OJS STIKES Guna Bangsa Yogyakarta
Not a member yet
    272 research outputs found

    Effectiveness of Complementary Therapy Decoction of Celery Leaves and Bay Leaves on Reducing Hypertension in Paku Alam Village: Efektivitas Terapi Komplementer Rebusan Daun Seledri Dan Daun Salam Terhadap Penurunan Hipertensi Di Desa Paku Alam

    Full text link
    Complementary therapy is an alternative non-pharmacological treatment that can control blood pressure in hypertension sufferers. The apiin compound content in celery leaves and bay leaves is believed to be able to reduce high blood pressure. To determine the effectiveness of complementary therapy of boiled celery leaves and bay leaves on reducing hypertension. The research uses a quantitative approach with a Quasi Experiment One Group With Pretest-Posttest Design. The instruments in this research were observation sheets and aneroid spygmomanometer. The sample was 14 hypertensive patients in Paku Alam Village with a purposive sampling technique. Data analysis used the Wilcoxon test and data collection used observation sheets. From the results of Wilcoxon's statistical tests before and after the test, it can be concluded that the pre and post systolic and diastolic results of celery leaves achieved significant results.The effectiveness of complementary therapy of boiled celery leaves and bay leaves has an effect on reducing hypertension in the community in Paku Alam Village.The results showed that after giving a decoction of celery leaves and bay leaves, the blood pressure of respondents decreased. Wilcoxon's test results showed that bay leaf intake was more effective in reducing high blood pressure, there was a significant difference after giving bay leaf decoction.Terapi komplementer adalah salah satu alternatif pengobatan non-farmakologi yang dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi, kandungan senyawa apiin dalam daun seledri dan daun salam diakui mampu menurunkan tekanan darah tinggi. Untuk mengetahui  efektivitas terapi komplementer rebusan daun seledri dan daun salam terhadap penurunan hipertensi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Quasi Experiment One Group With Pretest-Posttest Design. Instrumen dalam penelitian ini berupa lembar observasi dan spygmomanometer aneroid. Sampel adalah pasien hipertensi di Desa Paku Alam berjumlah 14 orang dengan teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Analisis data menggunakan uji wilcoxon dan pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Dari hasil uji statistik wilcoxon pretest-posttest dapat disimpulkan bahwa hasil prepost sistole dan diastole daun seledri didapatkan hasil signifikan <0,001 dan hasil prepost sistole dan diastole daun salam dida[atkan hasil signifikan <0,000. Dalam rumus menggunakan uji wilcoxon disebutkan apabila nilai signifikan <0,05 maka Ha diterima yang artinya terdapat perbedaan bermakna sebelum dan sesudah dilakukan pemberian terapi rebusan daun seledri dan daun salam pada penurunan hipertensi. Efektivitas dari terapi komplementer rebusan daun seledri dan daun salam berpengaruh terhadap penurunan hipertensi pada masyarakat di Desa Paku Alam. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa terjadi penurunan tekanan darah pada responden setelah diberikan rebusan daun seledri dan daun salam, terlihat dari hasil uji Wilcoxon daun salam lebih efektif untuk dikonsumsi dalam menurunkan hipertensi karena terdapat perbedaan bermakna sesudah diberikan rebusan daun sala

    Edukasi Pemeriksaan Radiologi dan Pengobatan Penyakit Tuberkulosis Paru pada Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Desa Cepiring Timur Kabupaten Kendal: Education on Radiological Examination and Treatment of Pulmonary Tuberculosis on Family Empowerment and Welfare in East Cepiring Village Kendal Regency

    No full text
    The lack of public knowledge regarding pulmonary tuberculosis can influence the increase in the spread of the disease in Indonesia. So the purpose of this community service activity is to increase the knowledge of mothers empowering the welfare of the family of neighborhood association 08 community association 04 East Cepiring Village, Cepiring District, Kendal Regency, Central Java Province, regarding pulmonary tuberculosis. The education provided is related to radiological examinations to establish the diagnosis and treatment of pulmonary tuberculosis so that it is expected to help reduce the number of incidents of the spread of the disease, especially in Kendal Regency. The stages of community service activities consist of licensing, implementation and reporting. The activity was carried out using the lecture method. Based on the community service activities that have been carried out, the results showed that there was an increase in knowledge related to radiological examinations to confirm the diagnosis of pulmonary tuberculosis by 98% and an increase in knowledge related to the treatment of pulmonary tuberculosis by 98% among mothers, empowering the welfare of families, neighborhood association 08 community association 04 East Cepiring Village, Cepiring District, Kendal Regency, Central Java Province. This increase in knowledge is expected to help reduce the number of people suffering from pulmonary tuberculosis in various regions of Indonesia, especially in Kendal Regency. Keywords: knowledge, radiological examination, treatment, pulmonary tuberculosisKurangnya tingkat pengetahuan masyarakat terkait penyakit tuberkulosis paru dapat mempengaruhi peningkatan penyebaran penyakit di wilayah Indonesia. Sehingga tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatnya pengetahuan ibu-ibu pemberdayaan kesejahteraan keluarga rukun tetangga 08 rukun warga 04 Desa Cepiring Timur Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal Provinsi Jawa Tengah terhadap penyakit tuberkulosis paru. Edukasi yang diberikan terkait pemeriksaan radiologi guna penegakkan diagnosis dan pengobatan penyakit tuberkulosis paru sehingga diharapkan dapat membantu menekan jumlah kejadian penyebaran penyakit khususnya di Kabupaten Kendal. Tahapan kegiatan pengabdian kepada masyarakat terdiri dari perizinan, pelaksanaan dan pelaporan. Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah. Berdasarkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang sudah dilaksanakan, di dapatkan hasil adanya peningkatan pengetahuan terkait pemeriksaan radiologi untuk menegakkan diagnosis penyakit tuberkulosis paru sebesar 98% dan adanya peningkatan pengetahuan terkait pengobatan penyakit tuberkulosis paru sebesar 98% pada ibu-ibu pemberdayaan kesejahteraan keluarga rukun tetangga 08 rukun warga 04 Desa Cepiring Timur Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal Provinsi Jawa Tengah. Peningkatan pengetahuan ini diharapkan dapat membantu menekan angka penderita penyakit tuberkulosis paru di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di Kabupaten Kendal. Kata kunci: pengetahuan, pemeriksaan radiologi, pengobatan, tuberkulosis par

    Pengaruh Aplikasi Sistem Edukasi Masa Nifas (SEMASA) Terhadap Perilaku Perawatan Ibu Nifas di Rumah Sakit Humana Prima Bandung: The Influence of The Application of the Education System in Postpartum Period (Semasa) on the Care Behavior of Public Women at Humana Prima Hospital Bandung

    No full text
    Approximately 50% of maternal deaths occur within the first 24 hours after delivery. Cesarean section (CS) delivery can lead to more complications compared to vaginal delivery. At Humana Prima Hospital, the incidence of CS deliveries was 1035 in 2021, 1192 in 2022, and 1426 in 2023. Providing education during the postpartum period is important for increasing maternal knowledge, attitudes, and behaviors. An innovative educational medium, such as the SEMASA application, can be an instrumental in this regard. This study aimed to analyze the influence of using the SEMASA application on maternal knowledge, attitudes, and behaviors in postpartum care. This quantitative study employed a quasi-experimental with a nonequivalent posttest-only control group approach. The research was conducted on 84 postpartum mothers at Humana Prima Hospital in 2023, using purposive sampling to select 42 respondents who used the SEMASA application and 42 respondents who received information through leaflets. Data were analyzed using the Mann-Whitney test. The results revealed significant differences in knowledge, attitudes, and behaviors between the intervention and control groups. In the intervention group, 36 respondents (85.7%) demonstrated good knowledge, compared to 22 respondents (52.4%) in the control group (p<0.05); 36 respondents (85.7%) in the intervention group had a positive attitude, compared to 34 respondents (81.0%) in the control group (p<0.05); 38 respondents (90.5%) in the intervention group exhibited compliant behavior, compared to 26 respondents (61.9%) in the control group (p<0.05). The study concluded that the SEMASA application effectively improves the knowledge, attitudes, and behaviors of postpartum women in their postpartum care.Sekitar 50% kematian ibu terjadi pada 24 jam pertama pasca persalinan. Persalinan SC dapat berdampak pada timbulnya komplikasi dibandingkan dengan persalinan normal. Adapun angka kejadian persalinan SC di RS Humana Prima adalah 1035 pada tahun 2021, 1192 pada tahun 2022 dan 1426 pada tahun 2023. Pemberian edukasi pada masa nifas diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan ibu, sikap ibu serta tindakan yang dapat dilakukan oleh ibu. Media edukasi yang inovatif yang dapat diberikan pada ibu adalah dengan pemanfaatan aplikasi SEMASA. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pemanfaatan Aplikasi SEMASA terhadap pengetahuan, sikap dan tindakan ibu dalam perawatan ibu nifas. Metode penelitian kuantitatif menggunakan Quasi Experiment dengan pendekatan nonequivalent posttest-only control group design. Penelitian dilaksanakan pada 84 ibu nifas di RS Humana Prima tahun 2023. Menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 42 responden menggunakan aplikasi SEMASA dan 42 responden menggunakan media leaflet. Analisis data menggunakan uji mann whitney. Hasil penelitian ada perbedaan pengetahuan, sikap dan tindakan pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Pada kelompok intervensi, sebanyak 36 responden (85,7%) memiliki pengetahuan baik sedangkan pada kelompok kontrol sebanyak 22 responden (52,4%) memiliki pengetahuan baik (p<0,05); pada kelompok intervensi, sebanyak 36 responden (85,7%) memiliki sikap positif, sedangkan pada kelompok kontrol sebanyak 34 responden (81,0%) memiliki sikap positif (p<0,05); dan pada kelompok intervensi sebanyak 38 responden (90,5%) bertindak patuh sedangkan pada kelompok kontrol sebanyak 26 responden (61,9%) bertindak patuh (p<0,05). Simpulan penelitian bahwa aplikasi SEMASA berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan, sikap dan Tindakan ibu nifas dalam perawatan ibu nifas

    Hubungan Caring Keluarga Terhadap Kepatuhan Diet dan Minum Obat Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Sungai Tabuk 1: The Relationship Between Family Caring and Compliance with Diet and Medication in Hypertension Patients at Sungai Tabuk 1 Public Health Center

    No full text
    Hypertension is a health condition characterized by elevated blood pressure, often unnoticed by the individuals affected. Due to the absence of typical symptoms, hypertension is often referred to as the "silent killer." This study aims to explore the role of family caring in supporting diet and medication adherence in hypertension patients. This study utilized a descriptive quantitative research design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 76 respondents selected using purposive sampling techniques. Data were collected through questionnaires and analyzed using the Chi-Square test with a significance level of p < 0.05. The results of the Chi-Square test indicate a significant relationship between family caring and diet adherence (p-value = 0.000) and between family caring and medication adherence (p-value = 0.006) in hypertension patients.Hipertensi adalah kondisi kesehatan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah yang sering kali tidak disadari oleh penderitanya. Karena tidak adanya gejala khas, hipertensi sering disebut sebagai ‘silent killer.’ Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran caring keluarga dalam mendukung kepatuhan diet dan pengobatan pada pasien hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif deskriptif dengan rancangan cross-sectional. Sampel terdiri dari 76 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara caring keluarga dengan kepatuhan diet (p-value = 0,000) dan antara caring keluarga dengan kepatuhan minum obat (p-value = 0,006) pada pasien hipertens

    Peran Latihan Rentang Gerak Aktif dalam Meningkatkan Toleransi Aktivitas Lansia: The Role of Active Range of Motion Exercises in Improving Activity Tolerance in the Elderly

    No full text
    The elderly are vulnerable to experiencing various kinds of health problems. Increasing age causes some body performance to decline which can result in decreased physical activity in meeting activity needs. The ability to carry out activities cannot be separated from the adequacy of the musculoskeletal system which can result in activity intolerance nursing problems. The aim of this study was to determine the role of active range of motion exercises in increasing activity tolerance in the elderly. The research method applied was qualitative with a case study approach which set the target of 1 elderly person at UPT PSTW Magetan who experienced activity intolerance and was given active range of motion exercises. The results of the research obtained subjective data, namely that clients complained of getting tired quickly, feeling weak and uncomfortable after carrying out activities. The objective data obtained is that the client looks tired and blood pressure appears to increase when at rest. The nursing intervention used to overcome the problem is active range of motion exercises which aim to increase muscle strength and activity tolerance. Evaluation after giving the treatment for 6 days was that complaints of fatigue and weakness decreased, ease of carrying out activities increased, and blood pressure began to improve. In conclusion, active range of motion exercises are effective in improving muscle strength and activity tolerance in the elderly, and are recommended for independent practice.Usia lansia merupakan usia rentan mengalami berbagai macam masalah kesehatan. Semakin bertambahnya usia menyebabkan beberapa kinerja tubuh mengalami penurunan yang dapat mengakibatkan menurunnya aktivitas fisik dalam pemenuhan kebutuhan aktivitas. Kemampuan melakukan aktivitas tidak terlepas dari keadekuatan sistem muskuloskeletal yang dapat mengakibatkan masalah keperawatan intoleransi aktivitas. Tujuan penelitian ini adalah guna mengetahui peran latihan rentang gerak aktif dalam meningkatkan toleransi aktivitas lansia. Metode penelitian yang diterapkan yaitu kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang menetapkan sasaran 1 lansia di UPT PSTW Magetan yang mengalami intoleransi aktivitas dan diberikan latihan rentang gerak aktif. Hasil penelitian didapatkan data subyektif yaitu klien mengeluh cepat lelah, merasa lemas dan tidak nyaman setelah melakukan aktivitas. Data obyektif yang didapatkan yaitu klien tampak lelah dan tampak tekanan darah meningkat saat kondisi istirahat. Intervensi keperawatan yang digunakan dalam mengatasi masalah adalah latihan rentang gerak aktif yang bertujuan agar kekuatan otot dan toleransi aktivitas meningkat. Evaluasi setelah pemberian tindakan selama 6 hari adalah keluhan cepat lelah dan lemas berkurang, kemudahan dalam melakukan aktivitas meningkat, serta tekanan darah mulai membaik. Kesimpulannya, latihan rentang gerak aktif efektif dalam meningkatkan kekuatan otot dan toleransi aktivitas pada lansia, dan disarankan untuk dilakukan secara mandir

    Hubungan Perilaku Dalam Mengkonsumsi Tablet Fe Terhadap Kejadian Anemia Pada Mahasiswi S1 Kebidanan Semester Lima Di Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta: The Relationship Between Fe Tablets Consumption Behavior on The Incident of Anemia in Five Semester Midwifery Students at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

    No full text
    The increase in the prevalence rate of reproductive women who experience red blood cell deficiency reaches 29.9%, which is in line with the figure of more than half a billion reproductive women. Then the increase in the number of iron deficiency problems still exists in districts or cities in Yogyakarta with the incidence of anemia in 2019 and 2020 decreasing and then increasing again in 2021 with an anemia prevalence rate of 42%. According to this problem, the researcher wants to research the relationship between behavior in consuming Fe tablets and the incidence of anemia in fifth semester S1 Midwifery students at 'Aisyiyah University Yogyakarta. The purpose of this study is to determine the relationship between behavior in consuming Fe tablets and the incidence of anemia in S1 Midwifery students in the fifth semester at 'Aisyiyah University Yogyakarta. The type of research uses observational analysis with a cross sectional approach. The sampling technique used by the researcher in this study uses purposive random sampling with a total sample of 55 subjects. In this study, an ethical clearance test number 3271/KEP-UNISA/XI/2023 has been carried out. The instruments used in this study used a digital Hb check tool and a questionnaire sheet containing a set of written questions to the respondents. The results of the analysis of variables with chi square showed that there was a significant relationship between the behavior of consuming Fe tablets and the incidence of anemia by 0.009 (p<0.05).Peningkatan angka prevalensi wanita reproduktif yang mengalami kekurangan sel darah merah mencapai 29,9% yang dimana hal tersebut selaras dengan angka setengah milyar lebih wanita reproduktif. Kemudian kenaikan angka masalah kekurangan zat besi masih ada di Kabupaten atau Kota di DIY dengan tingkat kejadian anemia pada tahun 2019 dan 2020 terjadi penurunan dan kemudian kembali meningkat pada tahun 2021 dengan angka prevalensi anemia sebesar 42%. Menurut permasalahan tersebut, peneliti ingin mengetahui tentang hubungan perilaku dalam mengkonsumsi tablet Fe terhadap kejadian anemia pada mahasiswi S1 Kebidanan semester lima di Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku dalam mengkonsumsi tablet Fe terhadap kejadian anemia pada mahasiswi S1 Kebidanan semester lima di Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta. Jenis penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan peneliti dalam penelitian ini menggunakan purposive random sampling dengan total sampel 55 subyek. Pada penelitian ini sudah dilakukan uji Ethical clearance nomor 3271/KEP-UNISA/XI/2023. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini menggunakan alat cek Hb digital dan lembar kuesioner yang berisi seperangkat pertanyaan tertulis kepada responden. Hasil analisis dari variabel dengan chi square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku mengkonsumsi tablet Fe terhadap kejadian anemia sebesar 0.009 (p<0.05)

    Hubungan Klasifikasi Hipertensi Terhadap Penurunan Fungsi Kognitif Pasien Hipertensi di Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin : The Relationship of Hypertension Classification to Decreasing Cognitive Function of Hypertension Patients at Pekauman Health Center, Banjarmasin City

    No full text
    Cognitive function is a person's ability to think, recall and pay attention, including in the learning process. Decrease and disturbance of cognitive function when there is a decrease and disturbance of the noble functions of the brain such as concentration, memory, language, intellectual functions such as counting. An increase in blood pressure that is not controlled can cause a reduction in blood flow to the brain, causing brain performance to be disrupted, with one of the symptoms being a decrease in cognitive function. Of course, decreased cognitive function in hypertensive patients can directly affect the quality of life of sufferers, where currently decreased cognitive function is the cause of a person's inability to carry out normal activities. Hypertension is an abnormal increase in blood pressure, both systolic blood pressure and diastolic blood pressure. In general, a person is said to have hypertension if his blood pressure is > 140/90 mmHg (normally 120/80 mmHg). To determine the relationship between hypertension classification and cognitive function decline. Quantitative study with the type of analytic observation with a cross-sectional approach. Using purposive sampling method, the number of samples is 71 people. The analytical test used was chi-square, the research instrument was the MMSE questionnaire and a digital sphygmomanometer. It turns out that many respondents experienced decreased cognitive function, so they need to maintain a healthy lifestyle and blood pressure to remain stable so that cognitive function decline does not occur.Fungsi kognitif merupakan kemampuan seseorang untuk berfikir, mengingat kembali dan memperhatikan termasuk dalam proses belajar. Penurunan dan gangguan fungsi kognitif ketika terjadi penurunan dan gangguan fungsi luhur otak seperti konsentrasi, daya ingat bahasa, fungsi intelektual seperti berhitung. Peningkatan tekanan darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan pengurangan aliran darah yang menuju ke otak sehingga menyebabkan kinerja otak terganggu dengan salah satu gejalanya adalah penurunan fungsi kognitif. Tentu saja penurunan fungsi kognitif pada pasien hipertensi dapat berpengaruh langsung terhadap kualitas hidup penderita, dimana saat ini penurunan fungsi kognitif merupakan penyebab terjadinya ketidak mampuan seseorang untuk melakukan aktifitas dengan normal. Hipertensi adalah peningkatan abnormal tekanan darah baik tekanan darah sistolik maupun tekanan darah diastolik, secara umum seseorang dikatakan menderita hipertensi jika tekanan darahnya > 140/90 mmHg (normalnya 120/80 mmHg). Untuk mengetahui hubungan klasifikasi hipertensi terhadap penurunan fungsi kognitif. Studi kuantitatif dengan jenis observasi analitik dengan pendekatan cross-sectional. Menggunakan metode purposive sampling, Jumlah sampel sebanyak 71 orang. Uji analisa yang digunakan chi-square, instrument penelitian ini kuesioner MMSE dan sphygmomanometer digital. Berdsarkan hasil penelitian, mayoritas mengalami tekanan darah normal dan prehipertensi dengan gangguan fungsi kognitif sedang sebanyak 34 orang (81,0%). Hasil analisis data menggunakan uji chi-square didapatkan nilai significancy (p-values 0,000<0,05). Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubumgan klasifikasi hipertensi dengan penurunan fungsi kognitif. Ternyata banyak responden yang mengalamni penurunan fungsi kognitif sehingga perlu menjaga pola hidup sehat dan tekanan darah agar tetap stabil agar tidak terjadi penurunan fungsi kognitif

    Aktivitas Antibakteri dari Sinularia sp. terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus: Meta-analisis dan Telaah Sistematis: Antibacterial Activity of Sinularia sp. Against Escherichia coli and Staphylococcus aureus: Meta-Analysis and Systematic Review

    No full text
    The Ocean covers more than 70% of Indonesian archipelago, providing various bioactive compounds with great potential, however, it is relatively underexplored Sinularia sp, a genus of soft corals, exists at the coral reefs of Indo-Pacific ocean. Several recent studies have shown that Sinularia sp. contains various types of secondary metabolites with antiviral, antibacterial, anticancer, and antimalarial properties. In addition, further exploration and discovery of novel antibacterials that are effective against wide spectrum of bacteria is of great interest, especially to combat the emerging antibiotic resistance. The aim of this study is to evaluate the potential of antibacterial activity from Sinularia sp against E. coli and S. aureus which in turn, may provide an alternative antibacterial to overcome the emerging antibiotic resistance. This study was conducted based on the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analysis (PRISMA) statement to measure the effect size of the antibacterial activity from Sinularia sp. against E. coli and S. aureus. Estimated value of the effect size obtained is 2.52 (CI 95% 0.98 to 4.06) and 5.97 (CI 95% 3.18 to 8.77) towards E. coli and S. aureus. When viewed as a whole, published data appears to show a positive antibacterial effect from Sinularia sp.Luas perairan di Indonesia mencakup 70% dari total wilayah Negara Indonesia. Potensi senyawa bioaktif dari kekayaan sumber daya kelautan sangat luas dan dinilai pemanfaatannya belum maksimal. Sinularia sp. merupakan salah satu genus karang lunak yang tersebar luas di habitat terumbu karang pada perairan Indo-Pasifik.  Sinularia sp dilaporkan memiliki potensi kandungan senyawa bioaktif sebagai antivirus, antibakteri, antikanker, dan antimalaria. Melalui potensi senyawa bioaktif tersebut, eksplorasi dan penemuan agen antibakteri yang baru dan efektif diperlukan terutama di tengah meningkatnya kejadian resistensi antibiotik. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengkaji potensi aktivitas antibakteri dari Sinularia sp, yang pada gilirannya akan dapat berpotensi sebagai antibakteri alternatif untuk mengatasi masalah resistensi antibiotik. Studi ini dilakukan berdasarkan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analysis) untuk mengukur effect size aktivitas antibakteri dari Sinularia sp. terhadap E. coli dan  S. aureus. Rerata effect size sebesar 2.52 (CI 95% 0.98 sampai 4.06) dan 5.97 (CI 95% 3.18 sampai 8.77) terhadap E. coli dan S. aureus berturut-turut. Secara keseluruhan, hasil meta-analisis menunjukkan efek positif aktivitas antibakteri dari Sinularia sp

    Identifikasi Kadar Hemoglobin Rendah Pada Calon Pendonor Darah Di Yogyakarta: Identification of Low Hemoglobin Levels in Prospective Blood Donors in Yogyakarta

    No full text
    Hemoglobin (Hb) is influenced by several factors, including unhealthy lifestyle, age, gender, food and drink. Hb binds and carries oxygen from the lungs to be distributed to all body tissues. Hb deficiency can cause anemia which can cause morbidity and mortality for sufferers. This research is to determine the risk factors for low hemoglobin levels in potential donors. This research method is descriptive observational.Hemoglobin (Hb) dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain pola hidup tidak sehat, usia, jenis kelamin, makanan dan minuman. Hb mengikat dan membawa oksigen dari paru-paru untuk diedarkan ke seluruh jaringan tubuh. Kekurangan Hb dapat menyebabkan anemia yang dapat menyebabkan morbiditas dan mortalitas bagi penderita. Penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko terjadinya kadar hemoglobin rendah pada calon pendonor. Metode penelitian ini adalah deskriptif observasional

    Hubungan Riwayat Prematuritas dengan Keterlambatan Bicara pada Balita di Ruang Tumbuh Kembang Anak RSUD Ulin Banjarmasin: Correlation Between History of Prematurity with Speech Delay in Toddler in the Children’s Growth Room, Ulin Hospital Banjarmasin

    No full text
    The ability to speak is one of the abilities that is very important and must be possessed by children, because the ability to speak is considered a fundamental ability. It is very important to pay attention to children's speaking abilities, so that speech delays do not occur in children (speech delay). Prematurity is one of the causes of speech delays in children. To determine the relationship between a history of prematurity and speech delay in children aged 2-5 years. This type of quantitative research is analytic observational with a retrospective approach. The research sample was 46 respondents using purposive sampling technique. The data collection tool used observation sheets for the history of prematurity and recapitulation of pediatric patient visit data based on a doctor's diagnosis. Univariate and bivariate data analysis using chi square. A total of 19 people (41.3%) respondents had a history of prematurity and speech delays in 19 people (41.3%). There is a relationship between a history of prematurity and speech delay in children aged 2-5 years (p=0.000 <0.005). There is a relationship between a history of prematurity and speech delay in children aged 2-5 years. The thing that must be considered so that children experience appropriate language development is to monitor child development at the Puskesmas/Posyandu or by paying attention to the children's language development table according to their age.Kemampuan berbicara adalah salah satu kemampuan yang sangat penting dan wajib dimiliki oleh anak, karena kemampuan berbicara dianggap sebagai kemampuan mendasar. Sangatlah penting untuk memperhatikan kemampuan berbicara anak, agar tidak terjadi keterlambatan bicara pada anak (speech delay). Prematuritas merupakan salah satu penyebab keterlambatan bicara pada anak. Mengetahui hubungan riwayat prematuritas dengan keterlambatan bicara pada anak usia 2-5 tahun. Penelitian kuantitatif jenis observasional analitik dengan pendekatan restropektif. Sampel penelitian sebanyak 46 responden dengan teknik purposive sampling. Alat pengumpulan data menggunakan lembar observasi riwayat prematuritas dan rekapan data kunjungan pasien anak berdasarkan diagnosa dokter. Analisis data univariat dan bivariat menggunakan chi square. Sebanyak 19 orang (41,3%) responden riwayat prematur dan keterlambatan bicara sebanyak 19 orang (41,3%). Ada hubungan antara riwayat prematuritas dengan keterlambatan bicara pada anak usia 2-5 tahun (p=0,000 < 0,005). Riwayat prematuritas berhubugan dengan keterlambatan bicara pada anak usia 2-5 tahun. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan antara riwayat prematuritas dengan keterlambatan bicara pada anak usia 2-5 tahun. Hal yang harus diperhatikan agar anak mengalami perkembangan bahasa yang sesuai adalah melakukan pemantuan perkembangan anak di Puskesmas/Posyandu atau dengan memperhatikan tabel perkembangan bahasa anak sesuai usianya

    201

    full texts

    272

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    OJS STIKES Guna Bangsa Yogyakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇