OJS STIKES Guna Bangsa Yogyakarta
Not a member yet
    272 research outputs found

    The Relation Of Physical Activity and Grade of Hypertension in Eldelry Prolanis Participants in Ngawen II Public Health Center Gunungkidul: Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Derajat Hipertensi Pada Lansia Peserta Prolanis Di Puskesmas Ngawen II Kabupaten Gunungkidul

    Full text link
    Hypertension is one of non-communicable diseases (NCDs) that cause the most mortalities in the world. Hypertension is an incurable disease with high risk of complications. Regular physical activity is one way to reduce the risk of complications. This research aims to determine the relationship between physical activity and the degree of hypertension in elderly prolanis participants at the Ngawen II Gunungkidul Health Center. Quantitative research design with descriptive correlation type with cross sectional approach. The study population was all elderly people with hypertension participating in prolanis at the Ngawen II Gunungkidul Health Center, totaling 150 people. The sample was 50 people, taken by accidental sampling technique. The instrument used is the Physical Activities Scale for Elderly (PASE) questionnaire, data analysis using the Spearman correlation test. The results showed that the portrait of physical activity of elderly people with hypertension participating in prolanis 39 respondents (78%) had a moderate level of physical activity, 6 respondents (12%) had a good level of physical activity and 5 respondents (10%) had a poor level of physical activity. The description of the degree of hypertension of elderly prolanis participants was 29 respondents (58%) mild category hypertension, 15 respondents (30%) moderate category hypertension, and 6 respondents (12%) severe category hypertension. Spearman correlation test show that there is a significant relationship between physical activity and the degree of hypertension in elderly hypertensive patients with prolanis participants. Researchers recommend that elderly increase their daily physical activity. Regular physical activity is proven to reduce the degree of hypertension.Penyakit hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) penyebab kematian terbanyak di dunia. Hipertensi merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan dengan resiko komplikasi yang tinggi. Beraktivitas fisik secara teratur merupakan salah satu cara dalam mengurangi risiko komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan derajat hipertensi pada lansia peserta prolanis di Puskesmas Ngawen II Gunungkidul. Desain penelitian kuantitiatif dengan jenis deskriptive korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh lansia penderita hipertensi peserta prolanis di Puskesmas Ngawen II Gunungkidul sejumlah 150 orang. Jumlah sampel 50 orang, diambil dengan teknik accidental sampling, yaitu lansia yang mengikuti kegiatan prolanis pada tanggal 8 Januari 2023. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Physical Activities Scale for Elderly (PASE), analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan gambaran aktivitas fisik lansia penderita hipertensi peserta prolanis 39 responden (78%) tingkat aktivitas fisik sedang, 6 responden (12%) tingkat aktivitas fisik baik dan 5 responden (10%) tingkat aktivitas fisik kurang. Gambaran derajat hipertensi lansia peserta prolanis adalah 29 responden (58%) hipertensi kategori ringan, 15 responden (30%) hipertensi kategori sedang, dan 6 responden (12%) hipertensi kategori berat. Hasik uji korelasi Spearman menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik dengan derajat hipertensi pada lansia penderita hipertensi peserta prolanis dengan nilai p value 0.002. Peneliti merekomendasikan agar lansia lebih meningkatkan aktivitas fisik sehari-hari. Aktivitas fisik yang cukup dan teratur terbukti dapat menurunkan derajat hipertensi sehingga resiko komplikasi yang mungkin terjadi dapat dicegah dan diturunkan

    The Effect of Giving Moringa Leaf Cookies on Weight Increasing Toddler Age 1-5 Years: Pengaruh Pemberian Cookies Daun Kelor Terhadap Peningkatan Berat Badan Balita Usia 1-5 Tahun

    Full text link
    Based on electronic data from Community-Based Nutrition Recording and Reporting in November 2022, the prevalence of stunted toddlers in Posyandu was 36.8%, malnutrition was 18% and toddlers not gaining weight was 52%. Toddlers are a critical period whose nutrition must be considered for optimal growth and development. This can be helped by optimizing the use of natural ingredients that are easily available, one of which is the use of Moringa leaves as a food innovation for toddlers. The aim of this research is to analyze the effect of giving cookies with the addition of Moringa powder on increasing the weight of toddlers aged 1-5 years. The research method uses a Quasy Experiment with a pretest and posttest approach with control group design. Research subjects were toddlers aged 1-5 years who met the criteria. The sample used purposive sampling of 36 respondents. Data analysis uses univariate analysis and to test the influence between two variables using the Man Whitney Test. By using the Man Whitney test, the p-value was 0.003<0.05, meaning there was a difference in giving Moringa leaf cookies to the increase in body weight of toddlers aged 1-5 years. The conclusion of this research is that there is an effect of giving moringa leaf cookies on increasing the weight of toddlers aged 1-5 years, this is because the moringa content is very complete and can help increase the weight of toddlers.Berdasarkan data elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat November 2022 prevalensi balita stunting di Posyandu tersebut sebesar 36,8%, gizi kurang 18% dan balita tidak naik BB sebesar 52%. Balita merupakan masa kritis yang harus diperhatikan nutrisinya untuk dapat tumbuh kembang secara optimal. Hal ini dapat dibantu dengan optimalisasi pemanfaatan bahan alam yang mudah didapat, salah satunya dengan pemanfaatan daun kelor sebagai inovasi makanan pada balita. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa pengaruh pemberian cookies dengan penambahan bubuk kelor terhadap peningkatan berat badan balita usia 1-5 tahun. Metode penelitian menggunakan Quasy Experiment dengan pendekatan pretest and posttest with control grup design. Subjek penelitian balita usia 1-5 tahun yang memenuhi kriteria. Sampel menggunakan purposive sampling sejumlah 36 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat dan untuk menguji pengaruh antar dua variabel menggunakan uji Man Whitney Test. Dengan menggunakan uji Man Whitney didapatkan hasil nilai p-value 0,003<0,05 artinya ada perbedaan pemberian cookies daun kelor terhadap peningkatan berat badan balita usia 1-5 tahun.  Simpulan penelitian ini ada pengaruh pemberian cookies daun kelor terhadap peningkatan berat badan balita usia 1-5 tahun, hal ini dikarenakan kandungan kelor yang sangat lengkap dan dapat membantu meningkatkan berat badan balita

    Edible Spoon and Edible Straw: Smart Solutions for Reducing Plastic Waste in Jombang, East Java: Edible Spoon and Edible Straw: Smart Solutions for Reducing Plastic Waste in Jombang, East Java

    No full text
    Plastic is a polymer compound whose main constituent elements are carbon and hydrogen. Because it is difficult to decompose in nature, plastic is the biggest contributor to waste which causes damage to the natural balance. Based on data from the National Waste Management Information System (2023), Plastic waste is the second most common type of waste after food waste, as many as 41.1%. The solution to banning the use of plastic spoons and straws has been found by creating environmentally friendly spoons and straws that are edible and biodegradable. This biodegradable (Edible Spoon) uses wheat flour as a base so it is safe for consumption. Edible and biodegradable straws (Edible Straw) are also made from natural ingredients, namely cassava flour (mocaf) and cornstarch. The method used to produce Edible Straw is the fruit peel method. The method used to produce Edible Straw is the fruit peel method. This method is used to make Edible Straw dough from a mixture of dough and fruit which is mashed into a thin sheet resembling skin. This community service was carried out by STIKES PEMKBAB Jombang students with the aim of reducing the amount of plastic waste, especially plastic spoon and straw waste in Jombang.Plastik merupakan senyawa polimer yang unsur penyusun utamanya adalah karbon dan hidrogen. Sifatnya yang sulit terdegradasi di alam, plastik menjadi penyumbang limbah terbesar yang menyebabkan rusaknya keseimbangan alam. Berdasarkan data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional tahun 2023, sampah Plastik mencapai angka 18,9% dibandingkan dengan 8 jenis sampah lainnya. Sampah plastik merupakan jenis sampah terbanyak kedua setelah jenis sampah sisa makanan yakni 41,1%. Solusi untuk larangan penggunaan sendok dan sedotan berbahan plastik telah didapatkan dengan terciptanya sendok dan sedotan ramah lingkungan yang bisa dimakan dan mudah terurai. Sendok yang bisa dimakan dan mudah terurai (Edible Spoon) menggunakan bahan dasar tepung gandum sehingga aman untuk dikonsumsi. Sedotan yang bisa dimakan dan mudah terurai (Edible Straw) juga berbahan dasar alami yakni terbuat dari Pati singkong (mocaf) dan Pati jagung sehingga aman dikonsumsi. Metode yang digunakan dalam memproduksi Edible Straw adalah metode fruit leather. Metode yang digunakan dalam memproduksi Edible Straw adalah metode fruit leather. Metode ini digunakan untuk membuat campuran Edible Straw dari campuran adonan dan buah-buahan yang dihaluskan dan menjadi lembaran tipis yang mirip kulit. Pengabdian masyarakat ini dilakukan oleh Mahasiswa STIKES PEMKBAB Jombang bertujuan untuk menekan angka sampah plastik khususnya sampah sendok dan sedotan berbahan plastik di Kabupaten Jombang

    Literature Review: Risk Factors for Polycystic Ovary Syndrome in Adolescents: Literature Review: Risk Factors for Polycystic Ovary Syndrome in Adolescents

    No full text
    Polycystic ovary syndrome (PCOS) is a complex metabolic, reproductive, and psychological disorder that impacts women throughout their lives. PCOS is a hormonal imbalance disorder that occurs in women of childbearing age. This can cause symptoms such as irregular menstruation, amenorrhea (absence of menstruation), anovulation (absence of ovulation), hirsutism, acne, and obesity. PCOS also causes metabolic disorders in the body. The exact cause of PCOS is not known but in general it can be caused by genetic and environmental factors. Many studies have proven the factors that influence PCOS. Therefore, to conclude the results of this research, a literature review was carried out. The literature was searched for scientific articles with the keywords "nutritional status", "physical activity", "mental health", "menstrual cycle", "PCOS" and "adolescence". Article search via Google Scholar and PubMed. After conducting a search, 9 articles were found that met the writing criteria. The results of the review show that several factors can significantly increase the risk of PCOS, namely, excessive nutritional status, lack of physical activity, poor mental health (stress and depression), and long and irregular menstrual cycles. The results of the review also prove that the main factors with the highest level of risk in this article are long and irregular menstrual cycles and excessive nutritional statusSindrom ovarium polikistik (PCOS) merupakan kelainan kompleks metabolik, reproduksi, dan psikologis yang berdampak pada wanita sepanjang hidupnya. PCOS merupakan kelainan ketidakseimbangan hormonal yang terjadi pada wanita usia subur. Hal ini dapat menimbulkan gejala seperti menstruasi tidak teratur, amenore (tidak adanya menstruasi), anovulasi (tidak adanya ovulasi), hirsutisme, jerawat, dan obesitas. PCOS juga menyebabkan gangguan metabolisme dalam tubuh. Penyebab pasti dari PCOS tidak diketahui tetapi, secara garis besar dapat disebabkan dari faktor genetik serta lingkungan. Banyak penelitian membuktikan faktor – faktor yang mempengaruhi terjadi PCOS. Oleh karena itu, untuk menyimpulkan hasil penelitian tersebut dilakukan tinjauan literatur. Literatur dilakukan dengan pencarian artikel ilmiah dengan kata kunci “status gizi”, “aktivitas fisik”, “kesehatan mental”, “siklus menstruasi”, “PCOS” dan “remaja”. Pencarian artikel melalui Google schoolar dan PubMed. Setelah dilakukan pencarian didapat 9 artikel yang memenuhi kriteria penulisan. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa beberapa faktor yang signifikan dapat meningkatkan resiko kejadian PCOS yakni, status gizi yang berlebih, aktivitas fisik yang kurang, kesehatan mental (stress dan depresi) yang tidak baik, dan siklus menstruasi yang panjang dan tidak teratur. Hasil tinjauan juga membuktikan bahwa faktor utama dengan tingkat resiko paling tinggi pada artikel ini adalah siklus menstruasi panjang dan tidak teratur serta faktor status gizi yang berlebih.  Faktor-faktor resiko tersebut dapat dijadikan sebagai preventif terjadinya PCOS dan penyakit  lain yang berkaitan dengan sindrom tersebut dapat dimulai dengan memperbaiki pola hidup dan memilih lingkungan yang sehat, sehingga dapat menurunkan angka terjadinya PCOS dan penyakit berkelanjutan

    Designing a Doctor's Practice Scheduling Application in a Hospital Using the Graph Coloring Method: Perancangan Aplikasi Penjadwalan Praktek Dokter di Rumah Sakit Menggunakan Metode Pewarnaan Graf

    Full text link
    Scheduling is a common need nowadays. One example is hospitals. Hospitals need a scheduling process to schedule doctors who will be on duty and use a room. This is due to the large number of doctors and the limited number of rooms, so a scheduling system is needed as needed. Problems that occur at Petala Bumi Hospital, the number of doctors on duty in the emergency room is quite large. However, there is confusion from management in managing the schedule of doctors in the emergency room. This research is a development of the Graph coloring method carried out in the preparation of a doctor's schedule at the hospital. This research was conducted to overcome scheduling problems that are often inappropriate and usually need to be corrected repeatedly in hospitals. The methods used to perform scheduling are quite diverse, one of which is the Graph coloring method. This study aims to determine the application of graph coloring in compiling a doctor's schedule. This research is a type of R&D research with a system design design with the application of graph coloring. Graph coloring is done for four days because the graph coloring pattern matrix repeats after the fourth day. During the four-day preparation, graph coloring has 10 colors or chromatic numbers assuming three shifts and two doctors in one shift. Therefore, the optimization of the doctor's schedule preparation at the Emergency Room of Petala Bumi Hospital can be done with at least 10 doctorsPenjadwalan merupakan suatu kebutuhan yang umum pada saat ini. Salah satu contohnya adalah rumah sakit. Rumah sakit membutuhkan proses penjadwalan untuk menjadwalkan dokter yang akan bertugas dan menggunakan suatu ruangan. Hal ini disebabkan jumlah dokter yang banyak dan jumlah ruangan yang terbatas maka diperlukan sistem penjadwalan sesuai kebutuhan. Permasalahan yang terjadi di RSUD Petala Bumi, jumlah dokter yang bertugas di IGD cukup banyak. Namun terdapatnya kebingungan dari manajemen dalam mengatur jadwal dokter dipelayanan IGD. Penelitian ini merupakan pengembangan dari metode pewarnaan Graph yang dilakukan dalam penyusunan jadwal dokter di rumah sakit. Adapun penelitian ini dilakukan untuk mengatasi masalah penjadwalan yang sering tidak sesuai dan biasanya perlu diperbaiki berulang kali di rumah sakit. Metode yang digunakan untuk melakukan penjadwalan cukup beragam salah satunya yaitu metode pewarnaan Graph. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pewarnaan graf dalam menyusun jadwal dokter. Penelitian ini merupakan jenis penelitian R&D dengan desain perancangan sistem dengan penerapan pewarnaan graf. Pewarnaan graf dilakukan untuk empat hari karena pada matriks pola pewarnaan graf mengalami pengulangan setelah hari keempat. Selama penyusunan empat hari, pewarnaan graf memiliki 10 warna atau bilangan kromatik dengan asumsi tiga shift dan dua dokter dalam satu shift. Oleh karena itu pengoptimalan penyusunan jadwal dokter pada IGD RSUD Petala Bumi minimal dapat dilakukan dengan 10 dokter

    The Influence of Health Education Using Lecture and Leaflet Methods on the Knowledge of Toddler Posyandu Cadres About Stunting Prevention in Children: Pengaruh Edukasi Kesehatan Menggunakan Metode Ceramah dan Leaflet Terhadap Pengetahuan Kader Posyandu Balita Tentang Pencegahan Stunting Pada Anak

    Full text link
    The high incidence of stunting is a concern for the government. Stunting is a problem that has not yet been resolved in Indonesia. Stunting is a form of growth failure and the factor of stunting is a lack of nutritious food intake which has an impact on children's intelligence, susceptibility to disease, decreased productivity. The aim of this research is to determine the effect of health education using lectures and leaflets on the knowledge of toddler posyandu cadres about preventing stunting in children in Tridadi Village. This type of research uses a quantitative approach. In this study, a group of health posyandu cadres registered in the Tridadi Village data were given stunting knowledge education using leaflets. The population in the research of female cadres in Tridadi village, Sleman sub-district, Sleman district, Yogyakarta province totaled 69 people. The sample studied was 36 people. This research uses purposive sampling. This research instrument uses a questionnaire in the form of a structured statement. The research results showed that there was an influence before and after being given health education using leaflet media on the knowledge of toddler posyandu cadres about preventing stunting in children, namely the lecture and leaflet groups had an increase from pre to post, namely 3.73% and the lecture group had an increase from pre to post, namely 2.17%. There is an average effect of health education using leaflet media on the knowledge of toddler posyandu cadres about preventing stunting in children with a P-Value of 0.000. Tingginya angka kejadian stunting menjadi perhatian pemerintah. Stunting merupakan suatu masalah yang masih belum teratasi di Indonesia. Stunting adalah suatu bentuk kegagalan pertumbuhan dan faktor dari stunting yaitu kekurangan asupan makanan bergizi dampaknya terdapat pada kecerdasan anak, kerentanan terhadap penyakit, menurunya produktivitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan menggunakan media ceramah dan leaflet terhadap pengetahuan kader posyandu balita  tentang pencegahan stunting pada anak di Desa Tridadi. Jenis peneltian ini digunakan pendekatan kuantitatif. Pada penelitian ini menggunakan kelompok kader posyandu kesehatan yang terdaftar di data Desa Tridadi diberikan edukasi pengetahuan stunting menggunakan media leaflet. Populasi dalam peneltian ibu kader di desa tridadi, kecamatan sleman, kabupaten sleman, provinsi Yogyakarta yang berjumlah 69 orang. Sampel yang di teliti 36 orang. Penelitian ini menggunakan sampel purposive sampling. Instrument penelitian ini adalah mengunakan kuesioner dalam bentuk  pernyataan terstruktur. Hasil penelitian didapat Ada pengaruh sebelum dan sesudah diberikan edukasi kesehatan menggunakan media leaflet  terhadap pengetahuan kader posyandu balita tentang pencegahan stunting pada anak yaitu kelompok ceramah dan leaflet ada peningkatan dari pre ke post yaitu 3,73% dan kelompok ceramah ada peningkatan dari pre ke post yaitu 2,17%. Menunjukan bahwa tingkat pengetahuan melalui media cerama dan leaflet lebih unggul. Ada pengaruh rerata edukasi kesehatan menggunakan media leaflet terhadap pengetahuan kader posyandu balita tentang pencegahan stunting pada anak dengan P-Value 0,000. Kesimpulan terdapat pengaruh Pengaruh Edukasi Kesehatan Menggunakan Metode Ceramah Dan Leaflet Terhadap Pengetahuan Kader Posyandu Balita Tentang Pencegahan Stunting Pada Anak

    Peningkatan Pengetahuan Pangan Sehat Aman Serta Kemampuan Pembuatan Bekal Sehat Anak Pada Orang Tua Murid TK Khalifah Jakarta 1: Improving the Knowledge of Safe Healthy Food and The Ability to Make Healthy Meals for Children in Parents of Students at TK Khalifah Jakarta 1

    No full text
    Children are an age group that experiences a period of rapid growth and development during this phase of life, so healthy and safe food intake is needed to support optimal growth and development. Therefore, education about healthy and safe food for parents (guardians) is expected to maintain children's health and build healthy lifestyles for them into adulthood. The aim of implementing this community service program (PPM) is to help increase the knowledge of parents (and guardians) in determining healthy and safe food for children and families. The target of delivering this PPM is to parents (and guardians) of students at TK Khalifah Jakarta 1, located around the Faculty of Pharmacy and Science Campus, UHAMKA, East Jakarta. Implementation of PPM is carried out through the socialization of healthy and safe food materials. Training on making and packaging healthy lunches is also carried out in this activity involving parents (and guardians). Evaluation of the success of this PPM activity is assessed using a questionnaire given before and after the implementation of the activity. Based on statistical analysis, the results showed that there was an increase in knowledge of healthy and safe food and the ability of parents (and guardians) of students to make healthy provisions for children by 72.2% (a=0.05).Anak-anak merupakan kelompok usia yang mengalami masa tumbuh kembang yang pesat dalam fase kehidupan, sehingga asupan pangan yang sehat dan aman diperlukan untuk dapat menunjang pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Oleh karena itu, edukasi pangan sehat dan aman terhadap orang tua (dan wali) diharapkan mampu menjaga kesehatan anak dan membangun pola hidup sehat mereka hingga dewasa. Tujuan dilaksanakannya program pengabdian masyarakat (PPM) ini adalah untuk membantu meningkatkan pengetahuan orang tua (dan wali) dalam menentukan pangan sehat dan aman bagi anak dan keluarga. Sasaran penyampaian PPM ini dilakukan terhadap orang tua murid TK Khalifah Jakarta 1 yang lokasinya berada di sekitar Kampus Fakultas Farmasi dan Sains UHAMKA, Jakarta Timur. Pelaksanaan PPM dilakukan melalui sosialisasi materi pangan sehat dan aman. Pelatihan pembuatan dan pengemasan bekal sehat juga dilakukan dalam kegiatan ini dengan melibatkan orang tua/wali dan anaknya. Evaluasi keberhasilan dari kegiatan PPM ini dinilai menggunakan media kuesioner yang diberikan sebelum dan setelah pelaksanaan kegiatan. Berdasarkan analisis statistik, diperoleh hasil bahwa terjadi peningkatan pengetahuan akan pangan sehat dan aman serta kemampuan orang tua (wali) murid TK Khalifah Jakarta 1 dalam membuat bekal sehat untuk anak sebesar 72,2% (a=0,05)

    Promosi Kesehatan Dengan Media Booklet Dan Media Leaflet Dalam Meningkatkan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang ASI Ekslusif: Health Promotion Using Booklet and Leaflet Media in Improving Knowledge of Pregnant Women About Exclusive Breastfeeding

    No full text
    Good nutrition is a very important factor in the first two years of a child's life because it can reduce the risk of chronic disease, reduce morbidity, and can encourage better overall development, one of which is breastfeeding. Breastfeeding can also prevent the death of more than 820,000 children under the age of five every year. The purpose of this study was to determine differences in the knowledge of pregnant women about exclusive breastfeeding in the group that was given booklets and leaflets as the control group. This research is a pre-experimental study with a posttest only control group design. The population in this study were pregnant women in the working area of the Batujajar Health Center with a total of 497 pregnant women. The sample in this study were 30 pregnant women. The analysis in this study used an unpaired t test. The results showed that there was no difference in the knowledge of pregnant women about exclusive breastfeeding in the group that was given booklets and leaflets with p = 0.566 > 0.05. It is recommended for public health centre B to use booklets and leaflets as media for health promotion in according to conditions and needs of the local communityNutrisi yang baik merupakan faktor yang sangat penting pada dua tahun pertama kehidupan seorang anak karena dapat menurunkan risiko penyakit kronis, menurunkan morbiditas, dan dapat mendorong perkembangan yang lebih baik secara keseluruhan salah satunya yaitu dengan pemberian ASI. Pemberian ASI juga dapat mencegah kematian lebih dari 820.000 anak di bawah usia lima tahun setiap tahun. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengetahuan ibu hamil tentang ASI eksklusif pada kelompok yang diberikan booklet dan leaflet sebagai kelompok kontrol. Penelitian ini merupakan penelitian praeksperimen dengan rancangan posttest only control group design. Populasi pada penelitian ini adalah ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Batujajar dengan jumlah keseluruhan 497 ibu hamil. Sampel dalam penelitian ini adalah 30 ibu hamil. Analisis dalam penelitian ini menggunakan uji t tidak berpasangan. Hasil penelitian menentukan bahwa tidak terdapat perbedaan pengetahuan ibu hamil tentang ASI Ekslusif pada kelompok yang diberikan booklet dan leaflet dengan nilai p=0,566 > a 0,05. Disarankan puskesmas B dapat menggunakan media booklet dan leaflet sebagai media promosi kesehatan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempa

    Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Tentang Keputihan Melalui Pendidikan Kesehatan dengan Media Komik Elektronik dan Leaflet di SMA N 3 dan SMA N 9 Bengkulu Selatan: Efforts to Increase Knowledge And Attitudes of Young Women About Leucorrhoea Through Health Education with Electronic Comics and Leaflets at SMA N 3 and SMA N 9 South Bengkulu

    No full text
    60% at the age of 15-22 years and 40% at the age of 23-45 years. According to data from the 2014 Indonesian Youth Reproductive Health Survey (SKRRI), women aged 15-24 years are prone to leucorrhoea. Analyzing the effect of health education through electronic comics and leaflets to increase the knowledge and attitudes of young women about leucorrhoea at SMAN 3 and SMAN 9 South Bengkulu. Quasi-experimental research with a pre-test-post-test design with a control group. The population of class XI students was 65 people at SMAN 3 and 90 people at SMAN 9 Bengkulu Selatan, using a purposive sampling method, obtained 41 respondents in the experimental group and 41 respondents in the control group. The results of the independent samples t-test show a p value of 0.008 meaning there is a difference in the average knowledge of the experimental and control groups meaning that there is an increase in the knowledge of young women about leucorrhoea after the intervention. For the attitude variable, the p value is 0.000. So there is a difference in the average attitudes of the experimental and control groups, meaning there is an increase in the attitudes of young women about leucorrhoea after the intervention. Electronic comic media and leaflets have an effect on increasing the knowledge and attitudes of young women about leucorrhoea at SMAN 3 and SMAN 9 South Bengkulu.Menurut World Health Organization (WHO), keputihan dialami oleh hampir seluruh wanita di dunia, 60% pada usia 15-22 tahun dan 40% pada usia 23-45 tahun. Sebanyak 75% wanita Indonesia pernah mengalami keputihan dengan kejadian keputihan 50% pada remaja dan 25% pada wanita usia subur. Menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan melalui komik elektronik dan leaflet untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri tentang keputihan di SMAN 3 dan SMAN 9 Bengkulu Selatan. Penelitian quasi experiment dengan desain pre test-post test with control group. Populasi siswi kelas XI sebanyak 65 orang di SMAN 3 dan 90 orang di SMAN 9 Bengkulu Selatan, menggunakan metode purposive sampling, diperoleh 41 responden pada kelompok eksperimen dan 41 responden pada kelompok kontrol. Hasil uji independent samples t-test menunjukkan nilai p sebesar 0,008 artinya ada perbedaan rata-rata pengetahuan kelompok eksperimen dan kontrol artinya ada peningkatan pengetahuan remaja putri tentang keputihan setelah dilakukan intervensi. Pada variabel sikap nilai p sebesar 0,000. maka ada perbedaan rata-rata sikap kelompok eksperimen dan kontrol artinya ada peningkatan sikap remaja putri tentang keputihan setelah dilakukan intervensi. Media komik elektronik dan leaflet berpengaruh untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri tentang keputihan di SMAN 3 dan SMAN 9 Bengkulu Selatan

    Optimasi Kodon dan Konstruksi Plasmid Rekombinan Protein RBD SARS-CoV-2 pada E. coli BL21(DE3): Codon Optimization and Construction of Recombinant Plasmid for SARS-CoV-2 RBD Protein on E. coli BL21(DE3)

    No full text
    Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), caused by the Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) resulted over 7 million deaths worldwide. Comprehensive strategies are necessary to combat this pandemic, especially vaccination to mitigate further infection and devastation. The development of vaccines hinges upon the utilization of immunogenic proteins from the SARS-CoV-2 virus, with particular emphasis on the receptor-binding domain (RBD) located within the spike glycoprotein’s subunit 1. This protein plays a key role in the virus’s interaction with host cells via ACE2 receptor to infect the host along with the subunit 2 to mediate the cell membrane fusion. While there are multiple vaccines in existence, there is a requirement to create more affordable and accessible vaccine alternatives, especially in developing countries. Potential improvements can be implemented within the vaccine development paradigm, including the exploration of recombinant protein-based vaccines as a viable alternative. In the present study, we optimized the RBD gene sequence as the critical step to construct a recombinant plasmid for heterologous prokaryotic protein expression in Escherichia coli BL21(DE3). The optimized codon then inserted into the plasmid vector pET-15b and constructed a recombinant plasmid for transformation into cell host by heat-shock method. The study was evaluated and validated through colony PCR, plasmid isolation, and sequencing. These findings offering a foundational basis for further research in the expression and purification of RBD SARS-CoV-2 protein in E. coli BL21(DE3) as a candidate for subunit recombinant protein vaccine or diagnostic tool in COVID-19 research.Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2), telah menyebabkan lebih dari 7 juta kematian di seluruh dunia. Strategi komprehensif diperlukan untuk mengatasi pandemi ini, terutama vaksinasi untuk mengurangi infeksi lebih lanjut. Pengembangan vaksin bergantung pada pemanfaatan protein imunogenik dari virus SARS-CoV-2, khususnya pada Receptor-binding Domain (RBD) yang terletak dalam Subunit 1 Spike Glycoprotein. Protein ini berperan penting dalam interaksi virus dengan sel inang melalui reseptor ACE2 untuk menginfeksi inang bersama dengan Subunit 2 untuk memediasi fusi pada membran sel. Meskipun beberapa vaksin telah tersedia, kebutuhan terhadap alternatif vaksin yang lebih terjangkau dan mudah diakses masih terus dikembangkan, terutama untuk negara-negara berkembang dan berpenghasilan rendah. Salah satu alternatif yang dapat dikembangkan dapat berupa vaksin berbasis protein rekombinan. Dalam penelitian ini, urutan gen RBD dioptimasi untuk digunakan pada konstruksi plasmid rekombinan pada ekspresi protein heterolog dalam sistem ekspresi prokaryot yaitu Escherichia coli BL21(DE3). Kodon yang telah dioptimasi kemudian disisipkan ke dalam vektor plasmid pET-15b dan dikonstruksikan menjadi plasmid rekombinan untuk transformasi ke dalam sel inang dengan metode heat-shock. Penelitian ini dievaluasi dan divalidasi melalui PCR koloni, isolasi plasmid, dan sekuensing. Hasil pada penelitian ini dapat menjadi dasar bagi penelitian lanjutan pada ekspresi dan purifikasi protein RBD SARS-CoV-2 pada E. coli BL21(DE3) sebagai kandidat vaksin protein subunit rekombinan atau uji diagnostik pada penelitian terkait COVID-19

    201

    full texts

    272

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    OJS STIKES Guna Bangsa Yogyakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇