269 research outputs found
LKP Jai Syahril 188150022 PT. Socfindo Indonesia Perkebunan Matapao Sumatera Utara
99 HalamanBerdasarkan hasil pengujian statistik dan penjelasan yang dikemukakan
diatas, berikut ini dapat disampaikan beberapa kesimpulan dari hasil laporan kerja
praktek yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Pada variabel kompensasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan
karena mempunyai nilai koefisien t hitung>t tabel yaitu 1,249>1,676 pada
signifikan 0,257<0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian
H1 diterima.
2. Pada variabel disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan
karena mempunyai nilai koefisien t hitung > t tabel yaitu 2,282 > 1,676 pada
signifikan 0,027 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian
H2 diterima
3. Pada variabel pengembangan karir berpengaruh signifikan terhadap kinerja
karyawan karena mempunyai nilai koefisien t hitung > t tabel yaitu 5,379 > 1,676
pada signifikan 0,017 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis
penelitian H3 diterima. Adapun saran yang ingin penulis sampaikan selama penulis mengikuti
kegiatan Kerja Praktek di PT. Socfindo Indonesia Perkebunan Matapao adalah
sebagai berikut
PERBANDINGAN KADAR PROFIL LIPID AKSEPTOR DMPA DENGAN AKSEPTOR IUD
ABSTRAK
Perbandingan Kadar Profil Lipid Akseptor Depo Medroksiprogesteron Asetat Dengan IUD
Suci Syahril
Penggunaan kontrasepsi Depo Medroksiprogesteron Asetat (DMPA) semakin meningkat akhir-akhir ini, namun beberapa studi menemukan adanya efek samping peningkatan berat badan serta perubahan pada metabolisme lipid. Oleh sebab itu sekitar 35% akseptor DMPA pada satu tahun pertama menghentikan penggunaan DMPA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kadar profil lipid antara akseptor DMPA dengan akseptor IUD.
Penelitian ini adalah studi observasional dengan desain Cross Sectional. Penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang dan di laboratorium Bagian Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dari Januari-September 2016. Subjek penelitian terdiri dari dua kelompok, masing-masing 26 subjek. Pemeriksaan trigliserida dilakukan dengan metode enzimatis GPO-PAP, sedangkan pemeriksaan kolesterol total, LDL, dan HDL dilakukan dengan metode CHOD-PAP. Data dianalisis menggunakan uji t dengan nilai p < 0.05 dianggap bermakna secara statistik.
Rerata kadar HDL pada DMPA adalah 87,54±14,28 mg/dl daripada IUD 75,90±8,67 mg/dl dengan nilai p 0,05)
Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang bermakna rerata kadar HDL pada DMPA dan IUD, sedangkan kadar trigliserida, kolesterol total dan HDL tidak bermakna. Secara klinis profil lipid pada kedua kelompok dalam keadaan normal.
Kata kunci : Profil lipid, Kontrasepsi Depo Medroksiprogesteron Asetat, IU
HUBUNGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION (PBI) BERBASIS LAB VIRTUAL DENGAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN FISIKA DI KELAS X SMA NEGERI 3 ENREKANG
Wiratnasari Syahril. 2024. Hubungan Model Pembelajaran Problem Based
Instruction (PBI) berbasis Lab Virtual dengan Hasil Belajar Siswa pada Mata
Pelajaran Fisika di SMA Negeri 3 Enrekang. Skripsi Dibimbing oleh Dr. Pattaufi,
S.Pd., M.Si. dan Dr. Abdul Hakim, S.Pd., M.Si. Program Studi Teknologi
Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar.
Penelitian ini di latar belakangi oleh adanya masalah pada siswa, bahwasanya siswa
masih banyak yang kurang aktif dan kesulitan dalam memahami konsep
pembelajaran yang bersifat abstrak sehingga masih banyak yang mendapatkan nilai
rendah pada mata pelajaran fisika. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif
dengan jenis penelitian kolerasi yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya
hubungan yang signifikan antara model pembelajaran Problem Based Instruction
(PBI) berbasis lab virtual dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran fisika di
kelas X SMA Negeri 3 Enrekang. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model
pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) berbasis lab virtual. Sedangkan
variabel terikatnya adalah hasil belajar siswa pada mata pelajaran fisika. Populasi
dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X di SMA Negeri 3 Enrekang tahun
ajaran 2022/2023 yang berjumlah 321 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah
kelas X 8 sebagai kelas kontrol dan kelas X 9 sebagai kelas eksperimen yang
ditetapkan menggunakan Probability sampling dengan teknik Simple Random
Sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan observasi, angket, tes, dan
dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis
statistik inferensial. Hasil penelitian ini berupa pengujian hipotesis dari hasil rxy
dengan t hitung > t tabel pada taraf signifikasi 5% yang dapat disimpulkan bahwa
ada hubungan yang signifikan antara model pembelajaran Problem Based
Instruction (PBI) berbasis lab virtual dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran
fisika di kelas X SMA Negeri 3 Enrekang.
Kata Kunci: Problem Based Instruction (PBI), Lab Virtual PhET, Hasil Belajar
PERHITUNGAN BALOK PERSEGI DAN BALOK T DITINJAU DARI KEKUATAN LENTUR
Beam is represent one of the all important element in structure of building,
because with existence of beam strength stability from building to be awake.
functioning beam to channel burden from plate to prop column which is later
distribute to pondation.
Beam section consist from of some, among others square section beam and
beam section T. As to different from square section beam and beam section T is
from plate support factor.
If seen from strength aspek, the strength of T beam can come up to
strength of section square though beam section T have wide dimension section
and wide smaller reinforced. This matter is strengthened in composition
reinforced concrete structure book L. Wahyudi and Syahril A. Rahim also
reinforced concrete book an elementary approach composition of Dr. Edward G.
Nawy, P.E both the second is some supporting above statement.
With based on to statement in front both this author in they books, then
writer interest to prove that beam section T can more optimal to compared with
square section beam if seen from defraction streng th
Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang dengan Perbandingan SK SNI T-15-1991 dan SK SNI 03-2002 (Study Kasus : Asrama Rumah Sakit Umum Sembiring Deli Tua)
Peraturan struktur bangunan harus menetapkan syarat minimum yang berhubungan dengan
segi keamanan. Dengan demikian perlu disadari bahwa suatu peraturan bangunan bukanlah
hanya diperlakukan sebagai petunjuk praktis yang disarankan untuk dilaksanakan, bukan
hanya merupakan buku pegangan pelaksanaan, bukan pula dimaksudkan untuk
menggantikan pengetahuan, pertimbangan teknik, serta pengalaman-pengalaman di masa
lalu. Suatu peraturan bangunan jadi pedoman pihak perencana untuk menghasilkan struktur
bangunan yang ekonomis dan yang lebih penting, adalah aman. Baik dari perhitungan
maupun teknik pelaksanaan struktur perlu diperhatikan demi kelancaran pelaksanaan,
keefektifan, dan mutu yang dihasilkannya. Inilah yang mendorong penulis memilih topik
pembahasan dalam tugas akhir ini. Pembahasan dititik beratkan pada konstruksi beton
bertulang yaitu balok, kolom dan pondasi. Yang menjadi sampel dalam penyusunan Tugas
Akhir ini adalah Gedung Asrama Rumah Sakit Umum Sembiring Deli Tua.Tujuan dari
penulisan Tugas Akhir ini adalah membandingkan perhitungan antara SK SNI T-15-1991
dan SK SNI 03-2002. Dari perhitungan inilah maka akan didapat hasil yang menjadi
pembanding terhadap kedua peraturan tersebut. Setelah dilakukan perhitungan ternyata
didapat gaya-gaya dalam dan dimensi pada SK SNI 03-2002 lebih besar dibanding SK SNI
T-15-199. Karena ada beberapa perubahan peraturan yang ditemukan antara peraturan SK
SNI T-15-1991 dan SK SNI 03-2002. Dengan adanya perubahan pada peraturan yang lebih
baru, diharapkan suatu bangunan akan dapat dibangun dengan tingkat keamanan
konstruksi yang lebih tinggi.187 HalamanSkripsi Sarjan
Tinjauan Hukum terhadap Anak-Anak yang Memperoleh Status Warga Negara Indonesia dari Hasil Perkawinan Campuran
Perkawinan merupakan salah satu peristiwa yang sangat penting dalam
kehidupan masyarakat. Hal ini disebabkan karena perkawinan tidak hanya
menyangkut wanita dan pria bakal mempelai saja, tetapi juga orang tua kedua
belah pihak, saudara-saudaranya bahkan keluarga mereka masing-masing. Dalam
Pasal 57 UUPerkw yang menegaskan bahwa, ”Perkawinan campuran adalah
perkawinan antara dua orang yang di Indonesia yang tunduk pada hukum yang
berlainan, karena perbedaan kewarganegaraan dan salah satu pihak
berwarganegara Indonesia”. Persoalan yang rentan dan sering timbul dalam
perkawinan campuran adalah masalah kewarganegaraan anak. Undang-Undang
Kewarganegaraan yang lama menganut prinsip kewarganegaraan tunggal
sehingga anak yang lahir dari perkawinan campuran hanya bisa memiliki satu
kewarganegaraan, yang dalam undang-undang tersebut ditentukan bahwa yang
harus diikuti adalah kewarganegaraan ayahnya. Pengaturan ini menimbulkan
persoalan apabila dikemudian hari perkawinan orang tua pecah, tentu ibu akan
kesulitan mendapat pengasuhan anaknya yang warganegara asing, tetapi sejak
berlakunya Undang-undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang kewarganegaraan,
status anak dalam perkawinan campuran memperoleh hak kewarganegaraaan
ganda yaitu mengikuti kewarganegaraan orang tuanya, namun dalam
pelaksanaanya masih ada kendala-kendala yang dihadapi si anak, permasalahan
dalam penilitian ini adalah bagaimana tinjauan hukum terhadap anak-anak yang
memperoleh warga negara Indonesia dari hasil perkawinan campuran, hak dan
kewajiban hukum yang didapat anak setelah keluarnya Undang-undang No.
12 Tahun 2006, manfaat dan kendala anak dalam memperoleh status
kewarganegaraan serta prosedur tatacara pendaftaran kewarganegaraan di
Departemen Kehakiman dan Hak asasi Manusia. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan sifatnya
deskriptif analitis, yaitu menggambarkan semua gejala dan fakta serta
menganalisa permasalahan yang ada sekarang, yang berkaitan dengan tinjauan
hukum tehadap anak-anak yang memperoleh status Warga Negara Indonesia dari
hasil perkawinan campuran di Indonesia dan menganalisisnya dengan mengacu
konsepsi-konsepsi, teori-teori, asas-asas hukum serta peraturan-peraturan
perundangan yang berkaitan dengan masalah anak dalam memperoleh status WNI
dari hasil perkawinan campuran, khususnya serta menjelaskan secara analisis
tentang perlindungan hukum terhadap anak dalam perkawinan campuran, hak dan
kewajiban anak yang didapat anak dalam perkawinan campuran, dan prosedur
pendaftaran kewarganegaraan terhadap anak, sehingga dapat diketahui status
kewarganegaraan Anak dari hasil perkawinan campuran setelah keluarnya
Undang-undang No. 12 Tahun 2006. Berdasarkan hasil penelitan tesis ini dapat disimpulkan bahwa setiap anak
yang dilahirkan di Indonesia dianggap berkewarganegaraan Republik Indonesia,
sehingga anak nantinya berkewarganegaraan ganda (dwi kewarganegaraan)
terbatas. Hal ini dilakukan untuk menjamin perlindungan hukum status anak, anakdari perkawinan campuran dapat memilih kewarganegraan Republik Indonesia
setelah berusia 18 tahun atau sudah kawin, dari inilah anak berkewajiban untuk
memilih kewarganegaraan pada saat berumur 18 Tahun atau sudah kawin,
sehingga tidak lagi berkewarganegaraan ganda dan juga anak dari perkawinan
campuran dengan diperolehnya SK WNI tidak perlu lagi mengurus Kartu Izin
Tinggal Sementara (KITAS) maupun Kartu Izin Tinggal Menetap (KITAP). Hendaknya pada Pasal 6 UUKW yang baru, dimana anak diizinkan memilih
kewarganegaraan setelah berusia 18 tahun atau sudah menikah, itu diberi
kemudahan untuk mendapatkan kewarganegaraan Indonesia sebelum melewati
usia 18 Tahun, karena bila anak tersebut memerlukan untuk melakukan pemilihan
kewarganegaraan, sebelum menikah dan hendaknya juga pemerintah memberikan
sangsi yang tegas bila keterlambatan dalam pendaftaran WNI anak yang telah
melewati batas jangka waktu 3 tahun dari usia 18 tahun, berupa denda dan WNI
yang terlambat mendaftar melewati 5 tahun dari batas usia anak dianggap
berkewarganegaraan WNA.106 halamanTesis Magiste
PENGARUH LATIHAN HALF SQUAT JUMP DAN SMASH BOLA GANTUNG TERHADAP KEMAMPUAN SMASH KEDENG DALAM SEPAKTAKRAW PADA SISWA SMA NEGERI 2 RANTE PAO
AHMAD SYAHRIL ANAM. 2020 Pengaruh Latihan hlaf squat jump dan
latihan bola gantung terhadap kemampuan smash kedeng pada siswa SMA Negeri 2
Rante Pao Kabupaten Toraja Utara. Skripsi Jurusan Pendidikan Kepelatihan
Olahraga, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Makassar (dibimbing
oleh Nurliati Syamsuddin s.pd, M.pd dan Anto Sukamto S.Pd., M.pd).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh latihan half squat jump
terhadap kemampuan smash kedeng dalam sepak takraw pada siswa di SMA Negeri
2 Rante Pao Kabupaten Toraja Utara (2) pengaruh latihan half squat jump terhadap
kemampuan smash kedeng dalam sepak takraw pada siswa di SMA Negeri 2 Rante
Pao Kabupaten Toraja Utara (3) perbedaan pengaruh latihan half squat jump dan
latihan bola gantung dalam sepak takraw pada siswa di SMA Negeri 2 Rante Pao
Kabupaten Toraja Utara. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen,
populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 2 Rante Pao Kabupaten
Toraja Utara, dengan jumlah sampel 20 siswa yang dipilih secara random sampling
dan teknik pembagian kelompok menggunakan making oridinal. Teknik analisis data
yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif, normalitas, homogenitas, dan uji t
dengan menggunakan SPSS Versi 22.00 pada taraf signifikan 95% atau
αo,o5.Berdasarkan dari hasil analisis data, maka penelitian ini menyimpulkan bahwa
(1) Ada pengaruh latihan half squat jump terhadap kemampan smash kedeng dalam
sepak takraw pada siswa di SMA Negeri 2 Rante Pao Kabupaten Toraja Utara
terbukti dengan adanya peningkatan dari nilai 10,00 meningkat menjadi 11,40 (2)
Ada pengaruh latihan bola gantung terhadap kemampuan smash kedeng pada siwa di
SMA Negeri 2 Rante Pao Kabupaten Toraja Utara terbukti dengan adanya
peningkatan dari nilai 10,10 meningkat menjadi 14,50, (3) ada perbedaan pengaruh
latihan half squat jump dan latihan bola gantung terhadap kemampuan smash kedeng
pada siswa di SMA Negeri 2 Rante Pao Kabupaten Toraja Utara antara latihan half
squat jump dan kelompok latihan bola gantung 11,40 < 14,50 kesimpulan bahwa
latihan bola gantung lebih berpengaruh dibandingkan kelompok latihan half squat
jump terhadap kemampuan smash kedeng dalam sepak takraw pada siswa di SMA
Negeri 2 Kabupaten Toraja Utara.
Kata kunci : Latihan Half Squat Jump dan latihan bola gantung pada dalam sepak
takraw pada siswa SMA Negeri 2 Rante Pao Kabupaten Toraja
Utar
Pengaruh Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kinerja UMKM dalam Meningkatkan Ekonomi Kerakyatan pada UMKM yang Bergerak di Bidang Usaha Kue Ladu (Arai Pinang) yang Ada di Pariaman
Micro, Small and Medium Enterprises are very helpful for the community in overcoming unemployment. This study aims to analyze the phenomenon in the field about the number of underdeveloped MSMEs due to a lack of business capital and a shortage of skilled workers. The research was conducted using total sampling technique with a sample of 12 SMEs engaged in snacks Ladu (Kue Arai Pinang) available in Pariaman. The data analysis technique used multiple linear regression analysis. with the independent variable People's Business Credit (KUR) (X1) and the performance of MSMEs (X2). The dependent variable (Y) is an increase in the people's economy. The data analysis technique in this study used the t test partially and the F test simultaneously. The results of this research show that simultaneously the People's Business Credit (KUR) and the Performance of MSMEs have a significant effect on the Improvement of the People's Economy. While partially KUR has a significant effect on increasing the populist economy in Pariaman. Meanwhile, the performance of MSMEs does not have a significant effect on improving the people's economy in Pariaman.
ABSTRAK
Usaha Mikro Kecil Menengah sangat membantu masyarakat dalam penanggulang pengangguran. Penelitian ini ditujukan menganalisa fenomena dilapangan tentang banyaknya UMKM yang kurang berkembang akibat kekurangan modal usaha dan kekurangan tenaga terampil. Penelitian dilakukan dengan teknik total sampling dengan sampel 12 UMKM yang bergerak pada makanan ringan Ladu (Kue Arai Pinang) yang ada di Pariaman. Teknik Analisa data menggunakan analisis regresi linear berganda. dengan variabel bebas Kredit Usaha Rakyat (KUR) (X1) dan kinerja UMKM (X2). Variabel terikat (Y) adalah Peningkatan ekonomi kerakyatan. Teknik analisa data pada penelitian ini menggunakan uji t secara parsial dan uji F secara simultan. Uji t digunakan untuk melihat pengaruh KUR terhadap Peningkatan ekonomi rakyat secara parsial dan untuk melihat pengaruh kinerja UMKM terhadap peningkatan ekonomi kerakyatan di UMKM ladu (kue aria pinang ) pada UMKM yang ada di Pariaman. Begitu juga dengan uji f dimana Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kinerja UMKM berpengaruh signifikan terhadap Peningkatan Ekonomi Kerakyatan secara bersama-sama atau secara simultan. Sedangkan secara parsial KUR berpengaruh signifikan terhadap Peningkatan ekonomi Kerakyatan di Pariaman. Sedangkan Kinerja UMKM tidak berpengeruh signifikan terhadap Peningkatan ekonomi kerakyatan di Pariaman
Perceraian atas Perkawinan yang Tidak Didaftarkan di Kantor Catatan Sipil dan Akibat Hukumnya terhadap Hak Anak
Perceraian akan menimbulkan akibat hukum baik terhadap bekas suami isteri, harta kekayaan maupun terhadap anak. Kewajiban untuk memelihara, mendidik anak, memenuhi kebutuhan hidup anak terus berlangsung walaupun perkawinan antara kedua orang tua telah putus (Pasal 45 undang-undang No.1 Tahun 1974). Dalam kenyataannya sering terjadi perkawinan orang tua hanya dilakukan menurut ketentuan agama dan adat tanpa dicatatkan di Kantor Catatan Sipil. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab permasalahan rnengenai keabsahan suatu perkawinan yang tidak didaftarkan di Kantor Catatan Sipil, tanggung jawab orang tua setelah perceraian terhadap pemeliharaan dan nafkah hidup anak, serta hubungan antara anak dengan kedua orang tua dan kerabat kedua orang tua setelah perceraian apabila perkawinan tidak didaftarkan di Kantor Catatan Sipil.
Penelitian dengan judul “Perceraian Atas Perkawinan Yang Tidak Didaftarkan di Kantor Catalan Sipil dan Akibat Hukumnya Terhadap Hak Anak(Kajian Pada Masyarakat Karo Di Kecamatan Tigapanah)”, merupakan penelitian deskriptif analitis dengan pendekatan yuridis enpiris. Responden terdiri dari 16 orang yang telah pernah bercerai yang perkawinannya tidak didaftarkan di Kantor Catatan Sipil, yang penentuannva dilakukan secara purposive. Untuk menghimpun data dilakukan dengan penelitian lapangan dengan menggunakan wawancara serta mengedarkan kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif, setelah diolah lain dianalisis secara yuridis kualitatif dengan mengguanakan metode deduktif dan induktif serta menghubungkannya dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut masyarakat Karo di Kecamatan Tigapanah, perkawinan yang dilant,sungkan secara agama dan adat istiadat tanpa didaftarkan di Kantor Catatan Sipil adalah salt. Hal ini disebabkan karena kebiasaan ita telah berlangsung secara turun temurun dan sudah merupakan hukum yang hidup ditengah-tengah masyarakat. Dalam lingkungan masyarakat Karo di Kecamatan Tigapanah, pencatatan perkawinan hanya dianggap sebagai syarat formalitas dan tidak menentukan sah tidaknya suatu perkawinan. Mengenai pemeliharaan anak apabila terjadi perceraian antara suami isteri maka anak dipelihara oleh ibu terutama untuk anak yang masih balita tetapi dalam hal ibu dianggap bukan sebagai ibu yang, baik terhadap anak maka pemeliharaan anak dapat diserahkan kepada bekas suami (bapak). Tanggung jawab akan nafkah hidup anak secara umum diserahkan kepada kepada bekas suami (bapak) tetapi dalam hal bekas suami (bapak) tidak memenuhi nafkah hidup anak, maka bekas isteri (ibu) dapat juga dibebankan atas pemenuhan nafkah hidup anak. Perceraian dalam masyarakat Karo di Kecamatan Tigapanah mengakibatkan putusnya hubungan sebagai suami isteri serta putusnya hubungan antara bekas isteri dengan kerabat bekas suami dan sebaliknya, tetapi perceraian tidak akan mengakibatkan putusnya hubungan antara anak dengan ibunya dan hubungan antara anak dengan kerabat kedua orang tua.
Untuk lebih menjamin kepentingan serta hak anak perlu diadakan penyuluhan hukum tentang Undang-undang Perkawinan agar orang tua sadar akan pentingnya pencatatan perk awinan dan sadar ak an t anggung j awab terhadap an ak serta mengangkat Pendeta di Gereja sebagai Pembantu Pegawai Pencatat Perkawinan.The divorce causes law effect either for ex-spouses, properties or children. The obligation in growing, educating, and fulfilling children's needs is constantly prevailing, even though the marriage has been separated between parents (Article 45 of Constitution No. I of 1974). In fact, it is frequently occurred that the marriage is done following religion and tradition clauses without be registered at Civil Registration office. The objective of this research is to answer the problem regarding the legality of one marriage which is not registered at Civil Registration office, the responsibility of parents after the divorce, the relationship between child and parents and the parents' relatives if such as marriage is not registered at Civil Registration office.
A research by title “The divorce on unregistered marriage at Civil Registration Office and its law effect toward children's right (a study on Karonese community at Tigapanah district)” It is analytical-descriptive research with empirical-juridical approach. The respondents consist of 16 people who have ever divorced and their marriage was not registered at Civil Registration Office with the determination of purposively sampling. To collect the data, then field research is used using interview and circulating the questionnaire. The obtained data is analyzed with qualitative juridical and deductive and inductive method as well as by connecting it into the prevailed regulation.
The result of research indicated that, according to Karonese community in sub district of Tigapanah, the marriage practiced on religious provision and custom without being registered to Civil Registration Office was valid. This is due to that the tradition has been proceeding here ditarily and it had been a law applying in community in Karonese custo,n setting in Tigapanah, the registration of marriage is just regarded as formality and it can't be used to determine whether the marriage is valid or not. About care for children following to care by mother particularly for child under live years of age (infants), but in the case that mother is regarded as a bad mother, the care of child is taken over to ex- husband (father). Entire responsibility for life need is born to ex- husband (father) but the failure of father in this case, it can be also taken over to ex-wife (mother). A divorce in Karonese Tigapanah results in a disconnection of spouse ( wife- husband) relationship and disconnection of relationship in relatives of ex-husband and ex-wife. However the divorce cants result iii the disconnection between children to mother and relationship between children 10 mother and relationship between children to relatives of parents.
To assure the importance and right of children, it is important to do legal extension about Marriage I aw to make parents a ware for importance of marriage registration and a wariness of responsibility on children and assign a Pastor (Priest) in Church as Assistant to Marriage Registration.5 HalamanTesis Magiste
Edukasi Geografi untuk Anak SMP Berbasis Flash
Tugas Akhir ini bertujuan untuk meningkatkan semangat dan penalaran siswa atau
pun guru dalam proses belajar mengajar. Dengan seiringnya perkembangan
zaman, tentunya mempermudah dalam proses belajar mengajar. Adapun software
yang digunakan adalah Adobe Flash CS3 Profesional sebagai perancangan media
pembelajaran berbasis animasi. Hasil perancangan ini menunjukkan bahwa
dengan adanya pembuatan media pembelajaran geografi untuk smp dapat
memberi dampak yang positif bagi siswa maupun guru.53 HalamanKertas Karya Diplom
- …
