1,720,990 research outputs found

    MISKONSEPSI MAHASISWA CALON GURU FISIKA PADA MATA KULIAH IPBA MATERI PERIODE ORBIT BULAN MENGELILINGI BUMI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi mahasiswa calon guru fisika pada mata kuliah ipba materi periode orbit bulan mengelilingi bumi. Penelitian ini dilakukan pada 64 Mahasiswa calon guru fisika di Universitas Sriwijaya. Sebagai alat pengumpulan data digunakan instrument penelitian tes diagnostik LPCI (Lunar Phases Inventory Concept) berupa soal-soal pilihan ganda sebanyak 20 soal disertai alasan terbuka dan dilengkapi dengan CRI (Certainty of Response Index) dengan skala 0-5. Tes seperti ini juga disebut sebagai tes dengan tiga tingkatan (three tier test).  Diperoleh bahwa skor rata-rata mahasiswa dari hasil tes tersebut cukup baik yaitu 69,27%. Selain itu, diperoleh juga sebanyak 18,75% mahasiswa mengalami miskonsepsi pada materi periode orbit bulan mengelilingi bumi, sebanyak 24,48% mahasiswa tidak paham konsep, dan sebanyak 56,77% mahasiswa memahami konsep.Kata kunci: miskonsepsi, IPBA, materi periode orbit Bulan mengelilingi Bumi, CRI, LPCI, Three Tier Test

    Membaca Pertunjukan Teater Berjudul Negeri yang Terkubur Karya Zurmailis Sutradara Syuhendri

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan membaca salah satu perkembangan bentuk teater modern yang ada di Sumatera Barat. Penelitian ini berdasarkan pada kualitas data (kualitatif), disempitkan menjadi penelitian studi kasus. Bahan atau data terdiri dari tulisan atau ceramah yang terekam dalam konteks yang berbeda, bisa data dari hasil observasi, berita dari surat kabar, dan sebagainya. Persentuhan antara gagasan dan bentuk pertunjukan NyT dengan pertunjukan teater modern lainnya di Indonesia terutama di Sumatra Barat dapat ditarik ke dalam beberapa poin, pertama, secara konseptual (ide/gagasan) Syuhendri mencoba merespon dan menyerap isu-isu yang tengah berkembang secara menasional. Juga ditambah pada dekade 90-an dan 2000-an globalisasi masih hangat-hangatnya dalam pendengaran setiap orang. Kedua, persentuhan Syuhendri dengan tokoh teater lainnya di Sumatra Barat secara teknis tidaklah memiliki kendala, dalam artian dapat diakses tanpa dibatasi oleh jarak. Untuk itu besar kemungkinan karya Syuhendri juga dipengaruhi oleh adanya ruang dialogis antara Syuhendri dengan seniman lainnya di Sumatra Bara

    Membaca Pertunjukan Teater Berjudul Negeri Yang Terkubur Karya Zurmailis Sutradara Syuhendri

    No full text
    Khususnya Kota Padang Sumatra Barat pada dekade 80-an merupakan bagian dari dinamika teater Indonesia yang tercatat dalam beberapa literatur dan sebagainya. Wisran Hadi tercatat sebagai peletak batu pertama pondasi teater modern Sumatra Barat melalui naskah drama yang beberapa kali dimenangkannya dalam sayembara-sayembara maupun melalui karya-karya yang disutradarainya. Pada dekade 90-an, lahirlah beberapa tokoh-tokoh muda yang kurang lebih berkeinginan dibaca dalam posisi yang sama, tetapi dengan cara yang berbeda. Dalam artian, kota Padang tidak memiliki Wisran saja, tetapi masih banyak lagi individu-individu terutama di kalangan muda memiliki semangat yang sama. Kalau masih berpijak pada “kata-kata” maka akan jadi “bayangan” Wisran saja, maka cara untuk mendapatkan posisi yang sekiranya dapat dibaca sebagai penyambung geliat teater Sumatra Barat ialah dengan meniadakan “kata-kata”. Maka dari itu, membaca teater modern tidak cukup tertuju hanya pada Wisran saja, tetapi pada nama-nama lainnya tercatat nama Syuhendri yang cenderung meminimkan kata (Mini Kata) sebagai pilihan bentuk karyanya. Beranjak dari paparan di atas, maka penulis berkeinginan membaca teater modern di Sumatra Barat pasca Wisran Hadi. Adapun tesis ini berjudul “Membaca Pertunjukan Teater Berjudul Negeri yang Terkubur karya Zurmailis sutradara Syuhendri”. Perihal yang ingin diketahui yaitu, 1) Bagaimanakah bentuk pertunjukan teater berjudul Negeri yang Terkubur karya Zurmailis sutradara Syuhendri dan, 2) Gagasan apa yang menjadi dasar penciptaan Syuhendri dan mengapa menghadirkan bentuk mini kata sebagaimana yang terdapat dalam karyanya yang berjudul Negeri yang Terkubur

    Membaca Pertunjukan Teater Berjudul Negeri Yang Terkubur Karya Zurmailis Sutradara Syuhendri

    No full text
    Khususnya Kota Padang Sumatra Barat pada dekade 80-an merupakan bagian dari dinamika teater Indonesia yang tercatat dalam beberapa literatur dan sebagainya. Wisran Hadi tercatat sebagai peletak batu pertama pondasi teater modern Sumatra Barat melalui naskah drama yang beberapa kali dimenangkannya dalam sayembara-sayembara maupun melalui karya-karya yang disutradarainya. Pada dekade 90-an, lahirlah beberapa tokoh-tokoh muda yang kurang lebih berkeinginan dibaca dalam posisi yang sama, tetapi dengan cara yang berbeda. Dalam artian, kota Padang tidak memiliki Wisran saja, tetapi masih banyak lagi individu-individu terutama di kalangan muda memiliki semangat yang sama. Kalau masih berpijak pada “kata-kata” maka akan jadi “bayangan” Wisran saja, maka cara untuk mendapatkan posisi yang sekiranya dapat dibaca sebagai penyambung geliat teater Sumatra Barat ialah dengan meniadakan “kata-kata”. Maka dari itu, membaca teater modern tidak cukup tertuju hanya pada Wisran saja, tetapi pada nama-nama lainnya tercatat nama Syuhendri yang cenderung meminimkan kata (Mini Kata) sebagai pilihan bentuk karyanya. Beranjak dari paparan di atas, maka penulis berkeinginan membaca teater modern di Sumatra Barat pasca Wisran Hadi. Adapun tesis ini berjudul “Membaca Pertunjukan Teater Berjudul Negeri yang Terkubur karya Zurmailis sutradara Syuhendri”. Perihal yang ingin diketahui yaitu, 1) Bagaimanakah bentuk pertunjukan teater berjudul Negeri yang Terkubur karya Zurmailis sutradara Syuhendri dan, 2) Gagasan apa yang menjadi dasar penciptaan Syuhendri dan mengapa menghadirkan bentuk mini kata sebagaimana yang terdapat dalam karyanya yang berjudul Negeri yang Terkubu

    ANALISIS BENTUK, FUNGSI DAN MAKNA PERTUNJUKAN TEATER TANAH IBU SUTRADARA SYUHENDRI

    No full text
    Artikel ini bertujuan untuk memahami dan menjelaskan secara deskriptif struktur dari lakon teater Tanah Ibu, sutradara Syuhendri dari Sumatera Barat yang berguna untuk menemukan fungsi dan makna pertunjukan. Penjelasan deskriptif meliputi: pertama, yang berkaitan dengan struktur yang meliputi aspek ruang, waktu, suasana, dan alur. Kedua, fungsi dan makna dari pertunjukan teater Tanah Ibu. Berdasarkan hasil analisis terhadap data ditarik kesimpulan, bahwa fungsi dan makna teater Tanah Ibu memiliki suatu relasi terhadap kebudayaan Minangkabau yang merupakan bentuk dialektika terhadap budaya merantau.</jats:p

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore