9 research outputs found
Pengaruh Konsentrasi Glutaraldehida Terhadap Aktivitas Transesterase Enzim Lipase Terimobilisasi pada Proses Pembuatan Biodiesel dari Minyak Goreng Bekas
Penggunaan lipase sebagai biokatalis mempunyai beberapa kelemahan yaitu lipase tidak dapat digunakan kembali karena terlarut dalam media reaksi, struktur lipase sangat tidak stabil terhadap adanya perubahan lingkungan (suhu, pH, kekuatan ionik), sehingga menyebabkan enzim terdenaturasi. Solusi untuk mengatasi kelemahan penggunaan enzim tersebut adalah dengan imobilisasi enzim pada chitosan beads dengan metode crosslinking. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variasi konsentrasi glutaraldehida terhadap aktivitas transesterase enzim lipase terimobilisasi pada proses pembuatan biodiesel .
Penelitian diawali dengan pembuatan kitosan dari limbah cangkang rajungan. Kitosan serbuk kemudian dimodifikasi bentuknya melalui proses swelling menjadi chitosan beads. Tahap kedua adalah pemurnian minyak goreng bekas melalui tahap despicing, netralisasi dan bleaching. Tahap ketiga yaitu imobilisasi enzim lipase pada chitosan beads dengan metode crosslinking dengan menggunakan variasi konsentrasi glutaraldehida. Tahap terakhir adalah pembuatan biodiesel dari minyak goreng bekas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitosan yang dihasilkan memiliki rendemen sebesar 39,43%, derajat deasetilasi 83,83%, kadar abu 0,73%, kadar air 4,74% dan kadar nitrogen 7,18%. Chitosan beads yang dihasilkan memiliki diameter sebesar 3,55±0,38 mm. Konsentrasi metil ester tertinggi dihasilkan pada saat konsentrasi glutaraldehida 2%
Penetapan Kadar Etanol pada Minuman Beralkohol Berbagai Merk Melalui Pengukuran Berat Jenis
Minuman beralkohol adalah minuman yang mengandung etanol yang diproses dari bahan hasil pertanian yang mengandung karbohidrat dengan cara fermentasi dan destilasi atau fermentasi tanpa destilasi. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.86/1977, minuman beralkohol dibedakan menjadi 3 golongan yaitu Golongan A dengan kadar alkohol 1-5%, Golongan B dengan kadar alkohol 5-20%, dan Golongan C dengan kadar alkohol 20-55%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar etanol di dalam minuman beralkohol berbagai merk. Penentuan kadar etanol dalam minuman beralkohol diawali dengan proses destilasi untuk memisahkan etanol dari air dan komponen lainnya. Sebelum proses destilasi campuran ditambahkan dengan serbuk MgO atau CaO yang berfungsi sebagai zat pengering karena dapat menghilangkan 5% air dari etanol dan dapat bereaksi dengan air membentuk etanol-kalsium hidroksida yang sukar larut. Berat jenis etanol diukur dengan menggunakan piknometer. Berat jenis etanol hasil pengukuran kemudian dikonversi menjadi kadar etanol menggunakan tabel farmakope. Hasil menunjukkan bahwa kadar etanol dalam minuman beralkohol merk A sebesar 9,61%, merk B 7,01%, merk C 6,56%, merk D 5,59%, dan merk E 9,09%. Kelima merk minuman tersebut dikategorikan ke dalam minuman beralkohol golongan B
IMOBILISASI LIPASE PADA CHITOSAN BEAD DENGAN TEKNIK PENGIKATAN SILANG : PENGARUH pH DAN KONSENTRASI KITOSAN TERHADAP AKTIVITAS TRANSESTERASE
Effects of pH and chitosan concentration for immobilization lipase on chitosan bead by crosslinking technique has been carried out. The study was aimed to determine the optimum conditions for immobilization process. Chitosan was prepared from crab shell by No and Meyer methode (1989), then was modified into chitosan bead through swelled process. The beads were crosslinked using glutaraldehyde. Immobilization of lipase on the crosslinked chitosan beads was performed under the optimum conditions such as solubility pH of lipase and concentration of chitosan. Immobilized and free lipases were assayed its activity, thermal stability, repeated usage stability and kinetic parameters with transesterification reaction of palm oil using methanol. The optimum conditions of immobilization were achieved when lipase was dissolved in phosphate buffer at pH 6 and concentration of chitosan was 5%. Transesterase activity of the immobilized lipase decreased 20-40%, while activity of free lipase decreased 30-45% at the preheating temperature 35-45 °C. The largest decrease of immobilized lipase and free lipase activity occured at temperature of 45-50 oC with the value of decreasing were 51.81% and 97.29%. Immobilized and free lipases could be used for two reaction cycles with decreased activity of 72.40% and 56.29%. Affinity of enzyme on the substrate was shown by KM value. KM value of immobilized and free lipases were 0.800 and 0.081, respectively. Immobilized lipase has better thermal stability but has lower reuse stability and affinity than the free lipase
Biosorpsi Cu(II) oleh Limbah Padat Kayu Aren (Arenga pinnata) Teraktivasi
Penggunaan adsorben dari bahan organik (biosorben) akhir-akhir ini sangat banyak dikembangkan sebagai biosorpsi logam berat. Limbah kayu aren dari pohon aren (Arenga pinnata) yang digunakan untuk industri soon mengandung bahan organik berupa pati, lignin dan serat selulosa baik terlarut maupun partikel tersuspensi.
Metode yang akan digunakan eksperimen, dengan sistem batch. Limbah kayu aren yang diperoleh dibersihkan dan od icuci dengan akuades serta diayak dengan ukuran 100 mesh dan dipanaskan pada 105 C selama 3 menit. Aktivasi biosorben menggunakan HNO3 dan NaOH. Untuk kemampuan maksimum biosorpsi dilakukan variasi waktu kontak dan konsentrasi. Karakterisasi biosorben dianalisis menggunakan spektrofotometri Infra Red (FTIR) dan untuk mengetahui karakteristik biosorpsi ion logam berat oleh biosorben melalui uji isoterm adsorpsi Langmuir dan isoterm adsorpsi Freundlich.
Biosorben yang berupa limbah padat kayu aren setelah diaktivasi dapat menurunkan kadar logam Cu(II) adalah 46,43 % pada pH optimum 6 atau 7 dengan waktu kontak maksimum 48 jam. Biosorpsi logam Cu(II) mengikuti pola adsorpsi isoterm adsorpsi Langmuir dan Freundlich. Berdasarkan analisis spektrofotometri Infra Red (FTIR) bahwa gugus aktif yang berikatan dengan ion logam Cu(II) adalah gugus karbonil (C=O) dari hemiselulosa dan lignin sedangkan gugus OH berasal dari selulosa dan lignin
Transformasi Setil Alkohol Menjadi Dimer Setil Alkohol dan Setil Asetat
Setil alkohol merupakan alkohol rantai panjang (C16) yang berasal dari senyawa turunan minyak sawit. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan transformasi setil alkohol menjadi dimer setil alkohol dan setil asetat untuk meningkatkan nilai ekonomis dari setil alkohol. Reaksi dengan asam fosfat ini dilakukan dengan mengaduk campuran dari setil alkohol dalam THF eterate, asam fosfat, dan CTAB selama 90 menit pada suhu 180oC dengan perbandingan mmol setil alkohol dan asam fosfat 1:8. Hasil reaksi kemudian diekstraksi dengan eter. Lapisan organik ditambah Na2 CO3 sampai netral kemudian dicuci dengan akuades. Sisa air dihilangkan dengan penambahan Na2 SO4 anhidrat, sedangkan sisa pelarut dihilangkan dengan gas N2 . Reaksi dengan anhidrida asam asetat dilakukan dengan mengaduk campuran setil alkohol dalam THF eterate, anhidrida asam asetat dan H2 SO4 serta hasilnya dimurnikan melalui penambahan NaHCO3 sampai basa, kemudian dinetralkan dengan air. Hasil reaksi dianalisis menggunakan spektrofotometer FTIR, GC dan GC-MS. Hasil analisis menunjukkan bahwa hasil reaksi setil alkohol menggunakan asam fosfat adalah dimer dari setil alkohol dengan kelimpahan relatif 17,36% dan hasil reaksi setil alkohol dengan anhidrida asam asetat adalah setil asetat dengan kelimpahan relatif 36, 80%
Model Matematika Untuk Analisis Kuantitatif Produksi Plant Growth-prommoting Rhizobacteria Dalam Low-cost Substrat Dengan Proses Anaerob Mathematical Model for Quantitative Analysis of Plant Growth-promotting Rhizobacteria's Production on Low-cost Substra
Plant Growth-Prommoting Rhizobacteria (PGPR) are advantageous bacteria consorcium that actively colonized on the rhizosfer. The objective of this research is investigate PGPR's production on low-cost substrat using mathematical model. This research was conducted in batch anaerobic system. The result is PGPR's production on low-cost substrat could be simulated with Contois's Model, growth kinetics parameters values that include 12μm"> , 12Ksx"> and 12YXS"> are 3,4556; 1189,8333 and 0,0582 respectivelyand the optimum composition of PGPR's production from bamboo's root on low-cost substrat is 1 : 1 with Solids Retention Time (SRT) is 10 days
Konversi Limbah Cangkang Kepiting Menjadi Chitosan Beads sebagai Matriks Pendukung pada Proses Imobilisasi Lipase
Limbah cangkang kepiting dapat diproses menjadi kitosan melalui reaksi deproteinasi, demineralisasi dan deasetilasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan chitosan beads sebagai matriks pendukung pada proses imobilisasi lipase yang mampu meningkatkan stabilitas termal enzim lipase bebas. Kitosan yang diperoleh dianalisis dengan FTIR dan dikarakterisasi kadar air, kadar abu dan kadar nitrogen. Tahap selanjutnya, kitosan dimodifikasi bentuknya menjadi chitosan beads melalui proses penggembungan kemudian diikat silang dengan glutaraldehid. Chitosan beads yang sudah diikat silang diimobilisasikan ke dalam larutan lipase 1% yang dilarutkan dalam bufer fosfat pH 6. Enzim lipase terimobilisasi diuji stabilitas termalnya melalui reaksi transesterifikasi antara minyak kelapa dengan metanol serta diamati aktivitas transesterase enzim lipase bebas dan enzim lipase terimobilisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitosan memiliki derajat deasetilasi 70,53% berdasarkan baseline-a dan 82,84% berdasarkan baseline-b. Kadar air, kadar abu dan kadar nitrogen kitosan berturut-turut yaitu 14,13±0,01%, 0,75±0, 13% dan 7,27±0,09%. Stabilitas termal enzim lipase terimobilisasi mengalami penurunan sebesar 20-40%, sedangkan enzim lipase bebas mengalami penurunan sebesar 30-45% pada temperatur pemanasan awal 35-45 °C. Penurunan aktivitas terbesar terjadi pada saat temperatur pemanasan awal 45-50 oC yaitu 51,81% untuk enzim lipase terimobilisasi dan 97,29% untuk enzim lipase bebas
PENGARUH PENAMBAHAN LEACHATE PADA PROSES PENGOMPOSAN DOMESTIC BIOWASTE SECARA ANAEROB
Pengomposan domestic biowaste dan leachate dijalankan dalam kondisi anaerob dengan sistem batch. Proses dijalankan dalam 3 set komposter dengan volume yang sama namun perbandingan komposisi bahan baku yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji proses pengolahan domestic biowaste dan leachate dalam proses pengomposan. Hasil yang diperoleh, penambahan leachate dapat mempercepat proses pengomposan karena leachate mengandung sejumlah mikroorganisme yang dibutuhkan dalam proses pengomposan. Selain itu, leachate juga mengandung senyawa xenobiotik. Oleh karena itu penggunaan leachate dengan kadar 50% memberikan hasil lebih efektif jika dibandingkan dengan penggunannya dengan kadar 100%
Pemeriksaan Kimia Darah (Glukosa Darah, Kolesterol dan Asam Urat) Menggunakan Metode Stick Test dan Metode Spektrofotometri dari Sampel Darah Masyarakat RW 22 Kelurahan Nusukan Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta
Nusukan is one village with a tendency for people who prefer to consume fast food and lack of attention to a healthy lifestyle. This causes a lot of society are affected by diabetes mellitus, hyperlipidemia and uric acid. Nusukan society RW 22 who are not aware that they have the disease. For it is necessary to check blood glucose levels, cholesterol and uric acid that can be detected early. The purpose of this program is to provide education on the dangers and prevention of diabetes mellitus, hyperlipidemia, and uric acid. It is also to help people to detect diabetes mellitus, hyperlipidemia and uric acid using stick test and spektropothometry method. Of the 30 people there were seven people who are abnormal blood glucose levels or diabetes mellitus, according stated test stick method, whereas in spectrophotometric methods there are 2 people. Uric acid test of RW 22, there are 7 people who exceed the normal limits, whereas cholesterol levels there are 22 people who exceed normal cholesterol levels (hyperlipidemia) with a test stick method, whereas in sprektropothometry there are 18 people who hyperlipidemia. Methods stick test results show higher levels compared to the spectrophotometric method.</jats:p
