1,721,408 research outputs found

    REDESAIN KAWASAN MAKAM SULTAN SURIANSYAH

    Full text link
    The graveyard of Sultan Suriansyah is the graveyard of the first Banjar King who converted to Islam and helped raise Islam in the South Kalimantan. This graveyard is one of the religious tours that is crowded with people from various regions. However, not many people know the history this place has. Therefore, there was a plan to redesign the graveyard area of the Sultan Suriansyah which would preserve history and become an educational area for those who visit here. To realize the redesign of the graveyard area of the Sultan Suriansyah, a disprogramming method is used, with the application of the concept of dimensional space in the zoning that divides the area and provides space to maintain and show the history of the place to the people who visit the area. Makam Sultan Suriansyah adalah tempat Raja pertama Banjar yang masuk Islam dan membantu membesarkan agama Islam di Kalimantan Selatan dikuburkan. Makam ini merupakan salah satu wisata religi yang ramai dikunjungi orang dari berbagai daerah. Namun, tidak banyak yang mengetahui sejarah yang dimiliki oleh tempat ini. Oleh karena itu, muncullah rencana redesain kawasan makam Sultan Suriansyah yang akan menjaga sejarah dan menjadi area edukasi bagi orang-orang yang berkunjung ke sini. Untuk mewujudkan redesain kawasan makam Sultan Suriansyah, digunakan metode disprogramming, dengan penerapan konsep dimensional space pada zonasi pembagian kawasan dan memberikan ruang untuk menjaga dan menunjukkan sejarah dari tempat tersebut kepada masyarakat yang berkunjung pada area tersebut

    Peran Masjid Sultan Suriansyah Sebagai Lembaga Pendidikan Islam (2005-2015)

    Full text link
    Abida Rahmi. 2016. Peran Masjid Sultan Suriansyah Sebagai Lembaga Pendidikan Islam (2005-2015). Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Pembimbing: Prof. Dr. H. Kamrani Buseri, MA. Kata kunci: Peran, Masjid, Lembaga Pendidikan Islam. Pada masa dahulu peran masjid di Indonesia tidak terlalu urgen namun seiring berjalannya waktu, masjid mengalami pergeseran sehingga tidak hanya sebagai tempat peribadatan namun juga tempat sosial budaya seperti pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah berdirinya Masjid Sultan Suriansyah, peran Masjid Sultan suriansyah sebagai lembaga pendidikan Islam (2005-2015), dan faktor yang mempengaruhi peran Masjid Sultan Suriansyah sebagai lembaga pendidikan Islam (2005-2015). Subjek penelitian ini adalah Masjid Sultan Suriansyah. Sedangkan objek penelitian ini adalah peran masjid Sultan Suriansyah sebagai lembaga pendidikan Islam (2005-2015). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumenter. Adapun teknik pengolahan data yang digunakan adalah editing, klasifikasi data dan tabulating kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif mengambil kesimpulan secara induktif, menarik kesimpulan yang bersifat khusus ke umum. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui sejarah Masjid Sultan Suriansyah dimulai dari inisiatif Raja Sultan Suriansyah tentang perlunya tempat untuk kegiatan keagamaan, musyawarah, keagamaan dan sosial maka dibangun sebuah tempat pusat peribadatan yakni Masjid di tepi Sungai Kuin yang diberi nama “Masjid Sultan Suriansyah” pada tahun 1526 M dan selesai pada tanggal 24 September 1528. Selain itu, disimpulkan bahwa peran Masjid Sultan Suriansyah sebagai lembaga pendidikan Islam berupa pendidikan formal dan non formal. Pendidikan formal yaitu RA (Raudhatul Athfal) Sultan Suriansyah sedangkan pendidikan non formal adalah TPA (Taman Pendidikan Alquran) Sultan Suriansyah dan 5 majelis taklim. Selain itu, faktor penunjang adalah segala aktifitas kegiatan masjid didukung oleh pengurus masjid, jamaah sekitar Masjid Sultan Suriansyah dan pemerintah, letak masjid yang strategis, dan masyarakat Kuin yang agamis. Sedangkan Faktor penghambat yaitu keterbatasan dana dalam setiap program Masjid Sultan Suriansyah

    MANAJEMEN WISATA RELIGI PADA MAKAM SULTAN SURIANSYAH

    Full text link
    Penelitian ini berawal dari pemikiran tentang pentingnya manajemen wisata religi yang ada di Banjarmasin. Salah satu wisata religi tertua kedua setelah wisata religi makam Syekh Jamaluddidin atau yang disebut Tuan Guru Surgi Mufti di Banjarmasin adalah makam Sultan Suriansyah Kuin Utara Banjarmasin. Makam Sultan Suriansyah tidak hanya sebagai tempat wisata religi namun juga sebagai tempat pendidikan, pengajaran, kegiatan sosial, dan tempat musyawarah. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah tempat area makam yang tahun ke tahun selalu mengalami kemajuan sehingga manajemen wisata religi makam Sultan Suriansyah menjadi fokus utama peneliti. penelitian ini hendak meneliti lebih jauh bagaimana manajemen yang telah dilakukan oleh pengelola wisata religi makam Sultan Suriansyah. baik dari sisi perencanaan, pelaksanaan pengorganisasian dan pengawasan dan apa saja faktor pendukung dan penghambat. Metode Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui manajemen wisata religi. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah pengelola makam Sultan Suriansyah tahun kepengurusan 2000-2020. Adapun teknik analisis yang digunakan adalah model menginterprestasikan dengan bahasa peneliti berdasarkan data yang diperoleh dari fokus yang diteliti. Hasil dari penelitian ini manajemen wisata religi makam Sultan Suriansyah, sudah menerapkan fungsi manajemen untuk pelaksanaan manajemen wisata religi meliputi Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling, hal itu bersumber dari solidnya pengurus-pengurus yang aktif sekarang. Maka dari itu pengelolaan manajemen wisata religi makam Sultan Suriansyah dapat dikatakan baik, terutama dalam hal-hal yang bersifat fisik dan praktis. Sementara dari faktor pendukung dan penghambat yang ada selalu mengalami perbaikan melalui pengawasan dan evaluasi. Sedangkan dalam hal mengevaluasi pelayanan keseluruhan masih kurang terlaksana. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik Kesimpulan bahwa manajemen wisata religi makam Sultan Suriansyah sudah berjalan dengan baik, meskipun masih terdapat hambatan ataupun kekurangan terutama dalam pelayanan yang diberikan oleh pengurus disetiap kegiatan atau even yang cukup besar, namun semua itu bisa di atasi oleh pengurus dan masyarakatpun juga memakluminya, sehingga secara keseluruhan masyarakat merasakan puas terhadap pelayanan yang diberikan pengurus wisata religi makam Sultan Surianyah

    Perancangan Buku Infografis Masjid Sultan Suriansyah Kesultanan Banjar

    Full text link
    Masjid Sultan Suriansyah yang berada di Kuin, Kota Banjarmasin, merupakan masjid yang dibangun pertama di Kalimantan Selatan pada saat masa pemerintahan sultan pertama Kesultanan Banjar, Sultan Suriansyah. Berdasarkan itu masjid Sultan Suriansyah dikategorikan sebagai masjid tradisional Banjar berdasarkan bentuk dan ciri khas masjid tradisional yang masih dipertahankan sebagai bangunan cagar budaya. Mengidentifikasi masjid tradisional Banjar dapat dilihat dari bentuk atap bertumpang dengan kemiringan tertentu, ruangan mihrab yang terpisah dari bangunan utama, bangunan panggung dan serambi, dan juga kehadiran ragam hiasnya. Masjid Sultan Suriansyah sebagai masjid tradisional Banjar dan objek cagar budaya, maka merawat dan melestarikannya menjadi tanggung jawab masyarakat yang menggunakannya, menikmati keindahannya, dan mempelajari sejarahnya untuk menjaga masjid Sultan Suriansyah agar tetap hidup dalam rasa peduli masyarakat. Perancangan ini bertujuan untuk memfasilitasi kebutuhan penyajian informasi tentang bangunan masjid Sultan Suriansyah dan apa saja yang ada di dalamnya seperti ruangan, ukiran, dan penjelasan dari masing-masing objek dalam bentuk media buku infografis

    Eksplorasi Etnomatematika dan Analisis Aktivitas Fundamental Bishop pada Masjid Sultan Suriansyah Banjarmasin

    Full text link
    Etnomatematika adalah kajian yang menghubungkan antara matematika dan budaya yang mengaitkan kearifan budaya lokal pada masyarakat dalam pembelajaran matematika. Salah satu yang termasuk dalam kajian etnomatematika yaitu masjid. kegiatan matematika yang dapat digunakan untuk mengamati aspek�aspek matematika, yaitu aktivitas fundamental matematis menurut Bishop menghitung, penentuan lokasi, mengukur, merancang, bermain, dan menjelaskan. Masjid Sultan Suriansyah Banjarmasin adalah salah satu masjid bersejarah di kota Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah dan filosofi Masjid Sultan Suriansyah, mengetahui aspek Etnomatematika yang terdapat pada Masjid Sultan Suriansyah, mendeskripsikan aktivitas fundamental matematis menurut bishop yang ada di Masjid Sultan Suriansyah Banjarmasin, mengetahui materi dalam pembelajaran matematika yang relevan dengan aspek matematis pada Masjid Sultan Suriansyah. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data peneliti menggunakan metode observasi, dokumentasi dan wawancara dengan beberapa ahli bidangnya. Subjek penelitian ini 3 narasumber diantara ialah ketua harian, humas, dan ketua pembangunan Masjid Sultan Suriansyah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aspek sejarah terbangunya Masjid Sultan Suriansyah yaitu sebagai bentuk keseriusan Pangeran Sultan Suriansyah memeluk agama islam. Aspek filosofi yaitu toleransi, keagamaan, pendidikan, sakral, kesucian dan cinta, ketenangan, keberanian, cantik dan enak dipandang, kesejukan, menabur keharuman, terbuka, kekuatan, perlindungan, kuat dan bersih. Terdapat 30 aspek-aspek etnomatematika pada bangunan Masjid Sultan Suriansyah Banjarmasin. Aktivitas fundamental matematis menurut Bishop pada Masjid Sultan Suriansyah yaitu menghitung, menetukan lokasi, mengukur, merancang, bermain dan menjelaskan. Hasil eksplorasi etnomatematika pada bangunan Masjid Sultan Suriansyah terdapat materi pembelajaran matematika garis dan sudut, bangun datar, bangun ruang, transformasi, kesebangunan dan kongrue

    Manajemen Upacara Baayun Maulid di Masjid Bersejarah Sultan Suriansyah

    Full text link
    Skripsi ini berjudul Manajemen Upacara Baayun Maulid di Masjid Bersejarah Sultan Suriansyah Banjarmasin. Skripsi ini disusun dengan berlatar belakang ketertarikan peneliti terhadap manajemen upacara Baayun Maulid di Masjid Bersejarah Sultan Suriansyah yang merupakan salah satu tradisi Banjar Hindu yang kemudian di akulturasi dengan agama Islam agar tidak bertentangan dengan ajaran Islam itu sendiri. Masjid tertua pertama dan menjadi salah satu tempat wisata religi Kota Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen upacara Baayun Maulid di Masjid Bersejarah Sultan Suriansyah Banjarmasin. Penelitian ini berlokasi di Kota Banjarmasin, dengan subjeknya yakni Badan Pengelola Masjid Bersejarah Sultan Suriansyah periode 2020-2021, Badan Pengelola Masjid Bersejarah Sultan Suriansyah periode 2021-2024, Peserta Baayun Maulid dan objeknya adalah manajemen upacara Baayun Maulid. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field research) dengan pendekatan yang bersifat kualitatif. Data kemudian dianalisis dengan cara deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian yang didapat, diketahui bahwa manajemen upacara Baayun Maulid di Masjid Bersejarah Sultan Suriansyah sudah memiliki manajemen yang cukup baik, baik dari segi fungsi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan dalam kegiatan upacara Baayun Maulid. Hal ini terlihat dari adanya penerapan sistem manajemen yang baik, seperti halnya (1) adanya kesatuan perintah yang tegas, (2) pelimpahan wewenang yang jelas, (3) pembagian kerja yang jelas

    Pendidikan Islam Nonformal di Masjid Sultan Suriansyah Kelurahan Kuin Utara Kecamatan Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin

    Full text link
    Ahmad Nor Hidayat. 2017. Pendidikan Islam Nonformal di Masjid Sultan Suriansyah Kelurahan Kuin Utara Kecamatan Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin. Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Pembimbing: Drs. H. M. Alwi Kaderi, M.Pd. Masjid adalah tempat ibadah kaum muslimin yang memiliki peran strategis untuk kemajuan peradaban umat Islam. Di samping menjadi tempat beribadah, masjid telah menjadi sarana berkumpul, menuntut ilmu, bertukar pengalaman, pusat dakwah dan lain sebagainya. Masjid Sultan Suriansyah adalah salah satu masjid yang terletak di Kelurahan Kuin Utara dimana masyarakatnya mayoritas beragama Islam. Pendidikan Islam Nonformal di Masjid Sultan Suriansyah adalah majelis taklim, pengajian ibu-ibu dan TPA Taman Pendidikan Alquran. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana pemanfaatan Masjid Sultan Suriansyah sebagai pusat pendidikan Islam nonformal. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemanfaatan Masjid Sultan Suriansyah sebagai pusat pendidikan Islam nonformal. Jenis penelitian ini termasuk penelitian lapangan. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara (interview), observasi (pengamatan), dan dokumentasi. Dalam analisis data menggunakan deskriptif kualitatif yang meliputi proses yaitu data-data yang terkumpul diperiksa, dikelompokkan, kemudian ditarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah pemanfaatan Masjid Sultan Suriansyah sebagai pusat pendidikan Islam nonformal sudah optimal. Pengurus Masjid Sultan Suriansyah telah berusaha memfungsikan masjid sebagaimana mestinya, yaitu di samping sebagai tempat ibadah, pendidikan dan pembinaan umat. Bentuk-bentuk kegiatan pendidikannya adalah TPA (Taman Pendidikan Alquran), Majelis Taklim, dan pengajian ibu-ibu. Hal demikian menunjukkan bahwa Masjid Sultan Suriansyah telah menempatkan fungsinya sebagai tempat untuk menuntut ilmu meskipun dengan waktu yang terbatas

    Manajemen Idārah Masjid Sultan Suriansyah Banjarmasin dalam Meningkatkan Kemakmuran Masjid

    Full text link
    Skripsi ini disusun berdasarkan pada problematika yang terjadi pada Masjid Sultan Suriansyah Banjarmasin menyangkut masalah tentang dinamika kepengurusan masjidnya maupun yang berkenaan dengan masalah pendanaan masjid. Jika problematika masjid ini dibiarkan begitu saja, maka hal inilah yang akan menjadi masalah bagi pengolaan Idārah pada masjid tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen idārah masjid serta faktor yang menjadi pendukung dan penghambat manajemen idārah Masjid Sultan Suriansyah Banjarmasin dalam meningkatkan kemakmuran masjid. Penelitian ini berlokasi di di Jl. Kuin Utara, Kelurahan Kuin Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, dengan subjek sekretaris umum dan beberapa pengurus masjid, dan objeknya terkait dengan manajemen idārah masjid. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang terjun langsung ke lapangan (Field research) dengan pendekatan deskriptif. Untuk memperoleh data maka penulis menggunakan teknik wawancara, observasi, dan juga dokumentasi. Kemudian data tersebut diolah melalui teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua bentuk idārah pada Masjid Sultan Suriansyah Banjarmasin sudah cukup berjalan dengan baik berdasarkan hasil wawancara kepada informan dengan sekretaris umum Masjid Sultan Suriansyah maupun dengan beberapa pengurus masjidnya. Adapun faktor pendukung manajemen idārah Masjid Sultan Suriansyah Banjarmasin dalam Meningkatkan Kemakmuran Masjidnya adalah, adanya dukungan dari tokoh masyarakat dan masyarakat sekitar, antusias para jemaah yang berhadir dalam kegiatan masjid serta rapat rutin bulanan pengurus masjid dalam melakukan evaluasi masjid. Kemudian faktor yang menjadi penghambat di Masjid Sultan Suriansyah Banjarmasin. Pertama, ketidakaktifan pengurus masjid sebelumnya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Kedua, sumber dana yang minim karena tidak adanya donatur tetap masjid dan hanya mengandalkan dari sumbangan celengan jumat masjid. Saran yang disampaikan penulis dalam skripsi ini ialah: hendaknya pemerintah agar lebih memperhatikan pada lembaga ini, untuk pihak pengelola dan pengurus masjid agar dapat menerima masukan dari luar, pengurus masjid hendaknya membentuk tim khusus pendanaan masjid agar sumber dana yang didapat mampu mencukupi keperluan masjid

    Peran Penting Pengurus Museum dan Masyarakat Dalam Mempertahankan Eksistensi Museum Makam Sultan Suriansyah di Banjarmasin

    No full text
    Museum Makam Sultan Suriansyah merupakan tempat berharga untuk menyimpan barang barang berharga di dalamnya yang terdapat nilai-nilai sejarah, budaya, kearifan lokal yang harus di jaga oleh masyarakat Banjarmasin supaya dapat mempertahankan warisan budaya banjar yang mana eksistensian nya pada zaman saat ini sehingga dapat di lanjutkan oleh generasi selanjutnya. Tetapi faktanya museum ini banyak mengalami kerusakan dan tempatnya kurang terawat maka dari itu penulis membuat sebuah artikel tentang “Peran Penting Pengurus Museum dan Masyarakat Dalam Mempertahankan Eksistensi Museum Makam Sultan Suriansyah di Banjarmasin “. Supaya para pembaca dapat mengenal dan memahami mengenai tentang pengelolaan dan Museum Makam Sultan Suriansyah

    Resepsi Ayat-ayat Kaligrafi di Masjid Sultan Suriansyah dan Masjid Jami’ Banjarmasin (Studi Living Quran)

    No full text
    Kaligrafi sebagai seni rupa Islam memainkan peran penting dalam mempertahankan dan menghormati nilai-nilai ajaran Islam. Ayat-ayat kaligrafi di masjid memiliki peran yang penting dalam menambah nilai estetika dan meperdalam nilai spiritual pada masjid serta dapat memperkaya pemahaman akan kekayaan budaya. Masjid bersejarah yang ada di Banjarmasin seperti Masjid Sultan Suriansyah dan Masjid Jami’ Banjarmasin memiliki dekorasi di dalamnya seperti ayat-ayat kaligrafi yang diukir di atas kayu ulin dan bisa saja memiliki makna tersirat sehingga penulis tertarik untuk meneliti mengenai resepsi estetika dan resepsi fungsional dari para pengurus masjid mengenai ayat-ayat kaligrafi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan resepsi ayat-ayat kaligrafi di Masjid Sultan Suriansyah dan Masjid Jami’ Banjarmasin dengan rumusan masalah: (1) Bagaimana resepsi estetika para pengurus masjid Sultan Suriansyah dan masjid Jami’ Banjarmasin terhadap ayat�ayat kaligrafi di masjid tersebut dan (2) Bagaimana resepsi fungsional para pengurus masjid Sultan Suriansyah dan masjid Jami’ Banjarmasin terhadap ayat�ayat kaligrafi di masjid tersebut. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field reserch) dengan metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif atau gambaran berupa kata-kata tertulis ataupun lisan dari orang-orang atau perilaku yang diamati. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan fenomenologi untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan pengalaman para subjek penelitian (pengurus masjid). Hasil dari penelitian ini adalah ayat-ayat kaligrafi terkhusus yang ada di Masjid Sultan Suriansyah dan Masjid Jami’ Banjarmasin tidak hanya sebagai dekorasi, tetapi memiliki nilai estetika yang beragam menurut para pengurus masjid seperti dapat membangun rasa damai dan tentram dalam jiwa ketika dipandang. Selain itu, kaligrafi tersebut juga memiliki nilai fungsional yang beragam seperti menambah pengalaman spiritual para jemaah, menunjang sarana pengetahuan, sebagai simbol identitas sebuah masjid, sebagai pengingat dan motivasi untuk beribadah kepada Allah Swt
    corecore