2,526 research outputs found
Strategi Bimbingan dan Konseling Karier Bermutu pada Sekolah Menengah Kejuruan Syuhada Banjarmasin
Abstract: In order to have a clear career direction and career goals, vocational high school students have to think rationally. They need a strategy to realize the desired career dream. This study focuses on how the implementation of career guidance and counseling as well as analysis of Strength Weakness Opportunity Threat (SWOT) on the implementation of career guidance and counseling and strategies undertaken by Sekolah Menengah Kejuruan Syuhada Banjarmasin. The research method used is case study with data mining technique through observation, interview and documentation. The participants were 32 students, two school counselor, one headmaster and one deputy headmaster. The results show that: (1) the implementation of career guidance and counseling in Sekolah Menengah Kejuruan Syuhada Banjarmasin is very supportive for a quality career; (2) SWOT analysis is helpful in conducting quality career guidance and counseling services; (3) school counselor’s strategies are effective and efficient. Suggestions aimed at school counselor in order to compile and implement programs based on SWOT analysis, so they can implement a quality career guidance and counseling sevice
Abstrak: Peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan harus berpikir rasional agar memiliki kejelasan arah dan tujuan karier. Perlu suatu strategi bermutu untuk mewujudkan impian karier yang diinginkan. Penelitian ini berfokus pada bagaimana pelaksanaan bimbingan dan konseling karier serta analisis Strength Weakness Opportunity Threat (SWOT) pada pelaksanaan bimbingan dan konseling karier serta strategi yang dilakukan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Syuhada Banjarmasin. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan teknik penggalian data melalui observasi dan wawancara serta dokumentasi. Partisipan adalah 32 orang peserta didik, dua orang Guru Bimbingan dan Konseling, satu Kepala Sekolah dan satu Wakil Kepala Sekolah. Hasil menunjukkan bahwa: (1) pelaksanaan bimbingan dan konseling karier di SMK Syuhada Banjarmasin, sangat mendukung untuk karier yang bermutu; (2) analisis SWOT sangat membantu dalam menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling karier yang bermutu; (3) strategi Guru Bimbingan dan Konseling berjalan efektif dan efisien. Saran ditujukan untuk guru bimbingan dan konseling agar dalam menyusun dan melaksanakan program berdasarkan analisis SWOT agar pelaksanaan bimbingan dan konseling karier menjadi bermutu dan sustainable.
Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um001v2i32017p12
Syu Shoppu / Anis Syuhada Badlissah
Syu Shoppu is a skincare shop that provide skincare products from Malaysian brands to its customers. The company is established in the late 2019 and is located at Segamat, Johor. It is a hybrid type of business that sells online and do Cash on Delivery (COD) service area Segamat.
The target audience is a group of people who are looking for local skincare at an affordable price. This includes students, teenagers and young adults who just started in taking care of their skin and wanted a healthy and better-looking skin.
Syu Shoppu or also known as Syu Yeppo, is owned by Anis Syuhada. She has a vision to spread awareness on clean and healthy skincare to Malaysian with local products. The company is certain that all products in store are made with high-quality components and a minimalist concept to properly fit all skin type and tones. She believes that clean and minimal formulation will enhance consumers journey to a healthy skin. The local products in store are created to be gentle and safe to the skin, avoiding the stereotype that local brand is not up to pace with skincare market standards. There are three Malaysian brand that can be found in Syu Shoppu. They are Mimpimika, Zarzou Beauty and Daughters of Malaya (DOM) with price range under RM100. Other than that, the company mission is to bring Syu Shoppu nationwide as one of the most trusted and reliable beauty platforms that gathers Malaysian local brands
LAZIS MASJID SYUHADA TAHUN 2004-2016 M
LAZIS Masjid Syuhada didirikan pada tahun 2004 atas inisiatif dari Muhammad Anshori yang merupakan demisioner Direktur Pendidikan Kader Masjid Syuhada (PKMS) tahun 2000-2003. Faktor yang melatarbelakangi didirikannya Lembaga Zakat, Infak, dan Shadaqah tersebut adalah semakin banyaknya masyarakat yang menitipkan zakat di Masjid Syuhada. Masa perintisan LAZIS Masjid Syuhada saat itu belum memiliki kantor, hanya menggunakan ruang tamu dari salah satu ruangan yang ada di Asrama Putera Yayasan Masjid Syuhada. Selain itu, program kerja pun masih sederhana karena pendanaan masih minim. LAZIS Masjid Syuhada pada perkembangannya memiliki kantor sendiri pada tahun 2008. Adapun perkembangan program yang diceuskan oleh LAZIS Masjid Syuhada terjadi pada tahun 2010 karena jumlah dana yang semakin meningkat dari para muzaki. Program pemberdayaan tersebut meliputi bidang sosial, ekonomi, pendidikan dan keagamaan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan perkembangan LAZIS Masjid Syuhada tahun 2004-2016.
Penelitian ini menggunakan pendekatan Sosiologi dan teori perubahan sosial yang dikemukakan oleh Soerjono Soekanto. Pendekatan Sosiologi digunakan sebagai alat analisa untuk memahami kontribusi LAZIS Masjid Syuhada sebagai institusi sosial yang melakukan hubungan dengan masyarakat DIY. Adapun teori perubahan sosial digunakan untuk melihat bagaimana perubahan LAZIS Masjid Syuhada dengan rentang tahun 2004-2010. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah, yang meliputi tahap heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi.Adapun hasil dari penelitian ini adalah LAZIS Masjid Syuhada memiliki beberapa program bagi masyarakat di DIY dalam bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan keagamaan. Program LAZIS Masjid Syuhada dalam bidang pendidikan yaitu Orang Tua Beasiswa (OTB), Beasiswa Mahasantri, dan Training. Program LAZIS Masjid Syuhada dalam bidang sosial yaitu bakti sosial, santunan dan khitan massal. Program LAZIS Masjid Syuhada dalam bidang Ekonomi yaitu Ekonomi Produktif dan Perkampungan Ternak Mandiri (PTM). Program LAZIS Masjid Syuhada dalam bidang keagamaan yaitu Gerakan Wakaf Al-Qur’an, pembinaan muallaf, dan Pengajian Nisa’ul Islam
Industrial Training Report : Jabatan Pembangunan Persekutuan Kelantan (JPPK) / Nur Syuhada Mat Husin
Industrial Training is a compulsory requirement for all students at Universiti Teknologi Mara (UiTM ) as a requirement for graduating as well as a subject in this semester. Therefore, this report will explain about Nur Syuhada Binti Mat Husin (2015145595) industrial training at Jabatan Pembangunan Persekutuan Negeri Kelantan which is located Jalan Tengku Petra Semerak, Kota Bharu, Kelantan Darul Nairn. It also intends to explain about the daily routine done and all tasks given during the session. The training session starts from 1st February 2018 until 28th Jun 2018
Anak Kampung Kedawang, Nursyifa Syuhada kini Jurutera Kualiti raih Anugerah Naib Canselor
GAMBANG, 8 November 2025 – Anak jati Kampung Kedawang, Langkawi Nursyifa Syuhada Azlie Sham, 24 membuktikan bahawa usia muda bukan penghalang untuk berdikari dan mengejar impian.
Katanya, beliau mengambil keputusan untuk meninggalkan keluarga dan menyambung pelajaran di Maktab Mahmud Alor Setar dalam aliran Sains Tulen.
“Pengalaman menempuh kehidupan jauh dari keluarga sejak berusia 16 tahun bukan sahaja mengajar erti berdikari, malah membentuk jati diri, tanggungjawab dan ketabahan yang menjadi asas kejayaan hari ini.
“Ia membentuk asas kematangan dan disiplin dalam diri saya hingga ke hari ini,” ujarnya
Sistem penggajian takmir Masjid Agung Asy-Syuhada Pamekasan
Tujuan yang dikaji dalam penelitian ini adalah pertama, untuk menggambarkan sistem penggajian takmir Masjid Agung Asy-Syuhada ' Pamekasan. Kedua, Untuk menggambarkan komponen sistem penggajian pada Takmir Masjid Agung Asy-Syuhada Pamekasan Madura. Ketiga, Untuk menggambarkan kinerja sistem Penggajian Takmir Masjid Agung Asy-Syuhada' Pamekasan Madura. Empat, Untuk menggambarkan batasan sistem Penggajian Takmir Masjid Agung Asy-Syuhada Pamekasan Madura. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif. Jenis penelitiannya adalah jenis data primer. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara observasi, dan dokumentasi. Ada beberapa hasil penelitian yang diperoleh penelitian ini adalah pertama, pemaparan tentang komponen-komponen yang terkait dalam sistem penggajian yang diterapkan pada Takmir Masjid Agung Asy-Syuhada' Pamekasan. Kedua, pemaran tentang kinerja sistem penggajian pada Takmir Masjid Agung Asy-Syuhada' Pamekasan. Ketiga, pemaparan tentangbatasan sistem penggajian Takmir Masjid Agung Asy-Syuhada' Pamekasan. Dari penelitian ini, ada beberapa saran yang bisa dijadikan bahan pertimbangan peningkatan dalam standart sistem penggajian. Sesuai dengan bidang yang dijalankan oleh Takmir Masjid Agung Asy-Syuhada' Parnekasan. Alangkah lebih baik jika Ketua Takmir dan Bagian Bendahara lebih berperan serta dalam menangani tugas dalam pemberian gaji. Agar pemberiannnya bisa terkoordinir dengan baik dan teratur
Covid-19 risk data during lockdown-like policy in Indonesia
These data contains Covid-19 risk data of several cities and provinces in Indonesia. We have used central and local government Covid-19 tracking site to determine the daily risk for several cities and provinces in Indonesia. All data were extracted on August 22, 2020. We developed these data and calculated daily rate of confirmed and active cases, case fatality rate and rate of case fatality rate before, during and after lockdown-like policy
PENDIDIKAN POLITIK DI SD MASJID SYUHADA YOGYAKARTA
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pendidikan politik di Sekolah Dasar Masjid Syuhada Yogyakarta. Penelitian dengan pendekatan kualitatif ini dilakukan di SD Masjid Syuhada Jalan I Dewa Nyoman Oka Nomor 11 A Yogyakarta dengan subjek penelitian perwakilan siswa kelas I sampai kelas VI, guru kelas III dan kelas IV, serta kepala sekolah. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa SD Masjid Syuhada menerapkan pendidikan politik di dalam kelas dan di luar kelas. Pendidikan politik di dalam kelas melalui: a) kurikulum yang diterapkan dalam pembelajaran b) kebiasaan- kebiasaan di dalam kelas dan c) peranan guru dalam pembelajaran. Pendidikan politik di luar kelas melalui: a) keadaan multikultural komponen sekolah b) kegiatan pengembangan diri untuk melatih sikap politis siswa.Kata kunci: pendidikan, politik, sekolah dasar AbstractThis research aims at describing political education in SD Masjid Syuhada Yogyakarta. This qualitative research took place in SD Masjid Syuhada that located on I Dewa Nyoman Oka street number 11 A Yogyakarta and took representative students of grade I up to grade IV, teachers who teach in class III and class IV, and also the head master as the research subject. The data of this research was collected by observation, interview, and study documentation. The data analyzation proccess was data reduction, data display, and data conclusion. The data was validate by using sources triangulation and techniques triangulation. The result of this reseacrh shows that SD Masjid Syuhada held political education inside the clasroom and outside the classroom. Political education that hold inside the classroom are: a) curriculum that use in the learning proccess, b) classroom rituals such, and c) teacher role in the learning process. Political education that hold outside the classroom are: a) multicultural school environment, and b) school development activities to train student’s political attitudes.Keywords: political, education, elementary school
ANALISIS SWOT PADA BMT SYUHADA YOGYAKARTA TAHUN 2017
In its performance, sharia institutions especially Baitul Mal wa Tamwil will certainly
obtain various kinds of competition with other financial institutions either have bigger funds,
especially conventional or fellow sharia institutions themselves. This research was conducted
on BMT Syuhada Yogyakarta to find out the competing strategy according to the situation
contained in BMT by using competitive analysis of SWOT, that is an analysis conducted on
internal and external factors on BMT Syuhada Yogyakarta in order to be more competitive.
The results of this study include internal factors in determining competitive strategies in
BMT Syuhada Yogyakarta consists of strengths include: good governance and culture of
sharia institutions, a positive investment climate, a good contribution to micro-enterprises,
can reduce the opportunities of moneylenders to take customers, giving opportunities for
small entrepreneurs in business development. And the disadvantages include: limited places,
coverage of customers who are still not extensive, the accuracy of working hours are still
lacking. External factors in determining competitive strategy in BMT Syuhada Yogyakarta
consists of opportunities: the potential customers around the area of the Mosque of Syuhada,
the cooperation with the school Syuhada in providing savings products of students, the
prospective customers consisting of small traders around mosque environment. And threats
include: the presence of other institutions such as conventional banking institutions that have
more working hours and capital, the assumption of a profit-sharing system whose value is
greater than conventional interest, the existence of some bad loans that hamper the target
revenue. The strategy that can be used is Growth (growth). ( INDONESIA )
Dalam kinerjanya, lembaga syariah terutama Baitul Mal wa Tamwil pasti akan
memperoleh berbagai macam persaingan dengan lembaga keuangan lain baik yang
mempunyai dana lebih besar terutama yang konvensional atau sesama lembaga syariah itu
sendiri. Penelitian ini dilakukan terhadap BMT Syuhada Yogyakarta untuk mengetahui
strategi bersaing yang sesuai dengan keadaan yang terdapat di dalam BMT dengan
menggunakan analisis bersaing SWOT, yaitu suatu analisis yang dilakukan terhadap faktorfaktor
internal dan eksternal pada BMT Syuhada Yogyakarta supaya dapat lebih bersaing.
Hasil penelitian ini meliputi faktor internal dalam menentukan strategi bersaing pada BMT
Syuhada Yogyakarta terdiri dari kekuatan meliputi : tata kelola dan budaya lembaga syariah
yang baik, iklim investasi yang positif, kontribusi yang baik terhadap usaha mikro, dapat
mengurangi kesempatan para rentenir untuk mengambil nasabah, memberi kesempatan
kepada pengusaha kecil dalam pengembangan usaha. Dan kelemahan yang ada meliputi :
tempat yang terbatas, jangkauan terhadap nasabah yang masih belum luas, ketepatan jam
kerja yang masih kurang. Faktor eksternal dalam menentukan strategi bersaing pada BMT
Syuhada Yogyakarta terdiri dari peluang : adanya nasabah yang potensial di sekitar wilayah
Masjid Syuhada, adanya kerjasama dengan pihak sekolah Syuhada dalam memberikan
produk tabungan siswa, adanya calon-calon nasabah yang terdiri dari pedagang-pedagang
kecil di sekitar lingkungan Masjid. Dan ancaman meliputi : adanya lembaga lain seperti
lembaga perbankan konvensional yang memiliki jam kerja dan permodalan yang lebih besar,
adanya anggapan terhadap sistem bagi hasil yang nilainya lebih besar dibandingkan bunga
konvensional, adanya beberapa kredit macet yang menghambat target pemasukan.
Strategi yang dapat digunakan adalah Growth (pertumbuhan)
MANAJEMEN LEMBAGA AMIL ZAKAT INFAQ DAN SEDEKAH (LAZIS) SYUHADA YOGYAKARTA TAHUN 2018-2021
Masjid merupakan salah satu tempat dalam melakukan pengelolaan dan penyaluran zakat, infaq, dan sedekah. Dalam melakukan pengelolaan dan penyaluran, dibutuhkan aspek manajemen dalam menjalankannya, maka dari itu sebuah masjid harus memiliki pengurus-pengurus masjid yang berkompeten dalam mengelola dana zakat, infaq, dan sedekah. Sebuah masjid setidaknya membutuhkan lembaga sendiri untuk lebih fokus dalam mengelola dan menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah, terdapat banyak masjid yang memiliki lembaga sendiri dalam mengelola dan menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah salah satunya adalah Masjid Syuhada Yogyakarta yang bernama Lazis Syuhada. Dengan berdirinya lembaga Lazis Syuhada di lingkungan Masjid Syuhada, membuat pengelolaan dan penyaluran dana zakat, infaq, dan sedekah Masjid Syuhada lebih efektif dan efesien, dan terbukti sukses dalam mengimplementasikan fungsi manajemen sebelum maupun disaat pandemi seperti sekarang. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seperti apa manajemen yang diterapkan Lazis Syuhada yang menyangkut aspek fungsi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan.
Kesuksesan Lazis Syuhada dalam mengimplementasikan aspek fungsi manajemen oleh jajaran pengurus Lazis Syuhada membuat peneliti tertarik untuk meneliti manajemen Lazis Syuhada. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan deskriftif analisis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dalam beberapa tahap yaitu: data reduction, data display, dan conclusion. Uji keabsahan data menggunakan uji credibility, transferability, dependability, dan confirmability.
Adapun hasil dari penelitian ini adalah Proses perencanaan di Lazis Syuhada lebih mengandalkan rapat rutinan seperti rapat mingguan, bulanan, tahunan, dan semester. Semakin sering rapat diadakan maka semakin matang pula perencanaan yang dibuat karena ketika rapat berlangsung, semua pengurus berhak menyampaikan pendapat-pendapat atau gagasan-gagasannya masing-masing. Ketika rapat berjalan dengan baik maka kemudian akan dibarengi perencanaan yang baik. proses pengorganisasian di Lazis Syuhada lebih mengutamakan pengurus datang dari para relawan-relawan dan santri-santri dibawah naungan Masjid Syuhada Yogyakarta karena akan lebih memudahkan Lazis Syuhada dalam memilih dan memilah mana calon pengurus yang terbaik. Proses penggerakan di Lazis Syuhada lebih mengutamakan komunikasi yang baik, komunikasi yang baik diperoleh melalui rapat, musyawarah mufakat, maupun diskusi. Dengan komunikasi yang terjalin dengan baik maka akan lebih mudah dalam melakukan proses penggerakan. Sedangkan proses pengawasan di Lazis Syuhada dilakukan dengan mengikuti tata aturan dan SOP yang berlaku. Rapat rutinan juga merupakan sebagai bentuk pengawasan yang dilakukan Lazis Syuhada karena setiap rapat yang dilakukan memiliki laporan keuangan dan laporan program kegiatan yang sudah berjalan
- …
