459 research outputs found
PENGARUH BI RATE, NET INTEREST MARGIN (NIM) DAN DANA PIHAK KETIGA (DPK) TERHADAP PENYALURAN KREDIT PERBANKAN PADA BANK UMUM DI INDONESIA PERIODE 2015-2020
ABSTRAK
PENGARUH BI RATE, NET INTEREST MARGIN (NIM) DAN
DANA PIHAK KETIGA (DPK) TERHADAP PENYALURAN
KREDIT PERBANKAN PADA BANK UMUM
DI INDONESIA PERIODE 2015-2020
Oleh:
IRMA WIDYA SYAFITRI 11770123401
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui BI rate, net interest margin (NIM) dan dana pihak ketiga (DPK) terhadap penyaluran kredit perbankan pada Bank Umum di Indonesia 2015-2020 baik secara parsial maupun secara simultan.. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan bank umum periode 2015-2020, analisis data menggunakan uji asumsi klasik dan pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi data panel (pooled data) menggunakan alat bantu eviesw 9. Model penelitian yang digunakan dalam analisis adalah memakai uji chow dan uji hausman dengan metode random effect model. Hasil penelitian ini Dan hasil penelitian ini juga diperoleh Koefisien Determinasi (R2) dengan nilai 0.630950 memiliki arti bahwa sebesar 63,10% pengungkapan dijelaskan oleh variabel antara BI rate, NIM, dan DPK sedangkan sisanya 36,10% dijelaskan oleh variabel lain diluar model.
Kata kunci: Penyaluran kredit perbankan, BI rate, Net Interest Margin, Dana pihak ketig
Pengelolaan Kurikulum Adaptif Mata Pelajaran Matematika Pada Program Sekolah Cluster Di SMKN 2 Purwodadi
ABSTRACT
Widya Syafitri Wulandari. Q.100140078. Adaptive curriculum management subjects of mathematics at the school cluster program at SMK 2 Purwodadi. Thesis. Graduate Muhammadiyah University of Surakarta. 2016.
The aim of research to determine the planning, implementation, and evaluation of school mathematics curriculum adaptive cluster. Qualitative research with ethnographic design. Where research SMK N 2 Purwodadi. The research subject Principals, teachers, and students. Data collection techniques of interview, observation, documentation. The validity of the triangulation of data sources, techniques, time. Data analysis techniques with methods groove. The results of the study (1) Management of adaptive curriculum in math lesson planning includes designing syllabi and lesson plans that already contains a character education is the KI and KD, as well as the student's character assessment sheets .; (2) The study of mathematics includes three activities, namely the preliminary activities of teachers manage the religious character of prayer, discipline go to class on time, invite students to maintain the cleanliness of the classroom, and teachers to motivate students. Core activities, teachers implement instructional methods discussion so familiarize students have a democratic character, tolerance, social care, communicative, curiosity, love of peace, hard work, and creative. The activities cover teachers familiarize students have the responsibility and creative character by giving the task .; (3) Management of adaptive curriculum in the evaluation of mathematics learning are teachers carry out daily tests or individual assignments so students can familiarize themselves has an honest character, discipline, hard work and responsibilities. Assessment can also be done with the observation in the learning process fatherly knowing the attitude, knowledge and skills of students.
Keywords: adaptive curriculum, math, vocationa
The Effect of Task-Based Learning (TBL) Towards Students’ Speaking Skill
Ada banyak orang di dunia ini yang menggunakan bahasa Inggris dan itu menjadikan bahasa Inggris sebagai hal yang paling penting untuk dipelajari. Bahasa Inggris telah menjadi bahasa internasional. Menurut Syafitri dan Artika, bahasa Inggris merupakan bahasa pengantar internasional yang berpengaruh, empat puluh dua negara di dunia menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar resmi (Widya Syafitri, 2019). Selain itu, bahasa Inggris telah menjadi bahasa terpopuler di dunia. Artinya bahasa Inggris penting untuk dipelajari, khususnya bagi pelajar. Berbicara sebagai media komunikasi memungkinkan kita bertukar informasi, pikiran, perasaan dengan orang lain. Sebaliknya, kemampuan berbicara siswa relatif rendah. Hal ini memunculkan ide untuk melakukan pembelajaran berbicara dengan menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis tugas untuk membantu siswa meningkatkan keterampilan berbicaranya. Desain penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain quasi eksperimen dengan membandingkan dua kelas. Pengumpulan data dilakukan dengan pre-test dan post-test. Kelas kontrol berjumlah 31 siswa dan kelas eksperimen berjumlah 31 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penerapan pembelajaran berbasis tugas terhadap keterampilan berbicara siswa. Hal ini menunjukkan t hitung (3,852) lebih tinggi dibandingkan t tabel (2,004). Berikutnya, terdapat perbedaan yang signifikan pada keterampilan berbicara siswa yang diajar dengan pembelajaran berbasis tugas dan yang diajar tanpa pembelajaran berbasis tugas. Hal ini terbukti dengan nilai t hitung lebih besar dari t tabel (2,807 > 2,004). Terakhir, keterampilan berbicara siswa yang diajar dengan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis tugas lebih baik dibandingkan siswa yang diajar tanpa menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis tugas. Hal ini terbukti dengan peningkatan nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata kelas kontrol (9,08 > 3,72)
Imagery in the Journals Written by the Writing I Students Of the English Department Of Widya Mandala Catholic University Surabaya
Many students think that writing is a daunting task and,
therefore, they cannot write a good composition and journal writing is
assigned for writing improvement. One of the aspects in writing a journal
is imagery. Imagery is the use of concrete words to replace the abstract
ones in order to enable the readers to imagine in everything experienced
by the author. This study explored the kinds of imagery which are found
in the journals written by the Writing I students of Widya Mandala
Catholic University Surabaya. The subjects were eleven students of
Writing I. Each student submitted 4 journals. A checklist was used to
organize the imagery in the journals. Not all writing journals that were
analyzed exposed imagery. Visual and auditory imagery were found.
There were forty seven examples of visual imagery and six examples of
auditory imagery. The olfactory, gustatory and tactile imagery were not
foun
Okashi
Jepang merupakan negara yang mempunyai bermacam – macam kebudayaan. Jepang adalah negara yang memiliki tingkat kekontrasan yang tinggi antara yang modern dan yang tradisional. Keduanya saling mempengaruhi atau bahkan berkontradiksi. Sisi tradisional Jepang tercermin pada kue kue tradisional Jepang yang masih dilestarikan hingga kini. Dalam bahasa Jepang, manisan Jepang disebut dengan wagashi akan tetapi pada umumnya masyarakat Jepang menyebutnya Okashi. Ada berbagai jenis manisan Jepang, seperti : Yōkan, Monaka, Rakugan, Nerikiri, Manjū, Kintsuba, Daifuku mochi, Dango, Uirō, Amanattō dan lain – lain.
Di Jepang manisan pasta kacang dibuat dengan mendidihkan beberapa jenis kacang – kacangan, biasanya kacang azuki (kacang merah). Akan tetapi pasta manisan ini biasanya dibuat dari ubi dan bahan lainnya. Ada 2 jenis manisan kacang merah, yang pertama jenis sup kacang merah yang lembut dikenal sebagai Koshi-An, dan kedua jenis yang menggumpal dikenal sebagai Tsubushi-An. Dan yang terakhir manisannya yang memiliki pasta kacang dalam keadaan utuh atau dihancurkan. Sup/pure kacang-An dapat juga dibuat dari tepung instan yang disebut Sarashi-An.
Makanan manis dikenalkan ke benua Asia termasuk Jepang pada zaman Nara (645-781) dan dikenal sebagai “buah – buahan Cina” pada waktu itu. Gula juga dikenalkan ke Jepang pada masa Nara. Dikatakan bahwa, gula pertama kali dikirimkan diatas tahun 754 oleh pendeta buddha Cina yang terkenal bernama Ganjin. Gula merupakan bahan utama dalam pembuatan manisan ataupun untuk hal yang lain. Gula pada waktu itu berwarna hitam dan dibuat dengan rebusan dari air tebu yang dikeringkan.
Pada masa Heian (782-1184) makanan manis yang disajikan pada berbagai upacara dan hari besar (pesta) digunakan sebagai persembahan untuk dewa Shinto dan dewa Budha. Sampai saat ini, hal ini dibuat tergantung dari bentuk dan metode yang diturunkan dari abad – abad lalu, yaitu sisa dari adat Heian.
Makanan yang dipersembahkan untuk Dewa pada masa Heian menjadi makanan untuk golongan atas pada abad-abad selanjutnya. Dan saat upacara minum teh dibangun dan dikembangkan, makanan manis (permen) atau Okashi semacam itu turut disuguhkan dengan teh.
Secara umum manisan Jepang memiliki rasa pasta kacang. Bahan – bahan pembuatannya adalah gula, garam, tepung dan kacang azuki. Yang dimana bahan tersebut dicampurkan kedalam panci dan dihancurkan, akan tetapi ada juga dihancurkan menggunakan tas katun ( cotton but ).Kertas Karya Diplom
Optimasi Sintesis Bioplastik dari Protein Sorgum dan Nanosilika untuk Aplikasi Pengemas Pangan
Bioplastik merupakan plastik ramah lingkungan yang tersusun dari senyawasenyawa
organik. Bioplastik memiliki waktu degradasi yang lebih cepat
dibandingkan plastik konvensional. Kecepatan bioplastik terdegradasi dapat
dijadikan solusi dari permasalahan lingkungan yang ditimbulkan oleh penggunaan
plastik konvensional. Bioplastik yang diaplikasikan sebagai pengemas pangan
harus memiliki kualitas atau performa yang baik dalam melindungi pangan.
Parameter yang biasa diteliti untuk melihat performa bioplastik meliputi ketebalan,
kuat tarik, elongasi dan WVTR. Bioplastik dengan performa yang baik didapatkan
dari komposisi yang optimal. Pada penelitian ini bahan utama penyusun bioplastik
adalah protein, sorbitol dan nanosilika. Sorbitol berperan dalam meningkatkan daya
elastis film bioplastik. Nanosilika berperan dalam meningkatkan kuat tarik film
bioplastik.
Salah satu cara untuk mendapatkan komposisi yang optimal adalah
menggunakan rancangan I-optimal yang berfokus pada ketepatan prediksi.
Berdasarkan rancangan I-optimal, rancangan percobaan yang didapatkan sebanyak
15 rancangan. Variabel independen yang digunakan pada rancangan I-optimal
meliputi volume protein, konsentrasi sorbitol, dan konsentrasi nanosilika. Pada
penelitian ini, bioplastik disintesis dalam bentuk film atau lembaran. Film
bioplastik yang berhasil dicetak hanya 12 dari 15 formula. Film bioplastik yang
berhasil dicetak memiliki warna kecokelatan dan transparan. Komposisi bahan
penyusun berpengaruh pada warna dan keberhasilan film bioplastik untuk dicetak.
Film bioplastik dengan komposisi rancangan I-optimal memiliki performa yang
lebih baik dibandingkan komposisi pada penelitian sebelumnya. Film bioplastik
optimal didapatkan pada komposisi 50 ml volume protein, 4 % konsentrasi sorbitol
dan 1.25 % konsentrasi nanosilika. Parameter ketebalan dari komposisi tersebut
memiliki nilai 0.20 mm, kuat tarik mencapai 0.513 N/mm2, elongasi mencapai
18.552 % dan WVTR mencapai 1.954 g/m2/jam.
Berdasarkan nilai jumlah kuadrat desain I-optimal variabel independen yang
memberikan pengaruh terbesar terhadap ketebalan, elongasi dan WVTR film
bioplastik adalah protein. Berdasarkan nilai jumlah kuadrat desain I-optimal
variabel independen yang memberikan pengaruh terbesar terhadap kuat tarik adalah
sorbitol. Citra SEM menunjukan adanya granula pada permukaan film. Adanya
granula menunjukan bahwa film memiliki permukaan yang kasar. Berdasarkan
hasil karakterisasi FTIR, gugus baru tidak ditemukan pada pola spektra FTIR. Hal
ini menunjukan bahwa pencampuran bahan penyusun terjadi secara pencampuran
fisik
Proses Kreatif Pengarang Antologi Cerpen Hujan Cahaya Karya Widya Al Falah dan Implikasinya pada Rancangan Pembelajaran Sastra Di SMP Kelas IX
The purpose of this study was to describe Widya Al Falah's creative process as the author of the short story Rain of Light and its implementation in the design of literature lessons in grade IX junior high school. This research was conducted to overcome problems in class IX junior high school regarding the design of short story anthologies. The method used in this research is descriptive qualitative method. The results showed that there was a series of creative processes that Widya Al Falah went through as the author of the short story anthology Rain of Light in writing his works. Widya's creative process starts from the urge to write, activities before writing, activities during writing, to activities after writing. All the activities that Widya went through were inseparable from his personal background. Starting from the reasons for writing, conducting interviews before writing, the repetitive activities that are carried out while writing, to the point where the work is finished being written, all reflect Widya's cultural, religious and educational background. All of Widya's creative processes are very appropriate to be used as inspiration in creating effective and interesting learning, can be used as learning material or implemented into RPP designs (Learning Implementation Plans)Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan proses kreatif Widya Al Falah sebagai pengarang antologi cerpen Hujan Cahaya dan implementasinya pada rancangan pembelajaran sastra di SMP kelas IX. Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang terdapat di SMP kelas IX tentang perancangan antologi cerpen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya rangkaian proses kreatif yang dilalui oleh Widya Al Falah sebagai pengarang antologi cerpen Hujan Cahaya dalam menulis karya-karyanya. Proses kreatif Widya dimulai dari dorongan untuk menulis, kegitan sebelum menulis, kegiatan selama menulis, hingga kegiatan setelah menulis. Seluruh kegiatan yang dilalui Widya tidak lepas dari latar belakang pribadinya. Mulai dari alasan menulis, melakukan wawancara terlebih dahulu sebelum menulis, kegiatan berulang yang dilakukan saat menulis, hingga sampai pada tahap karya selesai ditulis semua sangat mencerminkan latar belakang budaya, agama, dan pendidikan Widya. Semua proses kreatif Widya ini sangat layak untuk dijadikan inspirasi dalam menciptakan pembelajaran yang efektif dan menarik, dapat dijadikan sebagai materi pembelajaran maupun diimplementasikan ke dalam rancangan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)
Analisis Manajemen Pendidikan Tinggi: Studi Kasus Pada Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda
This research aims to analyze higher education management using a case study at Widya Gama Mahakam University, Samarinda. In this research, the author used a literature review or literature study method. Literature review is reviewing scientific literature on a topic and critically analyzing, evaluating, and synthesizing research findings, theory, and practice. It is hoped that the results of this research will provide a deeper understanding of higher education management and provide recommendations for further improvement and development
Learning Experiences in Small Group Discussion in the Third Semester of English Education Students
Collaborative learning remains to be a range that is progressively getting consideration in academic fields. As it has many advantages to individual student learning. One of collaborative learning methods is small group discussion. Furthermore, this study was aimed at describing the result of students’ evaluation of the learning experiences in a small group discussion in the third semester of English education students in UIN Sjech M. Djamil Djambek (SMDD) Bukittinggi based on the Students Experience Questionnaire (SEQ). This study is categorized as a quantitative study. This descriptive quantitative research collected data by distributing a questionnaire to the third-semester students. The issues addressed are students’ learning experiences in doing a small group discussion. Based on the data analysis, the result showed that the third-semester students had a good learning experience in all aspects; in the good teaching scale, understanding of learning, assessment, appropriate workload, the skills of affective and psychomotor, motivation, and satisfaction with the module used during the learning process through the small group discussion. However, the teachers still need to improve their ability in managing small group discussions
IMPROVING STUDENTS’ SPEAKING ABILITY THROUGH SIMULATION
The purpose of this research is to solve the students’ problem in studying speaking English in classroom. It was found that the students have lack of ability in speaking English in the classroom. The problems were assumed derive from uninteresting techniques and monotonous activities done by the teacher when teaching and learning process was going on. To solve the problems above the teacher taught the students speaking through simulation. Because by using simulation the teacher could create various activities that given to the students. It could attract the students’ attention and interest when studying in the classroom and increase students’ speaking ability. This research was action research. The participants of this research were all of the students in Informatika Komputer B (IK.B) at Dynasty Computer Solok. The instruments to collect data were speaking test through interview and field note. Based on those instruments, it was found that studying speaking through simulation could increase students’ speaking ability. Shortly, the students’ speaking ability increased when they studied by using simulatio
- …
