657 research outputs found

    TASAWUF DALAM PEMIKIRAN M. AMIN SYUKUR DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP MASYARAKAT URBAN

    Get PDF
    Tesis dengan judul “Tasawuf dalam Pemikiran M. Amin Syukur dan Kontribusinya Terhadap Masyarakat Urban” ini ditulis oleh Saskia Isna Aulia (NIM. 1880511220004) dengan Dosen Pembimbing Prof. Dr. H. Mujamil Qomar, M.Ag. dan Dr. H. Teguh, M.Ag. Kata Kunci: Tasawuf, Pemikiran M. Amin Syukur, Masyarakat Urban. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kerusakan yang semakin merajalela sebagai akibat dari perkembangan IPTEK yang semakin pesat. Masyarakat modern mengalami krisis spiritualitas, terutama masyarakat urban yang paling terdampak atas fenomena ini. Kemudian tasawuf menampakkan eksistensinya di tengah-tengah krisis tersebut dan menawarkan beberapa konsep ajarannya yang berfokus pada perbaikan diri, Namun ternyata masih banyak orang yang menganggap tasawuf sebagai ilmu yang kuno dan ketinggalan zaman. Dalam hal ini, seorang M. Amin Syukur kemudian berusaha menggagas tasawuf yang lebih moderat dan mudah dipahami untuk seluruh kalangan. Sehingga tasawuf dapat dijadikan sebagai obat dari krisis yang tengah melanda masyarakat urban. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana konsep tasawuf dalam pemikiran M. Amin Syukur?; (2) Bagaimana penerapan tasawuf dalam kehidupan sehari-hari menurut M. Amin Syukur?; (3) Bagaimana kontribusi tasawuf terhadap masyarakat urban dalam pemikiran M. Amin Syukur?. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Menangkap proposisi konsep tasawuf dalam pemikiran M. Amin Syukur; (2) Menangkap proposisi penerapan tasawuf dalam kehidupan sehari-hari menurut M. Amin Syukur; (3) Menangkap proposisi kontribusi tasawuf terhadap masyarakat urban dalam pemikiran M. Amin Syukur. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan. Sumber data primer yang digunakan dalam penelitian ini meliputi 5 buku karya M. Amin Syukur: (1) Tasawuf Kontekstual: Solusi Problem Masyarakat Urban; (2) Tasawuf Sosial; (3) Tasawuf Bagi Orang Awam: Menjawab Problem Kehidupan; (4) Menggugat Tasawuf: Sufisme dan Tanggung Jawab Sosial Abad 21; (5) Tasawuf dan Krisis. Sedangkan sumber data sekunder diambil dari buku, artikel, maupun jurnal yang relevan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model qualitative content analysis Krippendorf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Konsep tasawuf dalam pemikiran M. Amin Syukur berbasis pada riyadhah dan mujahadah yang terdiri dari takhalli, tahalli, dan tajalli yang bertujuan mengendalikan hawa nafsu serta pengaktualisasian diri manusia menjadi insan kamil yang kemudian memiliki dampak secara sosial; (2) Penerapan tasawuf dalam kehidupan sehari-hari menurut M. Amin Syukur telah terdapat dalam rukun Islam, namun secara keseluruhan terdapat 8 macam, yaitu shalat, dzikir, berdoa, ZIS (Zakat, Infaq, Sedekah) dan ibadah qurban, puasa, ibadah haji, mendidik anak berbasis pendidikan sufistik sejak dini, dan berbakti kepada kedua orang tua; (3) Kontribusi tasawuf terhadap masyarakat urban dalam pemikiran M. Amin Syukur yaitu berfokus pada penyadaran tanggung jawab moral dan perbaikan akhlak, yang kemudian oleh M. Amin Syukur dibagi menjadi 6 isu dengan tawaran konsepnya masing-masing, meliputi isu spiritualitas, isu keberagaman agama, isu sosial dan ekonomi, isu kerusakan lingkungan, isu politik, dan isu perkembangan keilmuan

    Problematika Masyarakat Modern dan Solusinya Dalam Buku "Tasawuf Kontekstual Solusi Problem Manusia Modern" Karya M. Amin Syukur (Tinjauan Psikoterapi Sufistik)

    Get PDF
    ABSTRAKSI Skripsi yang berjudul Problematika Masyarakat Modern dan Solusinya dalam Buku “Tasawuf Kontekstual Solusi Problem Manusia Modern” Karya M. Amin Syukur, ini bertujuan untuk mengetahui ragam problematika masyarakat modern dan solusinya dalam buku Tasawuf Kontekstual Solusi Problem Manusia Modern karya M. Amin Syukur dan penyelesaian problematika masyarakat modern dalam buku Tasawuf Kontekstual Solusi Problem Manusia Modern karya M. Amin Syukur, ditinjau dari psikoterapi sufistik. Penelitian ini merupakan penelitian library research (penelitian kepustakaan), dan sumber data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah buku Tasawuf Kontekstual Solusi Problem Manusia Modern karya M. Amin Syukur. Adapun dalam menganalisis data, penulis menggunakan metode deskriptif, yaitu menganalisis data dengan cara mendeskripsikan buku Tasawuf Kontekstual Solusi Problem Manusia Modern karya M. Amin Syukur, dan content analysis (analisis isi), yaitu menganalisis isi dalam buku Tasawuf Kontekstual Solusi Problem Manusia Modern karya M. Amin Syukur. Modernitas, selain membawa dampak positif pada kemudahan-kemudahan bagi manusia, juga membawa dampak negatif yang berupa degradasi moral, kehampaan spiritual, hilangnya makna dalam hidup, keterasingan, dan neurosis. Banyak pemikir yang mencoba untuk memberikan solusi atas berbagai problematika yang melanda manusia modern ini, dan salah satunya adalah M. Amin Syukur dengan ajaran tasawufnya. Buku Tasawuf Kontekstual Solusi Problem Manusia Modern karya M. Amin Syukur adalah buku yang memuat problem-problem manusia modern dan sekaligus solusi yang diberikan oleh M. Amin Syukur. Problem-problem manusia modern yang terdapat di dalam buku tersebut di antaranya adalah problem keluarga, problem spiritual, problem ibadah, problem moral, dan lain sebagainya. Adapun solusi yang diberikan oleh M. Amin Syukur adalah dengan mengajak manusia untuk mengamalkan ajaran-ajaran tasawuf. Dari sini dapat diketahui bahwa dalam memberikan solusi atas problematika masyarakat modern M. Amin Syukur selain memberikan jawaban atas problem-problem tersebut juga mengajak manusia untuk mempelajari dan mengamalkan ajaran-ajaran tasawuf. Sehingga, jika ditinjau dari sudut tasawuf dan psikoterapi, M. Amin Syukur secara tidak langsung dalam memberikan solusi problematika masyarakat modern menggunakan pendekatan psikoterapi sufistik. Hal ini tidaklah aneh jika dilihat dari latar belakang M. Amin Syukur sendiri, yaitu sebagai Guru Besar Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo dalam Ilmu Tasawuf

    Konsep sufi healing menurut M. Amin Syukur dalam perspektif bimbingan konseling Islam

    No full text
    Latar belakang penelitian ini, bahwa dengan berkembangnya zaman seperti saat ini dapat memberikan kemudahan dan kesejahteraan bagi masyarakat, namun pada realitanya, perkembangan tersebut menimbulkan berbagai problem pada manusia saat ini. Hal ini berdampak pada perilaku manusia yang materialistik, sekularistik dan hedonistik. Perilaku tersebut menjadikan nilai-nilai keagamaan dalam diri manusia semakin terkikis, sehingga menimbulkan perilaku yang menyimpang dan mudah dihinggapi oleh gangguan kejiwaan seperti, gelisah, frustasi, merasa hampa, perasaan serba ragu dan serba salah, kehilangan semangat hidup, dan lain sebagainya. Hal ini memerlukan penyadaran spiritual pada diri manusia modern. Kondisi keagamaan seringkali memiliki peranan penting untuk mengatasi berbagai masalah. Sebagai rumusan masalah adalah Bagaimana konsep sufi healing menurut M. Amin Syukur? Bagaimana konsep sufi healing menurut M. Amin Syukur dalam perspektif bimbingan konseling Islam? Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Data primer dalam penelitian ini adalah karya M. Amin Syukur dan interview dengan Amin Syukur. Adapun data sekundernya adalah sejumlah kepustakaan yang relevan. Teknik pengumpulan data yang penulis lakukan dalam penelitan ini adalah kepustakaan (Library Research) dan riset lapangan (Field Research) yaitu melakukan wawancara dengan M. Amin Syukur serta pengumpulan data melalui artikel M. Amin Syukur. Analisis data menggunakan analisis isi (Content Analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep sufi healing Amin Syukur yaitu sufi healing dengan terapi hati, yakni membidik hati sebagai sarana pengobatan dengan memfokuskan pada pengelolaan hati (manajemen kalbu), kemudian sufi healing dengan melakukan olah spiritual sebagaimana yang dilakukan oleh para sufi dalam maqamat dan ahwal. Selain itu, sufi healing dilakukan dengan melaksanakan dzikrullah (mengingat Allah) sebagai metode utama yang digunakan dalam proses penyembuhan. Konsep sufi healing menurut Amin Syukur dalam perspektif bimbingan konseling Islam dapat dijelaskan sebagai berikut: pertama, sesuai dengan pengertian bimbingan konseling Islam. Kedua, sesuai dengan landasan BKI yang menjadikan al-Qur’an dan as-Sunnah sebagai landasan utama. Ketiga, sesuai dengan metode al-Hikmah yang menjadikan nasehat-nasehat dan teknik ilahiyah yakni dengan do’a, ayat-ayat al-Qur’an sebagai bentuk terapi. Keempat, sesuai dengan fungsi BKI. Dengan demikian, konsep sufi healing menurut Amin Syukur sangat padu untuk diimplementasikan dalam BKI, sebab memiliki visi dan orientasi yang sama yaitu mengatasi problem masyarakat modern, khususnya problem psiko-spiritual masyarakat modern yang menjadikan ajaran Islam sebagai dasar untuk memberikan bantuan kepada individu yang bermasalah

    Pesan dakwah KH M. Amin Syukur dalam “Kajian Tasawuf” di MAJT TV

    Get PDF
    Lukman Al Hakim, 1501026078. “Pesan Dakwah KH M Amin Syukur dalam “Kajian Tasawuf” di MAJT TV”. Skripsi program Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang. Pesan sebagai inti dari kegiatan komunikasi memiliki peran yang sangat penting dalam tercapainya suatu tujuan komunikasi, Pesan-pesan yang disampaikan da’i kepada sasaran dakwah (mad’u) dapat disebarkan melalui media diantaranya media cetak maupun elektronik, baik audio, visual, maupun audio visual seperti media televisi yang dapat dilihat dan didengar sehingga mudah untuk dicerna dan diserap. Dalam kehidupan sehari-hari terdapat masalah-masalah penyimpangan dalam lingkungan bersosial sehingga untuk mengurangi adanya penyimpangan sosial tersebut pentingnya mempelajari ilmu tasawuf yang mengajarkan manusia untuk mensucikan hati dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ilmu tasawuf haruslah benar-benar disampaikan orang yang benar-benar memahami ilmu tasawuf, KH M Amin Syukur adalah salah satu tokoh agama yang benar-benar memahami ilmu tasawuf dan Kajian Tasawuf yang disampaikan KH Amin Syukur perlu dikaji lebih dalam untuk perkembangan dakwah dan di harapkan akan menghasilkan pesan-pesan dakwah yang bisa di ambil sebagai pembelajaran bagi masyarakat luas. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif Adapun pengumpulan datanya menggunakan metode dokumentasi dan wawancara dengan menggunakan teknik Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa KH M Amin Syukur dalam berdakwah berisi pesan dakwah yaitu keimanan terhadap Allah SWT, Keislaman mengenai akidah-akidah Islam dan akhlak yang dibagi menjadi akhlak mulia dan akhlak tercela

    TASAWUF SEBAGAI SOLUSI BAGI PROBLEMATIKA KEMODERNAN: Studi Pemikiran Tasawuf M. Amin Syukur

    Get PDF
    Abstract: This article aims to elaborate Sufism thought of Amin Syukur. Hepositioned Sufismas one of the solutions to the problems of modernity who have lost the vision of divinity that result in psychological symptoms, namely spiritual emptiness. Then, the people would become stress and worry wart because of their hopless feeling. For this reason, M. Amin Syukur endorsed the problems of modernity with always optimistic, positive thinking, resting every intention and good deeds only to worship God and sharing (solidarity) for fellow creatures of God. In addition, he recommends to remember (al-żikr) to Godhowever, whenever, and wherever. Remembering God can calm the soul (sakīna) and mind that will affect the nerve, the nerve will affect the glands, the glands will produce healthy liquid. Healthy liquid which is a calm soul effect which will make man have the "immune power" against all diseases. In medical the termis called psycho-neuroen docrine immunology. Furthermore, according to Amin Syukur, problems of modernity can besolved by Sufism through methods like ma'rifa Allāh obtained via stairs of ma'rifa al-nafs, ma'rifa al-nās, and ma'rifa al-kawn. Abstrak: Artikel bertujuan untuk mengelaborasi pemikiran tasawuf Amin Syukur. Ia memposisikan tasawuf sebagai salah satu solusi terhadap problematika kemodernan ini yang sudah kehilangan visi keilahian yang mengakibatkan timbulnya gejala psikologis, yaitu adanya kehampaan spiritual. Akibatnya, orang akan menjadi stres dan gelisah karena merasa tidak mempunyai pegangan hidup. Untuk alasan ini, Untuk alasan ini, M. Amin Syukur mengarahkan penyelesaian problematika kemodernan ini dengan selalu optimis, berpikir positif, menyandarkan setiap niat dan perbuatan baik hanya untuk ibadah kepada Allah dan berbagi (solidaritas) untuk sesama makhluk ciptaan Allah. Selain itu, ia juga menganjurkan untuk selalu ingat (al-dzikr) kepada Allah bagaimana pun, kapan pun, dan dimana pun. Mengingat Allah dapat menenangkan (sakīnah) jiwa dan pikiran yang akan berpengaruh pada syaraf, syaraf akan memengaruhi kelenjar, kelenjar akan mengeluarkan cairan yang sehat. Cairan sehat yang merupakan efek jiwa tenang ini akan menjadikan orang memiliki "daya kebal" terhadap segala penyakit, yang dalam istilah medis disebut psycho neuroen dokrin immunology. Lebih jauh lagi, menurut M. Amin Syukur, problematika kemodernan ini dapat diselesaikan dengan tasawuf melalui metode ma'rifah Allāh yang diperoleh melalui tangga ma'rifah al-nafs, ma'rifah al-nās, dan ma'rifa al-kawn. Keyword: Sufism, ma'rifah al-nafs, ma'rifah al-nās, ma'rifa al-kawn, and immune power

    PERPEKTIF AMIN SYUKUR (1952-2021 M) TENTANG TERAPI ZIKIR DALAM PENGOBATAN PENYAKIT JIWA

    Get PDF
    ABSTRAK Email: [email protected] Perasaan hampa dan depresi telah menjadi permasalahan serius di tengah kehidupan masyarakat modern kontemporer. Perasaan hampa ditandai dengan perasaan terasing dari diri sendiri maupun lingkungan, dan kehilangan visi hidup. Sementara itu, depresi mencakup keadaan emosional dan tertekan, yang sering kali dipengaruhi oleh faktor biologis, psikososial, dan ekonomi. Umumnya, solusi yang diambil untuk mengentaskan permasalahan tersebut, seperti kegiatan-kegiatan di luar rumah tertentu atau perilaku destruktif, seringnya hanya memberikan efek jangka pendek dan tidak mengatasi akar permasalahan. Kehadiran penelitian ini merupakan salah satu alternatif yang dapat diperhatikan guna pengentasan masalah kehampaan dan depresi tersebut melalui kajian atas perspektif Amin Syukur, seorang ahli tasawuf dan penyembuh yang mengalami kesembuhan luar biasa dari penyakit kanker melalui terapi zikir yang dialaminya sendiri. Permasalahan penelitian ini dikerucutkan pada perspektif Amin Syukur (1952-2021 M) tentang zikir dan terapi zikir, permasalahan kejiwaan yang berhasil diatasinya melalui terapi zikir yang dikembangkannya, dan tentang bacaan-bacaan zikir yang diterapkannya. Di akhir pembahasan, penelitian pustaka yang menggunakan pendekatan deskriptif. Dengan hasil penelitian: Pertama, Amin Syukur memahami zikir sebagai salah satu bentuk ibadah yang dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kesadaran mendalam akan kehadiran Tuhan. Terapi zikir merupakan landasan dari segala bentuk terapi sufi, karena pada dasarnya tujuan terapi zikir adalah membimbing seseorang agar kembali kepada Allah SWT dan selalu mengingat-Nya. Kedua, Permasalahan kejiwaan yang berhasil dientaskannya melalui terapi zikir, seperti stres, cemas dan kanker. Zikir yang diterapkannya berupa zikir lisan dengan menyebut Nama-nama Allah tertentu dan shalawat dalam jumlah tertentu yang dibarengi dengan penggunaan teknik pernapasan. Kata Kunci: Perspektif, Amin Syukur, Terapi Zikir, Pengobatan, Penyakit Jiw

    PERPEKTIF AMIN SYUKUR (1952-2021 M) TENTANG TERAPI ZIKIR DALAM PENGOBATAN PENYAKIT JIWA

    Get PDF
    ABSTRAK Email: [email protected] Perasaan hampa dan depresi telah menjadi permasalahan serius di tengah kehidupan masyarakat modern kontemporer. Perasaan hampa ditandai dengan perasaan terasing dari diri sendiri maupun lingkungan, dan kehilangan visi hidup. Sementara itu, depresi mencakup keadaan emosional dan tertekan, yang sering kali dipengaruhi oleh faktor biologis, psikososial, dan ekonomi. Umumnya, solusi yang diambil untuk mengentaskan permasalahan tersebut, seperti kegiatan-kegiatan di luar rumah tertentu atau perilaku destruktif, seringnya hanya memberikan efek jangka pendek dan tidak mengatasi akar permasalahan. Kehadiran penelitian ini merupakan salah satu alternatif yang dapat diperhatikan guna pengentasan masalah kehampaan dan depresi tersebut melalui kajian atas perspektif Amin Syukur, seorang ahli tasawuf dan penyembuh yang mengalami kesembuhan luar biasa dari penyakit kanker melalui terapi zikir yang dialaminya sendiri. Permasalahan penelitian ini dikerucutkan pada perspektif Amin Syukur (1952-2021 M) tentang zikir dan terapi zikir, permasalahan kejiwaan yang berhasil diatasinya melalui terapi zikir yang dikembangkannya, dan tentang bacaan-bacaan zikir yang diterapkannya. Di akhir pembahasan, penelitian pustaka yang menggunakan pendekatan deskriptif. Dengan hasil penelitian: Pertama, Amin Syukur memahami zikir sebagai salah satu bentuk ibadah yang dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kesadaran mendalam akan kehadiran Tuhan. Terapi zikir merupakan landasan dari segala bentuk terapi sufi, karena pada dasarnya tujuan terapi zikir adalah membimbing seseorang agar kembali kepada Allah SWT dan selalu mengingat-Nya. Kedua, Permasalahan kejiwaan yang berhasil dientaskannya melalui terapi zikir, seperti stres, cemas dan kanker. Zikir yang diterapkannya berupa zikir lisan dengan menyebut Nama-nama Allah tertentu dan shalawat dalam jumlah tertentu yang dibarengi dengan penggunaan teknik pernapasan. Kata Kunci: Perspektif, Amin Syukur, Terapi Zikir, Pengobatan, Penyakit Jiw

    Aktivitas dakwah bil lisan Prof. Dr. H. M. Amin Syukur, M.A. pada Masyarakat Kota Semarang

    Get PDF
    Dakwah merupakan suatu ajakan atau panggilan yang bertujuan mengubah cara pandang umat dari suatu situasi ke situasi lain yang lebih baik dalam segala segi kehidupan dengan tujuan merealisasikan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, baik bagi kehidupan pribadi, keluarga, maupun masyarakat, sebagai suatu keseluruhan tata kehidupan bersama. Prof. Dr. H.M. Amin Syukur, M.A., merupakan salah satu tokoh pendakwah di Kota Semarang. Dalam aktivitas berdakwahnya beliau menggunakan aktivitas dakwah bil lisan, dakwah bil qalam dan dakwah bil hal. Namun demikian, dalam pelaksanaan aktivitas dakwah pada masyarakat Kota Semarang, beliau menggunakan aktivitas dakwah bil lisan. Prof. Dr. H.M. Amin Syukur, M.A sangat memperhatikan situasi dan kondisi dari mad’u dalam menyampaikan pesan dakwah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, bagaimana aktivitas dakwah bil lisan Prof. Dr. H.M. Amin Syukur, M.A pada masyarakat Kota Semarang. Usaha untuk mendapatkan jawaban tersebut, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif studi tokoh. Sedangkan guna mencari data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa aktivitas dakwah bil lisan Prof. Dr. H.M. Amin Syukur, M.A pada masyarakat Kota Semarang yaitu dengan ceramah maupun khitobah. Penyampaian pesan dakwah pada masyarakat Kota Semarang, menggunakan nasihat-nasihat dan perkataan yang baik dengan penuh kesopanan, hormat, dan sabar. Hal ini bertujuan agar pesan dakwah yang disampaikan dapat menyentuh hati mad’u sehingga dapat diambil manfaat dan diterapkannya dalam meningkatkan nilai spiritualitas pada dirinya. Beberapa perkataan yang diterapkan oleh Prof. Dr. H.M. Amin Syukur, M.A dalam aktivitas dakwah bil lisan, diantaranya: qaulan baligha (perkataan yang membekas jiwa), qaulan layyina (perkataan yang lemah lembut), qaulan ma’rufa (perkataan yang baik), qaulan maysura (perkataan yang ringan), qaulan karima (perkataan yang mulia), dan qaulan sadida (perkataan yang benar)

    Akhlak dan tasawuf perspektif Prof. Dr. H. M. Amin Syukur, MA. dan implementasinya dalam pendidikan Islam

    No full text
    Skripsi ini membahas konsep akhlak dan tasawuf dan implementasinya dalam pendidikan Islam. Kajiannya dilatarbelakangi oleh pengalamannya selama terjun dalam dunia pendidikan sebagai dosen. Studi ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan: (1) Bagaimana konsep akhlak dan tasawuf perspektif Prof. Dr. H.M. Amin Syukur M.A.? (2) Bagaimana implementasi akhlak dan tasawuf perspektif Prof. Dr. H.M. Amin Syukur M.A. dalam pendidikan Islam ?. Permasalahan tersebut dibahas melalui studi tokoh atau life history yang dilaksanakan terhadap tokoh tasawuf yang terjun dalam dunia pendidikan, yang juga seorang guru besar bidang tasawuf di UIN Walisongo Semarang. Datanya diperoleh dengan cara wawancara bebas dan studi dokumentasi. Semua data dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif dengan menggunakan cara berfikir induktif. Kajian ini menunjukkan bahwa: (1) Akhlak dan tasawuf merupakan bagian yang sangat penting dalam kehidupan seorang muslim. Menurut Amin Syukur hati nurani memiliki peran penting dalam pembentukan akhlak. Penting bagi seorang muslim agar selalu menjaga hati nurani tetap dalam kondisi hati nurani yang sehat. Agar dapat menjalankan fungsi sebagaimana mestinya. Landasan akhlak dan tasawuf Amin Syukur ada 3: iman, Islam dan ihsan. Ketiga dasar tersebut sudah menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Perpaduan antara iman dan Islam yang kemudian menjadi ihsan yang merupakan pribadi seorang muslim. Manfaat dari akhlak dan tasawuf yaitu terciptanya pribadi yang berbudi mulia. (2) akhlak dan tasawuf memiliki hubungan yang sangat erat dengan tujuan pendidikan Islam. pengaplikasian akhlak dan tasawuf dalam pendidikan Islam sangat penting untuk membentuk pribadi muslim agar dapat tercapai tujuan dari pendidikan islam. Yaitu membentuk pribadi muslim menjadi insan kamil. Karena dalam diri insan kamil terintegrasi dari akhlak dan tasawuf dimana pembentukannya dibangun melalui proses pendidikan Islam. Implementasi dari akhlak dan tasawuf dalam pendidikan Islam dapat dilakukan melalui sifat-sifat terpuji (akhlak al-karimah). Dengan materi ajar yaitu menanamkan dalam diri peserta didik tentang nilai-nilai yang diajarkan dalam Islam yaitu syukur, sabar, ridha,wara’, zuhud, hidup sederhana.. Mengimplementasikan sifat-sifat tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan metode keteladan (uswatun hasanah) dan metode pembiasaan. Dengan cara dan media dan materi yang tepat maka yang menjadi tujuan dari pendidikan Islam dapat tercapai sesuai harapan. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan akan menjadi bahan informasi dan masukan bagi mahasiswa, para tenaga pengajar, para peneliti, dan semua pihak yang membutuhkan terutama di lingkungan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Walisongo Semarang

    Pola pemikiran tasawuf M. Amin Syukur dalam program seni menata hati membentuk pribadi terpuji di TVKU tahun 2007 – 2013

    Get PDF
    Kehadiran program “Seni Menata Hati Membentuk Pribadi Terpuji” di TVKU adalah salah satu kajian teknologi informasi dalam komunikasi yang ikut berperan aktif dalam menyemarakkan kajian tasawuf sebagaimana yang dilakukan oleh TVKU dengan program Seni Menata Hati Membentuk Pribadi Terpuji. Penelitian ini menjawab (1) pola pemikiran tasawuf M. Amin Syukur dalam Program Seni Menata Hati Membentuk Pribadi Terpuji, (2) Relevansi pemikiran M. Amin Syukur dalam masyarakat modern. Kemudian data yang digali dengan pengamatan (mengamati Video file di TVKU), dokumentasi, dan wawancara sehingga bisa saling melengkapi. Unit analisinya adalah isi dan metode deskriptif analitis sebagai alat untuk melakukan pemahaman dan pemaknaan terhadap informasi yang diperoleh dari data sebelumnya. Sumber data utama menggunakan kumpulan video hasil rekaman program Seni Menata Hati Membentuk Pribadi Terpuji. Dari materi ceramah yang disampaikan oleh Prof. Amin Syukur dalam Program “Seni Menata Hati Membentuk Pribadi terpuji” pola pemikiran Prof. Amin merupakan pola keagamaan yang berbasis Kasyf, dimana pola keagamaan ini sering digunakan oleh para Sufi. Menurut para sufi, manusia itu memiliki dua mata yang dapat melihat kebenaran. Mata pertama adalah mata lahir yang berupa panca indra dan kedua adalah mata batin yang mengakses alam malakut. Masing-masing mata memiliki matahari dan cahayanya sekaligus yang menyebabkan masing-masing mata tersebut dapat melihat (memperoleh pengetahuan). Kemudian Pola pemikiran tasawuf M. Amin Syukur dalam kehidupan modern ini sangat relevan, dalam rangka mengatasi kesusahan hidup manusia berupa penyakit-penyakit psikologi dan perasaan tidak dapat dekat dan selalu ingat kepada Allah. Isi pesan materi yang ditemukan dalam program Seni Menata Hati Membentuk Pribadi Terpuji tersebut adalah nasehat kreatif perspektif tasawuf atas problem kehidupan manusia. Bentuk penyajian : ceramah dan dialog yang dipandu oleh pembawa acara. Setting ruangan tempat ngobrol dan majlis penyajian semua acara tersebut ditayangkan secara live, ada dialog melalui line thelepon dan secara langsung. Dengan model dialog pesan bisa diidentifikasi sampai pada audiens. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pola pemikiran tasawuf M. Amin syukur merupakan ajaran yang mengarah pada kemurnian keimanan seseorang untuk berangkat menuju pendekatan pada Allah mulai dari aspek hubungan manusia dengan Allah secara langsung hingga hubungan manusia dengan manusia yang bahkan kepada lingkungan sekitarnya. ABSTRACT: The presence of the program "The Art of Organizing the Hearts Forming a Praised Person" in TVKU is one of the study of information technology in communion which participate actively in the study of tasawuf study as conducted by TVKU with the program of Art of Setting the Heart Forming the Praised Person. This study answers (1) the pattern of Sufism thought of M. Amin Gratitude in the Art Program Arranging the Hearts to Form a Praised Person, (2) Relevance the thoughts of M. Amin Gratitude in modern society. Then the data in dig with observation, documentation, and interview so that can complement each other. The unit of analysis is the content and model of message presentation. The main data source uses a collection of video recording program of the refined Setting the Heart forming a Praised Person. Sufism in modern life is very relevant, in order to overcome the difficulties of human life in the form of psychological diseases and feelings can not be close and always remember to God. The contents of the message compiled in the program Art of Setting the Heart to Form a Praised Person is a creative perspective of tasawuf perspective on the problems of human life. Presentation form: lecture and dialogue. The setting of the chat room and the presentation assemblies of all events are live, there is a dialogue through the thread line and directly. With the message dialogue model can be identified up to the audience and the choice of material as expected
    corecore