47 research outputs found
PEMODELAN REGRESI LOGISTIK PADA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PHBS PADA RUMAH TANGGA PENDERITA TBC DI PESISIR SURABAYA
Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu dari tiga provinsi di Indonesia dengan jumlah kasus TBC terbesar yakni mencapai 23.487 kasus dimana angka penderita TBC yang tertinggi di Jawa Timur adalah di Kota Surabaya, sedikitnya 4.739 warga bermukim di Surabaya yang terkena penyakit TBC. Penyakit ini banyak ditemukan di permukiman padat penduduk dengan sanitasi yang kurang baik, kurangnya ventilasi dan pencahayaan matahari dan kurangnya istirahat seperti diwilayah pesisir. Penyakit TBC yang diderita masyarakat tersebut mempengaruhi perilaku hidup masyarakat dalam menjaga kesehatan dan kebersihan. Padahal dengan berperilaku hidup bersih dan sehat tersebut dapat mengurangi resiko penularan TBC sehingga dapat menurunkan jumlah penderita TBC, oleh karena itu Dinas Kesehatan menyelenggarakan program PHBS bagi masyarakat yang menderita TBC Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi status PHBS rumah tangga penderita TBC di pesisir Surabaya Metode yang digunakan adalah regresi logistik biner. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebiasaan membuka pintu dan jendela, kebiasaan merokok dan minum alkohol, kebiasaan olahraga, makanan bergizi, kebiasaaan cuci tangan dengan sabun dan air bersih, istirahat cukup, pemisahan peralatan mandi dan makan berpengaruh signifikan (?=5%) terhadap PHBS rumah tangga dengan penderita TBC di pesisir Surabaya
Use of VectorAutoregressive Model toAnalyze the Stock Market Behavior in Indonesia
ABSTRACT The purpose of this study was to determine the relationship between the stock index stock market index of the world, namely the DJI index, the FTSE 100 index, the Hang Seng, Nikkei 225, Hang Seng index .The method of analysis used in this study were Multivariate Time Series, in particular the Vector Autoregression ( VAR). Besides research, whether there is a case of outliers in the data. To detect outliers performed multivariate analysis using Mahalanobis Distance. This study uses monthly data from the years 2001 -2011 for each study variable. The results of this study using T 2 shown Oulier no data, so that the VAR modeling is done and it can be concluded that there is a relationship between the overall stock price index, JKSE, the DJIA index, the FTSE 100 index , the Hang Seng, Nikkei 225, and the STI index
ANALISIS REGRESI LOGISTIK ORDINAL UNTUK MENGETAHUI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS GIZI BALITA NELAYAN KECAMATAN BULAK SURABAYA
Keadaan gizi balita di Indonesia belum seluruhnya memenuhi kriteria baik, salah satunya adalah di kecamatan Bulak Surabaya. Standart penilaian status gizi di Indonesia menggunakan aturan WHO-NCHS, melalui nilai Zscore yang merupakan salah satu indikator antropometeri yaitu pengukuran berat badan berdasarkan umur (BB/U). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik ibu dan balita nelayan serta menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi balita nelayan di Kecamatan Bulak Surabaya. Metode yang digunakan adalah statistik deskriptif dan analisis regresi logistik ordinal. Hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa karakterstik ibu balita nelayan di kecamatan Bulak Surabaya 66% berpendidikan tidak tamat SMP, 67% usia ibu menikah ‰¤ 20 tahun dan 55% dari ibu yang melahirkan dengan usia ‰¤ 20 tahun. Sedangkan karakteristik balita di kecamatan Bulak Surabaya sebagian besar balita status gizinya normal yaitu sebesar 58.7%, 51% rumah tangga nelayan tergolong keluarga besar dan 61% berpenghasilan ‰¤ Rp1.500.000,-. Apabila dilihat dari sarana sanitasi, 71%. rumah tangga nelayan sarana sanitasinya belum baik. Sebagian besar balita balita diberi ASI \u3c 2 tahun dan tidak diimunisasi secara lengkap yaitu sebesar 63% dan 60%. Mayoritas balita diasuh sendiri oleh ibu dikarenakan ibu balita berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan sebagian besar diberi asupan makanan yang memenuhi empat sehat lima sempurna yaitu sebesar 80%. Status gizi balita nelayan secara signifikan (ï¡ =20%) dipengaruhi faktor-faktor: pendidikan ibu, kelengkapan imunisasi, dan penghasilan rumah tangga.Kata kunci : status gizi balita, statistik diskriptif, regresi logistik ordina
PEMODELAN DAN PEMETAAN FAKTOR UNMET NEED KB DI JAWA TIMUR SEBAGAI PERENCANAAN MENCEGAH LEDAKAN PENDUDUK DENGAN REGRESI LOGISTIK BINER
Unmet Need KB adalah wanita kawin yang tidak ingin punya anak lagi atau ingin menjarangkan kehamilan tetapi tidak menggunakan alat/cara kontrasepsi. Tingginya angka Unmet Need KB dalam permasalahan program KB mengindikasikan rendahnya prevalensi kontrasepsi yang berakibat tingginya angka kelahiran dan memicu terjadi ledakan penduduk. Pemerintah Provinsi Jawa Timur khususnya BKKBN memiliki target Unmet Need KB sebesar 7%. Namun kenyataanya dari tahun 2011 – 2015 Unmet Need KB terus mengalami kenaikan hingga 10,48% dan belum mencapai target. Oleh sebab itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi Unmet Need KB dan memetakan daerah di Jawa Timur sebagai sasaran potensial bagi BKKBN untuk di ajak ber-KB. Metode yang digunakan untuk menjawab rumusan permasalahan Unmet Need KB di Jawa Timur adalah Regresi Logistik Biner dengan kategori Ketercapaian dan Ketidaktercapaian Unmet Need KB serta Analisis Klaster untuk pemetaan kelompok daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase pendidikan wanita tidak tamat SD, persentase wanita bekerja dan persentase wanita yang diskusi dengan PLKB (Petugas Lapangan KB) berpengaruh signifikan terhadap ketercapaian target Unmet Need KB di Jawa Timur dengan ketepatan klasifikasi sebesar 89,5%. Dan peta daerah rawan Unmet Need KB tinggi adalah Madura dan daerah Tapal Kuda
ANALISIS REGRESI LOGISTIK ORDINAL UNTUK MENGETAHUI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS GIZI BALITA NELAYAN KECAMATAN BULAK SURABAYA
Keadaan gizi balita di Indonesia belum seluruhnya memenuhi kriteria baik, salah satunya adalah di kecamatan Bulak Surabaya. Standart penilaian status gizi di Indonesia menggunakan aturan WHO-NCHS, melalui nilai Zscore yang merupakan salah satu indikator antropometeri yaitu pengukuran berat badan berdasarkan umur (BB/U). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik ibu dan balita nelayan serta menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi balita nelayan di Kecamatan Bulak Surabaya. Metode yang digunakan adalah statistik deskriptif dan analisis regresi logistik ordinal. Hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa karakterstik ibu balita nelayan di kecamatan Bulak Surabaya 66% berpendidikan tidak tamat SMP, 67% usia ibu menikah ≤ 20 tahun dan 55% dari ibu yang melahirkan dengan usia ≤ 20 tahun. Sedangkan karakteristik balita di kecamatan Bulak Surabaya sebagian besar balita status gizinya normal yaitu sebesar 58.7%, 51% rumah tangga nelayan tergolong keluarga besar dan 61% berpenghasilan ≤ Rp1.500.000,-. Apabila dilihat dari sarana sanitasi, 71%. rumah tangga nelayan sarana sanitasinya belum baik. Sebagian besar balita balita diberi ASI < 2 tahun dan tidak diimunisasi secara lengkap yaitu sebesar 63% dan 60%. Mayoritas balita diasuh sendiri oleh ibu dikarenakan ibu balita berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan sebagian besar diberi asupan makanan yang memenuhi empat sehat lima sempurna yaitu sebesar 80%. Status gizi balita nelayan secara signifikan (ï¡ =20%) dipengaruhi faktor-faktor: pendidikan ibu, kelengkapan imunisasi, dan penghasilan rumah tangga.Kata kunci : status gizi balita, statistik diskriptif, regresi logistik ordina
Main Trends in Regional Innovation Systems: An Author Co-citation Analysis
Regional Innovation Systems are increasingly attracting attention on behalf of accademics, practitioners and policy makers. This has produced a wide array of studies in the field, both regards the specific themes treated and the perspectives adopted. Though a number of sujective reviews of the field have been proposed, these tend to present the field according to the analysts' subjective biases and tends to meld what the field is with what the field should be. In order to overcome the limitations present in the subjective reviews proposed untill today, in this study we conduct an objective review of the main contributions to the Regional Innovation Systems fiels of studies
Regional Systems of Innovation: a Literature Review
Though various authors have offered reviews of the Regional Innovation Systems (RIS) literature and some have described their personal intellectual voyage amongst the building blocks that constitute this area of scientific enquiry (for example, Cooke 2008), these often illuminating illustrations are nonetheless subjective and, thus, suffer from biases which pertain to the actor performing the analysis. The study proposed in this paper aims to overcome the aforementioned limitation by elaborating an objective review of the main contributions to the RIS field of research, highlighting the main themes studied and the principal approaches followed. The analysis has been conducted following the Author Co-citation method, applied to the literature regarding RIS present in the Social Science Citation Index (SSCI) of Thomson-ISI in the time span from 1990 to 2009. The results allow to trace an overview of how the RIS research area is actually composed, identifying six main research themes which characterize the field and varied approaches according to which each theme has been analyzed. Main contributions are positioned against each other in order to foster an increase in efforts from future research
Pengukuran Tingkat Efisiensi Pelayanan Unit Hemodialisis di Rumah Sakit H1 dan H2 dengan Data Envelopment Analysis (DEA)Abstrak—Unit Hemodialisis Merupakan Salah Satu Bagian Ben-tuk Layanan Kesehatan dari suatu Rumah Sakit yang Mahal dan Sangat Penting
Unit hemodialisis merupakan salah satu bagian bentuk layanan kesehatan dari suatu rumah sakit yang mahal dan sangat penting khususnya bagi pasien penderita penyakit gagal ginjal. Ketika fasilitas yang tersedia terbatas sedangkan jumlah pasien terus meningkat maka penilaian efisiensi suatu unit hemodialisis sangat penting untuk peningkatan kinerja rumah sakit sebagai penyedia jasa layanan kesehatan bagi masyarakat. Dikenal ada metode Data Envelopment Analysis (DEA) yang digunakan dalam pengukuran efisiensi suatu unit. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran tingkat efisiensi pelayanan unit hemodialisis menggunakan DEA-BCC yang berorientasi output. Data yang digunakan adalah data sekunder dari RS H1 dan RS H2, meliputi nilai rata-rata jumlah perawat di unit hemodialisis per bulan, nilai rata-rata jumlah mesin dialisis per bulan, dan nilai rata-rata jumlah tindakan hemodialisis per bulan pada tahun 2010 dan 2011. Hasil analisis menunjukkan bahwa berdasarkan DEA-BCC, tingkat efisiensi pelayanan Unit Hemodialisis di RS H1 pada tahun 2010, RS H1 pada tahun 2011, RS H2 pada tahun 2010 dan RS H2 pada tahun 2011 berturut-turut sebesar 100%, 79.11%, 100%, dan 100%. Selain itu juga dilakukan pemeringkatan menggunakan model super-efficiency dan dihasilkan peringkat pertama adalah RS H2 pada tahun 2010, selanjutnya diikuti RS H1 pada tahun 2010, kemudian RS H2 pada tahun 2011, dan yang terakhir adalah RS H1 tahun 2011
Study of Ordinal Regression Method for Supporting Factors Investigation in Stages Condition of Breast Cancer Patients in Dr. Soetomo Surabaya Hospital, Indonesia
Dr. Soetomo Surabaya Hospital in 2019 received 167,000 cancer patients, and the highest was breast cancer. The increase in the stage of breast cancer is caused by the size of the tumor and how widely the cancer cells have spread to other organs. The purpose of this study was to apply the ordinal logistic regression method in the case of factors that support the condition of breast cancer stage in Dr. Soetomo Surabaya Hospital. The result of this study is that the factors that support the condition of breast cancer stages are grade and family history of breast cancer with a classification accuracy rate of 84.3%. Breast cancer patients at Dr. Soetomo Surabaya Hospital with grade 3 is likely to support staging conditions from locally advanced to advanced by 0.06 times compared to grade 1 patients. patients with grade 2 is likely to support staging conditions from locally advanced to advanced by 0.17 times compared to grade 1 patients. Patients who have a history of breast cancer in their family will have a risk of developing breast cancer with locally advanced stages to advanced stages 3.84 times than in patients with no family history of breast cancer
Pengukuran Tingkat Efisiensi Pelayanan Unit Hemodialisis di Rumah Sakit H1 dan H2
Unit hemodialisis merupakan salah satu bagian bentuk layanan kesehatan dari suatu rumah sakit yang mahal dan sangat penting khususnya bagi pasien penderita penyakit gagal ginjal. Ketika fasilitas yang tersedia terbatas sedangkan jumlah pasien terus meningkat maka penilaian efisiensi suatu unit hemodialisis sangat penting untuk peningkatan kinerja rumah sakit sebagai penyedia jasa layanan kesehatan bagi masyarakat. Dikenal ada metode Data Envelopment Analysis (DEA) yang digunakan dalam pengukuran efisiensi suatu unit. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran tingkat efisiensi pelayanan unit hemodialisis menggunakan DEA-BCC yang berorientasi output. Data yang digunakan adalah data sekunder dari RS H1 dan RS H2, meliputi nilai rata-rata jumlah perawat di unit hemodialisis per bulan, nilai rata-rata jumlah mesin dialisis per bulan, dan nilai rata-rata jumlah tindakan hemodialisis per bulan pada tahun 2010 dan 2011. Hasil analisis menunjukkan bahwa berdasarkan DEA-BCC, tingkat efisiensi pelayanan Unit Hemodialisis di RS H1 pada tahun 2010, RS H1 pada tahun 2011, RS H2 pada tahun 2010 dan RS H2 pada tahun 2011 berturut-turut sebesar 100%, 79.11%, 100%, dan 100%. Selain itu juga dilakukan pemeringkatan menggunakan model super-efficiency dan dihasilkan peringkat pertama adalah RS H2 pada tahun 2010, selanjutnya diikuti RS H1 pada tahun 2010, kemudian RS H2 pada tahun 2011, dan yang terakhir adalah RS H1 tahun 2011
