1,720,972 research outputs found
Pembuktian Terbalik Oleh Jaksa Penuntut Umum Dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi Berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
AbstrakTindak pidana korupsi merupakan tindak pidana yang luar biasa. Luar biasa dikarenakan modus yang digunakan semakin canggih, dan akibat dari tindak pidana korupsi sangat merugikan rakyat dan negara. Koruptor kerapkali me-manfaatkan celah hukum. Sistem pembuktian terbalik yang diterapkan dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi memudahkan jaksa penuntut umum untuk membuktikan bahwa terdakwa telah melakukan tindak pidana korupsi. Dalam sistem pembuktian terbalik, terdakwa mempunyai kewajiban membukti-kan bahwa terdakwa tidak melakukan korupsi, dan jaksa juga tetap membuktikan terdakwa terlibat dalam kasus korupsi.Kata kunci : Pembuktian Terbalik, Jaksa Penuntut Umum, dan KorupsiAbstractThe criminal act of corruption is an extraordinary crime. Incredible be-cause the mode used more sophisticated, and the consequences of criminal corruption is very detrimental to the people and the state. Corruptors often take advantage of legal loopholes. Reversed evidentiary system applied in Law Number 31 Year 1999 jo. Law Number 20 Year 2001 on Corruption Eradication makes it easy for the public prosecutor to prove that the defendant has committed a criminal act of corruption. In the reverse verification system, the defendant has the obligation to prove that the defendant did not commit corruption, and the prosecutor also proves the defendant is involved in the corruption case.Keywords : Reversed Proof, Public Prosecutor, and Corruptio
Ide Anak-anak tentang Gaya yang Bekerja pada Benda Diam dan Bergerak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ide anak-anak tentang gaya yang bekerja pada benda diam dan benda bergerak. Subjeknya adalah murid SD berumur 8-10 tahun. Data dikumpulkan dengan kuesener yang menanyakan gaya yang bekerja pada benda diam dan benda bergerak, yang melibatkan manusia atau tidak. Data dideskripsikan dan dikategorikan untuk dicari keteraturan ide anak, dan selanjutnya dibandingkan dengan pendapat ilmuwan. Hasilnya menunjukkan bahwa anak-anak memiliki ide tentang gaya sebelum mendapat pengajaran di kelas. Sukar atau tidaknya anak mengenal gaya yang bekerja tergantung pada contoh gambar. Terdapat perbedaan dan persamaan antara ide anak-anak dan ilmuwan
Pengaruh Profitabilitas Dan Perencanaan Anggaran Terhadap Kinerja Keuangan Umkm Di Kabupaten Cilacap
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Cilacap Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menguji profitabilitas dan perencanaan anggaran terhadap kinerja keuangan UMKM di Kabupaten Cilacap. Penelitian ini termasuk penelitian survey dan termasuk jenis kuantitatif, jumlah sampel dalam penelitian ini sebesar 100 responden pada UMKM di Kabupaten Cilacap. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini adalah profitabilitas berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja keuangan UMKM. Kemudian perencanaan anggaran berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja keuangan UMKM. Penelitian ini masih memerlukan penelitian lanjutan dengan menambahkan variabel lain untuk memperkuat dari penelitian ini serta pada obyek dan subyek yang berbeda dengan penelitian ini.
Kata Kunci: profitabilitas, perencanaan anggaran, kinerja keuangan, UMK
Dampak Profitabilitas Perusahaan Dan Leverage Keuangan Perusahaan Terhadap Kinerja Keuangan Umkm Batik Di Barlingmascakeb
Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menguji profitabilitas perusahaan dan leverage keuangan terhadap kinerja keuangan UMKM Batik di Barlingmascakeb. Penelitian ini termasuk penelitian survey dan termasuk jenis kuantitatif, jumlah sampel dalam penelitian ini sebesar 120 responden pada karyawan UMKM Batik di Barlingmascakeb. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini adalah profitabilitas perusahaan berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja keuangan UMKM Batik Barlingmascakeb. Kemudian leverage keuangan berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja keuangan UMKM Batik Barlingmascakeb. Penelitian ini masih memerlukan penelitian lanjutan dengan menambahkan variabel lain untuk memperkuat dari penelitian ini serta pada obyek dan subyek yang berbeda dengan penelitian ini.
Kata Kunci: profotabilitas perusahaan, leverage keuangan, kinerja keuangan, UMKM Bati
Pendapatan Dan Modal Sendiri Terhadap Resiko Keuangan Umkm Gula Merah Di Kabupaten Cilacap
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor gula merah di Kabupaten Cilacap memainkan peran penting dalam mendukung perekonomian lokal dan menjaga keberlanjutan tradisi produksi gula merah di wilayah ini. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menguji pendapatan dan modal sendiri terhadap resiko keuangan UMKM Gula Merah di Kabupaten Cilacap. Penelitian ini termasuk penelitian survey dan termasuk jenis kuantitatif, jumlah sampel dalam penelitian ini sebesar 100 responden pada UMKM Gula Merah di Kabupaten Cilacap. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini adalah pendapatan berpengaruh signifikan dan positif terhadap resiko keuangan UMKM Gula Merah. Kemudian modal sendiri berpengaruh signifikan dan positif terhadap resiko keuangan UMKM Gula Merah. Penelitian ini masih memerlukan penelitian lanjutan dengan menambahkan variabel lain untuk memperkuat dari penelitian ini serta pada obyek dan subyek yang berbeda dengan penelitian ini.
Kata Kunci: pendapatan, modal sendiri, reisko keuangan, UMK
KEBIJAKAN PENUNTUTAN OLEH JAKSA PENUNTUT UMUM DALAM RANGKA PENEGAKAN HUKUM TINDAK PIDANA KORUPSI DI KEJAKSAAN NEGERI KENDAL
ABSTRACT
Corruption is an extraordinary crime and is very detrimental to the state’s finances. The eradication of corruption is something that must be done to restore the state financial losses due to corruption. The success of prosecutors in the provision and prosecution of corruption will facilitate the judge in giving a good and fair decision in the effort to eradicate corruption.
The purpose of this study is to describe, review and analyze the imple-mentation of prosecution policy, obstacles in the implementation of prosecution policy, and the settlement efforts to overcome obstacles by the public prosecutor in the context of law enforcement of corruption in the Kendal District Attorney.
This research uses sociological juridical approach, with analytical descriptive research specification. The data used in this study are primary and secondary data, obtained through interviews and literature study, which then analyzed qualitatively using theory of law enforcement and legal certainty theory.
The result of this research are: (1) implementation of prosecution policy by public prosecutor in the framework of law enforcement of corruption in Kendal District Attorney done by examination of ordinary event, by using reversed proof system which is limited and balanced. In the current practice of corruption cases has been laid down in order for the defendant to commit high criminal charges, both in the form of penalties and fines, so that the claim can cause deterrent effect and deterrent power and in addition to the evidence submitted to the court pro-secuted and deprived for the country. The public prosecutor shall be required to perform his duties in the prosecution field in accordance with the law, SOP, or leadership instructions; (2) obstacles in the implementation of prosecution policy by public prosecutor in Kendal District Attorney, such as limited human resources and pattern and also budget constraints in handling corruption cases; (3) settle-ment efforts to overcome obstacles in the implementation of prosecution policy by public prosecutor in the framework of law enforcement of corruption in Kendal District Attorney, that is by doing consultation to leader and do raising to related parties.
Keywords : Policy, Prosecution, Law Enforcement, and Corruptio
Mekanisma Terjadinya Dilatasi Pembuluh Darah Otot Skelet dan Kulit Pada Refleks Baroreseptor
Telah dilakukan percobaan pada kucing dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran yang jelas pola persarafan yang menunjang mekanisma vasodilatasi otot skelet dan kulit pada refleks baroreseptor.
Percobaan dilakukan dengan mengukur besarnya perubahan tahanan perifer yang digambarkan oleh besarnya perubahan tekanan darah perifer (dalam persen). Selama percobaan, aliran darah masuk ke segmen pembuluh darah yang diselidiki dibuat tetap dengan mempergunakan pompa peristaltik.
Perubahan tahanan perifer menggambarkan antara lain adanya vasokonstriksi atau vasodilatasi pada segmen pembuluh darah yang diselidiki. Perubahan-perubahan itu terjadi, didalam percobaan ini, akibat pemacuan baroreseptor. Pemacuan baroreseptor dilakukan pada keadaan kontrol dan pada keadaan dibawah pengaruh obat obat tertentu.
Baroreseptor dipacu dengan tekanan pulsasi antara 180-20 mmHg. Tekanan berasal dari ruang tekanan yang berisi larutan NaCl 0,9% yang telah diaerasi dengan gas oksigen selama setengah jam.
Obat-obat tertentu yang diduga berpengaruh pada jawaban vasodilatasi pada refleks baroreseptor diberikan secara intra-arteri dengan berbagai takaran. Obat obat itu meliputi larutan NaCl 0,9%, larutan sulfas atropine, larutan regitin, larutan Inderal, larutan CTM dan larutan ismelin.
Hasil yang diperoleh sebagai berikut :
1. Pemberian larutan NaCl 0,9% (i.a.) denagn dosis kecil dan besar tidak berpengaruh terhadap jawaban vasodilaktasi otot skelet dan kulit pada refleks baroreseptor.
2. Pemberian larutan sulfas atropine (i.a.) dosis 1/10, 1/5, ½ dosis sistemik tidak mempengaruhi besarnya jawaban vasodilatasi otot skelet dan kulit pada refleks baroreseptor dengan bermakna.
Pemberian larutan sulfas atropine (i.a.) dosis sistemik menyebabkan penambahan jawaban vasodilatasi otot skelet dan kulit pada refleks baroreseptor dengan sangat bermakna.
3. Pemberian larutan regitin (i.a.) 10 mg mengakibatkan pengurangan jawaban vasodilatasi ototo skelat dan kulit pada refleks baroreseptor dengan sangat bermakna.
4. Pemberian larutan Inderal (i.a.) 1/10 dosis sitemik mengakibatkan pengurangan jawaban vasodilatasi oto skelet dan kulit pada refleks baroreseptor dengan sangat bermakna.
Pemberian larutan inderal 1/5 dosis sistemik dan dosis sistemik (juga i.a.) mempengaruhi jawaban vasodilatasi otot skelet dan kulit pada refleks baroreseptor dengan tidak bermakna.
5. Pemberian larutan CTM (i.a.) 1/10 dosis sitemik mengurangi jawaban vasodilatasi otot skelet dan kulit pada refleks bsroreseptor dengan bermakna.
Untuk dosis 1/5 dosis sistemik tidak memberikan pengaruh yang bermakna.
6. Pemberian larutan ismelin (i.a.) 1/10 dosis sistemik mengurangi jawaban vasodilatasi otot skelet dan kulit pada refleks baroreseptor dengan bermakna. Dosis lebih tinggi yang diberikan tidak memberikan pengaruh yang bermakna.
Data yang diperoleh, hasil analisa data dan pembahasnnya memberikan sokongan pada pendapat Tedesehi (1971) tentang mekanisma vasodilatasi pada refleks baroreseptor
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Total Quality Management (TQM) Terhadap Kinerja Keuangan Dengan Kualitas Kerja Sebagai Variabel Mediasi Pada Perusahaan Manufaktur
Manajemen mutu adalah strategi untuk terus meningkatkan kinerja (perbaikan kinerja berkelanjutan) di semua tingkat operasi dan proses organisasi, serta di semua area fungsionalnya, dengan memanfaatkan orang dan sumber daya keuangannya. Permasalahan pada penelitian ini adalah menurunnya tingkat kualitas kerja dan kinerja keuangan perusahaan manufaktur setelah terjadinya pandemi Covid-19, sehingga dengan TQM dapat menganalisis permasalahan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalissi total quality managemen terhadap kinerja keuangan dengan kualitas kerja sebagai mediasi. Metode penelitian ini dengan menggunakan regresi linier berganda dengan sampel sebanyak 100 orang pada perusahaan manufaktur di Kabupaten Banyumas, termasuk manajer keuangan dan karyawan. Hasil penelitian ini adalah bahwa fokus pelanggan tidak berpengaruh pada kualitas kerja, perbaikan terus-menerus berdampak, obsesi kualitas berdampak, kerja tim berdampak, dan keterlibatan dan pemberdayaan karyawan berdampak pada kedua pekerjaan. kualitas pekerjaan tidak ada hubungannya dengan kesuksesan finansial
- …
