OJS STIKES Guna Bangsa Yogyakarta
Not a member yet
    272 research outputs found

    Optimasi Pemeriksaan MSCT Kepala pada Kasus Cedera Kepala Ringan : Optimasi Pemeriksaan MSCT Kepala pada Kasus Cedera Kepala Ringan

    No full text
    Mild Head Injury (MIH) with a Glasgow Coma Scale (GCS) score of 13-15, has symptoms of temporary loss of neurological function, mild to severe headache and vomiting, CT-Scan examination is performed if there are signs of skull fracture and vomiting more than once. MSCT examination of the head at the Radiology of Salatiga City Hospital uses a scan area from the vertex to the mandible. The purpose of this study was to determine the effectiveness of Head MSCT examination in mild head injury cases. The research method used was descriptive qualitative method with a case study approach. The study was conducted in November 2023 at Salatiga Regional Hospital using MSCT scan patients of MIH head cases. The respondents included three radiographers, one radiology specialist and one referring doctor. The results showed that the MSCT scan examination of the head of MIH cases at the Radiology Installation of Salatiga City Hospital uses a scan area from the mandible to the vertex to determine the overall anatomy of head trauma patients and can provide information if there are abnormalities in the mandible area, abnormalities in the face bone area to the vertex area. The conclusion of this study is that Head MSCT examination is effective for mild head injury cases because it is able to show bone conditions in more detail than examinations using other modalities.&nbsp

    The Hubungan Lama Pemakaian Suntik DMPA dengan Penurunan Libido pada Akseptor Suntik DMPA di Praktik Mandiri Bidan Hana Sri Wuryaningsih Parakan: Relationship of Duration of Use with Decreased Libido in DMPA Injectable KB Acceptors at PMB Hana Sri Wuryaningsih Parakan

    No full text
    Penggunaan kontrasepsi Suntik DMPA jangka panjang dapat menurunkan kadar estrogen, mempengaruhi metabolisme hormone, dan menurunkan kadar estradiol serum, sehingga mengakibatkan penurunan fungsi seksual wanita. KB Suntik DMPA menunjukkan efek disfungsi seksual yang signifikan jika penggunaan selama lebih dari 2 tahun. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan lama pemakaian dengan penurunan libido pada akseptor KB Suntik DMPA di PMB Hana Sri Wuryaningsih. Desain penelitian menggunakan deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua akseptor KB Suntik DMPA di PMB Hana Sri Wuryaningsih sebanyak 141 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling. Jumlah sampel yaitu 104 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa univariate dengan tabel distribusi frekuensi dan analisa bivariate dengan uji Chi Square.Long-term use of DMPA injectable contraceptives can lower estrogen levels, affect hormone metabolism, and lower serum estradiol levels, resulting in decreased female sexual function. Injectable DMPA birth control shows significant sexual dysfunction effects if used for more than 2 years. The purpose of this study was to determine the relationship between prolonged use and decreased libido in DMPA injectable birth control acceptors at PMB Hana Sri Wuryaningsih.  The research design uses descriptive correlative with a cross sectional approach. The population in this study was all DMPA injectable KB acceptors at PMB Hana Sri Wuryaningsih as many as 141 people. The sampling technique uses Purposive sampling. The number of samples was 104 respondents. This research instrument used questionnaires. Univariate analysis with frequency distribution table and bivariate analysis with Chi Square test

    Analisis Quality Control Internal Pemeriksaan Sgot dan Sgpt Menggunakan Grafik Levey-Jennings dan Six Sigma di RS X Yogyakarta: Internal Quality Control Analysis of Sgot and Sgpt Examination Using Levey-Jennings Graphics and Six Sigma at X Hospital Yogyakarta

    No full text
    Quality control (QC) is a process in monitoring and evaluating activity at the analytical stage, quality control aims to monitor accuracy, precision, LeveyJennings graphs, Westgard rules and six sigma to detect errors in laboratory examinations immediately and determine the performance of the laboratory. This research was conducted to find out how the quality control of SGOT and SGPT enzyme examinations is carried out in PKU Muhammadiyah Gamping Hospital laboratory. This research uses a quantitative descriptive research method with a cross sectional approach. The data used in this research was secondary data for daily control of SGOT and SGPT examinations for July-December 2023. The data obtained would be processed using Microsoft Excel by creating a Levey-Jennings graph then evaluated using Westgard rules and calculating the mean, SD, CV, TV values, TE, bias and six sigma Based on the research conducted, it was found that the results of the Levey-Jennings graph for the SGOT and SGPT parameters were not affected by the wetsgard rule. The accuracy and precision values for SGOT and SGPT showed high results. The six sigma value for SGOT examination parameters was 6.5 and for SGPT was 8.2. The six sigma value was included in the world class category with very good laboratory performance.Quality control (QC) merupakan kegiatan pemantauan dan evaluasi proses pada tahap analitis, quality control bertujuan untuk memantau akurasi, presisi, grafik Levey-Jennings, aturan westgard dan six sigma untuk mendeteksi kesalahan pada pemeriksaan laboratorium dengan segera dan mengetahui kinerja dari laboratorium. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana quality control pemeriksaan enzim SGOT dan SGPT di laboratorium RS PKU Muhammadiyah Gamping. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder kontrol harian pemeriksaan SGOT dan SGPT bulan Juli-Desember 2023. Data yang didapatkan akan diolah menggunakan microsoft excel dengan membuat grafik levey-jennings kemudian dievaluasi menggunakan aturan westgard dan menghitung nilai mean, SD, CV, TV, TE, bias dan six sigma. Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapatkan hasil grafik Levey-Jennings untuk parameter SGOT dan SGPT tidak ada yang terkena aturan wetsgard. Nilai akurasi dan presisi untuk SGOT dan SGPT didapatkan hasil yang tinggi.   Nilai six sigma untuk parameter pemeriksaan SGOT yaitu 6,5 dan untuk SGPT yaitu 8,2. Nilai six sigma tersebut termasuk dalam kategori kelas dunia dengan kinerja laboratorium sangat baik. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dalam menerapkan kebijakan quality control dilaboratorium dan juga bahan referensi bagi penelitian selanjutnya

    Edukasi Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) untuk Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak di Desa Sukaraja: Education on the Use of Family Medicinal Plants (TOGA) to Improve Maternal and Child Health in Sukaraja Village

    No full text
    Community service activities carried out in the form of educational activities on the use of family medicinal plants (TOGA) to improve maternal and child health in Sukaraja Village, Darul Makmur District, Nagan Raya Regency with the target being PKK cadres and mothers. The solution carried out in community service activities is in the form of providing education on the use of family medicinal plants to improve maternal and child health. The purpose of the service activity is to increase the knowledge of PKK cadres and mothers in increasing knowledge and behavior in utilizing family medicinal plants, so as to improve the degree of health of mothers and children. This educational activity was carried out in Sukaraja Village, Darul Makmur District, Nagan Raya Regency. This activity is in the form of direct education using leaflet media and herbal drink products that have been formed by the Service Team. The results showed that the knowledge of mothers in Sukaraja Village, Darul Makmur District, Nagan Raya Regency about TOGA and Temulawak innovation products increased significantly with the good category. Mothers are also very interested in practicing making Temulawak drink for the health of their mothers and children Keywords: education, family medicinal plants, improving healthKegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan berupa kegiatan edukasi pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak di Desa Sukaraja Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya dengan sasaran adalah kader dan ibu-ibu PKK. Solusi yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa memberikan edukasi pemanfaatan tanaman obat keluarga untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk menambah pengetahuan kader dan ibu-ibu PKK dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku dalam memanfaatkan tanaman obat keluarga, sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak. Kegiatan edukasi ini dilaksanakan di Desa Sukaraja Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya. Kegiatan ini berupa edukasi secara langsung menggunakan media leaflet dan produk minuman herbal yang sudah dibentuk Tim Pengabdi. Pre dan Post test dilaksanakan sebelum dan setelah kegiatan edukasi untuk mengetahui efektifitas edukasi yang dilaksanakan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengetahuan ibu di Desa Sukaraja Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya tentang TOGA dan produk inovasi temulawak meningkat secara signifikan dengan kategori baik. Ibu juga sangat tertarik untuk mempraktekkan membuat minuman temulawak untuk kesehatan ibu dan anak mereka. Kata kunci: edukasi, tanaman obat keluarga, meningkatkan kesehata

    Edukasi Pentingnya Kebersihan Diri Selama Menstruasi pada Remaja Putri di Ma’had Tahfidz Al-Quran At-Tazkiyah Cibinong Bogor: Education on the Importance of Personal Hygiene During Menstruation for Young Women at the Ma’had Tahfidz Al-Quran At-Tazkiyah Cibinong Bogor

    No full text
    Personal Hygiene is an action taken to maintain physical and psychological well-being through health and cleanliness. Personal hygiene during menstruation can be done by maintaining the health of reproductive organs during menstruation. Self-care during menstruation is important to maintain cleanliness and prevent infection. The benefits of personal hygiene during menstruation are to prevent infection, reduce odor, help stay comfortable, improve health and increase self-confidence. If you do not maintain personal hygiene during menstruation, it can cause serious health risks such as urinary tract infections, reproductive tract infections, skin irritation, infertility and other complications. The purpose of personal hygiene during menstruation is to improve health, maintain personal health, prevent disease and increase self-confidence during menstruation. The method used in providing health education in carrying out personal hygiene during menstruation at the Ma'had tahfidz al-quran At-Tazkiyah, Cibinong District - Bogor Regency is by using animated video media and ending with a question and answer session. The results of providing health education on personal hygiene during menstruation, after providing education related to the importance of personal hygiene during menstruation, all female students at the Ma'had Tahfidz al-Quran At-Tazkiyah have understood what personal hygiene is, the purpose of personal hygiene during menstruation, personal hygiene behavior during menstruation, forms of personal hygiene during menstruation and the impacts that occur if personal hygiene is not carried out during menstruation. Before this material was provided, female students still did not understand the importance of personal hygiene during menstruation. Keywords : Menstruation,  Personal Hygiene, Teenage girls,Personal Hygiene merupakan tindakan yang dilakukan untuk menjaga kesejahteraan fisik dan psikologis melalui kesehatan dan kebersihan. Manfaat personal hygiene saat menstruasi adalah untuk mencegah infeksi, mengurangi bau, membantu tetap nyaman, meningkatkan derajat kesehatan dan meningkatkan kepercayaan diri. Jika tidak menjaga kebersihan diri pada saat menstruasi dapat menyebabkan risiko kesehatan yang serius seperti, infeksi saluran kencing, infeksi saluran reproduksi, iritasi pada kulit, infertilitas serta komplikasi lainnya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang personal hygiene saat menstruasi melalui tayangan video animasi disertai dengan ceramah di ma’had tahfidz alquran at-tazkiyah Cibinong. Metode yang digunakan dalam pemberian pendidikan kesehatan dalam melakukan personal hygiene pada saat menstruasi di Ma’had tahfidz al-quran At-Tazkiyah kec. Cibinong – Kab. Bogor adalah dengan menggunakan media video animasi dan ceramah selanjutnya diakhiri dengan sesi tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi sebagian besar memiliki perilaku negatif sebanyak 49 orang (70%) sedangkan setelah diberikan edukasi sebagian besar memiliki perilaku positif sebanyak 52 orang (74,3 %) artinya terdapat perubahan nilai perilaku sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Kegiatan ini berhasil menciptakan suasana yang interaktif dan antusias peserta yang sangat baik sehingga memberikan dampak positif untuk kesadaran melakukan personal hygiene saat menstruasi. Kegiatan ini menghasilkan manfaat bagi remaja putri untuk melakukan kebersihan diri selama menstruasi. Kata kunci: Kebersihan Diri, Siklus Menstruasi, Remaj

    Edukasi “BIJAK” dan Skrining Gula Darah untuk Mencegah Diabetes Melitus pada Lansia di Kota Cimahi: “BIJAK” Education and Blood Sugar Screening to Prevent Diabetes Mellitus in the Elderly in Cimahi City

    No full text
    With increasing age, body tissues gradually lose their ability to perform their functions, so they cannot withstand foreign objects such as microorganisms and also lose their ability to repair damaged tissues. This process is known as aging. One of the degenerative diseases that is currently prone to attacking the elderly is Diabetes Mellitus. The method used to prevent diabetes can be done by BIJAK education (B: Do physical activity for at least 30 minutes every day, I: Remember to eat lots of fruits and vegetables, J: Don't smoke and drink alcohol, A: Let's test your blood sugar regularly, K: Manage stress). The purpose of this community service is to increase the elderly's understanding of diabetes mellitus, its causes, prevention, and the importance of a healthy lifestyle through education and blood sugar level checks in the elderly. The activity was carried out on November 13, 2023 with 30 elderly people at the RI veteran complex, North Cimahi. The methods used include: conducting a pretest, providing health education, checking blood sugar levels, and conducting a posttest. The results of community service showed that there was an increase in knowledge before and after BIJAK education was given, namely that most elderly people, as many as 53%, had poor knowledge and most elderly people, as many as 93.3%, had good knowledge; most elderly people's blood sugar levels, as many as 73.3%, were in the normal category. Keywords: Diabetes Mellitus, elderly, prevention, BIJAKDengan bertambahnya usia, jaringan tubuh secara bertahap kehilangan kemampuan untuk menjalankan fungsinya, sehingga tidak dapat bertahan terhadap benda asing seperti mikroorganisme dan juga kehilangan kemampuan untuk memperbaiki jaringan yang rusak. Proses ini dikenal sebagai penuaan. Salah satu penyakit degeneratif yang dewasa ini rentan menyerang lansia adalah Diabetes Melitus. Cara yang dilakukan untuk mencegah terjadinya diabetes dapat dilakukan edukasi BIJAK (B: Beraktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari, I: Ingat untuk perbanyak makan buah dan sayur, J: Jangan merokok dan minum alkohol, A: Ayo tes gula darah secara teratur, K: Kelola stres). Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pemahaman lansia tentang diabetes melitus, penyebab, pencegahan, dan pentingnya gaya hidup sehat melalui edukasi serta pemeriksaan kadar gula darah pada lansia. Kegiatan dilaksanakan pada 13 November 2023 dengan jumlah lansia sebanyak 30 orang di komplek veteran RI, Cimahi Utara. Metode yang dilaksanakan meliputi: melakukan pretest, memberikan edukasi kesehatan, melakukan pemeriksaan kadar gula darah dan melakukan postest. Hasil pengabdian masyarakat didapatkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi BIJAK yaitu sebagian besar lansia sebanyak 53% memiliki pengetahuan kurang dan sebagian besar lansia yaitu sebanyak 93,3% memiliki pengetahuan baik; sebagian besar kadar gula darah lansia sebanyak 73,3% pada kategori normal. Kata Kunci: Diabetes Melitus, lansia, pencegahan, BIJA

    Pengaruh Aromaterapi Lavender Terhadap Derajat Insomnia Pada Remaja Putri di SMAN 1 Godean: The Effect of Lavender Aromatherapy on The Degree of Insomnia In Young Girls at SMAN 1 Godean

    No full text
    Insomnia is a situation when a person is unable to get adequate sleep, both in quantity and quality, with only short sleep situations, or difficulty sleeping. Sustained insomnia in adolescents can lead to a worsening quality of life and an increased risk of somatic, interpersonal, and psychiatric problems. Lavender aromatherapy can be used to reduce insomnia. Lavender contains linalool which has a calming effect and can induce a person to sleep. This research aims to determine the effect of lavender aromatherapy on the degree of insomnia in the young girls at SMAN 1 Godean. This research is a quasy-experiment with non equivalent control group design. The sample technique was purposive sampling with a total of 34 respondents divided into the experimental group and the control group of 17 respondents. The research instrument used KSPBJ-IRS and observation sheet. Statistical analysis using Wilcoxon test and Mann Whitney U test. The results of the Wilcoxon test in the experimental group obtained a p-value of 0.002 (<0.05) and control group obtained a p-value of 1,000 (>0,05). The results of the Mann Whitney U test obtained a p-value of 0.002 (<0.05). The conclusion is that there is an effect of lavender aromatherapy on the degree of insomnia in young girls at SMAN 1 Godean. Insomnia merupakan situasi saat seseorang tidak mampu memperoleh tidur yang memadai, baik kuantitas maupun kualitas, dengan situasi tidur yang hanya sebentar, atau susah tidur. Insomnia berkelanjutan pada remaja dapat menyebabkan kualitas hidup yang memburuk dan peningkatan risiko masalah somatik, interpersonal, dan psikiatri. Aromaterapi lavender dapat dimanfaatkan untuk mengurangi insomnia. Lavender mengandung linalool yang memiliki efek menenangkan dan dapat menghantarkan seseorang untuk tidur. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh aromaterapi levender terhadap derajat insomnia pada remaja putri di SMAN 1 Godean. Desain penelitian quasy experiment with non equivalent control group design. Metode sampling secara purposive sampling dengan total 34 responden, terbagi dalam kelompok eksperimen dan kontrol sejumlah 17 responden. Instrumen penelitian menggunakan KSPBJ-IRS dan lembar observasi. Analisis data dengan uji Wilcoxon dan Mann Whitney U. Hasil uji Wilcoxon pada kelompok eksperimen didapatkan nilai p-value sebesar 0,002 (< 0,05) dan pada kelompok kontrol didapatkan p-value 1,000 (>0,05). Hasil uji Mann Whitney U didapatkan nilai p-value 0,002 (<0,05). Kesimpulannya ada pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap derajat insomnia pada remaja putri di SMAN 1 Godean

    Analisis Implementasi Program Poned Dalam Penurunan Angka Kematian Ibu di UPTD Puskesmas Patani: Analysis of Poned Program Implementation in the Decrease in Maternal Mortality in UPTD Puskesmas Patani

    No full text
    The maternal mortality rate in North Maluku was 255 per 100,000 live births in 2022, higher than the SDG target of 70. Main causes included hemorrhage (21. 14%), hypertension (26. 34%), and infections (2. 76%). Most deaths happened postpartum (60. 90%). This study used a phenomenological approach with informants from the Head of the Health Office, Head of TU, Doctors, Nurses, Midwives, and postpartum womenThe study aimed to evaluate how well policies work, examine challenges in human resources and communication, and understand the traits and views of program implementers. Results should enhance program execution to lower Maternal Mortality Rate (MMR) at UPTD Puskesmas Patani using Van Meter Van Horn theory. The research used in-depth interview guidelines about PONED implementation. It found that: 1. Standards and policy objectives are implemented. 2. Human resources are below standard. 3. Communication between organizations is poor. 4. Implementing agent characteristics are good. 5. Implementer attitudes are good. 6. The environment is good. Implementation of the PONED program at the UPTD Puskesmas Patani according to Van Meter Van Horn's theory to reduce maternal mortality rates (MMR) has gone well in 4 elements: standards, measures, targets, and policy objectives; characteristics of implementing agents; attitudes of implementers; and the social, economic, and political environment. However, 2 elements, namely human resources and communication between organizational characteristics, have not gone well. This study should focus on the implementation of the PONED program and more in-depth exploration of the patient referral process in emergencies.Angka Kematian Ibu di Maluku Utara mencapai 255 per 100. 000 kelahiran hidup pada tahun 2022, melebihi target SDG 70 per 100. 000. Penyebab utama kematian ibu adalah Perdarahan (21,14%), Hipertensi (26,34%), Infeksi (2,76%), Gangguan sistem peredaran darah (9,27%), dan faktor lainnya (40,49%). Kematian maternal terjadi 60,90% saat nifas, 26,33% saat hamil, dan 12,76% saat persalinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan informan Kepala Dinas Kesehatan, Kepala TU, Dokter, Perawat, Bidan, dan ibu nifas. Tujuan penelitian ini adalah menilai efektivitas kebijakan, mengeksplorasi tantangan sumber daya manusia dan komunikasi, serta mengidentifikasi karakteristik dan sikap pelaksana program. Hasil diharapkan dapat meningkatkan implementasi program untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) di UPTD Puskesmas Patani berdasarkan teori Van Meter Van Horn. Instrumen penelitian menggunakan pedoman wawancara mendalam terkait pelaksanaan PONED. Berdasarkan 6 unsur dari teori tersebut, ditemukan bahwa: 1. Unsur standar dan tujuan kebijakan sudah berjalan. 2. Sumber daya manusia belum sesuai standar. 3. Komunikasi antar organisasi belum baik. 4. Karakteristik agen pelaksana sudah baik. 5. Sikap pelaksana sudah baik. 6. Lingkungan sosial, ekonomi, dan politik sudah baik. Implementasi program PONED di UPTD Puskesmas Patani sesuai teori Van Meter Van Horn untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) sudah baik dalam 4 unsur: standar, ukuran, sasaran, dan tujuan kebijakan; karakteristik agen pelaksana; sikap pada pelaksana; dan lingkungan sosial, ekonomi, dan politik. Namun, 2 unsur yaitu sumber daya manusia dan komunikasi antar uni karakter organisasi belum berjalan baik. Penelitian ini sebaiknya fokus pada implementasi program PONED dan eksplorasi lebih mendalam tentang proses rujukan pasien dalam kegawatdaruratan

    Identifikasi Kualitas Hidup Pada Balita dengan Stunting di Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin : Identification of Quality of Life in Toddlers with Stunting at the Pekauman Community Health Center, Banjarmasin City

    No full text
    Stunting is a malnutrition problem that continues to occur, South Kalimantan is ranked 9th with a prevalence exceeding the national figure. The aim is to determine the quality of life of stunted toddlers at the Pekauman Community Health Center, Banjarmasin City. Descriptive research design. Sample of 30 stunted child respondents using purposive sampling technique. Data collection used the PedsQL questionnaire. The variables studied are quality of life based on physical, emotional, social and school function. Univariate analysis uses mean, median and mode values. Quality of life for physical function (63.3%) was in the good category, mean 78.02. Quality of life for emotional function (56.7%) was in the poor category, mean 67.83. Quality of life for social function (70%) is in the good category, mean 91.00. Quality of life for school functioning (100%) is in the good category, mean 100.00. The results showed that the quality of life with 3 functions was in the good category (59.3%) with a mean value of 77.05. The results of the psychosocial assessment were in the poor category (53.3%) with a mean of 79.41. The conclusion is that the quality of life of stunted toddlers is in the good category. The research contribution is as information for parents that their role is needed in children's growth and development and can be used as discussion material for education regarding regulating the nutritional content of each portion of food for stunted children.Stunting merupakan permasalahan gizi kurang yang terus terjadi, kalimantan Selatan menduduki peringkat 9 dengan prevalensi melebihi angka nasional. Tujuannya mengetahui kualitas hidup balita stunting di Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin. Desain penelitian deskriptif. Sampel 30 responden anak stunting dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner PedsQL. Variabel yang diteliti mengenai kualitas hidup berdasarkan fungsi fisik, emosi, sosial serta sekolah. Analisis univariat menggunakan nilai mean, median dan modus. Kualitas hidup fungsi fisik (63.3%) kategori baik, mean 78.02. Kualitas hidup fungsi emosi (56.7%) kategori buruk, mean 67.83. Kualitas hidup fungsi sosial (70%) kategori baik, mean 91.00. Kualitas hidup fungsi sekolah (100%) kategori baik, mean 100.00. Hasil penelitian menunjukkan kualitas hidup dengan 3 fungsi memiliki kategori baik (59.3%) nilai mean 77.05. Hasil penilaian psikososial memiliki kategori buruk (53.3%) mean 79.41. Kesimpulan kualitas hidup balita stunting memiliki kategori baik. Kontribusi penelitian sebagai informasi bagi orang tua bahwa perannya dibutuhkan dalam tumbuh kembang anak serta bisa dijadikan bahan diskusi untuk penyuluhan mengenai pengaturan kandungan nutrisi setiap porsi makan anak stunting

    Program Edukasi Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Ibu Tentang Stimulasi Tumbuh Kembang Bayi: Educational Program as an Effort to Increase Mothers’ Knowledge About Infant Growth and Development Stimulation

    No full text
    Often parents do not realize when their children experience delays in growth and development. Children's development and growth will be optimal if parents are able to provide stimulation but in reality, mothers' knowledge about stimulation is still low.  The purpose of community service carried out by the team in Malabero Village, Bengkulu City is to measure mothers' knowledge before and after being given health education interventions about growth and development stimulation and to provide education and demonstrations of stimulation that mothers can apply to their children. The participants who attended this activity were 30 people. This activity began with the team conducting a pre-test by distributing questionnaires to participants, then providing education and demonstrations, then evaluating the results of the intervention by distributing questionnaires back to participants for the post-test results. The results obtained were 100% of the invited participants attended with their babies and toddlers and the average difference in knowledge before and after the health education intervention on growth and development stimulation was 3.4. This activity proves that an applicable educational approach accompanied by demonstrations can increase participants' knowledge. Thus, educational and demonstration activities like this can be an important basis for the development of similar health promotion programs in other areas to support efforts to prevent delays in child growth and development and optimize growth and development from an early age. And health education about babies and toddlers should be carried out periodically in Malabero Village. Keywords: Stimulation, Growth and Development, Knowledge, MotherSeringkali orang tua tidak menyadari ketika anaknya mengalami keterlambatan dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Perkembangan dan pertumbuhan anak akan optimal jika orang tua mampu memberikan stimulasi. Tetapi, nyatanya pengetahuan ibu tentang stimulasi masih rendah. Tujuan dari pengabdian masyarakat yang dilakukan tim di Kelurahan Malabero Kota Bengkulu yaitu untuk mengukur pengetahuan ibu sebelum dan sesudah diberikan intervensi edukasi kesehatan tentang stimulasi tumbuh kembang dan memberikan edukasi serta demonstrasi stimulasi yang dapat diterapkan oleh ibu untuk anak. Peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 30 orang. Kegiatan ini diawali dengan tim melakukan pre test dengan cara membagikan kuisioner kepada peserta selanjutnya memberikan edukasi dan demonstrasi lalu mengevaluasi hasil intervensi dengan cara membagikan kuisioner kembali kepada peserta untuk hasil post test. Hasil yang didapatkan yaitu 100% peserta yang diundang hadir dengan membawa bayi dan balitanya dan didapatkan nilai selisih rata-rata anatara pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi edukasi kesehatan tentang stimulasi tumbuh kembang sebesar 3,4. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan edukatif yang aplikatif disertai demonstrasi mampu meningkatkan pengetahuan peserta. Dengan demikian kegiatan edukasi dan demonstasi seperti ini dapat menjadi dasar penting bagi pengembangan program promosi kesehatan serupa di wilayah lain guna mendukung upaya pencegahan keterlambatan perkembangan anak dan optimalisasi tumbuh kembang sejak dini. Dan hendaknya edukasi kesehatan mengenai bayi serta balita dapat dilakukan secara berkala di Kelurahan Malabero. Kata kunci: Stimulasi, Tumbuh Kembang, Pengetahuan, Ib

    201

    full texts

    272

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    OJS STIKES Guna Bangsa Yogyakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇