1,722,098 research outputs found

    Dakwah Islam Melalui Seni Madihin Oleh Syahrani

    Full text link
    Zain Muslim. 2014. Dakwah Islam Melalui Seni Madihin Oleh Syahrani, Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam. Pembimbing: (I) Hatmansyah, S.Ag, ME, (II) Drs.Ahmad Rijali, M.Pd. Penelitian ini bertolak dari kurangnya literatur yang membahas tentang kesenian madihin dan keinginan penulis untuk menggali dan mengetahui pemikiran Syahrani sebagai seorang tokoh seniman madihin dan budayawan serta ingin menjadikan sebuah karya tulisan yang dapat dinikmati oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemikiran yang diterapkan Syahrani dalam mengembangkan alternatif metode dalam dakwah Islam. Hal yang ingin dicari dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui riwayat dan latar belakang kehidupan, pemikiran Syahrani tentang seni madihin sebagai media dakwah serta mengetahui bagaimana pelaksanaan dakwah melalui seni madihin. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan Studi Tokoh. Karenanya, untuk memperoleh data yang diperlukan, penulis melakukan observasi kepada subjek penelitian sebelum memulai penelitian di lapangan. Kemudian melakukan proses wawancara dengan subjek penelitian serta menggali data dari beberapa karya yang berhasil penulis kumpulkan dan mendokumentasikan beberapa sampel rekaman yang dijadikan penulis sebagai penunjang data dalam penelitian. Melalui penelitian Studi Tokoh, maka penelitian ini menghasilkan temuantemuan: Pertama: Syahrani merupakan salah satu tokoh yang layak dijadikan seorang tokoh budayawan yang mampu mengembangkan media seni dalam proses penerapan dakwah Islam. Hal ini terlihat dari riwayat perjalanan hidup, pendidikan, peran sosial, kesehariannya serta karya dan prestasi yang pernah dihasilkan. Kedua: Gagasan Syahrani tentang dakwah melalui media madihin. Menurutnya madihin sebagai seni bertutur inspiratif menggunakan instrumen alat tabuh berupa “tarbang” dengan diawali pantun dan diakhiri dengan sampiran yang sama merupakan media dalam dakwah. Hal yang menjadi ciri khas Syahrani adalah nilai-nilai spontanitas dan nilai-nilai religius serta mengikuti perkembangan zaman. Sekarang Syahrani juga mengembangkan madihin dengan dialog interaktif. vi Ketiga: hasil analisis data rekaman yang sudah penulis kumpulkan, menemukan bukti bahwa madihin Syahrani mengandung nilai-nilai dakwah berupa nasihat tentang materi keimanan kepada Allah, martabat manusia, pembangunan kehidupan material, mental, bermasyarakat dan kehidupan berkeluarga

    Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Syair Seni Madihin Syahrani

    Full text link
    Kesenian sering dilupakan sebagai salah satu saluran penyebaran Islam di Indonesia, tak terkecuali di Kalimantan Selatan. Wayang sangat dikenal sebagai salah satu media penyebaran Islam di tanah Jawa. Dan di Kalimantan Selatan dijumpai kesenian serupa yaitu Madihin. Madihin telah muncul sejak awal kerajaan Banjar berdiri, pada mulanya kesenian ini hanya diperuntukkan bagi kalangan bangsawan atau keluarga raja. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, kesenian ini menjadi kesenian rakyat. Kesenian yang bernafas Islam ini dahulunya digunakan oleh Syekh Arsyad Al-Banjary sebagai media penyebaran Agama Islam. Syahrani seorang pemadihinan yang terkenal di Kalimantan Selatan juga menjadikan madihin sebagai media penyampaian ajaran-ajaran Islam. Selalu menyelipkan nilai-nilai ajaran Islam di setiap syair madihinnya menjadi ciri khas Syahrani dalam bermadihin. Beranjak dari kenyataan di atas, penulis berkepentingan untuk mengkaji lebih dalam berkaitan nilai-nilai yang terkandung di dalam syair madihin karya Syahrani yang lebih khusus ke dalam bidang Pendidikan Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, untuk memperoleh data yang diperlukan, penulis melakukan observasi kepada subjek penelitian sebelum memulai penelitian di lapangan. Kemudian melakukan proses wawancara dengan subjek penelitian serta menggali data dari beberapa karya yang berhasil penulis kumpulkan dan mendokumentasikan beberapa rekaman yang dijadikan penulis sebagai penunjang data dalam penelitian. Melalui penelitian ini menghasilkan temuan-temuan. Pertama, Syahrani sebagai seorang pemadihinan yang masih aktif bemadihin hingga sekarang selalu menyelipkan unsur nilai ajaran atau pendidikan Islam dalam setiap syair madihinnya. Kedua, syair madihin yang dibawakan syahrani memiliki pakem dalam bertutur yang sama dengan madihin pada umumnya, hanya saja isi madihin syahrani memiliki ciri khas dengan nuansa Islam yang lebih kental. Ketiga, Syair Madihin Syahrani pada dasarnya selalu mengandung paling tidak satu dari 4 unsur nilai-nilai pendidikan Islam baik mengenai akidah, ibadah, muamalah dan akhlak. Hal ini memang senada dengan prinsip syahrani dalam bermadihin yang bernuansa Islami dalam setiap syairnya sebagai ciri khasnya dalam bermadihin

    Yasmin Syahrani

    No full text

    Yasmin Syahrani

    No full text

    Kota Samarahan Municipal Council / Lovira Syahrani

    Full text link
    Kota Samarahan Municipal Council is located in Samarahan District and which is 30 Kilometres from the Kuching City. As we know that, the Kota Samarahan Municipal Council was upgraded on 11 November 2016 and exercised the power to administer the areas under its custody beginning on 1 January 1985. In addition, there are has two area that are under Kota Samarahan Municipal Council custody area which is includes the small District of Asajaya and the small District of Sadong Jaya. Other than that, the Chairman of the Council or known as the City Guardian, it is Heads the Municipal Council of Samarahan City under the Provision of the Local Authority Ordinance. Besides that, there are has 593.9 square kilometres of total area which is includes 63581 total population (Population census of 2000) of Samarahan and Asajaya in Samarahan District. More than that, the Samarahan District also have the flat terrain and most of it consists of lowland or peak. Due to this, there are obviously shown that kind of land is suitable for agricultural activities and IADA project also implemented there. Furthermore, some of commodities that are produced there are includes of sweet lemon grass, coconut, oil palm and pineapple. Adding to this there is also popular with the cash crops paddy field, watermelons, sweet com and vegetables. Then, the Industrial areas (Samarahan Industrial Zone) also located there which is next to the Tanjung Bundong villages and it has total of 62,213 hectares

    PERISTILAHAN TRADISI BEPAPAS BAGI MASYARAKAT DI DESA MATANG SEGARAU KECAMATAN TEKARANG KABUPATEN SAMBAS

    Full text link
    This study aims to classify data obtained from the field, conduct an inventory of data in the form of terms, lexical meanings, grammatical meanings, and cultural meanings, as well as produce supplementary forms of Indonesian learning texts based on the terminology of the Bepapas tradition for the people in Matang Segarau village, Tekarang sub-district, Sambas district. The method used in this research is a descriptive method with a qualitative form. The data source in this study is the Sambas Malay community whose address is in Matang Segarau Village. Data collection techniques namely interview techniques, recording, notes, and documentation. The technique of testing the validity of the data is the technique of increasing the persistence and adequacy of references. This research produced 24 terminology data for the Bepapas tradition for the community in Matang Segarau village, Tekarang sub-district, Sambas district with details of 24 terminologies in the form of form data including 8 monomorphemic form data and 16 polymorphemic data; 24 lexical meaning data includes 11 tool and material terminology data, 5 food terminology data, and 8 process terminology data; 9 grammatical meaning data; and 10 cultural meaning data including terminology of tools and materials, food, and processes. The form of Indonesian language learning text based on the terminology of the Bepapas tradition for the community in Matang Segarau village, Tekarang sub-district, Sambas district, produces descriptive data and procedure text

    ANALISIS TINGKAT PELAYANAN AIR BERSIH DAN PENINGKATAN OPERASIONAL POMPA BOSTER PADA JARINGAN PIPA DISTRIBUSI JALAN A.W. SYAHRANI KOTA SAMARINDA

    No full text
    Water is a primary need for daily human life, therefore the provision of clean water for rural and urban population is absolutely necessary. Regional Water Company (PDAM) Samarinda City as well as in particular Water Treatment Plant (IPA)Network Distribution Pipeline Road AW Syahrani in serving residents who live in North Samarinda and the surrounding region has a very important role in providing clean water as a basic necessity of life that meets the requirements, both in terms of aspects of quality, quantity and continuity.                    Distribution of water in the region of North Samarinda impaired due to malfunction of the booster pump in Jalan A.Wahab Syahrani optimally, despite being pursued distribution in rotation but until now did not go well.So to be able to improve service water needs Distribution Pipeline Road AW Syahrani mentioned above and in order to maintain necessary strategic steps and efficient and a good management system and operational improvements pump booster, including for the needs of 10 (ten) years into the future, so that the needs of the community and the public as well as the smooth development can be met and there is no occur sharing.From the analysis and calculations as well as the discussion on this research, the projected service levels IPA Distribution Pipeline Road AW Syahrani the next ten years (2015-2024) for conditions of service of its growth rate of 1.30% / year, water production growth rate 8.81% / year , water distribution growth rate of 8.31% / year, water sales revenue growth rate of 1.70% / year, operating cost  growth rate of 1.43% / year. In Efforts to increase revenue IPA Distribution Pipeline Road AW Syahrani, by used Maintenance booster pump system (Routine Maintenance, Predictive Maintenance, Preventive Maintenance) and  increasing  the capacity of booster pum

    PERAN ULAMA TASAWUF DALAM KEHIDUPAN SOSIAL DAN POLITIK DI KABUPATEN TANAH LAUT ( STUDI TENTANG KIPRAH KH. MUHAMMAD SYAHRANI )

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya sosok ulama tasawuf di Kabupaten Tanah Laut yaitu KH. Muhammad Syahrani yang pemikiran dan aktivitasnya sangat berpengaruh dan berperan dalam perkembangan kehidupan beragama dimasyarakat, sikapnya yang harmonis dengan pemerintah membuat hubungannya dengan Pemerintah Daerah sangat baik sehingga tidak jarang dalam bidang keagamaan Bupati selalu bermusyawarah meminta arahan dan nasehat dari beliau. Hal ini sangat bertolak belakang dengan karakter ulama tasawuf pada umumnya yang menjauhi perkara keduniaan dan pemerintahan. Sehingga, penulis merasa perlu melakukan kajian lebih mendalam tentang kiprah KH. Muhammad Syahrani dalam kehidupan Sosial dan Politik dan bagaimana Pemikiran Keagamaan/ Tasawuf dan politik KH. Muhammad Syahrani dalam pembinaan ummat di Tanah Laut. Hal ini sangat penting, mengingat besarnya peranan ulama sufi Banjar dalam mengembangkan agama Islam. Metode yang digunakan menurut jenisnya adalah empiris kualitatif yaitu penelitian lapangan dengan cara menggali berbagai macam data yang terdapat pada objek lapangan penelitian, dalam hal ini adalah KH. Muhammad Syahrani yang merupakan salah satu ulama tasawuf di kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, KH. Muhammad Syahrani sebagai ulama sufi Kota Pelaihari memainkan peranan yang besar dalam membina masyarakat Kota Pelaihari dengan memimpin acara-acara keagamaan dan mengisi majelis-majelis Ilmu. Peranan tersebut telah mendorong dan membangun terjadinya keseimbangan, keharmonisan dan kesatuan dalam masyarakat. Hal ini terjadi karena kedalaman ilmu, kesalehan dan perilakunya yang terpuji sehingga beliau sangat dihargai dan dihormati. Kedua, Pengaruh KH. Muhammad Syahrani dalam bidang politik secara tidak langsung (high politic) dapat memenangkan Pemilihan Kepala Daerah hingga tiga kali berturut-turut sehingga misi beliau untuk mensyiarkan agama Islam dapat berjalan dengan baik. Ketiga, kontribusi KH. Muhammad Syahrani dalam bidang keagamaan yaitu mengirim santri ke Hadramaut dan Mesir, membangun Masjid Agung Syuhada Pelaihari, penunjukan Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD), dan mendatangkan penceramah dari luar daerah. Keempat, aliran tasawuf yang diamalkan adalah neosufisme sehingga beliau dapat beradaptasi dengan tradisi-tradisi keagamaan dimasyarakat. Kepada peneliti selanjutnya agar dapat membuat sebuah penelitian tentang kiprah para ulama sufi Banjar dalam da’wah Islamiyah, sehingga dapat mengangkat nama daerah dan juga menjadi khazanah keilmuan yang sangat bermakna dan bernilai
    corecore