16 research outputs found
Teori Dasar Ekonomi Mikro Dalam Literatur Islam Klasik
Ekonomi Islam sebagai ilmu pengetahuan yang lahir sebagai alternatif dari ekonomi Konvensional yang sudah memperlihatkan kegagalannya dalam menciptakan kesejahteraan bagi seluruh manusia. Di samping itu ilmu ekonomi Islam juga dianggap sebagai ilmu “baru” yang sama sekali terlepas dari sejarah ekonomi dunia. Ilmu ekonomi Konvensional dianggap lahir dari vacuum dan tidak ada peran keilmuan Islam dalam perkembangan sejarahnya sebagaimana dinyatakan Schumpeter dalam the great gap-nya. Padahal beberapa ilmuwan justru menulis bahwa ilmu pengetahuan Yunani-Helenistik sampai ke tangan kaum terpelajar modern Eropa sekarang adalah berkat tangan Muslim yang memodifikasinya dan memberikan nilai tambah padanya sebagaimana dinyatakan oleh Mehdi Nakosteen. Untuk itu, diperlukan penelusuran keberadaan teori-teori ekonomi Konvensional dalam literatur Islam klasik. Untuk membuktikan bahwa Ilmu Ekonomi Konvensional bukanlah berangkat dari vacuum dan bahwa Ilmu Ekonomi Islam merupakan bagian dari sejarah kelahiran ekonomi Konvensional. Pada beberapa literatur Islam klasik akan kita temukan beberapa teori dasar ekonomi Konvensional yang tidak hanya mirip tapi juga persis sama secara utuh. Pada literature Islam klasik akan kita temukan teori dasar seperti kebutuhan manusia yang tidak terbatas, teori nilai, teori produksi, teori penawaran dan permintaan, mekanisme harga pasar dan lain-lain. Hal ini memberikan bukti bagi kita bahwa ilmu ekonomi Islam bukanlah hal “baru” yang sama sekali tidak pernah ada dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan. Bahkan ilmu Ekonomi Islam telah ada sebelum kelahiran ekonomi Konvensional.Islamic Economics as a science that was born as an alternative to conventional economics that has demonstrated its failure in creating prosperity for all human beings. In addition, Islamic economics is also considered as the "new" science, apart from the economic history of the world at all. Conventional economics is considered came up from vacuum and Islamic Economic has no role in the development history of science as Schumpeter stated in the his great gap theory. Though some scientists actually wrote that Greek-Hellenistic science came into the hands of the educated modern Europe today by effort of Muslims schoolar who modifies and adds value to it as stated by Mehdi Nakosteen. Therefore, it`s needed a search of Conventional economic theories in classical Islamic literature. To prove that the Conventional Economic Sciences is not departing from the vacuum and that Islamic Economics is part of the history of the arising of Conventional economics. On some classical Islamic literature we will find some basic economic theories Conventional not only similar but also exactly the same as a whole. In the classical Islamic literature we would find economic basic theories such unlimited human needs theory, value theory, theory of production, the theory of supply and demand, the market mechanism and others. This provides evidence for us that Islamic economics is not "new" at all and never existed in the history of science. Even the science of Islamic Economics has been there before conventional economics arised
PENGARUH RELIGIUSITAS, KEPERCAYAAN DAN DIGITAL LITERACY TERHADAP MINAT MUZAKKI MEMBAYAR ZAKAT MELALUI FINTECH
Penghimpunan dana zakat dengan potensi zakat di
Indonesia belum maksimal, dikarenakan masih banyaknya
Muzakki yang tidak menyalurkan zakatnya melalui lembaga
amil zakat karena beberapa faktor. Perkembangan era digital
saat ini memberikan kemudahan bagi Muzakki untuk
menunaikan zakatnya melalui kanal digital dengan bantuan
financial technology.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh
religiusitas, kepercayaan dan digital literacy terhadap minat
Muzakki membayar zakat melalui fintech. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang diperolehdari
penyebaran angket. Data yang diperoleh dianalisis dengan
menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji
heteroskedastisitas, uji multikolinearitas, uji linearitas, uji
regresi linear berganda, uji t, uji F, dan uji koefisien determinasi.
Hasil dari penelitian ini adalah variabel religiusitas tidak
berpengaruh signifikan terhadap minat Muzakki membayar
zakat melalui fintech dibuktikan dari nilai t hitung < dari t tabel
yaitu 0,741 lebih kecil dari t tabel 1,66159 dan nilai sig (0,460)
> 0,05. Variabel kepercayaan berpengaruh positif dan
signifikan terhadap minat Muzakki membayar zakat melalui
fintech dibuktikan dari nilai t hitung > t tabel yaitu 6,003 lebih
besar dari 1,66159 dan nilai sig (0,000) < 0,05. Variabel digital
literacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat
Muzakki membayar zakat melalui fintech dibuktikan dari nilai t
hitung> t tabel yaitu 2,14 lebih besar dari 1,66159 dan nilai sig
(0,012) < 0,05. Kemudian variabel religiusitas, kepercayaan dan
digital literacy bersama−sama berpengaruh signifikan terhadap
minat Muzakki membayar zakat melalui fintech dengan hasil F
hitung > F tabel yaitu 29,9006 > 2,14 dan nilai sig 0,000 < 0,05
STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN DAERAH BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI KECAMATAN GUNUNG WUNGKAL
AbstractThis research aims to find out strategies that can be used to accelerate the pace of economic development in Gunungwungkal sub-district, by referring to physical, environmental, social and local wisdom conditions in Gunungwungkal in 2015. The result is that Gunungwungkal is a plateau with good physical conditions for agriculture and livestock but is constrained by the addition of added value in the production of goods. The number of residents of the productive age is more than the age of being unproductive, but the educational facilities are not sufficient, so other institutions such as training centers are needed. There is tourism potential such as Grojogan Sewu waterfall and monastery, but the infrastructure does not support it. Therefore, the right strategy to accelerate the development of the Gunungwungkal area is to increase the ability and knowledge of the population in order to provide added value to the production results and improve infrastructure, and this cannot be done except with good cooperation between the government and the community
Al buyu al aanhi anha
This research aims to find out the reasons why some sales are baned in the time of the Prophet (peace and blessings of Allah be upon him). Knowing these reasons is important because it provides teachers or students with sufficient understanding to apply them to the sales contract that people are currently doing, so that they can do the right sales. The research found that the reasons for the prohibition due to two things are the causes of nodal and non-nodal causes. The nodal causes are either related to the contract place or the contract bundle. The reasons related to the place of contract are, firstly, not to be held on it; secondly, the holding of the contract is not considered as treasure or wealth; thirdly it should be non-existent, fourthly the seller should not be the owner of the sale; The reasons related to the contract bundle are riba and gharar. Non-contractual causes are damage and religious offens
Konsep stres pada masyarakat modern dan upaya penyembuhannya menurut Ishaq Husaini Kuhsari dan Mustamir :perspektif bimbingan konseling Islam
Penelitian ini berjudul: Konsep Stres pada Masyarakat Modern dan Upaya Penyembuhannya Menurut Ishaq Husaini Kuhsari dan Mustamir (Perspektif Bimbingan dan Konseling Islam). Latar belakang penelitian ini, bahwa stres pada dasarnya adalah sesuatu yang menekan individu baik yang bersumber dari luar maupun dalam diri individu. Kondisi stres yang apabila dibiarkanakan member dampak negative bagi individu baik dalam hal kondisi kesehatan fisik maupun mental individu. Dalam berbagai kajian, faktor agama mempunyai peranan penting dalam mekanisme koping yang dilakukan individu terhadap stres. Sebagai rumusan masalah adalah bagaimana konsep stres pada masyarakat modern menurut Ishaq Husaini Kuhsari dan Mustamir? Bagaimana solusi yang ditawarkan Ishaq Husaini Kuhsari dan Mustamir dalam upaya penyembuhan stres pada masyarakat modern? Serta bagaimana tinjauan dari bimbingan dan konseling Islam.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Data primer dalam penelitian ini adalah karya Ishaq Husaini Kuhsari dan Mustamir. Adapun data sekundernya adalah sejumlah kepustakaan yang relevan dengan skripsi ini. Teknik pengumpulan data yang penulis lakukan dalam penelitan ini adalah kepustakaan (library research). Dalam menganalisis data menggunakan analisis deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa apabila mengkaji pemikiran Ishaq Husaini Kuhsari dan Mustamir, keduanya berasumsi bahwa stres pada dasarnya bagaimana cara pandang dan menilai terhadap peristiwa yang menjadi stimulus stres tersebut, ketika individu menilai secara positif akan berdampak positif, sebaliknya apabila dalam menilai individu merespon negatif maka akan berdampak negatif dalam diri individu. Stres pada dasarnya peristiwa alamiah yang pasti dialami oleh setiap manusia. Selain itu stres merupakan alat ukur dan pembentuk integritas diri sehingga dapat menjaga dan memelihara keseimbangan mental. Keseimbangan mental tidak terjadi dengan sendirinya melainkan dengan melalui usaha. Diantaranya dengan adanya ujian berupa stres dengan cara pengelolaan stres. Pendapat Kuhsari dan Mustamir apabila dihubungkan dengan stres maka dapat dijadikan sebagai solusi dalam menyembuhkan stres yang dialami masyarakat modern ini. Dalam hubungannya dengan bimbingan dan konseling Islam, bahwa upaya penyembuhan stres Kuhsari dan Mustamir dapat dijadikan materi bagi konselor dalam membimbing dan mengkonselingi konseli yang belum atau sedang menghadapi masalah. Pemikiran Kuhsari dan Mustamir sesuai dengan asas-asas dan tujuan bimbingan konseling Islam. Persamaan upaya penyembuhan stres menurut Kuhsari dan Mustamir yaitu, baik. Adapun dalam pendekatannya Kuhsari lebih condong pada agama dengan psikologi. Hal ini bisa dimengerti karena latar belakang Ishaq Husaini Kuhsari adalah pakar dalam bidang Filsafat. Sedangkan Mustamir mengkombinasikan pemikirannya melalui pendekatan psikologi, agama dan kedokteran. Hal ini pun bisa dimengerti karena Mustamir adalah sarjana kedokteran, yang membuka pengobatan herbal yang memadukan dengan unsur spiritual atau agama, sehingga bukunya dikemas dalam bentuk penyajian peyembuhan berbagai penyakit dengan menggunakan terapi agama dan ibadah
Residents preferences associated with tax amnesty program predisposition
Purpose - The purpose of this study is to determine the motivation of taxpayers to take part in tax amnesty so that it is expected to be able to evaluate the implementation of tax amnesty that has been carried out by the Indonesian government in 2016-2017 and provide empirical evidence on the implementation of the tax amnesty program to support the stick and carrot theory in the implementation of taxation in Indonesia.Method - The methodology used in this research is a case study. Interviews are used to collect data and are supported by secondary data from sites, web, and documents.Result - The results of this study indicate that the reasons for many taxpayers to join this program were because it is beneficial for the country and avoid the risk of administrative sanctions (fines and interest) as well as audits. The reason for taxpayers who did not participate in this program was because they did not have other assets that had not been reported in the tax return.Implication - The implication of this study is to determine the motivation of taxpayers to take part in tax amnesty so that it is expected to be able to evaluate the implementation of tax amnesty. At the same time, that has been carried out by the Indonesian government in 2016-2017 and provides empirical evidence on the implementation of the tax amnesty program to reason action and social learning theory in the implementation of taxation in Indonesia.Originality - This study explores information from regulators (tax officials) and taxpayers, both those who do and who do not participate in tax amnesty, which is rarely done by other researchers
EFEKTIVITAS COUNTERCYCLICAL CAPITAL BUFFER PADA PERBANKAN SYARIAH DALAM PENGENDALIAN MAKROEKONOMI INDONESIA
Countercyclical Capital Buffer (CCB) merupakan suatu instrumen yang digunakan untuk memastikan bahwa bank memiliki penyangga modal yang cukup besar sehingga memungkinkan mereka untuk menyerap kerugian tak terduga ketika dihadapkan dengan kejutan sistemik negatif, hal ini diharapkan tidak mengorbankan pinjaman kepada ekonomi riil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas countercyclical capital buffer pada perbankan syariah dalam pengendalian makroekonomi Indonesia. Adapun periode waktu penelitian yaitu menggunakan data triwulan mulai dari 2010Q1 sampai dengan 2018Q4. Alat analisis yang digunakan adalah metode structural vector autoregresive (SVAR).Hasilnya pada jangka pendek, menengah, dan panjang, penerapan kebijakan CCB di bank syariah mampu menekan pertumbuhan GDP riil Indonesia sebesar 0,27%, 0,33% dan 0,33%. Pada jangka pendek, menengah, dan panjang, penerapan kebijakan CCB di bank syariah mampu menekan pertumbuhan inflasi Indonesia sebesar 0,09%, 0,23% dan 0,23%.Pada jangka pendek, menengah, dan panjang, penerapan kebijakan CCB di bank syariah mampu menekan pertumbuhan jumlah investasi asing langsung yang masuk ke Indonesia sebesar 0,34%, 0,38% dan 0,38%. Pada jangka pendek, menengah, dan panjang, penerapan kebijakan CCB di bank syariah mampu menguatkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebesar 0,002%, 0,07% dan 0,07%.Kata Kunci: Countercyclical Capital Buffer, Variabel Makroekonomi, Structural Vector Autoregressiv
Sistem mudharabah di bank Syariah swasta dan Baitul Mal Wattamwil (BMT) di Yogyakarta :: Perspektif empat Mazhab Fiqih
Islamic Economics Seen from the Philosophy of Science and Integration-Interconnection Paradigm
The dispute over the building of Islamic economics has not yet reached an agreement. Therefore, this article aims to analyze Islamic economics as science based on the philosophy of science and the integration-interconnection paradigm. This paper concludes that Islamic economics has not been methodologically clear enough, and how the concept of methodology works is obscure because there is no clear pattern. However, Muslim economists have almost agreed that Islamic economics is an independent discipline. Therefore, the approach of integration and interconnection is feasible to apply in developing Islamic economics as the established discipline
EFEKTIFITAS INSTRUMEN MONETER SYARIAH TERHADAP PENYALURAN DANA KE SEKTOR USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) DI INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana instrumen moneter syariah bergerak mendorong perbankan syariah memberikan pembiayaan kepada sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah pembiayaan yang diberikan oleh perbankan syariah kepada sektor UKM/UMKM di Indonesia. Sedangkan variabel independen dalam penelitian ini yaitu instrumen moneter syariah: SBIS, SBSN, PUAS, Equivalent Rate Musyarakah, Equivalent Rate Mudharabah, dan Average Margin Murabahah. Menggunakan data sekunder berupa time series dari Januari 2010 sampai Desember 2018. Data yang digunakan adalah data bulanan bersumber dari Statistika Ekonomi dan Keuangan Indonesia pada Bank Indonesia (SEKI-BI), Statistik Perbankan Syariah Indonesia (SPSBI) dan Biro Pusat Statistik (BPS). Sedangkan teknis analisis data yang digunakan adalah Metode Vector Autoregression (VAR) atau Vector Error Correction Model (VECM). Hasilnya menunjukkan bahwa Instrumen Moneter Syariah seperti SBIS, SBSN, dan PUAS tidak efektif mendorong penyaluran dana ke sektor UMKM di Indonesia Keywords: Efektivitas, Instrumen Moneter Syariah, Penyaluran Dana, Sektor UMKM, VAR/VECM
