1,721,044 research outputs found
Penelusuran Informasi Keagamaan Melalui Blog
Syaiful Nasrullah, 2015. Penelusuran Informasi Keagamaan Melalui Blog, Skripsi Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Pembimbing I: Drs. Ahmad Rijali, M.Pd, Pembiming II: Armiah, S.IP. ,M.Si
Kata kunci: Informasi, Sistem Informasi, Informasi Keagamaan, Blog
Orang yang menyebarkan agama melalui internet (Blogger) dapat berbagi informasi keagamaan jauh dari paham radikal sehingga dapat disebut seorang dai karena berdakwah via blog. Adapun masalah yang diteliti ialah blog apa saja yang memuat informasi keagamaan, siapa saja yang mengakses blog tersebut, dan apa saja manfaat informasi keagamaan bagi pengakses. Untuk mencapai tujuan diatas maka dalam skripsi ini dipakai sebuah metedologi analisis isi (content analisis) kualitatif, dengan membuat katagorisasi informasi yang berupa pesan aqidah, syariah dan akhlak, terdapat pada blog yang informasinya diposting dari April 2015 sampai Oktober 2015. Penelitian ini telah menemukan: Pertama, Blog yang memuat informasi keagamaan tersebut bersifat pribadi karena dilihat dari domainya. Kedua, Yang mengakses blog tersebut dapat dilihat dari kolom komentar berikut para pengakses, a). Maha Penyayang, b). Astari zaina ulfah, c).Maulidop, d). Nadya margaretha, e). Febby shadzmina, f). Karel, g). Sapto, h). Abu mughits, i). Jared jamaitun, j). Ibnu abi iffat, k). Riyan ariffandi, l). Andi nur gustiana, m). Endra mondja indiyanto, n). Ummu malik, o). Anggit sawastika, p). Afi rullikati, q). Agrippin L pinnigan, r). Muhammad abduh, s). Muhammad nur tonronge, t). Mata malaikat, u). Ara rabila. Ketiga Manfaat informasi bagi pengakses adalah. a). Untuk diamalkan, b). Kedua sebagai motivasi untuk diri sendiri, c). Menyebarkan kepada orang lain
Tinjauan Yuridis Jual Beli pada Media Internet Antara Pelaku Usaha dan Konsumen dalam Kaitannya dengan Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan Serta Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik
Transaksi online pada saat sekarang ini menjadi digemari dikarenakan alasan kemudahan yang ditawarkan. Situs-situs jual beli online menjadi ajang paling diminati yang menawarkan kemudahan dalam berbelanja. Transaksi melalui internet dalam prakteknya sangat membantu bagi kelancaran dan kemudahan konsumen serta produsen dalam dunia jual-beli. Namun demikian, transaksi melalui internet ini menimbulkan masalah hukum tersendiri yaitu tentang bagaimana kepastian hukum dalam transaksi internet, tanggung jawab pelaku usaha serta upaya hukum bagi konsumen apabila terjadi kerugian-kerugian, dan bagaimana perlindungan hukum bagi para pihak dalam perjanjian jual beli maupun penyelesaian sengketa transaksi internet. Sehingga daripada itu dilakukan penelitian bersifat deskriptif dan menggunakan pendekatan yuridis normatif. Serta mengupulkan data-data yang diperoleh melalui penelitian kepustakaan (library research). Maka dari hasil penelitian dapat ditarik bahwa kepastian hukum transaksi elektronik di internet bersandarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan upaya hukum jika salah satu pihak yakni konsumen ketika dirugikan dalam transaksi elektronik di internet diperoleh kesimpulan hendaknya pelaku usaha ketika menawarkan produk usahanya melalui media maya atau internet memberikan informasi yang baik dan benar sehingga memberikan kepastian hukum kepada konsumen dikemudian hari apabila tejadinya sengketa atas barang yang tidak kunjung datang, cacat, maupun hilang. Tanggung jawab pelaku usaha belum diatur secara spesifik dalam UU Perlindungan Konsumen dan UU Transaksi Elektronik, tetapi pada prinsipnya pelaku usaha dapat dituntut pertanggungjawaban dalam transaksi elektronik lewat pertanggungjawaban kontraktual (contractual liability) berkaitan dengan kerugian yang dialami oleh konsumen. Contoh perlindungan hukum bagi para pihak adalah adanya perlindungan untuk pelaku usaha yang mana mengharuskan kosumen untuk melunasi pembayaran sebelum dilakukan adanya pengiriman barang, adanya perlindungan untuk konsumen yang mewajibkan pelaku usaha untuk menyediakan layanan garansi atau penukaran barang apabila barang yang diterima tidak sesuai dengan yang dipesan.Skripsi Sarjan
RAJAH DALAM ORIENTASI PERUBAHAN PRILAKU ( Studi Penggunaan Rajah di Padepokan Qolbu Mojokerto)
ABSTRAK
Tesis yang berjudul “Rajah dalam Orientasi Perubaha Prilaku ( Studi di
Padepokan Qolbu Mojokerto)” ini ditulis Muhamad Syaiful, dengan pembimbing
I Prof. Dr. H. Maftukhin, M. Ag., dan pembimbing II Dr. Zaini Pasha, M. Pd. I
Kata kunci: Rajah, Prilaku, Perubahan Prilaku.
Latar belakang tesis ini berumula ada perubahan prilaku baik secara sosial
maupun spiritual pada seseorang yang menggunakan rajah dari Padepokan Qolbu
Mojokerto. Selain itu cara penggunaan dan rajahnya pun berbeda dari pada rajah
dari tempat lain.
Fokus masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana Rajah dimiliki
kepemilikan santri di Padepokan Qolbi Trawas Mojokerto? (2) Bagaimana
perubahan prilaku pada santri di Padepokan Qolbi Trawas Mojokerto?.
Tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan rajah dalam kepemilikan santri,
termasuk juga bentuk rajah dan penggunaannya. Sekaligus mengulas perubahan
prilaku pada santri yang menggunakan rajah, baik secara religiusitasnya,
spiritualnya dan prilaku sosialnya.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Rajah dalam Kepemilikan
Santri Padepokan Qolbu dimaknai sebagai kalamullah yang di dapatkan dari
seorang guru. Rajah yang didapatkan santri berupa kertas yang bertuliskan sesuatu
yang tidak dapat diidentifikasi halnya coretan saja dan coretan itu dituliskan
dengan tinta selain hitam. Penggunaannya sendiri ialah dengan memasukkan rajah
kedalam air untuk diminum dan dibasuhkan kemuka, selain itu juga untuk
digosokkan keseluruh tubuh ketika mandi besar, dan dilarung bersama sesaji
berupa bunga setaman dan kepala qurban. (2) Rajah dalam Perubahan Prilaku
Santri Padepokan Qolbu dapat dilihat dari berberapa aspek yang ada dalam diri
seseorang maupun diluar dirinya. Aspek pertama yaitu hilangnya rasa cemas
dikarnakan permasalahan dalam hidupnya sehingga mereka memperoleh
ketenangan hidup. Aspek kedua berupa religiustitas yang ditandai dengan
bertambahnya intensitas beribadah dan memaknai ibadah itu sendiri. Aspek tiga
yaitu spiritualitas pada santri, sebagaimana nilai atau kulalits hidupnya bertambah,
dengan kempampuan dalam menempatkan sikap dan menghadapi masalah yang
menimpanya. Aspek keempat yaitu sosial masyarakatnya santri, hal ini
sebagaimana kemampuan mereka dalam menyelaraskan masyarakat, sehingga
perilaku mereka yang semula menyimpang menjadi selaras
PERAN USTADZ-USTADZAH DALAM MENANGANI KESULITAN BELAJAR SANTRI PADA METODE PEMBELAJARAN AN-NAHDLIYAH DI MADRASAH DINIYAH ROUDLOTUS SHOLIHAH TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul Peran Ustadz-Ustadzah Dalam Menangani Kesulitan Belajar Santri Pada Metode Pembelajaran An-Nahdliyah Di Madrasah Diniyah Roudlotus Sholihah Tulungagung ini ditulis oleh Muhammad Syaiful Ansori Anam, Nim 126201203293, pembimbing Dr. Hj. Luluk Atirotu Zahro’,S.Ag. M. Pd.
Kata Kunci: Peran Ustadz-Ustadzah, Metode An-Nahdliyah, Kesulitan Belajar.
Kesulitan belajar yang dialami santri ketika mempelajari Al-Qur’an semakin bertambah dengan perkembangan zaman dan teknologi, peran ustad ustadzah sangat diperlukan bagi santri agar dapat mengatasi kesulitan belajar, mengenai hal tersebut ustadz ustadzah merumuskan dan berupaya dengan berbagai cara untuk mengatasi kesulitan belajar santri baik dari faktor internal santri maupun faktor eksternalnya.
Tujuan penelitian ini adalah 1). Mendeskripsikan peran ustadz-ustadzah dalam menangani kesulitan belajar internal santri pada pembelajaran metode An-Nahdliyah di Madrasah Diniyah Roudlotus Sholihah Tulungagung.2). Mendeskripsikan peran ustadz-ustadzah dalam menangani kesulitan belajar eksternal santri pada pembelajaran metode An-Nahdliyah di Madrasah Diniyah Roudlotus Sholihah Tulungagung.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data ,penyajian data,dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara triangulasi.
Hasil dari penelitian ini adalah 1). Peran ustad ustadzah dalam menangani kesulitan belajar internal santri berupa adanya identifikasi kesulitan belajar, perlibatan teman sejawat untuk menangani kesulitan belajar santri, pengalihan dan penarikan fokus santri untuk menciptakan kondusifitas, pemberian tugas yang intensif disertai motivasi, apresiasi, dan juga pemberian hadiah. Dimensi spiritualitas juga diintegrasikan di dalam pembelajaran, pembelajaran terfokus pada satu anak dan juga dorongan untuk berkompetisi menjadi lebih baik serta upaya menciptakan suasana yang rileks, nyaman, dan sederhana. 2). Peran ustadz ustadzah dalam menangani kesulitan belajar eksternal santri berupa identifikasi kesulitan belajar eksternal yang tampak pada intensitas kehadiran dan perubahan perilaku. Penggalian faktor kesulitan eksternal yang dominan yaitu faktor keluarga dan sekolah. Adanya pemberian motivasi, nasehat, dan solusi terkait kesulitan yang berasal dari faktor eksternal, membangun komunikasi antara pihak ustad ustadzah dan keluarga, menjalankan proses mediasi, upaya keringanan juga pemakluman atas permasalahan eksternal yang disesuaikan dengan kebutuhan. Pada tindak lanjut masalah yang cukup krusial diadakannya panggilan atau undangan dan berlanjut pada kunjungan rumah
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Perbandingan Rasio Neutrofil Limfosit Pada Pasien Cedera Kepala Dengan Perdarahan dan Tanpa Perdarahan Intrakranial Di RSUP Dr. M. Djamil
ABSTRAK
Perbandingan Rasio Neutrofil Limfosit Pada Pasien Cedera Kepala Dengan Perdarahan dan Tanpa Perdarahan Intrakranial Di RSUP Dr. M. Djamil
Muhammad Zaki1, Syaiful Saanin2, Hesty Lidya Ningsih2 1PPDS Bedah Umum FK Universitas Andalas / RSUP Dr. M. Djamil Padang
2Bagian Bedah Syaraf FK Universitas Andalas / RSUP Dr. M. Djamil Padang
Latar Belakang dan Tujuan. Cedera kepala terjadi setiap 15 detik di seluruh dunia, dengan pasien meninggal setiap 12 menit. Nilai Rasio Neutrofil Limfosit (RNL) merupakan faktor yang mempengaruhi penilaian dan prognostik dari pasien perdarahan intrakranial maupun tanpa perdarahan intrakranial pada cedera kepala. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara peningkatan RNL berdasarkan keparahan pasien cedera kepala baik dengan perdarahan ataupun tanpa perdarahan intrakranial.
Metoda. Penelitian ini merupakan penelitian retrospective cross sectional terhadap pasien cedera kepala dengan perdarahan dan tanpa perdarahan intrakranial yang dirawat di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada tahun 2020 dari bulan Mei sampai Desember 2020. Pengambilan data di lakukan di bagian Rekam Medik RSUP Dr. M. Djamil Padang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi.
Hasil. Sebanyak 92 pasien yang masuk dalam kriteria inklusi penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan hasil rerata nilai RNL pada pasien cedera kepala adalah 11,72 dengan variasi 7,31. Rerata kadar RNL berdasarkan tingkat keparahan cedera kepala ringan adalah 10,15 dengan variasi 6,38. Rerata kadar RNL tingkat keparahan cedera kepala sedang adalah 12,70 dengan variasi 7,09. Serta kadar RNL tingkat keparahan cedera kepala berat adalah 14,69 dengan variasi 9,30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan rerata kadar RNL pada pasien cedera kepala ringan dengan perdarahan dan tanpa perdarahan intrakranial. Berdasarkan hasil penelitian terdapat hubungan yang bermakna antara kadar RNL pada pasien cedera kepala sedang dengan perdarahan (14,20) dan tanpa perdarahan intrakranial (7,20) (p value = 0,029), sedangkan pada cedera kepala berat tidak dapat dinilai karena tidak ada sampel tanpa perdarahan intrakranial.
Kesimpulan. Terdapat hubungan antara peningkatan RNL dengan perdarahan intrakranial pada pasien cedera kepala sedang.
Kata Kunci.Cedera Kepala, RNL, Perdarahan Intrakrania
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Sejarah Kesultanan Kadriah Pontianak 1778-2017 M
Skripsi ini berjudul “Sejarah Kelsultanan Kadriah Pontianak Tahun 1778 M hingga 2017 M”. Permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini meliputi (1) Bagaimanakah profil Kerajaan Kadriah Pontianak Kalimantan Barat (2) Bagaimanakah sejarah berdirinya Kerajaan Kadriah Pontianak dan tokoh-tokoh pendiri kerajaan ini dari tahun 1778 M sehingga 2017 M di kalimantan barat (3)Apakah peninggalan sejarah kesultanan pontianak dan kelestarian budaya yang masih dilaksanakan? Penulis menggunakan pendekatan sejarah untuk mendeskripsikan peristiwa terjadi di masa lampau. Metode yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode penelitian sejarah terdiri dari heuristik, verifikasi, interprestasi, dan historiografi. Teori yang digunakan adalah teori perubahan sosial. Karl Marx berpendapat bahwa perubahan sosial menurut Marx adalah perubahan-perubahan yang terjadi karena perkembangan teknologi atau kekuatan produktif dan hubungan antara kelas-kelas sosial yang berubah. Perubahan sosial adalah perubahan pada lembaga masyarakat di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk didalamnya nilai, sikap dan pola perilaku di antara kelompok masyarakat. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) profil kerajaan kadriah Pontianak Kalimantan Barat dalam kerajaan ini, dan bangsa Melayu dijadikan bangsa yang utama dalam pembentukan kerajaan ini. Disamping itu, bentuk muka bumi dan faktor geografis yang sterategis juga memberi pengaruh yang besar dalam perkembangan Kerajaan Melayu Pontianak (2)Tokoh-tokoh yang memberi pengaruh kepada perkembangan kerajaan Pontianak dalam memberi dampak positif mahupun negatif kepada pemerintahan setelahnya seperti Sultan Sarif Abdurrahman, Sultan Syarif Kasim, Sultan Syarif Usman, Sultan Syarif Hamid I, Sultan Syarif Yusuf, Sultan Syarif Muhammad, Sultan Syarif Hamid II dan Sultan Abu Bakar.(3) Peninggalan sejarah Kerajaan Pontianak dan budaya yang masih dilestarikan oleh masyarakat Melayu Pontianak
- …
