83 research outputs found
A Glimpse into the Scholarly Works of Sheikh Muhammad Hayat Sindhi
Sindh is considered to be the first region of the subcontinent where the light of Islam illuminated the land.This region has produced numerous scholars who gained renown throughout the Islamic world. Among these luminaries was Sheikh Muhammad Hayat bin Ibrahim Sindhi (d. 1163 A.H.), a prominent Islamic scholar, jurist, and prolific author affiliated with the Hanafi School of jurisprudence. Sheikh Hayat Sindhi was celebrated as one of the leading experts in Hadith, jurisprudence, and various other Islamic disciplines, including Islamic literature. Born in Sindh, Sheikh Hayat Sindhi received his early education from his father. He later traveled to Thatta, where he studied under renowned scholars such as Muhammad MoinThattavi. Seeking advanced knowledge in Islamic disciplines, he migrated to theHaramainSharifain, andeventually settled in Madinah.There he began teaching at Masjid al-Nabawi and dedicated himself to teaching hadith for 24 years. Sheikh Hayat Sindhi authored numerous books on diverse topics related to Islamic studies and the social issues facing Muslim societies. His works, renowned among Islamic scholars, are imbued with wisdom, etiquette, and ethical values derived from the Qur’an, Hadith, jurisprudential insights of eminent scholars, and intellectual reasoning. This study provides a concise biography of Sheikh Hayat Sindhi and examines his contributions across various fields of Islamic knowledge. It also reflects an admiration and appreciation for the profound impact of his scholarly works
Hakikat Sains dan Inkuiri
Hakikat Pendidikan Sains merupakan akumulasi dari content, process dan context. Content menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan fakta, definisi, konsep, prinsip, teori, model dan terminologi. Process berkaitan dengan keterampilan untuk memperoleh atau menemukan konsep dan prinsip. Context meliputi tiga elemen yaitu individu, masyarakat dan keseluruhan pengalaman sekolah (kurikulum). Pembelajaran sains (IPA) tidak terlepas dari hakikat sains itu sendiri, bahwa sains dipandang sebagai a body of knowledge (sains sebagai sekumpulan pengetahuan), a way of thinking (sains sebagai cara berpikir), dan a way of investigating (sains sebagai cara penyelidikan). Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran sains melibatkan penggunaan sejumlah panca indera, hands-on dan minds-on.
Inkuiri merupakan suatu proses yang ditempuh siswa untuk memecahkan masalah, merencanakan eksperimen, melakukan eksperimen, mengumpulkan dan menganalisis data, dan menarik kesimpulan. Dengan demikian, siswa akan terbiasa bersikap seperti para ilmuwan Sains, yaitu teliti, tekun/ulet, objektif/jujur, kreatif, dan menghormati pendapat orang lain
PROGRAM PEMBELAJARAN BIOLOGI MELALUI INKUIRI BERORIENTASI ENTREPRENEURSHIP (INKUIRI 5E+e) UNTUK MEMBEKALKAN LIFE-LONG LEARNING MAHASISWA
ABSTRAK
Penelitian ini merupakan pengembangan suatu program pembelajaran Biologi melalui inkuiri berorientasi entrepreneurship (inkuiri 5E+e) untuk membekalkan life-long learning mahasiswa. Design and Development Research (DDR) yang digunakan dalam penelitian ini, terdiri dari empat langkah utama, yaitu analisis permasalahan, perencanaan, produksi dan evaluasi. Sejumlah mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi pada salah satu LPTK di Jawa Tengah yang mengikuti perkuliahan Keanekaragaman Tumbuhan dan Hortikultura terlibat sebagai partisipan (n=86). Pengumpulan data dilakukan dengan instrumen (kuesioner dan lembar observasi life-long learning, soal penguasaan konsep, pedoman wawancara). Kuesioner life-long learning diberikan sebelum dan setelah diterapkan program pembelajaran inkuiri 5E+e. Hasil analisis data secara kuantitatif dan deskriptif kualitatif diinterpretasikan secara komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) struktur program yang dikembangkan dapat diterapkan dengan baik pada masing-masing mata kuliah; 2) kondisi life-long learning mahasiswa menunjukkan peningkatan selama mengikuti program inkuiri 5E+e; 3) program inkuiri 5E+e berdampak positif terhadap peningkatan penguasaan konsep mahasiswa; 4) keterampilan entrepreneurship mahasiswa menjadi faktor pendukung terhadap keberhasilan penerapan program; 5) ada beberapa hal yang masih perlu ditingkatkan, antara lain: pengetahuan prasyarat mahasiswa mengenai konsep identifikasi tumbuhan dan keterampilan dasar bercocok tanam. Secara keseluruhan, program inkuiri 5E+e dapat membekalkan life-long learning mahasiswa, yang ditunjukkan dengan meningkatnya keterampilan mahasiswa dalam berpikir kompleks, lebih analitis dalam memproses informasi, efektif dalam berkomunikasi, produktif dalam berkolaborasi bersama tim, dan selalu menggunakan habits of mind dalam kegiatan belajar. Dengan demikian program pembelajaran inkuiri 5E+e perlu dilanjutkan penerapannya dalam perkuliahan Biologi untuk membekalkan life-long learning calon guru secara lebih luas dan lebih intensif.
Kata kunci: life-long learning, inkuiri, entrepreneurship, perkuliahan, Keanekaragaman Tumbuhan, Hortikultura.
ABSTRACT
This research is the development of a Biology learning program through entrepreneurship-oriented inquiry (5E+e inquiry) to prepare life-long learning students. This research used the Design and Development Research (DDR) method, which consists of three main steps: planning, production, and evaluation. The participants were 86 students who attend the Plant Diversity and Horticulture course in a Teachers Institution in Central Java of Indonesia. The data were obtained by disseminating the life-long learning questionnaire, questions of concept mastery, and by conducting an interview. The life-long learning questionnaire was administered before and after the implementation of the 5E+e inquiry learning program. The results of quantitative and descriptive qualitative data analysis were elucidated comprehensively. The results show that: 1) the structure of the developed program can be applied succesfully in each subject; 2) the life-long learning conditions of students show improvement during the 5E+e inquiry program; 3) the 5E+e inquiry program has a positive impact on improving students' mastery of concept; 4) student entrepreneurship skills are considered as the supporting factor for the successful implementation of the program; 5) Some points still need to be improved, such as: students’ prerequisite knowledge of the plant identification concept as well as the basic farming skill. Overall, the 5E+e inquiry learning program can equip students with life-long learning habit. It is shown by the increase of students skills that are extended to: having complex thinking, processing any information more analytically, acquiring good interpersonal and communication skills, being able to collaborate productively, and perpetually practicing the habits of mind during the learning process. Thus it is essential to continue the implementation of the 5E+e inquiry learning program in Biology courses to equip broader and more intensive life-long learning habit of prospective teachers.
Keyword: life-long learning, inquiry, student entrepreneurship, course, Plant diversity, Horticulture
Hakikat Sains dan Inkuiri
Hakikat Pendidikan Sains merupakan akumulasi dari content, process dan context. Content menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan fakta, definisi, konsep, prinsip, teori, model dan terminologi. Process berkaitan dengan keterampilan untuk memperoleh atau menemukan konsep dan prinsip. Context meliputi tiga elemen yaitu individu, masyarakat dan keseluruhan pengalaman sekolah (kurikulum). Pembelajaran sains (IPA) tidak terlepas dari hakikat sains itu sendiri, bahwa sains dipandang sebagai a body of knowledge (sains sebagai sekumpulan pengetahuan), a way of thinking (sains sebagai cara berpikir), dan a way of investigating (sains sebagai cara penyelidikan). Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran sains melibatkan penggunaan sejumlah panca indera, hands-on dan minds-on.
Inkuiri merupakan suatu proses yang ditempuh siswa untuk memecahkan masalah, merencanakan eksperimen, melakukan eksperimen, mengumpulkan dan menganalisis data, dan menarik kesimpulan. Dengan demikian, siswa akan terbiasa bersikap seperti para ilmuwan Sains, yaitu teliti, tekun/ulet, objektif/jujur, kreatif, dan menghormati pendapat orang lain
SCIENTIFIC SKILLS
Keterampilan proses melibatkan keterampilan-keterampilan kognitif atau intelektual, manual, dan sosial. Keterampilan kognitif atau intelektual terlibat karena dengan melakukan keterampilan proses siswa menggunakan pikirannya; Keterampilan manual jelas terlibat dalam keterampilan proses karena mungkin mereka melibatkan penggunaan alat dan bahan, pengukuran, penyusunan atau perakitan alat; dan keterampilan sosial dimaksudkan bahwa mereka berinteraksi dengan keterampilan proses, misalnya mendiskusikan hasil pengamatan
SCIENTIFIC SKILLS
Keterampilan proses melibatkan keterampilan-keterampilan kognitif atau intelektual, manual, dan sosial. Keterampilan kognitif atau intelektual terlibat karena dengan melakukan keterampilan proses siswa menggunakan pikirannya; Keterampilan manual jelas terlibat dalam keterampilan proses karena mungkin mereka melibatkan penggunaan alat dan bahan, pengukuran, penyusunan atau perakitan alat; dan keterampilan sosial dimaksudkan bahwa mereka berinteraksi dengan keterampilan proses, misalnya mendiskusikan hasil pengamatan
The Analisis Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa Kelas VIII SMPN 1 Jumo dalam Pembelajaran IPA
Keterampilan berpikir kreatif siswa yang masih rendah menuntut guru untuk menggunakan desain pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keterampilan berpikir kreatif siswa SMPN 1 Jumo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif semi kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan open-ended tes essai berdasarkan indikator kemampuan berpikir kreatif. Sampel pada penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Jumo berjumlah 70 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling untuk mengidentifikasi keterampilan berpikir kreatif siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa termasuk kategori kurang kreatif. Persentase kemampuan siswa pada masing-masing indikator adalah Fluency 46% berada pada kategori cukup kreatif, 41% Flexibility berada pada kategori cukup kreatif, 36% Originality berada pada kategori kurang kreatif, dan 34% Elaboration juga termasuk dalam kategori kurang kreatif. Kesimpulan yang didapatkan adalah kemampuan berpikir kreatif siswa masih berada pada kategori kurang kreatif, sehingga perlu adanya cara untuk meningkatkannya
Potensi Penerapan STEAM dalam Pembelajaran Pencemaran Lingkungan
This study aims to analyze the potential application of STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics) in environmental pollution learning at MTs Negeri 3 Demak. This research is a type of descriptive qualitative research. Data collection techniques using observations and questionnaires about the potential application of STEAM in learning environmental pollution. The type of sampling used in this research is cluster random sampling, which is the sampling technique with certain considerations. The data collection method used the documentation analysis method so that the researchers analyzed the documents resulting from the research questionnaire. The data analysis method used is the Miles and Huberman model starting with data collection, data presentation, data reduction, conclusion drawing and verification. The population is science teachers throughout Demak district, totaling 135 teachers, with 24 teachers as the sample. The results showed that there were 62.5% of teachers who understood STEAM. There are 25% of teachers who have applied STEAM. Eligibility to use STEAM was given 83.3%. The data above shows that the application of STEAM at the SMP or MTs level has the potential to improve the quality of learning outcomes
Profil Literasi Lingkungan dalam Mitigasi Bencana Alam Siswa di MTs Nahdlatul Ulama Mranggen Kabupaten Demak
This study aims to describe the environmental literacy profile of students at MTs Nahdlatul Ulama Mranggen. This study uses a quantitative descriptive method. The research technique is a survey with an instrument in the form of a questionnaire. The subjects of this study were students at MTs Nahdlatul Ulama Mranggen. The location of this research was at MTs Nahdlatul Ulama Mranggen, Demak Regency, for the academic year 2021-2022. The results of the study from a sample of 53 students showed that students' ecological knowledge was included in the sufficient criteria, namely 48.3%, The environmental literacy of students in general is in good criteria, namely 68.61%. From this research, it is necessary to provide environmental literacy to students. It is hoped that this research can improve environmental literacy in flood disaster mitigation for students at MTs. Nahdlatul Ulama Mranggen
Strategi Evaluasi Program Praktikum Fisika Dasar
Lab work is one of the ways taken not only to clarify the subject that have been taught but also to coached students to apply scientific methods in solving problems. In order to ensure the quality of practical implementation requires accurate data-based information support, a gradual evaluation system is needed to help make the right decisions in every action throughout the program. The evaluation approach used is the CIPP (context, input, process, and product). Data collection is through interviews, questionnaires and direct observation, The data collected at each stage of the evaluation were analyzed qualitatively with the description
- …
