1,720,956 research outputs found
Perilaku Berbohong Di Facebook (Studi Kasus: Ibu Rumah Tangga Di Kampung Rawa Domba Duren Sawit)
Beberapa tahun belakangan ini, kehadiran facebook yang merupakan salah satu media sosial terbesar menjadi sebuah fenomena besar yang mampu menarik perhatian para ibu rumah tangga di Kampung Rawa Domba Duren Sawit Jakarta Timur untuk menggunakannya. Ketika ibu rumah tangga mulai mengenal dan menggunakan facebook, hal positif yang didapat adalah bertambahnya wawasan dan pengetahuan ibu rumah tangga dan ia pun tidak buta akan perkembangan teknologi. Selain hal positif, hal negatif yang didapat pun tidak sedikit, salah satunya adalah meningkatnya perilaku bohong ibu rumah tangga tentang aktivitas yang mereka lakukan di facebook sehingga dapat menimbulkan permasalahan-permasalahan baru di dalam kehidupan rumah berumah tangganya. Dalam penelitian ini, penulis ingin mengetahui bagaimana strategi berbohong ibu rumah tangga di kAMPUNG Rawa Dmba Duren Sawit Jakarta Timur di facebook. Adapun rumusan masalahnya adalah pertama bagaimana strategi berbohong ibu rumah tangga di Kampung Rawa Domba Duren Sawit? Dan kedua mengapa mereka melakukan perilaku berbohong ketika menggunakan facebook? Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi lapangan dengan metode penelitian studi kasus. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara mendalam, dokumentasi, dan observasi. Teori yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah teori interpersonal deception oleh David Buller dan Judee Burgoon. Alasan seseorang melakukan kebohongan menurut Buleer dan Burgoon adalah karen abeberapa hal, mulai dari untuk menghindari konflik, agar tidak menyakiti hati orang lain, dan untuk memperlambat atau empercepat sebuah hubungan, oleh larena itu perilaku berbohong dilakukan. Strategi berbohong yang dilakukan oleh ibu rumah tangga di Kampung Rawa Domba Duren Sawit Jakarta Timur adalah dengan cara memanfaatkan waktu senggang yang mereka miliki yaitu ketika sang suami tidak sedang berada di rumah sehingga tidak ada yang memantau kegiatan mereka. Perilaku berbohong yang mereka lakukan karena kurangnya kebebasan yang diberikan oleh suami sehingga mereka merasa tertekan dan mencari kebahagiannya sendiri dengan melakukan perilaku berbohong tersebut
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PAI BERBASIS APPYPIE DI SMAN 91 JAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran
Pendidikan Agama Islam berbasis Appypie dengan materi pelajaran Iman Kepada
Kitab-kitab Allah SWT untuk siswa kelas XI SMA dan mengetahui kelayakan
media pembelajaran PAI berbasis Appypie berdasarkan penilaian ahli materi, ahli
media, dan siswa.
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Research and
Development (R&D) yang diadaptasi dari model pengembangan ADDIE yang
terdiri dari lima tahap yaitu: 1. Analysis (analisis), 2. Design (perancangan), 3.
Development (pengembangan), 4. Implementation (implementasi), dan 5.
Evaluation (evaluasi), namun dalam penelitian hanya dilaksanakan hingga tahap
ketiga, yaitu tahap pengembangan. Validasi dilakukan oleh ahli materi, dan ahli
media. Media yang telah dikembangkan diujicobakan kepada 26 siswa kelas XI
IPA 2 SMAN 91 Jakarta.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelayakan media
pembelajaran PAI berbasis Appypie berdasarkan penilaian oleh ahli materi dan
ahli media sebagai berikut: 1) Penilaian oleh ahli materi 1 mendapatkan nilai total
presentase 83,33%, penilaian oleh ahli materi 2 mendapatkan nilai total 81,67%.
Jika dijumlahkan dan diambil rata-rata dari penilaian kedua ahli materi, maka
media ini mendapatkan nilai rata-rata presentase dari kedua ahli sebesar 82,5%
sehingga termasuk dalam kategori “Sangat Layak”. 2) Penilaian oleh ahli media 1
mendapatkan nilai total presentase 73,33%, penilaian oleh ahli media 2
mendapatkan nilai total 100%. Jika dijumlahkan dan diambil rata-rata dari
penilaian kedua ahli media, maka media ini mendapatkan nilai rata-rata presentase
dari kedua ahli sebesar 86,67% sehingga termasuk dalam kategori “Sangat
Layak”. Hasil penilaian siswa terhadap media ini pada saat diuji coba
mendapatkan persentase rata-rata 84,37% sehingga termasuk dalam kategori
“Sangat Layak”. Dengan demikian media pembelajaran PAI berbasis Appypie
layak digunakan sebagai media pembelajaran PAI
KEPEMIMPINAN POLITIK MUAWIYAH BIN ABU SUFYAN PADA DINASTI UMAYYAH DI DAMASKUS (661-680 M)
Sejak zaman Khulafaur-Rasyidin, Muawiyah bin Abu Sufyan telah
memiliki peran yang cukup strategis. Setelah Rasulullah wafat, kekhalifahan
diserahkan kepada Ali bin Abi Thalib, namun Muawiyah menolak memba‟at Ali.
Sampai terjadilah perang Siffin yang berujung tahkim yang membuat banyak
pihak kecewa, hingga Ali bin Abi Thalib mati dibunuh. Sehingga jabatan khalifah
diberikan kepada putranya yaitu Hasan bin Ali. Karena Hasan bin Ali ingin
memadamkan gejolak dan krisis politik, maka jabatan khalifah diserahkan kepada
Muawiyah bin Abu Sufyan. Penelitian ini merupakan penelitian kajian pustaka
(Library Research). Metode sejarah yang digunakan dalam penelitian ini terdiri
dari 4 tahapan yaitu, heuristik (pengumpulan data), verifikasi (kritik sumber),
intreptretasi (penafsiran), dan historiografi. Teori yang digunakan adalah teori
sejarah, serta menggunakan pendekatan sosio-politik. Hasil penelitian Muawiyah
bin Abu Sufyan menjadikan Damaskus sebagai ibukota Umayyah, meletakkan
dasar-dasar aturan dengan pembentukan protokoler yang mengawal dan
menyeleksi tamu yang akan berurusan dengan khalifah, mengadakan dinas pos,
membangun anjungan dalam masjid untuk menjaga keamanan diirnya dari
serangan musuh ketika sembahyang. Muawiyah berhasil dalam membangun
kekuatan armada laut Islam dan menjabat Amir al-Bahr pada masa pemerintahan
khalifah Usman bin Affan. Sistem pemerintahan pada masa Muawiyah menjadi
monarchiheridetis (kerjaan turun-temurun).
Muawiyah bin Abu Sufyan menerapkan beberapa prinsip kebijakan politik
dalam negeri demi memperkokoh sendi-sendi kemanan dan stabilitas negara.
Prinsip pertama: memperlakukan sebaik-baiknya tokoh-tokoh besar, Kedua:
menugasi banyak orang yang paling cerdas, kompeten, dan paling berpengalaman
dalam mengurus masyarakat. Ketiga: mengawasi langsung sendiri segala urusan
negara. Dalam kebijakan politik luar negeri, Muawiyah kembali melakukan
penaklukan yang sebelumnya sempat terhenti pada masa Usman bin Affan.
Muawiyah bekerja sama dengan Mesir dan Syam mempersiapkan angkatan
armada yang besar untuk menaklukan Byzantium. Banyaknya faktor yang
mendukung kekokohan Konstatinopel membuat pasukan armada laut Islam
mundur yang berakhir mengadakan perundingan. Penaklukan ke Afrika Utara,
Muawiyah mengandalkan Uqban bin Nafi‟. Uqbah membangun Qairuwan, kota
yang menjadi pangkalan militer bagi kaum Muslimin. Pembangunan Qairuwan
merupakan bukti bahwa penaklukan demi penaklukan terus dilakukan secara
berkesinambungan.
Kata kunci: Muwiyah bin Abu Sufyan, Kepemimpinan, Dinasti Umayya
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
