1,721,878 research outputs found
KETERLIBATAN TURKI DALAM KONFLIK SURIAH PADA TAHUN 2011-2012
Penelitian ini menjelaskan keterkaitan antara kepentingan Turki intervensi dalam konflik Suriah melalui dukungannya terhadap kelompok oposisi Suriah pada tahun 2012. Penelitian ini didasari pada perubahan sikap Turki yang semula memiliki hubungan yang baik dengan Suriah yang mana diimplementasikan dalam berbagai kerjasama dan perjanjian meliputi free trade agreement, penghapusan visa,hingga kerjasama bilateral yang strategis di bawah payung High Level Strategic Cooperation Council (HLSCC) yang ditandatangani kedua belah pihak pada bulan September 2009. Namun ketika gelombang Arab Spring melanda Suriah, telah menimbulkan terjadinya konflik di Suriah pada tahun 2011, dan telah membawa perubahan dalam dinamika hubungan antara Turki dan Suriah, yang mana Turki meminta penurunan Presiden Bashar Al-Assad untuk meredam terjadinya konflik yang terus berkepanjangan hingga pemberian sanksi dengan menerapkan restriksi atas penggunaan wilayah udara Turki bagi pesawat yang membawa peralatan militer menuju ke Suriah. Sanksi yang diberikan terhadap Suriah akan terus diimplementasikan sampai pemerintahan baru yang sah berkuasa di Suriah. Tetapi rezim Assad tetap berkuasa sehingga perang sipil terus terjadi. Sehingga kemudian akhirnya pada tahun 2012, pihak Turki menyatakan secara resmi dukungannya terhadap kelompok oposisi Suriah. Hal ini terkait dengan kepentingan ekonomi Turki di wilayah Suriah yang di duduki oleh kelompok oposisi Suriah yankni Alepo dan Raqqah. Karena keberadaan konflik terssebut membuat Turki mengalami kerugian ekonomi dalam aktivitas perdagangan dan investasi. Selain itu, Turki memiliki kepentingan politik terkait statusnya yang ingin diakui sebagai wise country atau negara yang bijak dalam kawasan Timur Tengah, sehingga pada saat terjadinya konflik di Suriah, pihak Turki memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan konflik tersebut
KETERLIBATAN RUSIA DALAM PERANG SIPIL SURIAH TAHUN 2011-2016
Perang Sipil di Suriah telah melibatkan banyak negara, tak terkecuali peranan Rusia. Penelitian ini mengkaji permasalahan perang sipil yang terjadi di Suriah dengan adanya keterlibatan Rusia. Oleh karena itu, penelitian ini mengarah pada rumusan masalah yaitu mengetahui mengapa Rusia terlibat dalam perang sipil yang terjadi di Suriah dan mengetahui intervensi yang mengarah pada dukungan apa yang diberikan kepada pemerintahan Suriah? Selain itu, penelitian ini juga menyinggung kelompok militan yang terlibat pada perang sipil Suriah dan menjelaskan faktor Rusia terlibat dalam perang sipil yang terjadi di Suriah. Berdasarkan kerangka teoritik yang digunakan pada penelitian ini mengarah pada keterlibatan negara lain dalam perang sipil yang terjadi. Terori berikutnya ialah kompleks industri militer. Kerangka teori ini memandang perdagangan senjata militer yang terjadi membawa dampak yang signifikan pada perkembanganya. Sehingga dari teori tersebut membawa arti penting dalam mengkaji keterlibatan Rusia dalam perang sipil tersebut
MOTIF SERANGAN MILITER ISRAEL DALAM PERANG SIPIL SURIAH
Serangan militer Israel dalam Perang Sipil Suriah yang dilakukan oleh Israel
Defence Forces (IDF) telah terjadi sejak Januari 2013. Hal tersebut dipengaruhi
oleh kepentingan keamanan nasional Israel yang terancam oleh keterlibatan
berbagai aktor negara mapun non negara serta adanya aktifitas transfer atau
mobilisasi persenjataan dari wilayah Suriah menuju Lebanon ketika Perang Sipil
Suriah berlangsung. Peningkatan potensi ancaman bagi Israel kemudian
mendorongnya untuk mengambil kebijakan preemption attack sebagai tindakan
antisipatif. Preemption attack merupakan sebuah kebijakan pertahanan yang
didasarkan pada adanya keyakinan bahwa musuh akan menyerang, sehingga
penyerangan pertama kali (firstly) akan lebih baik daripada membiarkan musuh
untuk melakukan serangan yang sama terlebih dahulu (desafoer, 2013).
Selanjutnya untuk mengkaji hal tersebut, penelitian ini berfokus pada dua hal: (1)
Potensi ancaman atau The likelihood that the threat yang menjelaskan
kemungkinan bahwa ancaman akan terealisasi kecuali jika preemption dilakukan.
Hal tersebut didasarkan pada kajian terhadap fakta atau bukti sejarah konflik yang
memperlihatkan bahwa Hizbullah adalah ancaman bagi keamanan nasional Israel;
(2) Sumber dan besaran ancaman atau nature and magnitude of the threats.
Berdasarkan proses penelitian yang telah dilakukan ditemukan bahwa motif
serangan militer yang dilakukan oleh Israel dalam Perang Sipil Suriah melalui
pengambilan kebijakan preemption attack dikarenakan alasan sebagai berikut, (1)
Hizbullah dan Israel memiliki sejarah konflik yang panjang, yang mana Hizbullah
mampu memberi ancaman bagi keamanan nasional Israel melalui berbagi bentuk
serangan yang dilakukan oleh Hizbullah di wilayah Israel seperti pada peristiwa
Perang Lebanon I (1991-2000) dan Perang Lebanon II (2006). (2) Hizbullah telah
memiliki kapasitas persenjataan yang dapat digunakan untuk menyerang Israel
dan memberi dampak kehancuran yang besar bagi Isreal jika serangan tersebut
benar-benar dilakukan, hal ini adalah bagian dari nature and magnitude atau
sumber dan besaran ancaman yang dapat dimunculkan oleh Hizbullah bagi Israel
UPAYA BASHAR AL ASSAD DALAM MENANGANI KONFLIK DI SURIAH
Musim semi Arab yang terjadi di negara-negara Timur Tengah
menjadi awal sejarah panjang terjadinya konflik Suriah. Musim semi yang
awalnya hanya berhembus di negara Tunisia, Mesir, dan Libya kemudian menjadi
inspirasi bagi masyarakat Suriah yang tidak puas dengan kepemimpinan
presidennya untuk sadar dan merubah negerinya. Kesenjangan ekonomi,
ketidakadilan, ledakan penduduk, penguasa yang korup, serta penggunaan
kekuatan militer untuk melawan rakyat, menjadi pemicu utama ketidakpuasan
rakyat terhadap kepemimpinan Bashar Al Assad yang kemudian menjadi pemicu
utama terjadinya demonstrasi di kota-kota di Suriah.
Konflik dimulai dari demontrasi kecil di kota Deraa yang dilakukan oleh
keluarga korban, kelima belas pelajar sekolah yang menulis grafiti “rakyat ingin
meyingkirkan rezim!”. Konflik yang awalnya hanya menuntut pembebasan
terhadap anak-anak yang ditangkap kemudian berubah menjadi penuntutan
terhadap hak kebebasan rakyat dan reformasi pemerintahan. Hilangnya
kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan bashar al assad membawa demonstran
dan oposisi pemerintah untuk menuntut mundurnya Bashar Al Assad dari kursi
kepemimpinan Suriah. reaksi pemerintah yang berlebihan terhadap para
demonstran yaitu menggunakan kekerasan, penembakan dan bahan kimia dalam
menghentikan perlawanan menjadi pemicu utama konflik semakin membesar.
Konflik tersebut kemudian memunculkan pertanyaan, bagaimana upaya
yang dilakukan oleh Bashar Al Assad sebagai salah satu pihak yang berkonflik.
Karena konflik tersebut sampai saat ini belum terselesaikan dan justru menjadi
semakin rumit.
Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (Library Research) yang
bersumber dari berbagai literatur seperti buku-buku, artikel, internet dan jurnal.
Metode pengumpulan data dilakukan dengan mengambil data berupa data primer
dan data sekunder yang berkaitan dengan penelitian ini.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan oleh Bashar
Al Assad dalam menangani konflik di Suriah cenderung menggunakan dua cara
yaitu, mengakomodasi (Smoothing) dan memaksa (forcing), yang di tunjukkan
melalui kebijakan yang diambilnya, yaitu kebijakan Dalam Negeri dan Luar
Negeri. upaya penyelesaian konflik tersebut dilakukan Bashar Al Assad sebagai
cara untuk melindungi kepemimpinan dan wilayah kekuasaannya dari oposisi dan
pemberontak
Faktor-Faktor Bantuan Luar Negeri Israel pada Masa Pemerintahan Benjamin Netanyahu terhadap Kaum Minoritas Druze di Suriah
Penelitian ini dilakukan berdasarkan masalah faktor-faktor pemberian bantuan
luar negeri Israel pada masa pemerintahan Benjamin Netanyahu terhadap kaum
minoritas Druze saat perang sipil Suriah. Hal ini menjadi problematis mengingat
Israel yang awalnya didasarkan pada gagasan Israel sebagai ―passive onlooker‖
dan kemudian berubah menjadi berperan aktif dalam membantu kaum minoritas
Druze di dekat perbatasan Suriah membutuhkan beberapa penjelasan. Kaum
Druze Suriah yang memposisikan kaumnya netral dalam perang sipil membawa
bahaya bagi kaumnya sendiri, sebab dimanfaatkan oleh para jihadis Islamic State
(IS) untuk menjustifikasi serangan dan tindakan represif terhadap kaum Druze
Suriah. Perlu untuk mengelaborasi lebih lanjut tentang faktor-faktor penyebab
keputusan Israel pada akhirnya memberikan bantuan luar negerinya terhadap
kaum Druze. Penelitian ini menggunakan kerangka pemikiran dari pendekatan
realisme dalam Hubungan Internasional yakni mengenai power dan dilema
keamanan dalam keputusan Israel memberikan bantuan luar negeri terhadap kaum
Druze Suriah. Kemudian mengkombinaksikanya dengan teori inkrementalisme
birokratis yang menjelaskan bahwa bantuan luar negeri dipengaruhi oleh tekanan
dan opini publik. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan data-data
sekunder, seperti buku, jurnal, video dokumenter, dan artikel. Dari analisis datadata
tersebut didapat bahwa, pemberian bantuan yang dilakukan Israel merupakan
bentuk upaya dominasi simbolik oleh Israel terhadap kaum Druze Suriah. Hal
tersebut diperkuat oleh desakan dan opini publik Druze Israel yang mendorong
Israel untuk menerjunkan bantuan. Kemudian pemberian bantuan ini disebabkan
juga karena dilema keamanan Israel atas tindakan represif IS terhadap Druze
Suriah yang dekat dengan perbatasan Israel-Suriah sehingga dilakukan pembuatan
buffer zone sebagai bentuk reaksi terhadap ancaman di perbatasan.
Kata-kata kunci: Bantuan Luar Negeri Israel, Druze Suriah, Dominas
Musim semi di Suriah : anak-anak sekolah penyulut revolusi
Konflik Suriah tak meletup tiba-tiba. Buku ini mengajak pembaca meneropong jauh ke belakang dan menemukan akar-akar persoalannya. Cara-cara Dinasti Al-Assad mempertahankan kekuasaan telah banyak kekuasaan telah banyak menimbulkan luka di hati rakyat.Jakartaxxvi, 286 halaman : ilustrasi ; 21 c
Kritik sosial dalam antologi maqalah suwa>run wa khawa>tirun Karya ali al-t}ant}a>wi
Penelitian Ini bertujuan untuk mengetahui kritik sosial dalam pandangan Ali al-T}ant}a>wi terhadap realitas sosial Suriah modern awal abad 20 melalui analisis terhadap dua maqalah yang berjudul Ya Ibni dan Ya Ibnati. Dua maqalah ini termasuk bagian dari antologi maqalah Ali al-T}ant}a>wi yang berjudul Suwarun wa Khawa>tirun. Maqalah Ya Ibni dan Ya Ibnati ini menggambarkan keprihatinan pengarang terhadap realitas sosial masyarakat Suriah terutama dalam hal pergaulan bebas, seksualitas kaum muda dan munculnya gerakan feminisme di Suriah. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan teori sosiologi sastra model Ian watt yang menitikberatkan pada tiga hal yaitu konteks sosial budaya pengarang, karya sastra sebagai cermin masyarakat, dan fungsi sosial karya sastra. Hasil penelitian ini adalah 1) Ali al-T}ant}a>wi merupakan sastrawan modern Suriah yang mewakili sekte Islam sunni yang sedang aktif melakukan aksi perbaikan moral dan dakwah untuk mengamalkan nilai-nilai Islam. 2) maqalah Ya Ibni dan Ya Ibnati mencerminkan adanya pemberlakuan aktifitas pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan di lingkungan publik, sebagai dampak dari adanya gerakan feminisme dan modernisme di Suriah abad 20 dan adanya perilaku amoralitas pada remaja sebagai dampak dari teknologi modern. 3) kritik sosial yang terdapat dalam maqalah merupakan bentuk fungsi sosial karya sastra karena dapat diterima oleh berbagai kalangan dengan mudah serta didukung dengan posisi sastrawan dalam tradisi pers yang pada saat itu sedang dalam tahap perkembanganxvi, 144 hlm, ilusi; 25 c
Pengaruh konflik domestik Suriah terhadap kebijakan luar negeri Turki ke Suriah (2011-2013)
Skripsi ini menjelaskan mengenai pengaruh konflik domestik Suriah terhadap kebijakan luar negeri Turki ke Suriah tahun 2011-2013. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh konflik domestik Suriah terhadap kepentingan nasional Turki sehingga mendorong kebijakan Turki membuat beberapa kebijakan ke Suriah. Skripsi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan studi kepustakaan. Kerangka pemikiran yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsep kepentingan nasional, konsep kebijakan luar negeri, dan konsep human security. Berdasarkan hasil analisa dari tiga konsep tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat empat faktor yang menyebabkan Turki merespon konflik Suriah. Pertama, kepentingan ekonomi Turki di Suriah. Kedua, kepentingan dan ancaman keamanan Turki dari konflik yang terjadi di Suriah serta adanya faktor keamanan manusia (human security) yang tidak hanya mengancam masyarakat Suriah, namun juga masyarakat Turki. Ketiga, adanya kepentingan politik bagi Turki di Suriah terkait dengan keinginannya menjadi aktor berpengaruh di Timur Tengah. Penelitian ini juga berkesimpulan bahwa Turki membuat beberapa kebijakan yang dijalankan dengan cara bilateral maupun multilateral berdasarkan dinamika hubungan Turki dan Suriah serta perkembangan konflik domestik Suriah serta kalkulasi atas kepentingan nasionalnya
PENGARUH KEBIJAKAN LUAR NEGERI SURIAH TERHADAP LEBANON (STUDI MENGENAI PENEMPATAN PASUKAN MILITER SURIAH DI LEBANON 1976-2005)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kebijakan luar negeri Suriah terhadap Lebanon, dimana kondisi politik keamanan Lebanon sendiri mengalami kekacauan akibat adanya konflik internal selain masalah lain yang disebabkan oleh faktor eksternal, selain untuk mengetahui peranan pasukan militer Suriah dalam menyelesaikan konflik internal dan mengembalikan stabilitas keamanan Lebanon, dan juga mengetahui alasan Suriah mempertahankan kebijakannya hingga dua puluh sembilan tahun, meskipun konflik internal di Lebanon sudah berakhir.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian historis dan analisis deskriptif, pengujian dilakukan berdasarkan data dan fakta empirik yang dilakukan melalui kepustakaan.
Kesimpulan yang didapat dari hasil penelitian ini menyatakan bahwa pada awalnya, masuknya pasukan militer Suriah ke Lebanon berdasarkan atas persetujuan pemegang otoritas terkuat di Lebanon yaitu golongan Maronit, setelah Presiden Lebanon Elias Sarkis gagal mendamaikan pihak-pihak yang bertikai melalui perundingan, selain untuk melaksanakan mandat Liga Arab menjalankan misi perdamaian. Selanjutnya, selain menjalankan kebijakan luar negerinya, Suriah ternyata memiliki misi politik luar negeri yang ingin dicapai terhadap Lebanon, yaitu misi Historis dan misi Strategi. Misi Historis yaitu misi yang didasarkan pada anggapan bahwa Lebanon merupakan bagian tak terpisahkan dari negara “Suriah Raya”. Sedangkan misi strategi yang ingin dicapai adalah keinginan Suriah untuk menjadikan Lebanon sebagai buffer state (negara penyangga) guna membatasi serangan-serangan Israel ke Suriah. Kebijakan luar negeri Suriah terhadap Lebanon, dalam hal penempatan pasukan militer Suriah di Lebanon memiliki pengaruh positif maupun negatif terhadap kondisi pertahanan keamanan Lebanon. Pengaruh positif yang dimaksud yaitu kekuatan Lebanon yang lemah dalam bidang pertahanan dan keamanan, menjadi memiliki posisi tawar yang kuat dimata Israel, karena keberadaan pasukan militer Suriah. Sedangkan pengaruh negatif akibat keberadaan pasukan militer Suriah di Lebanon adalah Lebanon sendiri terlihat sangat lemah tanpa adanya kekuatan pasukan militer Suriah, bahkan bisa dikatakan tidak memiliki kekuatan apa-apa. Pengaruh negatif lainnya kehadiran Suriah di Lebanon menunjukkan adanya keterlibatan pihak-pihak asing dalam penyelesaian konflik internal yang terjadi di Lebanon, bahkan Suriah juga berperan dalam membesarkan dan memajukan kekuatan milisi yang ada di Lebanon, seperti Hizbullah
PERUBAHAN KEBIJAKAN TURKI TERHADAP SURIAH PASKA TINDAKAN REPRESIF BASHAR AL ASSAD TERHADAP PARA DEMONSTRAN DI SURIAH
Tujuan utama penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui hal hal apa saja yang mempengaruhi perubahan kebijakan luar negeri Turki terhadap Suriah. Semenjak demonstrasi yang berlangsung semenjak Maret 2011 yang dilakukan oleh rakyat Suriah dan dibalas dengan tindakan represif oleh Presiden Bashar Al Assad, Turki tidak tinggal diam atas hal tersebut. Turki melakukan tindakan – tindakan untuk menghentikan kekerasan yang mengakibatkan ribuan rakyat Suriah meninggal yang dilakukan oleh Bashar Al Assad.
Dalam upayanya untuk menghentikan kekerasan yang terjadi di Suriah, Turki mendapatkan dukungan oleh Amerika, NATO dan ditambah dengan adanya kepercayaan oposisi Suriah kepada Turki. Hal ini menyebabkan kebijakan Turki berubah terhadap Suriah dan menyebabkan hubungan antarnegara ini bersitegang.
KATA KUNCI : PERUBAHAN KEBIJAKAN, TURKI, BASHA AL ASSA
- …
