1,727,619 research outputs found

    KONSEP KAFA’AH DALAM PERNIKAHAN SYARIFAH DENGAN AHWAL PERSPEKTIF HABAIB DAN SYARIFAH KAB MALANG

    Full text link
    Konsep Kafa’ah Pernikahan Wanita Syarifah Dengan Ahwal Perspektif Habaib dan Syarifah Malang, Jurusan Hukum Keluarga Islam, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Pembimbiing Dr Ahmad Musonnif,M.H.I Kata Kunci : Konsep kafa’ah , Syarifah, Habaib, Ahwal. Penelitian ini di latarbelakangi adanya pernikahan antara syarifah dengan ahwal di mana pernikahan tersebut tidak sesuai dengan adat pernikhan ahlu-al Bayt. Sebab dalam pernikahan tersebut terjadi ketidak kesesuaian kafa’ah antara syarifah yang merupakan keluarga ahlu-al Bayt dan ahwal yang merupakan kalangan orang biasa. Penelitian ini berlokasi di kab Malang. Adapun Rumusan masalah dalam penelitian ini terdiri dari dua rumusan masalah yaitu: 1) bagaimana perspektif habaib Kab malang tentang konsep kafa’ah wanita syarifah dengan ahwal? 2) Bagaimana konsep kafa’ah pernikahan wanita syarifah dengan ahwal perspektif Syarifah Kab Malang?. Tujuan dari penelitian yakni 1) untuk mengetahui bagaimana perspektif habaib Kab malang tentang konsep kafa’ah wanita syarifah dengan ahwal, 2) untuk mengetahui Bagaimana konsep kafa’ah pernikahan wanita syarifah dengan ahwal perspektif Syarifah Kab Malang. Jenis penelitian lapangan (field research). Dengan Metode Kuallitatif dalam mengumpulkan data yakni adalah wawancara sedangkan teknik analisis data peneneliti mengunakan reduksi data (Data Reducation), penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data mengunakana akurasi, perpanjangan di lapangan, triangulasi, keteralihan , kebergantungan dan kepastian. Tahap –tatap penelitan yaitu 1. Tahap pra lapnagan 2. Tahap kerja lapnagan 3, tahap analisisi data. Hasil dari penelitian adalah (1) dalam Perspektif Habaib,Konsep pernikahan syarifah dengan ahwal tidak sesuai dengan hukum pernikahan di kalangan ahlu-al Bayt karena tidak sesuaian dengan konsep kafa’ah. (2) Prespektif syarifah di wilayah kab Malang mengenai konsep Kafa’ah wanita Syarifah dengan ahwal. terdapat dua pandangna Pandangan pertama yakni bahwasanaya syarifah harus mematui peraturan yang berlaku dalam adat perkawinan ahlu-al Bayt yaitu seharusnya harus menikah dengan orang yang sekufu (habaib). Prespektif yang kedua yakni bahwa konsep sekufu bukan pada nasab tetapi pada ketaqwaan seseorang

    Syarifah Halimah Alaydrus

    No full text
    Soal komunikasi, Syarifah Halimah Alaydrus memang jago menjalin pembicaraan yang enak disimak telinga tanpa merisak sukma. Apalagi beliau juga aktif menulis untuk menyebarluaskan ilmu dan dakwahnya. Hingga kini, Syarifah Halimah Alaydrus telah menulis empat buku: Bidadari Bumi (2010), Tutur Hati Syarifah Halimah Alaydrus Alaydrus (2014), Pilar Cahaya (2014), dan Muhasabah Cinta (2015). Belum lagi tulisan pendek yang beliau unggah melalui media sosial: Facebook, Twitter, dan Instagram; sempat aktif menulis di Blogger dan al-Kisah; sekaligus merawat akun YouTube pribadi beliau

    Industrial training report: HeiTech Padu Berhad / Syarifah Sofea Syed Shehan

    Full text link
    This report provides a summary of my experience interning at HeiTech Padu Berhad, Subang Jaya, Selangor in the Finance Department. The report includes information on the company's recommendations, and a conclusion. My internship lasted for 6 months from 1st March to 15 August 2023. This report was written by me, Syarifah Sofea binti Syed Shehan, a student of Bachelor in Business Administration (Hons) Finance from UiTM Arau, Perlis. I would like to thank my supervisor Puan Zaihasra binti Abu Hassan, the Account Executive under Tax Corporate, Puan Jasina binti Jaafar Sidek, Senior Finance Manager and my advisor Abdul Hafiz bin Yusof, a senior lecturer from UiTM Arau Perlis for their help and support throughout my internship. In this report contains of my profile as sum up in updated resume form and it is also summarize my background in previous education, personal information and also my skills and past experience job. This report also include the company profile such as Board Of Director, Mission & Vision and also their services that they do in their industry. As to explain the outcomes of this industrial training journey, SWOT Analysis was created. A discussion and recommendations has been set up and elaborate in this report and also a conclusion that has been made. Finally, by evaluating positive and negative forces within and outside the company, the conclusion of the SWOT Analysis component helps the reader understand why the analysis should matter after reading this report

    Komunikasi Antarpribadi Orang Tua dengan Anak dalam Menanamkan Nilai – Nilai Keluarga untuk Memilih Pasangan Hidup dengan Sayid atau Syarifah ( Studi Deskriptis pada Anggota Himpunan Remaja Alawiyin Medan)

    No full text
    enelitian ini berjudul Peran Komunikasi Antarpribadi antara Orang Tua dengan Anak Dalam Menanamkan Nilai – Nilai Keluarga untuk Memilih Pasangan Hidup dengan Sayid atau Syarifah (Studi Deskriptif pada Anggota Himpunan Remaja Alawiyin Medan). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggambarkan komunikasi antarpribadi antara orang tua dengan anak, bagaimana orang tua menanamkan nilai keluarga pada anak, bagaimana anak berkomunikasi untuk mengutarakan isi hatinya pada orang tua dan apakah nilai tersebut dapat diterima anak. Konsep dan teori komunikasi yang digunakan dalam penelitian ini meliputi teori komunikasi antarpribadi., komunikasi keluarga, kognitivisme dan disonansi kognitif. Subjek penelitian ini ialah seluruh anggota Himpunan Remaja Alawiyin dengan jumlah responden sebanyak 40 orang.. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang bertujuan membuat deskripsi secara sistematis, faktual dan akurat tentang fakta – fakta dan sifat – sifat populasi atau objek tertentu tanpa menjelaskan hubungan antar variabel. Teknik pengumpulan data melalui penelitian lapangan yang terdiri dari kuesioner dan wawancara mendalam dan penelitian kepustakaan dengan mengumpulkan data berupa literature dan sumber bacaan maupun internet yang mendukung penelitian. Analisis data menggunakan analisis tabel tunggal dan diinterppretasi sesuai temuan di lapangan Kuesioner berisi 26 pertanyaan tertutup yang dibuat peneliti dengan indikator operasionalisasi konsep penelitian untuk mengukur frekuensi dan intensitas komunikasi, keterbukaan, sifat positif, kesamaan, empati dan dukungan. Wawancara terdiri dari lima pertanyaan untuk mengetahui situasi komunikasi dan alasan untuk menerima atau tidak nilai yang telah ditanamkan oleh orang tua. Penelitian ini berlangsung sejak bulan Juli–November 2008. Penetapan waktu penelitian tidak dilakukan secara purposif oleh peneliti tetapi hanya kebetulan saja. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa komunikasi antarpribadi antara orang tua dengan anak sangat efektif (92,5%) untuk menanamkan nilai – nilai dalam keluarga untuk memilih pasangan hidup dengan Sayid atau Syarifah pada anggota Himpunan Remaja Alawiyin Medan. Sebagian besar orang tua bersedia terbuka pada anak, memberi reaksi positif pada pendapat anak, mau mendengarkan pendapat yang berbeda dan mempertimbangkannya dan sebagian besar anggota Himpunan Remaja Alawiyin sebagai anak merasa nyaman ketika berkomunikasi dengan orang tua, diberikan kesempatan untuk berpendapat dan merasa orang tua mampu memahami perasaannya. Sebagian besar responden (57,5%) sangat bisa menerima, 35% bisa menerima nilai keluarga tersebut dan hanya 7,5% yang tidak dapat menerima nilai keluarga untuk memilih pasangan hidup dengan Sayid atau Syarifah.125 HalamanSkripsi Sarjan

    ANALISIS MANAJEMEN KEUANGAN KUE LAM KHAS BARABAI MEREK IBU SYARIFAH

    Full text link
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya mengelola keuangan dengan baik bagi pemilik usaha. Usaha kue lam merek Ibu Syarifah masih terdapat permasalahan karena pemilik usaha belum mengelola keuangannya dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana manajemen keuangan dalam usaha kue lam merek Ibu Syarifah serta untuk mengetahui pandangan ekonomi islam tentang manajemen keuangan yang diterapkan oleh usaha kue lam merek Ibu Syarifah. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian lapangan (field research), adapun sifat penelitian yang dilakukan adalah bersifat deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian bahwa manajemen keuangan usaha kue lam merek Ibu Syarifah hanya dilakukan pencatatan pemasukan yang ada di toko saja, sedangkan pencatatan pemasukan yang ada di rumah itu tidak ada. Dan pencatatan pengeluaran hingga laporan laba rugi juga tidak ada, sehingga laporan keuangannya belum tersusun dengan baik dan rinci. Adapun usaha kue lam merek Ibu Syarifah sudah menerapkan beberapa prinsip syariah yaitu menerapkan prinsip tidak berlebih-lebihan, prinsip larangan riba, berdagang tidak boleh melalaikan diri dari beribadah dan mengingat Allah SWT, melakukan jual beli yang didasari sikap saling rida, memperbanyak sedekah atau meninggalkan sifat kikir terhadap harta, berdagang harus menggunakan produk yang halal dan baik, dan menerapkan prinsip penegakan keadilan. Tinjauan Ekonomi Islam terhadap manajemen keuangan usaha kue lam merek Ibu Syarifah dapat dikatakan sesuai dengan pandangan islam karena pemilik usaha telah menerapkan prinsip - prinsip syariah

    Syarifah Sungai Raya Aceh Timur: Marriage and the Struggle to Find Identity

    No full text
    Every society has its own characteristics and identity that distinguish them from the others. Their diverse backgrounds form different views. This study explores the struggle to find Syarifah's identity in Sungai Raya Aceh Timur, related to their marriage. This study is an empirical legal research that examines the application of law in the reality of society. The data collection technique used is by conducting in-depth interviews, observations and literature studies related to the discussion of marriage. This study concludes that most Syarifah Sungai Raya believe in the doctrine of Sayyid-Sharifah endogamy marriage. However, some cannot deny the fact that exogamous marriages also occur. The doctrine of endogamous marriage raises a new awareness of their identity as zurriyyat of the Prophet PBUH. Because of this, exogamous marriage is a last resort when the goal of endogamous marriage cannot be met

    Pemahaman dan Aplikasi Nilai-Nilai Adab Makan dan Minum Melalui Animasi Kartun Islami Di RA El Syarifah Medan

    Full text link
    This research aims to analyze the use of Islamic cartoon animation in internalizing the values of proper eating and drinking etiquette among students at RA El Syarifah in Medan. Given the significance of Islamic education in shaping individual character and morality, particularly in early childhood education (PAUD), and the recognition of the potential of media as a learning tool, this study will assess the extent to which Islamic cartoon animation enriches the learning process of eating and drinking etiquette values. Additionally, the study aims to identify the factors influencing the internalization of these values through animated media. This research employs a descriptive qualitative method with the primary objective of thoroughly investigating and describing the situation under study in-depth and comprehensively. The subjects of this study are students at RA El Syarifah Medan. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. Interviews with teachers are conducted to understand the eating habits of students, both before and after meals. Data analysis employs the steps of data collection, reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings of the study indicate that introducing Islamic etiquette related to eating and drinking through the Nussa and Rara video series effectively shapes religious character in students. This process occurs not only during the dissemination of knowledge but also through the role modeling of teachers and everyday practices in eating and drinking that align with etiquette. Consistency in applying moral values related to eating and drinking also plays a key role in religious character formation. The examples provided by teachers significantly contribute to the success of this process. Meal times serve as effective moments for students to apply the knowledge they have learned, in line with their cognitive development stage. This research makes a significant contribution by demonstrating that religious character can be instilled from an early age through everyday activities, particularly in eating and drinking, relying on Islamic teachings. Character formation requires not only knowledge but also habitual practice and guidance from teachers as role models. These findings are expected to serve as a foundation for further research in the context of developing Islamic religious education for early childhood

    Internalisasi Nilai-Nilai Adab Makan dan Minum Melalui Animasi Kartun Islami Di RA El Syarifah Medan

    Full text link
    This research aims to analyze the internalization of values related to manners in eating and drinking among early childhood through Islamic cartoon animations at RA El Syarifah in Medan. The research method employed is qualitative descriptive. Data were collected through observation, interviews, and documentation, with data analysis using the steps of collection, reduction, presentation, and drawing conclusions. The results indicate that the introduction of Islamic manners through cartoon animations is effective in shaping religious character in early childhood. This process occurs not only during the imparting of knowledge but also through the exemplary role of teachers and daily practices of eating and drinking in accordance with manners. Consistency in applying moral values related to eating and drinking manners is a key factor in shaping religious character, and examples provided by teachers play a crucial role. Mealtime is identified as an effective moment for early childhood to apply their knowledge, aligning with their cognitive developmental stages. The research concludes that religious character can be instilled from an early age through daily activities, particularly in eating and drinking, relying on Islamic teachings. In addition to knowledge, character formation also requires habits and guidance from teachers as role models. These results are expected to serve as a foundation for further research in the context of developing Islamic religious education for early childhood

    PERNIKAHAN SEKAFA’AH SYARIFAH DENGAN AHWAL DITINJAU DARI MASLAHAH MURSALAH (Studi Kasus di Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang)

    Full text link
    Siti Fatimatuzzahro, 12102193020, Pernikahan Sekafa'ah Syarifah dengan Ahwalditinjau dari Maslahah Mursalah (Studi Kasus di Kecamatan PeteronganKabupaten Jombang), Program Studi Hukum Keluarga Islam, JurusanSyariah, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, UIN Sayyid Ali RahmatullahTulungagung, 2023, Pembimbing Dr. H. Asmawi, M. Ag.Kata Kunci: Pernikahan Syarifah, Ahwal, Maslahah Mursalah Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya pernikahan Syarifah dengan Ahwal di Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang. Pernikahan ini adalahpernikahan yang dipandang menyalahi aturan adat keluarga Habaib atau Ahlu Bait karena pernikahan tersebut dapat memutuskan nasab mulia yang langsung terhubung dengan Nabi Muhammad SAW. Faktor yang melatarbelakangi dilaksanakannya pernikahan ini bermacam-macam salah satunya yaitu karena faktor lingkungan yang dimana di lingkungan tersebut sangat minoritas adanya Habaib atau Sayyid. Dari faktor tersebut sehingga terjadilah pernikahan Syarifah dengan Ahwal. Fokus penelitian ini tentang pernikahan Syarifah dengan Ahwal dengan pertanyaan sebagai berikut: 1) Bagaimana faktor belakang terjadinya Pernikahan Sekafa'ah Syarifah dengan Ahwal di Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang? 2) Bagaimana Analisis Maslahah Mursalah Pernikahan Sekafa'ah Syarifah denganAhwal di Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang? Jenis metode penelitiannya menggunakan metode pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan dalam teknis analisis datanya menggunakan kondensasi data, penyajian data, mengambil kesimpulan dan verifikasi.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Pernikahan Syarifah dengan Ahwal yang dilaksanakan masyarakat di Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang 1) Bahwa pernikahan tersebut terjadi karena bagi Syarifah tersebut di dalam memilih pasangan hidup yang paling penting untuk dilihat adalah keimanannya dan ketaqwaannya, kemudian juga yang bisa membimbingnya,faktor pihak keluarga tidak fanatik dengan konsep kafa’ah yang kesetaraan nasab, faktor lingkungan, faktor tidak ingin terdapat paksaan dalam pernikahannya danfaktor ketraumaan dengan pernikahan yang sebelumnya. 2) Jika ditinjau dari Maslahah Mursalah pernikahan Syarifah dengan Ahwal sudah sesuai dengan teori tersebut, karena maslahah mursalah adalah sesuatu yang mengambil manfaat dan menghindari kemudhorotan sesuai dengan syari’at. Di dalam pernikahan tersebut terdapat kemaslahatan yang berkaitan dengan mengatasi kesulitan para syarifah dalam mencari Habaib di lingkungan sekitarnya untuk bisa dijadikan pasangan hidupnya

    Sikap Kepala KUA Kabupaten Banjar terhadap Perkawinan Syarifah dan Non Sayyid

    Full text link
    Penelitian ini dilalarbelakangi pada perbedaan sikap antar Kepala KUA Kabupaten Banjar terhadap perkawinan syarifah dan non sayyid. Penulis mencoba mewawancarai lima orang Kepala KUA yang ada di Kabupaten Banjar, apakah beberapa Kepala KUA Kabupaten Banjar bersedia untuk menikahkan atau hanya menjadi pencatat perkawinan seorang Syarifah dan non sayyid. Adapun tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui bagaimana sikap beberapa Kepala KUA Kabupaten Banjar tentang perkawinan Syarifah dengan non Sayyid dan juga untuk mengetahui alasan dan dasar hukum beberapa Kepala KUA Kabupaten Banjar tentang perkawinan Syarifah dan non Sayyid. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode penelitian kualitatif, Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan deskriftif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara. Adapun data dianalisis menggunakan teknik kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima sikap Kepala KUA yaitu Kepala KUA Aluh-Aluh, Sungai Tabuk, Martapura Kota, dan Kertak Hanyar bersedia untuk menikahkan dan mencatatkan perkawinan syarifah dan non sayyid. Sedangkan, sikap Kepala KUA Gambut tidak bersedia menikahkan seorang syarifah dan non sayyid namun hanya bersedia mencatatkan pekawinan tersebut. Alasan Kepala KUA Gambut tidak bersedia menikahkan karena menghindari pembicaraan dan berdebatan khalayak banyak di masyarakat, sementara Kepala KUA yang lain beralasan bersedia menikahkan seorang syarifah dan non sayyid karena rukun dan syarat pernikahannya sudah terpenuhi serta para pihak keluarga sepakat, merestui dan meridai pernikahan tersebut
    corecore