1,720,962 research outputs found
Efek Hawthorne dalam Pelaksanaan Lesson Study pada SMP Berakredtiasi Berbeda di Kabupaten Bantaeng
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) apakah Efek Hawthorne dalam Pelaksanaan Lesson Study efektif dilaksanakan pada sekolah yang berakreditasi berbeda, (2) bagaimana pengaruh efek hawthorne dalam pelaksanaan Lesson Study, dan (3) Bagaimana Perbandingan pengaruh efek hawthorne dalam penerapan Lesson Study berdasarkan tingkat kemampuan matematika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian Mix Method yaitu kombinasi penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan jenis penelitian pre-eksperimen yang terdiri dari tiga kelas eksperimen. Instrumen yang digunakan: (1) Tes Hasil Belajar, (2) Lembar Observasi Keterlaksanaan Lesson StudyEfek Hawthorne, (3) Lembar Observasi Aktivitas Siswa, (4) Respons Siswa, (5) Pedoman Wawancara, dan (6) Panduan Focus Group Discussion (FGD)
Populasi penelitian adalah semua siswa kelas VIII SMP di Kabupaten Bantaeng yang berakreditasi A B, dan C. Teknik pengambilan sampel dengandoublepurposive random sampling. Adapun sampel yang terpilih adalah kelas VIII.A SMP Negeri 2 Tompobulu (Akreditasi A), kelas VIII.C SMP Negeri 1 Eremerasa (Akreditasi B), dan kelas VIII.C SMP Negeri 2 Bissappu (Akreditasi C)
Hasil penelitian menunjukkan; (1) EfekHawthorne dalam Pelaksanaan Lesson Study efektif dilaksanakan dalam pembelajaran matematika pada siswa kelas VIII pada SMP Berakreditasi A, B, dan C di Kabupaten Bantaeng. Indikator keefektifan ditandai dengan (a) rata-rata gain ternormalisasi pada tiga sekolah berbeda secara deskriptif dan inferensial berada pada kategori minimal sedang, (b) rata-rata aktivitas siswa pada tiga sekolah berbeda secara deskriptif dan inferensial berada pada kategori minimal baik, (c) rata-rata respons siswa pada tiga sekolah berbeda secara deskriptif dan inferensial berada pada kategori minimal cenderung postif, dan (d) tidak terdapat perbedaan secara signifikan di tiga sekolah berbeda baik gain ternormalisasi, aktivitas siswa, dan respon siswa(2) Pengaruh Efek Hawthorne dalam Pelaksanaan Lesson Study secara umum berpengaruh positif. Pengaruh Efek Hawthorne bagi siswa dengan tingkat kemampuan Matematika tinggi (ekstrim tinggi/SET) adalah (1) SET menunjukkan sikap sungguh-sungguh dan memperbaiki diri, (2) SET menunjukkan sikap sungguh-sungguh dan termotivasi (3) SET senang dengan Kamera dan Pengamat, dan (4) SET bersemengat dengan megulang kembali pembelajaran di rumah. Sedangkan bagi siswa dengan tingkat kemampuan Matematika rendah (ekstrim rendah/SER) adalah (1) SER hanya menunjukkan sikap sungguh-sungguh, dan (2) SER merasa senang jika dilakukan terus menerus, dan (3) SER tidak mengulang kembali pembelajaran dirumah
MENGUAK TANTANGAN MATEMATIKA: MEMAHAMI KESALAHAN SISWA DARI PERSPEKTIF GAYA KOGNITIF FIELD DEPENDENT DAN FIELD INDEPENDENT
Penelitian ini menganalisis tantangan siswa dalam belajar matematika dari perspektif gaya kognitif field-dependent (FD) dan field-independent (FI). Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa gaya kognitif siswa mempengaruhi pemahaman dan kinerja siswa dalam matematika. Namun, pemahaman yang komprehensif tentang jenis kesalahan umum dan faktor-faktor yang mempengaruhinya masih kurang, meskipun penyelidikan sebelumnya tentang hubungan antara gaya kognitif FD dan FI dan pemahaman matematika siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan dilaksanakan di kelas VIII salah satu SMP di Kabupaten Sidrap. Pengumpulan data menggunakan instrumen GEFT, tes matematika, dan wawancara. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi metode. Temuan menunjukkan bahwa siswa dengan gaya kognitif FD cenderung mengandalkan konteks eksternal, fokus pada detail dan informasi spesifik, dan memerlukan instruksi yang jelas untuk memproses informasi matematika. Di sisi lain, siswa dengan gaya kognitif FI cenderung melepaskan diri dari konteks eksternal, fokus pada konsep dan prinsip, serta memiliki kemampuan kerja yang mandiri. Kesalahan yang dilakukan oleh siswa dengan gaya kognitif FD dan FI dapat dikaitkan dengan faktor-faktor seperti ketergantungan pada konteks eksternal, kurangnya pemahaman konsep matematika, dan kurangnya pemahaman prosedur operasi matematika yang benar
BATU SANDUNGAN CALON GURU MATEMATIKA DALAM VISUALISASI KONSEP LIMIT FUNGSI
Limit fungsi merupakan salah satu konsep dalam matematika yang memerlukan perhatian khusus. Terdapat banyak konsep matematika yang memerlukan pemahaman konsep limit dengan baik. Konsep limit fungsi merupakan materi yang akan diajarkan oleh calon guru matematika kepada siswa di kelas 11, sehingga perlu bagi calon guru matematika untuk menguasai konsep tersebut. Namun, ditemukan masih terdapat calon guru matematika yang belum menguasai konsep tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan mahasiswa calon guru matematika dalam menyelesaikan soal limit fungsi dan penyebabnya. Penelitian dilakukan di salah satu universitas di Provinsi Sulawesi Selatan dengan 3 subjek yang berada di semester 4 jenjang S1 prodi pendidikan matematika. Analisis yang dilakukan diadaptasi dari langkah-langkah analisis kesalahan oleh Medova (2019). Hasil yang ditemukan adalah kesalahan yang cenderung dilakukan oleh mahasiswa adalah kesalahan dalam membuat sketsa grafik fungsi dan kesalahan dalam memvisualisasikan limit fungsi. Kesalahan dalam membuat sketsa grafik fungsi tersebut dapat ditemukan saat mahasiswa tidak mampu mensketsa grafik fungsi yang terdapat suatu titik tidak terdefinisi dalam domainnya. Adapun kesalahan dalam memvisualisasikan limit fungsi terlihat saat mahasiswa tidak mampu menunjukkan ketiadaan limit di suatu titik. Kesalahan-kesalahan tersebut disebabkan karena subjek yang terpilih belum memahami dengan baik konsep fungsi dan konsep limit fungsi
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN PENDEKATAN TARL DENGAN MODEL PBL KELAS X UPT SMA NEGERI 1 GOWA
Kurikulum merdeka menekankan pada kebebasan dalam belajar sesuai dengan potensinya. Hal tersebut mengakibatkan guru kesulitan dalam memberikan pembelajaran sesuai dengan kemampuan peserta didik yang beragam. Selain itu dalam pembelajaran matematika masih banyak peserta didik yang kesulitan dalam memahami perkalian berulang. Untuk itu peneliti melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik melalui penerapan Pendekatan TaRL dengan Model PBL pada pembelajaran matematika kelas X.3 di UPT SMA Negeri 1 Gowa. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian menggunakan peserta didik kelas X.3 UPT SMA Negeri 1 Gowa dengan jumlah peserta didik 36 peserta didik. Instrumen yang digunakan dalam kajian ini adalah observasi dan tes. Bentuk analisis informasi yang digunakan yaitu analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif. Dari hasil evaluasi pra siklus didapatkan rata-rata nilai 53 dimana 6 peserta didik 16,66% dari keseluruhan sudah tuntas dalam belajar. Pada siklus I didapatkan rata-rata nilai peserta didik sebesar 77 dengan 24 peserta didik atau berkisar 66,66% peserta didik sudah mencapai ketuntasan hasil belajar. Selain itu pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 81 dimana 31 siswa atau 86,11% siswa telah tuntas dalam belajar. Mengingat ketetapan indikator keberhasilan, tingkat pemenuhan hasil belajar siswa khususnya 85% peserta didik telah mencapai nilai pembelajaran matematika menggunakan pendekatan Teaching at the Right Level dengan model pembelajaran Problem Based Learning dapat dinyatakan berhasi
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Keuangan Digital Dan Fintech: Inovasi, Dampak, Dan Tantangan Di Era Digital
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong transformasi signifikan dalam sektor keuangan global, termasuk di Indonesia. Berdasarkan laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2023, volume transaksi fintech mencapai lebih dari Rp 800 triliun, dengan peningkatan jumlah pengguna sebesar 42% dibandingkan tahun sebelumnya. Keuangan digital dan financial technology (fintech) hadir sebagai solusi untuk menyediakan layanan keuangan yang lebih cepat, efisien, dan inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis definisi keuangan digital dan fintech, jenis-jenis layanan fintech, dampak positif serta tantangan yang dihadapi, dan urgensi regulasi dalam mendukung ekosistem keuangan digital. Jenis penelitian ini adalah studi literatur (literature review). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi artikel-artikel ilmiah dari jurnal terindeks SINTA selama lima tahun terakhir, dengan analisis data menggunakan teknik analisis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa fintech berperan penting dalam memperluas inklusi keuangan dan mendukung pertumbuhan UMKM. Namun, tantangan seperti rendahnya literasi keuangan, risiko keamanan data, serta kebutuhan akan regulasi yang adaptif masih menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat diperlukan untuk membangun ekosistem fintech yang aman, inklusif, dan berkelanjutan
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
