1,721,243 research outputs found

    AKULTURASI SAINS, TEKNOLOGI DAN BUDAYA UNTUK PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL

    Full text link
    The values of local knowledge is the basis of great value for nature conservation, development of local products and development of national character. Indigenous development efforts need to be made by all parties and the whole society, so that the direction of development based on their own national identity. This can be exemplified in the national figures are recognized worldwide, while sticking to the philosophy of the nation. Positive impact on improving the quality of education is expected to be achieved as a result of acculturation between science, technology and culture. Pancasila should be a solid foundation for the development of science and technology,  so that Indonesia become a nation of characte

    Evaluasi Program Menggunakan Model Participant-Oriented Approach (Fitzpatrick, Sanders, Worthen)

    Full text link
    This literature study design presents scientific ideas regarding the Participant-oriented approach (Fitzpatrick, Sanders, Worden) evaluation model using different case study assignments. The participant oriented approach (Fitzpatrick, Sanders, Worthy is the focus of the author in making scientific articles using a literature study design through research journals that are related to the topic of the article. The author uses three different case studies as comparisons and as information for readers regarding the participant oriented approach by fitzpatrick, sanders, worthen. the three cases include the training program evaluation model, the bloom's mastery learning model outside formal education hours, on weekdays, and on weekends, and the field-based training model program for mental health workers , community workers, psychosocial workers and counselors

    TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA ILMU KEOLAHRAGAAN FIK UNY TENTANG CEDERA OLAHRAGA, PENANGANAN DAN PENCEGAHAN CEDERA OLAHRAGA

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan Mahasiswa Ilmu Keolahragaan FIK UNY tentang cedera olahraga, penanganan dan pencegahan cedera olahraga. Bentuk penelitian ini adalah penelitian deskriptif statistik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dan teknik pengumpulan data menggunakan angket yang dimodifikasi dalam bentuk Google Form, angket jenis yang menggunakan soal benar salah. Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta pada bulan Maret 2021. Subjek pada penelitian ini yaitu mahasiswa Ilmu Keolahragaan FIK UNY, sampel pada penelitian ini yaitu 50 mahasiswa Ilmu Keolahragaan FIK UNY Angkatan 2020 dengan pengambilan sampel menggunakan metode Purposive Sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data descriptive statistics dengan bantuan program IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 4 mahasiswa (8%) dalam kategori sangat rendah, kategori rendah 14 mahasiswa (28%), kategori sedang 14 mahasiswa (28%), kategori tinggi 17 mahasiswa (34%) dan kategori sangat tinggi 1 mahasiswa (2%). Berdasarkan analisis data didapatkan nilai rata-rata (mean) 22,34 dan dikategorikan dalam norma katagorisasi, maka dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan mahasiswa Ilmu Keolahragaan FIK UNY tentang cedera olahraga, penanganan dan pencegahan cedera olahraga termasuk dalam kategori sedang

    STRATEGI PEMBELAJARAN DENGAN FOCUSED BASED EDUCATION

    Full text link
    Tujuan penulisan ini untuk memberikan masukan bagi penyelenggara program studi keteknikan atau program vokasi dan okupasi agar keluaran yang di hasilkan cepat memperoleh pekerjaan sesuai bidangnya. Pendekatan yang diusulkan adalah strategi pembelajaran yang terfokus, mendasar dan mendalam. Manfaat yang ingin di capai adalah keluaran yang dihasilkan siap pakai, siap kerja dan siap latih, artinya setiap lulusan yang di hasilkan lembaga pendidikan dapat terserap dan mampu diterima di pasar kerja, serta mampu mengaktualisasikan dirinya sendiri menjadi kreator dan inovator. Pendidikan siap pakai tersebut harus di bekali materi enterpreneur dan penggalian potensi diri dengan perpaduan pendidikan vokasi yang di dasari kurikulum berbasis life skill. Link and match yang didengungkan selama ini tidak optimal, maka istilah ini diganti dengan we serve the real world. Hal ini berdasarkan analisis bahwa pendidikan vokasi yang siap kerja ke depan mempunyai ciri penguasaan terhadap teknologi, mampu mengedepankan life skiil, berkreasi, berinovasi, menghasilkan produk nyata, keluaran yang siap kerja, mampu berwira usaha, dominasi praktek, bekerja sama dengan dunia industri, untuk meraih cita-cita tersebut dibutuhkan asesmen strategi pembelajaran yang tepat

    MANAJEMEN DAN TINGKAT KEPUASAN PEDAGANG PENGGUNA PADA SUBTERMINAL AGRIBISNIS SEWUKAN DI KABUPATEN MAGELANG

    Full text link
    ABSTRACT Suranto. H4300656. Management and The Level of The User Trader Satisfication on Sub Terminal of Agribusiness Sewukan in Magelang Regency. The first advisor is Prof. Ir. Bambang Suryanto, MS, PSI and the second advisor is Ir. Edy Prasetyo, MS. The Purpose of research 1) Identifying the level of applying management functions (planning, organizing, actuating, controlling, and evaluating) that are done by the STA Sewukan Manager 2) Knowing the score level of management of STA Sewukan Magelang 3) Counting the income level of STA Sewukan Magelang user trader 4) Identifying qualitative variables of location’s condition, service level and STA Sewukan Location cost 5) Analyzing the effect of location’s condition, service level, and STA Sewukan location price to the income level of user trader 6) Analyzing the satisfication level of STA Sewukan user trader. The advantages of the research 1) As the references by the manager of STA Sewukan Magelang in the framework of defending the the balancy and increasing STA Sewukan Magelang 2) As the references by the regional government in the framework of agribusiness terminal station development 3) As the references by the researchers who have the interest to the agribusiness terminal station problem. The method of research is using survey method, data collecting is made by interview, data sources that are used are primary and secondary data. Sampling is created by simple random sampling. Data analysis method uses scoring method, mathematically analysis and multiple linear regression. The results of the research are 1) Partially, the application of organization function effects positive, while the planning function, controlling work, and evaluation don’t effect obviously in manager of STA Sewukan, 2) The management done by STA Sewukan Magelang is included planiing with the total score 4,2 (really good), organizing with the score 3,9 (capable), actuating with the score 4,3 (really capable), controlling and evaluating with the score 4,0 (really capable), 3) The daily average of income level of STA Sewukan user trader is Rp. 365.675,- 4) STA Sewukan trader’s perception to the location conditions is comfortable to the service level is worthed and to the location rent cost is suitable and doesn’t matter 5) Partially the condition of the place effects truly to the STA Sewukan trader’s income, 6) The trader is STA Sewukan is satisfied to the STA in Sewukan Magelang. ABSTRAK Suranto, H4B00656. Manajemen dan Tingkat Kepuasan Pedagang Pengguna Pada Sub Terminal Agribisnis Sewukan di Kabupaten Magelang. Dosen Pembimbing Utama Prof. Ir. Bambang Suryanto, MS, PSI dan Dosen Pembimbing kedua Ir Edy Prasetyo, MS Tujuan penelitian 1) Mengidentifikasi tingkat penerapan fungsi-fungsi manajemen (Planning, Organizing, Actuating, Controlling dan Evaluating) yang dilakukan oleh pengelola STA Sewukan 2) Mengetahui tingkat skor pengelolaan STA Sewukan Magelang 3) Menghitung tingkat pendapatan para pedagang pengguna STA Sewukan Magelang 4) Mengidentifikasi variabel-variabel kualitatif kondisi tempat, tingkat pelayanan, dan harga lokasi STA Sewukan berdasarkan persepsi para pedagang pengguna 5) Menganalisis pengaruh kondisi tempat, tingkat pelayanan, dan harga lokasi STA Sewukan terhadap tingkat pendapatan para pedagang pengguna 6) Menganalisis tingkat kepuasan pedagang pengguna STA Sewukan. Manfaat penelitian 1) Sebagai bahan acuan bagi para pengelola STA Sewukan Magelang dalam rangka mempertahankan kesinambungan dan meningkatkan STA Sewukan Magelang, 2) Sebagai bahan acuan bagi pemerintah daerah dalam rangka kebijakan pembangunan agribisnis serta pengembangan stasiun terminal agribisnis 3) sebagai acuan bagi para peneliti yang mempunyai ketertarikan terhadap permasalahan stasiun terminal agribisnis. Metode penelitian dengan menggunakan metode survai, pengumpulan data dengan cara wawancara, sumber data yang dipergunakan adalah data primer dan sekunder. Pengambilan sampel dengan cara simple random sampling. Metode analisis data dengan menggunakan scoring method, analisis secara matematis, dan analisis regresi linier berganda (multiple linear regression). Hasil penelitian adalah 1) Secara partial penerapan fungsi pengorganisasian berpengaruh positif, sedangkan fungsi perencanaan, pelaksanaan pengendalian, dan evaluasi tidak berpengaruh nyata dalam pengelola di STA Sewukan Magelang, 2) Manajemen STA Sewukan Magelang yang dilakukan oleh pengelola STA yang meliputi : Perencanaan dengan toal skor 4,2 (sangat baik), pengorganisasian dengan total skor 3,9 (mampu), pelaksanaan dengan total skor 4,3 (sangat mampu), pengendalian dan evaluasi dengan total skor 4,0 (sangat mampu), 3) Rata-rata tingkat pendapatan pedagang pengguna STA Sewukan setiap harinya sebesar Rp. 365.675,-, 4) Persepsi pedagang STA Sewukan terhadap kondisi tempat adalah nyaman, terhadap tingkat pelayanan adalah memadai, dan terhadap harga sewa lokasi cukup sesuai dan tidak memberatkan 5) Secara partial kondisi tempat berpengaruh nyata terhadap pendapatan pedagang STA Sewukan, tingkat pelayanan dan harga sewa lokasi tidak berpengaruh nyata terhadap pendapatan pedagang STA Sewukan, 6) Pedagang di STA sewukan sangat puas terhadap STA yang ada di Sewukan Magelang. Kata Kunci : Fungsi Manajemen, Tingkat Kepuasan Pedagan

    Pengembangan Model Inkubator Kewirausahaan Peningkatan Mental Kemandirian Wirausaha Mahasiswa

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mengembangkan model inkubator kewirausahaan bagi mahasiswa pada pembelajaran kewirausahaan di perguruan tinggi. Model dikembangkan dengan cara inkubator, meliputi: pemberdayaan mahasiswa, konsep masalah, penuntasan masalah, dengan struktur model inkubator yaitu: doing, empowering, facilitating, dan evaluating. Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan (research and development). Langkah yang ditempuh dalam pengembangan model yaitu: (1) analisis permasalahan, mendesaian model, desain instrumen angket, dan melakukan validasi terhadap model, yaitu dengan melakukan pengukuran goodness of fit; (2) melakukan uji coba model untuk mengukur efektifitas kerja model. Dalam validasi model, data diambil dari 130 mahasiswa yang mendapat perlakuan inkubator dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang dipergunakan untuk pengumpulan data adalah angket. Data dianalisis dengan konsep SEM (Structural Equation Modeling). Metode yang digunakan dalam ujicoba lapangan adalah eksperimen semu, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (pretest-posttest control group design). Subjek uji coba sebanyak 75 mahasiswa pada program studi teknik informatika yang tidak dikenai program inkubator disebut kelompok kontrol dan 75 mahasiswa pada program studi pendidikan kimia, kimia, pendidikan matematika, matematika, pendidikan biologi, dan biologi disebut sebagai kelompok eksperimen atau dikenai program inkubator. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan angket. Data dianalisis menggunakan t-test untuk mengetahui perbedaan secara signifikan perilaku kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian pengembangan model inkubator kewirausahaan ini dinyatakan valid sesuai nilai Probability (p) 0.0685, Goodness of Fit Model (GFI) 0.8256, Adjusted Goodness of Fit Index (AGFI) 0.7706, Comparative Fit Index (CFI) 0.9883, dan Root Mean Square Error of Approximation (RMSEA) 0.054. Model ini dinilai efektif karena mampu meningkatkan mental kemandirian wirausaha mahasiswa. Hasil analisis konfirmatori (CFA) menunjukkan bahwa setiap variabel laten terbukti dibentuk oleh manifest-manifes satu dimensi. Model diterapkan memiliki dampak kecenderungan positif dalam rangka peningkatan mental kemandirian wirausaha mahasiswa, setelah mendapat perlakuan pendampingan inkubator. Variabel laten berdaya direfleksikan oleh manifes: (a) kemampuan teknis dalam menulis; (b) kesadaran untuk berwirausaha: (c) motivasi untuk berwirausaha; (d) kelebihan diri untuk berwirausaha; (e) kekurangan diri untuk berwirausaha; (f) akses ke pihak lain untuk berwirausaha; (g) networking untuk berwirausaha. Sedangkan variabel laten profesional memiliki manifes: (a) percaya diri untuk berwirausaha; (b) mandiri untuk berwirausaha; (c) ulet dan tekun untuk berwirausaha; (d) pantang menyerah untuk berwirausaha; (e) kreatif menulis untuk berwirausaha. Variabel manifes di atas mengalami peningkatan membentuk mental kemandirian wirausaha setelah mendapatkan pendampingan model inkubator kewirausahaan, hal ini menunjukkan bahwa semakin baik model pendampingan inkubator maka akan semakin baik model tersebut membentuk mental kemandirian wirausaha

    EFEKTIVITAS MODEL INQUIRY BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN SISTEM MIKROKONTROLER DI SMK NEGERI 3 WONOSARI

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model Inquiry Based Learning dalam meningkatkan hasil belajar Sistem Mikrokontroler di SMK Negeri 3 Wonosari. Hasil belajar tersebut meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Desain penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitiannya adalah 58 siswa SMK Negeri 3 Wonosari kelas XI EI 1 dan XI EI 2 Program Keahlian Teknik Elektronika Industri. Penentuan kelas kontrol dan eksperimen dilakukan secara random. Hasilnya adalah kelas XI EI 1 sebagai kelas kontrol dengan perlakuan model Teacher Centered Learning, dan kelas XI EI 2 sebagai kelas eksperimen dengan perlakuan model Inquiry Based Learning. Efektivitas model Inquiry Based Learning dilakukan dengan cara membandingkan hasil belajar antara kelas kontrol dengan eksperimen. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, angket, dan lembar observasi. Hasil uji normalitas menunjukkan data penelitian berdistribusi normal. Hasil uji homogenitas menunjukkan bahwa varian data penelitian ini homogen. Data tersebut selanjutnya dianalisis menggunakan uji t. Hasil perhitungan uji t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara kelas kontrol dan eksperimen. Berdasarkan uji t, diperoleh nilai signifikansi kurang dari 5%. Hal ini didukung dengan hasil nilai thitung pada aspek kognitif sebesar 15,325, aspek afektif sebesar 3,652, aspek psikomotorik sebesar 12,535, sedangkan nilai ttabel sebesar 2,003 pada taraf signifikansi 5%. Berdasarkan deskripsi data dan uji t, dapat disimpulkan bahwa model Inquiry Based Learning efektif meningkatkan hasil belajar pelajaran Sistem Mikrokontroler di SMK Negeri 3 Wonosari. Kata kunci: Inquiry Based Learning, hasil belajar, pembelajaran Sistem Mikrokontroler

    LAPORAN INDIVIDU KEGIATAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) UNY DI SMK N 3 WONOSARI

    Full text link
    Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), merupakan suatu bentuk usahapeningkatan efisiensi dan kualitas penyelenggaraan proses pembelajaran yakni pengalaman mengajar, memperluas wawasan, pelatihan dan pengembangan kompetensi yang diperlukan dalam bidang yang ditekuni, peningkatan keterampilan, kemandirian, tanggung jawab, dan kemampuan dalam memecahkan masalah. Kegiatan ini memiliki tujuan mengembangkan kompetensi mahasiswa sebagai calon guru atau pendidik atau tenaga kependidikan. Dalam pelaksanaan PPL, mahasiswa membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), melaksanakan praktik mengajar mandiri dan terbimbing di tiga kelas, yaitu kelas XI EI 1, XI EI 2,XI EI 3 dan XI EI 4, membantu di receptionist, membantu administrasi perpustakaan, serta membatu administrasi guru. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Universitas Negeri Yogyakarta semester khusus 2016 yang berlokasi di SMK Negeri 3 Wonosari telah dilaksanakan oleh mahasiswa pada tanggal 15 Juli 2016 sampai 15 September 2016. Kelompok PPL di lokasi ini terdiri dari 17 mahasiswa dari program studi pendidikan teknik boga, pendidikan teknikelektronika, pendidikan teknik mekatronika dan pendidikan sejarah. Selama kegiatan PPL, praktikan melakukan praktik mengajar mandiri dan terbimbing.Dari keseluruhan praktik mengajar praktikan melakukan praktik mengajar sebanyak 19 kali.Selama PPL, praktikan juga menyusun program- program agar pelaksanaan PPL berjalan dengan lancar. Secara umum, program- program yang telahdirencanakan dapat berjalan dengan baik dan lancar. Praktikan telah berusaha untuk menekan semua hambatan yang terjadi selama melaksanakan program kerja, sehingga program tersebut akhirnya berhasil dilaksanakan. Munculnya hambatan selama pelaksanaan kegiatan merupakan hal yang wajar. Praktikan berharap, semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang terkait

    Ikon seni rupa barat dalam visual merchandising

    Full text link
    Visual Merchandising adalah penataan produk barang dagangan eceran di sebuah toko atau lebih luasnya di department store baik itu bempa eta lase, presentasi barang dagangan atau display secara keseluruhan dan barang yang di tawarkan. Penggunaan ikon seni rupa Barat sebagai sumber ide penciptaan disebabkan ikon tersebut dapat memperkuat citra barang yang dipajang. Ikon yang dipilih ada korelasi bentuk dan korelasi makna yang signifikan dengan barang yang di tawarkan dan didukung juga karena peradaban kita sangat kuat dipengaruhi oleh peradaban bangsa Barat yang sudah menjadi budaya global di seluruh dlUlia. Kaitannya dengan Visual Merchandising bahwa blldaya gaya berpakaian kita banyak dipengamhi oleh gaya berpakaian Barat. Ikon terse but juga dapat menjadi daya tank utama dalam memberikan efek stimulus kepada penglUljlUlg atauplm pnblik yang melewati toko tersebllt. Fase komunikasi AIDA (Allention, Interest. DeSIre and Action), dapat diartikulasikan dengan menggtmakan ikon-ikon seni mpa Barat. Hal ini dikarenakan tujuan utama dan Visual Merhandising adalah membujuk masyarakat lUltuk tertarik membeli barang dagangan yang dipajang dan mengajak mereka untuk berpakaian menarik dan estetik

    TAMPILAN PERTAMBAHAN VOLUME AMBING, PROLAKTIN DAN EFISIENSI PRODUKSI SUSU PADA SAPI PERAH F.H. AKHIAT PERBEDAAN PEA/IBERIAN KUALITAS RANSUM

    Full text link
    Experiment aimed to know dry matter (DM) intake, growth of udder volume for a month pre partus and prolactin hormone, dry matter intake, milk production, milk production efficiency and milk quality post partus on dairy cow after fed by different quality of diets. This experiment was held on August 2002 to February 2003 in Samirono Village, Getasan Sub district, Semarang District. The materials of experiment that used are : 1). 18 Holstein-Friesian dairy cows were old pregnant, dry period, awaiting for second lactation, body weight between 350-450 kg and in good condition. 2). Feed that used are concentrate that dairyman usually give, concentrate from BPTP Central Java and Elephant Grass. The treatments were namely TO : a diet containing 12% with crude protein (CP) and of 65% total digestible nutrients (TDN), T I : a diet containing 14% CP and of 70% TDN, T2 : a diet containing 16% CP and of 75% TDN. Measurements were performance at weeks 4, 6, 8, 10 and 12. Experiment, design that used is Completely Randomised Design in time series with split plot arrangement. Where as, diets factors and duration of measurements were use as main plot and sub plot, respectively. Parameter that evaluated include: 1) Dry matter (DM) intake, 2) Consumptions of CP and TDN, 3) udder volume for prepartus, 4) DM intake, 5) Consumptions of CP and TDN, 6) prolactin, 7) milk production, 8) production efficiency, 9) level of milk fats, 10) milk protein and, 11) Specific Gravity. Result of experiment saw that average daily intake of 1) DM of TO, T I and T2 were 6,867; 6,882 and 6,930 kg (P>0,05); 2). Crude protein 0,821; 0,975 and 1,093 kg (P0,05); 12). Protein milk 3,030%, 3,115% and 3,135% (P>0,05) and Specific Gravity 1,02513; 1,02566 and 1,02574 (P>0,05). 13). There was no significant different between diets and duration of measurements. The conclusion of the research is the increase of volume udder, feed intake level of prolactin, milk production, production of efficiency but not effect on level of fats, protein and specific gravity on milk. Penelitian bertujuan untuk mengetahui Tampilan Pertambahan Volume Ambing, Prolaktin dan Efisiensi Produksi Susu pada Sapi Perah FH Akibat Perbedaan Pemberian Kualitas Ransum telah dilaksanakan mulai bulan Agustus 2002 sampai Februari 2003 di Desa Samirono, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Materi penelitian yang digunakan terdiri atas : 1). 18 ekor sapi FH 2). Pakan konsentrat dan rumput gajah. Peralatan yang digunakan yaitu : 1). Timbangan ernak 2). Timbangan pakan 3). Ember plastik 4). Sentrifuge 5). Gelas ukur 6). Tabung plasma dan 7). Needle spuit. Perlakuan yang diterapkan adalah sebagai berikut : TO = Ransum dengan protein kasar (PK) 12 % dan TDN 65% T1 = Ransum dengan PK 14 % dan TDN 70% T2 = Ransum dengan PK 16 % dan TDN 75% Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan Acak Lengkap intime dengan pola split plot, dimana faktor ransum sebagai petak utama dan faktor waktu merupakan anak petak. Parameter yang diukur meliputi (1). Konsumsi BK, PK, TDN ransum prepartus dan postpartus, (2). Pertambahan volume ambing, (3). Konsentrasi Prolaktin, (4). Produksi susu, (5). Efisiensi produksi dan (6) Kualitas susu (Kadar Lemak, Protein dan Berat Jenis). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian kualitas ransum yang berbeda saat 4 minggu sebelum partus dan 12 minggu setelah partus, pada kelompok TO, T1 dan T2 masing-masing adalah : 1). Konsumsi BK prepartus 6,867; 6,882 dan 6,930 kg/ekor/hari (P>0,05); 2). Konsumsi PK prepartus 0,821; 0,975 dan 1,093 kg/ekor/hari (130,05); 12). Kaclar Protein 3,030%, 3,115% dan 3,135% tidak berbeda nyata (P>0,05) dan Berat jenis susu 1,02513; 1,02566 dan 1,02574 tidak berbeda nyata (P>0,05). Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa pemberian kualitas ransum yang berbeda saat 4 minggu sebelum partus dan 12 minggu setelah partus bisa meningkatkan pertambahan volume ambing, konsumsi ransum, konsentrasi prolaktin, produksi susu dan efisiensi produksi sapi perah tetapi ticlak mempengaruhi kadar lemak susu, protein susu dan berat jenis susu
    corecore