1,720,965 research outputs found

    WORKSHOP PENGEMBANGAN TIK : DIGITAL MARKETING PEMERINTAH DAERAH

    Full text link
    Digital marketing has become an important part of today\u27s marketing strategy. Digital marketing is a technique for marketing products or services using digital media, such as social media, email marketing, websites, and SEO. The Community Service Activity held in May 2024 in the Ruang Imbaya Kantor Walikota Tarakan, aims to improve the understanding and ability of Tarakan City Government Official in implementing digital marketing strategies to support the government\u27s digital transformation. Through a Workshop that includes the delivery of materials and discussion sessions, participants gain a deep understanding of the concepts, strategies, and techniques of digital marketing that can be utilized in local government environments to increase engagement and communication with the community. This activity also discusses the role of digital marketing in supporting Government Digital Transformation, the characteristics of digital transformation, and the objectives of digital marketing for government. The interactive discussion session allows participants to deepen their understanding of the material presented and share experiences related to using government applications and the obstacles faced. The results of this activity received enthusiasm from the participants, which in this case was shown from the interaction between participants and speakers in the discussion session. This indicates that this activity can be an effective means to improve the knowledge and abilities of Government Official in utilizing digital marketing to support digital transformation in local government environments.Pemasaran digital telah menjadi bagian penting dalam strategi pemasaran saat ini. Pemasaran digital merupakan teknik pemasaran produk atau jasa dengan menggunakan media digital, seperti media sosial, email marketing, situs web, dan SEO. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan pada bulan Mei 2024 di Ruang Imbaya Kantor Walikota Tarakan, bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan pegawai pemerintah Kota Tarakan dalam menerapkan strategi digital marketing untuk mendukung transformasi digital pemerintahan. Melalui Workshop yang mencakup penyampaian materi dan sesi diskusi, para peserta memperoleh pemahaman yang mendalam tentang konsep, strategi, dan teknik pemasaran digital yang dapat dimanfaatkan di lingkungan pemerintah daerah untuk meningkatkan keterlibatan dan komunikasi dengan masyarakat. Kegiatan ini juga membahas peran pemasaran digital dalam mendukung Transformasi Digital Pemerintah, karakteristik transformasi digital, serta tujuan pemasaran digital bagi pemerintahan. Sesi diskusi interaktif memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperdalam pemahaman mereka tentang materi yang disampaikan dan berbagi pengalaman terkait penggunaan aplikasi pemerintah serta kendala yang dihadapi. Hasil kegiatan ini mendapatkan antusiasme dari para peserta, yang mana dalam hal ini ditunjukkan dari interaksi peserta dan pemateri dalam sesi diskusi yang terjadi. Hal ini mengindikasikan bahwa kegiatan ini dapat menjadi sarana efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pegawai pemerintah dalam memanfaatkan digital marketing untuk mendukung transformasi digital di lingkungan pemerintah daerah

    FGD Pengembangan Data Warehouse Pemerintah Kota Tarakan sebagai Upaya Mendukung Analisis Data

    Full text link
    Satu Data Indonesia merupakan inisiatif pemerintah Indonesia dalam menyediakan data berkualitas yang kredibel, akuntabel, dan terkini. Urgensi implementasi SDI masih dihadapi oleh banyak tantangan, seperti standar data yang tidak terpenuhi, tidak konsistennya data dan distribusi data yang sulit diakses, serta kurangnya koordinasi antara pemilik data. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan pendekatan manajemen basis data secara komprehensif melalui penggunaan data warehouse untuk mendukung proses pengambilan keputusan. Dalam memastikan efektivitas pembangunan data warehouse untuk mendukung Satu Data Indonesia dibutuhkan Focus Group Discussion yang melibatkan para pemangku kepentingan terkait. FGD bertujuan untuk menjalin kesepakatan kerja (SPK) dengan para Pimpinan instansi perangkat daerah di Kota Tarakan guna mencapai hasil optimal dalam pengembangan sistem database. Metode Ceramah dan Diskusi digunakan dalam kegiatan FGD sebagai upaya pengembangan data warehouse. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilakukan oleh Dosen Politeknik Bisnis Kaltara telah berjalan sesuai rencana dengan diskusi interaktif dan partisipasi peserta yang sangat aktif

    ALAT PEMBERI PAKAN IKAN HIAS DI AQUARIUM SECARA OTOMATIS

    Full text link
    Alat  Pemberi Pakan Ikan Hias Di Aquarium Secara Otomatis merupakan alat untuk mempermudah dalam pemberian pakannya, sehingga ketika pemelihara ikan tidak dapat memberi makan ikan, maka ikan akan tetap terjaga dalam proses pemberian pakannya.Sistem  yang  dirancang  terdiri  dari  empat  bagian  yaitu :  catu  daya, sistem  minimum,  rangkaian  mekanika  dan  program.  Catu  daya  merupakan sumber daya untuk menjalankan seluruh Sistem yang terdiri dari tegangan, sistem minimum berupa rangkaian elektronik yang didesain sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi sebagai pengolah data dengan mikrokontroler sebagai pusat kendali,  mekanika berfungsi  sebagai  penggerak  Motor DC  untuk  memberikan pakan ikan dan selanjutnya program yang berfungsi untuk mengatur mikrokontroler sehingga dapat bekerja sesuai dengan fitur yang ditawarkan.Cara kerja alat ini yaitu dengan mengatur pemberian makanan pada Alat Pemberi Pakan Ikan yang diatur oleh mikrokontroler menggunakan parameter waktu RTC (Real Time Clock), arduino sebagai proses, motor DC (Direct Current) sebagai kondisi output dan LCD (Liquid Crystal Display) sebagai user interface dan monitoring. Penambahan sensor Ultrasonik untuk memantau keadaan pakan dalam penampung.Berdasarkan hasil pengujian dan untuk kerja dari “Alat  Pemberi Pakan Ikan Hias Di Aquarium Secara Otomatis”  telah menunjukkan     hasil     yang sesuai    dengan    perencanaan    yaitu    alat    dapat memberikan  pakan   ikan secara otomatis  pada  waktu  yang telah  ditentukan

    PENERAPAN IOT UNTUK OPTIMALISASI PENJAGAAN KADAR AIR DALAM TANAH

    Full text link
    Kesuburan tanah adalah kualitas tanah untuk tanaman dapat tumbuh dengan baik yang ditentukan oleh interaksi beberapa sifat fisik yaitu kimia dan biologi pada bagian tanah yang merupakan rumah bagi akar tanaman aktif. Salah satu kunci utamanya adalah pengelolaan air. Pengaturan lingkungan untuk menciptakan suasana yang mendorong pertumbuhan tanaman hanya dapat menciptakan 10% air irigasi yang dapat dikendalikan, jauh dari nilai ideal 50%, maka diperlukannya suatu produk alat pertanian berbasis teknologi informasi dan komunikasi berupa chip mikrokontroler yang dapat diprogram untuk mengontrol penyiraman secara otomatis. Alat ini dirancang untuk mendeteksi apakah suatu tanaman memiliki tanah yang cukup basah atau kering, dengan hal ini bermanfaat untuk mengetahui derajat kekeringan pada tanah. Sensor kelembaban tanah sendiri yaitu sensor yang mampu mendeteksi kekuatan air  tanah (kelembaban)

    PERANCANGAN ARSITEKTUR ENTERPRISE SISTEM INFORMASI DI PUSKESMAS ABC MENGGUNAKAN TOGAF FRAMEWORK

    Full text link
    Teknologi informasi bukan hanya sekedar jembatan untuk penyampaian informasi tetapi sudah menjadi bagian dari strategi untuk mencapai visi dan misi organisasi. Puskesmas ABC merupakan organisasi pemerintah yang berfungsi sebagai penyedia fasilitas kesehatan masyarakat tingkat pertama. Puskesmas ABC sejauh ini masih mengandalkan teknologi informasi pengolah data Microsoft office dan beberapa data masih menggunakan kertas. Hal tersebut menimbulkan beberapa masalah seperti rentannya kerusakan, kehilangan dan duplikasi data atau dokumen. Melihat permasalahan tersebut diperlukan sebuah teknologi informasi yang terintegrasi untuk dapat mengatasi permasalahan tersebut agar pelayanan kesehatan bisa lebih efektif, efisien, cepat, dan relevan. Untuk menghasilkan suatu teknologi informasi yang baik, maka perlu sebuah rancangan arsitektur teknologi informasi yang mengacu pada sebuah kerangka kerja (framework). Dalam penelitian ini kerangka kerja TOGAF telah di usulkan sebagai acuan untuk perancangan arsitektur. Dimana TOGAF terdapat struktur dan komponen ADM (Architecture Development Method) yang mewakili TOGAF itu sendiri dan memberikan rincian tentang bagaimana menentukan sebuah arsitektur enterprise berdasarkan kebutuhan utama organisasi. Output yang dihasilkan dalam menggunakan framework ini adalah sebuah blue print yang dijadikan sebagai acuan bagi Pukesmas ABC sendiri untuk mengembangkan teknologi sistem informasi. Dengan demikian setiap proses bisnis yang terdapat dalam Puskesmas ABC tersebut dapat menjawab seluruh visi dan misi yang ingin dicapai

    Teknologi Computer Vision untuk melakukan Deteksi dan Penentuan Kualitas Bibit Ayam Day Old Chicks

    No full text
    This research is motivated by the importance of chicken animal protein for child growth, development, immunity, intelligence, and the prevention of stunting. This research aims to design and implement an object detection system using a series of 4 nodes, namely Raspberry Pi, ESP32-CAM, Arduino, and ESP32, to identify chickens based on their physical characteristics. This research utilizes computer vision and artificial intelligence methodology, particularly the Convolutional Neural Network approach, to detect characteristics of DOC chickens, such as feathers, eyes, and legs. The implementation results show that the object detection system built using these four nodes can detect objects according to the existing labels. This system can identify DOC chickens with characteristics such as clean feathers, bright eyes, and bright and undamaged legs. Testing was conducted under various movement conditions of the detection objects, and the results show that the system can work well in recognizing the target objects. In the trial section, the objects used were chickens that fit the DOC characteristic category. The trial results show that the built object detection system can detect DOC chickens with suitable physical characteristics. This can assist farmers in selecting and cultivating quality chickens. Five trial tests were conducted, which showed varying detection performance

    Literature Review : Website sebagai Sarana Digital Marketing pada Sekolah Dasar dan Menengah di Era Cloud Computing

    Full text link
    Websites and cloud computing are strategic foundations for supporting digital marketing, education management, and marketing strategies in primary and secondary education schools. The website functions as an official information centre that conveys the achievements that have been achieved by the school, activities, and superior programs, as well as a marketing tool to build school branding. Cloud computing technology supports efficient data management, collaboration, and marketing optimization. This study aims to review the role of websites and integration of productivity suite platforms in supporting digital marketing for education management in primary and secondary education schools, as well as the implementation of effective marketing strategies for non-profit schools. With strong branding, effective marketing communications, and data-driven analytics, schools can increase visibility, public trust, and audience engagement. The integration of technologies such as productivity suite platforms further strengthens the operational efficiency and effectiveness of school marketing. This study is expected to provide valuable insights for stakeholders in the field of education regarding best practices and innovative strategies in utilizing websites and cloud computing technology to achieve school goals in the digital era

    Health Dashboard: Monitoring and Analysis of Outbreak in East Kalimantan

    No full text
    Public health significantly impacts a country's progress and resilience, particularly through economic growth, human development, and social stability. Outbreaks are a serious public health issue because they can disrupt the health system, increase the burden of disease, and lead to inequity in services. This study aims to develop a health dashboard to monitor and analyze outbreaks in East Kalimantan. Data from the Central Statistics Agency (BPS) and the Satu Data Kalimantan Timur were used to develop the dashboard. The District/City Health Profile Technical Guidelines were used to assist in compiling the dashboard data sources. This research method employed action research with a quantitative descriptive approach. This study successfully developed a dashboard with three levels of analysis. The first level consisted of scorecards and controls; the second, area maps and bar charts; and the third, line charts and heatmap tables. The KPI using the scorecard showed a 0% validity tolerance in the KPI calculation accuracy test. In the interactive functionality test, cross-filtering and control filters worked as expected. From the 2024 data analysis, the rapid response ratio for areas affected by outbreaks and conducting epidemiological investigations was 1.69% in Samarinda City. Meanwhile, Balikpapan City had the highest rapid response rate, with 5.88%. This study's findings indicated a data anomaly in the Satu Data Kalimantan Timur data, as evidenced by a service coverage ratio exceeding 100%. The number of residents in the outbreak- affected areas receiving services, according to the Satu Data Kalimantan Timur standard, exceeds the population recorded in the 2024 BPS data

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore