OJS STIKES Guna Bangsa Yogyakarta
Not a member yet
    272 research outputs found

    The Effect of Leadership Head of Nurse on Career Development Nurse in The Hospital Inpatient Room Rsud. Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin: Pengaruh Kepemimpinan Kepala Ruangan terhadap Pengembangan Karir Perawat di Ruang Rawat Inap Rsud Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin

    Full text link
    Leadership is a process of influencing and directing group members to carry out their duties. Apart from that, leaders are expected not only to give orders to employees, but also to increase their employees' motivation to work. The leadership of the head of the room has a strong influence on the career development of nurses, where a leader or head of the room serves as a provider of instructions to his employees. The head of the room is someone who is given the authority or responsibility to organize and control nursing activities in the ward. Career development must include work performance, work motivation, commitment, discipline, and must be supported by the leader. Knowing how the influence of the head of the room's leadership on the career development of nurses in the inpatient room of RSUD. Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin.  This study uses quantitative methods with cross sectional design. The sample size was 33 respondents with total sampling technique. The data analyzed was using the spearman rank test with a value of p=0.843. The results of the bivariate analysis using the spearman rank test obtained a value of P = 0.843 which means greater than (>0.05), therefore it is stated that there is no effect of the leadership of the head of the cave. There is no influence of the head of the room's leadership on the career development of nurses in the RSUD inpatient room. Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin.Kepemimpinan adalah suatu proses untuk mempengaruhi dan mengarahkan anggota kelompok untuk melaksanakan tugasnya, selain itu pemimpin diharapkan tidak hanya memberikan perintah kepada karyawan, namun juga bisa meningkatkan motivasi karyawannya untuk bekerja. Kepemimpinan kepala ruangan mempunyai pengaruh kuat terhadap pengembangan karir perawat yang dimana seorang pemimpin atau kepala ruangan bertugas sebagai pemberi instruksi kepada karyawan nya. Kepala ruangan merupakan seseorang yang diberikan wewenang atau tanggung jawab untuk mengatur dan mengendalikan kegiatan keperawatan di Ruang Rawat. Pengembangan karir merupakan cara bagi karyawan untuk meningkatkan kinerjanya hal ini dilakukan secara terus menerus agar perusahaan mendapatkan apresiasi dan promosi. Pengembangan karir harus mempunyai prestasi kerja, motivasi kerja, komitmen, kedisplinan, dan harus didukung oleh pemimpinnya. Mengetahui bagaimana pengaruh kepemimpinan kepala ruangan terhadap pengembangan karir perawat di ruang rawat inap RSUD. Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin. Penelitian ini mengunakan metode kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel 33 responden dengan teknik total sampling. Data yang dianalisisi adalah mengunakan uji spearman rank dengan nilai p=0,843. Hasil dari analisi bivariat mengunakan uji spearman rank didapatkan nilai P=0,843 yang bearti lebih besar dari (>0,05) maka dari itu dinyatakan tidak ada pengaruh kepemimpinan kepala ruangan terhadap pengembangan karir perawat di ruang rawat inap RSUD. Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin. Tidak ada pengaruh kepemimpinan kepala ruangan terhadap pengembangan karir perawat di ruang rawat inap RSUD. Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin

    Edukasi Penanganan Fraktur Ekstremitas Untuk Pasien di Semarang RSD K.R.M.T Wongsonegoro: Extremity Fracture Handling Education for Patients at Semarang City Hospital

    No full text
    There are some people who still have no idea how to properly treat fractures in the modern era. or contemporarily using the latest technology. One way to handle fractures that uses radiology technology. The aim of this community service is to increase knowledge about fracture management. Methods This community service involved demonstration and distribution of questionnaires. This was followed by distributing leaflets to provide a summary of the material. With 20 participants, the community service was conducted on June 12-13, 2023. The background of the counseling participants consisted of families of patients from various age groups and genders. The results showed that almost 95 percent of the participants had insufficient knowledge about the types of fracture treatment with a good knowledge category. In contrast, the results after demonstration, leaflet, and questionnaire refilling showed that almost 95 percent of the participants did not understand about fracture management with poor knowledge category. It can be concluded that this activity is expected to provide new knowledge to patients and their families and improve services at Semarang City Hospital.Ada beberapa orang yang masih belum tahu cara mengatasi fraktur dengan benar di era modern. atau secara kontemporer menggunakan teknologi terbaru. Salah satu cara untuk menangani fraktur yang menggunakan teknologi radiologi. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang penanganan fraktur. Pengabdian masyarakat ini melibatkan demonstrasi dan pembagian kuesioner. Kemudian dilanjutkan dengan membagi leaflet untuk memberikan ringkasan materi. Dengan peserta 20 orang, pengabdian masyarakat dilakukan pada 12-13 Juni 2023. Latar belakang peserta penyuluhan yang terdiri dari keluarga pasien dari berbagai kelompok umur dan jenis kelamin. Hasil menunjukkan bahwa hampir 95 persen peserta kegiatan memiliki pengetahuan kurang tentang jenis penanganan fraktur dengan kategori pengetahuan baik. Sebaliknya, hasil setelah demonstrasi, leaflet, dan pengisian kembali kuesioner menunjukkan bahwa hampir 95 persen peserta kegiatan tidak paham tentang penaganan fraktur dengan kategori pengetahuan kurang. Diharapkan bahwa kegiatan ini akan memberikan pengetahuan baru kepada pasien dan keluarga mereka serta meningkatkan pelayanan di RSUD Kota Semarang

    Penerapan Promosi Kesehatan Metode Brainstorming Terhadap Pengetahuan Klien Tentang Tanda-Tanda Bahaya Kehamilan: Application of Health Promotion Brainstorming Method to Pregnant Women's Knowledge About Danger Signs of Pregnancy

    No full text
    One indicator that can show the well-being of a country's population is the number of maternal and infant deaths. Hemorrhage, hypertension during pregnancy, and diseases of the circulatory system are the leading causes of maternal mortality. One of the factors that contribute to a mother's ability to identify early signs of pregnancy danger and conduct early treatment is her knowledge. One way to encourage health promotion is to use an appropriate method, namely brainstorming. This study aims to improve the knowledge of pregnant women about the danger signs of pregnancy before and after receiving health promotion through the Brain Storming method. In this study, researchers used a pre-experimental design with a one group pretest postest design. This study involved pregnant women consisting of 30 people to undergo pregnancy checks in the Cipeundeuy Health Center area through purposive sampling method. In collecting data, author used a questionnaire which was used to ask what pregnant women knew about danger signs that might occur during pregnancy. The marginal homogeneity test was used to analyze the data. The results showed that the brainstorming method was effective for improving the knowledge of pregnant women, with a p-value: 0.000 (p < 0.05). Brainstorming can increase maternal knowledge because in its implementation the client participates in expressing opinions and experiences. Therefore, health centers can use the brainstorming method to improve clients' knowledge about danger signs during pregnancy to prevent complications.Salah satu indikator yang dapat menunjukkan kesejahteraan penduduk suatu negara adalah jumlah kasus kematian ibu dan bayi. Perdarahan, hipertensi selama kehamilan, dan penyakit sistem peredaran darah adalah penyebab utama kematian ibu. Salah satu faktor yang berkontribusi pada kemampuan ibu untuk mengidentifikasi tanda-tanda awal bahaya kehamilan dan melakukan pengobatan awal adalah pengetahuan ibu. Metode brainstorming merupakan promosi kesehatan yang dapat diberikan guna peningkatan pengetahuan ibu. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi pemahaman ibu hamil sebelum dan setelah menerima promosi kesehatan melalui metode Brain Storming tentang tanda-tanda bahaya kehamilan. Metode penelitian ini menggunakan pra eksperimental dengan desain one grup pretest postest. Penelitian melibatkan ibu hamil yang terdiri dari 30 orang untuk menjalani pemeriksaan kehamilan di wilayah Puskesmas Cipeundeuy melalui metode purposive sampling. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan angket yang digunakan untuk menanyakan apa yang diketahui responden tentang tanda-tanda bahaya kehamilan. Uji homogenitas marginal adalah analisis data dalam penelitian ini. Penelitian memperoleh hasil bahwa metode brainstorming efektif terhadap peningkatan pengetahuan klien, dengan nilai p: 0,000. Brainstorming dapat meningkatkan pengetahuan ibu karena dalam pelaksanaannya peran serta klien dalam mengemukakan pendapat maupun pengalamannya, sehingga Puskesmas dapat menggunakan mempertimbangkan penggunaan metode brainstorming untuk meningkatkan pengetahuan klien tentang tanda-tanda bahaya kehamilan untuk mencegah komplikasi

    Increasing Interest in Going to the Health Center through Analysis of Factors Affecting Interest in Visits: Peningkatan Minat Berobat ke Puskesmas melalui Analisa Faktor yang Mempengaruhi Minat Kunjungan

    Full text link
    Public Health Centers are part of the health service that aims to organize health and is responsible for health development in the work area. Interest in visiting a health center is one of the most important things in improving health services in the community. One of the factors that influence interest in visiting a health center is accreditation. However, the actual accreditation of health centers is not well known among the general public. People are more familiar with criteria such as the quality of human resources, economy, location, facilities and service time. The method used is a quantitative method with a survey approach at Rejosari Health Center, Tenayan Raya District, Pekanbaru City. The community who participated in filling out the questionnaire was 100 people, the people who filled out the questionnaire were adult men and women with an average age of 18-40 years. Based on the data obtained, it shows that the quality of human resources has a negative influence on the interest in visiting. Then the economy, location, facilities and time have a positive influence on the interest in visiting the health center by the community. The results of this study also show that the selected factors have a model fit with the interest in visiting shown by the r value of 75.3%. The linear equation model obtained in the analysis of factors affecting interest in visiting is Y = 0.211 - 0.116 X1 + 0.149 X2 + 0.063 X3 + 0.385 X4 + 0.046 X5+e.Pusat Kesehatan Masyarakat adalah bagian dari dinas kesehatan yang bermaksud untuk terselenggaranya kesehatan serta bertanggung jawab dalam pembangunan kesehatan pada wilayah kerja. Minat Kunjungan berobat ke Puskesmas merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam peningkatan layanan kesehatan di Masyarakat. Adapun faktor yang mempengaruhi minat kunjungan ke Puskesmas salah satunya adalah akreditasi. Namun sebenarnya akreditasi puskesmas tidak begitu dikenal dikalangan masyarakat pada umumnya. Masyarakat lebih mengenal kriteria seperti kualitas SDM, ekonomi, lokasi, fasilitas dan waktu pelayanan. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survey di Puskesmas Rejosari Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru. Masyakat yang ikut serta dalam pengisian kuisioner sebanyak 100 orang, masyarakat yang mengisi kuisioner yaitu pria dam Wanita dewasa dengan rata rata usia 18 tahun – 40 tahun. Berdasarkan data yang didapatkan memperlihatkan bahwa kualitas SDM memberikan pengaruh negatif terhadap minat kunjungan. Kemudian ekonomi, lokasi, fasilitas dan waktu memberikan pengaruh yang positif terhadap minat kunjungan ke Puskesmas oleh Masyarakat. Hasil penelitian ini juga memperlihatkan faktor-faktor yang dipilih memiliki kecocokan model dengan minat kunjungan yang diperlihatkan oleh nilai r sebesar 75,3%. Adapun model persamaan linier yang diperoleh dalam analisa faktor yang mempengaruhi minat kunjungan adalah

    Pengaruh Akupresur Acupoint Payudara Titik CV 17 dan ST 18 Terhadap Waktu Pengeluaran ASI Pada Ibu Menyusui : The Effect of Acupressure on Breast Acupoints CV 17 and ST 18 on Breastmilk Ejection Time in Breastfeeding Mothers

    No full text
    Exclusive Breastmilk is given at the babies’ age 0-6 months, it is the best food for babies can’t be replaced by any food and drink, and it’s given until 2 years old of babies. Some problem the can obstructed the breastfeeding process, such as the time current of breast milk. It may overdue of oxytocin and prolactin hormone. One example to stimulate and incase the breastmilk time production are acupressure. CV 17 and ST 18 are the dots of acupressure can increase the production of breastmilk. This research means to determine the effectiveness of acupressure breast acupoint on CV 17 ang ST 18 for time production of breastmilk in breastfeeding mother. The method of this research is true experiment one control post-test design with, the sample is 44 breastfeeding mother which have problem with late production of breastmilk chosen by purposive sampling.ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi tidak dapat tergantikan oleh makanan dan minuman apapun, ASI eksklusif di berikan pada umur 0-6 bulan, dan dilanjutkan pemberian ASI sampai usia 2 tahun. Proses pemberian ASI sering terhambat karena belum lancarnya ASI pada awal menyusui. Proses pengeluaran ASI dipengaruhi oleh hormon oksitosin dan prolaktin. Akupresure merupakan salah satu stimulasi pada titik accupoint untuk merangsang kemampuan tubuh agar menjadi rileks. Acupoint untuk memperlancar ASI yaitu berada pada titik CV 17 dan ST 18. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Akupresur Acupointt Payudara Titik CV 17 dan ST 18 Terhadap Pegeluaran ASI Pada Ibu menyusui dengan metode eksperimen murni menggunakan posttest control design, sampel yang digunakan 44 ibu menyusui yang belum mengeluarkan ASI menggunakan tehnik purposive sampling

    Studi Kasus: Foot Massage Minyak Zaitun untuk Fatigue pada Pasien Hemodialisis: Case Study: Foot Massage with Olive Oil for Fatigue Hemodialysis Patients

    No full text
    Chronic kidney disease patients require dialysis therapy, one of which is hemodialysis. Fatigue is a side effect of hemodialysis. 71-92% of patients experience fatigue during hemodialysis. Fatigue is caused by the length of the hemodialysis process, anemia, uremia syndrome, and a decrease in blood pressure due to the effects of hemodialysis. Fatigue causes decreased concentration, emotional disturbances, and sleep disturbances which can affect daily activities and quality of life. The purpose of this research is to determine the effect of foot massage in reducing fatigue in hemodialysis patients. The research method uses quantitative descriptive with case studies.The sampling technique uses purposive sampling with a sample size of one person. The research measuring tool used the Functional Assessment Chronic Illness Therapy (FACIT) Fatigue Scale. The patient underwent three interventions, each intervention was carried out for 15 minutes during intra-hemodialysis. The results of the study showed that there was a reduction in fatigue from a moderate level to a mild level, which means that foot massage was able to reduce fatigue in chronic kidney failure patients who were undergoing hemodialysis. This is because foot massage can increase blood circulation which can increase the supply of oxygen and energy to the body and speed up the removal of metabolic waste from the body so that complaints of fatigue are reduced.Pasien gagal ginjal kronik memerlukan terapi dialisis, salah satunya hemodialisis.  Fatigue merupakan efek samping hemodialisis. 71-92% pasien mengalami fatigue ketika hemodialisis berlangsung. Fatigue disebabkan karena lamanya proses hemodialisis, anemia, sindrom uremia, dan penurunan tekanan darah akibat efek hemodialisis. Fatigue menyebabkan penurunan konsentrasi, gangguan emosional, dan gangguan tidur yang dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh foot massage untuk menurunkan fatigue pada pasien hemodialisisMetode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan studi kasus. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel satu orang. Alat ukur penelitian menggunakan Functional Assessment Chronic Illness Therapy (FACIT) Fatigue Scale. Pada pasien intervensi setelah diberikan tiga kali intervensi, setiap intervensi dilakukan selama 15 menit saat intrahemodialisis. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan fatigue dari tingkat sedang ke tingkat ringan yang berarti foot massage mampu menurunkan fatigue pada pasien gagal ginjal kronik yang sedang menjalani hemodialisis. Hal ini dikarenakan foot massage mampu meningkatkan sirkulasi darah yang dapat meningkatkan suplai oksigen dan energi ke tubuh serta mempercepat pembuangan sisa metabolisme dari tubuh, sehingga keluhan fatigue berkuran

    Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi: Tinjauan Sistematis: Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) to Lower Blood Pressure in Hypertension Sufferers: A Systematic Review

    No full text
    Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) is a technique that combines body system techniques and spiritual therapy using pressure on certain points on the body. SEFT includes helping individuals free from emotional stress (negative energy), which is the cause of increasing blood pressure in hypertensive patients. Hypertension is a condition where there is an increase in blood pressure, characterized by symptoms that will progress to a target organ, such as stroke, coronary heart disease and right ventricular hypertrophy. This systematic review aims to assess the effects of the Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) with the result of reducing blood pressure in hypertensive sufferers. Using a systematic review by utilizing four electronic databases for searching: Pubmed, Science Direct, Google Scholar and Garuda Portal. Randomized Control Trial and Quasy Experiment studies that conducted research on SEFT were used as inclusion criteria. This systematic review contained ten studies meeting the criteria for a full text review. The findings in this study show that SEFT is very effective in reducing blood pressure in people with hypertension. Non-pharmacological intervention, namely SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique), has a good impact on hypertension to reduce blood pressure. So, it can be used as a good complementary therapy for hypertension sufferers.Spritual Emotional Freedom Technique (SEFT) merupakan tehnik yang menggabungkan teknik sistem tubuh dan terapi spiritual menggunakan menekan pada titik-titik tertentu pada tubuh. SEFT termasuk bantuan individu bebas dari tekanan emosional (energi negatif), yang merupakan penyebab meningkatkan tekanan darah pada pasien hipepertensi. Hipertensi adalah suatu keadaan terjadi peningkatan tekanan darah dengan ditandai gejala yang akan berlanjut ke suatu organ target seperti stroke, penyakit jantung coroner dan hipertrofi ventrikel kanan. Tinjauan sistematis ini bertujuan meniliai efek yang ditimbulkan dari Spritual Emotional Freedom Technique (SEFT) dengan adanya hasil terjadi penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Menggunakan tinjauan sistematis dengan memanfaatkan empat database elektronik untuk pencarian: Pubmed, Science Direct, Google Scholar dan Portal Garuda. Studi Randomized Control Trial dan Quasy Experimen yang melakukan penelitian mengenai SEFTdigunakan sebagai kriteria inklusi. Tinjauan sistematis ini terdapat sepuluh penelitian memenuhi kriteria untuk ulasan teks lengkap. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa SEFT sangat efektif menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Intervensi non farmakologis yaitu SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) berdampak baik dilakukan pada penyakit hipertensi untuk penurunan tekanan darah. Sehingga dapat dijadikan sebagai terapi komplementer yang baik bagi penderita hipertensi

    Pelatihan Pengelolaan Inovasi Makanan Berbahan Pangan Lokal dalam Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil di Kelurahan Tembilahan Kota: Pelatihan Pengelolaan Inovasi Makanan Berbahan Pangan Lokal dalam Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil di Kelurahan Tembilahan Kota

    No full text
    Nutritional disorders in pregnant women often include Chronic Energy Deficiency (CED). Anemia and Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women are the primary causes of hemorrhage and infection, which are major factors in maternal mortality. Moringa leaves are one of the plants that contain many nutrients, their benefits and nutritional value are not yet widely known by the public. The purpose of this activity is to increase the knowledge of pregnant women in creating additional food menus according to local foods available around them, especially Moringa Leaves. The activity will take place on January 10, 2024, in Tembilahan City Subdistrict, targeting 20 pregnant women with CED. The method used is counseling with pretest and posttest activities to assess the pregnant women's knowledge about supplementary feeding for pregnant women, and a demonstration of making a simple recipe using Moringa Leaves, which can be used as additional supplementary feeding for pregnant women. Respondents are then given the opportunity to ask questions about the material presented. The posttest will measure the increase in knowledge and attitudes of the respondents toward the material delivered. Following the posttest, questionnaires, monitoring, and evaluation of the pregnant women will be conducted. The results of the community service activity showed that after the education, the majority of pregnant women had better knowledge. Pregnant women were very enthusiastic about participating in this activity, as it became a platform for consultation on nutritional needs and the use of local food sources like Moringa leaves as supplementary feeding for pregnant women.Gangguan gizi pada ibu hamil sering kali terjadi Kekurangan Energi Kronis (KEK). Anemia dan Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan penyebab utama perdarahan dan infeksi yang menjadi faktor utama kematian ibu. Daun kelor merupakan salah satu tanaman yang banyak mengandung nutrisi, manfaat dan nilai gizinya belum diketahui masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar meningkatkan pengetahuan ibu hamil dalam melakukan kreasi menu makanan tambahan sesuai pangan lokal yang ada disekitarnya terutama daun kelor. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 10 Januari 2024 di Kelurahan Tembilahan Kota dengan sasaran ibu hamil KEK berjumlah 20 orang. Metode yang dilakukan menggunakan metode penyuluhan dengan kegiatan pretest dan postest kepada ibu hamil tentang pengetahuannya tentang PMT pada ibu hamil, dan demonstrasi pembuatan PMT berupa resep sederhana olahan daun kelor, yang dapat dijadikan tambahan PMT ibu hamil. Selanjutnya responden diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai materi yang telah disampaikan. Kegiatan posttest menguji seberapa besar peningkatan pengetahuan dan sikap responden terhadap materi yang telah disampaikan. Selanjutnya posttest menggunakan angket, monitoring dan evaluasi ibu hamil. Hasil pengabdian masyarakat setelah diberikan edukasi, mayoritas ibu hamil mempunyai pengetahuan. lebih baik. Ibu hamil sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut dimana kegiatan ini menjadi wadah konsultasi bagi ibu hamil mengenai kebutuhan nutrisi dan pemanfaatan pangan lokal daun kelor sebagai PMT nutrisi ibu hamil

    Pemberdayan Kader Remaja Melalui Peningkatan Sarana Pemeriksaan Kesehatan Dasar di Posyandu Remaja: Pemberdayan Kader Remaja Melalui Peningkatan Sarana Pemeriksaan Kesehatan Dasar di Posyandu Remaja

    No full text
    Adolescence is a time of storm and stress so it requires health services that care for teenagers. Youth Posyandu is one of the Community Resource Health Efforts (UKBM) that is managed and organized by, for, for and with the community, including adolescents in the implementation of health development. The Youth Posyandu in Bengkong Indah Village, Batam City has been formed, but there is still a lack of knowledge of peer cadres and infrastructure for basic examination of the Youth Posyandu, so that the Youth Posyandu runs less than optimally. The purpose of this activity is to give me a lesson for youth cadres on how to conduct an initial examination during the youth posyandu and complete the facilities of the youth posyandu that are not yet available. The activity was carried out at the Healty teenagers posyandu, Bengkong indah village, Batam city with a target of 7 peer cadres. The form of activities is the restructuring of peer cadres, health education and training for peer cadres. The activity was carried out well and smoothly, where the Youth Knowledge using the basic examination tool of the youth posyandu after being given training increased to 4 people or (57%), while the knowledge of adolescents decreased from 5 people (71%) after being given training to 1 person (14%). After this activity ends, it is hoped that the youth posyandu will be more optimal in the implementation of its examinations and activities will run regularly with the support of the health center.Masa remaja merupakan masa storm and stress sehingga memerlukan layanan Kesehatan yang peduli remaja. Posyandu remaja merupakan salah satu Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat, termasuk remaja dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan. Posyandu Remaja di Kelurahan Bengkong Indah Kota Batam sudah terbentuk namun masih kurang pengetahuan kader sebaya dan sarana prasarana pemeriksaan dasar posyandu remaja sehingga membuat posyandu remaja berjalan kurang optimal. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberiku pembelajaran pada kader remaja bagaimana melakukan pemeriksaan awal saat posyandu remaja dan melengkapi sarana posyandu remaja yang belum tersediah. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Healty teenagers Kelurahan Bengkong Indah Kota Batam dengan sasaran 7 kader sebaya. Bentuk kegiatan yaitu restrukturisasi kader sebaya, Pendidikan Kesehatan dan pelaltihan pada kader sebaya. Kegiatan  terlaksana dengan baik dan lancar, dimana pengetahuan remaja mengunakan alat pemeriksaan dasar posyandu remaja setelah diberikan pelatihan mengalami kenaikan menjadi 4 orang atau (57%), sedangkan pengetahuan remaja kurang mengalami penurunan dari 5 orang (71%) setelah diberikan pelatihan menjadi 1 orang (14%). Setelah kegiatan ini berakhir, diharapkan posyandu remaja lebih optimal pelaksanaan pemeriksaannya dan kegiatan berjalan secara rutin dengan dukungan dari puskesma

    Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Tingkat Stres pada Mahasiswa Keperawatan Stikes Guna Bangsa Yogyakarta: The Effect of Progressive Muscle Relaxation Therapy on Reducing Stress Levels in Students of Nursing Stikes Guna Bangsa Yogyakarta

    No full text
    Students are part of the academic community in a tertiary institution which often has problems that pose a heavy psychological risk. High demands on nursing students often cause academic stress. Handling stress can be done in medical and non-medical ways. One of the non-medical therapies that can be done is progressive muscle relaxation techniques. To determine the effect of progressive muscle relaxation therapy on reducing stress levels in STIKES Guna Bangsa Yogyakarta nursing students. This study uses the Quasi Experiment model Nonequivalent control group design. The population was nursing students at STIKES Guna Bangsa Yogyakarta with a sample of 36 respondents who were divided into intervention and control groups. The sampling technique used random sampling. The measuring tool used is the student-life Stress Inventory (SSI) questionnaire. Bivariate test using parametric paired t-test. The stress level in the intervention group before the intervention was in the low stress category of 50.0% and after the intervention was in the low stress category of 61.1%. The stress level in the control group at the beginning of the measurement was in the low stress category of 50.0% and at the end of the measurement was in the moderate stress category of 50.0%. The results of the analysis test using the paired sample T-test in the intervention group showed a significance of 0.000. While in the control group showed a significance of 0.310. There is an effect of progressive muscle relaxation on reducing stress levels in STIKES Guna Bangsa Yogyakarta nursing studentsMahasiswa merupakan bagian dari civitas akademika disebuah institusi perguruan tinggi yang seringkali memiliki permasalahan sehingga memberikan resiko psikologi yang berat. Tuntutan yang tinggi pada mahasiswa keperawatan seringkali menimbulkan stres akademik. Penanganan stres dapat dilakukan dengan cara medis dan nonmedis. Salah satu terapi non medis yang dapat dilakukan adalah teknik relaksasi otot progresif. Untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap penurunan tingkat stres pada mahasiswa keperawatan STIKES Guna Bangsa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperimen model Nonequivalent control group design. Populasi adalah mahasiswa keperawatan STIKES Guna Bangsa Yogyakarta dengan sampel penelitian berjumlah 36 respoden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner student-life Stres Inventory (SSI). Uji bivariat menggunakan uji parametrik paired t-test. Tingkat stres pada kelompok intervensi sebelum dilakukan intervensi berada pada kategori stres rendah sebanyak 50.0% dan sesudah dilakukan intervensi berada pada kategori stres rendah sebanyak 61.1%. Tingkat stres pada kelompok kontrol pada awal pengukuran berada pada kategori stres rendah sebanyak 50.0% dan di akhir pengukuran berada pada kategori stres sedang sebanyak 50.0%. Hasil uji analisis dengan uji paired sampel T-test pada kelompok intervensi menunjukan signifikansi sebesar 0,000. Sedangkan pada kelompok kontrol menunjukan signifikansi sebesar 0,310. Terdapat pengaruh relaksasi otot progresif terhadap penurunan tingkat stres pada mahasiswa keperawatan STIKES Guna Bangsa Yogyakarta

    201

    full texts

    272

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    OJS STIKES Guna Bangsa Yogyakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇