1,721,569 research outputs found
DETERMINAN PENGUNGKAPAN INFORMASI ATRIBUSI DAN DAMPAKNYA TERHADAP PERSISTENSI LABA
Previous studies indicated that there were two common types’ performance explanations disclosures by Indonesian company’s managers in annual report: (1) performance attribution and (2) accounting explanation (Suripto 2013). Performance attribution disclosures were more useful and expensive than accounting explanation (Aerts et al. 2013). This study is conducted to obtain empirical answers for two research questions: (1) whether firm characteristics affect performance attribution disclosure extent in the annual report and (2) whether performance attribution information is useful to evaluate company earnings persistency. Content analysis was conducted on 594 annual reports to obtain data performance attribution disclosures. The empirical test results showed that firm’s size and corporate governance have a positive effect on performances attribution disclosures. In addition, the research results showed that performance attribution disclosures were useful for evaluating revenue persistence
Pembuatan Gong Kemodhong Versi Suripto: Kajian Organologi dan Akustika
Penelitian ini berjudul “Pembuatan Gong Kemodhong Versi Suripto: Kajian Organologi dan Akustika”. Gong kemodhong merupakan salah satu gamelan ricikan yang lazim digunakan pada sajian karawitan seperti gadhon, cokekan, dan siteran. Ricikan ini memiliki bentuk yang cukup ringkas serta bunyi yang khas. Larasan pada kedua bilahnya dibuat berbeda dengan selisih frekuensi yang hampir mirip, sehingga dapat menghasilkan bunyi pelayangan (interferensi) atau sering disebut dengan istilah ngombak. Melalui pendekatan organologi dan akustika, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan ricikan gong kemodhong dari tahap awal persiapan hingga menjadi sebuah ricikan yang siap digunakan. Penelitian ini dilakukan di besalen milik Suripto yang beralamat di Dusun Sembung Wetan, Desa Bekonang, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui sejumlah tahapan antara lain observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Temuan data penelitian tersebut kemudian dideskripsikan secara rinci dalam bentuk tulisan yang disertai gambar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ricikan gong kemodhong dapat dibuat dengan berbagai ukuran, bahan, dan bentuk. Gong kemodhong merupakan ricikan yang dapat dibuat ringkas atau minimalis serta mampu menghasilkan suara yang khas. Larasan nada pada sumber bunyinya dapat mencapai frekuensi yang cukup rendah. Selain itu, penggunaan dua lempeng pisau dalam satu ruang resonator merupakan salah satu yang menjadi ciri khas pada ricikan ini, yaitu saat kedua sumber bunyinya dimainkan, dapat menghasilkan interferensi bunyi atau peristiwa pelayangan. Kata Kunci: gong, kemodhong, organologi, akustik
Pembuatan Gong Kemodhong Versi Suripto: Kajian Organologi dan Akustika
Penelitian ini berjudul “Pembuatan Gong Kemodhong Versi Suripto: Kajian Organologi dan Akustika”. Gong kemodhong merupakan salah satu ricikan gamelan yang lazim digunakan pada sajian karawitan seperti gadhon, cokekan, dan siteran. Ricikan ini memiliki bentuk yang cukup ringkas serta bunyi yang khas. Larasan pada kedua bilahnya dibuat berbeda dengan selisih frekuensi yang hampir mirip, sehingga dapat menghasilkan bunyi pelayangan (interferensi) atau sering disebut dengan istilah ngombak. Melalui pendekatan organologi dan akustika, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan ricikan gong kemodhong dari tahap awal persiapan hingga menjadi sebuah ricikan yang siap digunakan. Penelitian ini dilakukan di besalen milik Suripto yang beralamat di Dusun Sembung Wetan, Desa Bekonang, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Data penelitian diperoleh melalui sejumlah tahapan diantaranya observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Temuan data penelitian tersebut kemudian dideskripsikan secara rinci dalam bentuk tulisan yang disertai gambar.
Hasil penelitian menunjukan bahwa ricikan gong kemodhong dapat dibuat dengan berbagai ukuran, bahan, dan bentuk. Gong kemodhong merupakan ricikan yang dapat dibuat ringkas atau minimalis serta mampu menghasilkan suara yang khas. Larasan nada pada sumber bunyinya dapat mencapai frekuensi yang cukup rendah. Selain itu, penggunaan dua lempeng bilah dalam satu ruang resonator merupakan salah satu yang menjadi ciri khas pada ricikan ini, yaitu saat kedua sumber bunyinya dimainkan, dapat menghasilkan interferensi bunyi atau peristiwa pelayangan.
Kata Kunci: gong, kemodhong, organologi, akustik
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
HUBUNGAN ANTARA SIKAP TERHADAP KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN KOMPETENSI GURU SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN WONOGIRI
Suripto. S. 810108034. Hubungan Antara Sikap Terhadap Kepemimpinan
Kepala Sekolah Dan Motivasi Berprestasi Dengan Kompetensi Guru
Sekolah Dasar Negeri Di Kecamatan Wonogiri. Thesis. Surakarta:
Program Studi Teknologi Pendidikan, Program Pascasarjana, Universitas
Sebelas Maret. 2009.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1). ada tidaknya
hubungan yang signifikan antara sikap terhadap kepemimpinan kepala sekolah
dengan kompetensi guru, (2). ada tidaknya hubungan yang signifikan antara
motivasi berprestasi dengan kompetensi guru, dan (3). ada tidaknya hubungan
yang signifikan antara sikap terhadap kepemimpinan kepala sekolah dan
motivasi berprestasi secara bersama-sama dengan kompetensi guru.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif
dengan pendekatan korelasional untuk memecahkan masalahnya. Populasi
dalam penelitian ini adalah semua guru Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan
Wonogiri. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik purposive
cluster random sampling sebanyak 40 guru. Teknik pengumpulan data
menggunakan metode angket untuk variabel sikap terhadap kepemimpinan
kepala sekolah, motivasi berprestasi dan kompetensi guru. Teknik analisis
data menggunakan analisis korelasi sederhana dan regresi ganda dengan uji
prasyarat analisis yaitu uji normalitas dan uji linearitas, dengan taraf
signifikansi penelitian sebesar 5%.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan : (1) terdapat hubungan
yang signifikan antara sikap terhadap kepemimpinan kepala sekolah dengan
kompetensi guru (r hitung > r tabel atau 0,451 > 0,312), (2) terdapat hubungan
yang signifikan antara motivasi berprestasi dengan kompetensi guru (r hitung >
r tabel atau 0,610 > 0,312), (3). terdapat hubungan yang signifikan antara sikap
terhadap kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi berprestasi secara
bersama-sama dengan kompetensi guru (R y123 = 0,709 dengan Fhitung > F tabel
atau 18,794 > 3,255 ). Kontribusi atau sumbangan efektif yang diberikan
variabel sikap terhadap kepemimpinan kepala sekolah16,54% sedangkan
variabel motivasi berprestasi sebesar 33,848% terhadap kompetensi guru.
Model hubungan antara X1, dan X2 dengan Y adalah U ˆ = 72,621 + 0,165 X1
+ 0,241 X2, model ini signifikan secara statistik
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
