1,721,821 research outputs found

    SUBJEKTIVITAS PENAFSIRAN KONTEKSTUAL ABDUL SYAKUR YASIN ATAS AYAT-AYAT KENEGARAAN

    Get PDF
    Dominasi peran subjektivitas penafsir atas al-Quran selama ini dianggap penyimpangan dalam penafsiran al-Qur‘an. Buya Syakur melakukan pemaknaan dengan menggunakan unsur subjektivitasnya dalam melahirkan makna yang kontekstual. Signifikansi peran subjektivitas Buya Syakur dalam penafsirannya menghasilkan makna yang relevan dengan konteks keindonesiaan. Relevansi makna dengan konteks keindonesian dihasilkan dari penarikan ayat ke dalam konteks penafsir, sehingga intensi makna akan menyesuaikan dengan konteks yang dihadirkan penafsir. Hal ini membuat ayat tidak bersifat otonom dan posisi teks digantikan oleh subjektivitas penafsir. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang membentuk subjektivitas Abdul Syakur sehingga melahirkan penafsiran yang kontekstual atas ayat-ayat kenegaraan, serta relevansi penafsirannya dengan konteks keindonesiaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik deskriptif-analitik. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi online dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori hermeneutika filosofis yang digagas oleh Hans-Georg Gadamer sebagai pisau analisis yang tidak hanya berfokus pada teks, melainkan seluruh objek yang berkaitan dengan ilmu sosial dan humaniora. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penafsiran kontekstual Buya Syakur dikonstruk melalui unsur subjektivitasnya yang berperan secara signifikan. Unsur subjektivitas Buya Syakur dibentuk oleh tiga factor utama. Pertama, peran struktur pengetahuan awal Buya Syakur. Kedua, pengaruh kesadaran sejarah-efektif dalam pembentukan struktur pengetahuan awal Buya Syakur. ketiga, pengalaman Buya Syakur yang memberikan pengaruh dalam proses pemahaman. Ketiga faktor tersebut disebut sebagai pengalaman hermenutika yang mempengaruhi Buya Syakur dalam proses pemaknaannya. Penafsiran kontekstual Buya Syakur diperoleh dengan menjadikan negara Indonesia sebagai salah satu aspek pertimbangannya dalam memperoleh makna ayat. Hal ini menjadikan makna yang dikonstruksi Buya Syakur relevan dengan kondisi keberagaman masyarakat Indonesia. Adapun relevansi makna ayat yang diperoleh Buya Syakur mengantarkan pada akulturasi budaya antara Islam dan Indonesia, sehingga konstruksi pemaknaannya tidak hanya berlaku untuk umat Islam, melainkan untuk seluruh lapisan masyarakat Indonesia

    PEMIKIRAN PENDIDIKAN TASAWUF PERSPEKTIF BUYA SYAKUR YASIN (STUDI PENDEKATAN BIOGRAFI)

    Get PDF
    AbstractEducation is the most effective tools to change human paradigm as with this humans can acquired the knowledge. Sufism teaches us to have inner peace and sincerity that prioritizes humanity above all. The problems in this research are (1) Who is Buya Syakur Yasin; (2) How is the concept of Sufism education in Buya Syakur Yasin's perspective; (3) How are the teachings of Buya Syakur Yasin's Sufism education. This study has the objectives to: (a) find out Buya Syakur Yasin; (b) Knowing the concept of Sufism education in Buya Syakur Yasin's perspective (c) Knowing the teachings of Buya Syakur Yasin Sufism education. This research method uses a qualitative approach. Data collection in this research is conducted through a series of observations, interviews, and documentation. The conclusion of this study is that Buya Syakur Yasin was born in Indramayu on February 2. According to Buya Syakur Yasin, Sufism is a process of educating our hearts in choosing between good and bad; and Buya Syakur's Sufism Education Teachings including the dhikr istighosah, tahlilan and wiridan ar-razaq, and Kholwat which is held once in a year every 1 dzulkodah to 10 dzulhijah and take a place in the forest for 40 days; by fasting and reciting ar-razaq and wiridan.Keywords :Education, Sufism, Buya Syakur Yasi

    GAYA DAKWAH DAN RETORIKA BUYA SYAKUR DALAM KONTEKS DAKWAH KONTEMPORER

    No full text
    Buya Syakur\u27s preaching style and rhetoric are examples of effective religious communication in dealing with fanaticism, literalism, and extremism issues in contemporary society. As a moderate cleric, Buya Syakur is known to combine rationality, humor, and logical argumentation in his sermons, so that Islamic teachings are delivered contextually and easily understood by various groups. This study uses a descriptive qualitative method with Norman Fairclough\u27s critical discourse analysis model to identify the application of ethos (credibility), pathos (emotion), and logos (logic) elements in Buya Syakur\u27s rhetoric. The results of the analysis show that Buya Syakur\u27s sermons are not only persuasive, but also a form of criticism of rigid and textual religiosity. Through humor, logic, and a contextual approach, he builds a moderate Islamic narrative that is relevant to the needs of modern society and effective in rejecting extremism and prioritizing tolerance, justice, and humanitarian values. Keywords : Buya Syakur, Rhetoric, Contemporary Preaching, Fanaticism, Literalism, Extremism Issue

    Prinsip-Prinsip Komunikasi Dakwah Berbasis Media Online: (Studi Retorika KH. Buya Syakur Yasin Pada Channel Akun Youtube KH Buya Syakur Yasin MA)

    No full text
    This research examines the principles of online media-based da'wah communication through a rhetorical study conducted by KH. Buya Syakur Yasin on the YouTube channel KH Buya Syakur Yasin MA. The aim of this research is to identify the da'wah communication messages and rhetorical styles employed by Buya Syakur Yasin on the YouTube channel KH Buya Syakur Yasin MA. The research methodology utilized a qualitative approach with a qualitative descriptive approach. Data was collected through observation and documentation and then analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that (1) there are three forms of da'wah communication messages delivered by Buya Syakur: religious messages, moral and ethical messages, and an understanding of Islam. (2) The rhetorical style employed includes simplicity, the use of real-life examples, empathy, and the maintenance of consistency and authenticity in da'wah efforts. This research is expected to make a significant contribution to the development of da'wah strategies.Penelitian ini mengkaji prinsip-prinsip komunikasi dakwah berbasis media online melalui studi retorika yang dilakukan oleh KH. Buya Syakur Yasin pada channel akun YouTube KH Buya Syakur Yasin MA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pesan-pesan komunikasi dakwah dan gaya retorika komunikasi dakwah Buya Syakur Yasin pada channel akun youtube KH Buya Syakur Yasin MA. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, lalu dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil temuan menunjukkan bahwa (1) Ada tiga bentuk pesan-pesan komunikasi dakwah yang disampaikan Buya Syakur, yaitu pesan keagamaan, pesan moral dan etika, serta pemahaman terhadap islam. (2) Gaya retorika yang digunakan meliputi gaya retorika yang sederhana, menggunakan contoh nyata, menunjukkan empati, dan menjaga konsistensi serta keaslian dalam berdakwah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumbangan penting dalam pengembangan strategi dakwah

    PERAN KH. ABDUL SYAKUR DALAM MENYEBARKAN AGAMA ISLAM DI NGASEM BOJONEGORO 1965 –1986

    Get PDF
    Skripsi ini dibuat untuk menganalisis Peran KH. Abdul Syakur Dalam Menyebarkan Agama Islam Di Ngasem Bojonegoro 1965 –1986. Tujuan dari penulisan skripsi ini untuk menjelaskan latar belakang Pengaruh penyebaran Islam setelah KH. Abdul Syakur terhadap masyarakat Ngasem dan kontribusi KH. Abdul Syakur dalam menyebarkan Islam terhadap masyarakat Ngasem. Terdapat dua rumusan masalah, Pertama bagaimana Pengaruh penyebaran Islam setelah KH. Abdul Syakur terhadap masyarakat Ngasem? Kedua, Apa kontribusi KH. Abdul Syakur dalam menyebarkan Islam terhadap masyarakat Ngasem? Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang terdiri dari lima tahap, yaitu pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Beberapa hasil temuan, antara lain: Pertama, KH. Abdul Syakur mendirikan Pondok Pesantren As-Syakur Nglingi, Ngasem pada tahun 1965, Kedua, KH. Abdul Syakur mendakwahkan Islam dengan melakukan pengajian keliling. Ketiga, Pendidikan Islam di bareng di Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro . Kata kunci : Abdul Syakur, Ngasem, Penyebaran Isla

    TAFSIR LISAN ONLINE KAJIAN TERHADAP PENGAJIAN TAFSIR AL-QUR’AN BUYA SYAKUR DI YOUTUBE

    Get PDF
    Tesis ini mengkaji tentang tafsir lisan online dengan studi kasus pengajian tafsir al-Qur’an Buya Syakur di YouTube. Dalam pengajian ini Buya Syakur menjadikan tafsir Fi Zhilalil Qur’an karya Sayyid Quthb sebagai landasan, namun dalam praktik penafsirannya justru berbeda dengan tafsir yang dirujuknya. Pertanyaan utama dalam penelitian ini ialah siapa Buya Syakur dan mengapa ia ikut andil dalam merayakan tradisi lisan melalui pengajian tafsirnya di YouTube?, kemudian bagaimana proses produksi makna yang dilakukan Buya Syakur?, serta bagaimana audiens virtual meresepi tafsirnya?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik deskriptif-analitik dan dengan teknik pengumpulan data melalui netnografi, wawancara dan dokumentasi. Temuan dari penelitian ini menunjukan bahwa Buya Syakur menggunakan YouTube sebagai panggung tafsirnya disamping karena adanya pandemi Covid 19 di Indonesia pada awal 2020, ialah karena YouTube sebagai media yang demokratis dan populer di kalangan masyarakat. Melalui channel YouTubenya, Buya Syakur telah berhasil menawarakan cara baru ngaji tafsir dengan mekanisme yang dapat dinikmati masyarakat virtual. Maka di titik inilah Buya Syakur menemukan momentumnya sebagai penafsir online. Penelitian ini juga menemukan bahwa digunakannya tafsir Fi Zhilalil Qur’an dalam pengajian tersebut tak lain ialah untuk mengkritik pemahaman kelompok Islamis yang direpresentasikan oleh Sayyid Quthb. Islamisme di mata Buya Syakur dipandang sebagai ancaman serius dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan beragama. Maka dalam proses produksi makna Buya Syakur melakukan dekonstruksi terhadap tafsir islamis, dan menawarkan makna baru yang lebih kontekstual, dimana tujuannya ialah untuk mendatangkan nilai maslahat dalam kehidupan masyarakat. Dengan demikian, makna yang dihasilkan Buya Syakur berbeda dengan tafsir yang dirujuknya. Akhirnya tesis ini menegaskan bahwa betapa YouTube telah berhasil membuat siapapun menjadi berhak untuk berpartisipasi dalam di ruang penafsiran al-Qur’an. Dalam konteks ini Buya Syakur dengan misi dekonstruktifnya, mampu menyebarkan gagasan-gagasan progresifnya dengan lebih akseleratif sebab disampaikan secara lisan dan dimediasi oleh YouTube

    Tasawuf Modern Persfektif Abdul Syakur Yasin dan Haidar Bagir

    Get PDF
    skripsi ini berjudul Tasawuf modern persfektif Abdul Syakur Yasin dan Haidar Bagir. kedua tokoh ini memiliki consent mendalam pada isu tasawuf, dan corak dakwah yang cukup penting dalam konteks masyarakat modern dewasa ini adalah dakwah yang bisa dilakukan berbagai kondisi masyarakat yaitu corak dakwah sufistik. dua tokoh di Indonesia dengan cora dakwah sufistik ini adalah Abdul Syakur Yasin dan Haidar Bagir. ada dua persoalan yang dikaji dalam penelitian ini yaitu pertama pemikiran tasawuf modern Abdul Syakur Yasin dan Haidar Bagirs sangat berorientasi pada kebahagiaan, yang didapat dengan mengenal dan mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan jalur tasawuf, yang di dalamnya mengajarkan kesalihan individual dan kesalehan sosial yang disebut dengan neo sufisme.Ini memiliki arti bahwa sifat-sifat terpuji bukan hanya kepada Allah Swt melainkan juga dengan sesama manusia. Kedua, corak pemikiran tasawuf modern Abdul Syakur Yasin dan Haidar Bagir memiliki persamaan dan perbedaan. Persamaannya pada konsep tasawuf yang cenderung sama secara substantif, seperti konsep masdar, tazkiyat al-nafs, zuhud, dan hubungan syariat, tarekat dan ma’rifat, kebahagiaan, ihsan dan Nur Muhammad. Sedangkan perbedaanya pada konsep maqamat, tentang mursyid dan wujud hubungan Allah Swt dan manusia. Dengan demikian, pendekatan tasawuf modern Abdul Syakur Yasin lebih bersifat kepada tasawuf akhlaqi sedangkan pendekatan tasawuf modern Haidar Bagir lebih bersifat tasawuf falsafi

    C14 - Abdul Syakur (paper)

    Get PDF
    Lightning air terminal is a main part of the external lightning protection system in the form of an upright rod conductor which has a construction in the formed side of lightning air terminal tapered shape as collector’s static electric charge. The main parameters that determine both the deficient performance of a Franklin’s lightning air terminals seen from the breakdown voltage level. This study discusses lightning air terminal based on material types. This research was conducted for 6 times experiments using lightning air terminals with 3 different type of material, namely copper, aluminum and galvanized iron (standard IEC 62305). The method used is testing the Lightning air terminals (LAT) based on different type of material using a high voltage DC negative polarity by adjusting the gap. Variables that are sought in the form of breakdown voltage and resistance of each lightning air terminals. The results from the study showed that the type of material from lightning air terminals affect the ability to deliver the lightning current to the ground as seen from the breakdown voltage level. The level of breakdown voltage for each material is different with the same gap. At a gap of 1 cm, test uses three types of materials testing of lightning air terminals, the probability of the type of material exposed to breakdown voltage on the types of copper by 100% with an average value of 8.23 KV breakdown voltage with 0.06 Ω resistance. Tests with two kinds of materials of lightning air terminal, the probability of the type of material exposed to breakdown voltage on the types of aluminum at 100% with an average value of breakdown voltage kV 8.48 with 0.08 Ω resistance. Testing with one type of material of lightning air terminal, the probability of the type of material exposed to breakdown voltage on the types of galvanized iron materials by 96.67% with an average value of breakdown voltage of 8.64 KV with 0.10 Ω resistance

    C1 - Abdul Syakur (paper)

    Get PDF
    The use of polymer materials as electrical insulators on transmission and distribution lines has been increasing such as epoxy resin. Several advantages of using epoxy resin as an insulating material are its low density, better dielectric properties, and epoxy resin has higher volume resistivity than that of the glass and porcelain. However, epoxy resin has some disadvantages when it is used in tropical areas concerning with the humidity, high ultraviolet radiation, acid rain and effects of contaminants. Consequently, insulator surface will be easily damaged due to electrical tracking, which is indicated by the surface tracking. In this paper, the surface tracking on epoxy resin compound with silicon rubber has been investigated. The test was done based on the method of Inclined- Planed Tracking (IPT) IEC 587: 1984 with NH4 Cl as contaminant. The test materials used were epoxy resins based on Diglycidyl Ether of Bisphenol A (DGEBA) and Methaphenylene Diamine (MPDA) compound with silicon rubber (SiR) with the dimensions of 50 mm x 120 mm and the thickness of 6 mm. The flow rate of contaminant was 0. 3 mL/min. The 3. 5 kV AC high voltage 50 Hz was applied to the top electrodes. The experimental results show that the contact angle of hydrophobic was affected by compound of silicon rubber. The surface tracking, time to tracking and discharge current were affected by applied voltage, contamination and contact angle. By using micro-cameras, the surface damage was detected. The severest damaged sample surface on a s ample had small contact angle. On the other hand, samples with the greatest contact angle needed longer time to have surface damage in the surface discharge. This shows that it is more difficult for large contact angle samples or more hydrophobic to have surface discharge. Epoxy resin compound with silicon rubber has contact angle of hydrophobic greater than epoxy resin without silicon rubber
    corecore