OJS STIKES Guna Bangsa Yogyakarta
Not a member yet
272 research outputs found
Sort by
The Relationship Between Knowledge and Compliance with Blood-Supplemented Tablet Consumption with The Incidence of Anemia in Adolescent Women in The Muhammadiyah Orphanage Prambanan Sleman Yogyakarta in 2022: Keterkaitan Pengetahuan dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Terhadap Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Panti Asuhan Muhammadiyah Prambanan Sleman Yogyakarta Tahun 2022
Anemia is a condition of hemoglobin levels lower than 12 g/dL. Anemia can attack anyone, including adolescent girls. Based preliminary study at the Muhammadiyyah Orphanage Prambanan Sleman Yogyakarta, it was found that 4 out of 10 were anemic by measuring using a digital Hb tool, then 2 out of 10 only knew what anemia was, and out of 10 these students still did not consume iron supplement tablets. This study aims to determine the relationship between knowledge and adherence to blood supplement consumption and anemia incidence in adolescent girls at the Muhammadiyah Prambanan Sleman Orphanage, Yogyakarta. This research uses quantitative with a cross-sectional design for the data collection. The population was adolescent girls at Muhammadiyah Prambanan Orphanage Sleman Yogyakarta which amounted to 35 people and the sample was the whole population using the Total Sampling technique. This study showed a significant influence between anemia incidence in adolescent girls of Muhammadiyah orphanage Prambanan Sleman Yogyakarta obtained knowledge value P-Sig 0.025 (0.025 <0.05). It can be concluded there is a relationship between independent and dependent variables.Anemia merupakan kondisi kadar hemoglobin dibawah 12 g/dL. Anemia dapat menyerang siapa saja, termasuk remaja putri. Hasil studi pendahuluan di Panti Asuhan Muhammadiyyah Prambanan Sleman Yogyakarta ditemukan 4 dari 10 siswa mengalami anemia yang diukur menggunakan alat Hb digital. Sejumlah 2 dari 10 yang hanya mengetahui anemia dan 10 remaja putri masih belum mengonsumsi tablet tambah darah. Penelitian bertujuan mengetahui keterkaitan pengetahuan dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia pada remaja putri Panti Asuhan Muhammadiyah Prambanan Sleman Yogyakarta tahun 2022. Penelitian menggunakan metode kuantitatif, pengumpulan data menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian yaitu seluruh remaja putri Panti Asuhan Muhammadiyah Prambanan Sleman Yogyakarta berjumlah 35 orang. Sampel penelitian yaitu keseluruhan dari populasi menggunakan Total Sampling. Hasil penelitian menunjukan terdapat keterkaitan yang signifikan terhadap kejadian anemia pada remaja putri panti asuhan Muhammadiyah Prambanan Sleman Yogyakarta diperoleh nilai pengetahuan P-Sig 0,025 (0,025) Maka hipotesis dalam penelitian ini adalah diterima dan terdapat keterkaitan antar variabel independent dan dependent
Chitosan Potential as Delivery Agent for S1 Gene from SARS-CoV-2 with pEGFP-N1 as its Vectors: Potensi Kitosan sebagai Sistem Penghantaran Gen S1 Virus SARS-CoV-2 dengan Vektor pEGFP-N1
Coronavirus Disease-19 (COVID-19) is a disease caused by severe acute respiratory syndrome coronavirus-2 (SARS-CoV-2), this disease began to emerge at the end of 2019 and has become a pandemic to this day. Vaccination can play an important role to prevent the spread of the disease, so there are many vaccine developments, including DNA vaccines. Delivery systems such as chitosan can increase the effectiveness of vaccines. The purpose of this study was to optimize and evaluate the pEGFP-N1-S1 formula with a chitosan delivery system as a DNA vaccine candidate. Plasmids were cloned in E.coli DH5α and extracted for further evaluation with restriction enzymes and sequencing. The EGFP-N1-S1 plasmid was then formulated with chitosan nanoparticles with a mass ratio of Plasmid DNA:chitosan of 1:0.1; 1:0.2; 1:0.3; 1:0.4; 1:0.5; 1:0.6 and 1:0.7. The isolated plasmid has a concentration of 2182.32 ng/L and a purity of 1.911. Restriction results showed that the S1 gene (684 bp) was successfully inserted into the pEGFP-N1 plasmid (4813 bp). DNA:chitosan mass ratio of 1:0.6 is the optimal formulation for DNA to bind with chitosan perfectly.Coronavirus Disease-19 (COVID-19) merupakan penyakit yang disebabkan oleh severe acute respiratory syndrome coronavirus-2 (SARS-CoV-2), penyakit ini mulai muncul pada akhir tahun 2019 dan menjadi pandemi hingga saat ini. Vaksinasi dapat berperan penting dalam prevensi penyebaran penyakit, sehingga banyak dilakukan pengembangan vaksin salah satunya ialah vaksin DNA. Sistem penghantaran seperti kitosan dapat meningkatkan efektifitas dari vaksin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengoptimasi dan mengevaluasi formula pEGFP-N1-S1 dengan sistem penghantaran kitosan sebagai kandidat vaksin DNA. Plasmid dilakukan kloning pada E.coli DH5α dan dilakukan ekstraksi untuk evaluasi selanjutnya dengan enzim restriksi dan sekuensing. Plasmid EGFP-N1-S1 kemudian diformulasikan dengan nanopartikel kitosan dengan rasio massa Plasmid DNA:kitosan sebesar 1:0,1; 1:0,2; 1:0,3; 1:0,4; 1:0,5; 1:0,6 dan 1:0,7. Hasil plasmid yang dilakukan isolasi memiliki konsentrasi 2182,32 ng/L dan kemurnian sebesar 1,911. Hasil restriksi menunjukkan bahwa gen S1 (684 bp) berhasil diinsersi pada plasmid pEGFP-N1 (4813 bp). Rasio massa DNA:kitosan sebesar 1:0,6 merupakan formulasi yang optimal untuk DNA berikatan dengan kitosan secara sempurna
Pelatihan Pengolahan Minyak Biji Bunga Matahari (Helianthus Annus L.) Menjadi Massage Oil: Training on Processing Sunflower Seed Oil (Helianthus annus L.) into Massage Oil
Massage treatment is part of traditional health services which can provide a stimulating and relaxing effect, improve the blood and lymph circulation system and strengthen other body systems, intended to improve health and fitness. Massage treatments generally use massage oil containing essential oils as aromatherapy. The use of essential oils in aromatherapy, especially through massage treatments, must be mixed with carrier oil in the form of vegetable oil such as sunflower seed oil. Pengalangan village is a sunflower agrotourism village with great sunflower potential but the results of sunflower cultivation are still less than optimal and are limited to sunflower seed food. Therefore, the team provides an Eco-preneurship solution with an effort to increase the selling value of the results of processing sunflower seeds in the form of oil to be processed into massage oil. This effort was carried out by providing material using the lecture method and continued with training in making massage oil for PKK cadres and village residents as participants. The end of this activity showed an increase in participants' knowledge by 16.8%, as well as an increase in participants' skills in making massage oil products independently.Perawatan massage atau pijat merupakan bagian dari pelayanan kesehatan tradisional yang dapat memberikan efek stimulasi dan relaksasi, melancarkan sistem peredaran darah dan limfe serta pengutanan sistem tubuh lainnya, dimaksudkan untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran. Perawatan massage umumnya menggunakan massage oil dengan kandungan minyak atsiri sebagai aromaterapi. Penggunaan minyak atsiri sebagai aromaterapi khususnya melalui perawatan massage harus dicampurkan dengan minyak pembawa berupa minyak nabati seperti minyak biji bunga matahari. Desa pengalangan merupakan desa agrowisata bunga matahari dengan potensi bunga matahari yang besar namun hasil pembudidayaan bunga mataharinya masih kurang maksimal dan hanya sebatas pada pangan kuwaci. Oleh sebab itu, tim memberikan solusi Eco-preneurship dengan upaya peningkatan nilai jual hasil pengolahan biji bunga matahari yang berupa minyak untuk diolah menjadi massage oil atau minyak pijat. Upaya ini dilakukan melalui pemberian materi dengan metode ceramah dan dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan massage oil bagi kader PKK dan warga desa sebagai peserta. Akhir dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 16,8%, serta meningkatkan keterampilan peserta dalam membuat produk massage oil secara mandiri
Implementasi Layanan Dukungan Psikososial Melalui Terapi Bermain dan Phbs Terhadap Anak Pasca Bencana Erupsi Gunung Semeru di Desa Sumber Mujur, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur: Implementation of Psychosocial Support Services Through Play Therapy and Phbs for Children Post the Mount Semeru Eruption Disaster in Sumber Mujur Village, Lumajang District, East Java
Disasters such as the eruption of the merapi mountain are a natural event that can interfere and threaten human life like the erupting of Mount Semeru. Children are the successor generation of the nation, psychological trauma will impede the child's ability to grow and develop well in the psychological and physical aspects. A form of intervention that can be performed is the psychosocial support service (LDP), the LDP aims to improve the social functioning of children through play therapy and provide understanding of clean and healthy living behavior (PHBS) in children after disasters. The PLA method is used as a participatory approach to helping children victims of disasters in LDP activities, by involving the learning process of groups in an interactive manner, the target in this activity is 29 children who became victims after the eruption of the mountain semeru. The techniques used are interviews and observations. This dedication consists of four stages: planning, preparation, implementation, and evaluation. The results of this dedication showed that children involved in LDP experienced an improvement in problem-solving skills, such as children being able to express emotions, collaborate with others, and show greater empathy besides children applying a clean and healthy post-disaster lifestyle (PHBS). They showed increased awareness and compliance with health practices, such as washing hands andining dental hygiene. These children also act as agents of change in their communities by educating others about the importance of PHBS.Bencana seperti letusan Gunung Merapi merupakan peristiwa alam yang dapat mengganggu dan mengancam kehidupan manusia seperti halnya letusan Gunung Semeru. Anak merupakan generasi penerus bangsa, trauma psikis akan menghambat kemampuan anak untuk tumbuh dan berkembang dengan baik baik psikis maupun fisik. Bentuk intervensi yang dapat dilakukan adalah layanan dukungan psikososial (LDP), LDP bertujuan untuk meningkatkan keberfungsian sosial anak melalui terapi bermain dan memberikan pemahaman tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada anak pasca bencana. Metode PLA digunakan sebagai pendekatan partisipatif dalam membantu anak-anak korban bencana dalam kegiatan LDP, dengan melibatkan proses pembelajaran kelompok secara interaktif, sasaran dalam kegiatan ini adalah 29 anak yang menjadi korban pasca erupsi gunung semeru. Teknik yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Pengabdian ini terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil dari pengabdian tersebut menunjukkan bahwa anak-anak yang terlibat dalam LDP mengalami peningkatan dalam kemampuan pemecahan masalah, seperti anak mampu mengekspresikan emosi, berkolaborasi dengan orang lain, dan menunjukkan empati yang lebih besar selain itu anak-anak menerapkan pola hidup bersih dan sehat pascabencana (PHBS). Mereka menunjukkan peningkatan kesadaran dan kepatuhan terhadap praktik kesehatan, seperti mencuci tangan dan kebersihan gigi. Anak-anak ini juga bertindak sebagai agen perubahan di komunitasnya dengan mendidik orang lain tentang pentingnya PHBS
Pengaruh Konsumsi Telur Rebus terhadap Penyembuhan Luka Post Sectio Caesarea pada Ibu Nifas di Rsud dr. Darsono Pacitan: The Effect of Boiled Egg Consumption on Post Sectio Caesarea Wound Healing in Postpartum Mothers at dr. Darsono Pacitan Hospital
A sectio caesarea is a delivery in which the wall of the uterus is slashed surgically in order to deliver a fetus. The healing process for wounds is greatly influenced by nutrition, particularly protein. One of the most nutrient-dense foods, eggs are a type of animal protein side dish that are inexpensive, easy to find, and economical.This research is a quantitative research with quasy experimental method with a Nonequivalent group design. The research population is all caesarea postpartum mothers at dr. Darsono Pacitan Hospital. The sampling technique uses purposive sampling. The total sample was 36 post-SC postpartum mothers divided into two groups. Univariate data analysis with frequency distribution table, bivariate analysis with Chi-Square test. The duration of post sectio caesarea wound healing in postpartum mothers who consumed boiled eggs 18 mothers (100%) belonged to the category of fast healing (healed ≤ 7 days). The duration of post sectio caesarea wound healing in postpartum mothers who do not consume boiled eggs is dominated by mothers who belong to the category of slow healing wounds (healed > 7 days) as many as 10 mothers (55.6%). The Chi–Square test result obtained the value Ï value = 0.000. Based on this figure, Ï < 0.05, there is an influence of boiled egg consumption on the healing of post sectio caesarea wounds in postpartum mothers at dr. Darsono Pacitan Hospital.Sectio caesarea adalah persalinan dimana dinding rahim disayat melalui pembedahan untuk melahirkan janin. Proses penyembuhan luka sangat dipengaruhi oleh nutrisi, terutama protein. Salah satu makanan yang paling padat nutrisi, telur merupakan jenis lauk protein hewani yang murah, mudah ditemukan, dan ekonomis. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan menggunakan metode quasy eksperiment dengan design penelitian Nonequivalent group design. Populasi penelitian ibu nifas post section caesarea di RSUD dr. Darsono Pacitan. Teknik sampling menggunakan puposive sampling. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 36 ibu nifas post sectio caesarea yang dibagi dalam dua kelompok. Analisis data univariat menggunakan table distribusi frekuensi, analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan lama penyembuhan luka post sectio caesarea pada ibu nifas yang mengkonsumsi telur rebus 18 ibu (100%) termasuk dalam kategori sembuh cepat (sembuh ≤ 7 hari). Lama penyembuhan luka post sectio caesarea pada ibu nifas yang tidak mengkonsumsi telur rebus di dominasi oleh ibu yang termasuk dalam kategori penyembuhan luka sembuh lambat (sembuh > 7 hari) sebanyak 10 ibu (55,6%). Hasil uji Chi–Square diperoleh nilai Ï value = 0,000. Berdasarkan angka tersebut maka Ï < 0,05 maka ada pengaruh konsumsi telur rebus terhadap penyembuhan luka post sectio caesarea pada ibu nifas di RSUD dr. Darsono Pacitan
Efektivitas Terapi Relaksasi Otot Progresif dan Terapi Musik Suara Alam Terhadap Tingkat Stres Mahasiswa Semester Akhir: Effectiveness of Progressive Muscle Relaxation Therapy and Natural Sound Music Therapy on Final Semester Student Stress Levels
Final year students have academic interests such as a lot of assignments and have many demands from themselves and from external demands which causes students to be more susceptible to experiencing stress. Prolonged and untreated stress can cause physical and psychological disorders. Stress can be treated pharmacologically and non-pharmacologically. There are several non-pharmacological ways that can be done to reduce stress levels, namely progressive muscle relaxation therapy and music therapy. This research generally aims to determine the effect of progressive muscle relaxation therapy and natural sound music therapy on the stress levels of final semester students. This research uses a quantitative approach using a pre-experimental design. The total sample was 8 people taken using accidental sampling technique, based on inclusion and exclusion criteria. The data collection technique uses the PSS questionnaire. The analysis used the Wilcoxon test. The results of the bivariate test showed that there was an effect of progressive muscle relaxation techniques and natural sound music therapy on the stress level of final semester students with a significant value of 0.012. The health sector, especially nursing, is expected to be able to apply progressive muscle relaxation techniques and natural sound music therapy to reduce stress levels.Mahasiswa tingkat akhir memiliki kepentingan akademik seperti tugas yang banyak dan memiliki banyak tuntutan dari dirinya sendiri maupun dari tuntutan eksternal yang menyebabkan mahasiswa lebih rentan mengalami stres. Stres yang berkepanjangan dan tidak diatasi dapat menimbulkan gangguan fisik dan psikologis. Stres dapat ditangani secara farmakologi dan non farmakologi. Ada beberapa cara non farmakologi yang dapat dilakukan untuk menurunkan tingkat stres yaitu terapi relaksasi otot progesif dan terapi musik. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi otot progesif dan terapi musik suara alam terhadap tingkat stres mahasiswa semester akhir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan desain pre-experimental. Jumlah sampel sebanyak 8 orang yang diambil dengan teknik accidental sampling, berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner PSS. Analisis yang digunakan uji Wilcoxon. Hasil uji bivariat didapatkan adanya pengaruh teknik relaksasi otot progresif dan terapi musik suara alam terhadap tingkat stres mahasiswa semester akhir dengan nilai significane 0,012. Bagi bidang kesehatan khususnya keperawatan diharapkan dapat menerapkan teknik relaksasi otot progresif dan terapi musik suara alam untuk menurunkan tingkat stres
The Relationship Between Maternal Knowwledge and Attitudes About Nutrition and the Incidence of Anemia in Pregnant Women in Puskesmas Umbulharjo 1 Yogyakarta: Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Tentang Gizi dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di Puskesmas Umbulharjo 1 Yogyakarta
The Relationship between Maternal Knowledge and Attitude about Nutrition with the Incidence of Anemia in Pregnant Women at Puskesmas Umbulharjo 1 Anemia is a condition where the number and size of red blood cells, or hemoglobin concentration is below a specified limit value, resulting in damage to the blood's capacity to transport oxygen throughout the body. According to the World Health Organization (WHO), in 2018, 40% of maternal deaths in developing countries were related to anemia in pregnancy. To determine the relationship between maternal knowledge and attitudes about nutrition and the incidence of anemia in pregnant women at Umbulharjo Community Health Center 1. Non-experimental quantitative research method with a cross-sectional design using primary data from interviews or questionnaires and secondary data from Umbulharjo Community Health Center I and Yogayakarta city health department. Of the 39 respondents, it was found that the majority of mothers who had good knowledge had a good attitude, namely (82.1%). Based on the chi square test results, the p-value was 0.000, which means there is a relationship between maternal knowledge and attitudes about nutrition and the incidence of anemia in pregnant women in the Umbulharjo Community Health Center area 1. There is a relationship between maternal knowledge and attitudes about nutrition and the incidence of anemia in pregnant women at Umbulharjo Community Health Center 1Anemia merupakan suatu keadaan dimana jumlah dan ukuran sel darah merah, atau konsentrasi hemoglobin di bawah nilai batas yang di tentukan, keadaan ini merusak kapasitas darah untuk mengangkut oksigen keseluru tubuh. Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2018 ada 40% kematian ibu di negara berkembang berkaitan dengan anemia pada kehamilan. Hal ini terjadi oleh karena salah satunya kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai kecukupan gizi selama kehamilan. Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu tentang gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Umbulharjo 1. Metode penelitian kuantitatif non-eksperimental dengan desain cros sectional dengan menggunakan data primer dari hasil wawancara atau kuesioner dan data sekunder dari Pukesmas Umbulharjo I dan dinas kesehatan kota Yogayakarta. Dari 39 responden diperoleh sebagian besar ibu yang berpengetahun baik memiliki sikap yang baik yaitu sebanyak (82,1%). berdasarkan hasil uji-chi square didapatkan hasil nilai p- value 0,000 yang berarti ada hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu tentang gizi dengan kejadian anemia pada Ibu Hamil di wilayah Puskesmas Umbulharjo 1. Ada hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu tentang gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Umbulharjo
Perancangan Sistem Penentuan Kualitas Lingkungan Kerja Berdasarkan Multy Parameter Input Menggunakan Metode Mamdani Fuzzy Inferensi System (FIS): Design of a System for Determining the Quality of the Work Environment Based on Multi Parameters Input Using the Mamdani Fuzzy Inferenence System (FIS) Method
The work environment has the potential for Occupational Diseases which cause health problems for workers due to physical work environment factors. The physical work environment is in the form of infrastructure conditions, temperature, lighting and noise, while the non-physical work environment is related to work relations and communication. Workers have the right to work in a safe and comfortable working environment because it is the main factor in determining worker conditions. A supportive work environment can trigger workers to increase productivity. The purpose of this study was to determine the comfort level of a workplace using three variables, namely temperature, lighting and noise with the Mamdani Fuzzy Inference System (FIS) approach. Using the Mamdani FIS method and Matlab R2010b program, it is expected to measure the condition of the work environment, including temperature, lighting, and noise, so that if the work environment conditions are inadequate, evaluation and improvement can be carried out. This research was carried out by a system engineering to determine the quality of the workplace environment using the Mamdani FIS method algorithm through the matlab software. It has been assumed that there are three indicator variables used to determine a condition in which each variable has its own decomposition of the input function and fuzzy set. Based on the case study used as a sample, the room conditions had a temperature level of 22°C, 55 db of noise and 210 lux of lighting, which resulted in an environmental quality of 91.3 with good workspace criteria.Lingkungan kerja memiliki potensi Penyakit Akibat Kerja yang menyebabkan munculnya masalah kesehatan bagi pekerja akibat faktor lingkungan kerja fisik. Lingkungan kerja fisik berupa kondisi sarana prasarana, suhu, pencahayaan dan kebisingan, sedangkan lingkungan kerja non fisik berhubungan dengan hubungan dan komunikasi kerja. Pekerja berhak untuk bekerja dengan kondisi lingkungan kerja yang aman dan nyaman karena merupakan faktor utama dalam menentukan kondisi pekerja. Lingkungan kerja yang mendukung, dapat memicu pekerja dalam meningkatkan produktivitas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kenyamanan suatu tempat kerja menggunakan tiga variabel yaitu suhu, pencahayaan dan kebisingan dengan pendekatan sistem Mamdani Fuzzy Inferensi System (FIS). Menggunakan metode Mamdani FIS dan program Matlab R2010b diharapkan mampu mengukur kondisi lingkungan tempat kerja yakni suhu, pencahayaan dan kebisingan sehingga apabila kondisi lingkungan kerja tidak memadai dapat dilakukan evaluasi dan perbaikan. Penelitian ini dilakukan sebuah rekayasa sistem untuk menentukan kualitas lingkungan tempat kerja menggunakan algoritma metode Mamdani FIS melalui software matlab. Telah diasumsikan terdapat tiga variabel indikator yang digunakan untuk menentukan sebuah kondisi yang tiap variabelnya memiliki dekomposisi fungsi input dan himpunan fuzzy masing-masing. Berdasarkan studi kasus yang digunakan sebagai sampel dengan kondisi ruangan yang memiliki tingkat suhu sebesar 22°C, kebisingan 55 db dan tingkat pencahayaan 210 lux memiliki hasil kualitas lingkungan sebesar 91,3 dengan kriteria ruang kerja baik
Peningkatan Pengetahuan Tata Laksana Trauma Gigi Sulung pada Anggota Komunitas BCApril21: Peningkatan Pengetahuan Tata Laksana Trauma Gigi Sulung pada Anggota Komunitas BCApril21
ABSTRACT
A study reveals a global prevalence of 22,7% of dental trauma affecting primary teeth through a meta-analysis. Among children aged 0-6 years, oral injuries contribute to 18% of total physical injuries. Dental trauma in children has significant consequences on their oral health. Managing dental trauma in children poses challenges for parents and patients. An education and training activities were held to increase the knowledge of mothers in handling primary dentition dental trauma and management of children’s oral health. This event was carried by Faculty of Dentistry Universitas Trisakti staff members on Mei 2023. This education and training activities were given to Birth Club April 2021 community members. After series of this event, the participant seems to have an increase in knowledge which can be seen in the increase of participant correct post-test answer around 8,82%. Support and participation from the community also contribute to the success of education and training activities. With increased parental knowledge, it is hoped that serious dental health issues in children can be prevented, aiding them in growing up with healthy and strong teeth.INTISARI
Sebuah penelitian mengemukakan prevalensi global sebesar 22,7% dari trauma merupakan trauma yang melibatkan gigi sulung. Sejumlah 18% dari cedera fisik merupakan cedera oral yang dialami oleh anak usia 0-6 tahun. Trauma dental pada anak akan mempengaruhi kesehatan gigi mulut mereka. Penanganan trauma dental pada anak dapat menjadi tantangan yang sulit bagi orang tua dan pasien tersebut. Penyuluhan dan pelatihan diadakan untuk meningkatkan pengetahuan para ibu dalam tata laksana trauma gigi sulung dan pemeliharaan Kesehatan gigi mulut anak. Kegiatan ini dilaksanakan oleh dosen dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti pada bulan Mei 2023. Kegiatan ini diberikan kepada anggota komunitas Birth Club April 2021. Setelah kegiatan, peserta menunjukan adanya peningkatan pengetahuan yang dapat dilihat dari jumlah jawaban benar pada post-test. Persentase kenaikan jumlah jawaban benar post-test adalah 8,82% lebih tinggi dari pre-test. Dukungan dan partisipasi dari komunitas sangat membantu keberhasilan acara ini. Diharapkan dengan adanya kenaikan pengetahuan orang tua, masalah kesehatan mulut pada anak dapat dicegah dengan anak dapat tumbuh dengan sehat dan gigi yang kuat.
Keywords: trauma dental, gigi sulung, kesehatan gigi dan mulu
The Relationship Between the Use of Contraceptives and Menstrual Cycle Disorders in Couples of Childbearing Age (PUS) at Puskesmas Piyungan Bantul Yogyakarta Year 2021
Menstrual cycle disorders are often become a problem for couples of childbearing age who use contraceptives, especially hormonal contraceptives namely injectable contraceptives.The problem itself can be in the form of a long cycle or more than 35 days (oligomenorrhea), a short menstrual cycle of less than 21 days (polymenorrhea) and a menstrual absence in 3 months in a row (amenorrhea). This study aims to determine the relationship between the use of contraceptives and menstrual cycle disorders in couples of childbearing age at Puskesmas Piyungan Sub-district, Bantul Yogyakarta in the year of 2021. This study is quantitative analytical study with Cross Sectional approach which was conducted retrospectively. The sampling technique used was Proportional Random Sampling with the total sample of 96 respondents. The analysis used were univariate and bivariate analysis. The results showed that from 58 respondents who used hormonal contraception, 44 respondents (75,9%) experienced abnormal menstrual cycle. Meanwhile, 38 respondents who used non-hormonal contraception at least experienced an abnormal menstrual cycle as many as 6 respondents (15,8%). The Chi-Square test showed that there was a significant relationship between the use of contraceptives and menstrual cycle disorders in couples of childbearing age, namely p = 0,000 < α = 0,05 with OR value of 16,762. There is a significant relationship between the use of contraceptives and menstrual cycle disorders at Puskesmas Piyungan Sub-district, Bantul Yogyakarta