63 research outputs found
Pembelajaran Ekstrakurikuler Membatik Pada Siswa Kelas VII Di SMP Negeri 2 Prambon Kabupaten Nganjuk. Skripsi
PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER MEMBATIK PADA SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 2 PRAMBON KABUPATEN NGANJUK Abstrak Sutiani. 2016. Pembelajaran Ekstrakurikuler Membatik Pada Siswa Kelas VII Di SMP Negeri 2 Prambon Kabupaten Nganjuk. Skripsi, Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Hariyanto, M.Hum. Kata Kunci: Pembelajaran, Ekstrakurikuler, Batik Celup. Beraneka ragam bentuk, jenis, maupun wujud warisan nenek moyang bangsa Indonesia dapat disaksikan hingga generasi saat ini. Beberapa di antaranya adalah candi, senjata tradisional (seperti kapak, keris, dan tombak), kapal Pinisi, wayang, dan batik. Warisan itu tidak semuanya terpelihara dengan baik. Namun demikian, tetap ada upaya secara giat dari pemerintah, kalangan swasta, dan masyarakat Indonesia untuk melestarikan semua peninggalan tersebut. Salah satu upaya konkret yang telah dan terus dilakukan adalah pada pelestarian batik. Untuk itulah, pembelajaran batik mulai dimasukkan dalam kurikulum pendidikan. Salah satunya adalah menjadikan kegiatan membatik khususnya batik celup sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Meskipun masih tergolong pemula, akan tetapi kegiatan ekstrakurikuler membatik menjadi salah satu prioritas sekolah sebagai penunjang materi intrakurikuler menggambar ragam hias. Bertolak dari pernyataan di atas, maka penelitian ini pada dasarnya ditujukan untuk membahas pembelajaran membatik dengan fokus penelitian adalah:(1) Bagaimanakah pembelajaran ekstrakurikuler membatik batik celup?;(2) Bagaimana hasil karya siswa dalam pembelajaran ekstrakurikuler membatik batik celup?; (3) Apa faktor yang mempengaruhi dalam pembelajaran ekstrakurikuler membatik batik celup?. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif untuk menjawab pertanyaan di atas. Dalam hal ini, peneliti adalah sebagai instrumen utama. Data penelitian ini adalah pendapat yang disampaikan oleh siswa selama mengikuti proses pembelajaran membatik dan juga pendapat kepala sekolah mengenai kegiatan tersebut. Dalam mengumpulkan data dilakukan melalui observasi, foto-foto kegiatan, wawancara, dan dokumentasi. Dalam pengecekan keabsahan data menggunakan perpanjangan kehadiran peneliti dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan kesimpulan bahwa: (1) Pembelajaran kegiatan ekstrakurikuler membatik meliputi:(a) Komponen pembelajaran pada kegiatan ekstrakurikuler membatik batik celup antara lain: Karakteristik siswa adalah siswa dari latar belakang keluarga ekonomi menengah kebawah yang memiliki motivasi, bakat, minat belajar yang tinggi, Karakteristik guru bukanlah berlatar belakang guru Seni Budaya tetapi mempunyai dedikasi tinggi dan bakat seni tinggi, Karakteristik lingkungan belajar, Tujuan pembelajaran, Materi pembelajaran, Strategi pembelajaran, Evaluasi Pembelajaran;(b) Kegiatan pembelajaran dilaksanakan di kelas dan di luar kelas: Kegiatan belajar di kelas, meliputi : tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi ; Kegiatan belajar di luar kelas, meliputi : persiapan, proses pembuatan batik ikat celup; (2) Hasil karya yang dihasilkan oleh siswa dalam pembelajaran ekstrakurikuler membatik batik celup berupa taplak meja dan jilbab dengan motif batik ikat celup berpola pelangi, gradasi matahari, motif tritik, dan gegetan; (3) Faktor yang mempengaruhi pembelajaran kegiatan ekstrakurikuler membatik adalah:(a) Ketersediaan fasilitas pembelajaran yang mendukung;(b) Kompetensi tenaga pendidik/Pembina;(c) Motivasi belajar siswa.
Aplikasi Metode Simulasi untuk Meningkatkan Motivasi Belajar dalam Pembelajaran IPS Terpadu Pada Siswa Kelas VIII B MTSN Malang 3
ABSTRAK
Metode simulasi merupakan suatu cara untuk menjelaskan sesuatu atau materi pelajaran melalui perbuatan yang bersifat pura-pura atau bermain peran mengenai suatu tingkah laku yang dilakukan seolah-olah dalam keadaan yang sebenarnya. Simulasi merupakan alat pengajaran kelompok, dimana siswa dibagi dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok mendapat kesempatan untuk melaksanakan simulasi yang sama maupun berbeda. Kelebihan simulasi ini dapat berkesan, tahan lama dalam ingatan, menarik bagi siswa, dan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPS Terpadu, terutama dalam mata pelajaran sejarah dan geografi.
Penelitian ini dilaksanakan di MTsN Malang 3, dengan objek penelitian siswa kelas VIII B. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah; 1). Mendeskripsikan perencanaan pembelajaran melalui metode simulasi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPS Terpadu pada siswa kelas VIII MTsN Malang 3; 2). Mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran melalui metode simulasi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPS Terpadu pada siswa kelas VIII MTsN Malang 3; 3). Mendeskripsikan penilaian pembelajaran melalui metode simulasi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPS Terpadu pada siswa kelas VIII MTsN Malang 3.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Tahapan penelitian ini dilakukan dengan 4 tahap, yaitu: 1). perencanaan, 2). pelaksanaan, 3). pengamatan, dan 4). refleksi. Sedangkan pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan secara langsung di lapangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode simulasi terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar dalam pembelajaran IPS Terpadu pada siswa kelas VIII B MTsN Malang 3. Peningkatan motivasi siswa dapat dilihat dari hasil penilaian pada saat simulasi dan hasil post test pada setiap siklus. Prosentase peningkatan motivasi pada saat simulasi siklus I yaitu 56%, pada siklus II meningkat menjadi 70%, dan pada siklus III juga meningkat menjadi 81%. Dan pada saat pre test rata-rata kelas yaitu 64,16, pada saat post test siklus I mengalami peningkatan rata-rata kelas 68,44, siklus II 92,74, siklus III 92,96
ABSTRACT
Simulation method is a method to explain a something or a learning material through the pretending or the playing of a role of behavior that is usually acted in the actuality. The simulation is a collective teaching tool where students are assigned into groups. Each group is given a chance to do similar or different simulations. The advantage of simulation is that this method is impressive, strongly retained within memory, attractive to student, and increasing the learning motivation of students in learning Integrated Social Science, especially for the history and geography.
Research is conducted in MTsN Malang 3. The object of research is students of Grade VIII B. The objectives of research are: (1) to describe the planning of learning through the simulation method to increase the learning motivation of learning the Integrated Social Science of Grade VIII Students in MTsN Malang 3; (2) to describe the implementation of learning through the simulation method to increase the learning motivation of learning the Integrated Social Science of Grade VIII Students in MTsN Malang 3; and (3) to describe the assessment of learning through the simulation method to increase the learning motivation of learning the Integrated Social Science of Grade VIII Students in MTsN Malang 3.
Research approach is qualitative descriptive approach. Type of research is Classroom Action Research. Four stages of research are: (1) planning, (2) implementation, (3) observation, and (4) reflection. Data collection techniques are observation, interview and documentation which are directly carried out in the field.
Result of research indicates that learning using simulation method has been proved as increasing learning motivation of learning the Integrated Social Science of Grade VIII B students in MTsN Malang 3. The increase of motivation of students may be seen from the result of assessment of simulation and the result of posttest at every cycle. The percentage of the increased motivation at Cycle I
simulation is 56%, while at Cycle II, it is increased to 70 %, and while at Cycle III, it is increased to 81%. During pretest, class average is 64.16. During Cycle I posttest, class average is 68.44, while during Cycle II and III, both are 92.74 and 92.96
Meningkatkan Perilaku Sosial Anak Melalui Metode Bermain Peran di Kelompok ATK Karya Thayyibah Matana
ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya perilaku sosial anakdi kelompok ATK Karya Thayyibah Matana.Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan perilaku sosial anak melalui metode bermain peran di Kelompok A TK Karya Thayyibah Matana.Desain penelitian tindakan kelas ini mengikuti model alur Kemmis dan Mc. Taggart yang dilakukan secara bersiklus, setiap siklus melalui 4 tahap yaitu (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Setting penelitian ini dilaksanakan di TK Karya Thayyibah Matana. Subyek penelitian adalah anak kelompok A yang berjumlah 12 anak, terdiri dari 10 anak perempuan dan 1 anak laki-laki yang terdaftar pada tahun ajaran 2013/2014.Teknik pengumpulan data melalui observasi, pemberian tugas dan dokumentasi. Jenis data adalah data kualitatif yang dianalisis melalui teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkanterjadi peningkatan persentase dari 25% pada siklus I meningkat menjadi 58% pada siklus II. Sehingga dapat dikatakan peningkatan yang terjadi sebesar 33% untuk semua kemampuan anak yang diamati. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perilaku sosial anak dapat ditingkatkan melalui metode bermain peran di kelompok A TK Karya Thayyibah Matana. Kata Kunci: Perilaku Sosial,Metode Bermain Pera
PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MELIPAT KERTAS ASTURO PADA ANAK KELOMPOK A TK DEWI SARTIKA
Penelitian pada anak kelompok A di TK Dewi Sartika Pule Modo Lamongan dilatarbelakangi oleh adanya kemampuan motorik halus anak usia dini yang kurang terutama dalam hal kemampuan memegang kertas, menjimpit dengan ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah, menekan lipatan dengan ujung-ujung jari, melipat sesuai bentuk sehingga perlu adanya kegiatan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan motorik halus anak adalah kegiatan melipat dan kegiatan ini menggunakan kertas khusus yaitu kertas asturo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan motorik halus anak melalui kegiatan melipat kertas asturo. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas yang dirancang dalam bentuk siklus berulang yang terdiri dari 4 tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek dari penelitian ini adalah kelompok A TK Dewi Sartika Pule Modo Lamongan yang berjumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi sedangkan teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian pada siklus I diperoleh data kemampuan motorik halus anak sebesar 53%. Hal ini menunjukkan siklus I belum berhasil karena belum mencapai kriteria keberhasilan tindakan yang diharapkan yaitu ≥ 75%. Oleh sebab itu penelitian ini berlanjut pada siklus II. Hasil penelitian siklus II diperoleh kemampuan motorik halus anak sebesar 88%. Berdasarkan hasil penelitian siklus II maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan melipat kertas asturo dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak.Kata kunci: kemampuan motorik halus, melipat kertas asturo.ABSTRACTResearch on children in kindergarten group A Goddess Sartika Pule Modo Lamongan motivated by the fine motor skills were lacking early childhood, especially in terms of ability to hold the paper, menjimpit with the thumb, forefinger, and middle finger, press the crease to the fingertips, folded according to the form so that the need for action to improve children's fine motor skills. One of the activities that can improve fine motor activities children are folded and this activity using a special paper that is paper asturo. The purpose of this study was to determine the child's fine motor improvement through paper folding activities asturo. This study used classroom action research that is designed in the form of a repeating cycle consisting of four phases: planning, action, observation and reflection. The subjects of this study were a group of kindergarten Goddess Sartika Pule Modo Lamongan totaling 15 children. Data collection techniques in this study using observation data analysis techniques while using descriptive statistics. sBased on the results obtained in the first cycle of data fine motor abilities by 53%. This shows the first cycle is not successful because it has not reached the expected success criteria measures are ≥ 75%. Therefore, this study continues on the second cycle. The results of the second cycle of research acquired fine motor abilities by 88%. Based on the results of the second cycle of research it can be concluded that asturo paper folding activity can improve children's fine motor skills.Keywords: fine motor skills, asturo paper foldin
Efektivitas Model Pembelajaran Blended Learning pada Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Madrasah Ibtidaiyah
The learning process during the COVID-19 pandemic requires many adjustments, sometimes creating new problems that face immediately. The case arises, so educators make various innovations to support the implementation of the teaching process. This study uses a qualitative approach to understand how the blended learning model at Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah Nganjuk. Data collection techniques through observation, interviews, and documentation with data sources from the head of the madrasa, fathers and teachers, students and parents of students. The results explain blended learning effectively because of the availability of internet support facilities, computer laboratories, and ICT lessons taught since 2020. Students and parents also respond positively to the application of limited face-to-face learning by combining online through blended learning. Then teacher help because they can carry out direct interactions with their students even though the limit
LAPORAN INDIVIDU KEGIATAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) Nama Lokasi: SMK N 1 GODEAN Alamat: Kowanan, Sidoagung, Godean, Sleman, Yogyakarta 10 Agustus s.d. 12 September 2015
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) memiliki misi yaitu untuk menyiapkan dan menghasilkan tenaga kependidikan (guru) yang memiliki nilai, sikap, pengetahuan dan ketrampilan secara profesional, maka pelaksanaan PPL ini akan sangat membantu mahasiswa dalam memasuki dunia kependidikan dan sebagai sarana untuk menerapkan ilmu yang diperolehnya selama mengikuti perkuliahan. Salah satu tempat yang menjadi lokasi PPL UNY 2015 adalah SMK Negeri 1 Godean yang beralamat di Jalan Kowanan, Sidoagung, Godean Sleman, D.I. Yogyakarta.
Kegiatan PPL dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus-12 September 2015. Pelaksanaan kegiatan PPL dimulai dari observasi hingga pelaksanaan PPL yang terbagi menjadi beberapa tahap yaitu persiapan mengajar, pelaksanaan mengajar, dan evaluasi hasil mengajar. Kegiatan mengajar dilaksanakan setelah konsultasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) kepada guru pembimbing terlebih dahulu. Pelaksanaan PPL dilaksanakan pada Kompetensi Keahlian Multimedia di kelas X MM1 dan X MM2. Selain itu, praktikan juga berperan dalam kegiatan persekolahan lainnya seperti piket Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), piket di ruang piket, piket among siswa, inventarisasi buku-buku perpustakaan, dan lain-lain. Dengan adanya pengalaman tentang penyelenggaraan sekolah ini diharapkan praktikan mempunyai bekal untuk menjadi tenaga pendidik yang profesional.
Hasil dari pelaksanaan PPL selama kurang lebih satu bulan di SMK N 1 Godean ini dapat dirasakan hasilnya oleh mahasiswa berupa penerapan ilmu pengetahuan dan praktik keguruan di bidang pendidikan multimedia yang diperoleh di bangku perkuliahan. Dalam pelaksanaan program tersebut tidak pernah terlepas dari hambatan. Akan tetapi hambatan tersebut dapat diatasi dengan adanya semangat dan kerjasama yang baik dari berbagai pihak yang terkait
The effect of learning models and emotional intelligence toward students learning outcomes on reaction rate
PENGGUNAAN MEDIA VISUAL UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS (Studi Kasus Pada Siswa Kelas VIII.C Kompetensi Dasar Mendeskripsikan Permasalahan Lingkungan Hidup dan Upaya Penanggulangannya dalam Pembangunan Berkelanjutan Semester Ganjil SMP Negeri 2 Genteng Banyuwangi Tahun Ajaran 2013/2014)
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk
meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VIII.C di SMP Negeri 2
Genteng Banyuwangi Tahun Ajaran 2013/2014. Analisis data dalam penelitian ini
adalah deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yang masingmasing
siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Metode
pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, metode tes, metode
dokumentasi, metode wawancara dan metode angket.
Penerapan media visual dalam pembelajaran IPS dapat meningkatkan
motivasi belajar siswa. Skor motivasi belajar siswa sebelum menerapkan media
visual sebesar 1,92, sedangkan skor motivasi siswa pada siklus I sebesar 2,69, dan
skor pada siklus II sebesar 3,53. Motivasi belajar siswa terus mengalami peningkatan
seiring dengan perbaikan cara mengajar guru.
Penerapan media visual dalam pembelajaran IPS dapat meningkatkan hasil
belajar siswa seiring dengan peningkatan motivasi belajar siswa. Hasil belajar siswa
sebelum menggunakan media visual memiliki ketuntasan belajar sebesar 26,4%, pada
siklus I persentase ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 67,6%, dan pada siklus II
persentase ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 79,4%. Hasil belajar siswa kelas
VIII.C di SMP Negeri 2 Genteng mengalami peningkatan setelah penggunaan media
visual. Hasil belajar siswa terus meningkat seiring dengan peningkatan motivasi
belajar siswa
PENERAPAN METODE TALKING STICK BERBANTU MEDIA WALLCHART UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA KELAS IV SDN 02 GUNUNG SULAH WAY HALIM BANDAR LAMPUNG
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Menerapkan Metode
Tallking Stick Berbantu Media Wallchart di Kelas IV SDN 2 Gunung
Sulah Way Halim Bandar Lampung. 2) meningkatkan keaktifan
belajar siswa Yang meliputi 5 Indikator keaktifan Belajar peserta
didik yaitu terlibat dalam keikut sertaan memecahkan masalah,
bertanya kepada siswa lain atau guru apabila tidak memahami
persoalan yang dihadapi, berusaha mencari berbagai informasi yang
diperlukan untuk memcahkan maslah, melatih diri dalam memcahkan
masalah atau soal, menilai kemampuan diri sendiri dan hasil-hasil
yang diperoleh. Setelah menerapkan Metode Tallking Stick Berbantu
Media Wallchart di kelas IV SDN 2 Gunung Sulah Way Halim
Bandar Lampung.
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Kolaboratif menggunakan model spiral Kemmis dan Mc. Taggart,
dengan tahapan sebagai berikut : Perencanaan, tindakan, pengamatan,
dan refleksi. Penelitian di lakukan dengan subjek penelitian yaitu
siswa kelas IV SDN 2 Gunung Sulah Way Halim Bandar Lampung
yang berjumlah 24 siswa. Teknik Pengumpulan data dengan
menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan catatan
lapangan. Validitas instrument penelitian menggunakan validasi isi.
Teknik analisis data yang diguankan adalah analisis deskriptif
kuantitatif dan kualitatif.
Metode pembelajaran Tallking Stick berbantu media
Wallchart yang di terapkan sesuai dengan sintak Tallking Stick dan
siswa menjadi lebih aktif dalam pembelajaran. Bila dilihat pada data
tahap sebelum dilakukannya penelitian dengan menerapkan metode
Tallking Stick berbantu media wallchart yaitu peneliti melakukan
kegiatan pra penelitian (pra siklus) peneliti menemukan bahwa dari 24
siswa hanya 9 siswa dalam kategori aktif dengan angka presentase
37,5%. Kemudian setelah melakukan penelitian dengan menerapkan
metode Tallking Stick berbantu media Wallchart pada siklus I dan
Siklus II keaktifan belajar siswa meningkat dengan baik yaitu: pada
pertemuan ke-1 Siklus I keaktifan belajar siswa dalam kategori aktif
berjumlah 13 siswa dengan presentase 54,2 %. pada pertemuan ke-2
iii
Siklus I siswa dalam kategori aktif meningkat menjadi 16 siswa
dengan prsentase 66,7%. Selanjutnya pada pertemuan ke-1 Siklus II
peningkatan keaktifan belajar siswa Kembali mengalami peningkatan
yaitu siswa dalam kategori aktif berjumlah 18 siswa dengan
presentase keaktifan 75%. Lalu pada pertemuan ke-2 Siklus II siswa
dalam kategori aktif meningkat menjadi 20 siswa dengan angka
presentase 84%. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat
disimpulkan, bahwa penerapan metode Tallking Stick berbantu media
Wallchart dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas IV SDN
2 Gunung Sulah Way Halim Bandar Lampung. Hal ini berarti
hipotesus Tindakan pada penelitian ini terbukti.
Kata Kunci : Keaktifan belajar, Metode Tallking Stick, Media
pembelajaran Wallchart.
iv
ABSTRACT
This research aims to: 1) apply the Tallking Stick Method
Assisted by Wallchart Media in Class IV of SDN 2 Gunung Sulah Way
Halim Bandar Lampung. 2) increase student learning activity, namely
being involved in problem solving, asking other student or teachers if
they don’t understand the problemthey are facing,trying to find
various information needed to solve problems,and the result obtained,
after implementing the Tallking Stick Method assistedwith wallchard
media in class IV of SDN 2 Gunung Sulah Way Halim Bandar
Lampung.
This research is collaborative classroom action research
(PTK) using the Kemmis and M.c Taggart spiral model, with the
following stages: planning, action, observation and reflection. The
research was conducted with research subject, namely calss IV
students at SDN 2 Gunung Sulah Way Halim Bandar Lampung.
Totaling 24 student. Data collection techniques using observation,
interviews, documentation and field notes. The validity of the research
instrument uses contect validation. The data analysis technique used
is quantitativeand qualitative descriptive analysis.
The Tallking Stick learning method is assisted by wallchart
media which is applied in accordance with the talking stick syntax
and student become more active in learning. If we look at the data
from the stage before the research was carried out using the Tallking
Stick method with the help of Wallchart media, namely the research
was carried out pre-research activities (pre-cycle),the research found
that out of 24 students, only 9 students were in the active category
with a percentage figure of 37,5%. Then, after conducting research by
applying the Tallking Stick method with the help of Wallchart media
in cycle I and cycle II, student learning activity increased well,
namely at the 1st meeting of cycle I, student learning activity in the
active category was 13 student with a percentage of 54,2%. At the 2nd
meeting of cycle I, student were in the active category increased to 16
student with a percentage of 66,7%. Furthermore, at the first meeting
of cycle II, student learning activity increased again, namely students
in the active category numbered 18 students with an active percentage
v
of 75%. Then at the second meeting of cycle II, studets in the active
category increased to 20 students with a percentage figure of 84%.
Based on the results of this research, it can be concluded that the
application of the Tallking Stick metdhot assisted by Wallchart media
can increase the learning activity of class IV student at SDN 2
Gunung Sulah Way Halim Bandar Lampung. This means that the
action hypothesis in this research is proven.
Keywords : Active learning, Tallking Stick Method, Wallchart
learning media
- …
