1,721,345 research outputs found

    Mari berhitung sisa hidupmu

    No full text
    Apa betul saya bodoh? Penyakitan? Jelek? Pemalu? Bukankah cuma stempel yang dicapkan orang sejak kecil? Jangan sombong, jangan dendam, mengapa tidak boleh? Apa itu persaingan? Mau sukses? Memang sukses itu apa? Sudah profesional? Apa itu profesional? Saya menilai orang dari apanya? Penampilannya? Kekayaannya? Mari mengkaji kembali prinsip dan nilai-nilai hidup pribadi, mari mendesain ulang hidup selagi masih sempat, lewat cara yang tidak membuat stres: cerita, gambar, foto, ilustrasi, tipografi, tabel, diagram, infographic, semua disajikan full color. Bagi yang merasa hidupnya fine-fine saja, mudah-mudahan jadi gelisah :) Membaca dan melihat pikiran Surianto itu asyik tapi berbahaya! Ada brutalitas di balik ungkapannya yang lugu; hal biasa dinilai kembali jadi perenungan yang dalam. Pada akhirnya (mudah-mudahan) Anda mendapatkan nilai-nilai terang yang menginspirasi. - Eka Sofyan Rizal; Dosen & Desainer Grafis Di luar perkiraan, buku ke-4 Surya ternyata cukup mengejutkan dan isinya membuat lebih surprise lagi. Seorang pelaku komunikasi visual yang mencoba merekam momen serta "wejangan"dan "doktrin" yang acap "dituang"oleh orang-orang dekat kita, yang kalau ditelisik cuma sekadar meneruskan dari pendahulunya. Banyak perenungan dalam dikemas secara ringan & dukungan visual yang membuat kita bersyukur diingatkan dari sekarang. - Caroline F. Sunarko; Akademisi dan Aktivis Komunikasi Visual, General Manager Damniloveindonesia.com, co- Founder Kreavi.com Orang baik memperbaiki dirinya dan memotivasi orang lain untuk menjadi lebih baik. Buku motivasi yang baik berfungsi sebagai alat pembelajaran dan penyeManga, Manhua & Manhwat bagi pembacanya. Melalui buku ini Surianto memberi pencerahan pribadi yang dibagikannya kepada kita dengan caranya yang khas: ringan, umum, namun disajikan secara kreatif dan memikat secara visual grafisnya. - Christofer Santosa; Pekerja Kreatif, Penulis, Sutradara "Sudahkah melakukan 'sesuatu' di kehidupan ini?"Mau dikenang sebagai apa kelak?"Surianto Rustan berhasil memformulasikan perenungan akan lika-liku perjalanan hidupnya yang mengkristal menjadi sebuah mahakarya cerita inspiratif yang mampu menggugah "kebelumsadaran" kita. - Triden Tan; Graphic Designer, Founder of Masterpiece Magazine

    Topping Off Kampus UMN Tahap 2 oleh Ketua Yayasan Multimedia Nusantara, Ir. Teddy Surianto

    No full text
    TANGERANG — Dokumentasi Topping Off Kampus UMN Tahap 2 oleh Ketua Yayasan Multimedia Nusantara, Ir. Teddy Surianto pada Rabu (08/02/2012)

    Visual tipografi dalam sampul buku karya Surianto Rustan

    No full text
    Sampul buku mempunyai peranan yang sangat penting sebagai media komunikasi visual yang efektivitasnya memberikan nilai tambah terhadap minat baca. Fenomena perubahan sampul buku karya Surianto Rustan dengan judul "Layout Dasar dan Penerapannya" dapat dimungkinkan ada gejala yang melatarbelakangi perubahan tersebut. Tipografi sebagai salah satu elemen tersebut mempengaruhi dan dipengaruhi oleh elemen desain yang lain serta dapat mempengaruhi keberhasilan suatu karya desain secara keseluruhan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan teori semiotika. Pembahasan makna visual tipografi dalam sampul buku karya Surianto Rustan menggunakan teori Barthes untuk melihat kode hermeneutik, kode semantik, kode simbolik, kode narasi dan kode kebudayaan. Barthes mengembangkan dua tingkatan pertandaan yaitu tingkat denotasi (menjelaskan hubungan antara penanda dan pertanda) dan tingkat konotasi (tingkat pertandaan yang menjelaskan hubungan antara penanda dan petanda).Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah karakteristik visual tipografi tersusun atas elemen-elemen yang saling berkaitan sesuai dengan tujuan dan fungsinya. Makna yang terkandung dalam karya desainsampul buku pertama, nampak adanya keinginan yang sangat keras dalam menunjukkan eksistensi penulis dan pesan yang disampaikan kepada publik. Pada desain sampul buku yang kedua, desainer menyadari eksistensinya telah memberi pengaruh yang cukup kuat melewati tahap pengenalan

    Sengketa Kewenangan Memeriksa dan Mengadili antara Pengadilan Negeri Limboto dengan Pengadilan Agama Limboto(Analisis Putusan Mahkamah Agung Nomor 001-SKM/MA/2015)

    Full text link
    Surianto: 2016.Sengketa Kewenangan Memeriksa dan Mengadili antara Pengadilan Negeri Limboto dengan Pengadilan Agama Limboto(Analisis Putusan Mahkamah Agung Nomor 001-SKM/MA/2015) .Skripsi, Jurusan Hukum Keluarga, Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam. Pembimbing: (I)Dr. H. Sukarni. M.Ag. (II) H. Bahran., S.H., M.H. Kata kunci : Sengketa, Kewenangan, Mengadili, Peradilan Agama, Peradilan Negeri Skripsiinimengangkatpermasalahanmengenaisengketa kewenangan memeriksa dan mengadili antara pengadilan negeri limboto dan pengadilan agama limboto tentang sengketa harta bersama yang didalamnya ada sengketa hak kepemilikan.Latarbelakangmasalahkarenaadanyagugatan Intervensiatas nama Sutoyo Lihawa bin Mardun Lihawa mengenai harta bersama Nurmin Lihawa binti Mardun Lihawa dengan suaminya Sunu S. Paneo bin S. Paneo alias Rustam Suelo Paneo khusus menyangkut sebidang tanah yang terdapat di Kelurahan Bolihuangga, Kecamatan Limboto. Adapuntujuanpenelitianadalahuntukmengetahuidasar hukum pertimbangan hakim Mahkamah Agung mengenai sengketa kewenangan mengadili diberikan ke-Pengadilaan Agama dan mengetahui tinjauan hukum formil mengenai putusan Mahkamah Agung Nomor 001/SKM/MA/2015. Penelitianiniadalahpenelitianhokumnormatifdengan cara menguji, menelaah, mensistemasi, dan mengevaluasi secara kualitatif. Penelitian ini mengunakan bahan hukum primer, sekunder, dan tertier. Bahan hukum primer yakni dengan mengkaji putusan Mahkamah Agung Nomor 001-SKM/MA/2015, bahan hukum sekunder dengan mengkaji hukum formil dan peraturan perundang-undangan, sedangkan bahan hukum tertier adalah bahan acuan dan rujukan dibidang hukum seperti kamus hukum dan ensiklopedi. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa putusan Mahkamah Agung Nomor 001-SKM/MA/2015, tentang sengketa kewenangan memeriksa dan mengadili,yang berwenangmemeriksa dan mengadili adalah pengadilan agama limboto. Adapun yang menjadi pertimbangan majelis hakim adalah untuk menentukan apakah objek sengketa merupakan harta bersama dan apakah objek sengketa tersebut budel waris yang belum dibagi dalam perkara warisan dari mereka yang beragama Islam adalah wewenang Pengadilan Agama Limboto dalam Pasal 50 ayat (2) Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Pengadilan Agama. Menurut analisis Penulis berdasarkan hukum formil bahwa putusan yang dikeluarkan oleh Mahkamah Agung tersebut terdapat ketidakkonsistenan yang secara tidak langsung melanggar hukum formil berkenaan dengan asas-asas putusan sehingga berdampak tidak tepatnya penerapan hukum materiil yang berlaku

    PEMAKAIAN TEPUNG DAUN UBI JALAR (Ipomoea batatas L) YANG

    Full text link
    PEMAKAIAN TEPUNG DAUN UBI JALAR (Ipomoea batatas L) YANG DIFERMENTASI DENGAN STARTER KOMERSIL EM-4 DALAM RANSUM TERHADAP PERFORMA BURUNG PUYUH (Coturnix-coturnic Japonica) PEDAGING Surianto (11581102183) Di bawah bimbingan Evi Irawati dan Irdha Mirdhayati INTISARI Daun ubi jalar adalah sisa-sisa hasil tanaman ubi jalar yang tidak termasuk dalam produk utama, jumlahnya cukup melimpah untuk dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat puyuh dan menekan biaya produksi, namun daun ubi jalar memiliki serat yang tinggi dan memerlukan pengolahan lebih lanjut seperti fermentasi sehingga bisa dimanfaatkan oleh puyuh untuk pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa burung puyuh pedaging yang diberi pakan berbahan tepung daun ubi jalar fermentasi dengan starter komersil dalam formulasi ransum. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan adalah konsentrasi penambahan daun ubi jalar fermentasi dalam ransum yang terdiri dari 4 level yaitu 0, 5, 10 dan 15%. Parameter yang diuji adalah konsumsi ransum, pertumbuhan bobot badan dan konversi ransum. Data hasil penelitian dianalisis dengan analisis sidik ragam dan uji lanjut DMRT. Hasil penelitian bahwa menunjukkan pemakaian tepung daun ubi jalar (Ipomoea batatas L.) yang difermentasi dengan starter komersil dalam ransum dengan penambahan sampai 15% sangat nyata (P0,05) terhadap konversi ransum puyuh. Dapat disimpulkan bahwa penambahan daun ubi jalar fermentasi sampai 15% tidak dapat meningkatkan performa burung puyuh. Jumlah tepung ubi jalar fermentasi yang dapat ditambahkan dalam ransum hanya sampai 5%. Kata kunci: Puyuh, Tepung Ubi Jalar, Performan, Fermentasi

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Pembelakaran Bahasa Indonesia dengan Teknik Permainan Kelompok Siswa Kelas V dI SDN 110 Lagoari di Kabupaten Wajo

    Full text link
    SURIANTO. Pembelajaran  Bahasa  Indonesia Dengan Teknik Permainan Kelompok  Siswa Kelas V Di Sdn 110 Lagoari  Di Kabupaten  Wajo.              ( Dibimbing oleh H. Andi sukri syamsuri dan Muhammad akhir ) Secara umum rata-rata anak memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. Namun bila diperhatikan secara khusus atau secara individual kemampuan secara individu berbeda-beda. Ada beberapa anak yang tergolong kesulitan dalam berkomunikasi dengan teman. Kesulitan-kesulitan tersebut membuat komunikasi antar teman menjadi tidak efektif. Apabila hal tersebut terus dibiarkan akan menghambat proses perkembangan sosial anak. Terhambatnya kemampuan berkomunikasi siswa juga dapat menghambat prestasi belajar siswa.Tujuan penelitian ini untuk menggambarkanpelaksanaan teknik permainan kelompok, mengetahui bagaimana tingkat kemampuan berkomunikasi siswa dan mengetahui pengaruh pelaksanaan teknik permainan kelompok dalam pembelajaran bahasa Indonesia terhadap kemampuan berkomunikasi siswa Sekolah Dasar gugus 1 Kecamatan Bola Kabupaten Wajo. Jenis penelitian ini adalah true experimen (eksperimen murni) pengujian variabel bebas dan terikat dilakukan terhadap sampel kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Desain eksperimen yang akan digunakan adalah Desain Randomized Pretest-Posttest Control Group Design. Teknik pengumpulan data melalui observasi untuk menilai kegiatan atau pengamatan terhadap perlakuan yang dilakukan guru di kelas eksperimen, angket untuk memperoleh informasi mengenai kemampuan berkomunikasi siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia dengan pelaksanaan teknik permainan kelompok, dan dokumentasi. Teknik analisis datanya analisis deskriftif dan analisis inferensial yang meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis dengan uji T Test. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan teknik permainan kelompokdi kelas eksperimen terlaksana dengan baik berdasarkan sintaks pembelajaran. Tingkat kemampuan berkomunikasi siswa meningkat setelah diberikan perlakuan teknik permainan kelompok hasil pretes pada kelas eksperimen dari kategori cukup menjadi tinggi setelah postes itu berarti kemampuan berkomunikasi siswa meningkat setelah perlakuan teknik permainan kelompok. Peningkatan kemampuan berkomunikasi siswa dari sebelum dan setelah perlakuan teknik permainan kelompok berindikasi bahwa pelaksanaan teknik permainan kelompok berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berkomunikasi siswa di sekolah dasar.   Kata kunci : pembelajaran bahasa indonesi teknik permainan kelompok
    corecore