OJS STIKES Guna Bangsa Yogyakarta
Not a member yet
    272 research outputs found

    Program Inovasi “Dekating Nule” (Gerakan Pemberdayaan, Kader Peduli Stunting dengan kreasi Nugget Lele) untuk meningkatkan pengetahuan Kader Sebagai Upaya Pencegahan Stunting: “Dekating Nule” Innovation Program (Empowerment Movement of Stunting-Aware Cadres through Catfish Nugget Creation) to Enhance Cadre Knowledge as a Stunting Prevention Effort

    No full text
    This community service activity, titled “Dekating Nule Innovation Program” (Empowerment Movement of Stunting-Aware Cadres through Catfish Nugget Creation), was aimed at 20 posyandu (integrated health service post) cadres. The program aimed to enhance the knowledge of health cadres in Sudirejo II Subdistrict regarding the nutritional content of catfish, which is highly beneficial in preventing stunting. The activity also introduced a practical method of processing catfish—an affordable and nutritious source of protein-into nuggets, a food form that is generally well-liked by children. Following the implementation of this program, participants were expected to have an improved understanding of catfish nutrition and how to prepare it into child-friendly meals. They would then be able to disseminate this information to mothers in Sudirejo II who have young children, thereby raising awareness of the benefits of catfish consumption. Ultimately, this knowledge enhancement among cadres is intended to contribute to reducing stunting cases among children in the area. Keywords: Stunting Care Cadres, Catfish Nuggets, Stunting PreventionKegiatan Pengabdian Masyarakat dengan judul “Program Inovasi “Dekating Nule” (Gerakan Pemberdayaan, Kader Peduli Stunting dengan kreasi Nugget Lele) untuk meningkatkan pengetahuan Kader Sebagai Upaya Pencegahan Stunting” dengan sasaran 20 kader posyandu. Kegiatan “Program Inovasi “Dekating Nule” (Gerakan Pemberdayaan Kader Peduli Stunting dengan Kreasi Nugget Lele untuk meningkatkan pengetahuan Kader Sebagai Upaya Pencegahan Stunting” memberikan pengetahuan kepada kader kesehatan kelurahan sudirejo II mengenai kandungan dari ikan lele yang sangat bermanfaat untuk mencegah stunting serta cara mengolah ikan lele yang memiliki harga yang cukup terjangkau menjadi nugget yang pada umumnya disukai oleh anak-anak. Setelah Kegiatan dilaksanakan peserta dapat meningkatkan pengetahuan dan memberikan informasi kepada Ibu di kelurahan sudirejo II yang memiliki anak kecil agar dapat mengetahui kandungan ikan lele serta mengolahnya menjadi nugget sehingga pengetahuan kader meningkat dan anak-anak di kelurahan Sudirejo II terbebas dari masalah stunting. Kata kunci: Kader Peduli Stunting, Nugget Lele, Pencegahan Stuntin

    The Effectiveness of Feet Soak With Warm Water and Feet Massage on Blood Pressure Reduction in Pregnant Women with hypertension: Efektivitas Rendam Kaki Dengan Air Hangat dan Pijat Kaki Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Ibu Hamil Dengan Hipertensi

    Full text link
    Preeclampsia in Indonesia is around 3.8-8.5%, being the cause of high maternal mortality by 24%. (Depkes RI, 2015). Karawang District Health Office reports 31.1% of maternal deaths in this district are due to preeclampsia. This study aims to prove that foot both with warm water and foot massage are effective in reducing blood pressure in preeclampsia mothers. The study design used RCT. The research sample was 40 people divided into 4 groups: 10 people for foot soak intervention, 10 people for massage intervention, 10 people for foot bath and foot massage and 10 people in the control group. It was proven that the three interventions were effective in reducing hypertension in preeclampsia mothers, the highest average decrease in systolic 12.2 mmHg on the combined intervention, p-value 0.005, the lowest 8.2mmhg on foot massage intervention p-value 0.004, on the foot both group and massage group a p-value of 0.004. On day 5 of the foot both intervention a p-value of 0.005. The highest mean diastolic decrease was 8mmhg in the combined intervention a p-value of 0.005. The lowest decrease was 2.8mmhg on foot soak with warm water a p-value of 0.011. The statistical test results of the average decrease in blood pressure were all significant (p<0.05). The combined intervention of soaking and foot massage proved to be more effective than the intervention of soaking foot or foot massage.Preeklamsi di Indonesia sekitar 3,8-8,5%, menjadi penyebab kematian ibu sebesar 24%. (Depkes RI, 2015). Laporan dinas kesehatan Kabupaten Karawang bahwa kematian ibu 31,1% disebabkan preeklamsi. Penelitian bertujuan untuk membuktikan rendam kaki dengan air hangat dan pijat kaki efektif membantu penurunan tekanan darah ibu preeklamsi. Desain.penelitian menggunakan randomized controlled trial. Populasi:.52 orang. Sampel penelitian.40 orang dibagi 4 kelompok: 10 intervensi rendam kaki, 10 intervensi pijat,.10 rendam kaki dan pijat kaki dan 10 kelompok kontrol. Terbukti.tiga.intervensi.efektif.menurunkan.hipertensi.ibu.preeklamsi, rata-rata penurunan sistol tertinggi 12,2mmhg pada intervensi gabungan hari ke 2 nilai p-value 0,005, terendah 8,2mmhg pada intervensi pijat kaki pada hari ke 1 dengan p-value 0,004, pada hari ke 3 kelompok rendam kaki dan kelompoki pijat dengan p-value 0,004. Hari ke 5 pada intervensi rendam kaki dengan p-value 0,005. Rata-rata penurunan diastol tertinggi 8mmhg pada intervensi gabungan pada hari ke 1 dengan p-value 0,005. Penurunan.terendah 2,8mmhg pada rendam kaki dengan air hangat pada hari ke 5 dengan p-value 0,011. Hasil.uji statistik rata-rata penurunan tekanan darah semua bermakna dengan (p<0,05). Intervensi gabungan rendam dan pijat kaki terbukti lebih efektif dari pada intervensi tunggal rendam kaki dengan air hangat atau pijat kaki

    Pendidikan Kesehatan Tentang Kanker Serviks dan Payudara Serta Pemeriksaan Iva Dan Sadari Pada Wanita Usia Subur: Education About Cervic And Breast Cancer as Well as Iva and Breast Examination in Women of Reproductive Age

    No full text
    The cancers that have the highest contribution to Indonesian women are cervical and breast cancer. Cervical cancer is in second place and breast cancer is in third place. It is known that nationally the behavior of women of childbearing age is still low in carrying out VIA and BSE examinations. From the data it was found that only 8.3% of women aged 30-50 years carried out early examinations for cervical cancer using the Acetic Acid Visual Inspection method (IVA test) and breast cancer using Self-Examine Your Breasts (BSE). The aim of this activity is that after providing outreach regarding cervical and breast cancer health education, there will be an increase in knowledge of women of childbearing age and increase awareness of checking and detecting cervical and breast cancer early. The method used is providing health education information with counseling to increase knowledge of women of childbearing age about cervical and breast cancer as well as VIA and BSE examinations through lectures, giving leaflets, discussions and questions and answers then carrying out examination simulations followed by direct examination of women of childbearing age with The hope is that awareness will arise of the importance of early detection in order to increase the recovery rate and higher life expectancy as well as improve the level of health in Indonesia.Kanker yang memiliki kontribusi tertinggi pada perempuan Indonesia adalah kanker serviks dan payudara. Kanker serviks menempati posisi kedua dan posisi ke tiga kanker payudara. Diketahui secara nasional perilaku wanita usia subur masih rendah untuk melakukan pemeriksaan IVA dan SADARI dari data didapatkan hanya sebanyak 8,3% perempuan usia 30-50 tahun yang melakukan pemeriksaan dini kanker serviks melalui metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA test) dan kanker payudara dengan Periksa Payudara Sendiri (SADARI). Tujuan kegiatan ini diharapkan setelah dilakukan penyuluhan mengenai pendidikan kesehatan kanker serviks dan payudara terdapat peningkatan pengetahuan wanita usia subur serta meningkatkan kesadaran untuk memeriksakan dan mendeteksi secara dini kanker serviks dan payudara. Metode yang dilakukan adalah pemberian informasi pendidikan kesehatan dengan penyuluhan dalam meningkatkan pengetahuan pada wanita usia subur tentang kanker serviks dan payudara serta pemeriksaan IVA dan SADARI melalui ceramah, pemberian leaflet, diskusi dan tanya jawab kemudian dilakukan simulasi pemeriksaan lalu dilanjutkan pemeriksaan langsung kepada wanita usia subur dengan harapan timbulnya kesadaran pentingnya deteksi dini agar dapat meningkatkan angka kesembuhan dan harapan hidup yang lebih tinggi serta meningkatkan derajat kesehatan di Indonesia

    Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual pada Remaja di SMP Negeri Satap Konawe Selatan: Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual pada Remaja di SMP Negeri Satap Konawe Selatan

    No full text
    The era of disruption has significantly influenced adolescent behavior in Indonesia, particularly regarding sexual violence. This issue leads to physical and psychological suffering, including reproductive health disorders, and diminishes the opportunity for safe and optimal education. In 2021, there were 11,952 cases of sexual violence against children, with 7,004 reported. In Southeast Sulawesi, 240 cases were recorded in 2020, with 35 more by May 2022. Southern Konawe district saw 13 cases. Notably, there was no education on sexual violence at SMP Negeri Satap Konawe Selatan, prompting the lecturer team to conduct community service through socialization. This activity at SMP 2 Satap involved 70 students, aiming to increase adolescent knowledge about sexual violence and establish cross-sectoral partnerships in health, supporting the Ministry of Education and Culture's strategy for a healthy and smart generation. The program used lectures, discussions, and evaluations with pre- and post-tests. Results showed an increase in prevention knowledge from 30% to 79% and understanding of case handling from 20% to 75%, alongside positive feedback from the teacher council. Building a healthy and safe school environment fosters student independence, emphasizing the importance of the Prevention and Handling of Sexual Violence (PPKS). Religion and family also play crucial roles in securing a bright future for adolescents.Era disrupsi saat ini mengalami dampak pada perubahan perilaku remaja yang menjadi salah satu permasalahan di Indonesia sehubungan dengan kekerasan seksual, sehingga berimplikasi terhadap penderitaan pisik dan psikis termasuk gangguan kesehatan reproduksi serta hilangnya kesempatan melaksanakan pendidikan dengan aman dan optimal. Jumlah kekerasan seksual terhadap anak sepanjang tahun 2021 mencapai 11.952 (58,6%) atau 7.004 kasus dilaporkan, sedangkan kekerasan seksual pada anak di Sulawesi Tenggara tahun 2020 berjumlah 240 kasus dan sampai mei 2022 bertambah 35 kasus. Khusus di kabupaten Konawe selatan terdapat 13 kasus. Berdasarkan informasi kunjungan awal belum ada edukasi mengenai kekerasan seksual pada Remaja di SMP Negeri Satap Konawe Selatan, sehingga tim dosen tertarik untuk melaksanakan pengabdian masyarakat dalam bentuk sosialisasi berkaitan dengan kekerasan seksual. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di SMP 2 Satap dengan jumlah responden 70 siswa. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan remaja sehubungan dengan kekerasan seksual dan membangun mitra lintas program dan sektoral bidang kesehatan sebagai bentuk akseselasi dan dukungan pada strategi Kemdikbudristek dalam menciptakan generasi remaja sehat dan cerdas. Metode ceramah sebagai langkah awal pelaksanan, selanjutnya diskusi dan evaluasi menggunakan format pre dan post tes. Berdasarkan hasil terdapatpeningkatan pengetahuan dalam pencegahan yang sebelumnya 30% menjadi 79% dan pemahaman pada penanganan kasus yang tepat, dari 20% menjadi 75% disertai respon positif dewan guru. Membangun lingkungan sekolah yang sehat dan aman merupakan potensi kemerdekaan pelajar. Oleh karena itu Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) sangat penting. Peran agama dan keluarga dibutuhkan demi masa depan remaja yang cemerlang

    Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa di Desa Cijagang, Kecamatan Cikalong Kulon, Cianjur, Jawa Barat: Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa di Desa Cijagang, Kecamatan Cikalong Kulon, Cianjur, Jawa Barat

    No full text
    This This community service aims to describe the practices of community social workers in dealing with the lack of understanding of the Cijagang village community towards people with mental disorders. This community service was carried out in the Cijagang village area, Cikalong Kulon subdistrict, Cianjur, West Java. The method used in this community service is a macro social work approach with three stages, namely, the initial stage, which includes social initiation, at this stage the author carries out home visits, transect walks, and community involvement, social organizing is carried out. together with village officials such as RT, RW, hamlet heads, and PKK members, social assessments, which at this stage are carried out using macro social work technology, namely Methodology Participatory Assessment (MPA), and social planning are planned using focus group discussion techniques (FGD). Then the second stage is implementing the intervention in the form of providing outreach to residents, and the final stage which includes evaluation and termination by holding a workshop to explain the activities carried out and say goodbye. The results of this community service can be seen through the average pretest posttest score. In the pretest results, the average knowledge of the community regarding handling people with mental disorders was 67.36 and the average posttest showed an increase in knowledge to 76.84. The conclusion of community service is that there has been an increase in knowledge in the community regarding the treatment of people with mental disorders after providing socialization regarding the treatment of people with mental disorders.Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menggambarkan praktik pekerja sosial masyarakat dalam menangani kurangnya pemahaman masyarakat desa Cijagang terhadap orang dengan gangguan jiwa. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di wilayah desa Cijagang kecamatan Cikalong Kulon, Cianjur, Jawa Barat. Metode yang digunakan pada pengabdian masyarakat ini adalah pendekatan pekerjaan sosial makro dengan tiga tahapan di dalamnya yaitu, tahap awal yang mana pada tahap awal mencakup inisiasi sosial yang mana pada tahap ini penulis melakukan homevisit, transect walk, dan community involvement, pengorganisasian sosial yang dilakukan bersama dengan aparat desa seperti RT, RW, kepala dusun, dan anggota PKK, assesment sosial yang mana pada tahap ini di lakukan assesment menggunakan teknologi pekerjaan sosial makro yaitu Methodology Parcipatory Assesment (MPA) , dan perencanaan sosial yang direncanakan menggunakan teknik focus group disscusion (FGD). Kemudian tahap kedua yaitu pelaksanaan intervensi berupa pemberian sosialisasi kepada warga, dan tahap akhiran yang mencakup evaluasi dan terminasi dengan mengadakan lokakarya guna memaparkan kegiatan yang dilakukan dan menyampaikan salam perpisahan. hasil dari pengabdian masyarakat ini dapat dilihat melalui rata rata nilai pretest posttest. Pada hasil pretest rata rata pengetahuan masyarakat terkait penanganan orang dengan gangguan jiwa adalah 67,36 dan rata rata posttestnya menunjukkan penaikkan pengetahuan menjadi 76,84. Kesimpulan dari Pengabdian masyarakat adalah terjadinya peningkatan pengetahuan di masyarakat akan penanganan orang dengan gangguan jiwa setelah dilakukan pemberian sosialisasi tentang penanganan orang dengan gangguan jiw

    Pelatihan Pembuatan Produk Ekstrak Rimpang Instan dan Mie Organik Bersama Remaja Guna Meningkatkan Perekonomian Desa Jipurapah: Pelatihan Pembuatan Produk Ekstrak Rimpang Instan dan Mie Organik Bersama Remaja Guna Meningkatkan Perekonomian Desa Jipurapah

    No full text
    Jipurapah Village is rich in rhizome plants such as temulawak, turmeric, and lempuyang which are underutilized. The MERETAS ASA community service activity was carried out in Jipurapah Village, Plandaan District, Jombang Regency, which aims to increase knowledge for teenagers about processing rhizome plants that grow around the village and improve the village economy to be better by utilizing plants in Jipurapah Village, this community service invites Jipurapah teenagers to make an innovative product. The method used in the MERETAS ASA activity is product manufacturing training with the community, especially teenage girls. This service is carried out as one of the village programs to provide empowerment to teenage girls and cadre mothers in Jipurapah Hamlet to utilize the results of rhizome plants (Temulawak, Lempuyang, and Turmeric) as well as cassava and spinach plants. As a result of the service, the community can process natural resources from raw into instant products ready for consumption. Products that have been processed can be sold to improve the community's economy.Desa Jipurapah kaya dengan adanya tanaman rimpang seperti temulawak, kunyit, dan lempuyang yang kurang dimanfaatkan dengan baik. Kegiatan pengabdian masyarakat MERETAS ASA ini dilakukan di Desa Jipurapah Kecamatan Plandaan Kabupaten Jombang yang bertujuan untuk menambah ilmu kepada remaja tentang pengolahan tanaman rimpang yang tumbuh di sekitar desa serta meningkatkan perekonomian desa menjadi lebih baik lagi dengan memanfaatkan tanaman yang ada pada desa Jipurapah, pengabdian masyarakat ini mengajak remaja Jipurapah untuk membuat sebuah produk yang inovatif. Metode yang digunakan dalam kegiatan MERETAS ASA adalah pelatihan pembuatan produk dengan masyarakat khususnya remaja perempuan. Pengabdian ini dilaksanakan sebagai salah satu program desa untuk memberikan pemberdayaan kepada remaja perempuan dan ibu kader di dusun Jipurapah untuk memanfaatkan hasil tanaman rimpang (Temulawak, Lempuyang, Dan Kunyit) serta hasil tanaman ketela pohon dan bayam. Hasil dari pengabdian, masyarakat dapat mengolah sumber daya alam dari mentah menjadi produk instan siap konsumsi. Produk yang telah di olah dapat diperjualkan guna meningkatkan perekonomian masyarakat

    Perancangan Sistem Diagnosis Kesehatan Manusia Melalui Screening Digital Berbasis Desktop Application Menggunakan Metode Forward Chaining dan Neural Network: Design of a Human Health Diagnosis System Through Desktop Application-Based Digital Screening Using Forward Chaining and Neural Network Methods

    No full text
    The problem of hospital services, one of which is queuing, is important because it affects hospital productivity. Hospital queues can be caused by the large number of patients and the length of patient treatment. According to the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 30 of 2022, the standard of patient satisfaction with health services must reach ≥ 90% where one of the indicators is the long waiting time. Long waiting times or queues can cause medical services to be less than optimal, especially for patients who have emergency complaints (Prabowo, 2019). Therefore, to increase the productivity of hospital services, a human health diagnosis system is designed through a desktop application-based digital screening using the forward chaining and neural network methods to make it easier for doctors to diagnose patient diseases. This innovation is also equipped with severity detection and treatment recommendations for patients. The purpose of this study is to create a knowledge model that can predict patient disease. The results of this study were obtained that the accuracy of testing the diagnosis of patient disease reached 86.6% with the functional ability of the designed diagnostic application to function 100%. With this innovation, the diagnosis of symptoms of human disease can be carried out precisely and precisely so that hospital productivity and health status in every community in Indonesia increase.Masalah pelayanan rumah sakit salah satunya antrian merupakan hal yang penting karena mempengaruhi produktivitas rumah sakit. Atrian rumah sakit dapat disebabkan karena banyaknya pasien serta lamanya penanganan pasien. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor  30 Tahun 2022, standar kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan harus mencapai ≥ 90 % dimana salah satu indikatornya yaitu lama waktu tunggu. Lamanya waktu tunggu atau antrian dapat menyebabkan pelayanan medis menjadi kurang maksimal terutama pada pasien yang memiki keluhan darurat (Prabowo, 2019). Oleh karena itu, untuk meningkatkan produktivitas pelayanan rumah sakit dilakukan perancangan sistem diagnosis kesehatan manusia melalui screening digital berbasis desktop application menggunakan metode forward chaining dan neural network untuk memudahkan dokter dalam mendiagnosa penyakit pasien. Pada inovasi ini juga dilengkapi dengan deteksi tingkat keparahan dan rekomendasi pengobatan kepada pasien. Tujuan dari penelitian ini yaitu menciptakan model pengetahuan yang dapat memprediksi penyakit pasien. Hasil dari penelitian ini yaitu didapatkan tingkat akurasi pengujian diagnosis penyakit pasien mencapai 86,6% dengan kemampuan fungsional aplikasi diagnosis yang dirancang dapat berfungsi 100%. Dengan adanya inovasi ini, diagnosis gejala penyakit manusia dapat dilakukan secara tepat dan tepat sehingga produktivitas rumah sakit dan derajat kesehatan pada setiap masyarakat di Indonesia meningkat

    Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pendonor Darah: Service Quality On The Blood Donors Satisfaction

    No full text
    Service quality is action that plays an important role in a health service institution. This study aims to determine quality of donor selection and blood collection services on the satisfaction of blood donors in PMI Yogyakarta Special Region.  Type of research is quantitative research with a cross sectional approach. The population in this study is voluntary blood donors who donate blood at PMI and have met the criteria for donor selection and blood collection. Sampling is done by Accidental sampling technique. The study population is all voluntary blood donors who came to UDD PMI Sleman Regency and UDD PMI Kota in August 2023. The number of samples used in this study is 100 respondents. The data collection technique used study was using a questionnaire with a Likert scale. Data analysis techniques carried out using statistical test analysis using chi square. Based on the analysis of the data obtained, characteristics of male blood donors were obtained as many as 79 people (79%). The results of donor satisfaction were obtained 87 (87%) very satisfied, based on donor selection services 51 (51%) Appropriate and blood services 53 (53%) in accordance with donor satisfaction. The results of the chi-square test were obtained in donor selection obtained p-veliu results (0.002) < 0.05 and in the results of the chi-square test blood draw obtained p-veliu results (0.154) > 0.05.  means that blood donor satisfaction is influenced by the quality of donor selection services and donor satisfaction is not influenced by the quality of blood collection services.Kualitas pelayanan merupakan suatu tindakan yang memegang peran penting dalam suatu Instansi pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan seleksi donor dan pengambilan darah terhadap kepuasan pendonor darah di PMI Daerah Istimewa Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pendonor darah sukarela yang melakukan donor darah di PMI dan telah memenuhi kriteria seleksi donor dan pengambilan darah. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Accidental sampling. Populasi penelitian adalah seluruh pendonor darah sukarela yang datang di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Sleman dan UDD PMI Kota bulan agustus 2023. Dengan jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 100 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan kuesioner dengan skala likert. Teknik analisis data yang dilakukan menggunakan analisis uji statistik menggunakan chi square. Berdasarkan analisis data yang diperoleh didapatkan hasil karakteristik pendonor darah berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 79 orang (79%). Hasil kepuasan pendonor diperoleh hasil 87 (87%) sangat puas, berdasarkan pelayanan seleksi donor 51 (51%) Sesuai dan pelayanan darah 53 (53%) sesuai terhadap kepuasan pendonor. Hasil uji chi-square yaitu pada seleksi donor di dapatkan hasil p-veliu (0,002) < 0,05 dan pada hasil uji chi-square pengambilan darah didapatkan hasil p-veliu (0,154) > 0,05. Artinya kepuasan pendonor darah dipengaruhi terhadap kualitas pelayanan seleksi donor dan kepuasan pendonor tidak dipengaruhi oleh kualitas pelayanan pengambilan darah

    Penerapan Batuk Efektif Terhadap Peningkatan Saturasi Oksigen (SPO2) Pada TB Paru di Paru Center RSUD Ulin Banjarmasin: Application of Effective Cough on Increasing Oxygen Saturation (SPO2) on Patients with Tuberculosis at Paru Center RSUD Ulin Banjarmasin

    No full text
    Tuberculosis is an infectious disease caused by bacteria called Mycobacterium Tuberculosis which indicated by a few symptoms such as prolonged cough up to 2-3 weeks. However, a problem which usually occur is difficulty of excreting sputum and therefor, patients would experience difficulty of breathing which then resulting in decreasing oxygen saturation. After collecting secondary data of pressure ulcers at Paru Center RSUD Ulin Banjarmasin, it was found that there where 63 patients experiencing tuberculosis since April to June 2023. Identifying the application of effective cough on increasing oxygen saturation (SPO2) on patients with tuberculosis at RSUD Ulin Banjarmasin. This study used descriptive design. Sample on this study was selected using the total sampling technique. Data was collected using an observation sheet and the standard operating procedure of effective cough which was already provided at Paru Center. Before applicating the intervention, 2 patients had 95% of oxygen saturation, 5 patients with 96% oxygen saturation, 4 patients with 97% oxygen saturation, and 1 patient with 98% oxygen saturation. After the intervention was aplicated, 1 patient had 96% of oxygen saturation, 4 patients with 97% of oxygen saturation, 4 patients with 98% of oxygen saturation, and 3 patients had 99% of oxygen saturation. The lowest oxygen saturation before intervention was 95% and the highest oxygen saturation was 98%. However, after intervention, the lowest oxygen saturation was 96% and the highest oxygen saturation was 99%. It is expected for nurses to educate patients about effective cough according to the standard operating procedure.Tuberkulosis (TB paru) adalah penyakit infeksi diakibatkan oleh bakteri Mycobacterium tuberkulosis memiliki ciri umunya seperti batuk dalam waktu 2-3 minggu namun masalah yang sering terjadi kesulitan mengeluarkan dahak dan bisa terjadi sesak napas mengakibatkan saturasi oskigen menurun. Hasil studi pendahuluan di ruang Paru Center RSUD Ulin Banjarmasin pada bulan April-Juni 2023 sebanyak 63 orang. Mengidentifikasi penerapan batuk efektif terhadap peningkatan saturasi oksigen (SPO2) pada TB paru di RSUD Ulin Banjarmasin.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sampel berjumlah 12 orang dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan SOP batuk efektif yang sudah tersedia di ruang Paru Center. Nilai saturasi oksigen sebelum penerapan batuk efektif 95% sebanyak 2 orang, 96% sebanyak 5 orang, 97% sebanyak 4 orang, 98% sebanyak 1 orang. Nilai saturasi oksigen sesudah penerapan batuk efektif 96% sebanyak 1 orang, 97% sebanyak 4 orang 98% sebanyak 4 orang, 99% sebanyak 3 orang. Penerapan batuk efektif nilai saturasi oksigen terendah 95% dan tertinggi 98%, setelah dilakukan penerapan batuk efektif mengalami peningkatan nilai saturasi oksigen terrendah 96% dan tertinggi 99% diharapkan perawat untuk mengedukasi batuk efektif sesuai SO

    The Effect Of Stress and Optimism on Resilience for Parents with Children Leukemia at Ulin Hospital Banjarmasin: Pengaruh Stres dan Optimisme Terhadap Resilience pada Pada Orang Tua dengan Anak Penyandang Leukemia Di RSUD Ulin Banjarmasin

    Full text link
    Childhood Cancer is a life-threatening disease and the leading cause of child death in low- and middle-income countries. Families having children with cancer can have a negative impact on the well-being of parents. Long leukemia treatment has an impact on parents, therefore resilience is needed. Several factors affect resilience, namely stress and optimism. Knowing the relationship between stress and optimism on the resilience of mothers who have children with leukemia at Ulin Hospital, Banjarmasin. Analytical survey design and Cross-Sectional design. The sample is a mother who has 30 children with leukemia using a purposive sampling technique. The instrument uses a Stress Scale (PSS) questionnaire. Optimism uses the Life Orientation Test – Revised (LOT-R) questionnaire, resilience uses The Corner Davidson Resilience Questionnaire (CD-RISC) which has been tested for validity and reliability. Univariate data analysis was performed to determine the frequency and percentage, and bivariate was performed using Kalmogorov-Smirnov to determine the relationship between variables.Kanker Anak adalah penyakit yang mengancam jiwa dan penyebab utama kematian anak di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Keluarga yang memiliki anak dengan penyandang kanker dapat memiliki dampak negatif pada kesejahteraan orang tua. Pengobatan leukemia yang panjang mnyebabkan dampak bagi orang tua oleh karena itu dibutuhkan resiliensi, beberapa faktor yang mempengaruhi resiliensi yakni stres dan optimisme. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan stres dan optimisme terhadap resilience ibu yang memiliki anak penyandang leukemia di RSUD Ulin Banjarmasin. Desain survei analitik dan rancangan Cros-Sectional. Sampel adalah Ibu memiliki anak penyandang leukemia berjumlah 30 dengan teknik purposive sampling. Instrumen menggunakan kuesiner Stress Scale (PSS). Optimisme menggunakan kuesioner Life Orientation Test – Revised (LOT-R), Resiliensi menggunakan The Corner Davidson Resilience Questionnaire (CD-RISC) yang telah teruji validitas dan reabilitas. Analisis data univariat dilakukan untuk mengetahui frekuensi dan presentase, dan bivariat dilakukan menggunakan Kalmogorov-Smirnov untuk mengetahui hubungan antar variabel.&nbsp

    201

    full texts

    272

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    OJS STIKES Guna Bangsa Yogyakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇