1,316 research outputs found

    Comparison Of The Performance Of Decision Tree Regression And Multiple Linear Regression For Bmi Prediction In The Asthma Dataset

    No full text
    Penelitian ini menerapkan dua metode regresi yaitu Decision Tree dan linear berganda untuk memprediksi Body Mass Index (BMI) berdasarkan variabel-variabel lainnya pada dataset Asthma. Metode Decision Tree merupakan salah satu cara data processing dalam memprediksi masa depan dengan cara membangun klasifikasi dan regresi model dalam bentuk struktur pohon. Analisis regresi linear berganda merupakan model regresi yang melibatkan lebih dari satu variabel independen. Analisis regresi linear berganda dilakukan untuk mengetahui arah dan seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Untuk mengukur tingkat keakuratan model peramalan, digunakan suatu ukuran keakuratan MAPE (Mean Absolute Percentage Error). Hasil MAPE menunjukkan nilai rata-rata prosentase kesalahan mutlak dari nilai sebenarnya dengan nilai peramalan. Pada penelitian ini, metode regresi linear berganda menunjukkan hasil yang lebih baik dengan nilai MAPE berturut-turut sebesar 12,737%, 12,76%, 12,89% dan 12,99% untuk proporsi data uji berturut-turut 10 %, 20 %, 30 % dan 40 % sedangkan nilai MAPE dari metode regresi Decision Tree sebesar 12,758%, 12,79%, 12,92% dan 13,13%. Apabila digunakan ukuran kebaikan yang lain seperti MAE dan RMSE akan memberikan hasil yang analog, sedangkan ukuran kebaikan R2 berkebalikan. Penelitian ini dapat dilanjutkan dengan membandingkan hasil yang diperoleh dengan menggunakan metode lain dalam machine learning seperti Support Vector Machine (SVM), random forest, Artificial Neural Network (ANN) dan lain-lain

    Labour Rights Protection in Industrial Relations Issues

    Get PDF
    Many violations of the terms of employment at Surabaya, employment protection  and working conditions for workers who are not provided by employers to the maximum, according to the legislation in force, while the legal protection for workers constrained because of the weakness in the system of employment law, both the substance and the culture built by governments and companies. How To Cite: Susanto, E. (2015). Labour Rights Protection in Industrial Relations Issues. Rechtsidee, 2(2), 109-120. doi:http://dx.doi.org/10.21070/jihr.v2i2.7

    Perancangan Pompa Air (Sentrifugal Pump) Modifikasi Mesin Pencacah Limbah Plastik Otomatis.

    Get PDF
    ABSTRAKSI Firman Adi Susanto. 2017. Perancangan Pompa Air (Sentrifugal Pump) Modifikasi Mesin Pencacah Limbah Plastik Otomatis. Institut Teknologi Nasional Malang, Fakultas Teknologi Industri, Teknik Mesin Diploma Tiga. Dosen Pembimbing : Ir. Achmad Taufik, MT. Kata Kunci : Sentrifugal pump, Modifikasi Mesin Pencacah, Limbah Plastik. Mesin Pencacah Plastik adalah sebuah alat yang digunakan untuk mencacah atau menghancurkan plastik. Mulai dari botol minuman, botol oli, botol jerigen, dan limbah-limbah plastik lainnya. Kurangnya alat yang dapat mengolah limbah plastik, mengakibatkan kurang optimalnya dalam penanggulangan limbah plastik tersebut. membuat mesin pencacah limbah plastik otomatis mesin ini dapat membantu mengatasi masalah limbah plastik yang ada untuk dapat dijadikan bahan baku plastik daur ulang sehingga dapat mengurangi limbah plastik yang mencemari lingkungan. Sampah plastik adalah salah satu sumber pencemaran lingkungan hidup di Indonesia. Sampah plastik juga merupakan produk serbaguna, ringan fleksibel, tahan kelembaban, kuat, relatif murah. Sampah plastik merupakan permasalahan lingkungan hidup yang di hadapi oleh masyarakat Indonesia dan dunia. Penggunaan produk plastik secara tidak ramah lingkungan menyebabkan berbagai masalah lingkungan hidup yang serius. Sampah plastik tidak hanya menjadi masalah perkotaan, namun juga di lautan. dampak negatif sampah berbahan plastik tidak hanya merusak kesehatan manusia, tetapi juga merusak lingkungan secara sistematis

    MORFOLOGI POLEN DAN PEMBERIAN SUKROSA PADA STIGMA KAITANNYA DENGAN INKOMPATIBILITAS UBIJALAR [Ipomoea batatas (L.) L.]

    No full text
    ABSTRAK   Susanto, Febri Adi. 2012. Morfologi Polen dan Pemberian Sukrosa pada Stigma Kaitannya dengan Inkompatibilitas Ubijalar [Ipomoea batatas (L.) L.]. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Eko Sri Sulasmi, M.S., (II) Ir. St. A. Rahayuningsih, M.S.   Kata Kunci: morfologi polen, pemberian sukrosa, inkompatibilitas ubijalar. Terbatasnya pilihan varietas unggul ubijalar [Ipomoea batatas (L.) L.] bagi petani merupakan permasalahan yang harus diatasi. Upaya dalam program pemuliaan untuk menghasilkan varietas baru terus dilakukan. Adanya inkompatibilitas pada ubijalar dapat manghambat program tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keberhasilan persilangan dengan menanggulangi mekanisme inkompatibilitas melalui pemberian sukrosa pada stigma dan pemeriksaan morfologi polen. Varietas Papua Solosa dan klon harapan MSU 03028-10 dipilih sebagai tetua persilangan. Penelitian deskriptif kuantitatif dengan mengamati jumlah inti polen, jarak antera stigma, viabilitas polen, reseptivitas putik, dan pengukuran kadar sukrosa putik. Penelitian eksperimen menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Perlakuan berupa konsentrasi sukrosa, yaitu 0 ppm (S0) kontrol, 50 ppm (S1), 100 ppm (S2), dan 150 ppm (S3) pada persilangan ubijalar. Parameter yang diamati adalah persentase (%) terbentuknya buah. Setiap perlakuan dilakukan pada 10 bunga yang diulang sebanyak 3 kali. Persilangan dengan metode soda straw. Persilangan yang dilakukan, yaitu persilangan sendiri Papua Solosa, persilangan sendiri MSU 03028-10, dan persilangan Papua Solosa>i varietas Papua Solosa/span, MSU 03028-10, dan persilangan Papua Solosa

    Strategi Pengembangan Usaha Peternakan Ayam Pedaging Bapak Adi Susanto Melalui Analisis Swot Di Kota Palangka Raya

    No full text
    Usaha peternakan ayam pedaging di Kota Palangka Raya memiliki potensi pengembangan yang cukup besar, didukung oleh permintaan pasar yang tinggi, sistem kemitraan yang telah terbentuk, serta sarana produksi yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal serta merumuskan strategi pengembangan usaha peternakan ayam pedaging dengan menggunakan analisis SWOT yang dikombinasikan dengan matriks *Internal Factor Analysis Summary* (IFAS) dan *External Factor Analysis Summary* (EFAS). Penelitian dilaksanakan pada usaha peternakan ayam pedaging milik Bapak Adi Susanto melalui survei, observasi langsung, dan wawancara mendalam dengan informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan nilai IFAS sebesar 3,54 (kekuatan: 2,95; kelemahan: 0,59) dan EFAS sebesar 3,17 (peluang: 2,51; ancaman: 0,66), yang menempatkan usaha ini pada posisi strategi agresif (SO). Hal ini mengindikasikan bahwa usaha tersebut memiliki kekuatan internal yang signifikan untuk memanfaatkan peluang eksternal. Strategi yang direkomendasikan meliputi peningkatan manajemen kandang, optimalisasi pemasaran melalui jaringan kemitraan, peningkatan keterampilan tenaga kerja melalui pelatihan teknis, serta penguatan manajemen risiko penyakit. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa penguatan kemitraan, penerapan teknologi yang tepat, dan diversifikasi sumber input merupakan faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha ayam pedaging di wilayah tersebut. Secara praktis, penelitian ini memberikan wawasan strategis bagi peternak, pembuat kebijakan, dan pemangku kepentingan agribisnis untuk meningkatkan daya saing, efisiensi, dan keberlanjutan usaha peternakan unggas di Kota Palangka Raya

    Enterprise systems in print production workflow / Muhammad Yusuf Masod, Siti Farhana Zakaria and Sebastianus Adi Susanto

    Get PDF
    Operations in a printing company are complex, whereby numerous entities, resources, and processes are involved in completing a single job. The parties in a transaction often include customers, material suppliers, external service providers, and shipping/delivery companies. On the other hand, production resources consist of equipment, employees, and materials, whereas production processes comprise prepress, press, and post press activities. Typically, the cycle of a job begins with sales and customer service, and ends with the accounting department generating an invoice and processing the payment. In between, other departments perform services that are critical to the job cycle, but are not directly involved with production. The introduction of enterprise systems in print production workflow is to assist and improve business operations. Web-to-print system, Print Management Information System (MIS), and PDF workflow system are recognized as the most important systems in print production workflow. To achieve maximum benefits, assessing the needs and choosing the right print production system are profound planning activities before commencing the initial implementation phase

    The concept of pathet in Central Javanese gamelan music.

    Get PDF

    PRODUKTIVITAS USAHA TERNAK LEBAH PETERNAK YANG TERGABUNG DALAM KOPERASI MADU KARYA KECAMATAN PRIGEN KABUPATEN PASURUAN

    No full text
    Salah satu komoditi yang dapat dikembangkan oleh masyarakat secara luas dengan modal yang terbatas adalah beternak lebah madu. Peluang usaha lebah madu masih sangat besar mengingat impor madu Indonesia rata-rata 180 ton per tahun selama Pelita IV. Hal ini sangat ironis sekali mengingat Indonesia memiliki areal hutan yang cukup luas yaitu 193 juta hektar tetapi produksi madu Indonesia jauh tertinggal dibelakang Meksiko, Australia, Selandia Baru, Perancis, dan Amerika Serikat. Target produksi madu di Indonesia sampai akhir pelita V adalah 2000 ton per tahun. Sedangkan produksi madu rata-rata selama pelita IV mencapai 260 ton per tahun (Murtidjo, 1991). Bila diusahakan secara optimal, produksi madu Indonesia sebenarnya mampu untuk menghasilkan 80.000 ton per tahun. Prediksi di atas sangat beralasan sekali mengingat Indonesia beriklim tropis dengan kondisi agro-ekologi yang bervariasi sehingga menjamin ketersediaan bunga-bunga dari berbagai jenis tanaman yang mekar silih berganti sepanjang tahun.Usaha budidaya lebah madu akan berhasil jika didukung dengan persyaratan yang memadai pula seperti tersedianya tanaman pangan lebah. Secara ideal untuk tanaman seluas satu hektar hanya untuk satu koloni lebah yang dikelola secara tepat guna. Perhitungan aspek produktivitas usaha baik meliputi fisik maupun ekonomi sangat jarang dilakukan terutama oleh para peternak lebah. Perhitungan ini sangat penting karena akan diketahui secara tepat tentang modal yang harus disediakan serta keuntungan yang akan didapatkan terutama kepada peternak yang hanya menggantungkan hidupnya hanya dari budidaya lebah saja

    Strategi Pengelolaan Ekosistem Mangrove Untuk Mendukung Perikanan Di Pesisir Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat

    No full text
    Mangrove merupakan salah satu sumberdaya alam yang mempunyai peranan penting dalam memelihara keseimbangan antara ekosistem darat dan ekosistem perairan. Eksosistem mangrove mempunyai sifat dan bentuk yang khas serta mempunyai fungsi dan manfaat sebagai sumberdaya pembangunan baik sebagai sumberdaya ekonomi maupun sumberdaya ekologi yang telah lama dirasakan masyarakat yang hidup di sekitar wilayah tersebut. Mengingat fungsi dan peranan ekosistem mangrove dalam mendukung kehidupan sangat tinggi, maka ekosistem mangrove harus dikelola dan dimanfaatkan berdasarkan prinsip-prinsip kelestarian fungsi ekologinya. Beberapa tahun terakhir ekosistem mangrove secara terus menerus mendapat tekanan akibat berbagai aktifitas manusia. Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi membutuhkan berbagai sumberdaya guna memenuhi kebutuhan hidupnya, namun dalam pemanfaatannya sering kali kurang memperhatikan kelestarian sumberdaya tersebut. Kerusakan ekosistem mangrove tersebut diawali dengan adanya degradasi luasan, degradasi jenis, konflik kepentingan, eksploitasi dan pemanfaatan mangrove yang tidak sesuai dengan fungsi dan tujuannya. Faktor utama penyebab kerusakan mangrove, yaitu: (1) Pencemaran, (2) Konversi yang kurang memperhatikan faktor lingkungan (Konversi ekosistem mangrove menjadi tambak merupakan faktor utama penyebab hilangnya ekosistem mangrove di pesisir), dan (3) Penebangan yang berlebihan. Potensi garis pantai pesisir utara Kabupaten Karawang cukup besar yaitu sekitar 84,23 km, yang membentang di 9 (sembilan) kecamatan dengan luas wilayah tambak ±18.000 hektar. Kabupaten Karawang memiliki potensi perikanan tangkap yang cukup besar, dengan panjang pantai mencapai 84,23 km. Sedangkan pada perikanan budidaya Kabupaten Karawang memiliki areal tambak seluas 18.273 hektar. Dengan potensi tersebut, produksi ikan di Kabupaten Karawang diperkirakan mencapai 46 ribu ton per tahun, yang antara lain dihasilkan dari sektor perikanan budidaya yang mencapai 38 ribu ton dan perikanan tangkap sebesar 7 ribu ton. Hasil penelitian didapatkan kondisi ekosistem mangrove di pesisir Kabupaten Karawang mengalami penurunan di tahun 1995 sampai dengan 2005 sebesar 17,96 %, akan tetapi mulai meningkat kembali di tahun 2005 sampai dengan 2015 sebesar 18,42 %. Ini kemungkinan diakibatkan 2 (dua) kondisi yang berbeda dipengaruhi oleh besarnya konversi tambak karena mangrove dan seberapa besar mangrove berkontribusi terhadap sumberdaya perikanan di kawasan tersebut. Kondisi ini juga sejalan dengan kondisi mangrove di pantura Jawa Barat yang terus meningkat pada saat ini dikarenakan pentingnya mangrove dalam menjaga fungsi lingkungan hidup di wilayah pesisir, dengan banyaknya upaya untuk merehabilitasi dan mengkonservasi mangrove. Jenis mangrove yang ditemukan dalam penelitian ini adalah Rhizophora sp., Soneratia sp., Avicennia sp., dan Bruguiera sp. Penelitian ini menunjukan Indeks Nilai Penting tertinggi pada tingkat pohon ditemukan Rhizophora apiculata di stasiun 3 yaitu sebesar 195,17%, Indek Nilai Penting tertinggi pada tingkat anakan ditemukan Rhizophora apiculata di stasiun 1 sebesar 170,02%, dan Indek Nilai Penting tertinggi pada tingkat semai ditemukan Rhizophora apiculata di stasiun 3 sebesar 123,33%. Sedangkan untuk hasil analisis luasan ekosistem mangrove yang ada di pesisir karawang dengan hasil produksi perikanan selama 5 (lima) tahun kebelakang, baik perikanan budidaya maupun perikanan tangkap terjadi perubahan yaitu pada perikanan budidaya mengalami peningkatan sebesar 1% sedangkan pada perikanan tangkap mengalami penurunan sebanyak 3%. Luas hutan mangrove berpengaruh nyata dan positif terhadap produksi udang dan kerang namun tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap total produksi perikanan tangkap dan budidaya. Masyarakat di pesisir karawang sangat setuju bahwa; 1) Kawasan mangrove di pesisir karawang saat ini perlu/penting untuk dikelola agar dapat lestari, 2) Bentuk pengelolaan kawasan mangrove yang dilakukan harus melibatkan seluruh penduduk setempat, 3) Perlu adanya kerjasama antara pemerintah dan penduduk setempat dalam kegiatan pengelolaan kawasan mangrove. Strategi pengelolaan ekosistem mangrove untuk mendukung perikanan di pesisir Kabupaten Karawang di dapatkan alternatif strategi yakni Konservasi/Rehabilitasi mangrove kemudian di ikuti dengan melakukan Pengembangan Ekowisata, Pemberdayaan Masyarakat dan Pendidikan dan Pelatihan

    Uji Normalitas Berdasarkan Metode Anderson-Darling, Cramer-Von Mises & Lilliefors

    No full text
    Tidak diijinkan karya tersebut diunggah ke dalam aplikasi Repositori Perpustakaan Universitas dikarenakan masih ada kekurangan administrasi.Dalam penelitian ini data inflasi bulanan Kota-kota di Bali dan Nusa Tenggara dari bulan Januari 2009 sampai bulan Juni 2013 telah diuji dan disimpulkan berdistribusi normal. Uji normalitas ini dilakukan dengan menggunakan metode Anderson-Darling, Cramer-von Mises dan Lilliefors. Selain itu dibuat grafik garis, diagram rata-rata data, grafik densitas serta perhitungan statistik deskriptif. Selanjutnya dibangkitkan sampel dari distribusi normal denganukuran sampel n yang berbeda-beda yaitu n = 10, 15, 20, 30, 40, 50, 100, 200, 500, 1000, 1500 dan 2000. Berdasarkan sampel tersebut diuji apakah sampel yang dibangkitkan tersebut memenuhi distribusi normal atau tidak dengan menggunakan ketiga metode tersebut. Prosedur tersebut diulang sebanyak 1000 kali dan ditentukan proporsi penolakannya maka seperti yang diharapkan untuk tingkat signifikansi α = 0.05, proporsi tersebut akan mendekati α untuk nmembesar. Hal tersebut juga dilakukan untuk sampel yang dibangkitkan dari distribusi eksponensial. Selanjutnya diperoleh kesimpulan bahwa metode yang paling kuat adalah metode Cramer-von Mises. Metode bootstrap diterapkan untuk data tersebut dengan pengulangan B = 10.000, 20.000, 30.000, 40.000 dan 50.000 kali diperoleh nilai-p yang sama atau mendekati hasil pada program R. Selanjutnya dibangkitkan sampel dari distribusi normal dengan ukuran sampel n yang berbeda-beda yaitu n = 10, 20, 30, 40, 50, 100, 200, 500, 1000 dan 2000 kemudian berdasarkan sampel tersebut diuji apakah sampel yang dibangkitkan tersebut memenuhi distribusi normal atau tidak dengan menggunakan ketiga metode tersebut. Bila prosedur tersebut diulang sebanyak B = 10.000, 20.000, 30.000, 40.000 dan 50.000 kali dan ditentukan nilai-p maka seperti yang diharapkan data normal acak yang dibangkitkan dengan mean dan simpangan baku yang sama diperoleh data berdistribusi normal. Sedangkan untuk data acak yang dibangkitkan berdasarkan distribusi eksponensial diperoleh nilai-p lebih kecil dari 0.05 sehingga disimpulkan bahwa data tidak berdistribusi normal.Using normality test, i.e. Anderson-Darling method, Cramer-von Mises method, and Lilliefors method., data on monthly inflation data for cities in Bali and Nusa Tenggara since January 2009 until June 2013 has normal distribution. The line graph, mean data diagram, density graphics, and descriptive statistics calculation are also given. Furthermore , based on sample from normal distribution with different sample size n = 10, 15, 20, 30, 40, 50, 100, 200, 500, 1000, 1500 and2000, it is tested whether the sample fulfill normal distribution or not by using those three methods. The procedure is repeated 1000 times by determining rejection proportion. This proportion tends to the significant level α = 0.05 as expected. The procedure is also done for sample generated from exponential distribution. Furthermore, the conclusion is that Cramer-von Mises method is strongest method. The bootstrap method is also applied for the same data with the repetition B = 10.000, 20.000, 30.000, 40.000 dan 50.000 times and obtain same p-value or approach the result using R program. At last, sample from normal distribution is generated with different n sample, those are n = 10, 20, 30, 40, 50, 100, 200, 500, 1000 and 2000 and with those sample it is tested whether those generated samples fulfill the normal distribution or not by using those three methods. The procedure is repeated for B = 10.000, 20.000, 30.000, 40.000 and 50.000 times and p-value is determined, and as expected the generated data has normal distribution . Where as for random data that is generated by exponential distribution, got the p-value less than 0.05 so it can be concluded that the data doesnot have normal distribution
    corecore