1,720,989 research outputs found

    KAJIAN MUTU PROKSIMAT NUGGET IKAN BANDENG (CHANOS CHANOS) DENGAN PENAMBAHAN KARAGINAN RUMPUT LAUT (EUCHEUMA COTTONII )

    No full text
    Nugget merupakan salah satu bentuk produk olahan daging giling, dimana produk ini diharapkan dapat mempunyai pasaran yang cukup baik terutama bagi masyarakat yang umumnya lebih menyukai produk makanan praktis dan cepat saji (fast food).  Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Januari sampai Mei 2012, bertempat di Workshop Pengolahan Hasil Perikanan, dan Laboratorium Kimia Politeknik Pertanian Negeri Pangkep, Sulawesi Selatan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung karaginan rumput laut terhadap kandungan gizi nugget ikan bandeng (Chanos chanos) dan membandingkan dengan nugget yang berstandar SNI 01-06683-2002  juga dapat dijadikan salah satu usaha diversifikasi olahan bandeng. Nugget ikan bandeng dengan penambahan konsentrasi karaginan memiliki kadar air sebesar 48.41-51.84%, kadar lemak sebesar 1.84-6.06, kadar abu sebesar 1.51- 1.72%, kadar karbohidrat sebesar 21.48-24.86% dan kadar protein sebesar 10.43-12.25%, dan komposisi gizinya relatif tidak jauh berbeda dibanding dengan standar SNI 01-6683-2002

    EKSEKUSI PERKARA PERDATA BERBASIS PUTUSAN HAKIM YANG BERKEKUATAN HUKUM TETAP DI PENGADILAN NEGERI JEPARA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pelaksanaan eksekusi perkara perdata yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap berikut hambatannya. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif, dengan pendekatan Yuridis Sosiologis. Data yang dipergunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara dengan hakim dan panitera. Sedangkan data sekunder dari penetapan hakim perkara nomor 10/Pdt.G/2005/PN.Jpr , studi pustaka yang bersumber dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Keseluruhan data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini adalah proses pelaksaaan eksekusi perkara perdata yang sudah mempunyai kekuatan hukum (in kracht van gewijsde) dilakukan dengan proses sebagai berikut: 1) Didahului dengan adanya permohonan dari pihak yang menang dalam suatu perkara,seperti dalam perkara nomor 10/Pdt.G/2005/PN.Jpr, 2) Risalah pemanggilan /aan manning,3) Penetapan ketua Pengadilan untuk melakukan eksekusi,4) Pelaksanaan eksekusi,dan 5) Berita acara penyitaan sesuai amar putusan. Sedangkan hambatan yang dialami dalam pelaksanaan eksekusi antara lain: 1) Perlawanan pihak ketiga (derden verzet),2) Perlawanan pihak tereksekusi, 3) Peninjauan Kembali,4) Eksekusi Delegasi,5) Amar Putusan Kurang Jelas, 6) Penundaan Atas Alasan Kemanusiaan,7) Penundaan Karena Objek Eksekusi berada di Luar Negeri (Norwegia),8) Belum dilakukan Sita jaminan,9) Eksekusi Terhadap Penyewa,10) Perubahan Status Tanah Menjadi Milik Negara,dan 11) Pihak Termohon Eksekusi Mengerahkan Massa. Kata Kunci: putusan hakim, eksekusi, perkara perdat

    KAJIAN MUTU PROKSIMAT NUGGET IKAN BANDENG (CHANOS CHANOS) DENGAN PENAMBAHAN KARAGINAN RUMPUT LAUT (EUCHEUMA COTTONII )

    No full text
    Nugget merupakan salah satu bentuk produk olahan daging giling, dimana produk ini diharapkan dapat mempunyai pasaran yang cukup baik terutama bagi masyarakat yang umumnya lebih menyukai produk makanan praktis dan cepat saji (fast food).  Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Januari sampai Mei 2012, bertempat di Workshop Pengolahan Hasil Perikanan, dan Laboratorium Kimia Politeknik Pertanian Negeri Pangkep, Sulawesi Selatan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung karaginan rumput laut terhadap kandungan gizi nugget ikan bandeng (Chanos chanos) dan membandingkan dengan nugget yang berstandar SNI 01-06683-2002  juga dapat dijadikan salah satu usaha diversifikasi olahan bandeng. Nugget ikan bandeng dengan penambahan konsentrasi karaginan memiliki kadar air sebesar 48.41-51.84%, kadar lemak sebesar 1.84-6.06, kadar abu sebesar 1.51- 1.72%, kadar karbohidrat sebesar 21.48-24.86% dan kadar protein sebesar 10.43-12.25%, dan komposisi gizinya relatif tidak jauh berbeda dibanding dengan standar SNI 01-6683-2002

    Pembuatan Body Plastik Spare Part Automotif Berbahan Komposit Fiberglass

    Get PDF
    Fiberglass merupakan bahan paduan atau campuran beberapa bahan kimia (bahan komposit) yang terdiri dari cairan resin (water glass), katalis, kalsium karbonat, met atau matt, cobalt blue, dan wax (mold release) yang bereaksi dan mengeras dalam waktu tertentu, kekuatannya tinggi, elastis, dan tahan terhadap temperatur tinggi, pada pembuatan ini menggunakan bahan antara lain, resin, katalis methyl ethyl ketone perokside, katalisator pemisah berjenis mirror dan serat gelas, penelitian ini adalah pembuatan produk automotif kenderaan roda dua metode pembuatan dengan menggunakan metode hand lay up dan cetakan dilakukan pada cetakan bagian atas produk automotif kenderaan roda dua. hasil yang diperoleh mudah dibentuk khususnya pada sisi yang sulit, komposisi campuran dan serat gelas menjadi lebih rata terhadap permukaan, proses finishing semakin mudah akibat permukaan produk hasil cetakan yang telah sempurna. Kata kunci: Fiberglass, hand lay up, produk automotif kenderaan roda du

    Teungku Chiek Dirundeng\u27s Struggle in Confronting Dutch Colonial

    Get PDF
    This research discussed about the study of TeungkuChiekDirundeng’s struggle in confronting Dutch colonial. Teungku Chiek Dirundeng was one of the Moslem scholars and one of the fighters in South West Coast, who had developed human civilization and education through  dayah. Moreover, he found the Dutch in order to defend the territory; the war was called by the Sabil (holy) war. The term of the Sabil War had motivated his troops and followers to have a high fighting spirit. This story was enshrined in Aceh story, namely Hikayat Teungku in Meukek. This research applied qualitative methods. It told about his birth and his struggle comprehensively. The data were collected through interviews, observation and Focus Group Discussion (FGD). The findings of this study revealed that Teungku Chiek Dirundeng as a respected figure in society. He was also identical with the dayah education since he had promoted establishing the dayah. Dayah was a building center for guiding the human to understand religious values and the sabil war ideology to defy Dutch colonial. There were some dayahs built by Teungku Chiek Dirundeng such as dayah in DamaTutong, in Meukek, in Plumat, in Labuhan Haji, and the last in Rundeng, Meulaboh. On the other hand, Teungku Chiek Dirundeng was a fighter who continually fought the Dutch. In 1893, he, along with his troops,  had confronted with the other Muslims, namely Teuku Raja Hitam (UleeBalang/King of Meulaboh). In this war, Teungku Chiek Dirundeng and his troops got defeated because Ulee Balang was assisted by the Dutch

    ANALISIS PROKSIMAT CHIPS RUMPUT LAUT EUCHEUMA COTTONII PADA SUHU PENGGORENGAN DAN LAMA PENGGORENGAN BERBEDA

    No full text
    Chips  rumput  laut  adalah produk makanan ringan dengan fortifikasi rumput laut serta penambahan bahan lain yang dihasilkan melalui proses penggorengan. Untuk menghasilkan chips rumput laut yang berorientasi pasar namun tetap bergizi baik, maka diperlukan suatu kajian mengenai kandungan proksimat produk chips rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) menentukan kandungan proksimat pada produk chips rumput laut dengan suhu penggorengan dan lama penggorengan berbeda-beda, dan 2) Mengestimasi suhu penggorengan dan lama penggorengan  optimum pada chips rumput laut Eucheuma cottonii.  Penelitian ini menerapkan dua perlakuan yaitu : (1) lama penggorengan 5 menit(A1), 10 menit (A2), 15 menit (A3), 20 menit (A4), dan (2) Suhu penggorengan 750C (B1), 800C (B2), 850C (B3), 900C (B4).  Analisis proksimat menunjukkan bahwa kadar air tertinggi diperoleh pada perlakuan A3B1 yaitu 10,23 % dan terendah pada perlakuan A4B4 3,25 %, kadar protein tertinggi pada perlakuan A4B4 yaitu 9,99% dan terendah pada A1B1 yaitu 3,25%, kadar lemak tertinggi pada A1B4 43,79% dan terendah pada A3B2 27,14%, kadar abu tertinggi pada A3B3 3,66% dan terendah pada A3B1 0,57%, dan kadar karbohidrat tertinggi pada A1B4 yaitu 9,86% dan terendah A1B1 4,91%.  Suhu penggorengan optimum adalah 90 oC dan lama  penggorengan optimum adalah 20 menit atau perlakuan A4B4 yang menghasilkan produk terbaik di antara perlakuan yang diterapkan

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore