1,721,075 research outputs found

    TRANSKULTURASI DALAM PENERJEMAHAN PRONOMINA PADA TERJEMAHAN ALQURAN BAHASA SUNDA

    Full text link
    The pronouns of Arabic are different from the pronouns of Sundanese. Arabic pronouns have egalitarian and neutral meanings, while Sundanese pronouns reveal the dimensions of socio-cultural and politeness. If the pronouns of the two languages are expressed in translation, how would linguistic devices respond to the transculturation between the two languages?  To answer this question, the data were collected from the translation of the Arabic pronouns in the Qur'an Surah Ali 'Imran and used semantic analysis method to compare the lexical, contextual, and pragmatic meanings of the two languages.  From 14 Arabic pronouns, only 9 pronouns were translated variably. The translation is capable of equally conveying the concept of quantity ('adad) in the recipient language through the affixation process, but has not been able to address the gender aspect. The translation also considered the interpersonal meaning and the relationship of the interlocutors. This is a form of transculturation from being neutral, egalitarian, and exclusive to become partial, inclusive, polite, and communicative

    STRATEGI INTERNALISASI NILAI SPIRITUAL DALAM PERSPEKTIF GURU DAN SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KABUPATEN BANDUNG BARAT

    Full text link
    Kualitas pendidikan di antaranya ditentukan oleh faktor instrinsik berupa kehendak yang kuat untuk mengembangkan daya anak. Kehendak itu muncul karena adanya nilai dalam dirinya yang mendorong dan memberi semangat untuk berpikir dan berperilaku. Nilai itu diperoleh dari lingkungan dan pengalaman melalui kegiatan bernalar. Alur pikir ini menunjukkan bahwa kedudukan nilai sangat penting bagi terjadinya kegiatan pemberdayaan potensi pada diri anak. Walaupun penting, upaya ilmiah dan sistematis dalam menanamkan nilai spiritual pada anak masih minim. Karena itu, sangatlah beralasan untuk meneliti jenis nilai yang perlu ditanamkan kepada anak, cara menanamkannya, dan orang yang tepat untuk menanamkannya. Dari telaah tersebut dapat dirumuskan jenis nilai yang perlu diinternalisasikan, cara internalisasi nilai yang bersifat hipotetik, dan orang yang menanamkannya. Tujuan tersebut dicapai dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dari para guru dan siswa melalui angket. Selanjutnya data dianalisis dengan melihat kecenderungan pandangan responden pada konsep tertentu berkenaan dengan jenis nilai, cara internalisasi nilai, dan hambatan pelaksanaannya. Hasil analisis data menyimpulkan bahwa nilai kejujuran, persaudaraan, kesabaran, dan kepedulian perlu ditanamkan melalui keteladanan, penjelasan, perenungan, peniruan, dan interaksi yang intensif. Kendala yang dihadapi ialah minimnya kendali dalam mengakses informasi, perbedaan standar nilai, mimnimnya keteladanan, dan perbedaan pola asuh.Kata Kunci: Model internalisasi nilai, nilai spiritual, kualitas pendidikanÂ

    Pengaruh lingkungan toko terhadap pembelian secara impulsif: Studi pada Smesco Mart Lowokwaru Kota Malang

    Full text link
    INDONESIA: Dewasa ini persaingan antara dunia usaha semakin kuat dan ketat, setiap toko ritel dituntut untuk selalu memperbaiki segala manajemennya agar tetep dapat bertahan dan terus berjalan. Oleh karena itu, agar dapat menarik konsumen untuk melakukan pembelian salah satunya dapat dilakukan dengan kreatifitas penciptaan lingkungan toko yang menyenangkan dan menarik di dalam toko, karena dewasa ini ada kecenderungan berubahnya motif seseorang untuk berbelanja, dimana kegiatan berbelanja tidak hanya sebagai kegiatan fungsional untuk membeli barang kebutuhan saja, tetapi juga untuk menghilangkan kejenuhan. Pada saat konsumen melihat produk-produk yang di tawarkan dan tertarik, lalu secara spontan melakukan pembelian, hal inilah yang dinamakan pembelian impulsif (Impulse buying). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara simultan dan parsial lingkungan toko yang terdiri dari faktor ambient, faktor desain dan faktor sosial terhadap pembelian impulsif. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Dalam penelitian ini, analisis data menggunakan model regresi linier berganda. Sebelum melakukan analisis regresi dilakukan uji validitas dan reliabilitas, normalitas data, uji asumsi klasik baik itu multikolinieritas, heteroskedasitas dan autokolerasi, sehingga bisa mendapatkan nilai baik. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, menunjukkan bahwa variabel faktor ambient, faktor desain dan faktor sosial secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pembelian impulsif. Hubungannya dapat ditunjuk dengan nilai koefisien kolerasi (R) sebesar 0,660 dan nilai koefisien determinasi yang disesuaikan (adjusted R square) sebesar 0,416 atau 42% dengan Fhitung sebesar 22,159 serta tingkat signifikansi 0,000 (p < 0,05). Variabel faktor desain merupakan variabel yang dominan mempengaruhi pembelian impulsif di Smesco Mart Lowokwaru Kota Malang dengan beta bernilai paling tinggi diantara variabel lainnya, yaitu sebesar 0,368. ENGLISH: Today the competition between the business world is getting stronger and stronger, every retail store is required to always improve all its management to keep surviving and keep going. Therefore, in order to attract consumers to purchase one of them, the seller may do it with the creativity of pleasant and attractive store environment creation in the store, because today there is a tendency to change one's motive to shop, where shopping activities are not just as a functional activity to buy goods Needs only, but also to eliminate saturation. When consumers see the products that are offered and interested, then spontaneously they make a purchase, this is called as impulse buying. This study aims to determine the effect of simultaneous and partial store environment consisting of ambient factors, design factors and social factors to impulsive purchases. This type of this research is quantitative. In analyzing data, this study use multiple linear regression model. Before doing regression analysis, the researcher dis validity and reliability test, data normality, classical assumption test with multicollinearity, heteroskedasitas and autokolerasi, so it can get good value. Based on the results of research conducted, it shows that the variables of ambient factors, design factors and social factors together significantly influence on impulsive purchases. The relationship can be designated by the value of the correlation coefficient (R) of 0.660 and the adjusted R square value of 0.416 or 42% with Ftest of 22.159 and the significance level of 0.000 (p <0.05). Design factor variable is the dominant variable affecting impulse buying in Smesco Mart Lowokwaru Malang City with beta that is highest among other variables, which is 0,368

    SPIRITUAL PEDAGOGY: AN ANALYSIS OF THE FOUNDATION OF VALUES IN THE PERSPECTIVE OF BEST PERFORMING TEACHERS

    No full text
    The welfare of a nation is determined by the quality of its education. The quality of education is in turn determined by the quality of teachers, and the quality of teachers by the values that guide them in performing their profession. Teachers who perform their profession based on values are best performing teachers. The question is what spiritual values guide them in fulfilling their job as a teacher? This is the main question in describing the values that become the foundation, guidelines, and motivation for teachers in performing their profession; the values that are apparent in daily life behaviors as the educational principles that become the authentic character of the teachers. To meet this goal, narrative inquiry method was employed to analyze the thoughts, feelings, and ideas of best performing teachers from the story, history or activities they recount. In order to answer the main question of this research, 24 best performing teachers from various levels of education from West Java and other provinces were gathered. Data were collected through in-depth interviews with the researcher that plays the role of research instrument. Then, the data were transcribed so that each respondent has his or her own ”narration”. After getting coded and numbered, the sentences were processed with monocorn version 1.3 to find the frequency of keywords that will narrow down to certain themes potential to be the research findings. The findings were then analyzed, compared, and contrasted to tendencies as conclusions strengthened with discussion from theoretical perspectives.</jats:p

    Fenomenologi Hikikomori pada Tokoh Sagiri dalam Anime Eromanga Sensei Karya Ryouhei Takeshita

    Full text link
    This research is motivated by the Hikikomori phenomenology which occurs a lot in Japan among teenagers up to age 39. Hikikomori phenomenology&nbsp; is the act of a person when shutting himself at home or withdrawing from his social life for more than six months.&nbsp; In this article, the author examines the main t okoh of the anime Eromanga Sensei which experienced the hikikomori phenomenon, namely Izumi Sagiri. After the death of both her parents, Sagiri shut herself in the room and only communicated with her half-sister. &nbsp;The author uses research methodsthat are qualitative and descriptive analysis approaches. The author also analyzes using the phenomenological approach &nbsp;of Edmund Husseurl and the concept of Hikikomori in the character Sagiri. The results obtained from this study are that it is true that Sagiri experienced &nbsp;the Hikikomori phenomenon &nbsp;since his parents died, and has been locked up for a year. The cause of Hikikomori experienced by Sagiri is the child's sense of dependence on parents. So when she lost her parents, Sagiri experienced excessive anxiety

    Respons Mahasiswa Pascasarjana terhadap Perkembangan Riset Linguistik Interdisiplin di Perguruan Tinggi Negeri

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan mengetahui perkembangan tata kelola Program Studi Linguistik S3, kurikulum yang digunakan pada prodi itu, dan respons  mahasiswa terhadap mata kuliah interdisiplin di bidang linguistik. Kenny (1995) menegaskan, mata kuliah interdisiplin sangat  penting untuk menghadapi situasi yang semakin kompleks, tidak menentu, dan ambigu, maka studi interdisiplin perlu terus dibinakan kepada para mahasiswa.  Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan metode Predictive Content Analysis dari  Neuendorf (2002) karena metode itu  bertujuan memprediksi beberapa pengaruh atau akibat dari sejumlah pesan terhadap hal lain. Data dikumpulkan dari profil program studi, kurikulum, dan respon mahasiswa terhadap kajian interdisiplin di bidang linguistik.  Program Studi Linguistik jenjang S3 yang menjadi sumber data adalah prodi yang diselenggarakan oleh 7  Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) di Indonesia. Hasil analisis data menyimpulkan, tata kelola prodi linguistik pada ke-7 PTN BH cukup baik, sehingga diprediksi mampu menghasilkan lulusan yang menguasai landasan filosofis dan teoretis serta mampu mengimplementasikan pendekatan interdisipliner dalam mengatasi masalah yang berkaitan dengan bahasa. Mereka berpandangan bahwa  studi interdisipliner akan sangat bermanfaat bagi mereka dalam menghadapi tantangan dunia global. Untuk itu, program studi membekali para mahasiswanya dengan beban studi yang berkisar antara 42 – 53 SKS

    ADULT READER MODELS ACCORDING TO TYPES OF THOUGHT PROCESS AND THEIR OUTPUTS

    Full text link
    This study examines (1) reader model among the students, (2) types of thinking utilised on each model and their outputs, and (3) efforts of development for strengthening literacy level. The data was obtained from 9 students taking the mantiq (logic) course. They were asked to read 'Ilmul Mantiq and communicate their thought process while reading. By utilising the narrative inquiry method, there are, at least, four models: scholar models, learning models, receptive models, and natural models. The learning model is superior to other models in terms of its outputs, ease of implementation, and types of thought process involved. As a form of literacy, reading is a mental process of negotiating the experiences of readers and writers. Thought process required for students are the ability to think logically, experimentally, ethically, and aesthetically.Keywords: Literacy, reading, reader model, types of thought proces

    Bicultural, personality, and pedagogical competences in the perspective of BIPA language assistants

    Full text link
    Bicultural, personality, and pedagogical competences in the perspective of BIPA language assistantsIn 2019, there were 63.022 learners of Indonesian as a foreign language in Victorian schools, Australia. They were facilitated by 263 Indonesian Language for Foreign Speakers (BIPA) local teachers. Due to a shortage of BIPA local teachers, the Department of Education and Training Victoria had recruited language assistants from Indonesia. This study is aimed to describe the required skillsets of BIPA language assistants to support their duties. The data were collected through interviews, an inventory, observations, and stories of eight Indonesian language assistants with one year of experience. The findings reveal that the language assistants need to develop bicultural, personality and pedagogical competences. These competences should become the reference for developing workshop materials for future BIPA language assistants.Keywords: BIPA teachers, bicultural competences, personality competences,  pedagogical competencesKompetensi bikultural, kepribadian, dan pedagogik dalam perspektif guru bantu BIPAPada tahun 2019 terdapat 63.022 siswa Victoria, Australia, yang mempelajari bahasa Indonesia sebagai bahasa asing. Mereka dibimbing oleh 263 guru BIPA. Karena jumlah guru tidak memadai, maka Department of Education and Training Victoria merekrut guru bantu (language assistant) dari Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berbagai kompetensi yang perlu dimiliki guru bantu untuk menunjang pelaksanaan tugasnya. Data dikumpulkan dari wawancara, inventori, observasi, dan deskripsi pengalaman dari delapan guru bantu selama satu tahun mengajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru bantu perlu mengembangkan kompetensi bikultural, kompetensi kepribadian, dan kompetensi pedagogik. Ketiga kompetensi ini sebaiknya dijadikan bahan workshop pada pembekalan guru bantu di lembaga pengirim.Kata kunci: guru BIPA, kompetensi bikultural, kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogi

    TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PUTUSAN NEIT ONVANTKELIJK (NO) (Studi Kasus Perkara No. 0380 Pdt G 2012 PA Mlg)

    Full text link
    Skripsi yang berjudul Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Neit Onvantkelijk (NO) (Studi Kasus Perkara No. 0380 Pdt G 2012 PA Mlg) ini merupakan hasil penelitian dokumentasi yang bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang apa dasar majelis hakim menjatuhkan putusan tidak dapat menerima gugat cerai penggugat ? Dan bagaimana analisis yuridis terhadap putusan majelis yang menjatuhkan putusan tidak dapat menerima gugat cerai penggugat yang dikeluarkan oleh Pengadilan Agama Malang. Dalam menjawab permasalahan yang ada, penulis menggunakan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi dan interview atau wawancara, dokumentasi yang berupa putusan Pengadilan Agama Malang, dan telaah pustaka yang selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif analisis dengan pola pikir deduktif yaitu mengemukakan teori atau dalil-dalil yang bersifat umum tentang putusan yang tidak dapat diterima yang untuk selanjutnya dapat membahas lebih jauh mengenai permasalahan putusan tersebut. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwasannya surat gugatan dari penggugat yang diwakili oleh kuasa hukumnya telah diketahui telah obscuur libel (kabur), kuasa hukum dari penggugat tersebut telah melampuai batas kewenangan dari hak kuasanya, bahwasanya penggugat hanya memberi kuasa kepada kuasa hukumnya untuk menggugat cerai tergugat saja tidak termasuk menggugat yang lainnya. Adapun dasar hukum yang diambil oleh hakim dalam memutuskan perkara tersebut adalah tidak terpenuhinya syarat formil yang digariskan pada pasal 123 ayat (1) HIR dan SEMA No. 1 Tahun 1971 jo SEMA No 6 Tahun 1994. Sesuai dengan ketentuan tersebut surat kuasa (bijzondere schriftelijke machtinging), harus dengan jelas dan tegas. Sedangkan putusan hakim Nomor. 0380 Pdt G 2012 PA Mlg yang tidak mengabulkan gugatan penggugat untuk mencerai tergugat, adalah sudah tepat baik secara hukum formil, karena di dasarkan atas hukum yang berlaku, akan tetapi putusan majelis hakim tersebut tidak memenuhi asas sederhana, cepat, dan biaya ringan
    corecore