less optimal. It is also found that majority of the village apparatus inadequate education level. In addition, the apparatus is also lacking in comprehending the tasks and functions of a village apparatus, as well as the technical skills of village apparatus hence the administrative requirements for allocated budget village are often submitted late that leads to late payment of allocated village budged. Keywords:   village government, village apparatus, management of allocated vilage budge

    ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI GADAI EMAS SYARIAH PADA PT. BANK SYARIAH CABANG MAKASSAR

    Get PDF
    This study aims to determine the suitability of the accounting treatment of mortgage financing of sharia gold in bank BTN Syariah with PSAK 107 (Akad Ijarah) The type of research used in this research is descriptive qualitative.As data collection techniques conducted by the author is by observation, interview and Documentation and using data in the form of accounting guidance that is PSAK 107 (Revision 2015), analysis technique using data reduction techniques, data display and data verification. The result of the research indicates that the product of BTN iB Gold Pawn has run the accounting guidance of PSAK 107, and has been in accordance and refer to PSAK 107 (aka ijarah)

    Morphometric characteristic of seagrass Thalassia hemprichii in the waters of Barrang Lompo island and Kodingareng Lompo island

    No full text
    Seagrass beds in the waters of Barrang Lompo Island and Kodingareng Lompo have their own characteristics, especially for the type of Thalassia hemprichii. The purpose of this study was to determine the morphometric characteristics of seagrass Thalassia hemprichii and the environmental conditions of the waters on Barrang Lompo Island and Kodingareng Lompo Island. This research was conducted in June-July 2022 in the waters of Barrang Lompo Island and Kodingareng Lompo Island. The research method used was purposive sampling. Morphometrics of seagrass Thalassia hemprichii on Barrang Lompo Island at station 1 average leaf length 10.88 cm, leaf width 1 cm, rhizome length 5 cm, root length 6.46 cm, number of roots 8. At station 2 leaf length measures 7.5 cm, leaf width 1 cm, rhizome length 7.84 cm, root length 6.64 cm and number of roots 5. Meanwhile on Kodingareng Lompo Island at station 1 the size of leaf length was 10.33 cm, leaf width 1 cm, rhizome length 4 cm , root length 4.33 cm and number of roots 5. At station 2 the size of leaf length was 9.63 cm, leaf width 1 cm, rhizome length 4.85 cm, root length 4 cm, number of roots 5. Morphometrics of seagrass Thalassia hemprichii on islands Barrang Lompo and Kodingareng Lompo islands did not show a significant difference. The environmental conditions of the waters on both islands are still in optimum conditions for seagrass growth for the parameters of current speed and brightness

    PEMBELAJARAN DIGITAL MARKETING SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN PENJUALAN MENGGUNAKAN MARKETPLACE DAN FANSPAGE FACEBOOK PADA USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH BINAAN BADAN USAHA MILIK DESA DESA SINDANGLAYA-TANJUNGSIANG

    Get PDF
    Desa Sindanglaya merupakan desa yang berada pada dataran tinggi daerah Subang selatan yang terdapat berbagai macam sumber ekonomi yang memiliki potensi untuk bisa lebih ditingkatkan pendapatannya, salah satu nya produk-produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah, melalui Badan Usaha Milik Desa Bangkit Jaya Desa Sindanglaya-Tanjungsiang. Dalam penerapan nya ada tiga tahapan yaitu Melihat Potensi Desa, Identifikasi Peluang dan Solusi, dan Mengaplikasikan solusi. Impelementasi e-commerce sebagai konsep jual beli secara online dan berinteraksi nya penjual dan pembli bisa di wujudkan melalui market place Shopee dan Media Sosial Fanspage Facebook merupakan strategi yang paling tepat untuk melakukan promosi dan penjualan yang dapat dilakukan lebih luas lagi

    PENGARUH METODE KANGURU TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN PADA BBLR.

    Get PDF
    Abstrak Latar Belakang : Di Indonesia angka kematian neonatal sebesar 15 bayi per 1000 angka kelahiran menurut SDKI tahun 2017, dan di Jawa Timur khususnya Surabaya pada tahun 2018 kematian BBLR sebesar 50 per 1000 kelahiran hidup, sedangkan di RSU Haji kematian BBLR sebesar 12 bayi dalam 1 tahun. Perawatan metode kanguru merupakan cara yang paling efektif untuk memenuhi kebutuhan dasar BBLR. Bayi dengan Berat badan 1500-2500 gram baik karena prematuritas atau kecil masa kehamilan (KMK) akan kehilangan berat badan berkisar antara 10-15% pada 7 hari kehidupannya (ANU,2016) maka dari itu untuk mengatasi masalah agar BBLR tidak kehilangan berat badan dengan pemberian perawatan metode kanguru 4 komponen bertujuan meningkatkan berat badan, menjaga suhu tubuh tetap stabil dan memudahkan pemberian ASI Metode: metode penelitian ini adalah Observasional analitik dengan rancang penelitian Kohort. Jumlah sample sebanyak 40 BBLR dengan tehnik pengambilan sample menggunakan Sequential Sampling dalam kurun waktu Agustus-Oktober 2019.Variabel bebas adalah perawatan metode kanguru yang diberikan sebanyak 1-2 kali dalam sehari dengan durasi lebih dari 120 menit. Variabel terikatnya adalah peningkatan berat badan yang dilakukan 3x pengukuran.Hasil: Hasil penelitian menggunakan uji paired T test menunjukkan adanya peningkatan berat badan yaitu 1) pengukuran pertama sebesar 31,82 gram selama 3 hari dengan p = 0,037, 2) pengukuran ke dua mengalami peningkatan sebesar 227,15 selama 7 hari, dengan p=0,000, 3) pengukuran ke tiga sebesar 258,97 dengan p=0,000. Kesimpulan : pada penelitian terdapat perbedaan yang signifikan antara perawatan metode kanguru terhadap peningkatan berat badan BBLR di Ruang NICU Rumah Sakit Haji Surabaya

    EFEKTIVITAS PASAL 13 AYAT 1 DAN 2 PERATURAN MENTERI AGRARIA DAN TATA RUANG NOMOR 13 TAHUN 2017 (Studi di Kantor Badan Pertanahan Nasional Kota Malang)

    No full text
    Rizky Arif Firmansyah, M. Hamidi Masykur, S.H., M.Kn, Shanti Riskawati, S.H., M.Kn Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Email:[email protected]   ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang efektivitas Pasal 13 ayat 1 dan 2 Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang Nomor 13 Tahun 2017 tentang Tata Cara Blokir dan Sita. Di dalam pelaksanaan efektivitas tersebut, penulis akan melihat bagaimana Badan Pertanahan Nasional melaksanakan salah satu fungsi untuk pencatatan blokir dan sita. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis empiris dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis Kata Kunci: Blokir, Efektivitas, Badan Pertanahan Nasional   ABSTRACT This study discusses about the effectiveness of Article 13 paragraph (1) and (2) of the Regulation of the Minister of Agrarian and Spatial Number 13 of 2017 concerning Procedures for Blocking and Seizure. In implementing this effectiveness, the author will look at how the National Land Agency performs one of the functions for blocking and seizureregistry. This study applies an empirical legal research using a descriptive analytical approach Keywords: Blocking, Effectiveness, National Land Agenc

    KEPASTIAN HUKUM PENDAFTARAN PESAWAT TERBANG SEBAGAI OBJEK JAMINAN KREDIT

    No full text
    Sri Indah Sari Sutarno, Siti Hamidah SH, MM., Shanti Riskawati SH, M.Kn. Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Email : [email protected]   ABSTRAK Pada skripsi ini, peneliti mengangkat suatu permasalahan mengenai kepastian hukum pendaftaran pesawat terbang sebagai objek jaminan kredit. Pemilihan judul ini di latarbelakangi oleh tidak adanya peraturan tentang pendaftaran pesawat terbang sebagai objek jaminan kredit. Pada peraturan penerbangan yaitu Undan-Undang No 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan tidak mengatur mengenai pendaftaran pesawat terbang sebagai objek jaminan kredit, sehingga menyebabkan kekosongan hukum dan juga menyebabkan ketidakpastian hukum bagi masyarakat. Jenis penelitian ini yaitu penelitian yuridis normatif dengan menggunakan jenis pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konsep,  yang dibantu dengan bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Teknik analisa bahan hukum dilakukan dengan cara interpretasi historis dan sistematika. Menurut penulis, diperlukannya membentuk suatu peraturan baru mengenai prosedur yang harus diatur didalam pendaftaran pesawat terbang sebagai objek jaminan kredit, sehingga dapat memberikan kepastian hukum kepada masyarakat. Kata Kunci: Kepastian Hukum, Pendaftaran Pesawat Terbang, Jaminan Kredit ABSTRACT This research topic is based on the absence of regulation regarding aircraft registration set as an object of credit guarantee. Law Number 1 of 2009 on Aviation does not guarantee aircraft regulation set as an object of credit guarantee. This absence of law certainly leads to the absence of legal certainty for societies. This research was conducted based on a normative juridical method with the statute and conceptual approaches. The materials obtained involved primary, secondary and tertiary legal materials, all of which were historically and systematically interpreted. The author suggests that it is essential for a new regulation to exist regarding the procedures that should be involved in the aircraft registration set as an object of credit guarantee to bring legal certainty to societies.   Keywords: legal certainty, aircraft registration, credit guaranteeÂ

    TINJAUAN YURIDIS PERKARA LISENSI HAK PENYIARAN PIALA DUNIA TAHUN 2014 ANTARA PT INTER SPORT MARKETING DAN PT NEW METRO HOTEL SEMARANG (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 518 K/PDT.SUS-HKI/201)

    No full text
    Ardy Setiawan H., Dr. Bambang Winarno, SH.MS., Shanti Riskawati, SH.MKn. Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Email: [email protected]  ABSTRAK Penulis mengangkat permasalahan tentang Lisensi Hak Penyiaran Piala Dunia 2014 khususnya Tinjauan Yuridis Perkara antara PT. Inter Sport Marketing dengan PT. New Metro Hotel dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 518 K/PDT.SUS-HKI/201.  Alasan pemilihan judul skripsi ini karena sepak bola adalah bidang olahraga yang paling populer didunia sehingga menjadikannya sumber komoditas bisnis yang menggiurkan, salah satunya adalah penayangan pertandingan langsung sepakbola. Dalam hal piala dunia 2014 yang memegang lisensi/hak siar untuk wilayah Republik Indonesia adalah PT.Inter Sport Marketing yang kemudian di sub-lisensikan kepada beberapa lembaga penyiaran swasta di indonesia. Dalam skripsi ini penulis mengangkat kasus antara PT.ISM dengan PT. New Metro Hotel Semarang karena diantara kasus serupa terkait piala dunia 2014 hanya kasus ini yang mendapatkan putusan kasasi yang berbeda sehingga penulis memutuskan untuk fokus menganalisa perkara tersebut melalui putusan kasasi Mahkamah Agung Nomor 518 K/PDT.SUS-HKI/201. Dari hasil analisa penulis menemukan fakta bahwa kasus mulai diperkarakan ke Pengadilan Niaga dan Mahkamah Agung pada saat yang berdekatan dengan setelah diundangkannya UUHC Nomor 28 Tahun 2014 tetapi dalam pertimbangannya hakim MA hanya menggunakan UUHC Nomor 19 Tahun 2002. Menurut klausul penutup dalam UUHC 2014 hal ini diperbolehkan hanya jika klausul atau pasal yang digunakan tidak bertentangan dengan UUHC yang lebih baru. Tetapi jika dibandingkan dengan aturan baru yang termuat dalam Pasal 25 ayat (3) UUHC 2014 menjadikan pertimbangan Hakim MA dalam putusan tersebut menjadi bertentangan. Kata Kunci: lisensi, hak siar, FIFA ABSTRACT The author raises the issue of the World Cup 2014 License of Broadcasting rights, especially the Juridical Review in the Case of between Inter Sport Marketing Inc. and New Metro Hotel Semarang Inc. in the Supreme Court Verdict Number 518 K / PDT.SUS-HKI / 201. The reason for choosing the title of this study is because football is the most popular sports field in the world that makes it a source of lucrative business commodities, one of which is the football live match tv broadcasting. This become possible because of license / broadcasting rights are owned by a broadcasting agency from a direct or indirect agreement with the soccer league organizer In this case, the World Cup 2014 licens /broadcasting rights holder for the territory of the Republic of Indonesia is Inter Sport Marketing Inc. which is then sub-licensed to several private broadcasting agencies in Indonesia. In this essay the authors raised the case between ISM Inc. and New Metro Hotel Semarang Inc. because amongst similar cases related to the 2014 world cup only this case that get a different cassation verdict, so the author decided to focus on analyzing the case through the Supreme Court cassation verdict No. 518 K / PDT.SUS-HKI / 201. From the analysis of the authors found the fact that the case was appointed to the Commercial Court and the Supreme Court at a time adjacent to the enactment of UUHC No. 28 of 2014 but in its judgment the Supreme Court just use UUHC Number 19 Year 2002. According to the closing clause in UUHC 2014 this allowed only if the clause used does not violate the newer UUHC. However, if compared to the new rules contained in Article 25 paragraph (3) UUHC 2014 make the judges of the Supreme Court\u27s judgment in the decision to be contradictory. Keyword: License, Broadcassting right, FIF
    corecore