116 research outputs found

    JOB DESCRIPTION OF A RECEPTIONIST AT KUSUMA SAHID PRINCE HOTEL SURAKARTA

    Full text link
    Hotels as a part of the hospitality industry try to create an attractive image to differentiate themselves from others. This is important in luring travelers which will directly affect the development of the hotel itself. This can be achieved only through the efforts of all elements of the hotel which are divided into several departments. The front office department, especially, should have good cooperation among its staffs because the front office has most direct contact with the guests. The receptionist as a part of the front office department has a large responsibility as a representative of the hotel which should create a good image. This paper sets out to describe the job scope of a receptionist at Kusuma Sahid Prince Hotel, Surakarta based on the job training undergone by the author. The receptionist plays important role in handling the guests’ needs. To give the best service, a receptionist must have good knowledge about all sectors in the hotel and also the information external to the hotel related to the guests’ needs. It is also supported by good and professional grooming based on appropriate hotel standards. From the data, one conclusion that can be drawn from this study is that the job description of a receptionist in Kusuma Sahid Prince Hotel includes various aspects. The receptionists of Kusuma Sahid Prince Hotel have a large responsibility to know the job scope and do it to the best of their ability in order to build an attractive image of the hotel

    Analisis terhadap pelanggaran pengumuman hak cipta bidang musik dan lagu di Hotel Sahid Jaya berdasarkan Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002 (studi kasus antara YKCI dengan Hotel Sahid Jaya Internasional dan PHRI) / oleh Andri Susanto

    No full text
    abstrak (A) Nama : Andri Susanto (NIM: 205020138) (B) Judul Skripsi : Analisis Terhadap Pelanggaran Pengumuman Hak Cipta Bidang Musik dan Lagu di Hotel Sahid Jaya Berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 (Studi Kasus antara YKCI dengan Hotel Sahid Jaya Internasional dan PHRI) (C) Halaman: xi +118 + 19 + 2007 (D) Kata Kunci : Pelanggaran, Hak cipta, Musik dan Lagu (E) Isi : Lagu atau musik merupakan ciptaan yang mendapatkan perlindungan hukum dalam bidang Hak cipta sebagaimana yang diatur oleh Pasal 12 Ayat (1) Butir d Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak cipta (yang selanjutnya disebut UUHC). Hotel Sahid Jaya merupakan salah satu users yang menggunakan lagu atau musik dalam kegiatan usahanya. Hotel Sahid Jaya berada di bawah naungan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI)I sebagai induk organisasi hotel dan restoran Indonesia. Sejak bulan Oktober 2003 sampai dengan tanggal 30 Mei 2003 dalam kegiatan usahanya menggunakan lagu atau musik telah mendapat izin dan lisensi dari Yayasan Karya Cipta Indonesia (yang selanjutnya disebut YKCI) sebagai pemegang hak cipta, dimana besarnya royalti mengacu pada kesepakatan organisasi profesi. Namun hingga tanggal 31 Mei 2003 Hotel Sahid Jaya tidak memperpanjang lisensinya karena YKCI menaikan tarif secara sepihak sebesar 500 %. Meskipun tidak memperpanjang lisensinya Hotel Sahid Jaya tetap memperdengarkan lagu atau musik dalam kegiatan usahanya. Mengapa Hotel Sahid Jaya tetap memperdengarkan musik dan lagu walaupun tidak memperpanjang lisensi kepada YKCI ? dan Apakah tindakan YKCI dalam menaikkan tarif royalti melanggar ketentuan Pasal 45 UUHC ? Penulis meneliti masalah tersebut dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif dan empiris. Jadi dapat dikatakan bahwa Hotel Sahid Jaya tidak memperpanjang lisensi karena tidak ada dasar hukum yang mengatur kewenangan YKCI dalam memungut royalti dan menaikan tarif meskipun demikian Hotel Sahid Jaya tetap melanggar Hak cipta karena mengumumkan musik dan lagu tanpa izin sesuai ketentuan Pasal 72 UUHC, YKCI dalam menaikkan tarif melanggar ketentuan Pasal 45 Ayat (4) UUHC karena dilakukan secara sepihak tanpa kesepakatan organisasi profesi. (F) Daftar Acuan :19 (1986-2007) (G) Pembimbing : Christine S.T Kansil, S.H., M.H. (H) Penulis : Andri Susant

    Tinjauan Atas Prosedur Penentuan Tarif Jasa Hotel Pada Kusuma Sahid Prince Hotel

    Full text link
    ABSTRAK Tinjauan Atas Prosedur Penentuan Tarif Jasa Hotel Pada Kusuma Sahid Prince Hotel Oleh : Rizka Ramana Putri Dalam menentukan tarif jasa, tarif berperan besar dalam menentukan keberhasilan bisnis, terutama yang bergerak di bidang jasa. Selain untuk hasilkan profit, tarif suatu jasa juga disinyalir mampu membuat pelaku bisnis bertahan dari gempuran kompetitor. Prosedur penentuan tarif tentunya harus berdasarkan berbagai macam pertimbangan, untuk memperoleh laba. Selain pertimbangan, persaingan bisnis juga harus dipikirkan dalam menentukan tarif tersebut. Jangan sampai tarif yang telah ditetapkan terlalu tinggi atau terlalu rendah dari tarif kompetitor. Penelitian ini memiliki beberapa tujuan yaitu untuk mengetahui cara menentukan tarif jasa hotel pada Kusuma Sahid Prince Hotel, serta untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan tarif jasa hotel pada Kusuma Sahid Prince Hotel. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian deskriptif. Metode penelitian yang digunakan penulis berupa data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang dikumpulkan peneliti untuk menjawab permasalahan secara khusus. Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh bukan dari sumbernya melainkan pihak lain seperti literatur buku, atau sumber yang berkaitan dengan topik penetapan harga. Tehnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi pustaka. Tehnik pembahasan yang digunakan adalah pembahasan deskriptif yang bertujuan untuk mengubah kumpulan data mentah menjadi mudah dipahami dalam bentuk informasi yang lebih ringkas. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Kusuma Sahid Prince Hotel untuk mempengaruhi penentuan tarif jasa hotel mempunyai dua faktor yaitu faktor biaya dan faktor bukan biaya. Dari kedua faktor yang mempengaruhi penentuan tarif jasa Kusuma Sahid Prince Hotel, faktor biaya merupakan faktor yang mempengaruhi penentuan tarif jasa yang paling tepat untuk Kusuma Sahid Prince Hotel. Hasil penelitian diatas sebagai alasan dalam memberikan saran yang dapat disampaikan adalah sebaiknya Kusuma Sahid Prince Hotel perlu memperhatikan faktor-faktor yang tepat agar dalam menentukan tarif jasa Kusuma Sahid Prince Hotel sebagai perusahaan yang memiliki produk dan jasa berkualitas dengan harga murah. Kata kunci : Penentuan Tarif Jasa, prosedur tarif. ABSTRACT Review Top Hotel Services Pricing Procedures At The Hotel Kusuma Sahid Prince Hotel By: Rizka Ramana Putri In determining tariffs, rates play a major role in determining the success of the business, particularly those engaged in services. In addition to generate profit, the tariff of a service also allegedly able to make businesses survive the onslaught of competitors. Procedure tariff determination must be based on a wide range of considerations, to make a profit. Besides considerations, business competition should also be considered in determining the tariffs. Do not let the rates have been set too high or too low on the fare competitors. This study has several objectives, namely to know how to determine tariffs for hotels in Kusuma Sahid Prince Hotel, as well as to determine the factors that affect the determination of tariffs for hotels in Kusuma Sahid Prince Hotel. This type of research used by researchers is a descriptive study. The research methods used by the author in the form of primary data and secondary data. Primary data is data collected researchers to address issues specifically. While secondary data is data obtained from the source, but not other parties such as literature books, or resources related to the topic of pricing. Techniques of collecting data through observation, interviews, and literature. Discussion technique used is descriptive study that aims to change the set of raw data into easily understood in a more compact form of information. From the research that has been done can be concluded that the Kusuma Sahid Prince Hotel to affect the determination of tariffs for hotel has two factors: the cost factor and not a cost factor. Of the two factors that affect the determination of tariffs for Kusuma Sahid Prince Hotel, the cost factor is a factor affecting the determination of the most appropriate tariff for Kusuma Sahid Prince Hotel. The above results as a reason for giving advice that can be delivered is preferably Kusuma Sahid Prince Hotel needs to consider the appropriate factors in order to determine tariffs for Kusuma Sahid Prince Hotel as a company that has quality products and services at low prices. Keywords: Determination of Tariff, tariff procedures

    Tropical Hydrology Simulation Model 1 for Watershed Management (Trophydsim-1)

    Full text link
    A hydrological. simulation model, named the Tripical Hidrology Simulation Model I (Trophydsim-1), was created in order to simulate the run-off processes in mountainous terrain in a tropical monsoon region. The hydrological cycles in five major land covers, i.e., forest, upland, plantations (normally tobacco areas), paddy fields, and settlements, were each analogized by a series of four storages representing interception. depression, upper. zone and lower-zone storages. A set mathematical equations expressing empirical formula as well as physical law were employed in the model. An automatic parameter optimization routine was presented. The model was applied to the Kali Progo river basin. Central Java. Indonesia. which contains five subbasins. The simulated and recorded hydrographs were in close agreement both at every transfer point of the subbasins and in three different calendar years with different land use patterns.Some hydrologic characteristics were found from application of the model. The basin, which is mainly comprised of fresh volcanic formations. is capable of storing much water and releasing it gradually as groundwater flow. Therefore. the basin provides stable low flow for irrigating paddy land, which has expanded to 40 to 60 percent of the whole basin area. with multiple cropping patterns of rice-rice-upland crops or even rice-rice-rice.The model was also applied to simulate the effect on water regime of different modes of watershed management of simply land use patterns. Five scenarios representing extreme conditions of land use and four more realisti

    “HUBUNGAN ANTARA KUALITAS PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM KELOMPOK DENGAN KUALITAS HASIL KEPUTUSAN DI HOTEL SAHID RAYA YOGYAKARTA” (STUDI KORELASIONAL KARYAWAN HOTEL SAHID RAYA YOGYAKARTA)

    Full text link
    Sekarang ini banyak perusahaan di Indonesia yang bergerak maju dengan kelebihannya masing-masing. Perusahaan yang bergerak di bidang jasa profit, misalnya: hotel, memiliki tempat yang baik di negeri ini. Indonesia seringkali menjadi tempat tujuan wisatawan asing unuk mengisi liburan maupun untuk melakukan perjalanan bisnis. Oleh karena itu, saat ini banyak hotel yang berdiri di Indonesia. Dalam sebuah hotel terdapat banyak karyawan, yang dibagi ke dalam berbagai departemen yang ada. Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan dalam menjalankan hotel sehingga banyak kelompok-kelompok yang ada dalam hotel. Dalam sebuah kelompok diperlukan pemimpin yang dapat mengambil keputusan yang tepat untuk mempertahankan kelompoknya. Sebagai contohnya yaitu Hotel Sahid Raya Yogyakarta yang berbintang emapat sekarang ini memiliki 114 oarang karyawan. Karyawan-karyawan yang ada dibagi ke dalam beberapa departemen, antara lain: Accounting, Marketing, Front Office, Laundry, Enggineering, F&B Service, dan Personnel. Departemen yang terbagi tersebut berguna untuk karyawan berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Komunikasi yang terjadi antar anggota yang ada disebut kelompokkelompok kecil. Kelompok-kelompok kecil tersebut digunakan untuk mengeluarkan setiap pendapat karyawan mengenai kemajuan hotel di masa yang akan datang. Kelompok-kelompok kecil tersebut berfungsi untuk menyelesaikan setiap masalah, berdiskusi, dan mencari solusi atas setiap masalah yang ada dalam kelompok. Dalam mengambil setiap keputusan, anggota kelompok harus berkomunikasi dengan yang lainnya. Oleh karena itu, efektivitas komunikasi dalam kelompok memiliki peran yang penting. Dengan adanya efektivitas komunikasi dalam kelompok dapat memmudahkan anggota yang ada dalam kelompok tersebut dalam mengambil setiap keputusan. Keputusan yang tepat menjadi kunci untuk keberlangsungan kelompok tersebut. Sehingga dengan adanya keputusan yang tepat tersebut, maka kelompok dapat menunjukkan eksistensi mereka. Dalam mengambil keputusan juga harus memperhatikan kebutuhan anggota yang ada dalam kelompok tersebut, sehingga tujuan yang akan dicapai dapat kesejahteraan anggotanya. Kualitas pengambilan keputusan dalam kelompok melalui empat tahap, yaitu: analisis masalah, penetapan tujuan, identifikasi alternatif yang ada, dan evaluasi. Tahap-tahap tersebut digunakan untuk melihat apakah kualitas pengambilan keputusan yang dihasilkan dapat membuat perusahaan ke arah yang lebih baik atau tidak. Tahap-tahap tersebut harus dilalui oleh kelompok-kelompok yang ada untuk menghasilkan kualitas pengambilan keputusan yang terbaik. Kualitas hasil keputusan yang dihasilkan dipengaruhi oleh kualitas penyampain komunikasi yang ada dalam kelompok. Komunikasi dalam kelompok diperlukan untuk melakukan kerjasama dan untuk berinteraksi antar anggota. Kualitas komunikasi dalam kelompok menjadi salah satu kunci utama dalam menghasilkan kualitas keputusan yang baik

    Peningkatan Peran Swasta dalam pengembangan Sumberdaya Air

    No full text

    Cara Mengatasi Detonansi pada Motor Bakar

    No full text

    Pengembangan Irigasi, Produksi Pangan, dan Implikasinya Terhadap Siklus Air

    No full text
    The cereal production especially rice has increased sharply in Indonesia. The irrigation development program implemented by the government has become an important rote in the production process. However, expansion of irrigated paddy lands significantly influence the hydrological regime in its basin. A set of basic indicator for assessing the hydrological implication of the development in a river basin was proposed
    corecore