1,723,672 research outputs found
Analisis Status Keberlanjutan sumberdaya ikan terbang (Hyrundichtys Oxycephalus) berdasarkan dimensi ekologi, biologi, dan teknologi penangkapan di Selat Makassar
Analisis status keberlanjutan sumberdaya ikan terbang (Hirundichthys oxycephalus) berdasarkan dimensi ekologi, biologi, dan teknologi penangkapan di selat Makassar.\ud
\ud
Oleh\ud
Syamsu Alam Ali, Dewi Yanuarita dan Adithya Chandra\ud
\ud
Jurusan Perikanan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas\ud
Penulis Untuk Korespondensi, e-mail: [email protected]\ud
\ud
ABSTRAK\ud
\ud
Penelitian status keberlanjutan sumberdaya ikan terbang (Hirundicthys oxycephalus) telah dilakukan berdasarkan pendekatan tiga dimensi yaitu ekologi, biologi, dan teknologi penangkapan di selat Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status keberlanjutan sumberdaya ikan terbang berdasarkan indeks keberlanjutan dimensi ekologi, biologi, teknologi penangkapan, dan indeks multidimensi, serta merekomendasikan beberapa strategi pengelolaan ikan terbang di Selat Makassar. Metodologi analisis digunakan adalah Rap Flyng Fish modifikasi Rapfish (Rapid Appraisal for Fisheries Suistainability) dan keberlanjutan multidimensi dianalisis dengan menggunakan program penentuan bobot dimensi yaitu gabungan metode perbandingan berpasangan dari Analytical Hierarchy Process dengan menggunakan program Expert choice. Hasil penelitian diperoleh indeks keberlanjutan dimensi ekologi 81,04 persen (sangat baik), dimensi biologi 40,02 persen (buruk), dan indeks keberlanjutan dimensi teknologi penangkapan 32,86 persen (baik). Nilai secara keseluruhan indeks keberlanjutan pengelolaan perikanan ikan terbang berdasarkan pendekatan ekologi, biologi, dan teknologi penangkapan di Selat Makassar adalah 46.60 persen yang tergolong kategori pengelolaan buruk mendekati baik. Pengelolaan ikan terbang di Selat Makassar terutama memerlukan pengendalian jumlah alat tangkap bale-bale yang memiliki kapasitas penangkapan telur ikan terbang yang sangat tinggi yang menyebabkan degradasi stok ikan terbang di Selat Makassar. \ud
\ud
Kata kunci: Ikan terbang, keberlanjutan ikan terbang, strategi pengelolaan ikan terbang
Kumpulan makalah diskusi sejarah lokal sub tema konflik komunal dan ketersingkiran sosial i
Buku ini merupakan kumpulan makalah dalam Diskusi Sejarah lokal yang diselenggarakan Proyek Peningkatan Kesadaran Sejarah Nasional, Direktorat Sejarah Dan Nilai Tradisional, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan Nasional. Pertemuan ilmiah berbentuk diskusi sejarah
lokal sudah diadakan sebanyak lima kali yaitu pada tahun 1982, 1984, 1986, 1994, 2000. Dalam menghadapi era globalisasi sekarang kita dihadapkan pada ilmu sejarah dengan segala problematika eterkaitan antara pengalaman masa lalu dengan struktur realitas masa kini serta tantangan masa yang akan datang. Hal itu pula yang mendasari tema diskusi sejarah lokal tahun 2000 ini yaitu : Kerawanan Sosial Dalam Perspektif Sejarah. Dengan demikian materi yang telah dibahas di dalam diskusi sejarah lokal bukan saja menyangkut masa lalu bangsa Indonesia, tetapi juga tentang kerawanan dan konflik wilayah Indonesia
AL INSHA’ AL TALAƂ FI MASRAHIYAH SYAMSU NAHĀR LI TAUFIQ AL HAKIM (DIRASAH TAHLILIYAH BALAGHIYAH).
Naskah drama “Syamsu al-Nahār” adalah karya Taufiq al-Hakim
yang menceritakan tentang kisah cinta anak raja Nu’man yaitu Syamsu
Nahar yang mencintai seorang lelaki biasa bernama Qamarzaman.
Naskah drama Syamsu al-Nahar memiliki gaya bahasa yang bermacammacam
dan membutuhkan pendekatan untuk mengkajinya lebih dalam.
Penelitian ini membahas tentang kalam insya thalabi baik dari segi
bahasa ataupun maknanya yang terdapat dalam dialog naskah drama
“Syamsu al-Nahār”. Penelitian ini berjudul Al-Insya’ al-Talaƃi fii
Masrahiyah Syamsu Nahār Li Taufiq al-Hakim (Dirasah Tahliliyah
Balaghiyah).
Dalam penelitian ini metode yang di gunakan adalah metode
kualitatif deskriptif. Karena data-data yang diperoleh berupa kata-kata.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
stilistika (Ilmu Ma’ani) yaitu peneliti membaca naskah drama secara
menyeluruh dan mengelompokkan diaologdialog yang termasuk dalam
kalam insya’ thalabi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
gaya bahasa yang terdapat di dalam naskah drama “Syamsu alNahār”.
Dalam penelitian ini، peneliti memperoleh data kalam insya thalabi
sebanyak 38 uslub Amr (32 bermakna hakiki dan 6 bermakna majazi)،
13 uslub Nahi ( 3 bermakna hakiki dan 10 bermakna majazi)، 89 uslub
Istifham ( 80 bermakna hakiki dan 9 bermakna majazi)، 3 uslub Tammani
(tidak ditemukan tammani yang tidak mungkin dan 3 tammani yang
mungkin)، 80 uslub Nida (41 bermakna hakiki dan 39 bermakna majazi)
PERAN KIAI SYAMSU DLUHA DALAM MENGEMBANGKAN PONDOK PESANTREN AL-QUR’AN AL-MUSTHOFA TAHUN 1985-1997
Penelitian ini berfokus pada peran Kiai Syamsu Dluha dalam mengembangkan Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Musthofa pada tahn 1985-1997. Terdapat tiga rumusan masalah pertama, bagaimana sejarah berdirinya Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Musthofa. Kedua, bagaimana peran Kiai Syamsu Dluha dalam mengembangkan Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Musthofa. Ketiga, bagaimana dampak sosial berdirinya Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Musthofa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang terdiri dari lima tahapan yaitu, pemilihan topik, pencarian sumber, kritik sumber, interpretasi, dan penulisan sejarah atau historiografi. Batas temporal yang diambil yaitu 1985-1997. Penelitian ini menghasilkan tiga temuan, pertama berdirinya Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Musthofa dilatarbelakangi dengan nasehat para guru kepada Kiai Syamsu Dluha, selain itu juga sebagai wujud meneruskan usaha kakek buyut Kiai Syamsu Dluha yang melakukan Islamisasi di Dusun Kemiri. Kedua, adapun peran yang dilakukan Kiai Syamsu Dluha dalam mengembangkan pesantren dengan memberikan perubahan di kurikulum pembelajaran dengan menerapkan metode An-Nahdliyah, kemudian membuat inovasi baru berupa DVD untuk pengenalan penerapan metode An-Nahdliyah yang akhirnya mempengaruhi jumlah santri yang awalnya hanya dihuni santri kalong dan berkembang adanya santri yang mukim. Ketiga, dampak berdirinya Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Musthofa dimasyrakat Kemiri cukup signifikan dari segi pendidikan dan segi sosial keagamaan masyarakat.
Kata Kunci: Kiai Syamsu Dluha; Peran; Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Musthofa
KONTESTASI PENERJEMAHAN AL-QUR’AN: Studi atas Kritik Nazwar Syamsu Terhadap Terjemahan H.B Jassin
Penelitian ini mencoba untuk menggali maksud utama dari polemik kritikan Nazwar Syamsu atas karya H.B Jassin. Hal itu berlandaskan asumsi bahwa konstruksi interpretasinya yang di bangun oleh Nazwar Syamsu tampak menempatkan al-Qur'an sebagai sesuatu yang sakral sedangkan di sisi lain kehadiran terjemahan dengan gaya puisi merupakan upaya atau mendekatkan Qur’an kepada diri sendiri atas keindahannya. Ini merupakan dua ranah yang berbeda. H.B Jassin memposisikan al-Qur'an sebagai sesuatu yang indah sedangkan Nazwar Syamsu memposisikan al-Qur'an sebagai sumber hukum sekaligus pengetahuan. Sampai di sini, penulis merasa penting untuk menggali lebih dalam apa yang sebenarnya diinginkan Nazwar Syamsu dalam mengkritik Karya H.B Jassin?
Dalam redaksi kritikan Nazwar Syamsu terhadap karya H.B Jassin tampak tidak suka dengan penggunaan judul Al-Qur'anul Karim Bacaan Mulia serta penggunaan kata Muslim, kitab dan beberapa istilah lainnya.Ia hanya menjelaskan secara umum bahwa penggunaan bahasa yang digunakan Jassin keliru dan perlu diluruskan. Kritikan yang dilayangkan Nazwar kemudian mengharuskan karya-karyanya di larang oleh pemerintah dengan alasan menolak hadis sebagai sumber hukum dan muatan di dalam tulisannya memicu perpecahan antar agama. Mendapati itu, penulis tergugah untuk meminjam teori analisis wacana kritis Van Dijk guna menyelami sejatinya yang menjadi keinginan Nazwar Syamsu. Teori ini mengandaikan siapa saja untuk tidak berhenti pada teks, tafsir atau terjemahan tetapi juga apa yang bersemayam di balik teks. Oleh karenanya, cukuplah beralasan mengapa analisis wacana kritis yang menjadi pilihan dalam penelitian ini, sebab untuk mendapatkan benang merah atas kritikan Nazwar Syamsu, tidak cukup jika hanya mengandalkan teks tertulis. Secara bersamaan juga, sebagai pendukung sekaligus pijakan, penulis merasa penting untuk menggenggam rancangan bangun kritikan Nazwar Syamsu
Alhasil, dengan mempertimbangkan setiap diksi, struktur paragraf, redaksi tema, kajian interteks, dan sebagainya, penulis sampai pada titik simpul bahwa secara prinsip kritikan Nazwar Syamsu merupakan upaya menjaga kesakralan al-Qur'an dan latar pengetahuan agama menjadi mungkin lantaran, Nazwar Syamsu memiliki konsep bahwa segala sesuatu itu harus bersumber dari al-Qur’an. Lebih jauh, jika dilihat dari kritik wacana, cara ini merupakan upaya ke arah gerakan Islam new konservatif yang dibentuk, lewat interpretasi al-Qur’an
Tinjauan hukum Islam terhadap akad pemesanna ilustrasi grafis Anang Syamsu di Kota Semarang
Skripsi ini berjudul “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Akad Pemesanna Ilustrasi Grafis Anang Syamsu Di Kota Semarang” untuk menguraikan tema di atas, maka ada dua permasalahan yang perlu di bedah dalam praktik ini, Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap penetapan harga pada pemesanan ilustrasi grafis Anang Syamsu di Kota Semarang dan Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap pembatalan pemesanan secara sepihak pada pemesanan ilustrasi grafis Anang Syamsu di Kota Semarang.
Peneletian ini dilakukan untuk mengetahui Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap penetapan harga pada pemesanan ilustrasi grafis Anang Syamsu di Kota Semarang dan Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap pembatalan pemesanan secara sepihak pada pemesanan ilustrasi grafis Anang Syamsu di Kota Semarang.
Skripsi ini merupakan hasil penelitian lapangan (field research) di praktik pemesanan ilustrasi grafis Anang Syamsu di Kota Semarang. dengan metode pengumpulan daxta yang digunakan dalam hal ini adalah wawancara dan observasi. Penelitihan ini menggunakan metode penelitihan kualitatif. Selanjutnya data yang berhasil di kumpulkan dianalisis dengan teknik deskriptif analisi dengan menggunakan teori-teori yang berkaitan dengan akad jual beli Istishna’ dan untuk selanjutnya ditarik sebuah kesimpul.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: Penetapan harga pada ilustrasi grafis Anang Syamsu menurut peniliti bisa dianggap adil karena setiap pelaku usaha ilustrasi memiliki karakter sendiri-sendiri berdasarkan pengalaman yang didapat dalam pekerjaannya ilustrasi tersebut. Penetapan ilustrasi Anang Syamsu di kota Semarang sudah sesuai dengan hukum Islam, karena dalam transaksi pelaku usaha menawarkan daftar harga yang telah dibuat oleh pelaku usaha dan disepakati oleh pihak pemesanan tanpa ada paksaan dalam transaksi mau menyetujui atau tidak dengan harga tersebut. Pihak pelaku usaha ilustrasi grafis juga memberikan penjelasan atau peraturan-peraturan transaksi pada awal Ijab Qabul dan pihak pemesan juga sudah menerimanya dan pembatalan pemesanan secara sepihak pada ilustrasi grafis Anang Syamsu di kota Semarang yang terjadi tidak diperbolehkan dalam hukum Islam. Dalam hal ini, pembatalan secara sepihak tidak memenuhi sebab-sebab diperbolehkan secara fasakh dalam Islam. Karena pada kasus pembatalan konsumen membatalkan dengan sepihak tanpa adanya persetujuan oleh pihak pelaku usaha dan dengan keterpaksaan karena beberapa sebab yang semakin merugikan pelaku usaha, pembatalan secara sepihak ini, dapat merugikan para penyedia jasa ilustrasi grafis
ANALISIS PERILAKU PEMILIH PADA PEMILIHAN WALIKOTA MAKASSAR 2013 (STUDY KASUS : KETERPILIHANNYA DANNY POMANTO-SYAMSU RIZAL)
Sejak di tetapkan UU No 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah \ud
Indonesia mengalami perubahan yang sangat luar biasa dimana segala \ud
peraturan daerah diatur oleh daerah tersebut. Termasuk kepala daerah yang \ud
akan menjadi pemimpin daerah tersebut. Adanya otonomi yang diberikan \ud
kepada daerah tersebut membuat kerja keras kepada pemilih dalam \ud
menentukan atau menyeleksi aktor politik yang akan memimpin daerah \ud
tersebut termasuk di kota Makassar. Tentunya sangat menarik untuk \ud
mengkaji atau melihat bagaimana perilaku atau tindakan politik serta faktor-faktor yang mempengaruhi pemilih dalam menetapkan pilihan pada saat \ud
pemilihan umum. Dalam penelitian ini ada tiga pendekatan yang digunakan \ud
untuk menggambarkan dan menganalisis faktor yang mempengaruhi perilaku \ud
pemilih yaitu pendekatan sosiologis, pendekatan psikologis, pendekatan \ud
rasional dan pendekatan penunjang lainnya. \ud
Penelitian ini dilaksanakan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Waktu \ud
pelaksanaannya mulai dari bulan maret hingga mei 2014. Penelitian ini \ud
menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tipe deskriptif. Data primer \ud
yang diperoleh dalam penelitian ini melalui proses wawancara kepada \ud
beberapa informan yang tersebar di Kota Makassar. Untuk menunjang data \ud
primer kemudian penulis menggunakan data sekunder yang berasal dari \ud
sumber-sumber literatur, dokumen, dan atikel yang relevan dengan penelitian \ud
ini. \ud
Hasil peneltian ini menunjukkan bahwa kemenangan Danny pomanto-Syamsu rizal dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: faktor sosiologis pemilih \ud
(latar belakang demografi dan sosial ekonomi), faktor psikologis pemilih \ud
(kedekatan pasangan Danny Pomanto-Syamsu Rizal dengan pemilih), dan \ud
faktor rasional pemilih (pemilih cerdas terhadap bukti nyata pasangan Danny \ud
Pomanto-Syamsu Rizal). Selain itu kemenangan pasangan Danny Pomanto-Syamsu Rizal juga sangat dipengaruhi oleh dukungan yang diberikan oleh \ud
Ilham Arief Sirajuddin sebagai walikota sebelumnya
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
