1,787 research outputs found

    PENGARUH KREATIVITAS GURU TERHADAP MINAT BELAJAR BAHASA ARAB SISWA KELAS VIII PUTRI SMP IT MASJID SYUHADA’ YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2017/2018

    No full text
    Siti Khoeratun Nahdliyah 13420029, Pengaruh Kreativitas Guru Terhadap Minat Belajar Bahasa Arab Siswa Kelas VIII Putri SMP IT Masjid Syuhada’ Yogyakarta Tahun Ajaran 2017/2018. Skripsi, Yogyakarta. Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. 2017. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui kreativitas guru bahasa Arab di kelas VIII Putri SMP IT Masjid Syuhada Yogyakarta tahun pelajaran 2017/ 2018 (2) Untuk mengetahui minat bahasa Arab siswa kelas VIII Putri SMP IT Masjid Syuhada Yogyakarta tahun pelajaran 2017/ 2018. (3) Untuk mengetahui pengaruh yang signifikan kreativitas guru terhadap minat bahasa Arab siswa kelas VIII Putri SMP IT Masjid Syuhada’ tahun pelajaran 2017/ 2018. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif. Metode penelitian ynag digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Untuk menguji kelayakan instrumen menggunakan uji validitas, reliabilitas. Sedangkan untuk menguji hipotesis yaitu dengan menggunakan uji regresi sederhana melalui program SPSS 18.0 yang sebelumnya telah melewati uji normalitas dan linieritas. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) Kreativitas yang dimiliki oleh guru Bahasa Arab SMP IT Masjid Syuhada’ berada dalam kategori ‘ cukup baik’. (2) Minat belajar bahasa Arab siswa kelas VIII Putri SMP IT Masjid Syuhada Yogyakarta terbilang ‘cukup tinggi’ (3) Ada pengaruh yang signifikan antara kreativitas guru terhadap minat belajar bahasa Arab siswa kelas VIII Putri SMP IT Masjid Syuhada’. Hal ini terlihat pada hasil uji regresi yang semakin mendekati angka 1 yaitu sebanyak 0,67 atau 67%. Artinya, 67% kreativitas guru mempengaruhi minat belajar bahasa Arab siswa

    PENDIDIKAN POLITIK DI SD MASJID SYUHADA YOGYAKARTA

    No full text
    AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pendidikan politik di Sekolah Dasar Masjid Syuhada Yogyakarta. Penelitian dengan pendekatan kualitatif ini dilakukan di SD Masjid Syuhada Jalan I Dewa Nyoman Oka Nomor 11 A Yogyakarta dengan subjek penelitian perwakilan siswa kelas I sampai kelas VI, guru kelas III dan kelas IV, serta kepala sekolah. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa SD Masjid Syuhada menerapkan pendidikan politik di dalam kelas dan di luar kelas. Pendidikan politik di dalam kelas melalui: a) kurikulum yang diterapkan dalam pembelajaran b) kebiasaan- kebiasaan di dalam kelas dan c) peranan guru dalam pembelajaran. Pendidikan politik di luar kelas melalui: a) keadaan multikultural komponen sekolah b) kegiatan pengembangan diri untuk melatih sikap politis siswa.Kata kunci: pendidikan, politik, sekolah dasar AbstractThis research aims at describing political education in SD Masjid Syuhada Yogyakarta. This qualitative research took place in SD Masjid Syuhada that located on I Dewa Nyoman Oka street number 11 A Yogyakarta and took representative students of grade I up to grade IV, teachers who teach in class III and class IV, and also the head master as the research subject. The data of this research was collected by observation, interview, and study documentation. The data analyzation proccess was data reduction, data display, and data conclusion. The data was validate by using sources triangulation and techniques triangulation. The result of this reseacrh shows that SD Masjid Syuhada held political education inside the clasroom and outside the classroom. Political education that hold inside the classroom are: a) curriculum that use in the learning proccess, b) classroom rituals such, and c) teacher role in the learning process. Political education that hold outside the classroom are: a) multicultural school environment, and b) school development activities to train student’s political attitudes.Keywords: political, education, elementary school

    UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI TEAM GAME TOURNAMENT (TGT) PADA SISWA KELAS VIII PUTRI SMP IT SYUHADA TAHUN AJARAN 2014/2015

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika siswa dengan model pembelajaran Team Game Tournament (TGT) pada materi lingkaran siswa kelas VIII Putri SMP IT Syuhada. Penelitian ini dilakukan dikelas VIII Putri SMP IT Syuhada pada semester genap tahun ajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Dalam masing-masing siklus ada empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII Putri SMP IT Syuhada pada semester genap tahun ajaran 2014/2015 yang terdiri dari 32 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dokumentasi, dan catatan lapangan. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah dengan menelaah seluruh data yang tersedia, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas dengan penggunaan model pembelajaran Team Game Tournament (TGT) pada siswa kelas VIII Putri SMP IT Syuhada. Hasil penelitian ini adalah (1) persentase aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan. Persentase akitivitas belajar siswa pada siklus I yaitu 56,59%. Pada siklus II, persentase aktivitas belajar siswa meningkat 21,93% yaitu 78,52% dan sudah mencapai kualifikasi yang diinginkan yaitu kualifikasi tinggi;(2) nilai pra siklus adalah 62,66 dengan ketuntasan dalam kategori cukup (56,25%) setelah diadakan penelitian pada siklus I nilai rata-rata siswa menjadi 75,66 dengan ketuntasan mencapai kategori cukup (62,50%), dan pada siklus II mengalami peningkatan nilai rata-rata menjadi 80,03 dengan ketuntasan kategori tinggi (81,25%). Aktivitas belajar dalam penelitian ini mencakup 4 indikator. Indikator A (kerjasama) mencapai 59,77% pada siklus I dan 79,10% pada siklus II. Indikator B (perhatian) mencapai 28, 32% pada siklus I dan 39,84% pada siklus II. Indikaor C (tanggung jawab)mencapai 80,66% pada siklus I dan 117.38% pada siklus II. Indikator D (siswa aktif) mencapai 57,62% pada siklus I dan 77,73% pada siklus II

    PENDIDIKAN POLITIK DI SD MASJID SYUHADA YOGYAKARTA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pendidikan politik di Sekolah Dasar Masjid Syuhada Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di SD Masjid Syuhada Jalan I Dewa Nyoman Oka Nomor 11 A Yogyakarta dengan subjek penelitian perwakilan siswa kelas I sampai kelas VI, guru kelas III dan kelas IV, serta kepala sekolah. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa SD Masjid Syuhada menerapkan pendidikan politik di dalam kelas dan di luar kelas. Pendidikan politik yang dilakukan di dalam kelas adalah melalui: a) kurikulum yang diterapkan dalam pembelajaran tercermin pada beberapa mata pelajaran mempunyai muatan politik, nilai dan norma serta buku teks, b) kebiasaan-kebiasaan yang diterapkan di dalam kelas seperti peraturan kelas, pembentukan pengurus kelas, dan jadwal piket, dan c) peranan guru dalam pembelajaran melalui strategi yang digunakan, manajemen kendala siswa, dan manajemen perbedaan latar belakang. Pendidikan politik yang dilakukan di luar kelas adalah melalui: a) pengkondisian keadaan multikultural komponen sekolah agar kondusif dan kecenderungan kelompok siswa dan b) kegiatan pengembangan diri yang diadakan oleh sekolah untuk melatih sikap politis siswa seperti kegiatan ekstrakulikuler dan kegiatan-kegiatan sekolah di luar kelas. Kata Kunci: pendidikan politik, siswa Sekolah Dasar

    Mekanisme Penanganan Tindak Pidana Perkosaan Yang Mengakibatkan Kehamilan Korban (Studi Di Polrestabes Medan)

    No full text
    Tindak pidana perkosaan bukan hanya menyebabkan luka fisik maupun psikis, tetapi dapat meninggalkan trauma atau bahkan sampai mengakibatkan kehamilan bagi korbannya. Sayangnya korban lebih memilih menyembunyikan dan tidak menceritakan peristiwa tersebut. Ditambah lagi ketakutan serta stigma negatif akan serangkaian pemeriksaan yang muncul ditengah-tengah masyarakat, mendorong para korban enggan melapor kepada pihak kepolisian. Padahal secara otomatis, akan ada banyak hak yang dapat diperoleh korban perkosaan jika ia memilih menceritakan dan melaporkan kejadian tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja modus tindak pidana perkosaan yang dapat mengakibatkan kehamilan korban, dan bagaimana pula mekanisme penanganan tindak pidana perkosaan yang mengakibatkan kehamilan korban serta apa saja kendala hingga upaya yang dihadapi oleh Kepolisian Polrestabes Medan dalam menangani peristiwa tersebut. Jenis penelitian ini adalah yuridis empiris, dengan sifat penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan yaitu data kewahyuan, data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian, modus terjadinya tindak pidana perkosaan di Polrestabes Medan diantaranya: pelaku membujuk atau mengiming-imingi, serta merayu korban, pelaku berkenalan dengan korban melalui media sosial dan mengajak korban bertemu. Mengenai mekanisme penanganan, umumnya diawali dengan adanya laporan dari korban untuk kemudian dilakukan tahapan penyidikan. Khusus terhadap korban selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan visum. Lalu, penyidik mulai melakukan pemeriksaan terhadap korban, saksi-saksi, tempat kejadian perkara, dan mencari buktibukti lain yang terkait tindak pidana. Adapun kendala yang ditemukan yaitu: ketika dalam pemeriksaan korban anak serta korban bisu. Upaya yang dilakukakan penyidik terhadap korban anak biasanya akan menghilangkan ketakutan anak terlebih dahulu dan tidak memaksa untuk dapat memberikan keterangan. Terhadap korban yang bisu, penyidik biasanya akan mendatangkan ahli yang mampu memahami dan menerjemahkan bahasa isyarat korban

    STUDI KOMPARATIF TENTANG KETERANGAN AHLI FORENSIK SEBAGAI ALAT BUKTI MENURUT SISTEM HUKUM INDONESIA DAN SISTEM HUKUM INGGRIS

    No full text
    STUDI KOMPARATIF TENTANG KETERANGAN AHLI FORENSIK SEBAGAI ALAT BUKTI MENURUT SISTEM HUKUM INDONESIA DAN SISTEM HUKUM INGGRIS Amelya Syuhada Putri. 1410111073. Fakultas Hukum Universitas Andalas. PK IV Hukum Pidana. 109 Halaman. Tahun 2018 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hukum tentang keterangan ahli forensik sebagai alat bukti menurut sistem hukum Indonesia dan sistem hukum Inggris baik dari segi pengaturannya, maupun persamaan dan perbedaan penerapan keduanya. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif bersifat deskriptif, dengan membandingkan antara dua sistem hukum yang berbeda pada suatu negara. Jenis data yang digunakan yaitu data sekunder. Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan, yaitu pengumpulan data sekunder yang ada hubungannya dengan masalah yang akan diteliti. Selanjutnya data yang diperoleh kemudian dipelajari, diklasifikasikan dan dianalisis lebih lanjut sesuai dengan tujuan dan permasalahan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan, diperoleh hasil bahwa : 1) aturan hukum tentang keterangan ahli forensik sebagai alat bukti di Indonesia diatur dalam Pasal 133 KUHAP, serta dalam Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 tentang Tata Cara dan Persyaratan Permintaan Pemeriksaan Teknis Kriminalistik Tempat Kejadian Perkara dan Laboratoris Kriminalistik Barang Bukti kepada Laboratorium Forensik Kepolisian Negara Republik Indonesia (“Perkapolri 10/2009”), dan Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2011 tentang Kedokteran Kepolisian (“Perkapolri 12/2011”). Sedangkan di Inggris aturan tentang keterangan ahli forensik diatur dalam Criminal Procedure Rules PART 19 (19.1-19.9). 2) penerapan keterangan ahli forensik menurut sistem hukum Indonesia dan sistem hukum Inggris memiliki persamaan dalam hal penerapannya yaitu , sama sama dapat membantu mebuat terang suatu perkara pidana, juga memiliki persamaan dalam menerima serta menolak saksi ahli yang akan memberikan keterangan di muka sidang pengadilan. Sedangkan perbedaan pada penerapan keterangan ahli forensik menurut sistem hukum kedua negara tersebut yaitu, terletak pada pengaturannya dan bagaimana ahli tersebut bertindak di muka sidang pengadilan. Melalui hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam perbandingan antara keterangan ahli forensik sebagai alat bukti menurut sistem hukum Indonesia dan menurut sistem hukum Inggris terdapat aturan hukum yang mengatur mengenai keterangan ahli forensik tersebut di masing-masing negara, serta juga ditemukannya beberapa persamaan dan juga perbedaan penerapan keterangan ahli forensik menurut masing-masing sistem hukum yang berlaku dikedua negara tersebut. Dengan ditemukannya persamaan dan perbedaan tersebut diharapkan agar penerapan keterangan ahli forensik sebagai alat bukti di Indonesia dapat dikaji ulang dan dilakukan banyak perubahan-perubahan demi kemajuan pembangunan hukum di negara kita, Indonesia. Kata kunci: keterangan ahli, forensik, system hokum Indonesia, system hokum Inggri

    DAMPAK PEMBELAJARAN DARING TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA DI MDTA AS-SYUHADA MEDAN MARELAN

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran daring di yang dilakukan murid dan guru di MDTA As-Syuhada dan bagaimana dampak pembelajaran daring tersebut terhadap minat belajar siswa. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dilakukan di MDTA As-Syuhada Medan Marelan. Dan subjek penelitian ini adalah orang tua atau wali siswa sebanyak 5 orang dan siswa sebanyak 5 orang. Saat berlangsungnya proses pembelajaran minat sangat berpengaruh pada kegiatan belajar mengajar. Karena minat juga dapat menentukan hasil belajar seorang siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini terdapat ada 5 siswa yang mengalami kenaikan dengan hasil belajarnya selama pembelajaran daring dibandingkan dengan hasil belajar saat tatap muka. Penyebab kenaikan hasil belajar tersebut adalah banyak siswa yang mendapat bantuan menyeluruh dan langsung dari orangtua dan saudaranya saat melakukan pembelajaran daring

    MOTIVASI ORANG TUA MENYEKOLAHKAN ANAKNYA DI SMP ISLAM TERPADU MASJID SYUHADA YOGYAKARTA (STUDI KASUS PENGEMBANGAN MULTIPLE INTELLIGENCES SISWA)

    No full text
    Latar belakang penelitian ini adalah bahwa selain sekolah dan pendidik, orang tua/keluarga memiliki peran penting dalam mengembangkan potensi anak. Pada kenyataan yang ada, potensi anak bukan menjadi motivasi utama dalam memilih sekolah. Beberapa dari mereka memilihkan sekolah sesuai trend yang berkembang di kalangan mereka (kelas sosial), namun juga tidak sedikit yang masih memperhitungkan segi kualitas sekolah itu sendiri. Tidak banyak juga yang memilih sekolah karena tidak diterima di sekolah favorit negeri, sehingga mereka memilih sekolah swasta. Menganggap anaknya tidak pintar sehingga kalah bersaing dengan anak-anak yang diterima di sekolah negeri favorit. Padahal setiap anak memiliki potensi masing-masing dan di bidangnya masing-masing pula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan ekstrakurikuler sekolah dalam mengembangkan multiple intelligences siswa dan menetahui motivasi orang tua menyekolahkan anaknya di SMP IT Masjid Syuhada Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengambil latar SMP IT Masjid Syuhada Yogyakarta. Subyek penelitian adalah sebagian orang tua/wali siswa kelas VII dan VIII. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan observasi, kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi untuk mengetahui motivasi orang tua menyekolahkan anaknya di SMP IT Masjid Syuhada dan perkembangan potensi anak. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Kegiatan pengembangan Multiple Intelligences di SMP IT Masjid Syuhada meliputi Pramuka, Nasyid Acapella, Nasyid Rebana, Murattal Putra dan Putri, Qira’ah, Kaligrafi, Robotika, Karya Ilmiah Remaja (KIR), Arabic Club, English Club, Bulan Sabit Merah Remaja (BSMR), Futsal, Pencak Silat, Basket dan Tonti. (2) Motivasi orang tua menyekolahkan anaknya di SMP IT Masjid Syuhada meliputi motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Motivasi intrinsik: agar anaknya memiliki kualitas akademik yang bagus dan berpengetahuan Islam. Motivasi ekstrinsik meliputi faktor pendidik, pengembangan potensi siswa ditinjau dari segi intrakurikuler dan ekstrakurikuler guna mengembangkan potensi dan bakat yang dimiliki siswa, serta kurangnya pengetahuan dan pemahaman orang tua siswa mengenai Multiple Intelligences sehingga orang tua/wali belum dapat memenuhi kebutuhan dan memfasilitasi berkembangnya potensi anak. Kata kunci: Motivasi Orang Tua, Pengembangan Multiple Intelligence

    Upaya Meningkatkan Kecerdasan Kinestetik Melalui Kegiatan Seni Tari Pada Anak Usia 5-6 Tahun Kelompok B RA Syuhada sukaraja Kabupaten Batu Bara

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh kegiatan menari yang dapat meningkatkan kecerdasan kinestetik anak usia dini pada Kelompok B Di RA Syuhada Sukaraja T.A. 2021/2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peningkatan Kecerdasan Kinestetik Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Menari Pada Kelompok B di RA Syuhada Sukaraja T.A. 2021/2022. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 15 April sampai 30, dengan jumlah anak yang diteliti 10 orang anak. menggunakan metode penelitian tindakan kelas partisipan. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Penelitian diawali dengan prasiklus selanjutnya siklus I dan siklusII, Berdasarkan hasil penelitian setelah diberikan tindakan I yaitu terdapat 2 anak mencapai kriteria mulai berkembang dan 7 anak berkembang sesuai harapan, dan 1 anak berkembang sangat baik. Pada Siklus II terjadi peningkatan secara signifikan, diperoleh dari 9 anak, 1 anak telah mencapai kriteria berkembang sesuai harapan (10%) dan 9 anak mencapai kriteria berkembang sangat baik (90 %)

    FUNGSI PENGAWASAN DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SANTRI PONDOK PESANTREN AL MUHSIN PUTRI METRO UTARA KOTA METRO

    No full text
    ABSTRAK Upaya pengawasan kepada santri putri di pondok pesantren Al Muhsin putri sesuai dengan peraturan serta pemberian sanksi dalam meningkatkan kedisiplinan belum maksimal . Hal ini dilihat dari bentuk permasalahan menyangkut berbagai bidang dari pengurus pondok pesantren Al Muhsin dan santri pondok pesantren Al Muhsin putri . Salah satu permasalahan sering timbul dari kurang optimal ustadz/ustadzah dalam menyikapi perilaku pelanggaran santri pondok pesantren Al Muhsin putri. Penegasan dalam melaksanakan aturan haruslah di upayakan sebaik-baik mungkin agar bisa mencapai tujuan peraturan dan memberikan efek jera kepada santri pondok pesantren Al Muhsin putri untuk menaati peraturan yang sudah di rancang sebagaimana mestinya. Karna tujuan dari peraturan dan sanksi ialah untuk meningkatkan kedisiplinan santri pondok pesantren Al Muhsin putri. Pelaksanaan peraturan serta sanksi untuk santri pondok pesantren Al Muhsin putri yang melanggar sangat penting untuk bisa menjaga dan menciptakan lingkungan sosial warga pondok pesantren Al Muhsin putri. Berdasarkan latar belakang masalah dapat di atas dapat di ambil rumusan masalah tentang bagaimana Fungi Pengawasan dalam Meningkatkan Kedisiplinan Santri Pondok Pesantren Al Muhsin Putri Metro Utara Kota Metro. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Fungi Pengawasan dalam Meningkatkan Kedisiplinan Santri Pondok Pesantren Al Muhsin Putri Metro Utara Kota Metro sedangkan untuk metode penelitian penulis menggunakan metode observasi,metode wawancara dan metode dokumentasi. Hasil penelitian yang penulis dapat disimpulkan bahwasannya Bentuk perilaku tidak disiplin santri di Pondok Pesantren Al Muhsin Putri didasari dengan berbagai bentuk dan pengaruh dan dalam menanggapinya pengurus pondok harus memberikan ketegasan sanksi sebagai bentuk pendisiplinan santri agar segala bentuk kualifikasi pelanggaran tidak dilakukan maupun di ulangi oleh santri guna memberikan pelajaran kepada santri yang lain sebagai himbauan agar tidak melanggar aturan jika tidak ingin termendapatkan sanksi sesuai dengan kualifikasi bobot pelanggarannya. Sesuai dengan manajerial bagian kedisiplinan santri dari ibadah, pembelajaran,rukhtar atau hafalan, kebersihan , kesehatan dan perizinan harus lebih teliti dan bertanggung jawab guna akan mempengaruhi kedisipliann santri dalam menaati peraturan di pondok pesantren Al Muhsin putri. Kata Kunci : Pengawasan, disiplin, santri, pondok pesantren. ABSTRACT Supervision efforts for female students at the Al Muhsin female Islamic boarding school in accordance with regulations and the imposition of sanctions to improve discipline have not been maximized. This can be seen from the form of problems concerning various fields from the management of the Al Muhsin Islamic boarding school and students of the Al Muhsin female Islamic boarding school. One of the problems often arises from the less than optimal ustadz / ustadzah in responding to the behavior of violations by students of the Al Muhsin female Islamic boarding school. Affirmation in implementing the rules must be attempted as well as possible in order to achieve the objectives of the regulations and provide a deterrent effect on students of the Al Muhsin female Islamic boarding school to obey the regulations that have been designed properly. Because the purpose of the regulations and sanctions is to improve the discipline of students of the Al Muhsin female Islamic boarding school. Implementation of regulations and sanctions for students of the Al Muhsin female Islamic boarding school who violate is very important to be able to maintain and create a social environment for residents of the Al Muhsin female Islamic boarding school. Based on the background of the problem above, the formulation of the problem can be taken about how the Supervisory Function in Improving the Discipline of Students at the Al Muhsin Putri Islamic Boarding School, North Metro, Metro City. The purpose of this study is to determine how the Supervisory Function in Improving the Discipline of Students at the Al Muhsin Putri Islamic Boarding School, North Metro, Metro City, while for the research method the author uses the observation method, interview method and documentation method. The results of the study that the author can conclude are that the form of undisciplined behavior of students at the Al Muhsin Putri Islamic Boarding School is based on various forms and influences and in responding to it, the boarding school administrators must provide firm sanctions as a form of student discipline so that all forms of violation qualifications are not carried out or repeated by students in order to provide lessons to other students as an appeal not to violate the rules if they do not want to be subject to sanctions according to the qualification of the weight of the violation. In accordance with the management of the discipline of students from worship, learning, rukhtar or memorization, cleanliness, health and permits must be more careful and responsible in order to influence the discipline of students in obeying the rules at the Al Muhsin Putri Islamic Boarding School. Keywords: Supervision, discipline, students, Islamic boarding school
    corecore